Anda di halaman 1dari 17

AKUNTANSI BIAYA

MENGELOLA BIAYA BAHAN BAKU


COST ACCOUNTING
TO HANDLE MATERIAL COST
DISUSUN OLEH

DRS.EDY WAWASTO JUSTUS,


MSM.

Bahan Baku merupakan Unsur Biaya Produksi yg utama, ia dapat


dikenali dalam produk yg dihasilkan. Masalah yg dihadapi BBB
adalah :
1. Darimana BB tsb diperoleh.
2. Tingkat kontinuitas baik kualitas maupun nilai BB yg
diperlukan.
3. Transport pembelian BB
4. Biaya pemesanan BB
5. Biaya penyimpanan BB
6. Harga Pokok BB yg terpakai dlm proses.

Prosedure pengadaan BB melibatkan : Bag. Gudang (mengusulkan


pada Bag.Supply unt membelikan BB yg dimaksud); Bag. Supply
(Pengadaan Barang) ; Bag. Penerima barang ( mengecek barang yg
diterima) ; Bag. Akuntansi ( membukukan transaksi yg terjadi ).

PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU


Meliputi pengawasan terhadap BB meliputi pengawasan Kuantitas ( Jumlah
BB

yang tersedia, untuk kelancaran proses produksi( berapa


saldo awal, berapa jumlah pembelian / BB masuk, berapa
jumlah BB yg keluar dipakai untuk proses produksi dll),
Pengawasan thd kualitas BB yang dibeli / tersedia ;
Pengawasan thp BB
bila terjadi penyusutan serta
kemungkinan terjadinya pencurian BB. Dan pengawasan
terhadap stock BB yg tersedia ( termasuk menilai dan
mencatat BB sesuai yg telah ditetapkan Manajemen.
Untuk memudahkan pengawasan / control biasanya di
buat Kartu Persediaan BB.
Penilaian dan pencatatan BB untk menentukan Harga
Pokok
dari BB dapat di lakukan dengan
beberapa
metode, tapi pada umumnya dipilih salah satu dari 3
metode :
A. Metode FIFO ( First In First Out)
B. Metode LIFO ( Last In First Out )
c. Metode Rata-rata bergerak ( Moving Average )

Contoh cara Penilaian dan pencatatan BB sistem


PERPECTUAL ?terus menerus :
Tanggal 1 April Saldo awal BB 500 Unit aRp.
2.000,--/unit
Tanggal 5 April dibeli BB 1.000 unit aRp.
2.200,--/unit
Tanggal 7 April dipakai untuk produk 1.200 unit
Tanggal 10 April dibeli 700 unit aRp.2.500,--/ unit
Tanggal 15 April dipakai untuk produk 500 unit
Tanggal 30 April dipakai untuk produk 300 unit

Dari data diatas bila dipakai metode FIFO dalam


pencatatannya akan nampak sebagai berikut :

PT. EDY SAMPIT

Jenis Bahan :
Satuan
:
KARTU PERSEDIAAN
KODE

:
TGL.
UNIT

Rp.

14-12
74-12

METODE
: FIFO
KELUAR

MASUK
jumlah
SALDO
1.000

2.200,
--

Unit

RP.
-

2.500,
--

Unit
-

1.750.000
,--

500

Rp.

Jumlah

2.000,--

1.000.000,--

1.500
500

2.000,--

1.000.000
,--

700

2.200,--

1.540.000
,--

1.200
700

Jumlah

2.200.000
,--

104-12

154-12

SISA

3.200.000,--

300

2.200,--

660.000,--

300

2.200,--

660.000,--

700

2.500,--

1.750.000,--

2.540.000
,--

1.000

2.410.000,--

TGL

MASUK
UNIT

204-12

RP

KELUAR
JUMLAH

UNI
T

RP

JUMLAH

UNI
T

RP.

JUMLAH

300

2.200
,--

660.000,--

500

2.500,--

1.250.000,--

200

2.500
,--

500.000,--

200

2.500,--

500.000,--

500
304-12

SISA

300

1.160.000
,-2.500
,--

750.000,--

MASUK
PT.EDY SAMPIT
Jenis Bahan
UNI : RPP
JUMLAH
TGL

KELUAR
UNIT

RP.

SISA
JUMLAH

UNIT

RP.

JUMLAH

2.000
,--

1.000.00
0,--

2.000
,,--

1.000.00
0,--

2.200
,--

2.200.00
0,--

5-

Satuan
4-12
74-12

Kode

1.00
0

:
:

2.20
0,--

SALDO
2.200.00
0,--

500

KARTU PERSEDIAAN
500
METODE : LIFO

1.00
0
1.50
0

104-12

1.000

2.200,-

2.200.00
0,--

200

2.000,-

400.000,-

1.200

2.600.00
0,---

300

3.200.00
0,--

2.000
,--

600.000,
--

TGL

MASUK
UNIT

154-,12

700

KELUAR

RP.

JUMLAH

2.500,
--

1.750.000,-

UNIT

RP.

SISA
JUMLAH

UNIT

RP.

300

2.000,--

600.000,--

700

2.500,--

1.750.000,--

1.00
0
204-12

500

2.500,--

1.250.00
0,--

2.350.000,--

300

2000,--

600.000,--

200

2.500,--

500.000,--

500
304-;12

200

2.500,--

500.000,-

100

2.000,--

200.000,-

300

700.000,-

JUMLAH

200

1.100.000,--

2.000,--

400.000,--

METODE RATA-RATA TERTIMBANG


Jika metode rata-rata tertimbang yg dipakai untuk
menilai persediaan maka dlm Kartu persediaan akan
nampak sbb:
PT.EDY
Jenis Bahan :
Sampit
Satuan
:

KARTU PERSEDIAAN BARANG


Kode

TGL

MASUK
UNIT

RP.

METODE ;RATA-RATA
KELUAR TERTIMBANG

JUMLAH

UNIT

RP.

JUMLAH

UNI
T

RP.

JUMLAH

SALDO

500

2.000,-

1.000.00
0,---

2.200.000,
--

1.50
0

2.133,
33

3.200.00
0,--

300

2.133,
33

63.999,,9
0

54-12
74-12
104-12

1.00
0

2.200
,--

SISA

1.20
0

2.133,
33

2.559.66
0,--

TGL

MASUK
UNIT

154-12

700

KELUAR

RP.

JUMLAH

2.500
,--

1.750.00
0,--

UNIT

RP.

SISA
JUMLAH

UNIT

RP.

JUMLAH

1.00
0

2.390,--

2.389.99
9,--

204-12

500

2.390,--

1.195.00
0,--

500

304-12

300

2.390,--

717.000,-

200

1.195.00
0,-2.390

Selisih biaya bahan baku ada 3 metode yakni :


1. Metode satu selisih ( one way model)
2. Metode dua selisih ( two way model)
3. Metode tiga selisih ( three way model )

478.000,
--

Metode satu selisih


merupakan selisih gabungan antara selisih harga BB
dengan selisih kuantitas BB. Atau disebut selisih total
BBB dengan rumus
SBB = ( Hss x Kss ) ( Hst x Kst )

Metode dua selisih


selisih ini terdiri dari selisih harga Bahan Baku
sesungguhnya dengan harga Bahan Baku Standar. Dan
selisih Kuantitas BB. Selisih harga ada dua macam yakni
Harga BB saat di beli dengan harga BB saat dipakai .
Masing-masing dengan rumus
SHBB dibeli = ( Hss x Ksp ) ( Hst x Ksp)
= ( Hss Hst ) x Ksp
Hss = Harga sesungguhnya
Hst = Harga Standar
Ksp = Kuatitas saat pembelian
SHB d = selisih Harga Bahan Baku saat di beli

Selisih Harga BB saat di pakai


SHB saat pemakaian = ( Hss x Kst ) ( Hst x Kst)

= ( Hss Hst ) x Kst


Kss = kuantitas sesungguhnya
SHBp = Selisih harga saat pemakaian

Apabila Hss > Hst berarti selisihnya tidak


menguntungkan
Apabila HSS < Hst berarti selisihnya menguntungkan

Selisih kuantitas BB
Selisih kuantitas BB adalah selisih antara kuantitas
sesungguhnya dengan kuantitas standar, dengan rumus :
SKB = ( Kss x Hst ) ( Kst x Hst)

= ( Kss Kst ) x Hst

Bila Kss > Kst selisih berarti merugi / tidak menguntungkan


Bila Kss < Kst selisih menguntungkan
Model 3 selisih ( Three way model)
metode ini merupakan perluasan dari metode dua selisih
sehingga dlm metode 3 selisih yakni : 1. Selisih harga ; 2.
selisih kuantitas ; 3. selisih campuran ( SELISIH HARGA
KUANTITAS)
Rumusnya :
SH = ( Hss Hst ) x Kst
SK = ( Kss Kst ) x Hst
Shk = ( Hss Hst ) x ( Kss Kst )

Jika Hss > Hst atau Kss > Kst selisih bersifat tdk
menguntungkan
Jika Hss < Hst atau Kss < Kst selisih bersifat menguntngkan

Contoh :
BBB standar untk memprodks satu unit produk adalah
sbb :
Harga standar per kilogram Rp.450,- kuantitas pemakaian 3 Kg
BBB standar per produk
Rp. 1.350,-
Biaya sesungguhnya terjadi :
BB yang dibeli 10.500 kg
Harga beli per Kg
Rp.465,- Unit yg di produksi
4.500 unit
Pemakaian Bahan Baku
8.700 Kg

Dari data diatas analisa selisih adalah sbb :

Model satu selisih


SKB = (Hss x Kss) (Hst x Kst )
= (465 x 8.700) (450 x 13.500 )
= 4.045.500 6.075.000
= Rp.2.029.500,-- (L)
Model dua selisih
SK = ( Kss Kst) x Hst
= (8.700 13.500) x 450
= Rp. 2.160.000,-- ( L )
Selisih harga BB yg dipakai :
SHBp = ( Hss Hst ) x Kss
= ( 465 450 ) x 8.700
= 13.500 (R)

Metode 3 selisih
Selisih harga BB yg dipakai (Sh)
Sh = ( Hss Hst ) x Kst
= ( 465 450) x 13.500
= Rp.202.500,-- ( R )
Selisih kuantitas BB ( sk )
Sk
= ( Kss Kst ) x Hst
= ( 8.700 13.500 ) x 450
= Rp.2.160.000,-- ( L )
Selisih harga kuantitas ( selisih campuran)
SHK
= (Hss Hst ) x ( Kss Kst )
= ( 465 450 ) x ( 8.700 13.500 )
= Rp. 72.000,-- ( L )

REKAP :