Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOLOGI MOLEKULER

PROTEIN KOLAGEN

Oleh :
Ahmad Farih Azmi, S.Kep., Ns.
(011414153005)

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

ABSTRAK

Protein adalah makromolekul yang memiliki bahan dasar 20 jenis asam


amino. protein memiliki Peran utama dalam sistem biologi dalam setiap
organisme. Makalah ini menjelaskan tentang salah satu jenis dari protein yaitu
kolagen. Kolagen adalah protein berserat dalam tubuh yang memberikan
kekuatan, dukungan, dan bersifat elastis. Pada manusia, kolagen terdiri sepertiga
dari total protein, menyumbang tiga perempat dari berat kering kulit, dan
merupakan komponen yang paling umum dari matriks ekstraselular (ECM).
Penjelasan tentang kolagen dalam makalah ini mencakup apa itu kolagen,
bagaimana struktur penyusun kolagen, sifat, jenis serta fungsi kolagen.
Kesimpulan dari makalah ini antara lain : kolagen termasuk sebagai jaringan
pengikat yang tersusun atas fibril kolagen, Fibril kolagen terdiri dari satuan
polipeptida disebut tropokolagen yang terdiri dari tiga rantai polipeptida yang
disebut helix, kolagen adalah komponen serat utama dalam tendon, ligamen, kulit,
saraf, tulang, otot, pembuluh darah dan organ, dalam heliks tropokolagen ketiga
benang terikat hidrogen satu dengan yang lain dengan perantaraan gugus peptida
-NH dari residu glisin dan gugus peptida -C=O pada rantai lain. Ini merupakan
struktur heliks yang berbeda dari -heliks dan tidak djumpai pada protein lainnya,
keberadaan yang tidak sempurna dari kandngan kolagen dapat menyebabkan
penyakit yang ditandai oleh kerusakan vena dan struktur kulit.
Oleh karena itu, perlu adanya himbauan tentang cara untuk merangsang
produksi kolagen dalam sel-sel kulit seperti memperhatikan asupan makanannya.
Makanan yang kaya vitamin C dan vitamin K dan memiliki berbagai nutrisi
seperti geistein dan asam hyaluronic telah terbukti mampu meningkatkan kolagen
dalam tubuh
Kata kunci : protein, kolagen, sistem biologi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kolagen adalah protein struktural yang melimpah di semua hewan. Pada
manusia, kolagen terdiri sepertiga dari total protein, menyumbang tiga perempat
dari berat kering kulit, dan merupakan komponen yang paling umum dari matriks
ekstraselular (ECM). Dua puluh delapan jenis kolagen terdiri dari setidaknya 46
rantai polipeptida yang berbeda telah diidentifikasi pada vertebrata, dan banyak
protein lainnya mengandung domain kolagen (Brinckmann, 2005).
Dalam sebuah studi penelitian kolagen utuh telah ditemukan pada jaringan
lunak dari tulang fosil dari Tyrannosaurus rexfossil 68 juta tahun (Schweitzer et
al, 2007), sejauh ini protein tertua sudah terdeteksi. Penemuan ini menjadi
tantangan tersendiri untuk kita lebih dalam menggali tentang kolagen. (Buckley M
et al, 2008).
Kolagen merupakan material yang mempunyai kekuatan rentang dan
struktur yang berbentuk serat. Protein jenis ini banyak terdapat dalam vertebrata
tingkat tinggi. Hampir sepertiga protein dalam tubuh vertebrata berada sebagai
kolagen. Semakin besar hewan, semakin besar pula bagian total protein yang
merupakan kolagen. Kolagen juga merupakan komponen serat utama dalam
tulang, gigi, tulang rawan, lapisan kulit dalam (dermis), tendon (urat daging) dan
tulang rawan. Bahan di bagian dalam lensa mata dapat dikatakan tersusun dari
kolagen murni. Kolagen ada dalam semua organ yang menampilkan kekuatan dan
kekakuan (Lehninger: 1993)

Dalam makalah ini akan di bahas beberapa penjelasan mengenai kolagen,


diantaranya tentang definisi kolagen, sifat, jenis dan fungsi kolagen, namun akan
banyak juga di bahas mengenai struktur penyusun kolagen itu sendiri.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kolagen
Kolagen adalah protein dalam tubuh yang memberikan kekuatan, dukungan,
dan bersifat elastis. Kolagen ditemukan dalam tendon, ligamen, kulit, saraf,
tulang, otot, pembuluh darah dan organ. Serat kolagen adalah bundel fibril
kolagen, fibril adalah filamen panjang kolagen (Brinckmann, 2005).
Kolagen merupakan protein berserat. Bersama elastin dan keratin, kolagen
membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat merupakan jaringan yang berperan untuk
elastisitas dan kekuatan kulit. Kolagen juga merupakan sebuah senyawa protein
yang terdapat pada tubuh kita dengan jumlah yang sangat banyak sekitar 25
persen dari jumlah total protein dalam tubuh. Kolagen ini membentuk sebuah
struktur yang bersifat organik dan memiliki peran untuk proses pembentukan
regenerasi tulang, otot, gigi, kulit dan sendi. Secara alami mempunyai serat,
menghubungkan dan mendukung jaringan tubuh lainnya, seperti kulit,
tulang, tendon, otot, dan tulang rawan. Organ-organ internal juga didukung oleh
kolagen bahkan juga ada dalam gigi (Fitzgerald J, 2008).
Di dalam tubuh ada sekitar 28 jenis kolagen yang terjadi secara alamiah dan
terdiri dari setidaknya 46 rantai polipeptida yang berbeda telah diidentifikasi pada
vertebrata, dan banyak protein lainnya mengandung domain kolagen. Bahkan ada
yang menyebutkan bahwa kolagen seperti lem pada tubuh untuk melekatkan
bersama-sama. Tanpa itu kolagen tubuh akan berantakan. Kolagen memiliki
kekuatan tarik yang besar, hal ini merupakan cara yang sangat berbeda dari jenis

protein yang lain. Sebagai contoh, dapat ditemukan baik di dalam dan di luar sel.
Serat kolagen memberikan kontribusi penting bagi struktur eksternal sel, beberapa
diantaranya juga terdapat didalam sel (Veit et al, 2006)

Pada kulit tua menunjukkan penurunan kandungan kolagen dibanding


dengan kulit muda, hal ini menyebabkan terjadinya pengkerutan (keriput) pada
kulit yang lebih tua
Kolagen bekerja dengan elastin dalam mendukung jaringan tubuh. Pada
dasarnya, kolagen memberikan bentuk jaringan tubuh yang kuat; elastin
memberikan jaringan tubuh yang sangat dibutuhkan yakni fleksibilitas.
Kombinasi kolagen dan elastin sangat memberikan kontribusi penting pada
banyak bagian tubuh, hal ini tidak terbatas pada, paru-paru, tulang, dan tendon.
Bahkan pembuluh darah bergantung pada keduanya kolagen dan elastin.
Seringkali, kolagen dikaitkan dengan kulit. Ia bekerja dengan keratin untuk
memberikan kulit yang kuat, fleksibilitas, dan memiliki daya tahan. Dengan
bertambahnya usia, akan terjadi degradasi kolagen yang menyebabkan keriput.
Dengan demikian, kolagen adalah zat penting untuk melawan efek penuaan yang
terlihat pada kulit. Beberapa profesional perawatan kulit menyarankan orang-

orang tentang cara untuk merangsang produksi kolagen dalam sel-sel kulit agar
tetap terlihat segar, dengan cara memperhatikan asupan makanan yang
dikonsumsinya. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung
vitamin A untuk menjaga kolagen dalam tubuh tetap tinggi dan juga Makanan
yang kaya vitamin C dan vitamin K dan memiliki berbagai nutrisi seperti geistein
dan asam hyaluronic telah terbukti mampu meningkatkan kolagen dalam tubuh
(Bodian et al, 2008).
Kolagen memberikan bantalan dan mengisi kontur kulit.

Karena kolagen sangat penting dalam tubuh, maka bisa dipastikan bahwa
kekurangan kolagen dapat menjadi masalah. Bahkan, ada beberapa penyakit
genetik yang berkaitan dengan kekurangan kolagen. Sebagai contoh, osteogenesis
imperfecta, yang biasa disebut penyakit tulang rapuh, hasil dari penurunan
signifikan tingkat kolagen. Hal ini juga dapat disebabkan oleh adanya kolagen
yang berkualitas lebih rendah dari normal (Bodian et al, 2008).

2.2 Kolagen fibril


Jenis berbeda dari kolagen adalah membentuk kumpulan fibrillar yang lebih
besar dengan bantuan beberapa kelas protein seperti glikoprotein dan
proteoglikan. Kolagen fibril adalah semi-crystalline agregat molekul kolagen. Ini
yang disebut sebagai bundel fibril. Masing-masing jaringan memiliki pengaturan
yang berbeda dari fibril ini untuk memberikan struktur yang berbeda, bentuk dan
kekuatan tarik. Dalam tulang misalnya, seluruh kolagen triple heliks terletak
dalam sebuah array yang paralel, terhuyung-huyung. Kesenjangan adalah 40 nm
antara ujung subunit tropocollagen. Ini berfungsi sebagai situs nukleasi untuk
pengendapan kristal lama, keras, baik komponen mineral - hidroksiapatit, Ca10
(PO4) 6 (OH) 2 dengan beberapa fosfat (Berisio R, 2002).
Deangan demikian kolagen termasuk sebagai jaringan pengikat. Jaringan
pengikat berkolagen terdiri dari serat, struktur ini selanjutnya tersusun atas fibril
kolagen, yang nampak seperti garis melintang. Fibril ini terorganisasi dengan cara
yang berbeda-beda, tergantung pada fungsi biologi jaringan pengikat itu. Pada
urat, fibril kolagen disusun dalam untaian paralel yang saling berhubungan silang
dan berfungsi untuk menghasilkan struktur dengan kekuatan penting yang amat
tinggi tanpa kemampuan meregang (Berisio R, 2002).

2.3 Struktur Penyusun Kolagen


Molekul kolagen tersusun dari kurang lebih 20 asam amino yang memiliki
bentuk berbeda, tergantung pada sumber bahan bakunya. Asam amino glisin,
prolin dan hidroksiprolin merupakan asam amino utama pembentuk kolagen.
Asam amino aromatik dan sulfur terdapat dalam jumlah yang sedikit.

Hidroksiprolin merupakan salah satu asam amino pembatas dalam berbagai


protein (Chaplin, 2005).

Tropokolagen merupakan molekul dasar pembentuk kolagen yang


mempunyai struktur batang dengan berat molekul 300.000 g/mol. Di dalamnya
terdapat tiga rantai polipeptida yang sama panjang dan membentuk struktur helik.
Tiap tiga rantai polipeptida dalam unit tropokolagen membentuk struktur helik
tersendiri, masing masing saling menahan bersama-sama dengan ikatan hydrogen
antara gugus -NH dari residu glisin pada rantai yang satu dengan gugus C=O
pada rantai lainnya. Cincin pirolidin, prolin, dan hidroksiprolin membantu
pembentukan rantai polipeptida dan memperkuat tripel helik (Okuyama et al,
2006).
Residu hidroksilisin dari tropokolagen mempunyai peranan penting dalam
pembentukan serat kolagen. Peranan serat kolagen ini dapat dilihat dengan adanya
asam askorbat (vitamin C) dalam pembentukan hidroksilisin dimana asam

askorbat mengaktifkan enzim prolyl hydroksilase dan enzim ini akan merubah
residu prolin menjadi hidroxyprolin (Campbell & Shawn, 2003)
Gambar. menunjukkan susunan molekul tropokolagen pada fibril kolagen

Keterangan :
a) memperlihatkan tiap molekul tropokolagen yang memanjang sampai
empat garis melintang dengan selang 64 nm. Kepala molekul
tropokolagen tersusun sedemikian rupa sehingga terdaftar dengan
selang 64 nm. Di bawahnya,
b) terlihat gambaran bagian molekul tropokolagen yang memperlihatkan
kerangka tropokolagen heliks ganda tiga. Pembesaran lebih lanjut pada
bagian.
c) memperlihatkan bahwa tiap-tiap rantai dari ketiga peptide tropokolagen
merupakan suatu heliks, sudut dan ruang antaranya ditentukan oleh gugus
karboksil yang kaku dari sejumlah residu prolin dan hidroksiprolin
(Lehninger, 1993).

Tropokolagen akan terdenaturasi oleh pemanasan atau perlakuan dengan


zat seperti asam, basa, urea, dan potassium permanganat. Selain itu, serabut

kolagen dapat mengalami penguraian jika dipanaskan di atas suhu penyusutannya


(Ts). Suhu penyusutan (Ts) kolagen ikan adalah 45C. Jika kolagen dipanaskan
pada T>Ts (misalnya 6570C), serabut triple heliks pecah menjadi lebih panjang.
Pemecahan struktur tersebut menjadi lilitan acak yang larut dalam air, inilah yang
nantinya disebut gelatin (Okuyama et al, 2006).
Molekul kolagen atau tropocollagen mengandung subunit yang berkumpul
tanpa bantuan dan memiliki ujung biasa yang membentuk array besar di ruang
ekstraseluler dari jaringan (Chaplin, 2005).

2.4 Sifat Kolagen


Kolagen adalah tipe khusus dari jaringan. Karakteristiknya membuatnya
sangat fleksibel. Hal ini dapat menekuk tanpa merobek karena kekuatan tarik yang
tinggi. Kekuatan kolagen membuat bahan yang sempurna untuk memegang tulang
bersama-sama dan otot melekat ke tulang (Veit et al, 2006).
Pada suhu tinggi atau di didihkan di dalam air, kolagen akan mengalami
transformasi, dari bentuk untaian, tidak larut dan tidak tercerna menjadi gelatin,
yaitu campuran polipetida yang larut, yang merupakan dasar pembentuk gelatin.
Perubahan ini melibatkan hidrolisis beberapa ikatan kovalen pada kolagen, karena
kolagen pada jaringan pengikat dan pembuluh yang menjadikan daging berbentuk
liat. Kolagen mengandung kira- kira 35 persen glisin dan kira-kira 11 persen
alanin, dimana persentasi asam amino seperti ini agak tinggi. Yang lebih menonjol
lagi adalah kandungan prolin dan hidroksiprolin yang tinggi, yaitu asam amino
yang jarang ditemukan pada protein selain pada kolagen dan elastin. Bersama-

sama prolin dan hidroksiprolin mencapai kira-kira 21 persen dari residu asam
amino pada kolagen (Lehninger: 1993)
Komposisi asam amino kolagen tersebut mengandung empat jenis asam
amino, hal ini terbilang rendah dibanding

jenis asam amino lainnya yang

merupakan dasar bagi kualitas gizi. Gelatin relatif rendah sebagai sumber protein
pangan. Protein pangan yang paling baik adalah mengandung 20 jenis asam
amino, terutama golongan -10, yang disebut asam amino esensial (Amiruldin.
2007).

2.5 Jenis Kolagen


Kolagen yang tertarik kembali berbeda secara genetik lebih dari 20 ada
dalam jaringan hewan. Kolagen tipe I, II, III, V dan XI self-assemble ke Dperiodik lurik salib fibril. Sekitar 67 nm dan ada karakteristik aksial periodisitas
kolagen. Ini membentuk kolagen yang tertarik kembali paling melimpah pada
vertebrata (Brinckmann, 2005).

Tipe I kolagen adalah ditemukan di seluruh tubuh kecuali dalam jaringan


tulang rawan. Itu juga disintesis dalam menanggapi cedera dan dalam
nodul berserat di fibrosa penyakit.

Tipe II kolagen ditemukan dalam tulang rawan, mengembangkan kornea


dan vitreous humor. Ini terbentuk dari dua atau lebih kolagen yang tertarik
kembali atau co-polymers daripada satu jenis kolagen.

Kolagen tipe III ditemukan di dinding arteri dan organ lain berongga dan
biasanya terjadi dalam urat saraf.

Kolagen tipe V dan jenis XI merupakan bagian kecil kolagen dimana


komponen jaringan terjadi sebagai fibril dengan tipe I dan tipe II kolagen
masing-masing.

2.6 Fungsi Kolagen


Serat kolagen mendukung jaringan tubuh, ditambah kolagen merupakan
komponen utama dari matriks ekstraselular yang mendukung sel. Kolagen dan
keratin memberikan kekuatan pada kulit, kedap air, dan elastisitas. Kehilangan
kolagen merupakan penyebab keriput. Jaringan ikat terutama terdiri dari kolagen.
Kolagen membentuk fibril yang menyediakan struktur untuk jaringan fibrosa,
seperti ligamen, tendon dan kulit. Kolagen juga ditemukan dalam tulang rawan,
tulang, pembuluh darah, kornea mata, cakram intervertebralis, otot, dan saluran
pencernaan (Brinckmann, 2005).
Serat kolagen yang ditemukan di seluruh tubuh menyediakan fungsi yang
berbeda berdasarkan susunan serat. Serat diatur dalam pola saling silang
membentuk anyaman yang memberikan dukungan terhadap gerakan struktur
internal yang. Selain itu, serat yang diatur dalam bundel serat paralel untuk
membentuk pita tebal. Kolagen memberikan elastisitas lateral yang sementara
memungkinkan sedikit gerakan ke depan lurus karena kekuatan tarik yang tinggi
(Schweitzer et al, 2007).

Terdapat 28 jenis kolagen di dalam tubuh, namun jenis kolagen tipe I hingga
V merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Tentu, kita sering mendengar
fungsi kolagen terhadap kulit namun ternyata selain di kulit, kolagen juga
berfungsi untuk organ atau jaringan lain yang penting di tubuh. Fungsi kolagen
ada bermacam-macam (Fitzgerald J, 2008), contohnya adalah :
a. Tulang
Struktur tulang terdiri dari berbagai macam bahan salah satunya adalah
gabungan dari kolagen dan mineral yang dinamakan hydroxyapatite.
Kedua substansi ini bekerja untuk membuat struktur, fleksibiltas dan
kekuatan dari tulang.
b. Otot
Kolagen memiliki fungsi penting untuk otot. Serat kolagen memiliki
fungsi untuk memperkuat otot dan struktur otot untuk kelangsungan otot
setiap harinya. Serat kolagen tidak hanya ditemukan di otot rangka, namun
juga ditemukan di otot polos (yang berada di saluran kemih dan organ
reproduksi) serta otot jantung.
c. Pembuluh Darah
Kolagen memiliki fungsi dalam membentuk dinding pembuluh darah vena,
arteri dan kapiler. Kolagen juga berfungsi untuk memperkuat pembuluh
darah, menjaga struktur dan kelenturan pembuluh darah, dimana fungsi ini
penting guna membawa aliran darah ke seluruh tubuh.
d. Kulit
Salah satu fungsi dari kolagen yang paling terbesar adalah fungsinya
sebagai penyokong kulit. Menurut dr.Eric dari University of Pennsylvania,
80% berat kulit kita terdiri dari kolagen. Kolagen menyediakan struktur ke

kulit yang bekerjasama dengan protein lain yang dinamakan elastin, yang
berguna untuk membuat kulit lebih elastis.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Kolagen adalah protein berserat dalam tubuh yang memberikan kekuatan,
dukungan, dan bersifat elastis. Hampir sepertiga protein dalam tubuh
vertebrata berada sebagai kolagen. Kolagen juga merupakan komponen
serat utama dalam tendon, ligamen, kulit, saraf, tulang, otot, pembuluh
darah dan organ. Kolagen termasuk sebagai jaringan pengikat, yang
tersusun atas fibril kolagen
2. Fibril kolagen terdiri atas sub unit polipeptida yang disebut tropokolagen
yang terdiri atas tiga rantai polipeptida yang saling silang (heliks ganda
tiga) dan membentuk seperti tali.
3. Dalam heliks tropokolagen ketiga benang terikat hidrogen satu dengan
yang lain dengan perantaraan gugus peptida -NH dari residu glisin dan
gugus peptida -C=O pada rantai lain. Ini merupakan struktur heliks yang
berbeda dari -heliks dan tidak djumpai pada protein lainnya.
4. Tropokolagen juga berisi rantai samping karbohidrat yang mengikat pada
pada gugus hidroksilnya hydroksilisin
5. Residu hidroksilisin dari tropokolagen mempunyai peranan penting dalam
pembentukan serat kolagen. Peranan serat kolagen ini dapat dilihat dengan
adanya asam askorbat (vitamin C) dalam pembentukan hidroksilisin
dimana asam askorbat mengaktifkan enzim prolyl hydroksilase dan enzim
ini akan merubah residu prolin menjadi hidroxyprolin.

DAFTAR PUSTAKA

Amiruldin M., 2007. Pembuatan dan Analisis Karakteristik Gelatin dari Kulit Ikan
Tuna (Thunnus albacares). Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian
Bogor. Skripsi.
Berisio R, Vitagliano L, Mazzarella L, Zagari A. 2002. Crystal structure of the
collagen triple helix model [(Pro-Pro-Gly)10]3. Protein Sci. 11:26270
Bodian DL, Madhan B, Brodsky B, Klein TE. 2008. Predicting the clinical
lethality of osteogenesis imperfecta from collagen glycine mutations.
Biochemistry 47:542432
Brinckmann J. 2005. Collagens at a glance. Top. Curr. Chem. 247:16
Buckley M, Walker A, Ho SYW, Yang Y, Smith C, et al. 2008. Comment on
Protein sequences from mastodon and Tyrannosaurus rex revealed by mass
spectrometry. Science 319:33
Campbell, Many. K. & Shawn 0. Farrell. 2003. Biochemistry Fourth Edition,
Thomson Learning. Albert Complex, Singapore.
Chaplin, M. 2005. Gelatin. www//Isbuc.ac.uk
Fitzgerald J, Rich C, Zhou FH, Hansen U. 2008. Three novel collagen VI chains,
4(VI), 5(VI), and 6(VI). J. Biol. Chem. 283:2017080
Lehninger,Albert.L. 1993. Dasar-Dasar Biokimia (Terjemahan). Erlangga, Jakarta
Okuyama K, Xu X, Iguchi M, Noguchi K. 2006. Revision of collagen molecular
structure. Biopolymers 84:18191
Schweitzer MH, Suo Z, Avci R, Asara JM, Allen MA, et al. 2007. Analyses of soft
tissue fromTyrannosaurus rex suggest the presence of protein. Science
316:27780
Veit G, Kobbe B, Keene DR, Paulsson M, Koch M, Wagener R. 2006. Collagen
XXVIII, a novel von Willebrand factor A domain-containing protein with
many imperfections in the collagenous domain. J. Biol. Chem. 281:3494
504