Anda di halaman 1dari 42

MINERAL MIKR

MINERAL

Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk


melalui

proses

geologis.

Istilah

mineral

termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia


tetapi

juga

struktur

mineral.

Mineral

termasuk dalam komposisi unsur murni dan


garam sederhana sampai silikat yang sangat
kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui
(senyawaan organik biasanya tidak termasuk).

Mineral

merupakan

berbagai

proses

mineral,

tubuh

dengan

semestinya

senyawa

selular
tidak

tubuh.

mungkin
bahkan

esensial

untuk

Tanpa

adanya

dapat
dapat

berfungsi
mengalami

kesakitan hingga kematian. Mineral juga berperan


penting

dalam

pembentukkan

struktural

dari

jaringan keras dan lunak, kerja sistem enzim,


kontraksi otot dan respon
pembekuan darah.

saraf serta dalam

Fungsi Mineral
a.

Sebagai

katalist

berbagai

reaksi

biokimawi dlm tubuh


b. Transmisi sinyal / pesan pd sel saraf
c. Produksi hormon
d. Pencernaan dan penggunaan makanan
e. Bagian dari organ vital spt tulang,
darah, gigi

Mineral sebagai
kofaktor
Banyak enzim yang mengandung ion
metal disebut Metaloenzim

Ion tersebut berfungsi mirip dengan coenzim

Fungsi dari metal tersebut dalam enzim sangat


bervariasi

Bisa sebagai katalis : Zn

Kadang utk meningkatkan efisiensi enzim = ATP-Mg

Klasifikasi Mineral di
dalam tubuh

1. Makro elemen (makro mineral) : essensial,


jumlah besar antara lain : Ca, P, Mg,Na,
K,Cl,S

2. Trace elemen (mikro mineral): essensial,


jumlah sedikit antara lain : Fe, Co, Cr, Cu, I,
Se, Zn, Mn, Mo, dan F

Mineral yang digunakan oleh tubuh ialah : Fe (ferum,


zat besi), Ca (calsium, zat kapur), Na (natrium), K
(kalium), Cl (chlor), Mg (magnesium), P (phosphor),
fosfor), S (sulfur, belerang), Zn (zink, seng) I
(iodium), F (flor), Co (cobalt), dan St (srontium).

Mineral Mikro (Trace


Element)

essensial, jumlah sedikit antara lain :


Fe, Co, Cr, Cu, I, Se, Zn, Mn, Mo, dan F

1. FE (Besi)

60 persen Fe yang diabsorpsi usus dipakai untuk


membuat hemoglobin (Hb), 20 persen lainnya untuk
membuat

mioglobin

otot,

dan

dalam

enzim

pernapasan, dan 20 persen disalurkan kedalam


hati,

limpa,

dan

sumsum

tulang.

Sumber Fe

Fe: banyak terdapat dalam susu,tempe, keju,


telur (kuning telur), asam tanat (teh), Phitat,
hati,

ikan,udang

segar,

kacangan, sayur, dan sereal.

lokan,

kacang-

Metabolisme Fe

Fe yang di absorpsi sekitar 2-40% dari yang di


konsumsi

untuk kebutuhan menyusui/hamil,

pertumbuhan, dan adanya zat penghambat.

Ca dan P menurunkan absorpsi Fe non hemoglobin

Keasaman lambung, vitamin dan fruktosa


dapat meningkatkan absorpsi Fe

Metabolisme besi dalam tubuh

Fe dalam makanan

Hemoglobin dan inoglobin (daging)


Non Hemoglobin : Nabati dan hewani lainnya
1.

2.

Hubungan antara Kompartemen dalam Tubuh dan Pertukaran


Besi dengan Lingkungan
Simpanan
1000 mg

Jaringan 200
mg

Sel Darah
Merah
2300 mg

Absorpsi
<1 Mg/Hari
Ekskresi
<1mg/Hari

Metabolisme besi tampaknya unik karena kecilnya


pertukaran besi dengan lingkungan setiap harinya.
Hal ini tergambar dari hanya 1 mg yang harus di
serap tubuh untuk mempertahankan keseimbangan
besi karena ekskresi. Pada dasarnya terdapat
lima

rentetan

tubuh,

yaitu

proses
(1)

metabolism

penyerapan,

besi

dalam

(2)transportasi,

(3)pemanfaatan dan konserfasi, (4) penyimpanan,


(5) pembuangan (ekskresi).

Besi dalam makanan yang di konsumsi berada


dalam

bentuk

ikatan

ferri

(umumnya

pada

pangan nabati) maupun ikatan ferro (umumnya


dalam pangan hewani). Besi yang berbentuk
ferri

oleh

getah

lambung

(HCI),

direduksi

menjadi bentuk ferro yang lebih mudah diserap


oleh sel mukosa usus.adanya vitamin C juga
dapat membantu proses reduksi tersebut.

Di dalam sel mukosa, ferro dioksidasi menjadi ferri


,kemungkinan bergabung dengan apoferitin membentuk
protein yang mengandung besi yaitu feritin. Selanjutnya
untuk masuk ke plasma darah, besi dilepaskan dari
feritin dalam bentuk ferro , sedangkan apoferitin yang
terbentuk kembali akan bergabumg lagi dengan ferri
hasil oksidasi di dalam sel mukosa. Setelah masuk
kedalam

plasma,maka

besi

ferro

segera

dioksidasi

menjadi ferri untuk digabungkan dengan protein spesifik


yang mengikat besi yaitu transferin.

Plasma darah di samping menerima besi


berasal dari penyerapan makanan, juga
menerima besi dari simpanan, pemecahan
hemoglobin dari sel-sel yang telah mati.
Sebaliknya plasma harus mengirim besi ke
sum-sum
tulang
untuk
pembentukan
hemoglobin,juga ke sel endothelial untuk di
simpan,dan ke semua sel untuk fungsi enzim
yang mengandung besi. Jumlah besi yang
setiap hari di ganti (turnover) sebanyak 3040 mg. dari jumlah ini hanya sekitar 1 mg
yang berasal dari makanan.

Banyaknya besi yang di manfaatkan untuk


pembentukan hemoglobin umumnya sebesar
20-25 mg per hari. Pada kondisi dimana sumsum tulang dalam kondisi baik, dapat
memproduksikan
sel
darah
merah
dan
hemoglobin sebesar enam kali.
Besi yang berlebihan di simpan sebagai
cadangan dalam bentuk feritin dan hemo
siderin di dalam sel parenkhim hepatic, sel
retikuloenclotelial sum-sum tulang, hati dan
limfa.

Ekskresi besi dari tubuh sebanyak 0,5-1,0


mg per hari, di keluarkan bersama-sama
dengan urine,keringat dan feses. Dapat pula
besi

dalam

melalui
urine.

hemoglobin

keluar

pendarahan,menstruasi

dari
dan

tubuh
saluran

2. Co (Kobalt)

Co

penting

untuk

membuat

vitamin

B 12

(cobalamin). Co perlu untuk pembuat pigmen Hb.


Meski unsur ini tidak ikut membentuk Hb tetapi
untuk pembuatnya unsur ini mutlak harus ada.
Darah

hewan

rendah

berwarna

biru,

karena

pigmen pernapasannya mengandung Co, sebagai


ganti Fe pada hewan tinggi yang membuat darah
berwarna merah.

sumber Co : sayur-sayuran, kacang-kacangan,

3.Tembaga / Cuprum
(Cu)

Tembaga

pada

tubuh

manusia

berguna

sebagai

pembentuk hemoglobin pada sel darah merah.

Sumber : Terdapat pada kacang-kacangan, susu,


sereal , hati, dan sea food

Metabolism
e Cu

4. Yodium

Mineral

ini

dibutuhkan

sampai 1 mg/hari.

Kebutuhan meningkat :

-Pertumbuhan anak-anak
-Wanita hamil dan menyusui

100-300

g/hari

Fungsi Yodium

untuk membentuk hormon tiroksin pada kelenjar


tiroid. Tiroksin adalah hormon yang mengatur
aktivitas

berbagai

organ,

mengontrol

pertumbuhan, membantu proses metabolisme,


Kekurangan yodium :

-gondok (goiter endemic)

-Kretinisme pada anak-anak

Sumber

-garam beryodium, makanan laut

Metabolisme Yodium

Yodium Dibutuhkan Tubuh untuk sintesis hormon tiroid


yaitu
yodium

tiroksin
dalam

dan

triiodotiroin.

tubuh

sangat

Walaupun

kecil

tetapi

jumlah
sangat

dibutuhkan secara teratur.

Jika Kebutuhan tesebut tidak dipenuhi dalam jangka


waktu lama, tiroid akan membesar untuk menangkap
yodium yang lebih banyak dari darah. Kompensasi
demikian akan menjurus kepada pembesaran tiroid yang
menyebabkan

GONDOK

Yodium bebas atau terikat dengan cepat diubah


menjadi

yodida

dalam

gastrointestinal.penyerapan
sempurna

dalam

waktu

1-3

saluran

yodida

hampir

jam

setelah

pencernaan maknan.

Sebagian iodida diserap melalui lambung, tetapi


kebanyakan diserap melalui usus halus. Yodida
yang

diserap

oleh

tiroid

menurun.

Yodida

digunakan untuk sintesis tiroksin dan triidotironin.

Di

dalam

kelenjar

tiroid

yodida

segera

dioksidasi menjadi yodium dan terikat pada


posisi 3, atau 3 dan 5 cincin benzen residu
tirosil dari tiroglobulin (glikoprotein dengan
berat
peranan
hormon

molekul
penting
tiroid

650000

yang

dalam

sintesis

dengan

cara

memegang
hormon-

menyediakan

kerangka tempat berlangsungnya reaksi.

Biosintesis hormon-hormon tiroid terjadi melalui


tahap-tahap :

Akumulasi yodida oleh tiroid.

Yodinasi tirosin dalam tiroglobulin menjadi


monoiodotirosin kemudian menjadi diidotirosin.

Penggabungan 2 molekul DIT membentuk tiroksin

Penggabungan satu molekul mono dan diiodotirosin


membentuk triiodotirosin.

Absorpsi Yodium

Tahapan Biosintesis Hormon Tiroid :

1.
2.
3.
4.

Akumulasi Yodida oleh tiroid


Yodinasi Tirosin dalam tiroglobulin menjadi
Monoiodotirosin
(MIT)
dan
kemudian
menjadi diidotirosin (DIT)
Penggabungan dua molekul DIT membentuk
tiroksin
Penggabungan satu molekul mono dan
diiodotirosin
membentuk
triiodotirosin
membentuk triiodotirosin

5. Zincum / Seng /(Zn)

Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk


membentuk enzim dan hormon penting. Selain
itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara
beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas
indera pengecap atau lidah kita.

6. Mangan (Mn)

Kebutuhan sehari 2-5 mg


Mangan berfungsi untuk mengatur
pertumbuhan tubuh kita dan sistem
reproduksi.

Absorbsi Zink

Absorbsi Zink di percepat oleh ligand berat molekul


rendah yg berasal dari pancreas.

Kurang lebih 20-30 % Zn peroral diabsorbsi terutama


pada

duodenum

dan

usus

halus

bagian

proksimal.

Jumlah Zink yg diabsorbsi tergantung pada berbagai


factor termasuk sumbernya ( yg berasal dari hewan
diabsorbsi lebih baik dari pada yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan),disebabkan oleh adanya fitat dan
serat tumbuhan yg mengikat Zn pada usus sehingga
tidak dapat diabsorbsi.

Distribusi Zink

Zink didistribusi keseluruh tubuh dan kadar tertinggi


didapatkan pada kororid mata, spermatozoa, rambut,
kuku, tulang dan prostat.

Dalam plasma Zink terikat pada protein terutama pada


albumun.

Ekskresinya terutama melalui feses sejumlah kurng lebih


2/3 dari asupan zink hanya sekitar 2% sieksresi malalui
urine.

Ekskresi Zink

Ekskresinya terutama melalui feses sejumlah kurng


lebih

2/3

dari

asupan

zink

hanya

sekitar

2%

sieksresi malalui urine.

Sumber : Terdapat pada : daging, unggas, telur,


ikan, susu, keju, hati, lembaga gandum, ragi, selada,
roti dan kacang-kacangan

7. Molibdenum (Mo)

Merupakan konstituen penting


dari banyak enzim, diabsorbsi
baik dan terdapat dalam tulang,
hati dan ginjal.

8. Flour (F)

Flour berperan untuk pembentuk lapisan email


gigi

yang

melindungi

dari

gangguan pada gigi.

Sumber : Kuning telur dan susu

segala

macam

8. Selenium (Se)

Merupakan unsur enzim glutation peroksidae


yg terdapat pada sebagian besar jaringan
tubuh.

Sumber : Tanaman, tetapi bervariasi sesuai


kandungan tanah

9. Kromium (Cr)

Berperan sebagai kompleks kofaktor untuk


insulin dank karena itu berperan pada
penggunaan glukosa secara normal didalam
tubuh.
Sumber : Daging, hati, ragi (brawers
yeash), padi-padian, kacang-kacangan, &
keju

10. Silikon (Si)

Berperan

didalam

klasifikasi

tulang

dan

metabolism glikosaminoglikan pada kartilago


serta jaringan penyambung.

Sumber : Makanan Nabati.

TERIMAKASIH