Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK :

1. ROSA SIMAMORA
2. JINGGA MEILANI
3. ULIVIA NATALIA
4. FITRAH AMANDA

Cara Melakukan Senam Lantai Lengkap Dengan Gambar


Berhubung karena ada orang yang request di artikel saya sebelum (Makalah Senam Lantai ) tentang cara melakukan
senam lantai di lengkapi dengan gambar atau ilustrasinya sehingga membuat saya menuliskan artikel ke dua ini yang
menyangkut tentang Senam Lantai,,,,,,,,,,,,
Senam lantai (bahasa Inggris: floor exercise) adalah salah satu bagian dari rumpun senam. Sesuai dengan istilahnya,
maka gerakan-gerakan senam dilakukan di atas lantai yang beralaskan matras atau permadani. Senam lantai sering juga di
sebut dengan senam bebas, sebab pada waktu melakukan gerakan tidak membawa alat atau menggunakan alat. Senam
lantai menggunakan area yang berukuran 12 X 12 m dan dapat ditambahkan matras sekeliling area selebar 1 meter untuk
menjaga keamanan pesenam yang baru melakukan latihan atau rangkaian gerakan. Unsur-unsur gerakannya terdiri
mengguling, melompat berputar di udara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang
pada waktu melompat ke depan atau ke belakang. Bentuk gerakannya merupakan gerakan dasar senam perkakas, bentuk
latihannya pada putera maupun puteri pada dasarnya adalah sama, hanya untuk puteri dimasukkan unsur-unsur gerakan
balet.
Gerakan - Gerakan Pada Senam Lantai

Guling Depan (Forward Roll)


Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk
melakukan guling ke depan
adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di
atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.

Guling Belakang (Backward Roll)


Langkah_langkah guling belakang bulat yaitu sebagai berikut.
1.
Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada.
2.
Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada,
telapak tangan di dekat telinga.
3.
Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan
ke belakang kepala.
4.
Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
5.
Dorong lengan ke atas.
6.
Jongkok dengan lengan lurus ke depan.

Gerakan Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk adalah sebagai berikut.
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan
badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di
antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas
kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong
badan dengan menekan matras. Lecutan ini meyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap
terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.

Sikap Kayang
Caranya adalah sikap berdiri membelakangi matras dengan kedua kaki agak dibuka dan kedua tangan
diayunkan ke belakang, ke atas secara perlahan hingga kedua telapak tangan menempel pada matras.

Kemudian secara perlahan berdiri tegak.

Sikap Lilin

Sikap lilin adalah tidur terlentang, dengan dilanjutkan


mengangkat kedua kaki lurus ke atas (rapat) bersama-sama. Pinggang ditopang
oleh kedua tangan, sedangkan pundak teta menempel pada lantai.

Berdiri dengan Kepala (Headstand) Berdiri dengan kepala

adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk
segitiga sama sisi.
Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke
depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan : saat melakukan headstand yaitu: :
1.
Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
2.
Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
3.
Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
4.
Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan e. Alas
dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa
5.
sakit.
6.
Terlalu cepat/kuat pada saat menolak
7.
Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan
Cara memberi bantuan dalam gerakan headstand yaitu :
Karena panggul menjadi titik berat yang utama dalam bentuk sikap berdiri dengan kepala, maka bantuan
yang utama adalah :

Mengangkat dan menarik panggul

Menopang panggul bagi pelaku yang dapat memindahkan panggul kedepan

Memegang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang pada ujung pergelangan kaki dan belakang
paha atau panggul

Berdiri Atas Tangan (Handstand)


Cara melakukan gerakan handstand yaitu:

Berdiri tegak kaki diceraikan ke muka dan belakang.


Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus,
pandangan agak ke depan, pantat diangkat setinggi-tinginya, tungkai ke depan
bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
o
Ayunkan tungkai belakang ke atas diikuti tungkai yang lain.
o
Kedua tungkai rapat clan lurus, membentuk satu garis dengan badan
dan lengan.
o
Pertahankan keseimbangan

Anda mungkin juga menyukai