Anda di halaman 1dari 11

Alat Pengering Singkong

dengan Tipe Pneumatik


(Flash Dryer)
Satuan Operasi Industri Pangan IV

talia Datik Sulistiani (H0913061) - Novi Pahlawaningrum (H0913068) - Nur Aisyah (H0913071)

Pneumatic (Flash) Dryer

Mesin pengering yang memanfaatkan udara panas berkecepatan


tinggi dalam proses pengeringan bahannya.

Bahan yang dapat dikeringkan menggunakan pneumatic (flash)


dryer adalah bahan yang memiliki partikel kecil, seperti tepungtepungan.

Dengan kecepatan udara yang cukup tinggi, ditambah panas yang


dihasilkan oleh heater, maka proses pengeringan parutan singkong
dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Komponen utama yaitu blower, heater, mini screw conveyor, duct


pengering, dan cyclone.

Memiliki kapasitas masukan 1,5 kg bahan, dan menggunakan tiga


buah pemanas listrik yang memiliki total daya listrik 4,5 kilowatt.

Pneumatic (Flash) Dryer

Konstanta laju pengeringan (k) merupakan suatu besaran yang


menyatakan kecepatan air untuk berdifusi keluar meninggalkan
bahan yang dikeringkan persatuan waktu.

Besarnya laju pengeringan dari setiap bahan akan memiliki nilai


yang berbeda-beda, tergantung dari sifat dan karakteristik
bahan tersebut.

Asumsi

Semakin besar bukaan inlet udara, maka kecepatan udara yang


dihembuskan oleh blower akan semakin tinggi.

Untuk mencapai suatu proses pengeringan yang efisien, laju aliran


udara pengering yang digunakan harus lebih besar daripada
kecepatan minimum yang diperlukan untuk memindahkan bahan
tersebut.

Kecepatan udara yang dihembuskan oleh blower atau fan harus


lebih besar dari kecepatan jatuh bebas partikel yang akan
dikeringkan (bahan basah).

Kecepatan aliran udara selama proses pengeringan dengan


menggunakan pneumatic (flash) dryer tidak boleh terlalu rendah
ataupun terlalu tinggi.

Rancangan Percobaan
500
500 gr
gr
Singkong
Singkong
Dikupas
Dikupas dan
dan Diparut
Diparut

Bukaan
Bukaan katup:
katup: ,, dan
dan 1
1

Dikeringkan
Dikeringkan
Dilakukan
Dilakukan Pengulangan
Pengulangan
Dianalisis
Dianalisis

Jumlah
Jumlah Heater;
Heater; 1,
1, 2,
2, dan
dan 3
3 heater
heater

RANCANGAN SKEMATISALAT PENGERING


TIPE PNEUMATIK

MEKANISME

Pengaruh Bukaan Katup dan Jumlah Heater

Hasil Pengukuran KA Akhir Dengan 3 Perlakuan

Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah


menetapkan bahwa tepung singkong
berkualitas baik adalah tepung singkong
dengan kadar air maksimum 12% (SNI, 2012)

Semakin tinggi suhu udara yang digunakan


untuk pengeringan, maka penurunan kadar
air bahan juga akan semakin besar, sehingga
waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan
akan menjadi semakin cepat. Hal ini
disebabkan karena, semakin tinggi suhu
udara pengering yang diberikan, maka
perbedaan tekanan uap antara udara dengan
tekanan uap pada bahan akan semakin
besar.

Peengukuran Efisiensi Pengeringan

Ketika proses pengeringan berlangsung pada suhu yang sama, semakin tinggi laju aliran udara maka
proses pengeringannya dapat menjadi lebih singkat, dengan demikian proses pengeringan dapat
berlangsung dengan efektif.

Semakin banyak heater yang digunakan, maka daya yang dibutuhkan akan semakin besar, sehingga
nilai efisiensi pengeringan akan cenderung turun. Selain itu, ketika suhu udara yang disuplai ke
ruang pengering semakin tinggi, panas yang hilang melalui dinding ruang pengering juga akan
semakin besar. Akibatnya efisiensi pengeringan yang terhitung akan cenderung turun. Hal ini dapat
diatasi dengan memasang isolator di sekeliling dinding ruang pengering.

KESIMPULAN

Semakin besar bukaan inlet udara blower maka akan semakin cepat debit udara
yang dihasilkan mesin blower

Semakin banyak heater yang dipakai pada mesin, akan meningkatkan suhu udara
pengering.

Semakin besar suhu dan kecepatan udara pengering yang dipakai untuk
mengeringkan bahan, maka semakkin cepat waktu pengeringan dan semakin besar
kehilangan kadar air.

Semakin tinggi laju aliran udara maka proses pengeringannya dapat menjadi lebih
singkat, dengan demikian proses pengeringan dapat berlangsung dengan efektif.

Semakin banyak heater yang digunakan, maka daya yang dibutuhkan akan
semakin besar, sehingga nilai efisiensi pengeringan akan cenderung turun.

Pada uji alat pengering tersebut, hanya dapat dilaksanakan hingga 2 siklus karena
pada siklus ketiga, berat partikel bahan terlalu ringan sehingga bertaburan keluar
saat akan dikeringkan.