Anda di halaman 1dari 46

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

KULIAH KE-2

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Perancangan geometrik jalan adalah suatu aspek perencanaan


dimensi jalan dan bagian-bagiannya yang disesuaikan dengan
tuntutan serta sifat-sifat lalu lintas

Sifat-sifat lalu lintas


- Kecepatan
- Volume lalu lintas
- Operasi lalu lintas
- Dll

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Faktor yang harus diperhatikan


- Hubungan antara waktu, ruang dan kendaraan,sehingga
menghasilkan efisiensi, keamanan serta kenyamanan yang paling
optimal, dalam batas-batas pertimbangan ekonomi yang masih
layak
- Aspek perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jalan yang
memberikan pengaruh berarti pada bentuk fisik jalan
- Keseragaman geometrik jalan sehubungan jenis medan ( terrain)

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Perancangan geometrik menyangkut aspek-aspek perancangan


bagian-bagian jalan seperti
- Alinemen horisontal, alinemen vertikal,penampang melintang
- Tikungan, kelandaian, ruang yang cukup bagi manuver kendaraan
- Jarak pandangan
- Kombinasi dari bagian-bagian tersebut untuk jalan maupun
pertemuan-pertemuan (simpang)

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Proses perancangan jalan yang meliputi prosedur perancangan


yang menghasilkan :
- Perancangan 3 dimensi suatu jalan
- Satu infrastruktur yang aman untuk pergerakan kendaraan
- Mengakomodasi volume lalu lintas secara efisien

Perancangan geometrik mencakup :


- Penggunaan Standar Perancangan Geometrik Jalan
- Memperhatikan
- Karakteristik / tingkah laku pengemudi
- Karakteristik kendaraan
- Kecepatan
- Volume lalu lintas
- Kebutuhan drainase

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Elemen Perancangan Geometrik Jalan meliputi :


- Alinemen horisontal (horisontal alignment)
- Alinemen vertikal (longitudinal section)
- Penampang melintang (cross section)
- Jarak pandangan
- Elemen lain yang berpengaruh
- Kendaraan rencana
- Drainase jalan
- Perlengkapan jalan
- Dll

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Alinemen Horisontal (Horisontal Alignment)


- Alinemen horisontal adalah proyeksi sumbu jalan pada bidang
horizontal
- Alinemen horisontal terdiri atas
- Bagian lurus (straight / tangents)
- Bagian lengkung (curves / circular arc)
- Bagian lengkung peralihan spiral (transition spirals between
tangent & circulars)
- Lengkung horisontal adalah bagian lengkung jalan yang terletak
diantara 2 bagian lurus jalan untuk perubahan jurusan secara
bertahap

ALINEMEN HORISONTAL

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Alinemen Vertikal (Longitudinal section / vertical Alignment)


- Alinemen vertikal adalah proyeksi sumbu jalan pada suatu bidang
vertikal yang melalui sumbu jalan tersebut
- Alinemen vertikal terdiri atas
- Bagian lurus bisa berupa tanjakan atau turunan (gradient)
- Bagian lengkung vertikal yg menghubungkan 2 bagian lurus
- Meletakkan sumbu jalan pada terain (fitting the highway to the
terrain)
- Batasan sebagai efek gradien pada :
- Operasional kendaraan (vehicle operation)
- Keselamatan (safety)
- Ketersediaan jarak pandang minimum / jarak pandang henti
(maintain minimum sight distances)

ALINEMEN VERTIKAL

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Penampang Melintang (Cross Section)


- Jumlah lajur jalan yang diperlukan
- Lebar lajur yang diperlukan
- Median jalan, bahu jalan dan bagian-bagian lainnya

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Jarak Pandangan (sight distance)


- Jarak pandangan henti (stopping sight distance)
- Ketentuan panjang jalan dengan jarak pandangan yang
memberikan operasi jalan yang aman (jalan 2 arah)
- Jarak pandangan menyiap (passing sight distance)

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Kendaraan Rencana (Design Vehicle)


- Dimensi kendaraan (vehicle dimensions)
- Karakteristik berbelok dan area jalan yang diperlukan
(turning characteristics and roadway area required)
- Percepatan/perlambatan dan kemampuan di tanjakan
(vehicle acceleration and hill climbing ability)

STANDAR PERANCANGAN

Kecepatan Rencana (Design Speed) :


- Pemilihan kecepatan rencana biasanya didasarkan pada
karakteristik kecepatan lalu lintas pada jalan yang sama dengan
jalan yang direncanakan
- Pada umumnya diambil 85% dari kecepatan arus bebas pada
jalan lurus pada beberapa penampang melintang jalan
- Kecepatan rencana dapat dijaga sepanjang jalan dan seimbang
dan sesuai dengan topografi, ekonomis dll

Alinemen Horizontal dan Lengkung Horizontal (Horizontal Curves) :


- Didasarkan pada dan sangat tergantung pada kecepatan
- Berhubungan erat dengan Superelevasi Maksimum yang akan
digunakan

STANDAR PERANCANGAN

Alinemen Vertikal dan Lengkung Vertikal (Vertical Curve) :


- Berhubungan erat dg jarak pandangan
- Ada batasan kelandaian maksimum

Penampang Melintang dan Lebar Jalan (Roadway Widths) :


- Berhubungan erat dengan kecepatan rencana
- Berhubungan dengan biaya perkerasan

Kelandaian Maksimum (Maximum Grade) :


- Bergantung pada power/weight standard yang digunakan
- Berhubungan dengan Tingkat Pelayanan & Panjang Gradien

Jarak Pandangan (Sight-Distance) :


- Tinggi Mata (Eye Heights)
- Tinggi Penghalang (Object Heights)

PERTIMBANGAN
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

Pilih jalur jalan yang pendek

Perhatikan Topografi dan Geologi sehingga :


- Jalur tidak banyak tikungan yang tajam
- Tidak banyak tanjakan dan turunan
- Tidak melalui daerah patahan, hindari daerah gempa dan daerah tidak stabil
- Tidak banyak memotong tali air dan sungai

Perhitungan beban lalu lintas yang akan dilayani oleh jalan

Ikuti aturan perancangan seperti jarak pandangan, kecepatan, dan faktor


lainnya yang berpengaruh pada perancangan alinemen vertikal, alinemen
horizontal, dan penampang jalan

Usahakan pekerjaan tanah (galian dan timbunan) sesedikit mungkin

PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Klasifikasi Jalan :
- Berdasarkan sistem jaringan jalan
- Berdasarkan fungsi jalan
- Berdasarkan wewenang pengelolaan (status jalan)
- Berdasarkan kelas jalan

Tujuan Klasifikasi :
- Untuk komunikasi antar para ahli jalan
- Untuk keperluan administrasi jalan
- Untuk penetapan fasilitas dan operasional jalan

PERENCANAAN JALAN

METODA
PENYUSUNAN
KLASIFIKASI JALAN

URGENSI PENETAPAN FUNGSI JALAN

Ketetapan mengenai fungsi jalan


merupakan syarat untuk menetapkan
status jalan,
tanpa kejelasan status jalan maka
pelaksanaan kewenangan
penyelanggaraan jalan tidak dapat
dilakukan sebagaimana mestinya

PRINSIP DASAR KLASIFIKASI


FUNGSI JALAN

PENGATURAN KLASIFIKASI
FUNGSI JALAN di INDONESIA

Selesai