Anda di halaman 1dari 89

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. menganalisis sifat elastisitas dan menerapkannya dalam kehidupan;


2. menjelaskan hukum Hooke dan penerapannya pada pegas.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. bersyukur kepada Tuhan atas ciptaan-Nya;
2. teliti, cermat, penuh rasa ingin tahu, dan bertanggung jawab setiap melaksanakan kegiatan.

Elastisitas

Mengenal Elastisitas

Mengamati penggunaan benda elastis dalam


kehidupan.
Menentukan modulus elastisitas melalui percobaan.
Mengamati perbedaan benda elastis dan plastis.

Hukum Hooke

Mengamati pengaruh gaya terhadap pertambahan


panjang pegas.
Menentukan konstanta pegas melalui percobaan
hukum Hooke.
Mengamati perbedaan susunan pegas seri dan paralel.

Bersyukur kepada Tuhan yang menciptakan benda dengan segala karakteristiknya.


Bersikap teliti, cermat, penuh rasa ingin tahu, dan bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan.
Mampu menjelaskan elastisitas regangan dan tegangan.
Mampu menjelaskan modulus elastisitas.
Mampu menjelaskan batas elastisitas.
Mampu menjelaskan hukum Hooke.
Mampu menjelaskan persamaan susunan pegas seri dan paralel.
Mampu menyajikan laporan percobaan sifat-sifat elastisitas bahan.

Fisika Kelas X

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: a
Tetapan pada benda gaya elastis dirumuskan
sebagai berikut.
k=


A

Dengan demikian, tetapan gaya pada benda elastis


dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
1) Modulus elastisitas bahan (Y). Setiap bahan
memiliki modulus elastisitas berbeda-beda.
Jadi, jenis bahan yang digunakan memengaruhi besarnya tetapan gaya.
2) Luas penampang benda (A).
3) Panjang awal benda (A0).
Jadi, faktor-faktor yang memengaruhi besarnya
tetapan gaya pada benda elastis ditunjukkan oleh
nomor 1), 2), dan 3).
2. Jawaban: e
Diketahui:
A =1m
r = 0,5 mm = 5 104 m
F = 20 N
Ditanyakan: tegangan ()
Jawab:

=
=




 

=
=


 
   


    

= 2,55 107 N/m2


Tegangan yang dialami kawat sebesar
2,55 107 N/m2.
3. Jawaban: c
A = 20 107 N/m2
Diketahui:
eA = 16 104
Ditanyakan: Y
Jawab:
Y =
=



   
 

= 1,25 1011 N/m2


Jadi, modulus Young bahan sebesar 1,25 1011 N/m2.

Elastisitas dan Hukum Hooke

4. Jawaban: c
Diketahui:
A = 140 cm = 1,4 m
A = 2 mm2 = 2 106 m2
F = 100 N
A = 1 mm = 1 103 m
Ditanyakan: modulus elastisitas (Y)
Jawab:
A

Y =  A
=

 
 

   
  

= 7 1010 N/m2
Modulus elastisitas bahan kawat sebesar
7 1010 N/m2.
5. Jawaban: b
Logam tidak akan memuai jika besar pemuaian
logam sama dengan besarnya penyusutan logam
yang diakibatkan oleh gaya tekan tersebut.
Pemuaian logam sebesar A, penyusutan logam
harus sebesar A. Besarnya tetapan gaya pada
benda:
k=

A

F=


A

A
A
A

Jadi, besar gaya yang diperlukan


6. Jawaban: b
Diketahui:
Y
A
A
F
Ditanyakan: A
Jawab:
Y=

A
A

= 1010 N/m2
= 1,5 mm2 = 1,5 106 m
=2m
=5N



A
A

A

Y = A
1010 N/m2 =
A =

 


    
A

  
 

A = 6,67 10 m
Jadi, pertambahan panjang kawat adalah
6,67 104 m.
4

7. Jawaban: e
Diketahui:
A
A
F
A
Ditanyakan: Y
Jawab:
Y=

A
A

Ditanyakan: A
Jawab:

=3m
= 1 mm2 = 1 106 m2
= 500 N
= 2 mm = 2 103 m

F =

  A
A
A

A =  =

 


   
  

= 7,5 10

11

N/m

 


   
 

A = 5 104 m
Jadi, kawat bertambah panjang sebesar 5 104 m.

Jadi, nilai modulus elastisitas kawat 7,5 1011 N/m2.


8. Jawaban: a
Diketahui:
F
A
A
Y
Ditanyakan: k
Jawab:

B. Kerjakan soal-soal berikut!


= 400 N
=2m
= 25 mm2 = 2,5 105 m2
= 20 1010 N/m2

1. Ketika suhu mengalami kenaikan, benda akan


memuai. Apabila tidak ada ruang pemuaian, akan
timbul gaya tekan pada sambungan-sambungan
tersebut akibat pemuaian. Gaya tekan yang
disebabkan oleh pemuaian dapat dihitung dengan
persamaan berikut.



k = A
=

F=

    
  



= 2,5 106 N/m


Jadi, tetapan kawat sebesar 2,5 106 N/m.
9. Jawaban: c
Diketahui:
YA = 2YB
AA = 3AB
AA = AB = A
kB = 600 N/m
Ditanyakan: kA
Jawab:
k=




A

YA = 0,5 YB
DA = 1,5 DB
AA = AB =A
Ditanyakan: kA : kB
Jawab:

2. Diketahui:

=
=


A

A

Dari persamaan di atas, gaya yang ditimbulkan


sebanding dengan modulus Young bahan (Y). Dari
Tabel 3.1 diketahui bahwa modulus Young logam
sangat besar nilainya. Akibatnya gaya yang
ditimbulkan pemuaian logam juga sangat besar.
Gaya yang timbul ini dapat meretakkan dan
merusak struktur beton pada jembatan dan
bangunan-bangunan.





 A


 A


 A
A


A

 A



  

 



= 

    




=  

kA =  kB

=  (600 N/m)
= 400 N/m
10. Jawaban: d
Diketahui:
A
A
Y
F

= 
Jadi, perbandingan antara tetapan gaya kawat A
dan B adalah 9 : 8.
3. Diketahui:

= 25 cm = 0,25 m
= 1 mm2
= 1 105 N/mm2
= 200 N

A
D
r
m
A
g

= 100 m
= 2 cm
= 1 cm = 102 m
= 80 kg
= 5 cm = 5 102 m
= 9,8 m/s2

Fisika Kelas X

Ditanyakan: Y
Jawab:
A

5. Diketahui:

Y = A = 
 A
 
 
 

=  
 
 

= 4,99 109 N/m2


5 109 N/m2
Jadi, modulus elastisitas tali nilon sebesar
5 109 N/m2.
4. Diketahui:

Y
F
A
A
Ditanyakan: A
Jawab:

= 1,5 1010 N/m2


= 2,5 N
= 1 mm2 = 1 106 m2
= 0,5 m

A

Y = A



k= A





=  
 
 

=  
 
 

=  




A

A = 
=

Y x = 2Yy
A x = Ay = 3 m
Dx = 2 mm
Dy = 3 mm
Ditanyakan: kx : ky
Jawab:

 
 

     
   

= 
Jadi, perbandingan antara konstanta gaya kawat
x dan y = 8 : 9.

= 8,3 105 m
Jadi, kawat bertambah panjang 8,3 105 m.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: e
Berdasarkan hukum Hooke, gaya pemulih pada
pegas dirumuskan sebagai berikut.
F = k x
Konstanta pegas dapat dihitung dengan rumus:


k =
Besarnya konstanta pegas merupakan perbandingan antara besarnya gaya dan pertambahan
panjang pegas. Konstanta pegas sebanding
dengan F dan berbanding terbalik dengan x. Jadi,
grafik yang menunjukkan konstanta terbesar
ditunjukkan gambar pada pilihan e.
2. Jawaban: a
Diketahui:

m = 100 g = 0,1 kg
g = 10 m/s2
x1 = 2 cm = 2 102 m
x2 = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: Ep
2

Elastisitas dan Hukum Hooke

Jawab:
F = k x


k = = =

 
  

 

= 50 N/m

Ep =  k(x2)2 =  (50 N/m)(0,2 m)2 = 1 joule


2
Jadi, energi potensial yang diperlukan untuk
menambah panjang 20 cm adalah 1 joule.
3. Jawaban: e
Diketahui:
x = 4 cm = 4 102 m
Ep = 3 joule
Ditanyakan: F
Jawab:

Ep =  Fx
F=

 

 

 

= 150 N

Jadi, gaya yang digunakan untuk memampatkan


pegas sebesar 150 N.

4. Jawaban: b
Diketahui:
x = 30 cm = 0,3 m
x = 10 cm = 0,1 m
F = 20 N
Ditanyakan: Ep
Jawab:

Ep =  Fx

=  (20 N)(0,1 m)
= 1 joule
Jadi, energi potensial pegas sebesar 1 joule.
5. Jawaban: d
Diketahui:
x = 26,4 cm 25 cm
= 1,4 cm = 1,4 102 m
m = 500 g = 0,5 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: k
Jawab:


k =

=
=

 
 

  

= 350 N/m
Jadi, konstanta pegas sebesar 350 N/m.
6. Jawaban: a
Diketahui:

x0 = 20 cm
x1 = 22 cm 20 cm = 2 cm
F1 = 4 N
F2 = 6 N
Ditanyakan: x2
Jawab:
k1 = k2

Ditanyakan: x
Jawab:


 
 

x =  =  =   

= 2,45 102 m
= 2,45 cm
Jadi, pertambahan panjang pegas sebesar
2,45 cm.
8. Jawaban: b
Diketahui:
F =5N
x = 12 cm 10 cm
= 2 cm = 0,02 m
Ditanyakan: k
Jawab:
F = k x


k = =  = 250 N/m


Jadi, konstanta pegas sebesar 250 N/m.
9. Jawaban: e
Diketahui:
F = 0,5 N
k = 1.000 N/m
Ditanyakan: x
Jawab:
F = k x

x =




 

=  = 5 104 m
Jadi, pegas meregang sepanjang 5 104 m.
10. Jawaban : b
Diketahui:
k1 = 25 N/m
k2 = 35 N/m
k3 = 30 N/m
k4 = 20 N/m
Ditanyakan: ktotal
Jawab:
ktotal = k1 + k2 + k3 + k4
= (25 + 35 + 30 + 20) N/m
= 110 N/m
Jadi, nilai konstanta pegas total sebesar 110 N/m.





 




B. Kerjakan soal-soal berikut!

 
 

 

1. Diketahui:

x2 =

= 3 cm
x2 = x0 + x2
= 20 cm + 3 cm
= 23 cm
Jadi, panjang pegas ketika ditarik gaya 6 N adalah
23 cm.
7. Jawaban: a
Diketahui:
k = 1.200 N/m
g = 9,8 m/s2
m = 3 kg

F1 = 8 N
x1 = 4 cm = 4 102 m
F2 = 12 N
x2 = 6 cm = 6 102 m
Ditanyakan: a. k
b. Ep
Jawab:
a.

k =
=




 

= 200 N/m

Fisika Kelas X

b.


 !"

Ep =  kx22

=  (200 N/m)(6 102 m)2


= 0,36 J
Jadi, konstanta pegas sebesar 200 N/m dan energi
potensial pegas di titik B sebesar 0,36 J.

k1 = k2








=
=

=
=


 

  

100x2 3.000 = 600

3. Diketahui:

F = 2,5 N
x = 5 cm = 0,05 m
Ditanyakan: k
Jawab:
F = k x
 

k = =   = 50 N/m
Jadi, konstanta pegas sebesar 50 N/m.
4. Diketahui:

w= F = 3 N
x = 3 cm
= 3 102 m
Ditanyakan: k
Jawaban:

 

= 100 N/m

kp = k + k = 2k

Elastisitas dan Hukum Hooke



  

k=




= 36 cm
Jadi, panjang pegas ketika diberi beban 300 gram
menjadi 36 cm.

= 

100(x2 30) = 2(300)

ktotal = =


= + 


100 N/m =  k

x2 =

+ 






 




ktotal = 

x0 = 30 cm
x1 = 32 cm
m1 = 100 gram
m2 = 300 gram
Ditanyakan: x2
Jawab:

2. Diketahui:

k =

= 150 N/m

Jadi, konstanta sebuah pegas 150 N/m.


5. Diandaikan nilai konstanta pegas adalah A.
Pemasangan seri:
=








 !" #$%




ktotal seri =


 !"

+
+




Pemasangan secara paralel.


ktotal paralel = k1 + k2 + k3 + k4
=A+A+A+A
= 4A
Perbandingan:
 !" #$%
 !" !$!"#"
 !" #$%
 !" !$!"#"

=
=







Jadi, perbandingan konstanta pegas jika dipasang


seri dan paralel adalah 1 : 16.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: b
Diketahui:
F=8N
A = 4mm2 = 4 106 m2
Ditanyakan:
Jawab:

k=






= 1,0 105 N/m

= 2 106 N/m2
Tegangan yang dialami karet sebesar 2 106 N/m2.
2. Jawaban: e
Diketahui:
F1 = 15 N, x1 = 5 cm = 5 102 m
F2 = 27 N, x2 = 9 cm = 9 102 m
F3 = 36 N, x3 = 12 cm = 12 102 m
Ditanyakan: k
Jawab:

5. Jawaban: a
Diketahui:
F = 30 N
x = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: k, Ep
Jawab:


k =
 

= 
= 150 N/m

k =
k1 =


A





=   
  


   

4. Jawaban: c
Diketahui:
Y = 2 1011 N/m2
A0 = 40 m
A = 0,2 cm2 = 2 105 m2
Ditanyakan: k
Jawab:




= 300 N/m

Ep =  F x

= 300 N/m

=  (30 N)(0,2 m)
=3J
Jadi, konstanta pegas sebesar 150 N/m dan energi
potensial pegas sebesar 3 J.

k2 =




 
 

k3 =




 
 

= 300 N/m

k1 = k2 = k3= k = 300 N/m


Jadi, dapat disimpulkan bahwa tetapan elastisitas
karet sebesar 300 N/m.
3. Jawaban: d
Titik A adalah batas hukum Hooke. Jadi, pertambahan panjang benda sesuai dengan hukum
Hooke pada grafik linear dari O ke A. Titik B adalah
batas elastis, benda akan kembali ke bentuk
semula (bersifat elastis) apabila berada di bawah
titik B. Titik C adalah titik tekuk. Apabila tegangan
yang diberikan sedikit lebih besar dari C, benda
akan mengalami pertambahan panjang yang besar.
Titik E adalah titik patah. Benda akan patah apabila
tegangan yang diberikan melewati titik E. Apabila
tegangan yang diberikan berada pada daerah D,
benda akan mengalami perubahan bentuk permanen karena besar tegangan telah melewati batas
elastisitas benda.

6. Jawaban: c
Diketahui:
x = 28 cm 25 cm = 3 cm
= 3 102 m
m = 600 g = 0,6 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: k
Jawab:



 

= 196 N/m
k = = =
 

Jadi, konstanta pegas sebesar 196 N/m.


7. Jawaban: e
Diketahui:
F = 40 N
k = 600 N/m
pegas disusun seri
Ditanyakan: x

Fisika Kelas X

10. Jawaban: e
Susunan 1
kp = k + k = 2k

Jawab:

 #$%


 








 


 

=  
 
= 200


 
 #$% =  

N/m

+ 

= 


8. Jawaban: c
kp = k + k + k = 3k

+ 






k


9. Jawaban: d
Diketahui:
P dan Q terbuat dari bahan yang
sama sehingga YP = YQ = Y
DP : DQ = 2 : 3
AP : AQ = 3 : 4
Ditanyakan: kP : kQ
Jawab:

A


A

A

&

A&

'

A'

 













=   = 

Jadi, perbandingan antara konstanta gaya kawat
P dan Q adalah 16 : 27.














2 adalah 3 :




Jadi, perbandingan antara frekuensi pegas 1 dan

Jadi, besar konstanta seluruh pegas sebesar  k.




ktotal =




&
'



k1 = 

= 

k=

= 

=  + 


 !"

=  + 

= 0,2 m
= 20 cm
Jadi, pertambahan panjang sistem pegas sebesar
20 cm.

+ 

kseri =
x =




Susunan 2
k2 = k + k + k = 3k

Elastisitas dan Hukum Hooke

.

11. Jawaban: a
Elastisitas benda memiliki batas sampai pada
suatu besar gaya tertentu. Daerah x menunjukkan
daerah deformasi elastis. Pada daerah tersebut
berlaku hukum Hooke sehingga hubungan antara
gaya terhadap pertambahan panjang berupa grafik
linear. Jadi, x adalah daerah di mana pegas
meregang linear. Adapun daerah y dan z merupakan
daerah deformasi plastis. Perbatasan antara y dan
z merupakan titik tekuk sedangkan ujung z
merupakan titik patah. Jadi, jawaban yang benar
adalah pilihan a.
12. Jawaban: e
Diketahui:
A0 = 2 m
r = 0,2 mm = 2 104 m
F = 20 N
Ditanyakan:
Jawab:
A = r 2 = (3,14)(2 104 m)2 = 12,56 108 m2






=      = 1,59 108 N/m2


Jadi, tegangan yang dialami aluminium sebesar
1,59 108 N/m2.

13. Jawaban: c
Diketahui:
A = 10 cm
e = 0,25
Ditanyakan: A
Jawab:
A

Jawab:
x = x x0
= (28 25) cm
= 3 cm
= 3 102 m


e= A

k =



A =  = 40 cm
Jadi, panjang pegas mula-mula 40 cm.
14. Jawaban: a
Diketahui:
A0
A
F
A
Ditanyakan: Y
Jawab:

=
= 12 m
= 4 mm2 = 4 106 m2
= 50 N
= 1,25 mm = 1,25 103 m

 A

Y =  A
=

 
 

    
    

= 200 N/m
Jadi, konstanta pegas tersebut 200 N/m.
18. Jawaban: a
Diketahui:
k1 = 20 N/m
k2 = 30 N/m
k3 = 60 N/m
Ditanyakan: k s
Jawab:



= 1,2 1011 N/m2


Jadi, modulus Young besi tersebut 1,2 1011 N/m2.
15. Jawaban: b
Diketahui:
A
A
F
Y
Ditanyakan: k
Jawab:

F2 = 24 N




= 

 
( 

= 60 N
Jadi, untuk meregangkan pegas sepanjang 7,5 cm
dibutuhkan gaya sebesar 60 N.
= 25 cm
= 600 g = 0,6 kg
= 28 cm
= 10 m/s2




= 10 N/m
Jadi, tetapan pegas penggantinya sebesar 10 N/m.
19. Jawaban: e
kp = k1 + k2
1
= (40 + 50) N/m
k1 = 40 N/m
= 90 N/m
kp = k3 + k4
2
= (15 + 15) N/m
= 30 N/m



17. Jawaban: c
Diketahui:
x0
m
x
g
Ditanyakan: k

= 

ks

16. Jawaban: b
Pada grafik gaya sebesar 24 N (F 1 ) dapat
meregangkan pegas sejauh 3 cm (x1). Untuk
meregangkan pegas sepanjang 7,5 cm (x2),
dapat dihitung dengan cara berikut.
=




 +  +

k = A =
= 4.000 N/m

Jadi, tetapan pegas baja sebesar 4.000 N/m.




=  +  + 

= 30 m
= 6 mm2 = 6 106 m2
= 50 N
= 2 1010 N/m2

    
   




  

  


 

k4 = 15 N/m

 

k3 = 50 N/m

k2 = 15 N/m

=  + 
+ 

= 
ks =




= 22,5 N/m

Jadi, konstanta pegas totalnya sebesar 22,5 N/m.

Fisika Kelas X

20. Jawaban: b
Diketahui:
k1 = 10 N/m
k2 = 15 N/m
k3 = 20 N/m
m = 900 g = 0,9 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan: x
Jawab:
k tot = k1 + k2 + k3
= (10 + 15 + 20) N/m
= 45 N/m
x =


 


  

 

= 0,2 m

Jadi, besar pertambahan panjang sistem 0,2 m.


B. Kerjakan soal-soal berikut!
= 3 mm2 = 3 106 m2
= 3,6 N
= 100 cm = 1 m
= A A0 = 100,02 cm 100 cm
= 0,02 cm = 2 104 m
Ditanyakan: k, y
Jawab:

1. Diketahui:

k =


A 

k =


A

A

A
F
A0
A

 
 

Ditanyakan: ktotal
Jawab:
ktotal = k1 + k2 + k2
= (15 + 12 + 17) N/m
= 44 N/m
x =



= 
= 0,25 m
= 25 cm
Jadi, pegas bertambah panjang 25 cm.
4. Diketahui:

k = 300 N/m
m = 5 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. ktotal
b. x
c. Ep
Jawab:
a. kp = k + k = 2k

 !"

  A
A

= 12,6 m
= 3 cm = 3 102 m
= 1,2 mm = 1,2 103 mm
= 2,0 1011 N/m2

= 


b.

x =

c.


 !"


 !"

 
 

 

Ep =  ktotal x2

  
  A
A

   
 
   
     

 

k1
k2
k3
F

 

ktotal =  =
= 200 N/m

Jadi, konstanta susunan pegas 200 N/m.
F = ktotal x

= 0,245 m = 24,5 cm
Jadi, pertambahan panjang susunan pegas
24,5 cm.

= 5,38 104 N
Jadi, gaya yang diperlukan 5,38 104 N.

10

  


3. Diketahui:

+ 

A0
r
A
Y
Ditanyakan: F
Jawab:

F =

= 

2. Diketahui:

Y =

=  + 


=  + 

= 18.000 N/m

Y =  =   
= 6 109 N/m2
Jadi, tetapan gaya kawat sebesar 18.000 N/m dan
modulus elastisitas kawat sebesar 6 109 N/m2.

 A
 A


 !"

= 15 N/m
= 12 N/m
= 17 N/m
= 11 N

Elastisitas dan Hukum Hooke

=  (200 N/m)(0,245 m)2


= 6,0025 J
Jadi, energi potensial pegas 6,0025 J.
5. Diketahui:
L0 = 15 cm
Ditanyakan: L saat F = 1 N
Jawab:
x = L L0 = 30 15 = 15 cm


 

F = k x k =  =
= 5 N/m
 

Pada saat diberi gaya 1 N, pertambahan panjang


pegas x adalah x =







= 0,2 m = 20 cm.

L = L0 + x
= (15 + 20) cm
= 35 cm
Dengan demikian, panjang pegas menjadi 35 cm.
A = 4 mm2 = 4 106 m2
F = 3,2 N
L = 0,03 cm
L = 60 cm
Ditanyakan: a. tegangan ( )
b. regangan (e)
c. modulus Young (E)
Jawab:
a. Tegangan ( )

6. Diketahui:





   

9. Diketahui:

k1 = 200 N/m
k2 = 100 N/m
F = 40 N
Ditanyakan: x
Jawab:



   

Y=  =
= 1,6 109 N/m2
  
Jadi, modulus Young kawat 1,6 109 N/m2.
7. Diketahui:

F = 15 N
x = 5 cm = 5 102 m
Ditanyakan: a. x jika F = 6 N
b. F jika x = 3 cm
Jawab:













+ 

= 

N/m










10. Diketahui:

k1
k2
k3
g
m
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:
a.

= m = 60 cm




= 12 N/m
= 18 N/m
= 36 N/m
= 10 m/s2
= 300 g = 0,3 kg
pertambahan panjang (x)
energi potensial (Ep)






 +  +


















x =  =  = 2 102 m = 2 cm
Jadi, pertambahan panjangnya adalah 2 cm.
F = k x
= (300 N/m)(3 102 m)
=9N
Jadi, gaya tarik yang diperlukan sebesar 9 N.

8. Diketahui:

Jadi, pertambahan panjang pegas 60 cm.

k = =
= 300 N/m
 

b.

x =

= 0,8 10 N/m

c.

a.

= 0,08 m atau 8 cm

F = ks x

e =  =  = 5 104
Jadi, tegangan kawat 5 104.
Modulus Young (Y )


  



Jadi, pertambahan panjang pegas 8 cm.

ks =

b.




x =




Jadi, tegangan kawat 0,8 106 N/m2.


Regangan (e)


F = kp x

k1 = 200 N/m
k2 = 300 N/m
m = 4 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan: x
Jawab:
kp = k1 + k2
= (200 + 300) N/m
= 500 N/m

ks =




= 6 N/m

F = ks x
x =





  



= 0,5 m atau 50 cm

Jadi, pertambahan panjang sistem pegas 50 cm.


b.

Ep =
=


k
 s



x 2

(6 N/m)(0,5 m)2

= 0,75 joule
Jadi, energi potensial pegas 0,75 J.

Fisika Kelas X

11

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


menjelaskan berbagai konsep serta penerapan fluida statis yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1.
menyadari bahwa fluida merupakan bentuk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga perlu disyukuri;
2.
menunjukkan perilaku ilmiah dalam melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan fluida statik.

Fluida Statis

Penerapan Fluida Statis

Konsep Fluida Statis

Menentukan tekanan hidrostatis dalam suatu bejana.


Mengukur tekanan hidrostatis zat cair menggunakan
pipa U.
Mengukur massa jenis zat cair menggunakan pipa U.
Mengetahui gaya Archimedes suatu benda dan massa
jenis benda.

12

Fluida Statis

Membuat simulasi kapal selam menggunakan botol


minuman.
Mengamati keadaan air dalam sedotan minuman dalam
berbagai keadaan.
Mendiskusikan penggunaan sistem hidrolik dan sistem
kerja kapal selam.
Membuat peraga sistem hidrolik secara berkelompok.

Menyadari adanya keteraturan pada kelarutan berbagai jenis


zat sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang telah
mengatur fluida sehingga dapat berguna bagi kehidupan manusia
dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan perilaku ilmiah dalam melakukan berbagai kegiatan
dalam materi fluida statis.
Mampu menghitung tekanan hidrostatis dalam suatu bejana.
Mampu menghitung tekanan hidrostatis zat cair pada pipa U.
Mampu menghitung gaya Archimedes dan massa jenis suatu
benda.
Mampu menjelaskan berbagai peralatan yang menerapkan konsep
fluida statis.
Mampu menyajikan hasil pengukuran besaran-besaran fisis.
Mampu menyajikan percobaan tentang sifat-sifat fluida.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Diketahui:
hakuarium = 50 cm = 0,5 m
V
= 288 liter
= 288 dm3 = 288 103
g
= 9,8 m/s2
hikan
= (50 20) cm
= 30 cm = 0,3 m
Ditanyakan: pH
Jawab:
pH = air g hikan
= (1.000 kg/m3)(10 m/s2)(0,3 m)
= 2.940 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatis yang dialami ikan sebesar
2.940 N/m2.
2. Jawaban: e
Diketahui:
R = 18 cm
h = 0,5 m
g = 9,8 m/s2
p = 3.600 Pa
Ditanyakan:
Jawab:
pH = g h
(3.600 Pa) = (9,8 m/s2)(0,5 m)

F = 1.000 kg/m3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: b
Jawab:
FA = wU wF
= 70 N 35 N = 35 N
Volume benda
FA = F g Vb
35 N = (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)Vb
Vb =


 

Massa jenis benda

b =
=




 

VbT =

= 734,69
Jadi, massa jenis zat cair sebesar 734,69 kg/m3.
3. Jawaban: c
Diketahui:
hA = 10 cm
h = 2 cm
hB = hA h = (10 2) = 8 cm
air = 1.000 kg/m3
Ditanyakan: minyak
Jawab:
pA = pB
minyak g hA = air g hB
 


= 800 kg/m3

Jadi, massa jenis minyak adalah 800 kg/m3.


4. Jawaban: b
Diketahui:
wU = 70 N
wF = 35 N

= 1.960 kg/m3

(0,92 g/cm3)Vb = (1,03 g/cm3)VbT

kg/m3


 






 

5. Jawaban: c
Diketahui:
mes
= 0,92 g/cm3
mair laut = 1,03 g/cm3
Ditanyakan: % volume muncul
Jawab:
mes Vb = mair laut VbT

 
 





Jadi, massa jenis benda sebesar 1.960 kg/m3.



minyak =

m3

 
 

Vb

Persentase volume gunung es yang tercelup.


%=





=
=

100%

 
 


 
 

100%
100%

89%
Jadi, presentase volume gunung es yang tercelup
di dalam air laut kira-kira 89%.
6. Jawaban: e
Diketahui:
p = 105 Pa
d = 1,5 cm = 1,5 102 m
r = 0,75 cm = 0,75 102 m
Ditanyakan: F
Jawab:
A = r2
= (3,14)(0,75 102 cm)2
= (3,14)(0,5625 104 m2)
= 1,76625 104 m2
1,77 104 m2
Fisika Kelas X

13

F=pA
= (105 Pa)(1,77 104 m2)
= 1,77 10 N = 17,7 N
Jadi, besar gaya yang harus dilakukan perawat
sebesar 17,7 N.
7. Jawaban: b
Diketahui:
m1 = 0,2 g = 2 104 kg
m2 = 0,2 g = 2 104 kg
A = 10 cm = 1 101 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: g
Jawab:
F = wtotal
= (m1 + m2)g
= (2 104 kg + 2 104 kg)(9,8 m/s2)
= (4 104 kg)(9,8 m/s2)
= 39,2 104 N

=
=


A
 ! 
!

= 19,6 103 N/m

Jadi, besar tegangan permukaan lapisan sabun


adalah 19,6 103 N/m.
8. Jawaban: d
Diketahui:
d
raksa

r
Ditanyakan: h
Jawab:
h=
=

= 0,5 mm
= 13.600 kg/m3
= 120
= 0,06 N/m
= 0,25 mm = 2,5 104 m

 "

 
"

  
    

  


 


 
   

103

= 1,8
m
= 1,8 mm
Jadi, penurunan permukaan raksa dalam pipa
adalah 1,8 mm.
9. Jawaban: c
Diketahui:
r = 0,2 mm = 2 104 m
F = udara = 1,29 kg/m3
b = air = 1.000 kg/m3
= 1,8 105 kg/ms
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: vT

14

Fluida Statis

Jawab:
vT =

  

(b F)






 ! 
 
   



 ! 

 !

 

 !

m/s

= 4,83 m/s
Jadi, kecepatan maksimum air hujan sebesar
4,83 m/s.
10. Jawaban: b
A = 0,8 gram/cm3
Diketahui:
B = 0,6 gram/cm3
Ditanyakan:




Jawab:



  
  













  
  



Jadi, perbandingan kedua gaya ke atas


11. Jawaban: b
Diketahui:
VbT
air
VbT
minyak
minyak
air
Ditanyakan: benda
Jawab:
b Vb = F VbT




adalah  .

= 45%Vb
= 35%Vb
= 0,8 g/cm3
= 1 g/cm3

b Vb = minyak VbT minyak + air VbT


b Vb = (0,8 g/cm3)(35%Vb) + (1 g/cm3)(45%Vb)
b Vb = 0,28Vb + 0,45Vb
b = 0,73 g/cm3
Jadi, massa jenis benda tersebut adalah
0,73 g/cm3.
12. Jawaban: b
Tekanan hidrostatis zat cair disebabkan oleh
ketinggian, massa jenis, dan gravitasi bumi. Oleh
karena itu, semakin tinggi zat cair dalam wadah,
tekanan hidrostatis pada dasar wadah semakin
besar.
13. Jawaban: d
Diketahui:
air = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
h = 150 cm = 1,5 m
g = 9,8 m/s2

Jawab:

Ditanyakan: ph
Jawab:
h=1












ph = g h

 


= (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,5  ) m


= 8.820 Pa
Jadi, tekanan hidrostatisnya sebesar 8.820 Pa.
14. Jawaban: a
Diketahui:

AA =


A
 B














A

! 
 

 ! 

htotal = 75 m

= 1.000 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
h1 = 60 m
Ditanyakan: pH
1
Jawab:
pH = air g h1
1
= (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)(60 m)
= 588.000 Pa
= 5,88 105 Pa
Jadi, tekanan hidrostatisnya sebesar 5,88 105 Pa.
d1 = 8 cm
d2 = 32 cm
F1 = 100 N
Ditanyakan: F2


 

= 24,5 m
Jadi, penyelam berada pada kedalaman 24,5 m.

B = 1 g/cm3
A = 0,8 g/cm3
hA = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: h
Jawab:
BhB = AhA

4. Diketahui:

= 0,2 N/m

B. Uraian
1. Diketahui:

 ! 

(1 g/cm3)hB = (0,8 g/cm3)(0,2 m)

Jadi, tegangan permukaan air yang dialami jarum


sebesar 0,2 N/m.

2. Diketahui:

F2 = 1.600 N
Jadi, gaya yang dihasilkan oleh pengisap besar
adalah 1.600 N.

h=

15. Jawaban: d
A = 4,9 cm = 4,9 102 m
Diketahui:
m = 1 gram = 1 103 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan:
Jawab:


A







p
= 2,5 105 N/m2
air laut = 1,04 g/cm3 = 1.040 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
p = air laut g h
5
2,5 10 N/m2 = (1.040 kg/m3)(9,8 m/s2)h

FB = 24 N
Jadi, gaya pada piston B sebesar 24 N.




3. Diketahui:

FA = 6 N
Ditanyakan: FB
Jawab:






hB =

 
 



= 0,16 m = 16 cm
h = hA hB
= (20 16) cm = 4 cm
Jadi, selisih tinggi permukaan A dan B adalah 4 cm.

benda = 8,4 g/cm3 = 8.400 kg/m3


minyak = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
r
= 0,15 m
Ditanyakan: w di minyak
Jawab:
benda tenggelam sebab benda > minyak
Volume benda = r 3
= (0,15 m)3
= 3,375 103 m3
Massa benda m = b V
= (8.400 kg/m3)(3,375 103 m3)
= 28,35 kg
FA = wU wC
wC = wU FA

5. Diketahui:

Fisika Kelas X

15

wC = mg minyak g V
= (28,35)(9,8) N (800)(9,8 )(3,375 103 ) N
= 277,83 N 26,46 N
= 251,37 N
Jadi, berat kuningan di dalam minyak sebesar
251,37 N.

minyak = 0,80 gram/cm3


6. Diketahui:
Ditanyakan: balok
Jawab:


Volume balok yang tercelup =  Vbenda


F =W
minyak g VbT = m g
minyak g VbT = b Vb g



(0,8 g/cm3)( Vb) = b Vb

b = 0,48 g/cm3
Jadi, massa jenis balok sebesar 0,48 g/cm3.
fluida = 1,2 g/cm3
benda = 0,9 g/cm3
Ditanyakan: Vtercelup : Vmuncul
Jawab:
b Vb = fluida VbT

=
=

 ! 
 
 
 ! 

"
 !  
 
 
 !  



!
 

 
 

VbT =
=

 

 


V
 b

Volume yang muncul:


Vmuncul = Vb VbT
= Vb




Vb =


V
 b

Perbandingan volume es yang tercelup dan


volume es yang muncul.
VbT : Vmuncul =




Vb :


V
 b

=3:1
Jadi, perbandingan volume es yang tercelup dan
volume es yang muncul adalah 3 : 1.

minyak = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3

= 30
h
= 2,25 cm = 2,25 102 m
d
= 1,6 mm = 1,6 103 m
r
= 0,8 mm = 0,8 103
Ditanyakan:
Jawab:

8. Diketahui:

h=

 "


2 cos = h g r

=
16


 "

Fluida Statis

= 0,081 N/m

Jadi, tegangan permukaan minyak tersebut adalah


0,081 N/m.
9. Diketahui:

= 1.030 kg/m3


p =  atm =  1,01 105 Pa


= 1,515 105 Pa
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
p=gh
1,515 105 Pa = (1.030 kg/m3)(9,8 m/s2)h

7. Diketahui:

(0,9 g/cm3)Vb = (1,2 g/cm)VbT




h=

 ! 


 

h 15 m
Jadi, kedalaman ikan 15 m dari permukaan laut.
10. Diketahui:

h
= 1,5 m
air
= 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
minyak = 0,9 g/cm3 = 900 kg/m3
p
= 13.720 Pa
g
= 9,8 m/s2
Ditanyakan: hair : hminyak
Jawab:
p = pair + pminyak
13.720 = air g hair + minyak g hminyak
13.720 = (1.000)(9,8)hair + (900 )(9,8)hminyak
13.720 = (9.800)hair + (8.820) hminyak
13.720 = (9.800)hair + (8.820) (1,5 m hair)
13.720 = (9.800 8.820) + 13.230
(13.720 13.230) = (980)hair
490 = (980)hair
 

hair = 
hair = 0,5 m
hminyak = 1,5 m hair
= 1,5 m 0,5 m
=1m
hair : hminyak = 0,5 m : 1 m
= 1 : 2
Jadi, perbandingan tinggi air dan minyak tanah
dalam tabung adalah 1 : 2.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Diketahui:
d
r
m
g
Ditanyakan: p
Jawab:
p =




Jawab:
1

= 20 cm = 2 10 m
= 10 cm = 1 101 m
= 1,5 ton = 1,5 103 kg
= 9,8 m/s2


 


 ! 
 

 
!


= 4,68 105 N/m2

Jadi, tekanan yang diperlukan sebesar


4,68 105 N/m2.
2. Jawaban: d
Diketahui:
h = 18 m
air laut = 1.020 kg/m3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: pH
Jawab:
pH = g h
= (1.020 kg/m3)(9,8 m/s2)(18 m)
= 179.928 Pa
Jadi, tekanan hidrostatis yang dialami penyelam
sebesar 179.928 Pa.
3. Jawaban: b
Diketahui:
A1 = 15 cm2
A2 = 30 cm2
F1 = 50 N
Ditanyakan: F2
Jawab:






=
=







F2 = 100 N
Jadi, beban yang terangkat pada penampang A2
adalah 100 N.
4. Jawaban: d
Diketahui:
m = 15 kg
Vb = 0,2 m3
= 1.000 kg/m3


VbT =  (0,2 m3) = 0,1 m3


Ditanyakan: wbeban

F = 0
FA wbeban = 0
wbeban = FA
= F VbT g
= (1.000 kg/m3)(0,1 m3)(9,8 m/s2)
= 980 N
Jadi, gaya topang tiap drum sebesar 980 N.
5. Jawaban: c
Diketahui:
pA
= 570 mmHg
pB
= 760 mmHg
udara = 1,25 kg/m3
raksa = 13.600 kg/m3
Ditanyakan: h
Jawab:
p = pB pA
= (760 570) mm Hg
= 190 mmHg
=

 #
#

(1,01 105) Pa

= 25.250 Pa
p = u g h
25.250 Pa = (1,25 kg/m3)(9,8 m/s2)
h=


 
 

h 2.061
Jadi, tinggi gunung tersebut 2.061 meter.
6. Jawaban: e
Diketahui:
A2 = 4A1
F1 = 100 N
Ditanyakan: Ftotal
Jawab:












F2 = 400 N
Gaya total pengisap rem
Ftot = 4F2 = 4(400 N)
= 1.600 N
Jadi, gaya total pengisap rem sebesar 1.600 N.
7. Jawaban: d
Diketahui:
d =7m
r = 3,5 m
F = 1,2 kg/m3

Fisika Kelas X

17

g = 0,8 kg/m3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: mtotal
Jawab:

Jawab:
Vb b = F VbT
Vb =

Vg =  r 3


F = 0
FA wB wg = 0
FA = wB + wg
FgVB = mBg + mgg
FgVB = mBg + gVBg
FVB = mB + gVB
mB = (F g)VB
= (1,2 0,8)kg/m3(179,67 m3)
= (0,4 kg/m3)(179,67 m3)
= 71,87 kg
mg = gVg
= gVB
= (0,8 kg/m3)(179,67 m3) = 143,74 kg
mtot = mB + mg
= (71,87 + 143,74) kg = 215,61 kg
Jadi, massa total balon udara dan udara panas
adalah 215, 61 kg.
8. Jawaban: d
Diketahui:
m = 100 kg
b = 20 g/cm3 = 2 104 kg/m3
F = 1,2 g/cm3 = 1,2 103 kg/m3
Ditanyakan: T
Jawab:
F = 0
T + FA w = 0
T = w FA
T = mg FgVb
T = (100 kg)(9,8 m/s2) (1,2 103 kg/m3)





! 

(9,8 m/s2)

= 980 N 58,8 N
= 921,2 N
Jadi, tegangan pada tali saat peti tercelup sepenuhnya adalah 921, 2 N.
9. Jawaban: e
Diketahui:
b = 0,9 g/cm3 = 900 kg/m3
F = 1.000 kg/m3
VbT = 0,18 m3
Ditanyakan: Vb
Fluida Statis

  


 

= 0,2 m3

Jadi, volume es seluruhnya adalah 0,2 m3.



=  (  )(3,5 m)3
= 179,67 m3

18

 $


10. Jawaban: d
Diketahui:
patm = 100 kPa = 100.000 Pa
raksa = 14.000 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
h
= 20 cm = 2 101 m
Ditanyakan: pgas
Jawab:
pgas = pA
pA = pB
pgas = patm + g h
= (1 105 Pa) + (14 103 kg/m3)(9,8 m/s2)
(2 101 m)
= 1 105 Pa + 0,27 105 Pa
= 1,27 105 Pa
Jadi, tekanan gas yang dihasilkan adalah
1,27 105 Pa.
B. Uraian
1. Diketahui:

d1 = 4 cm
d2 = 120 cm
F2 = 10.000 N
Ditanyakan: F1
Jawab:






F1 =  F2



=
(10.000 N)



= (10.000 N)

=

(10.000 N)


= 11,11 N
Jadi, gaya minimum pada penampang kecil adalah
11,11 N.
2. Diketahui:

m
= 1 kg
besi = 7.900 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. T jika tercelup seluruhnya
b. T jika tercelup setengah bagian

Jawab:
a.
FA

T = m g g VbT
= (1 kg)(9,8 m/s2) (1.000 kg/m3)
(9,8 m/s2)(6,33 105)
= 9,8 N 0,62 N
= 9,18 N
Jadi, hasil yang tertera pada neraca pegas
ketika balok besi tercelup setengah bagian
adalah 9,18 N.

Fy = 0
FA + T w = 0
T = w FA
T = m g f g V
= (1 kg)(9,8 m/s2) (1.000 kg/m3)




 

(9,8 m/s2)

= 9,8 N 1,24 N
= 8,56 N
Jadi, hal yang tertera pada neraca pegas
ketika balok besi tercelup seluruhnya di air
adalah 8,56 N.
b.

VbT =
=


V
 b
 
 &




=   

= 6,33 105 m3
Fy = 0
FA + T w = 0
T = w FA

3. Dengan adanya rongga pada besi, memungkinkan


rongga udara yang melewati rongga tersebut. Udara
memiliki massa jenis lebih kecil daripada air. Ketika
udara melewati rongga pada besi akan menyebabkan besi dapat terapung di atas permukaan air.
4. Deterjen berguna untuk menurunkan tegangan
permukaan air. Ketika deterjen telah larut di dalam
air, kecenderungan partikel air untuk berkumpul
dengan partikel yang sama menjadi berkurang. Hal
ini akan meningkatkan kemampuan air masuk ke
dalam serat kain sehingga mampu membasuh
kotoran yang melekat pada pakaian.
5. Diketahui:

d
r

g
Ditanyakan: h
Jawab:
h =

= 2 103 cm = 2 105
= 1 105 m
= 0
= 0,085 N/m = 8,5 102 N/m
= 9,8 m/s2

 "


 ! 
"


 
! 

 
 
! 

! 


= 1,73 m

Jadi, ketinggian air yang naik dari permukaan tanah


adalah 1,73 m.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
s = 13.000 N/m2
h = 75 cm = 75 102 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: p
Jawab:
p=gh =Sh
= (13.000 N/m2)(75 102 m)
= 9.750 N/m2
= 9.750 Pa
Jadi, tekanan yang dialami pada dasar tabung
sebesar 9.750 Pa.

2. Jawaban: e
DIketahui:
air = 1.000 kg/m3
g = 9,8 m/s2
h = 3,5 m
Ditanyakan: ph
Jawab
ph = g h
= (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)(3,5 m)
= 34.300 Pa
Jadi, tekanan hidrostatis dasar kolam renang
adalah 34.300 Pa.

Fisika Kelas X

19

3. Jawaban: d
Diketahui:
h1 = 10 cm
1 = 0,8 g/cm3
2 = 1 g/cm3
Ditanyakan: h2
Jawab:
1h1 = 2h2
(0,8 g/cm3)(10 cm) = (1 g/cm3)h2
h2 = 8 cm
Jadi, tinggi h2 adalah 8 cm.
4. Jawaban: d
Diketahui:
B = 0,92 gram/cm3
hA = 6 cm
hB = 10 cm
Ditanyakan: A
Jawab:
AhA = BhB
A(6 cm) = (0,92 gram/cm3)(10 cm)

A =

 




= 1,53 gram/cm3
Jadi, massa jenis larutan A sebesar 1,53 gram/cm3.
5. Jawaban: a
Diketahui:
= 1.020 kg/m2
g = 9,8 m/s2
h = 3,25 m
Ditanyakan: ph
Jawab:
ph = g h
= (1.020 kg/m3)(9,8 m/s2)(3,25 m) = 32.487
Jadi, tekanan hidrostatis dinding kapal selam
32.487 N/m2.
6. Jawaban: b
Diketahui:
d1 = 8 cm
d2 = 24 cm
F1 = 500 N
Ditanyakan: F2
Jawab:





=
=

















F2 = 4.500 N
Jadi, besar gaya yang dihasilkan pada pengisap
besar 4.500 N.

20

Fluida Statis

7. Jawaban: e
Diketahui:

d1 =




d2

F1 = 100 N
Ditanyakan: F2
Jawab:





=
=










=  








F2 = 14.400 N
Jadi, berat mobil yang diangkat maksimal 14.400 N.
8. Jawaban: a
air = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
ph = g h
Tabung yang diisi air sumur berarti fluida yang
digunakan adalah air. Air sumur dianggap memiliki
massa jenis 1.000 kg/m3 atau 1 g/cm3. Tekanan
di atas permukaan zat cair (p0) sama dengan
tekanan udara luar. Titik A yang terletak pada
dasar tabung memiliki tekanan yang dihubungkan
dengan persamaan: p = p0 + gh
Jika g merupakan berat jenis yang disimbolkan
S, persamaan tekanan pada titik A menjadi:
p = p0 + Sh
Berdasarkan persamaan di atas, kedalaman zat
cair akan memengaruhi tekanan. Semakin dalam
dari permukaan zat cair, tekanannya semakin
besar. Jadi, semua pernyataan benar.
9. Jawaban: b
Diketahui:
V = 30 cm3
= 0,8 g/cm3
g = 9,8 m/s2 = 980 cm/s2
Ditanyakan: FA
Jawab:
FA = g V
= (0,8 g/cm3)(980 cm/s2)(30 cm3)
= 23.520 dyne
Jadi, gaya angkat ke atas yang dialami oleh kayu
sebesar 23.520 dyne.
10. Jawaban: e
Perhatikan persamaan untuk menentukan kenaikan air di dalam pipa kapiler berikut.
h=

 "


Kenaikan air dalam pipa kapiler (h) berbanding


terbalik dengan jari-hari pipa (r). Sementara itu, r
sebanding dengan diameter (2r = d ). Dengan
demikian, semakin kecil diameter pipa kapiler,
kenaikan air dalam pipa semakin tinggi.
11. Jawaban: b
Diketahui:
d
r

Ditanyakan: h
Jawab:
h =
=
=
=

= 0,4 mm = 4 10 m
= 0,2 mm = 2 104 m
= 1.000 kg/m3
= 37
= 9,8 m/s2
= 5 103 N/m

 "


! 
"'

 
! 

! 



 
! 

! 
 ! 

= 0,41 102 m
= 4,1 mm
Jadi, air dalam pipa kapiler naik setinggi 4,1 mm.
12. Jawaban: a
Diketahui:
Vb = 2.000 cm3
b = 0,8 g/cm3
F = 1.000 kg/m3 = 1 g/cm3
Ditanyakan: Vmuncul
Jawab:
b Vb = F VbT
3
(0,8 g/cm )(2.000 cm3) = (1 g/cm3)VbT
VbT = 1.600 cm3
Volume benda yang muncul
Vmuncul = Vbenda VbT
= (2.000 1.600) cm3
= 400 cm3
Jadi, volume benda yang muncul di permukaan
sebesar 400 cm3.
13. Jawaban: c
Diketahui:
wu = 20 N
wF = 15,1 N
F = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: b
Jawab:
FA = wU wF
= 20 N 15,1 N
= 4,9 N

FA = g Vb
4,9 N = (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)Vb
Vb = 5 104 m3
Massa jenis benda

b =




=
=

*


  
!  

= 4.081,63 kg/m3
Jadi, massa jenis benda sebesar 4.081,63 kg/m3.
14. Jawaban: b
Diketahui:

VbT =




Vb

F = 1.000 kg/m3
Ditanyakan: b
Jawab:
Vb b = VbT F
Vb b =




Vb(1.000 kg/m3)

b = 400 kg/m3
Jadi, massa jenis kayu sebesar 400 kg/m3.
15. Jawaban: d
Diketahui:
VbT
minyak
VbT
air
minyak
air
Ditanyakan: b
Jawab:
b Vb = F VbT

b Vb = minyak VbT

= 20%
= 40%
= 0,8 gram/cm3
= 1 gram/cm3

minyak

+ air VbT

air

b Vb = (0,8 g/cm )(0,2Vb) + (1)(0,4Vb)


3

b = 0,16 g/cm3 + 0,4 g/cm3


b = 0,56 g/cm3
Jadi, massa jenis benda tersebut sebesar 0,56 g/cm3.
16. Jawaban: b
Diketahui:
htotal
air

minyak

= 1,2 meter
= 1 = 1 g/cm3
= 1.000 kg/m3
= 2 = 0,9 g/cm3
= 900 kg/m3
= p = 1,16 104 Pa

total
Ditanyakan: h1 : h2
Jawab:
ptotal = p1 + p2
1,16 104 = 1 g h1 + 2 g h2
1,16 104 = (1.000)(10)h1 + (900)(10)h2
11,6 103 = 103(10h1) + (9 103)h2

Fisika Kelas X

21

11,6 = 10h1 + 9h2


11,6 = 10h1 + 9(1,2 h1)
11,6 = 10h1 + 10,8 9h1
0,8 = h1
h2 = 1,2 h1
= 1,2 0,8
= 0,4
Perbandingan antara ketinggian air dan minyak
sebesar:





=   =
=
 

<? 

Jadi, perbandingan antara ketinggian air dengan


minyak sebesar 2 : 1.
17. Jawaban: a
Diketahui:
air
= 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
minyak = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
hair
= hminyak = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: ph
Jawab:
ph = air g hair + minyak g hminyak
= (1.000)(9,8)(0,2) + (800)(9,8)(0,2)
= 1.960 + 1.568
= 3.528
Jadi, tekanan hidrostatis pada dasar bejana
sebesar 3.528 N/m2.
18. Jawaban: b
Diketahui:
Vb = (30 3 10) cm3 = 900 cm3
VbT = 720 cm3
F = 1 g/cm3
Ditanyakan: b
Jawab:
b Vb = F VbT
b(900 cm3) = (1 g/cm3)(720 cm3)

b =




 

g/cm3

= 0,8
Jadi, massa jenis kayu sebesar 0,8 g/cm3.
19. Jawaban: e
Diketahui:
udara = 1,29 kg/m3

= 9,8 106 kg/s


b
= air = 1.000 kg/m3
r
= 0,3 mm = 3 104 m
Ditanyakan: v
Jawab:
v =
=

22

  

(b F)

 
 !


 !

Fluida Statis

(1.000 1,29)


  !


 !

(998,71)

= 19,97 m/s
Jadi, kecepatan maksimum air hujan adalah
19,97 m/s.
20. Tekanan hidrostatik pada kedalaman h adalah p.
Jika kedalaman 3h, tekanan hidrostatis yang
dihasilkan adalah . . . .
a. 0,25p
d. 3p
b. 0,5p
e. 4p
c. p
Jawaban: d
Diketahui:
p1 = p
h1 = h
h2 = 3h
Ditanyakan: p2
Jawab:
p=gh







p2 = 3p
Jadi, tekanan hidrostatis yang dihasilkan adalah
3p.
B. Uraian
1. Diketahui:

h
= 4,5 m
air laut = 1.040 kg/m3
g
= 9,8 m/s2
Ditanyakan: ph
Jawab:
h = g h
= (1.040 kg/m3)(9,8 m/s2)(4,5 m)
= 45.864 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatis yang dialami penyelam
sebesar 45.864 N/m2.

2. Diketahui:

h1 = 24 cm
1 = 0,8 gram/cm3
2 = 1 gram/cm3
Ditanyakan: h
Jawab:
1h1 = 2h2
3
(0,8 gram/cm )(24 cm) = (1 gram/cm3)h2
h2 =

  


 

h2 = 19,2 cm
h = h1 h2
= (24 19,2) cm
= 4,8 cm
Jadi, beda ketinggian air pada kedua kaki pipa
4,8 cm.

3. Diketahui:

Vmuncul = YVb
Vtercelup = VbT = (1 Y )Vb

= X gram/cm3

Ditanyakan: F
Jawab:
bVb = fVbT
XVb = F(1 Y)Vb




Jadi, massa jenis zat cair adalah


4. Diketahui:


)Vb


@
 L

VbT

= (1

air

= 1 gram/cm3

air

larutan =

gram/cm




gram/cm3.
Vb

b =





V (1 gram/cm3)
 b

gram/cm3


Vb

5. Diketahui:

wudara
wair
air
g
Ditanyakan: b
Jawab:
FA = wu wair
= 30 N 26 N
=4N




Volume balok yang tercelup dalam minyak  V.


F=w


g (  V) = g V

kayu
= 600 kg/m3
aluminium = 2.700 kg/m3
mal
= 64 g = 0,064 kg
Ditanyakan: volume balok kayu (Vkayu)
Jawab:
  

rata-rata =

Vb


V
 b

= 30 N
= 26 N
= 1 gram/cm3 = 1.000 kg/m3
= 9,8 m/s2

FA = F g Vb
4 N = (1.000 kg/m3)g Vb
Vb =

6. Diketahui:
minyak = 0,80 gram/cm3
Ditanyakan: balok
Jawab:

bagian yang muncul di permukaan larutan.

! 


104 kg/m3.

= Vb




104 kg/m3

Val = Q =
 
Q
Massa jenis rata-rata sistem gabungan =

Volume yang muncul = Vb VbT

Jadi,




kg/m3 =

7. Diketahui:






= VbT( )

VbT =

!

(0,8 gram/cm3)  = balok


balok = 0,32 gram/cm3
Massa jenis balok sebesar 0,32 g/cm3.

Benda yang tercelup dalam larutan


Vb b = VbT F
Vb

!

Ditanyakan: Vmuncul di larutan


Jawab:
Vb b = VbT F
Vb b =

*


Jadi, massa jenis rata-rata batu tersebut sebesar

@
 L

F =




b =

m3

   *< <
R"Q*&  *< <
 ?* +  Q
 ?* +  Q
  ?* +   
 ?* +

 




Pada kasus melayang benda = fluida

  ?* +   
 ?* +

 




= 1.000 kg/m3

(1.000 kg/m3 Vkayu) = 600 kg/m3 Vkayu


+ 0,024 kg
+ 0,064 kg
400 kg/m3 Vkayu = 0,040 m3
 

Vkayu =  m3
= 104 m3
= 100 cm3
Jadi, volume balok kayu sebesar 100 cm3.
8. Diketahui:

FA = 200 N
FB = 750 N
AA = 5 cm2
Fisika Kelas X

23

10. Diketahui:

d = 0,6 mm
r = 0,3 mm = 0,3 103 m
h = 5 cm = 5 102 m
= 25
Ditanyakan: tegangan permukaan ( )
Jawab:

Ditanyakan: AB
Jawab:









=
=




AB = 18,75 cm2
Jadi, luas penampang B sebesar 18,75 cm2.
9. Diketahui:

d = 0,07 cm
r

=  d = 0,035 cm
= 0,035 102 m
alkohol = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
alkohol = 0,023 N/m
Ditanyakan: h
Jawab:
h =
=

 "
 
  
" "
   
  
 

= 0,017 m
= 1,7 cm
Jadi, kenaikan alkohol setinggi 1,7 cm.

24

Fluida Statis


 "





=   
 
 
   




= 0,08 N/m
Jadi, tegangan permukaan air dalam pipa sebesar
0,08 N/m.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Diketahui: F = 100 N
x = 4 cm = 4 102 m
Ditanyakan: k
Jawab:
F = k x
100 N = k(4 102 m)
k=

4. Jawaban: c
Diketahui: A0
A
A
A
F
Ditanyakan: Y
Jawab:
 A

Y =  A =

 
   

k = 2.500 N/m
Jadi, konstanta pegas sebesar 2.500 N/m.
2. Jawaban: a
Diketahui: F = 200 N
x = 5 cm = 5 102 m
Ditanyakan: Ep
Jawab:
F = k x
200 N = k(5 102 m)
k=

 
   

k = 4.000 N/m
Ep =
=




k x2


(

5. Jawaban: b
Diketahui:
k1 = k2 = k3 = k4 = k
Ditanyakan: ktot
Jawab:
k12 = k1 + k2
=k+k
= 2k

 

Jadi, energi potensial sebesar 5 J.

 A

2 1011 N/m2 =

 
 

  
A

=
k tot =






+


+  + 




k


+
+







6. Jawaban: d
Diketahui: A0 = 2 m
A = 2,04 m
Ditanyakan: e
Jawab:
e =

  
   

A = 103 m = 10 mm
Jadi, pertambahan panjang batang baja 10 mm.


 

Jadi, tetapan pegas sebesar  k.

(1,2 106 N) A = 1.200 Nm


A =

 
   

Jadi, nilai modulus elastisitas sebesar 7 1010 N/m2.

)(4.000 N/m)(5 102 m)2 = 5 J

Y =  A

 
  

   
  

= 7 1010 N/m2

3. Jawaban: a
Diketahui: A = 6 mm2 = 6 106 m2
A0 = 20 m
F = 60 N
Y = 2 1011 N/m2
Ditanyakan: A
Jawab:

= 140 cm = 1,4 m
= 140,1 cm = 1,401 m
= 0,1 cm = 1 103 m
= 2 mm2 = 2 106 m
= 100 N

A A
    
=
A

  
= 0,02


Jadi, regangan sebesar 0,02.

Fisika Kelas X

25

7. Jawaban: b
Pegas dengan konstanta kecil lebih mudah
diregangkan daripada pegas dengan konstanta
besar.
Peregangan pegas tergantung pada konstanta
pegas dan besar gaya yang diberikan.
Untuk dua buah pegas identik dengan susunan
berbeda, ikuti uraian berikut.
a. Susunan seri

 

=  + = 


b.

ktot =  k
Susunan paralel
ktot = k + k = 2k
ktot paralel > ktot seri

8. Jawaban: a
Diketahui: x = (17 cm 15 cm)
= 2 cm = 2 102 m
F = 20 N
Ditanyakan: k
Jawab:
F = k x
20 N = k(2 102 m)
k=

 
   

= 1.000 N/m

Jadi, konstanta pegas sebesar 1.000 N/m.


9. Jawaban: a
Apabila batas proporsional tidak terlampaui,
perbandingan antara tegangan dan regangan
adalah konstan. Modulus elastisitas suatu benda
tetap dan hanya bergantung pada bahannya.
10. Jawaban: e
Diketahui:
A1 = A2
r2 = 2r1
Ditanyakan: Y2
Jawab:
Y=

 A
 A

A =  A 


A2 = A1
 A
 

 A
 

=
=

Y2 =

 A
 

 A
 




=  Y1 = 0,25Y1
Jadi, nilai modulus elastisitas kawat pengganti
0,25 modulus elastisitas kawat semula.

26

Ulangan Tengah Semester

11. Jawaban: b
Diketahui:
k = 500 N/m
x = 4 cm = 4 102 m
Ditanyakan: Ep
Jawab:


Ep =  k x2


=  (500 N/m)(4 102 m)2




=  (500 N/m)(1,6 103 m2)


= 0,4 J
Jadi, energi potensial pegas sebesar 0,4 J.
12. Jawaban: d
Benda elastis memiliki batas elastisitas. Jika
benda elastis diberi gaya yang melampaui batas
elastisitasnya, benda berubah menjadi plastis.
Kemungkinan yang terjadi jika benda plastis
diberikan gaya adalah bukan lagi hanya deformasi,
melainkan rusak, putus atau bahkan hancur.
13. Jawaban: b
Diketahui:
x = 1,6 cm = 1,6 102 m
F = 40 N
Ditanyakan: x F = 60 N
Jawab:
F = k x
40 N = k(1,6 102 m)
k=

 
   

k = 2.500 N/m
 

x =  =   
= 0,024 m
= 2,4 cm
Jadi, pertambahan panjang pegas 2,4 cm.
14. Jawaban: b
Diketahui: k2 = k
k1 = 4k
Ep = 0,8 J
x = 4 cm = 4 102 m
Ditanyakan: ktot
Jawab:
Etot = k1 + k2
= 4k + k = 5k


Ep =  kx2


0,8 J =  (5k)(4 102 m)2




0,8 J =  (5k)(1,6 103 m2)

5k =
k=
=

  


   
  



   

 
  

= 200 N/m

k2 = k = 200 N/m
k1 = 4k = 4(200 N/m) = 800 N/m
Jadi, konstanta pegas pertama dan kedua masingmasing 800 N/m dan 200 N/m.
15. Jawaban: b
Bahan elastis adalah bahan yang kembali ke
bentuk semula setelah gaya yang dikenakan
padanya dihilangkan. Bahan elastis hanya
mengalami deformasi sejenak. Bahan plastis
adalah bahan yang tidak dapat kembali ke bentuk
semula setelah gaya yang dikenakan padanya
dihilangkan. Bahan elastis mengalami deformasi
permanen.
16. Jawaban: c
Syarat benda melayang yaitu massa jenis benda
sama dengan massa jenis air. Jika massa jenis
benda lebih kecil daripada massa jenis air, benda
akan terapung. Jika massa jenis benda lebih besar
daripada massa jenis air, benda akan tenggelam.
17. Jawaban: e
Permukaan zat cair membatasi zat cair itu dari
sekelilingnya. Permukaan ini merupakan kulit
pembungkus dari zat cair tersebut. Oleh karena
adanya tegangan permukaan, zat cair cenderung
untuk memperkecil luas permukaannya.
18. Jawaban: e
Diketahui:
air
= 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
minyak = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
hair
= hminyak = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: ph
Jawab:
ph = ph + ph
air
minyak
= air g hair + minyak g hminyak
= (1.000 kg/m3)(10 m/s2)(0,2 m) + (800 kg/m3)
(10 m/s2)(0,2 m)
= 2.000 N/m2 + 1.600 N/m2
= 3.600 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatis pada dasar bejana
sebesar 3.600 N/m2.
19. Jawaban: a
Diketahui:
= 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
h = 20 cm = 0,2 m
g = 10 m/s2
Ditanyakan: ph

Jawab:
ph = g h
= (1.000 kg/m3)(10 m/s2)(0,2 m)
= 2 103 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatisnya sebesar 2 103 N/m2.
20. Jawaban: e
Diketahui:
F
air
F

minyak

hb

F1

= F = 1 g/cm3
1
= F = 0,8 g/cm3
2

= 50%hb

hb
= 30%hb
F
Ditanyakan: b 2
Jawab:
b Vb = F VbF
b Vb = F1 VbF + F VbF
1
2
2
b A hb = F A hbF + F A hbF
1
1
2
2
b hb = F hbF + F hbF
1

b hb = (1 g/cm3)(0,5hb) + (0,8 g/cm3)(0,3 hb)


b = (0,5 g/cm3) + (0,24 g/cm3)
b = 0,74 g/cm3
Jadi, massa jenis balok sebesar 0,74 g/cm3.
21. Jawaban: b
Diketahui:
mB = 6 ton = 6.000 kg
g = 10 m/s2
AA = 102 m2
AB = 20 m2
Ditanyakan: mA
Jawab:
 


mA =
=

 

 


  
 

 

= 3 kg

Jadi, massa benda A sebesar 3 kg.


22 Jawaban: b
Diketahui: A = 6 cm = 6 102 m
m = 1,2 gram = 1,2 103 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan:
Jawab:

F
A

mg

(1,2 10 3 kg)(10 m/s2 )

= A =
= 0,2 N/m
(6 10 2 m)
Jadi, tegangan permukaan air sebesar 0,2 N/m.
23. Jawaban: c
Diketahui:
= 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
h = 2 m 120 cm
= (2 1,2) m = 0,8 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: p

Fisika Kelas X

27

Jawab:
p =gh
= (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)(0,8 m)
= 7.840 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatis yang dialami perenang
sebesar 7.840 N/m2.
24. Jawaban: b
Diketahui: hA = 2 cm
hB = 6 cm
A = 1,2 g/cm3
Ditanyakan: B
Jawab:
AhA = BhB

B =




 

=   (1,2 g/cm3)

= 0,4 g/cm3
Jadi, massa jenis-massa jenis zat B sebesar
0,4 g/cm3.
25. Jawaban: d
Diketahui:
Ves = V
es = 0,8 g/cm3
Ditanyakan: Vtidak tercelup
Jawab:
 

Vtercelup =
!

Vtidak tercelup = V Vtercelup




=V V


= V


Jadi, volume es yang tidak tercelup sebesar V.




F2 =
=





 










F1
(50 N)

= (36)(50 N)
= 1.800 N

28

Ulangan Tengah Semester

  

27. Jawaban: a
Diketahui:
Vb = 2,5 104 m3
f = 1.000 kg/m3
Vbt = (1 0,8) Vb
= (0,2)(2,5 104 m3)
= 5 105 m3
Ditanyakan: FA
Jawab:
FA = f g Vbt
= (1.000 kg/m3)(9,8 m/s2)(5 105 m3)
= 0,49 N
Jadi, gaya angkat yang dialami kotak kayu sebesar
0,49 N.
28. Jawaban: c
Diketahui:
V
wu
wf
g
Ditanyakan: f
Jawab:
f g V = wu wf

= 300 cm3 = 3 104 m3


= 8,5 N
=4N
= 10 m/s2

  

  
  

= 1.500 kg/m3

Jadi, massa jenis zat cair sebesar 1.500 kg/m3.

26. Jawaban: d
Diketahui:
d1 = d
d2 = 6d1 = 6d
F1 = 50 N
Ditanyakan: m2
Jawab:

m2 =  =  
= 180 kg
Jadi, massa yang dapat diangkat pada keadaan
seimbang sebesar 180 kg.

f =

  

=   

F2 = m2 g

29. Jawaban: e
Diketahui:
h1 = 20 cm = 0,2 m
1 = 1 g/cm3 =1.000 kg/m3
h2 = 5 cm = 0,05 m
2 = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: ph
Jawab:
ph = 1 g h1 + 2 g h2
= (1.000)(9,8)(0,2) N/m2 + (800)(9,8)(0,05) N/m2
= (1.960 + 392) N/m2
= 2.352 N/m2
Jadi, tekanan hidrostatis di dasar bejana sebesar
2.352 N/m2.
30. Jawaban: e
Diketahui: h
x
A
k
g
Ditanyakan:

= 40 cm = 0,4 m
= 0,5 cm = 0,5 102 m
= 4 cm2 = 4 104 m2
= 200 N/m
= 10 m/s2

Jawab:
Fpegas = Fhidrostatik
kx = p A = g hA

 
   




=  
  
  

= 625 kg/m3
Jadi, massa jenis zat cair sebesar 625 kg/m3.

k1 = k
k2 = 3k
Fp = Fs
Ditanyakan: xp : xs
Jawab:
kp = k1 + k2
= k + 3k = 4k
=













A =   =
=

 
 

   
   

 
   

= 0,011 m = 1,1 cm
A = A0 + A = 5 m + 0,011 m = 5,011 m
Jadi, panjang akhir kawat adalah 5,011 m.
4. Grafik panjang pegas terhadap gaya yang dikerjakan.

16
15


"



 A

Y =  A

17


"



10













xp : xs = 3 : 16
Jadi, perbandingan pertambahan panjang susunan
paralel dan seri adalah 3 : 16.
2. Diketahui:

m = 1,5 kg
k = 300 N/m
Ditanyakan: a. x
b. Ep
Jawab:
w = mg
= (1,5 kg)(10 m/s2)
= 15 N
F = k x
15 N = 300 N/m x

Ep =  k x 2


=  (300 N/m)(5 102 m)2


=  (300 N/m)(2,5 103 m2) = 0,375 joule
Jadi, pegas tertekan sebesar 5 cm dan energi
potensial pegas sebesar 0,375 J.

20

30

40

50

F (N)

F = k x
15 N = k(0,005 m)
 

k =    = 3.000 N/m
Jadi, nilai konstanta pegas adalah 3.000 N/m.
5. Diketahui:

F
A
A
A0
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:
a.

 A

Y =  A =
=

= 4,8 N
= 6 mm = 6 106 m2
= 0,025 cm = 2,5 104 m
= 80 cm = 0,8 m
Y
A F = 5,2 N
  
  

   
    

 
   

= 2,56 109 N/m2

 

x =  
= 5 102 m = 5 cm

= 1,1 109 N/m2


= 4 mm2 = 4 106 m2
=5m
= 10 N

x (cm)




ks =  k
"

Y
A
A0
F
Ditanyakan: A
Jawab:
A

B. Uraian
1. Diketahui:




3. Diketahui:

b.

A =

 A
 

  
  

   
   

  
   

= 0,27 103 m
= 2,7 104 m
= 0,027 cm
Jadi, nilai modulus elastisitas besi dan pertambahan
panjang kawat berturut-turut adalah 2,56 109 N/m2
dan 0,027 cm.

Fisika Kelas X

29

6. Diketahui:

m = 2 kg
= 0,8 g/cm3
T
= 800 kg/m3
r = 10 cm
= 0,1 m
FA
= 101 m
2
g = 10 m/s
w
Ditanyakan: T
Jawab:
T + FA= w
T = w FA
= mg g V
= (2 kg)(10 m/s2) (800 kg/m3)(10 m/s2)
(101 m)3
= (20 N) (8 N)
= 12 N
Jadi, gaya tegang tali pada benda sebesar 12 N.

7. Diketahui:

bola plastik
m1 = 120 g
rbola = 7 cm
Ditanyakan: massa timbal (m2)
Jawab:
Volume benda = volume bola
V =

= 1.437,33 cm3
Massa total benda mgab
= m1 + m2
= (120 + m2) gram
Massa jenis benda (gab)
$

 & 


  # 

Pada kasus melayang, benda = fluida

 & 
  #

g/cm3

=1

gram/cm3

m2 = (1,437,33 120) g
= 1.317,33 g
Jadi, massa cairan timbal yang dapat dituangkan
dalam bola plastik sebelum bola tercelup dalam
air sebesar 1.317,33 g.

30

=  (10)(2 104)2

  


 

m/s

= 4,44 m/s
Jadi, kecepatan terminal tetes air hujan 4,44 m/s.
Vbalok = V
Vminyak = 25% = 0,25 V
Vair
= 50% = 0,5 V
minyak = 800 kg/m3
air
= 1.000 kg/m3
Ditanyakan: benda
Jawab:
benda = benda di air + benda di minyak

9. Diketahui:


$

air +

'<
$

minyak

 

$'* ;!*

v t =  gr 2

 
=   (1.000 kg/m3) + (800 kg/m3)

r 3

= (7 cm)3
#

r
= 2 104 cm
udara = 1,33 kg/m3

= 2 105 kg/m.s
g
= 10 m/s2
Ditanyakan: vterminal (vt)
Jawab:

8 Diketahui:

Ulangan Tengah Semester

= 500 kg/m3 + 200 kg/m3


= 700 kg/m3
Jadi, massa jenis balok kayu sebesar 700 kg/m3.
10. Diketahui:

minyak dalam pipa kapiler


r = 0,1 cm = 103 m
= 60
h = 0,5 cm = 5 103 m
m = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3
g = 10 m/s2 = 10 N/kg
Ditanyakan:
Jawab:
h =

 



 

 
 
 
 ?  

  @

 

=   
 = 0,04 N/m
Jadi, tegangan permukaan minyak sebesar
0,04 N/m.

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu menjelaskan konsep suhu, pemuaian, kalor, dan perpindahan kalor serta
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mensyukuri nikmat Tuhan atas diciptakannya energi kalor untuk memudahkan kehidupan manusia;
2. teliti dalam membaca skala dan bertanggung jawab penuh pada setiap percobaan.

Suhu dan Kalor

Suhu

Melakukan eksplorasi
suhu dengan alat peraba.
Melakukan kalibrasi skala
termometer.

Pemuaian Benda

Menentukan koefisien
muai panjang suatu bahan
melalui percobaan.
Melakukan eksplorasi pemuaian gas menggunakan
balon.

Kalor

Melakukan pengamatan
untuk menentukan pengaruh
waktu pemanasan terhadap
kenaikan suhu.
Menentukan kalor jenis
benda melalui percobaan.

Perpindahan Kalor

Melakukan pengamatan
peristiwa konveksi, konduksi,
dan radiasi dalam kehidupan.
Melakukan kegiatan dan
berdiskusi untuk menentukan macam-macam bahan
konduktor dan isolator.

1. Mensyukuri nikmat Tuhan dengan diciptakannya konduktor dan isolator untuk mempermudah
kehidupan.
2. Teliti dalam melakukan pembacaan skala, cermat dan bertanggung jawab dalam melakukan
percobaan, serta tekun dalam menyusun laporan.
3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam melaksanakan percobaan.
4. Mampu menjelaskan konsep suhu.
5. Mampu melakukan kalibrasi termometer.
6. Mampu menyajikan data hasil percobaan koefisien muai panjang suatu bahan.
7. Mampu menjelaskan konsep pemuaian pada benda padat dan gas.
8. Mampu menjelaskan konsep asas Black dalam kesetimbangan termal.
9. Mampu menyajikan data hasil percobaan kalor jenis benda padat.
10. Mampu menjelaskan konsep perpindahan suhu pada kehidupan sehari-hari.
11. Mampu menjelaskan manfaat konduktor dan isolator dalam kehidupan.

Fisika Kelas X

31

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Pengukuran di laboratorium dalam dunia
penelitian harus menggunakan alat ukur yang
memiliki satuan universal dan terkuantisasi. Jari
manusia tidak memiliki standar yang demikian
karena kepekaan indra peraba terhadap rangsang
panas setiap orang berbeda-beda. Meskipun
tangan dapat membedakan panas, dingin, dan
hangat, tetapi ia tidak dapat memberikan nilai
yang akurat dengan kata lain hanya dapat
menunjukkan nilai suhu secara kualitatif.

5. Jawaban: c
Suhu nol mutlak ditentukan dengan nilai nol kelvin
yakni ketika atom penyusun benda memiliki energi
kinetik nol. Penentuan titik tetap atas dan bawah
berdasarkan titik didih dan titik beku air murni.
Termometer bimetal mengandalkan prinsip
pemuaian logam yang memiliki koefisien muai
berbeda. RTD merupakan sensor suhu yang
dapat mengonversi suhu ke dalam besaran listrik
hambatan. Satuan internasional untuk besaran
suhu adalah kelvin. Jadi, jawaban yang tidak tepat
adalah opsi c.

2.

6. Jawaban: e

3.

Jawaban: d
Nol kelvin atau 273C adalah keadaan atomatom penyusun suatu zat atau benda memiliki
energi kinetik minimum, yaitu nol karena atomatom sudah tidak mampu bergetar.
Jawaban: a
Diketahui:
T = 20C
Ditanyakan: T = . . . R
Jawab:
TR =


(

20)R = 16R

Jadi, suhu ruangan kantor jika diukur dengan


termometer Reamur sebesar 16R.
4.

Jawaban: c
Diketahui:
Tb = 0A

TF = (  TC) + 32
TF = TC

TC


+ 32 = TC


32 =  TC


TC = 32(  )
= 40C
Jadi, suhu benda yang diukur Marni adalah 40C.
7. Jawaban: a
357C = (357 + 273) K
= 630 K
Jadi, titik didih raksa sebesar 630 K.

Tb = 0B
Q

TP = 80A
TQ = 120B
Ta = 100A
P

Ditanyakan: Ta
P
Jawab:
 

 

 
 





 


=  




 

=  


Ta =
Q










= 150Q
Jadi, titik tetap atas termometer Q adalah 150Q.

8. Jawaban: e
Termistor memiliki sifat termometrik yakni peka
terhadap perubahan suhu. Kepekaan itu dalam
bentuk konversi suhu menjadi besaran hambatan
listrik (thermal resistor).
9. Jawaban: e
Alat ukur suhu yang tidak dapat digunakan adalah
termometer alkohol. Hal ini karena alkohol
memiliki titik didih cukup rendah yaitu 78C. Selain
itu, tabung termometer akan meleleh pada suhu
300C.
10. Jawaban: e
Diketahui:
Ta = 80R
R

Tb = 0R
R

Ta = 75I
I
Tb = 5I
I

TR = 0,5R
Ditanyakan: TI

32

Suhu dan Kalor

Jawab:

Jawab:

 

 

 

 

 
 

 
 





 

 


 
 





 + 

= 
0,5 = TI + 5

Diketahui:
T = 5C
Ditanyakan: T R, F, K
Jawab:

TF =

 

 



Diketahui:

4.

=  





 
= 



Diketahui:

Tb

= 39C

Tb

= 144C

(raksa)
(alkohol)

Ditanyakan: Tb = . . . K
Jawab:
Tb
= (39 + 273) K = 234 K
(raksa)

Tb

(alkohol)

= (144 + 273) K = 129 K

Jadi, titik beku raksa dan titik beku alkohol


berturut-turut adalah 234 K dan 129 K.

5.

Tb = 10S
S

TA = 70S
S

TC = 40C
Ditanyakan: TR dan TS

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Persamaan pemuaian pada benda padat, misal
muai panjang memiliki persamaan L = L0(1 + T).
Berdasarkan persamaan maka dapat disimpulkan
bahwa pemuaian zat padat tergantung pada ukuran
mula-mula, koefisien pemuaian bahan dengan
bahan lain, dan perubahan suhu. Koefisien

 

 
 



Tb = 10R
R

 


=  



TS =  = 34S
Jadi, termometer buatan Rahmat dan Syaiful
berturut-turut menunjuk pada skala 38R dan 34S.

= 41F

Ta = 110R

2.400 = 100TS 1.000

TK = (5 + 273) K = 278 K
Jadi, suhu 5C setara dengan 4R, 41F, dan 278 K.
3.

 + 





B. Uraian
1. Bahan pengisi termometer harus bersifat
termometrik atau peka terhadap perubahan suhu.
Bahan pengisi termometer harus cepat memuai,
memiliki titik didih yang cukup tinggi, dan titik beku
yang cukup rendah. Tidak semua bahan
memenuhi kriteria yang disebutkan. Jadi, hanya
bahan-bahan tertentu yang dapat dijadikan zat
pengisi termometer.

TR =

  
  

TR =  = 38R

Jadi, temometer I menunjukkan skala 5,5I.


(  5)R = 4R

((  5) + 32)F

4.800 = 100TR + 1.000

TI = 5,5

2.

 


=  



Ketika reservoir menyentuh benda yang akan


diukur suhunya, panas akan merambat ke dinding
reservoir. Panas atau kalor yang diterima kemudian
memengaruhi suhu dari cairan pengisi. Cairan
pengisi akan memuai atau menyusut pada suhu
sesuai suhu benda yang diukur. Posisi saat cairan
berhenti pada skala tertentu merupakan besarnya
suhu dari benda yang diukur.

pemuaian berbeda pada tiap-tiap jenis bahan.


Jadi, suhu mula-mula tidak memengaruhi
besarnya pemuaian pada zat padat.
2.

Jawaban: a
Pemasangan kabel PLN tidak boleh tegang
karena dikhawatirkan kabel bisa putus pada
malam hari. Pada malam hari, suhu udara turun.
Hal ini mengakibatkan penyusutan pada kabel.

Fisika Kelas X

33

Jika penyusutan lebih besar dibandingkan dengan


elastisitas kabel, maka kemungkinan kabel bisa
putus.
3.

6.

V0 =  2 liter = 1,8 liter


T1 = 27C
Ditanyakan: T2
Jawab:
V = 2 liter 1,8 liter = 0,2 liter

Jawaban: b
Diketahui:
L0 = 50 cm
T0 = 25C
T = 125C
T = 100C
L = 50,095 cm
Ditanyakan: Jenis logam ()
Jawab:
L = L0(1 + T)
50,095 cm = 50 cm(1 + (100C))
50,095 cm = 50 cm + 5.000 cmC
0,095 cm = 5.000 cmC

  
 

V = V0
 T

0,2 liter = 2 liter


 T
T =

7.

= 1,9 10 /C
Jadi, logam X yang dimaksud adalah kuningan.

5.

= (2 L)(2,1 104/C)(100 25)


= 0,0315 L
%V =
=




100%

  

100%

= 1,575%
Jadi, volume air naik 1,575% dari volume semula.

34

Suhu dan Kalor

Jawaban: a
Diketahui:
L0 = 2L0
X

LX = 0,09 cm
LY = 0,18 cm
Ditanyakan: TX : TY
Jawab:
X = Y

Jawaban: c
Diketahui:
A0 = 4 m 2
= 2,4 105/C
T = 50C
Ditanyakan: A
Jawab:
A = A0(1 + T)
= 4 m2(1 + ((2)(2,4 105/C)(50C))
= (4 m2)(1,0024)
= 4,0096 m2
Jadi, luas pelat aluminium setelah dipanaskan
adalah 4,0096 m2.
Jawaban: d
Diketahui:
T1 = 25C
T2 = 100C
V0 = 2 liter
air = 2,1 104/C
Ditanyakan: V
Jawab:
V = V0 air(T1 T2)







= 27,3C
Jadi, balon akan berada pada kapasitas maksimum
saat suhu mencapai 27,3C + 27C = 54,3C.

4.

Jawaban: d
Diketahui:
V = 2 liter


 

=  !

!



! 

=  
!
!


!

 



= 
 

= 
Jadi, perbandingan kenaikan suhu kedua batang
tersebut adalah 1 : 4.
8.

Jawaban: e
Diketahui:
L0 = 1 m
L = 1,012 m
T = 120C 20C = 100C
Ditanyakan:
Jawab:
L = L0 T


 


 

=   
= 1,2 104/C
Jadi, koefisien muai panjang materi tersebut
sebesar 1,2 104/C.

9. Jawaban: b
Laluminium = L0 T

B. Uraian
1. Diketahui:

V0 = 12 L
air

= L0(2,4 10 )(80)

T0 = 25C
T = 100C
T = 100C 25C = 75C
air = 2,1 104/C
aluminium = 24 106/C

= 0,00192 L0
Lkuningan = L0 T
= L0(1,9 105)(100)
= 0,00190 L0
Ltembaga

= L0 T

Ditanyakan: Volume air yang tumpah


Jawab:
Vair = V0 (1 + air T)

= L0(1,7 105)(120)
= 0,00204 L0
Lbaja

air

= L0 T

= 12 L (1 + (2,1 104/C)(75C))
= (12 L)(1,01575)
= 12,189 L

= L0(1,1 105)(150)
= 0,00165 L0
Ltimbal

Vwadah = V0

= L0(2,9 105)(75)

= 12 L (1 + (72 106/C)(75C))
= (12 L)(1,0054)
= 12,0648 L
Jadi, air yang tumpah sebanyak 12,189 L 12,0648
L = 0,122 L.

= 0,002175 L0
Jika panjang mula-mula sama, logam yang
memiliki panjang akhir terbesar adalah batang
logam yang memiliki perubahan panjang paling
besar, yaitu timbal.

wadah

2.

10. Jawaban: c
Diketahui:
bejana = 1,5 105/C
fluida = 1,45 104/C
V0
=1L
T
= 50C
Ditanyakan: Vtumpah
Jawab:
Vbejana = V0(1 + bejana T)

= 1 m 1,5 m = 1,5 m2

kaca

= (1,5 m2)(1,00012)
= 1,50018 m2
Abingkai > Akaca

= V0(1 + fluida T)

Kaca tidak pecah karena luas bingkai lebih besar


dari luas kaca setelah memuai.

= (1 L)(1 + (1,45 104/C)(50C))


3.

Ya, celah pada badan jalan yang dibetonisasi


memiliki fungsi. Beton merupakan benda padat
yang dapat memuai karena pengaruh suhu. Agar
badan jalan tidak cepat rusak akibat pemuaian,
perlu dibuatkan ruang muai. Fungsi ruang muai
untuk memberikan ruang tambahan supaya ketika
badan jalan memuai tidak saling bertumbukan.

4.

Diketahui:

= 1,00725 L
Vtumpah = Vfluida Vbejana
= 1,00725 L 1,00225 L
= 0,005 L
Jadi, volume fluida yang tumpah sebesar 5 cm3.

kaca

= 1,5 m2(1 + (2)(6 106/C)(10C))

= 1,00225 L

= 5 cm3

A0

T
= 10C
Ditanyakan: Kondisi kaca
Jawab:
Akaca = A0 (1 + T)

= (1 L)(1,00225)

= (1 L)(1,00725)

Diketahui:

Abingkai = 1,003 m 1,503 m


= 1,5075 m2
kaca = 6 106/C

= (1 L)(1 + ((3)(1,5 105/C)(50C))

Vfluida

(1 + 3aluminium T)

= L0 T

p0 = 20 cm
A = 0,34 cm2
= 1,7 105/C
T = 93C 13C = 80C
Ditanyakan: A0

Fisika Kelas X

35

Jawab:
A = A0 T

5.

0,34 cm2 = A0(2)(1,7 105/C)(80C)


 

A0 = 
   $&
=
A0 =
=

 







 

 

= 125 cm

= 1,5 L (1 +
 5C)
= (1,5 L)(1,018)
= 1,527 L
Jadi, volume udara di dalam bola ketika digunakan
adalah 1,527 L.

= 6,25 cm

Jadi, lebar awal lempeng tembaga adalah 6,25 cm.

3.

= (0,2 kg)(1.050 J/kg C)(50C)


= 10.500 joule
= 10,5 kJ
Jadi, kalor yang dibutuhkan sebesar 10,5 kJ.
2.

Jawaban: c
Diketahui:
mA = 1 kg
mB = 2 kg
TA = 50C
TB = 120C
c = 4.200 J/kg K
Ditanyakan: TC
Jawab:
Qlepas = Qserap
mBc(TB Tc) = mAc(Tc TA)
(2 kg)(120C Tc) = (1 kg)(Tc 50C)
240 kg C 2 kg Tc = 1 kg Tc 50 kg C
240 kg C + 50 kg C = 1 kg Tc + 2 kg Tc
290 kg C = 3 kg Tc
Tc =

 "# 
 "#

= 96,6C
Jadi, suhu campuran kedua jenis air 96,6C.

36

Suhu dan Kalor

V0 = 1,5 liter
T = 5C
Ditanyakan: V
Jawab:
V = V0(1 +
 T)

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Diketahui:
mb = 0,2 kg
cbesi = 1.050 J/kg C
T = 50C
Ditanyakan: Q
Jawab:
Q = mb cbesi T

Diketahui:

Jawaban: b
Diketahui:
m = 2 kg
cair = 4.200 J/kg C
ces = 2.100 J/kg C
Les = 336.000 J/kg
Ditanyakan: R
Jawab:
Q = m Les
= (2 kg)(336.000 J/kg)
= 672.000 J
R = 2.000 J + 672.000 J
= 674.000 J
= 161.760 kalori
= 161,76 kkal
Jadi, nilai Q dalam grafik sebesar 161,76 kkal.

4.

Jawaban: b
Diketahui:
TX = 5C
TY = 50C
Tc = 20C
Ditanyakan: X : Y
Jawab:
Qlepas = Qserap
mYc(TY Tc) = mXc(Tc TX)
Y(50C 20C) = X(20C 5C)
Y30C = X15C





=  =

Jadi, perbandingan X : Y = 2 : 1.

5.

Jawaban: d
Semakin kecil nilai kalor jenis, zat tersebut
memerlukan sedikit kalor untuk menaikkan suhu
dan mengubah wujudnya. Pada kasus di atas
urutan zat yang paling cepat panas ke yang
paling lama panas adalah raksa, perak, tembaga,
baja, dan besi.

6.

Jawaban: d
Diketahui:
m = 2 kg
Q = 672.000 J
Ditanyakan: L
Jawab:
Q = mL


L =
=


 '

"#

= 336.000 J/kg

Jadi, kalor laten lebur zat tersebut sebesar


336.000 J/kg.
7.

Jawaban: e
Diketahui:
m = 4 kg
Q = 9.000 J 1.000 J = 8.000 J
Ditanyakan: L
Jawab:
Q = mL

9. Jawaban: a
Banyaknya kalor yang digunakan untuk
menaikkan suhu sejumlah massa zat dipengaruhi
oleh tiga hal, yaitu massa zat, kalor jenis, serta
besar kenaikan suhu yang dirumuskan dalam
kalimat matematis Q = m c T.
10. Jawaban: e
Kalor perubahan wujud dipengaruhi oleh massa
zat dan kalor laten. Kalor laten setiap zat berbedabeda sesuai dengan jenis zat. Besar kalor laten
juga tergantung dari fasenya, misal kalor laten
lebur dan uap memiliki nilai berbeda untuk setiap
zat sehingga memengaruhi harga kalor yang
dibutuhkan untuk berubah wujud secara fisika.
B. Uraian
1. Kalor laten berbandig lurus terhadap kalor
perubahan wujud. Semakin besar nilai kalor laten
semakin banyak kalor yang dibutuhkan oleh suatu
zat untuk mengubah wujudnya, artinya benda
tersebut semakin sukar untuk dileburkan atau
diuapkan.
2.

Asas Black menerapkan konsep hukum


Kekekalan Energi Kalor. Jika sistem tidak diisolasi,
kalor yang bekerja dalam sistem sudah berubah.
Artinya kalor dalam sistem ada yang hilang atau
bisa juga sistem menerima kalor dari lingkungan.
Jika sistem dalam keadaan seperti demikian, asas
Black tidak dapat diterapkan.

3.

Diketahui:

L =
=

 '
 "#

= 2.000 J/kg
Jadi, besar kalor lebur zat padat tersebut adalah
2.000 J/kg.
8.

Jawaban: d
Diketahui:
Q = 688,8 kJ 16,8 kJ = 672 kJ
L = 336.000 J/kg
c = 4.200 J/kg C
Ditanyakan: A
Jawab:
Q = mL


mAcA(TA Tc) = mKcK(Tc TK)


(0,025)(cA)(125 85) = (0,3)(1.000)(85 75)


 '

m =  =  ' $ "# = 2 kg


Q = m c T
= (2 kg)(4.200 J/kg C)(50C)
= 420.000 J
= 420 kJ
A = Q + Q
= 688,8 kJ + 420 kJ
= 1.108,8 kJ
Jadi, nilai A pada grafik di atas sebesar 1.108,8 kJ.

mA = 25 g = 0,025 kg
mK = 300 g = 0,3 kg
cK = 1.000 kal/kg C
TK = 75C
TA = 125C
Tc = 85C
Ditanyakan: Tc
Jawab:
Qlepas = Qserap

(0,025)(cA)(40) = 3.000
cA = 3.000
Jadi, kalor jenis arang sebesar 3.000 kal/kg C.
4.

Diketahui:

m =
(2 kg) = 1 kg
U = 2,26 106 J/kg

Ditanyakan: Q

Fisika Kelas X

37

Jawab:
Q = mU
= 1 kg (2,26 106 J/kg)
= 2,26 106 J
= 2,26 106 0,24 kal
= 5,424 105 kalori
Jadi, kalor yang dibutuhkan untuk menguapkan
1 kg air sebanyak 5,424 105 kalori.

5.

9,12 105 J/s =

  *

HB = HK
 

(
"$<)
 < 



 




(A)((360 K)4 (300 K)4)

= 5,17 m

4.

Jawaban: e
Pada bagian logam yang dipanaskan, energi
kinetik elektron bertambah besar. Energi ini
dengan cepat diberikan kepada elektron di
sekitarnya melalui tumbukan antarelektron.
Perpindahan panas dengan cara ini lebih cepat
terjadi pada partikel logam daripada kayu.

5.

Jawaban: d
Laju induksi berbanding terbalik dengan panjang
penghantar. Apabila panjang penghantar dijadikan
seperempat panjang semula, maka laju konduksi
menjadi empat kali semula. Dengan demikian,
laju perpindahan kalor pada penghantar sebesar
2.000 J/s.

6.

Jawaban: b
Pada siang hari jalan raya menyerap panas dari
radiasi matahari. Ketika kaki menginjak jalan
terjadi kontak antara jalan dengan kaki. Oleh
karena jalan dan kaki merupakan zat padat, maka
panas berpindah dari jalan ke kaki melalui
konduksi, yaitu perpindahan kalor tanpa diikuti
perpindahan partikel penghantar.

7.

Jawaban: e
Konveksi paksa terjadi karena adanya perbedaan
tekanan pada fluida yang dibuat. Ketika hair dryer
dihidupkan, maka kipas hidup dan udara di dalam
hair dryer lebih panas. Perbedaan suhu akan
membuat perbedaan tekanan dan aliran udara.

Jadi, jarak antara anak dan api unggun adalah


5,17 m.
2.

3.

Jawaban: b
Diketahui:
h = 7 J/s m2 K
T = 20 K
A = 1,8 m2
Ditanyakan: H
Jawab:
H = h A T
= (7 J/s m2 K)(1,8 m2)(20 K)
= 252 J/s
Jadi, laju kalor tiap sekon sebesar 252 J/s.
Jawaban: c
Diketahui:
TB = 250C
TK = 50C
kB = 0,2 kal/m s C
kK = 0,24 kal/m s C
Ditanyakan: Ts

38

Suhu dan Kalor

 

(
 "$<)< 


Ts =  = 140,9C
Jadi, suhu sambungan sebesar 140,9C.

Jarak api dengan anak:


A = r 2


50C 0,2Ts = 0,24Ts 12C

A = 84,04 m2

r =


 ?@G

Jawab:

H = HA = A(Tapi4 Tanak4)
  *

m = 2,5 kg
Q = 420.000 joule
Ditanyakan: L
Jawab:
Q = mL
L = =
= 168.000 J/kg

 "#
Jadi, harga kalor laten pembekuan zat sebesar
168.000 J/kg.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Diketahui:
Tapi = 87C = 360 K
Tanak = 27C = 300 K
H
= 9,12 105 J/s
Ditanyakan:
Jawab:
9,12 105 J/s =

Diketahui:

8. Jawaban: c
Pirometer merupakan alat pengukur suhu yang
mendeteksi radiasi panas. Besi tempa, bimetal,
dan termistor bekerja sesuai prinsip konduksi.
Adapun ventilasi udara adalah penerapan
konveksi udara.

2.

9. Jawaban: a
Diketahui:
Tmanusia = 32C
Truangan = 20C
A = 4,8 m2
t = 10 menit = 600 s
Ditanyakan: Q
Jawab:
Q = h A T t
= (7,1 J/s m2 k)(4,8 m2)(12 K)(600 s)
= 245.376 J
245,38 J
Jadi, banyak kalor yang dipindahkan adalah
245,38 J.
10. Jawaban: d
Diketahui:
T1 = 300 K
T2 = 600 K
W1 = R J/s
Ditanyakan: W2
Jawab:

a.





'$<

 U
 U

= h A T

Dari persamaan tersebut, faktor-faktor yang memengaruhi konveksi dijelaskan sebagai berikut.
a. Koefisien konveksi (h), semakin besar
koefisien konveksi maka perpindahan kalor
semakin cepat.
b. Luas permukaan (A), semakin besar luas
permukaan suatu benda maka laju konveksi
kalor juga semakin besar.
c. Perubahan suhu (T), semakin besar
perubahan suhu, semakin besar laju perpindahan kalor.

  '$< 





= 8 J/cm s C
= 8 102 J/m s C
b.

H =

 
'$ < 
 

 

= 2 102 J/s
Q = Ht = (2 102 J/s)(600 s)
= 1,2 105 J
3.

Diketahui:

e = 0,5
T = 500k
A = 100 cm2 = 1 102 m2
Ditanyakan: Q
Jawab:



= e A T4

= (0,5)(5,67 108 W/m2 k4)(1 102 m2)(500k)4


= 17,7 J/s
Jadi, energi kalor yang dipancarkan benda hitam
tiapdetik sebesar 17,7 J/s.
4.

Air yang berada di bawah dekat dengan sumber


kalor suhunya tinggi, volumenya memuai
sehingga massa jenisnya kecil. Air yang berada
di atas, suhunya lebih rendah dan massa jenisnya
lebih besar. Hal ini mengakibatkan terjadinya
aliran dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas
yang ditandai dengan pergerakan gelembung.

5.

Laju energi yang dipancarkan sebanding dengan


pangkat empat suhu benda.
Diketahui:
T1 = 627C = 900 K
T2 = 27C = 300 K
Ditanyakan: H1 : H2
Jawab:

B. Uraian
1. Konveksi kalor dirumuskan:



 



W2 = 16R J/s
Jadi, energi yang dipancarkan benda hitam
menjadi 16 kali energi semula.

H =

k =  

T = 25C
H = 100 J/s
A = 2 cm2
L = 4 cm
Ditanyakan: a. k
b. Q pada saat t = 10 menit jika
T = 50C
Jawab:

Diketahui:







 



  U

=  U =
H1 : H2 = 81 : 1
Jadi, perbandingan laju energi yang dipancarkan
adalah 81 : 1.

Fisika Kelas X

39

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
TC = 100C
Ditanyakan: TF
Jawab:

6.

TF = ((  TC) + 32)F

= ((  100) + 32)F = 212F


Jadi, air mendidih menunjukkan skala 212F jika
diukur dengan termometer Fahrenheit.
2.

 
 

Z 





 + 


7.

4.

Jawaban: e
Termistor adalah thermal resistor. Sensor ini
memanfaatkan perubahan hambatan jika terjadi
perubahan suhu.

5.

Jawaban: e
Contoh termometer yang memanfaatkan sifat
termometrik perubahan volume adalah termometer
alkohol dan raksa. Contoh termometer yang
memanfaatkan sifat termometrik regangan adalah
termostat. Contoh termometer yang memanfaatkan
sifat termometrik perubahan tekanan adalah
termometer gas.

Suhu dan Kalor

Jawaban: d
Diketahui:
L0 = 40 cm
L = 40,04 cm
T = 80C
= 2,0 105 C1

L = L0 T

= 122A

Jawaban: b
Raksa cepat tanggap terhadap perubahan suhu,
memiliki jangkauan pengukuran yang luas, dan
memiliki pola pemuaian linear. Gaya tarik
antarpartikel raksa lebih kuat dibandingkan
dengan gaya tarik partikel raksa dengan partikel
dinding tabung kapiler sehingga permukaan raksa
mencembung tidak seperti permukaan air saat
dimasukkan tabung kapiler. Hal ini menyebabkan
raksa tidak membasahi dinding tabung kapiler
sehingga termometer tetap bersih dan tidak
mengganggu pembacaan skala.

40

 
 







Ditanyakan: T0
Jawab:
(40,04 cm 40 cm) = (40 cm)(2,0 105 C1)T

Jadi, termometer Astuti menunjukkan angka 122A.


3.

= 23,6R
Jadi, termometer Reamur menunjukkan skala
23,6R.

100T 1.000 = 11.200


T=

 

 


TR =

Jawaban: d
Diketahui:
Ta = 150A
Tb = 10A
TC = 80C
Ditanyakan: TA
Jawab:
Z 
 

Jawaban: e
Diketahui:
Tb = 32I
Ta = 178I
TI = 30I
Ditanyakan: TR
Jawab:

T =

 
   

= 50C
T0 = T T
= 80C 50C
= 30C
Jadi, suhu awal batang kuningan tersebut adalah
30C.
8.

Jawaban: c
Diketahui:
L = 0,264 cm
T = 145C 25C = 120C
= 1,1 105/C
Ditanyakan: L0
Jawab:
L = L0 T
0,264 cm = (L0)(1,1 105/C)(120C)
L0 =


 



= 20 cm

Jadi, panjang mula-mula batang baja adalah


20 cm.

9. Jawaban: e
Diketahui:
V0 = V
T = (111 15)C = 96C
Ditanyakan: V
Jawab:

V = V0(1 +
 T)

= V(1 +
 (96)) = 1,35V
Jadi, volume gas setelah dipanaskan kira-kira
1,35V.
10. Jawaban: a
Diketahui:
d
r

= 7 cm


=
cm = 3,5 cm
= 3,2 106/C
T = 45C
Ditanyakan: A
Jawab:

A0 =  (3,5 cm)2 = 38,5 cm2


A = A0(1 + 2 T)
= 38,5 cm2(1 + 2(3,2 106/C)(45C))
= (38,5 cm2)(1,000288)
= 38,51 cm2
Jadi, luas lembaran kaca borosilikat setelah
dipanaskan sebesar 38,51 cm2.
11. Jawaban: b
Diketahui:
mA = 128 gram
TA = 30C
TT = 100C
Tc = 36C
cA = 1 kal g1 C1
cT = 0,1 kal g1 C1
Ditanyakan: mT
Jawab:
Qlepas = Qserap
mTcT(TT Tc) = mAcA(Tc TA)
(mT)(0,1)(100 36) = (128)(1)(36 30)
(6,4)(mT) = 768


mT =  = 120
Jadi, massa logam tersebut adalah 120 gram.
12. Jawaban: c
Diketahui:
ces
L
Q1
T
Ditanyakan: Q2

= 0,5 kal/g C
= 80 kal/g
= 1.000 kal
= 10C

Jawab:
Q1 = m ces T
1.000 kal = (m)(0,5 kal/g C)(10C)
 "

m =  "$#   = 200 g


Q = mL
= (200 g)(80 kal/g)
= 16.000 kal
Q2 = Q1 + Q
= 1.000 kal + 16.000 kal
= 17.000 kal
= 17 kkal
Jadi, nilai Q2 sebesar 17 kkal.
13. Jawaban: e
Diketahui:
T = 1.800 K
A = 10 mm2 = 1 105 m2
e = 0,4
t = 5 menit = 300 s
Ditanyakan: Q
Jawab:
Q = e AT 4t
= (0,4)(

  *
)(1

U

105 m2)

(1.800 K)4(300 s)
= 714,26 J
Jadi, panas yang diradiasikan selama 5 menit
sebesar 714,26 J.
14. Jawaban: c
Diketahui:
T0 = 5C
A = 60 m2
Q = 410 MJ = 4,1 108 J
h = 3,5 J/s m2 C
t = 1 jam = 86.400 s
Ditanyakan: T
Jawab:


T =  
  '

=  '$< 
 
 < = 22,6C
T = T0 + T
= 5C + 22,6C = 27,6C
Jadi, suhu dalam ruangan yang tetap terjaga
sebesar 27,6C.
15. Jawaban: e
Diketahui:
m1 = 60 gram
T1 = 90C
m2 = 150 gram
Tc = 40C
Ditanyakan: T2

Fisika Kelas X

41

Jawab:

Jawab:
Qlepas = Qserap

(60)(c)(90 40) = (150)(c)(40 T2)


3.000 = 6.000 150T2
T2 =

 


= 20
Jadi, suhu air bermassa 150 gram adalah 20C.
16. Jawaban: b
Diketahui:
LI = LII = L
AI = AII = A
kI = 4kII
TI = 50C
TII = 0C
Ditanyakan: T
Jawab:
HI = HII
   


   


    


   


4(50C T) = (T 0C)
200C 4T = T
5T = 200C
T = 40C
Jadi, suhu sambungan logam sebesar 40C.
17. Jawaban: e
Ventilasi udara berfungsi sebagai pengatur suhu
udara berdasarkan prinsip konveksi sehingga
terjadi kesetimbangan termal antara suhu di
dalam dan di luar ruangan.
18. Jawaban: a
Diketahui:
TF = 0F
Ditanyakan: TC
Jawab:


TC = ( (TF 32))C


= ( (0 32))C
= 17,78C
19. Jawaban: e
Diketahui:
= 5,67 108 W/m2 K4



= 100 W

T = 727C = 1.000 K
e = 0,7
Ditanyakan: A

42

Suhu dan Kalor




= e AT 4

100 W = (0,7)(5,67 108 W/m2 K4)(1.000 K)4A


A=
=

 *
  *$
U  
U 

  

m2

= 0,0025 m2
= 25 cm2
Jadi, luas permukaan filamen sebesar 25 cm2.
20. Jawaban: c
Diketahui:
V = V0(1 + T)
Ditanyakan: Dimensi
Jawab:
V V0 = V0 T

 @
@ 

\]

\] \ ] = [T]1

Jadi, dimensi yaitu [T]1.


21. Jawaban: d
Raksa membeku pada suhu 39C dan menguap
pada suhu 357C. Pada fase AB, raksa
mengubah wujud menjadi cair. Pada fase BD,
raksa menaikkan suhunya dan masih berada
pada fase cair. Setelah suhu mencapai 357C,
raksa mengubah wujud menjadi gas.
22. Jawaban: c
Bimetal memanfaatkan pemuaian dua buah
logam. Jika dipanaskan bimetal akan melengkung
ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih
kecil.
23. Jawaban: b
Kalor jenis berhubungan dengan kecepatan
kenaikan atau penurunan suhu benda. Semakin
besar nilai kalor jenis, benda semakin mudah
dinaikkan suhunya.
24. Jawaban: b
Heater digunakan untuk memanaskan fluida (bisa
zat cair atau udara). Prinsip heater adalah aliran
kalor pada seluruh bagian zat yang dipanaskan.
Perpindahan kalor pada fluida sesuai dengan
asas konveksi.
25. Jawaban: e
Qair = m cair T
= (200 g)(1 kal/g C)(20C)
= 4.000 kal
Qes = m ces T
= (100 g)(0,5 kal/g C)(5C)
= 250 kal

Qlebur es = mL
= (100 g)(80 kal/g)
= 8.000 kal
Berdasarkan perhitungan di atas, kalor yang
dilepaskan air mampu menaikan suhu es menjadi
0C. Akan tetapi, tidak mampu meleburkan es
secara keseluruhan karena kalor yang dilepaskan
air lebih kecil dari pada kalor yang diserap es
untuk melebur semuanya.
26. Jawaban: c
Diketahui:
T0 = 0C
T = 136,5C
V0 = 2 liter
Ditanyakan: V
Jawab:

2.

Kalor dari air berpindah ke sendok melalui proses


konduksi. Ketika tangan menyentuh sendok, kalor
dari sendok berpindah ke tangan melalui proses
konduksi. Kalor yang diterima tangan ditanggapi
syaraf peraba sehingga tangan dapat merasakan
panas.

3.

125C = (  (125) + 32)F = 257F


125C = (125 + 273) K = 398 K

4.

Diketahui:

5.

Diketahui:

V = V0(1 +
 )


= (2 L)(1 +
 ) = 3 L
Jadi, volume gas menjadi 3 liter.
27. Jawaban: b
Diketahui:
V0 = 10 liter
p0 = 2 atm
T = 48C
Ditanyakan: p
Jawab:


p = p0(1 +
 )


= 2 atm(1 +
 )
= 2,35 atm
Jadi, tekanan udara dalam tabung sebesar 2,35 atm.

V0 = 100 liter
T = 36C 16C = 20C
besi = 1,2 106/C
bensin = 9,5 104/C
Ditanyakan: volume bensin yang tumpah
Jawab:
Vtong = V0(1 + 3 T)
= (100 L)(1 + (3 1,2 106/C)(20C))
= 100 L)(1,000072)
= 100,0072 liter
Vbensin = Vo(1 + 3 T)
= (100 L)(1 + (9,5 104/C)(20C))
= 100 L)(1,019)
= 101,9 liter
Jadi, volume bensin yang tumpah 101,9 L
100,0072 L = 1,89 L.
L0 = 400 m
Tmin = 15C 25C = 10C
Tmaks = 40C 25C = 15C
Ditanyakan: selisih Lmaks dan Lmin

28. Jawaban: a
41C = (41 + 273)K = 314 K

Jawab:
Lmin = L0(1 + T)

29. Jawaban: c
Permukaan baju yang berwarna hitam lebih besar
menyerap dan memancarkan energi. Sebaliknya,
permukaan benda yang berwarna putih lebih sedikit
menyerap dan memancarkan energi. Jadi, ketika
baju banyak menyerap energi kalor, kalor akan
berpindah ke tubuh sehingga tubuh merasa gerah.

= (400 m)(1 + (1,2 105/C)(10C))


= (400 m)(0,99988)
= 399,952 m
Lmaks = L0(1 + T)
= (400 m)(1 + (1,2 105/C)(15C))
= (400 m)(1,00018)
= 400,072 m
Jadi, selisih panjang jembatan pada siang dan
malam hari sebesar 400,072 m 399,952 m =
0,12 m.

30. Jawaban: c
Gagang setrika harus terbuat dari bahan isolator,
yaitu material yang sukar menghantarkan panas.
Di antara bahan-bahan di atas nikel termasuk
konduktor panas.
B. Uraian
1. Beberapa kemungkinannya sebagai berikut.
a. Benda mengalami kenaikan suhu.
b. Benda mengalami pemuaian.
c. Benda mengalami perubahan fase atau wujud.

6.

a.
b.

Proses AB merupakan fase padat air (es).


Es mengalami kenaikan suhu.
Proses BC merupakan proses perubahan
fase. Es meleleh dan pada saat ini suhu es
0C.

Fisika Kelas X

43

c.
d.

Proses CD merupakan fase cair. Air


mengalami kenaikan suhu.
Proses DE merupakan fase gas. Air menguap
dan pada fase ini suhu uap air 100C.

T1 = 87C = 360 K
T2 = 27C = 300 K
eA = 0,8
eB = 0,2
A = 0,04 m2
Ditanyakan: teh yang lebih cepat dingin
Jawab:
HA = e A(T14 T24)
= (0,8)(5,67 10 8 W/m 2 K 4 )(0,04 m 2 )
((360 K)4 (300 K)4)
= 15,8 W
HB = e A(T14 T24)
= (0,2)(5,67 10 8 W/m 2 K 4 )(0,04 m 2 )
((360 K)4 300 K)4)
= 3,94 W
Jadi, teh yang lebih cepat dingin adalah teh pada
teko A karena teko A melepaskan lebih banyak
kalor ke lingkungan dibandingkan teko B.

7. Diketahui:

8. Diketahui:

P = 2.000 J/s
m = 1,2 kg
T = 50 K
t = 5 menit = 300 s
cair = 4.200 J/kg K

Ditanyakan: C
Jawab:
Q = PT
= (2.000 J/s)(300 s)
= 600.000 J
C =




 '
 U

= 12.000 J/K

Jadi, kapasitas kalor teko adalah 12.000 J/K.

44

Suhu dan Kalor

9. Diketahui:

TB = 30Y
Y
TA = 190Y
Y
TR = 35R
Ditanyakan: TY
Jawab:
 
 

 

=  

 




= 
(TY 30)(80) = (160)(35)
80TY 2.400 = 5.600
TY =




= 100Y

Jadi, suhu benda ketika diukur dengan


termometer Y sebesar 100Y.
10. Diketahui:

mB = 200 gram
m1 = 400 gram
T1 = 90C
m2 = 700 gram
T2 = 30C
c = 4.200 J/kg C
cB = 840 J/kg C
Ditanyakan: Tc
Jawab:
Qlepas = Qserap
mBcB(TT Tc) + m1c(T1 Tc) = m2c(Tc T2)
(0,2 kg)(840 J/kg C)(90C Tc) + (0,4 kg)(4.200 J/kg C)(90C Tc)
= (0,7 kg)(4.200 J/kg C)(Tc 30C)
(15.120 J 168 kg/C Tc + 151.200 J 1.680 kg/C Tc)
= 2.940 kg/C Tc 88.200 J
254.520 J = 4.788 kg/C Tc
Tc =


 '
= 53,16C
 "# $ 

Jadi, suhu akhir campuran sebesar 53,16C.

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. menganalisis cara kerja alat-alat optik menggunakan sifat pemantulan cahaya pada cermin dan pembiasan cahaya pada
lensa;
2. merancang dan membuat alat optik sederhana berdasarkan prinsip pemantulan cahaya pada cermin dan pembiasan cahaya
pada lensa.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mengagumi dan mensyukuri kebesaran Tuhan Yang Mahakuasa yang telah menciptakan mata manusia sebagai indera
penglihatan;
2. berperilaku ilmiah, bijaksana, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain dalam aktivitas sehari-hari.

Alat-Alat Optik

Pemantulan dan Pembiasan Cahaya

Menyelidiki pemantulan dan pembiasan cahaya melalui


kegiatan pengamatan dan diskusi.
Menyelidiki jumlah bayangan pada susunan dua buah
cermin datar melalui kegiatan pengamatan dan diskusi.
Mendiskusikan pemantulan cahaya pada cermin datar
dan cermin lengkung.
Menyelidiki pembiasan cahaya pada kaca planparalel
melalui kegiatan pengamatan dan diskusi.
Mendiskusikan hukum pembiasan cahaya dan
terjadinya pemantulan sempurna.
Mendiskusikan pembiasan cahaya pada lensa
cembung dan lensa cekung.

Alat-Alat Optik

Mengamati penggunaan alat-alat optik dalam


kehidupan sehari-hari.
Mendiskusikan mata manusia, gangguan penglihatan
pada mata, dan kacamata yang digunakan untuk
mengatasi gangguan penglihatan.
Menyelidiki prinsip kerja lup melalui kegiatan
pengamatan dan diskusi.
Menyelidiki prinsip kerja mikroskop melalui kegiatan
pengamatan dan diskusi.
Mendiskusikan prinsip kerja teropong.
Menyelidiki prinsip kerja kamera melalui kegiatan
pengamatan dan diskusi.
Merancang dan membuat teropong sederhana.

Mensyukuri diciptakannya mata manusia sebagai indra penglihatan.


Berperilaku teliti, objektif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, jujur, dan berhati-hati dalam
menyelesaikan permasalahan.
Menghargai kerja individu dan kelompok, serta bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari.
Mampu menjelaskan pemantulan dan pembiasan cahaya.
Mampu menentukan jumlah bayangan pada susunan dua buah cermin datar.
Mampu menjelaskan pemantulan cermin datar dan cermin cekung.
Mampu menjelaskan hukum pembiasan cahaya dan terjadinya pemantulan sempurna.
Mampu menjelaskan pembentukan bayangan pada cermin datar dan cermin lengkung.
Mampu menjelaskan penggunaan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari.
Mampu menjelaskan mata manusia, gangguan penglihatan mata, dan kacamata yang digunakan.
Mampu menjelaskan pembentukan bayangan pada lup dan perbesaran bayangannya.
Mampu menjelaskan prinsip kerja mikroskop dan perbesaran bayangannya.
Mampu menjelaskan prinsip kerja teropong dan perbesaran bayangannya.
Mampu menjelaskan prinsip kerja kamera dan perbesaran bayangannya.
Mampu mencipta teropong sederhana.

Fisika Kelas X

45

Jawab:
P=2D

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: a
Kaca spion termasuk cermin cembung. Di mana
pun letak benda di depan cermin cembung,
bayangan yang terbentuk selalu bersifat maya,
tegak, dan diperkecil. Jadi, bayangan sepeda
motor yang terlihat bersifat maya, tegak, dan
diperkecil.
2. Jawaban: a
Jika arah sinar bias mendekati garis normal berarti
medium A lebih renggang dibanding medium B.
Dengan demikian, laju cahaya di medium A lebih
besar dibanding di medium B.
3. Jawaban: d
Pembentukan bayangannya seperti gambar berikut.
(+)

2f

2f

6. Jawaban: a
Diketahui:
lensa plankonveks
R2 = ~
n A = 1,5
f = 30 cm
nm = 1
Ditanyakan: R1
Jawab:




=  + 


=  + 
=  


= 
f=




= 25 cm

R = 2f = 2|25| = 50 cm
Jadi, jari-jari kelengkungan cermin 50 cm.
5. Jawaban: a
Diketahui:
P = +2 dioptri
Ditanyakan: letak benda jika bayangan tegak dan
diperbesar
46

Alat-Alat Optik

A

 


 





 

 

= 0,5



   




  







=  cm
R1 = 15 cm

Bayangan yang terbentuk bersifat nyata (sejati),


terbalik, dan diperbesar.
4. Jawaban: d
Diketahui:
s = 1 m = 100 cm
s = 20 cm
Ditanyakan: R
Jawab:

f =  =  m = 50 cm
Oleh karena nilai f(+) maka lensa adalah lensa
cembung. Agar diperoleh bayangan tegak dan
diperbesar, benda harus diletakkan di antara pusat
lensa (O) dan fokus (f ), dengan kata lain kurang
dari 50 cm.

Jadi, jari-jari kelengkungan lensa 15 cm.


7. Jawaban: b
Diketahui:
s =5m


M = 
Ditanyakan: R
Jawab:


= 

|s | = M s =  (5 m) = 0,5 m
Bayangan oleh cermin cembung selalu maya
sehingga s = 0,5 m.



=  + 
=
=






= 


 





11. Jawaban: c
Diketahui:
s = 2 cm
f = 3 cm
Ditanyakan: M
Jawab:

f = m




R = 2f = 2( m) = m = 1,111 m
Jadi, jari-jari cermin 1,111 m.




n=

1 =
 1 = 12 1 = 11
Jadi, jumlah bayangan yang terbentuk 11 buah.

9. Jawaban: c
Diketahui:
R = 30 cm
f = 15 cm
M = 5 kali
Ditanyakan: s
Jawab:


M = 

s = 5s atau s = 5s






=  + 




=  + 




= 

 


s=

=  + 




=  




= 

= 18

s=








= 





h =




 +





=  = 

= 12

f=




= 8 cm = 0,08 m


P =  =   = +12,5 D
Jadi, kekuatan lensa sebesar +12,5 D.

14. Jawaban: c
Diketahui:
f = 60 cm
s = 20 cm
h = 30 cm
Ditanyakan: M
Jawab:



= 36 cm




= 7,2 cm

Jadi, tinggi bayangan 7,2 cm.

=   =   =  = 

s =




 




=  + 
=

=   =   =  = 

s =

12. Jawaban: b
Lensa cekung adalah lensa yang memiliki nilai
fokus negatif. Adapun sinar istimewa pada lensa
cekung yaitu sinar datang sejajar sumbu utama
dibiaskan seolah-olah dari fokus. Sinar datang
melalui pusat optik tidak dibiaskan melainkan
diteruskan. Ruang III di depan lensa berjarak > 2f
dari lensa. Dengan demikian, gambar pembentukan
bayangan yang tepat adalah gambar b.

10. Jawaban: c
Diketahui:
h = 9 cm
s = 45 cm
f = 20 cm
Ditanyakan: h
Jawab:


M =  =  = 3
Jadi, perbesaran bayangan yang terjadi 3 kali.




Cermin cekung tersebut menghasilkan perbesaran


bayangan 5 kali apabila benda diletakkan pada jarak
12 cm atau 18 cm.




13. Jawaban: d
Diketahui:
s = 10 cm
s = 40 cm (bayangan nyata karena
tertangkap layar)
Ditanyakan: P
Jawab:




5=

=   =
  =  = 
s = 6 cm

8. Jawaban: b
= 30
Diketahui:
Ditanyakan: n
Jawab:

M=  =

= 30 cm




=  kali

Jadi, perbesaran yang terbentuk  kali.


Fisika Kelas X

47

Keterangan:
s1 = bayangan oleh cermin C1
s2 = bayangan oleh cermin C2
s1 = s2 = bayangan oleh cermin C1 dan C2

15. Jawaban: b
Diketahui:
lensa bikonveks
R1 = 10 cm
R2 = 15 cm
n = 1,5
Ditanyakan: f
Jawab:

3. Diketahui:

fu = 40 cm
nA = 1,5
Ditanyakan: fa
Jawab:


  






= (n 1)
= (1,5






1)    


 

= (0,5)
  


=(

=   f = 12 cm
Jadi, jarak fokus lensa adalah 12 cm.

1)(







):(

A


1)(







 

= (  1) : (   1)






A


 




= (0,5) : (0,25)
=


 








 

 

= (0,5)


na = 1,2
nu = 1




: 

= 
2 fa = (40 cm)(4)
 

fa =  cm = 80 cm

B. Kerjakan soal-soal berikut!

Jadi, jarak fokus lensa dalam air menjadi 80 cm.

1.

h = 3 cm
s = 60 cm
f = 15 cm
Ditanyakan: a. s
b. h
Jawab:

4. Diketahui:
R

Sinar-sinar istimewa yang digunakan:


a. sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan
melalui fokus;
b. sinar datang melalui pusat kelengkungan
cermin (R = 2f) dipantulkan kembali.
Bayangan diperoleh dari perpanjangan sinar-sinar
pantul. Sifat bayangan maya, tegak, dan
diperbesar.

a.




=  


=  
 

=  = 
s =

2. = 90




= 12 cm

Jadi, jarak bayangan bersifat maya sejauh


12 cm di belakang cermin.

n =  1 = 4 1 = 3
Jumlah bayangan yang terbentuk sebanyak 3 buah.
C1

b.




= 




s1

h=



 



= 15 cm

Jadi, tinggi benda 15 cm.


C2

C2

s2

s1 = s2
C1

48

Alat-Alat Optik

5. Diketahui:

M =  kali
P = 5 D
Ditanyakan: s

Jawab:
M =









maya sehingga s =  s.


P = 5 D f =  m = 0,2 m = 20 cm

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: c
Rabun dekat atau terang jauh terjadi karena lensa
mata tidak dapat mencembung sesuai dengan
yang diperlukan. Akibatnya, bayangan benda yang
dekat, jatuh di belakang retina. Titik dekat penderita
rabun dekat lebih besar dari 25 cm. Hal ini mengakibatkan penderita rabun dekat tidak dapat melihat
dengan jelas benda-benda yang dekat. Penderita
rabun dekat dapat ditolong dengan kacamata
positif (berlensa cembung).
2. Jawaban: d
Diketahui:
PR = 4 m
PP = 40 cm
Ditanyakan: P
Jawab:
Mata normal
PP = sn = 25 cm = 0,25 m
PR = ~
Agar dapat melihat dengan jelas di jauh tak
terhingga, kacamata yang diperlukan:


P1 =  =  = 0,25 D
Agar dapat membaca pada jarak baca normal,
kacamata yang diperlukan:



 =  +




s =  s
Bayangan yang dihasilkan lensa cekung selalu

P2 =

=  + 




=    
= (4 2,5) D
= +1,5 D
Jadi, kacamata yang digunakan berlensa rangkap
dengan kekuatan lensa 0,25 D dan +1,5 D.




 



 =  


 = 

s = (20 cm)(19) = 380 cm = 3,8 m


Jadi, benda terletak sejauh 3,8 m dari lensa
cekung.

3. Jawaban: b
Diketahui:
Rob = 6 m = 600 cm
fok = 3 cm
Ditanyakan: Ma
Jawab:







fob =  Rob =  (600 cm) = 300 cm


Ma =

=
 = 100
Jadi, perbesaran anguler teropong sebanyak 100
kali.
4. Jawaban: d
Diketahui:
sn = 30 cm
f = 2 cm
akomodasi maksimum
Ditanyakan: M
Jawab:


M =  + 1



=  + 1
= 16
Jadi, perbesaran bayangan 16 kali.
5. Jawaban: a
Diketahui:
Pok = +25 D
M = 150 kali
Ditanyakan: Pob
Jawab:
fok =




M =




=  m

Fisika Kelas X

49

Pengamatan dilakukan dengan akomodasi


maksimum.

fob = M fok

= (150)( 

m)

=6m

M=




Pob =

=+ D





 

=   


=  = 
sob = 18 cm
d = sob + fok = 18 cm + 6 cm = 24 cm
Jadi, jarak lensa objektif dan okuler 24 cm.
7. Jawaban: c
Diketahui:
Pob = +2 D
Pok = +20 D
fp = 2,5 cm
Ditanyakan: d
Jawab:
fob =




fok =







m = 50 cm

=  m = 5 cm
d = fob + 4fp + fok
= 50 cm + 4(2,5 cm) + 5 cm
= 65 cm
Jadi, panjang teropong untuk mata tak
berakomodasi sebesar 65 cm.
8. Jawaban: d
Diketahui:
sob = 2,5 cm
fob = 2 cm
fok = 5 cm
Ditanyakan: M
Jawab:


 





 

=   
=







sob = 10 cm

50

Alat-Alat Optik



=   (  + 1)
= 4(6)
= 24
Jadi, perbesaran total yang terlihat sebesar 24 kali.
9. Jawaban: d
Diketahui:
s =1m
s = 50 mm = 0,05 m
Ditanyakan: P
Jawab:



=  + 


=  +  




=  + 


= 




P =  =  = +21 D
Jadi, kekuatan lensa yang digunakan +21 D.
10. Jawaban: d
Diketahui:
L = 163 cm
fob = 150 cm
fok = 5 cm
fp = 2,5 cm
mata berakomodasi maksimum
Ditanyakan: M
Jawab:
Panjang teropong untuk mata berakomodasi
maksimum:
L = fob + 4fp + sok
sok = L (fob + 4fp)
= 163 cm (150 cm + 4(2,5 cm))
= 163 cm 160 cm
= 3 cm
M=


 



=
 = 50 kali
Jadi, perbesaran teropong 50 kali.
B. Kerjakan soal-soal berikut!

(  + 1)



6. Jawaban: b
Diketahui:
sob = 2 cm
fob = 1,8 cm
fok = 6 cm
Ditanyakan: d
Jawab:


 

 
 

cm

1. Diketahui:

PP= 60 cm = 0,6 m
s x = 30 cm = 0,3 m
Ditanyakan: P

b.

Jawab:
P=


















=+


 



Bayangan benda jatuh di sx ketika mata


berakomodasi maksimum. Dengan demikian,
s = sx = 30 cm.



=  + 




=  

P1 = +0,5 D
P2 = 0,75 D
sn = 25 cm
Ditanyakan: kondisi mata
Jawab:






+0,5 =  





=





s =

= 2,73 m

Jadi, benda berada pada jarak 2,73 cm.


4. Diketahui:

fob
fok
s
Ditanyakan: a.
b.

= 1 cm
= 5 cm
= 1,1 cm
d ketika tidak berakomodasi
d ketika berakomodasi maksimum

Jawab:




= 4 0,5




= 3,5






 

 

 





 

PP =
 m = 0,286 m = 28,6 cm


0,75 =




PR =


 

 

= 


m = 1,33 m

Jadi, kondisi mata Bu Heni sebelum menggunakan


kacamata yaitu titik dekat mata sejauh 28,6 cm
dan titik jauh 1,33 m.
3. Diketahui:

sx
M
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:

= 30 cm
= 11 kali
f
sob

sob
a.

b.

= 
= 11 cm
mata tidak berakomodasi
d = sob + fok = 11 cm + 5 cm = 16 cm
Jadi, panjang mikroskop saat mata tidak
berakomodasi yaitu 16 cm.
mata berakomodasi maksimum
sob = sn = 25 cm

 

M =  + 1
11 =




=   

P2 = 

a.

=
 +


2. Diketahui:




=





= +1,33 D
Jadi, kekuatan lensa kacamata yang harus
digunakan sebesar +1,33 D.

P1 =




 

=  

+1

=  + 

= 10

f = 3 cm
Jadi, jarak fokus lup adalah 3 cm.




= 
sok =



= 4,17 cm

Fisika Kelas X

51

d = sob + sok = 11 cm + 4,17 cm = 15,17 cm


Jadi, panjang mikroskop saat mata
berakomodasi maksimum sebesar 15,17 cm.
5. Diketahui:

fob
fok
Ditanyakan: a.
b.

= 100 cm
= 2,5 cm
M
d

A. Pilihlah satu jawaban yang tepat!


1. Jawaban: e

Jawab:




 

= 40 kali

a.

M=

b.

Jadi, perbesaran teropong 40 kali


d = fob + fok = 100 cm + 2,5 cm = 102,5 cm
Jadi, panjang teropong 102,5 cm.

=





s =

= 15 cm



M =  =
 = 
P

Benda yang terletak di ruang II akan terbentuk


bayangan di ruang III. Sifat bayangan di ruang III
yaitu nyata, terbalik, dan diperbesar.
2. Jawaban: d
Pemantulan cahaya yang terjadi pada cermin
adalah pemantulan teratur. Hal ini disebabkan
permukaan cermin licin dan mengilap. Pembiasan
atau pembelokan arah rambat cahaya terjadi ketika
cahaya melewati benda tembus cahaya.
Pemantulan baur terjadi jika benda mengenai
benda-benda tidak tembus cahaya yang memiliki
permukaan yang kasar. Adapun pemantulan
sempurna terjadi ketika sudut datang cahaya lebih
besar daripada sudut kritis saat bergerak dari medium rapat menuju medium kurang rapat.
3. Jawaban: b
Diketahui:
R = 20 cm
s = 30 cm
f = 10 cm
Ditanyakan: M
Jawab:



= 


5. Jawaban: d
Diketahui:
h = 20 cm
h = 5 cm
R = 50 cm
Ditanyakan: s
Jawab:


f =  R = 25 cm




= 

Alat-Alat Optik

= 

=



52

4. Jawaban: d
Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung
selalu bersifat maya, tegak, dan diperkecil. Dalam
pembentukan bayangan dapat digunakan minimal
2 buah sinar istimewa yaitu:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari fokus cermin.
2) Sinar datang menuju pusat kelengkungan
cermin (R) dipantulkan kembali.
3) Sinar datang menuju fokus dipantulkan sejajar
sumbu utama.
Gambar a, b, dan c merupakan pembentukan
bayangan pada cermin cekung. Adapun gambar e
tidak menghasilkan bayangan dan sinar istimewa
yang digunakan tidak benar. Jadi, jawaban yang
benar adalah pilihan d.




=  


Jadi, perbesaran bayangan  kali.

s =





Bayangan pada cermin cembung selalu maya


sehingga s =


























6. Jawaban: a
= 45
Diketahui:
Ditanyakan: n
Jawab:
1=

1=81=7

Jadi, jarak fokus cermin adalah  m.


9. Jawaban: c
Diketahui:
s = 40 cm
M =1
Ditanyakan: kekuatan lensa (P )
Jawab:
M =  = 1 s = s






=  = 0,75

sin i = sin 53 = 0,8


Dari perhitungan diperoleh sin i > sin ik.
Jadi, terjadi pemantulan sempurna atau seluruh
berkas cahaya dipantulkan.
8. Jawaban: b
Diketahui:
s =2m
M =

= 
f =

 = 


s =  m






= 20 cm



P =  =  = 5 dioptri
Jadi, kekuatan lensa sebesar 5 dioptri.
10. Jawaban: a
Diketahui:
f1 = 6 cm
f2 = 8 cm
Ditanyakan: fgab
Jawab:






Ditanyakan: f
Jawab:
Bayangan yang dibentuk cermin cembung selalu
maya sehingga s bernilai negatif.


=  + 

nair =

i = 53
= (sin 53 0,8 dan cos 53 = 0,6)
Ditanyakan: berkas cahaya
Jawab:

M= 

=  + 

Diketahui:

a.

7. Jawaban: b







Jadi, jumlah bayangan yang terbentuk sebanyak


7 buah.






sin ik =




=   f =  m
Tanda negatif pada cermin cembung
menunjukkan bahwa titik fokus berada di
belakang cermin.

s = (25 cm)(3)
s = 75 cm
Jadi, jarak benda ke cermin sejauh 75 cm.

n =

=  

 = 

=  + 

=  +
=




b.













 +

= 


= 


fgab =  cm = 24 cm
Jadi, jarak fokus lensa gabungan adalah 24 cm.

= m

Fisika Kelas X

53

11. Jawaban: c
Diketahui:
f = 15 cm
M = 5; bayangan tegak
Ditanyakan: s
Jawab:
Oleh karena bayangan tegak, berarti bayangan itu
maya sehingga s bernilai negatif.


M=

5 =
s = 5s



=  + 
=




= 







 




= 
5s = 60 cm
s = 12 cm
Jadi, jarak benda (s) = 12 cm.
12. Jawaban: e
Diketahui:
PP= 90 cm = 0,9 m
sn = 30 cm = 0,3
Ditanyakan: f
Jawab:
=







fob
fok

200 cm

= 5 cm = 40
Jadi, perbesaran teropong nilainya 40 kali.

M=







14. Jawaban: d
Data yang perlu diketahui adalah jarak fokus
objektif dan jarak fokus okuler. Fokus objektif
adalah jarak fokus yang dekat dengan lensa
objektif. Pada gambar jarak fob = 200 cm. Fokus
okuler adalah jarak fokus yang dekat dengan lensa
okuler. Pada gambar fok = 5 cm. Pengamatan
dilakukan dengan tidak berakomodasi sehingga fob
berimpit dengan fok. Persamaan untuk mencari
perbesaran bayangannya adalah:

15. Jawaban: b
Diketahui:
fob = 1,8 cm
fok = 8 cm
mata tidak berakomodasi
d = 26 cm
Ditanyakan: s
Jawab:
d = s'ob + fok
26 cm = s'ob + 8 cm
s'ob = (26 8) cm
s'ob = 18 cm




  









=   +






=     

= 
  

=    

=  

=  

=  
f =

 




= 0,45 m = 45 cm

Jadi, jarak fokus lensa kacamata yang diperlukan


adalah +45 cm.
13. Jawaban: b
Diketahui:
P = 10 D
Ditanyakan: M
Jawab:


f =  =  m = 0,1 m = 10 cm




M =  + 1 =  + 1 = 3,5 kali


Jadi, perbesaran lup adalah 3,5 kali.

54

Alat-Alat Optik

sob = cm = 2 cm
Jadi, mikroorganisme terletak 2 cm di depan lensa
objektif.
16. Jawaban: e
Diketahui:
M = 20
d = 63 cm
tidak berakomodasi
Ditanyakan: fob
Jawab:
d = fob + fok
63 cm = fob + fok
fok = 63 cm fob
M=




20 =



  

fob = 1.260 cm 20fob


21fob = 1.260 cm
fob = 60 cm
Jadi, jarak fokus lensa objektif 60 cm.
17. Jawaban: d
Diketahui:
fob = 80 cm
fp = 5 cm
fok = 2,5 cm
Ditanyakan: d
Jawab:
d = fob + 4fp + fok
= 80 cm + 4(5 cm) + 2,5 cm
= 102,5 cm
Jadi, panjang teropong adalah 102,5 cm.
18. Jawaban: d
Diketahui:
PR = 4 m
PP = 45 cm = 0,45 m
s x = 30 cm = 0,3 m
Ditanyakan: P
Jawab:


P1 =  =  = 0,25 D
P2 =







20. Jawaban: c
Diketahui:
h = 0,2 mm
h = 8 mm
fob = 2 cm
fok = 5 cm
sn = 25 cm
Ditanyakan: sob
Jawab:




Mtotal =  =
= 40 kali
 
M =

 



  

40 =

 



 

 
 

= 8 kali

sob = 8sob




 

 





 


 




 +
 





 

sob =

= 
  




= 2,25 cm

Jadi, jarak benda 2,25 cm.

=  
=

B. Kerjakan soal-soal berikut!


 

1. Diketahui:

= +1,11 D
Jadi, kacamata yang digunakan berlensa rangkap
dengan kekuatan lensa 0,25 D dan +1,11 D.
19. Jawaban: c
Diketahui:
M = 60 kali
fob = 150 cm
fp = 2,5 cm
Ditanyakan: L
Jawab:
M=




h
s
R
Ditanyakan: a.
b.
c.
Jawab:
a.




=  + 




=  




fok = 
=  = 2,5 cm
L = fob + 4fp + fok
= 150 cm + 4(2,5 cm) + 2,5 cm
= 162,5 cm
Jadi, panjang teropong bumi 162,5 cm.

= 10 cm
= 15 cm
= 40 cm f = 20 cm
M
h
sifat bayangan

=  

= 


= 
s = 60 cm

Fisika Kelas X

55



M =  =  = 4 kali
Jadi, perbesaran bayangan sebanyak 4 kali.



b.

= 




= 

h =

 


4. Diketahui:
= 40 cm

Jadi, tinggi bayangan 40 cm.


Sifat bayangan: maya, tegak, dan diperbesar.

c.

2. Diketahui:

f = 25 cm
Ditanyakan: s
Jawab:



s =
s (bayangan yang terbentuk selalu maya)



P =5D
sA = 30 cm
sB = 40 cm
Ditanyakan: panjang bayangan
Jawab:

R = 50 cm
M =

M=

M =  h = M h = 5(4 cm) = 20 cm
Jadi, tinggi bayangan 20 cm.
Oleh karena s bernilai negatif, bayangan bersifat
maya.
Jadi, sifat bayangan yang terbentuk maya, tegak,
dan diperbesar.



P= 



5 = 






= 20 cm
Oleh karena sB terletak di 2f, maka sB juga berada
di 2f. Jadi, sB = 40 cm.










 










= 4 cm
= 1,5 cm
= 1,2 cm
h
sifat

=  


=    

M=

56




=  
 

= 60 cm
Panjang bayangan yang terjadi yaitu sA sB =
60 cm 40 cm = 20 cm.
f1 = 50 cm
f2 = 30 cm
f3 = 60 cm
Ditanyakan: Pgab
Jawab:

5. Diketahui:













= 
 + 
 + 

=





=
  +









s A =   cm

= 
=




=
 

s = 25 cm(2) = 50 cm
Jadi, agar bayangan diperkecil 3 kali semula benda
diletakkan pada jarak 50 cm di depan cermin.
h
f
s
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:

  

 = 

3. Diketahui:

cm

f =  cm

=  + 

 =

cm


 

Alat-Alat Optik

= 5 kali

fgab

=
 cm
= 300 cm



 

P =  =
 =
dioptri

= 


Jadi, kekuatan lensa gabungan


D.
6. Diketahui:

PP= 25 cm (normal)
PR = 2,5 m (miopi)
Ditanyakan: P
Jawab:


P =  =


 

= 0,4 D

Jadi, ukuran kacamata yang digunakan berkekuatan


0,4 D.
7. Diketahui:

fob = 80 cm
fok = 5 cm
Ditanyakan: a. L
b. M
Jawab:
a. L = fob + fok = 80 cm + 5 cm = 85 cm
b.






M=

=  = 16 kali
Jadi, panjang teropong 85 cm dan perbesaran
teropong 16 kali.
s x = 30 cm
P = 25 D
berakomodasi maksimum
Ditanyakan: M
Jawab:

=  cm
sob = 22 cm
d = sob + fok
fok = d sob
= 27 cm 22 cm
= 5 cm
Jadi, jarak fokus lensa okuler sejauh 5 cm.
Mtotal =

 



  

Jadi, perbesaran total mikroskop 50 kali.


10. Diketahui:

P1 = +2 D
P2 = +10 D
P3 = +40 D
Ditanyakan: susunan lensa
a. panjang teropong
b. perbesaran total
Jawab:


f1 =




=  = 0,5 m = 50 cm

f2 =




=  = 0,1 m = 10 cm

f3 =




=  = 0,025 m = 2,5 cm

8. Diketahui:

f =  =  = 0,04 m = 4 cm


M =  + 1



=  + 1
= 7,5 + 1
= 8,5
Jadi, perbesaran lup 8,5 kali.
9. Diketahui:

d = 27 cm
fob = 2 cm
sob = 2,2 cm
sn = 25 cm
Tanpa akomodasi
Ditanyakan: a. fok
b. Mtotal
Jawab:


 

 

=    = 50




Perbesaran teropong: M =




Agar menghasilkan perbesaran terbesar, fob bernilai


besar dan fok kecil.
fob = 50 cm
fok = 2,5 cm
fp = 10 cm
a. d = fob + 4fp + fok
= 50 cm + 4(10 cm) + 2,5 cm
= 92,5 cm
Jadi, panjang teropong 92,5 cm.
b.

M=






=   = 20 kali

Jadi, perbesaran teropong 20 kali.


 

=   

Fisika Kelas X

57

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
0 = 20 m
A = 5 mm2
Y = 2 105 N/mm2
F = 500 N
Ditanyakan:
Jawab:
F




  
  


 

= 102 m
Jadi, pertambahan panjang kawat sebesar 1 cm.
2. Jawaban: b
Diketahui:
W = 50 joule
x1 = 5 cm
x2 = 3 cm
Ditanyakan: W2
Jawab:

 

Ep =
2

 
 

   
 




 
 

= 18 joule

3. Jawaban: b
Diketahui:
kA = kB = kC = k
Ditanyakan: ktotal = ks
Jawab:
Pegas A dan B
kA B = kA + kB = 2k



58


  




Ulangan Akhir Semester

= 

ks =  k


Jadi, nilai konstanta pegas gabungan sebesar  k.

5. Jawaban: b
Diketahui:
htotal = h = 1,2 m
air = 1 = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
minyak = 2 = 0,9 g/cm3 = 900 kg/m3
ptotal = p = 1,16 104 Pa
Ditanyakan: h1 : h2
Jawab:
Jika dibuat sketsa

Air

Jadi, usaha yang diperlukan 18 joule.

Pegas A, B, dan C




Minyak

W = Ep =  kx2


=  + 

4. Jawaban: a
Pada dasarnya fluida selalu memberikan tekanan
pada setiap bidang permukaan yang bersinggungan
dengannya. Akibatnya, fluida memiliki bentuk
sesuai wadahnya.

 





Pada dasar tabung mendapatkan tekanan dari air


dan tekanan dari minyak tanah.
p = p1 + p2
11,6 103 = 1 g h1 + 2 g h2
11,6 103 = (1.000 kg/m3)(10 m/s2)h1 + (900 kg/m3)
(10 m/s2)h2
11,6 103 = 103(10h1 + 9h2)
11,6 = 10h1 + 9h2
. . . (1)
Hubungan ketinggiannya
1,2 m = h1 + h2
h2 = 1,2 m h2
. . . (2)

Substitusikan persamaan (2) ke persamaan (1).


11,6 = 10h1 + 9h2
11,6 = 10h1 + 9(1,2 h1)
11,6 = 10h1 + 10,8 9h1
h1 = 0,8
besarnya h2
h2 = 1,2 m 0,8 m
= 0,4 m
Perbandingan antara ketinggian air dengan minyak
sebesar
hair
hminyak

h1
h2

0,8 m

= 0,4 m = 1
Jadi, perbandingan antara ketinggian air dengan
minyak sebesar 2 : 1.
6. Jawaban: b
Diketahui:
V = 0,25 m3
= 1,2 g/cm3 = 1.200 kg/m3
g = 10 m/s2
Ditanyakan: FA
Jawab:
FA = g V
= (1.200 kg/m3)(10 m/s2)(0,25 m3)
= 3.000 N
Jadi, gaya ke atas yang dialami batu sebesar
3.000 N.
7. Jawaban: b
Pirometer adalah jenis termometer yang bekerja
berdasarkan radiasi panas. Benda panas memancarkan radiasi gelombang inframerah. Bentuk
radiasi ini dapat dideteksi oleh pirometer.
8. Jawaban: b
Nilai nol mutlak adalah nol kelvin.
0 K = 273C

= ((  (273))R = 218,4R


= (  (273) + 32)F = 459,4F


0 K = 273C = 218,4R = 459,4F
9. Jawaban: c
T = 300 K = (300 273)C = 27C
T = T T0
= 27C 15C
T = 12C
Jadi, perubahan suhu pada batang aluminium
sebesar 12C.
10. Jawaban: e
Diketahui:
m = 1.000 gram = 1 kg
T0 = 15C
T = 100C
cair = 4.200 J/kgC
Ditanyakan: Q

Jawab:
Q = m c T
= m c (T T0)
= (1 kg)(4.200 J/kgC)(100C15C)
Q = 357.000 J = 357 kJ
Jadi, banyak kalor yang dibutuhkan sebesar
357 kJ.
11. Jawaban: d
Diketahui:
TA = 80C
TB = 20C
mA = m

mB =  mA =  m
Ditanyakan: TC
Jawab:
Qserap = Qlepas
mB c T = mA c T



m c (TC TB)= m c (TA TC)





(TC 20C) = (80C TC)

TC 10C = 80C TC



TC = 90C


TC = 90C  = 60C
Jadi, suhu kesetimbangan campuran 60C.
12. Jawaban: a
Diketahui:
T0 = 300 K
T = 400 K
L0 = 50 cm = 0,5 m
= 1,5 105/C
Ditanyakan: L
Jawab:
T = T T0 = 400 K 300 K = 100 K
T =100C
L = L0 T
= (0,5 m)(1,5 105/C)(100C)
= 0,75 103 m
L = 0,75 mm
Jadi, pertambahan panjang logam sebesar
0,75 mm.
13. Jawaban: b
Diketahui:
ces = 2.100 J/kgC
cair = 4.200 J/kgC
L = 336.000 J/kg
m = 300 gram = 0,3 kg
Ditanyakan: C
Jawab:
Q1 = m ces T1
= (0,3 kg)(2.100 J/kgC)(0C (25C))
= (0,3 kg)(2.100 J/kgC)(25C)
= 15.750 J = 15,75 kJ
Fisika Kelas X

59

Q2 = m L
= (0,3 kg)(336.000 J/kgC)
= 100.800 J = 100,8 kJ
Q3 = m cair T2
= (0,3 kg)(4.200 J/kgC)(100C 0C)
= 126.000 J = 126 kJ
C = Q1 + Q2 + Q3
= 15,75 kJ + 100,8 kJ + 126 kJ
= 242,55 kJ
Jadi, nilai C pada grafik sebesar 242,55 kJ.
14. Jawaban: c
Diketahui:
e = 0,5
A = 200 cm2 = 0,02 m2
T1 = 227C = 500 K
T2 = 27C = 300 K
= 5,67 108 W/m2K4
Ditanyakan: H
Jawab:
H = e A(T14 T24)
= (0,5)(5,67 108 W/m2K4)(0,02 m2)((500K)4
(100 K)4)
= (0,0567 108 W/K4)(625 108K4 1 108K4)
= (0,0567 108 W/K4)(624 108K4)
= 35,38 W
Jadi, energi yang mengalir sebesar 35,38 W.
15. Jawaban: c
Diketahui:
TB = 250C
Tk = 150C
B = k =
AB = Ak = A
kB = 0,12 kal/s cm
k k = 0,24 kal/s cm
Ditanyakan: Ts
Jawab:
HB = Hk
     

     


  
    

 
  

30C 0,12Ts = 0,24Ts 36C


66C = 0,36Ts
Ts =




= 183,33C

Jadi, suhu pada sumbu sebesar 183,33C.


16. Jawaban: c
Perubahan suhu di permukaan bumi terjadi karena
adanya aliran kalor di atmosfer. Rambatan kalor
dari matahari ke bumi terjadi secara radiasi karena
gelombang elektromagnetik dari matahari tidak
membutuhkan medium untuk menjalar. Batang baja
merupakan benda padat sehingga perpindahan

60

Ulangan Akhir Semester

kalor pada batang baja terjadi secara konduksi.


Udara merupakan zat gas sehingga perpindahan
kalor terjadi secara konveksi.
17. Jawaban: e
Perpindahan kalor secara radiasi tidak membutuhkan medium untuk merambat, karena kalor merambat
dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
18. Jawaban: a
Diketahui:
T0 = 25C
V0 = 200 cm3
V = 200,25 cm3
= 0,9 105/C
Ditanyakan: T
Jawab:
V = V V0
= 200,25 cm3 200 cm3
= 0,25 cm3
= 2,5 107 m3
= 3
= (3)(0,9 10-5/C)
= 2,7 105/C

V = V0 T
2,5 107 m3 = (2 104 m3)(2,7 105/C)(T 25C)
2,5 107 m3 = (5,4 109 m3/C)(T 25C)
2,5 107 m3 = 5,4 109T m3/C 1,35 107 m3
3,85 107 m3= 5,4 109T m3/C
T=

  
  


T = 71C

Jadi, suhu akhir pemanasan logam adalah 71C.


19. Jawaban: b
Diketahui:
h = 4 cm
s = 20 cm
f = 40 cm
Ditanyakan: sifat bayangan dan tinggi bayangan
Jawab:





= +

=  =

 
 
 
 

=   s = 40 cm

Tanda negatif menunjukkan bayangan di belakang


cermin (ruang IV). Bayangan di ruang IV bersifat
maya, tegak, dan diperbesar.

M= =

 
 

= 

2 =  h = (2)(4)
h = 8 cm
Jadi, bayangan yang terbentuk tegak dengan tinggi
8 cm.

20. Jawaban: a
Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung
selalu maya, tegak, dan diperkecil.

=
=

 

s =

 


= 20 cm

 

24. Jawaban: b
Benda dapat terlihat dengan jelas apabila bayangan
benda tepat di retina dan bersifat terbalik, sejati,
dan diperkecil. Meskipun terbalik, otak menerjemahkannya sebagai bayangan tegak.
25. Jawaban: a
Diketahui:
P = 54 dioptri
s = 2 cm = 0,02 m
Ditanyakan: s
Jawab:

22. Jawaban: c
Diketahui:

n =




nu = 1
fu = 4 cm

na = 
Ditanyakan: fa
Jawab:

1)(

P =  f = 

2)

= +

= 

):(



1) (




=(







=  : 

1) : (






= 

fa =

1)

= 54 






P =  =   = 2 D
Kekuatan lensa kacamata sebesar 2 D.

=   h =  cm
h = 8 cm
Jadi, bayangan tersebut bersifat tegak dengan
tinggi 8 cm.

=(


 

f = 50 cm
= 0,5 m





 

=0

 
 




= +

=     =  

M=

=
 

21. Jawaban: a
Diketahui:
h = 12 cm
s = 30 cm
f = 60 cm
Ditanyakan: sifat dan tinggi bayangan
Jawab:







Jawab:

 


fa = 16
Jarak titik api lensa di dalam air 16 cm.
23. Jawaban: b
Diketahui:
s =~
s = 50 cm
Ditanyakan: P

1)

= 54 50
)

= 4 s = m = 25 cm
Jadi, jarak titik dekat orang tersebut 25 cm.
26. Jawaban: c
Diketahui:

f = 10 cm
sn = 25 cm
mata berakomodasi maksimum
Ditanyakan: M
Jawab:

M =  + 1
 

=   + 1
= 2,5 + 1
M = 3,5 kali
Jadi, perbesaran bayangan yang terjadi 3,5 kali.

Fisika Kelas X

61

27. Jawaban: b
Diketahui:
PP = 25 cm
Pob = 250 dioptri
Pok = 50 dioptri
sob = 0,6 cm
Ditanyakan: Mtotal
Jawab:
1) Perbesaran lensa objektif
Pob = 250 dioptri
fob =


!

=  "
= 0,004 m
= 0,4 cm

!


!

 
 





=
=





=    

!


 

Mob =
2)

!
!

sob =
=

 
 




cm = 1,2 cm

= 2 kali

Perbesaran lensa okuler


Pok = 50 dioptri
fok =




=  "
= 0,02 m
= 2 cm
Untuk mata tidak berakomodasi, bayangan
lensa okuler terletak di tak terhingga.












Mok =
3)





sok = fok = 2 cm




=   = 12,5 kali

 

M = Mob Mok
= (2)(12,5)
= 25 kali
Jadi, perbesaran totalnya adalah 25 kali.

28. Jawaban: c
Diketahui:
Pok = 25 D
d = 84 cm
Ditanyakan: Pob
Jawab:
1) Pok = 25 D

fok =  " = 0,04 m = 4 cm

62

Ulangan Akhir Semester

Saat mata tidak berakomodasi d = fok + fob


d = fok + fob
84 cm = 4 cm + fob
fob = (84 4) cm
fob = 80 cm = 0,8 m

3)

Pob =


!

=  
Pob = 1,25 dioptri
Jadi, kekuatan lensa objektif teropong itu adalah
1,25 dioptri.
29. Jawaban: a
Pada teropong bumi, terdapat 3 lensa cembung,
masing-masing sebagai lensa objektif, lensa
pembalik, dan lensa okuler. Lensa pembalik hanya
untuk membalikkan bayangan yang dibentuk lensa
objektif. Bayangan akhir yang terbentuk bersifat
maya, tegak, dan lebih dekat.


!

2)

30. Jawaban: a
Diketahui:
fob = 2 cm
fok = 6 cm
d = 14,8 cm
s ok = sn = 24 cm
Ditanyakan: Mtot
Jawab:
Oleh karena pengamat berakomodasi maksimum,
maka:
sok =

fok
sok
fok
sok

( 24)(6)

= 24 6 cm
= 4,8 cm
Jarak bayangan lensa objektif:
d = sob + sok
sob = d sok
= (14,8 4,8) cm
= 10 cm
Jarak benda terhadap lensa objektif:
sob =
=

fob
sob
fob
sob
(10)(2)
10 2

cm

= 2,5 cm
Perbesaran mikroskop:
Mtot =

sob
sob

10

sn

(f

ok

24

+ 1)

= 2,5 ( 6 + 1)
= 20 kali
Jadi, perbesaran total mikroskop adalah 20 kali.

B. Uraian
1. Diketahui:

Jawab:
Qserap = Qlepas
maca(Tc Ta) = mz cz (Tz Tc)
(0,5 kg)(4.200 J/kgC)(Tc 20C) = (0,05 kg)(1.050 J/kg
C)(200C Tc)
2.100Tc J/C 42.000 J = 10.500 J 52,5Tc J/C
2.152,5Tc J/C = 421.050 J
$ 
Tc =
$  

= 24,4C

Y = 1010 N/m2
A = 2 mm2 = 2 106 m2
L=1m
F=4N
Ditanyakan: L
Jawab:
Y=






Y=






=  =

  
#   

Jadi, suhu campuran zat dengan air adalah 24,4.


5. Diketahui:



L0 = 100 cm = 1 m
t = 10 menit = 600 s
T = 200C
L = 0,1 cm = 1 103 m
Ditanyakan:
Jawab:
L = L0 T
3
1 10 m = 1 m (200C)

  

L =  =
   
 #   
L = 0,02 mm
Jadi, pertambahan kawat sepanjang 0,02 mm.
2. Diketahui:

A2 = 5A1
F1 = 150 N
Ditanyakan: Ftotal
Jawab:
F1
A1

F2
A2

150
A1

F2
5 A1

F2 = 750 N
Ftotal = 4F2 = 4(750 N) = 3.000 N
Jadi, gaya yang dialami pengisap di dekat bantalan
rem pada keempat roda mobil sebesar 3.000 N.
(Ta)A
(Ta)B
TA
TB
(Tb)A
Ditanyakan: (Tb)B
Jawab:

3. Diketahui:

 ! 
  ! 

 
 

= 180A
= 150B
= 30A
= 20B
= 0A




= 0,5 105/C

= 3 = (3)(0,5 105/C) = 1,5 105/C


Jadi, koefisien muai volume logam sebesar
1,5 105/C.
6. Kalor dari api merambat melalui proses konduksi
pada wajan. Kalor dari wajan berpindah ke minyak.
Minyak pada bagian bawah lebih cepat panas
dibandingkan minyak pada bagian atas. Perbedaan
suhu minyak menyebabkan terjadinya aliran kalor
secara konveksi sehingga seluruh bagian minyak
mendapat kalor yang sama dan mendidih pada
suhu tertentu.
7.

F
 ! 
  ! 
 ! 
 ! 

A
20
P

4.500 30(Tb)B= 3.600 180(Tb)B


150(Tb)B = 900

a.

(Tb)B =  = 6
Jadi, titik tetap bawah termometer B adalah 6B.

b.
c.



4. Diketahui:

Tz = 200C
Ta = 20C
mz = 50 g = 0,05 kg
ma = 500 g = 0,5 kg
c z = 1.050 J/kgC
ca = 4.200 J/gC
Ditanyakan: Tc

d.

B
C

E
D

110

Besar sudut datang di cermin P


20 + A = 90
A = 90 20 A = 70
Besar A = B = 70
Besar C = 90 B
= 90 70
C = 20
Perhatikan segitiga
D

0
11

Fisika Kelas X

63

Jumlah sudut = C + 110 + D


180 = 20 + 110 + D
D = 180 130
= 50
D + E = 90
50 + E = 90
E = 90 50
E = 40
E adalah sudut sinar datang di cermin Q
sehingga E = F = 40.
Jadi, besar sudut sinar pantul di cermin Q
adalah F = 40.

e.

f.
g.

8. Diketahui:
Ditanyakan
Jawab:

=  =

 
 
 

=  
s =

P = 40 D

f =

=  "
= 0,025 m = 2,5 cm
c.

M =  + 1
 

=   + 1 = 10 + 1
M = 11 kali
Jadi, perbesaran yang terjadi 11 kali.
10. Diketahui:

f = 20 cm
s = 45 cm
s

b.

d = 21,4 cm
fob = 4 mm = 0,4 cm
fok = 5 cm
Ditanyakan: sob
Jawab:
a. Saat mata tidak berakomodasi, pada lensa
okuler sok = fok = 5 cm
b.

 


= 36 cm

M=

 

=   = 0,8
Jadi, bayangan benda terletak 36 cm dari lensa
dengan perbesaran 0,8 kali.
P = 40 D
d = 4 cm
sn = 25 cm
Ditanyakan: M
Jawab:
a. Untuk mata berakomodasi maksimum, jarak
mata dengan lup diabaikan sehingga d ~ 0.

c.

Pada mikroskop berlaku


d = sob + sok = sob + fok
sob = d sok
= 21,4 cm 5 cm
= 16,4 cm

!


!

!

=    

=  

9. Diketahui:

64

Ulangan Akhir Semester

sob =

 


= 0,41 cm
Jadi, jarak benda dengan lensa objektif harus
sejauh 0,41 cm.

Fisika Kelas X

177

:
:
:
:

Bersyukur kepada
Tuhan yang telah
menciptakan benda
dengan segala karakteristiknya.
Memanfaatkan bahanbahan elastis yang
telah diciptakan Tuhan
untuk kepentingan
makhluk hidup.

Indikator
Elastisitas dan Hukum
Hooke
Mengenal Elastisitas
Hukum Hooke

Materi Pembelajaran

Mengamati penggunaan
benda elastis dalam kehidupan.
Menentukan modulus
elastisitas melalui percobaan.
Mengamati perbedaan
benda elastis dan benda
plastis.
Mengamati pengaruh
gaya terhadap pertambahan panjang pegas.
Menentukan konstanta
pegas melalui percobaan
hukum Hooke.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

9 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
2. Buku PG PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
3. Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Fisika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan
keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya
terhadap kebesaran Tuhan
yang menciptakannya.
1.2 Menyadari
kebesaran
Tuhan yang mengatur
karakteristik
fenomena
gerak, fluida, kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Elastisitas dan Hukum Hooke

178

Silabus

4.1 Menyajikan hasil pengukuran


besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.6 Mengolah dan menganalisis
hasil percobaan tentang sifat
elastisitas suatu bahan.

3.6 Menganalisis sifat elastisitas


bahan dalam kehidupan
sehari-hari.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif,
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu
dan kelompok dalam aktivitas sehari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan
berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
tentang sifat elastisitas suatu bahan.

Menjelaskan elastisitas, regangan, dan


tegangan.
Menjelaskan elastisitas.
Menjelaskan hukum
Hooke.
Menjelaskan persamaan susunan pegas
seri dan paralel.

Bersikap teliti, cermat,


penuh rasa ingin tahu,
bertanggung jawab
dalam melakukan
kegiatan.
Menghargai pendapat
teman dalam melakukan kegiatan.

Indikator

Materi Pembelajaran

Mengamati perbedaan
susunan pegas seri dan
paralel.

Pembelajaran

Tes Unjuk Kerja


Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas

Tes Tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Fisika Kelas X

179

:
:
:
:

Menyadari adanya
keteraturan
pada
kelarutan berbagai
jenis zat sebagai
wujud
kebesaran
Tuhan Yang Maha
Esa.
Menyadari kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa
yang telah mengatur
fluida sehingga dapat
berguna bagi kehidupan manusia dan dapat
diaplikasikan dalam
kehidupan seharihari.

Indikator
Fluida Statis
Konsep Fluida Statis
Penerapan Fluida
Statis

Materi Pembelajaran

Menentukan
tekanan
hidrostatis dalam suatu
bejana.
Mengukur tekanan hidrostatis zat cair menggunakan pipa U.
Mengetahui
gaya
Archimedes suatu benda
dan massa jenis benda.
Membuat simulasi kapal
selam dengan botol minuman.
Mengamati keadaan air
dalam sedotan minuman
dalam berbagai keadaan.
Mendiskusikan penggunaan sistem hidrolik dan
sistem kerja kapal selam.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

18 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
2. Buku PG PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
3. Buku referensi: Seri
Kegiatan Sains:
Panas dan Energi,
Pakar Raya
4. Media elektronik
(inernet)

Sumber Belajar

Fisika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.2 Menyadari kebesaran Tuhan


yang mengatur karakteristik
fenomena gerak, fluida,
kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Fluida Statis

180

Silabus

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang
memanfaatkan sifat-sifat
fluida untuk mempermudah
suatu pekerjaan.

3.7 Menerapkan hukum-hukum


pada fluida statis dalam
kehidupan sehari-hari.

2.4 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif,
inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan
percobaan, melaporkan, dan
berdiskusi.
2.5 Menghargai kerja individu
dan kelompok dalam aktivitas sehari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan
berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
percobaan sifat-sifat
fluida.

Menghitung tekanan
hidrostatis
dalam
suatu bejana.
Menghitung tekanan
hidrostatis zat cair
pada pipa U.
Menghitung
gaya
Archimedes
dan
massa jenis suatu
benda.
Menjelaskan berbagai
peralatan
yang
menerapkan konsep
fluida statis.

Menunjukkan perilaku
ilmiah dalam melakukan berbagai kegiatan
dalam materi fluida
statis.
Menghargai hasil karya
teman baik secara
individu ataupun kelompok.

Indikator

Materi Pembelajaran

Membuat peraga sistem


hidrolik secara berkelompok.

Pembelajaran

Tes Unjuk Kerja


Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas
Tugas Proyek
Penilaan produk
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Fisika Kelas X

181

:
:
:
:

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif,
inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan
berdiskusi.

Teliti dalam melakukan pembacaan skala,


cermat dan bertanggung
jawab dalam melakukan percobaan, serta
tekun dalam menyusun
laporan.

Mensyukuri nikmat
Tuhan dengan diciptakannya konduktor
serta isolator untuk
mempermudah kehidupan.
Memanfaatkan pengetahuan tentang suhu
dan kalor sebagai
wujud syukur kepada
Tuhan.

Indikator
Suhu dan Kalor
Suhu
Pemuaian Benda
Kalor
Perpindahan Kalor

Materi Pembelajaran

Melakukan eksplorasi
suhu dengan alat peraba.
Melakukan kalibrasi skala
termometer.
Melakukan eksplorasi
pemuaian gas menggunakan balon.
Menentukan koefisien
muai panjang suatu bahan
melalui percobaan.
Melakukan pengamatan
untuk menentukan pengaruh waktu pemanasan
terhadap kenaikan suhu.
Menentukan kalor jenis
benda padat melalui
percobaan.
Melakukan pengamatan
peristiwa
konveksi,
konduksi, dan radiasi
dalam kehidupan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi

1. Buku PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
2. Buku PG PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
3. Buku Referensi:
Materi Fisika: Volume 3 Kalor, Pakar
raya
4. Alat dan bahan
yang digunakan
untuk melakukan
pengamatan penentuan koefisien muai
panjang logam
5. Alat dan bahan
yang digunakan
untuk pengamatan
penentuan kalor
jenis logam

Sumber Belajar

Fisika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan
keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya
terhadap kebesaran Tuhan
yang menciptakannya.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan
yang mengatur karakteristik
fenomena gerak, fluida,
kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Suhu dan Kalor

182

Silabus

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk
menyelidiki karakteristik
termal suatu bahan terutama
kapasitas dan konduktivitas
kalor.

3.8 Menganalisis pengaruh kalor


dan perpindahan kalor pada
kehidupan sehari-hari

2.2 Menghargai kerja individu


dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan data hasil


percobaan koefisien
muai panjang suatu
bahan.
Menyajikan data hasil
percobaan kalor jenis
benda padat.

Menjelaskan konsep
suhu.
Melakukan kalibrasi
termometer.
Menjelaskan konsep
pemuaian pada benda
padat dan gas.
Menjelaskan konsep
asas Black dalam kesetimbangan termal.
Menjelaskan konsep
perpindahan suhu pada
kehidupan seharisehari.
Menjelaskan manfaat
konduktor dan isolator dalam kehidupan.

Menghargai kerja
individu dan kelompok
dalam melaksanakan
percobaan.

Indikator
Mater Pembelajaran

Melakukan kegiatan dan


berdiskusi untuk menentukan macam-macam bahan
konduktor dan isolator.

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur

Tes Tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

6. Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Fisika Kelas X

183

:
:
:
:

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif,
inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan
berdiskusi.

Mensyukuri diciptakannya mata manusia


sebagai indra penglihat.

Menjaga kesehatan
mata sebagai wujud
syukur kepada Tuhan.

Berperilaku
teliti,
objektif, memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi,
cermat, jujur, dan berhari-hari dalam menyelesaikan masalah.

Indikator
Alat-Alat Optik
Pemantulan dan
Pembiasan Cahaya
Alat-Alat Optik

Materi Pembelajaran

Menyelidiki pemantulan
dan pembiasan cahaya
melalui kegiatan pengamatan dan diskusi.
Menyelidiki jumlah bayangan
pada susunan dua buah
cermin datar melalui kegiatan pengamatan dan
diskusi.
Mendiskusikan pemantulan
cahaya pada cermin datar
dan cermin lekung.
Menyelidiki pembiasan
cahaya pada kaca plan
paralel melalui kegiatan
pengamatan dan diskusi.
Mendiskusikan hukum
pembiasan cahaya dan
terjadinya pemantulan
sempurna.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

18 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
2. Buku PG PR Fisika
Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
3. Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Fisika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, sertamenunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan
keteraturan dan kompleksitas
alam dan jagat raya terhadap
kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan
yang mengatur karakteristik
fenomena gerak, fluida,
kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Alat-Alat Optik

184

Silabus

3.9 Menganalisis cara kerja alat


optik menggunakan sifat
pencerminan dan pembiasan
cahaya oleh cermin dan
lensa

2.2 Menghargai kerja individu


dan kelompok dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan
berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan pemantulan dan pembiasan


cahaya.
Menentukan jumlah
bayangan
pada
susunan dua buah
cermin.
Menganalisis pemantulan cermin datar dan
cermin lekung.
Menjelaskan hukum
pembiasan cahaya
dan terjadinya pemantulan sempurna.
Menganalisis pembentukan bayangan
pada cermin datar dan
cermin lengkung.
Menjelaskan penggunaan alat-alat optik
dalam
kehidupan
sehari-hari.
Menjelaskan mata
manusia, gangguan
penglihatan mata, dan
kaca mata yang digunakan.
Menjelaskan pembentukan bayangan
pada lup dan perbesaran bayangannya.
Menjelaskan prinsip
kerja mikroskop dan
perbesaran bayangannya.

Menghargai kerja individu dan kelompok,


serta bertanggung
jawab dalam aktivitas
sehari-hari.

Indikator

Materi/Submateri
Pokok

Mendiskusikan pembiasan
cahaya pada lenca cembung
dan lensa cekung.
Mengamati pengunaan
alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari.
Mendiskusikan mata manusia, gangguan penglihatan
pada mata, dan kacamata
yang digunakan untuk
mengatasi
gangguan
penglihatan.
Menyelidiki prinsip kerja
mikroskop melalui kegiatan pengamatan dan diskusi
Mendiskusikan prinsip
kerja teropong.
Menyelidiki prinsip kerja
kamera melalui kegiatan
pengamatan dan diskusi.
Merancang dan membuat
teropong sederhana

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Fisika Kelas X

185

4.9 Menyajikan ide/rancangan


sebuah alat optik dengan
menerapkan prinsip pemantulan dan pembiasan pada
cermin dan lensa.

Kompetensi Dasar

Membuat teropong
sederhana.

Menjelaskan prinsip
kerja teropong dan perbesaran bayangannya.
Menjelaskan prinsip
kerja kamera dan perbesaran bayangannya.

Indikator

Materi Pembelajaran
Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan
dan tugas
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
prosedur
Tugas Proyek
Penilaian produk
Rubrik

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok
Alokasi Waktu

A.

:
:
:
:
:

SMA/MA
Fisika
X/2
Fluida Statis
18 45 menit (7 kali tatap muka)

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor, dan optik.
Indikator:

Menyadari adanya keteraturan pada kelarutan berbagai jenis zat sebagai wujud kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa.

Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengatur fluida sehingga dapat berguna
bagi kehidupan manusia dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
Indikator:
Menunjukkan perilaku ilmiah dalam melakukan berbagai kegiatan dalam materi fluida statis.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
Indikator:
Menghargai kerja individu dan kelompok dalam melakukan percobaan dan aktivitas sehari-hari.
3.7 Menerapkan hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator:

Menghitung tekanan hidrostatis dalam suatu bejana.

Menghitung tekanan hidrostatis zat cair pada pipa U.

Menghitung gaya Archimedes dan massa jenis suatu benda.

Menjelaskan berbagai peralatan yang menerapkan konsep fluida statis.


4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
Indikator:

Menyajikan laporan hasil percobaan tekanan hidrostatis.

Menyajikan laporan hasil percobaan tekanan hidrostatis pada pipa U.

Menyajikan laporan hasil percobaan gaya Archimedes.


4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida untuk mempermudah
suatu pekerjaan.
Indikator:
Merencanakan dan membuat alat peraga yang memanfaatkan prinsip kerja sistem hidrolik menggunakan
peralatan sehari-hari.

B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menghitung tekanan hidrostatis dalam suatu bejana.
2. Siswa mampu menghitung tekanan hidrostatis zat cair pada pipa U.
3. Siswa mampu menghitung gaya Archimedes dan massa jenis suatu benda.

186

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

4.
5.
6.
7.
8.

Siswa mampu menjelaskan berbagai peralatan yang menerapkan konsep fluida statis.
Siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan tekanan hidrostatis.
Siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan tekanan hidrostatis pada pipa U.
Siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan gaya Archimedes.
Siswa mampu merencanakan dan membuat alat peraga yang memanfaatkan prinsip kerja sistem hidrolik
menggunakan peralatan sehari-hari.

C.

Materi Pembelajaran

Konsep Fluida Statis

Penerapan Fluida Statis

D.

Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran

E.

1.

Pendekatan Pembelajaran
Scientific Approach

2.

Model Pembelajaran
a. Problem Based Learning
b. Discovery
c. Inquiry
d. Project Based Learning

3.

Metode Pembelajaran
a. Diskusi
b. Eksperimen
c. Tanya jawab
d. Demonstrasi
e. Latihan
f. Proyek

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
a. Power point
b. Gambar
c. Animasi Pembelajaran

2.

Alat dan Bahan


a. Botol air kemasan 1,5 L
b. Solder
c. Selotip
d. Penggaris
e. Air
f. Pipa U dan dudukannya
g. Kertas grafik (millimeter block)
h. Zat cair (air, oli, dan minyak goreng)
i. Corong
j. Gelas kimia
k. Neraca pegas
l. 5 buah batu berukuran berbeda
m. Botol plastik
n. Bak air

Fisika Kelas X

187

3.

F.

Sumber Belajar
a. Buku Guru Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara
b. Buku Siswa Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara
c. PR Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
d. PG Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
e. Internet

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 x 45 menit)
1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang tegangan permukaan zat cair melalui gambar pada apersepsi, yaitu serangga yang
mampu berjalan di atas air.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
Mengapa serangga mampu berjalan di atas air?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menumbuhkan pemahaman siswa tentang konsep
fluida statis. Guru menjelaskan bahwa pembahasan pada bab ini meliputi konsep fluida statis dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

2.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Siswa mendiskusikan prinsip kerja dongkrak hidrolik dan kapal selam pada Tantangan Berpikir
secara berkelompok. Guru melakukan penilaian sikap siswa. Guru mengarahkan siswa agar terbuka
dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan
atau pendapat.
b. Siswa membacakan hasil diskusi kelompok tentang prinsip kerja dongkrak hidrolik dan kapal selam.
c. Guru membahas hasil diskusi siswa dan meluruskan pemahaman siswa. Selanjutnya, guru memimpin
diskusi kelas tentang tekanan dan tekanan hidrostatis pada zat cair.
d. Siswa melaksanakan Praktikum: Tekanan Hidrostatis dan Praktikum: Tekanan Hidrostatis pada
Pipa U secara berkelompok. Guru melakukan penilaian sikap dan penilaian unjuk kerja terhadap
siswa. Anjurkan siswa agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium dan
mengembalikannya ke tempat semula setelah selesai digunakan. Guru mengarahkan siswa agar
terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam mengajukan
pertanyaan atau pendapat.
e. Guru meminta setiap kelompok mengumpulkan laporan praktikum sementara kemudian membahas
hasil kerja siswa. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan resmi secara individu pada pertemuan
selanjutnya.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali kesimpulan hasil percobaan. Sebelum
menutup pembelajaran, guru menjelaskan tugas proyek yang harus dikerjakan siswa pada bab fluida
statis, yaitu membuat alat peraga yang memanfaatkan prinsip kerja sistem hidrolik. Guru menekankan
siswa agar selalu bekerja sama dengan kelompoknya dalam mengerjakan tugas proyek serta selalu
berkonsultasi tentang kemajuan tugas proyeknya. Ingatkan siswa bahwa penilaian tugas proyek meliputi
perencanaan, proses pembuatan, dan penilaian produk.
Pertemuan II (3 x 45 menit)

1.

188

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan laporan Praktikum: Tekanan Hidrostatis dan Praktikum: Tekanan
Hidrostatis pada Pipa U. Selanjutnya guru melanjutkan pembelajaran tentang tekanan mutlak, tegangan
permukaan, kapilaritas, dan viskositas.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

a.

Pemusatan perhatian:
1) Mengingatkan kembali tentang tegangan permukaan zat cair.
2) Mendiskusikan peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari.

b.

Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:


1) Guru menanyakan kembali persamaan tekanan hidrostatis pada siswa kemudian menanyakan
bagaimana cara menghitung tekanan gas?
2) Bagaimanakah cara menghitung tegangan permukaan zat cair?
3) Bagaimanakah cara menghitung kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler?

c.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu membahas tekanan mutlak, tegangan permukaan zat
cair, kapilaritas, dan viskositas.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Guru memimpin diskusi kelas membahas tekanan mutlak pada gas dan persamaan tegangan
permukaan zat cair.
b. Siswa melakukan kegiatan pada Tugas Kelompok tentang kapilaritas. Guru melakukan penilaian
sikap dan penilaian unjuk kerja terhadap siswa. Guru mengarahkan siswa agar terbuka dan kritis
saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan atau
pendapat.
c. Siswa membacakan hasil Tugas kelompok di depan kelas. Guru membahas hasil diskusi siswa
kemudian menjelaskan persamaan kapilaritas.
d. Guru melanjutkan pembelajaran tentang viskositas melalui diskusi kelas. Guru meminta siswa
menggambarkan gaya-gaya yang bekerja pada benda saat melewati fluida. Guru membahas
persamaan viskositas pada fluida.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran kemudian menanyakan kemajuan tugas proyek siswa. Guru
meminta siswa mengerjakan soal-soal pada Latihan 1 sebagai latihan di rumah.
Pertemuan III (3 x 45 menit)

1.

2.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


a.

Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang dongkrak hidrolik untuk mengangkat mobil. Dongkrak hidrolik merupakan peralatan
yang memanfaatkan hukum Pascal.
Diskusi tentang peristiwa terapung, tenggelam, dan melayang.

b.

Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:


1) Bagaimanakah bunyi hukum Pascal?
2) Mengapa manusia dapat terapung di Laut Mati?

c.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari hukum-hukum fluida statis.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Diskusi kelas tentang hukum Pascal dan hukum Archimedes. Guru membahas prinsip kerja dongkrak
hidrolik dan persamaannya, kemudian menjelaskan peristiwa terapung di Laut Mati. Guru menjelaskan
bunyi hukum Pascal dan hukum Archimedes.
b. Siswa melaksanakan Praktikum: Gaya Archimedes secara berkelompok di ruang laboratorium.
Guru melakukan penilaian sikap dan penilaian unjuk kerja terhadap siswa. Anjurkan siswa agar
berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium dan mengembalikannya ke tempat semula
setelah selesai digunakan. Guru mengarahkan siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi,
menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat.
c. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara praktikum kemudian membahas hasil
praktikum siswa.

Fisika Kelas X

189

d.

3.

Guru memberikan Tugas Individu kepada siswa untuk membuat kliping penerapan fluida statis.
Tugas ini dikumpulkan pada pertemuan terakhir bersama dengan presentasi tugas proyek siswa.
Guru meminta siswa mengerjakan Latihan 2 sebagai latihan di rumah.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran kemudian menanyakan kemajuan tugas proyek siswa. Guru
memberikan saran dan bimbingan tentang kemajuan tugas proyek.
Pertemuan IV (3 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


a.
b.
c.

Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang penerapan fluida statis dalam kehidupan sehari-hari.
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
Mengapa air dapat terangkat melewati sedotan sehingga dapat Anda minum?
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu membahas penerapan hukum fluida statis.

2.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Diskusi kelas tentang terangkatnya air melalui sedotan saat minum. Guru melakukan penilaian
sikap siswa. Guru mengarahkan siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat
orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat. Guru membahas hasil diskusi
dan meluruskan pemahaman siswa tentang proses minum menggunakan sedotan.
b. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian memberi tugas kepada tiap-tiap
kelompok untuk mendiskusikan penerapan hukum Pascal dan hukum Archimedes, kemudian mempresentasikannya di depan kelas secara bergantian.
c. Siswa mempresentasikan penerapan hukum Pascal meliputi dongkrak hidrolik, dongkrak hirolik
pengangkat mobil, dan rem hidrolik. Adapun presentasi penerapan hukum Archimedes meliputi
hidrometer, kapal laut, kapal selam, dan balon udara. Guru mengarahkan siswa agar berani mengajukan pertanyaan dan berpendapat, serta sopan dalam menyampaikannya. Guru melakukan penilaian
sikap terhadap siswa.
d. Guru membahas hasil presentasi siswa dan meluruskan pemahaman siswa apabila belum sesuai
dengan yang diharapkan.
e. Guru membahas aplikasi dongkrak hidrolik yaitu kursi pasien dokter gigi yang terdapat pada fitur
Mari Bersahabat dengan Teknologi.
f. Guru meminta siswa untuk mempelajari kembali hukum Pascal dengan mempelajari animasi
pembelajaran yang terdapat pada fitur Mari Berselancar di Internet.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Guru
memantau perkembangan tugas proyek siswa dan memberikan bimbingan bagi kelompok yang
membutuhkan.
Pertemuan V (2 x 45 menit)

1.

190

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang prinsip kerja kapal selam.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
Bagaimanakah mekanisme kapal selam sehingga dapat terapung, tenggelam, atau melayang?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu membuktikan prinsip kerja kapal selam.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Siswa melakukan Tugas Kelompok menyelidiki prinsip kerja kapal selam. Guru melakukan penilaian
sikap dan penilaian unjuk kerja terhadap siswa. Guru mengarahkan siswa agar bekerja sama dalam
melakukan pekerjaan, terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan
sopan dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat.
b. Guru membahas laporan hasil tugas kelompok siswa.
c. Guru mengarahkan siswa agar mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa dengan mempelajari dan
membuat berbagai inovasi yang berhubungan dengan fluida statis.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Guru
memantau perkembangan tugas proyek siswa dan mengingatkan bahwa tugas proyek dipresentasikan
pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan VI (2 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


Siswa mengumpulkan Tugas Individu pembuatan kliping penerapan fluida statis. Guru meminta setiap
kelompok untuk mempersiapkan proyek yang akan mereka presentasikan. Guru menjelaskan langkahlangkah presentasi.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


Siswa mempresentasikan hasil tugas proyek. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk
mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai proyek yang dipresentasikan. Guru melakukan penilaian
proyek.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru memberikan penghargaan kepada tiap-tiap kelompok yang telah melaksanakan proyek dengan
baik. Hasil proyek (produk) disimpan di ruang laboratorium sebagai inventaris. Guru menginformasikan
pelaksanaan ulangan harian fluida statis.
Pertemuan VII (2 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


Guru membuka pelajaran, kemudian menjelaskan sistematika ulangan harian.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


Ulangan harian siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru membahas sekilas soal-soal ulangan harian.

G. Penilaian
1.

Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tets Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Panduan Penyusunan Portofolio

Proyek

Penilaian Produk dan Rubrik

Fisika Kelas X

191

2.

Contoh Instrumen
a.

Lembar Pengamatan Sikap


No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

b.

192

1.

Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha


Esa yang telah mengatur fluida sehingga
dapat berguna bagi kehidupan manusia
dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari.

2.

Menunjukkan perilaku ilmiah dalam


melakukan berbagai kegiatan dalam materi
fluida statis.

3.

Menghargai kerja individu dan kelompok


dalam melakukan percobaan dan aktivitas
sehari-hari.

Keterangan
1

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha


Esa yang telah mengatur fluida sehingga
dapat berguna bagi kehidupan manusia dan
dapat diaplikasikan dalam kehidupan seharihari.

3 : bersyukur terhadap kebesaran Tuhan yang telah


mengatur fluida sehingga dapat berguna bagi kehidupan
dibuktikan dengan rajin beribadah, rajin belajar, dan
bersemangat dalam mengembangkan teknologi tentang
penerapan fluida statis.
2 : menunjukkan rasa syukur dengan rajin beribadah, tetapi
belum secara eksplisit menunjukkan rasa syukur
terhadap kebesaran Tuhan yang telah mengatur fluida
misalnya kurang berminat mempelajari fluida atau belum
bersemangat dalam mengembangkan teknologi.
1 : tidak menunjukkan rasa syukur atau minat terhadap
kebesaran Tuhan yang telah mengatur fluida statis yaitu
malas beribadah, malas belajar, dan tidak berminat
mengembangkan teknologi fluida statis.

2.

Menunjukkan perilaku ilmiah dalam melakukan berbagai kegiatan dalam materi fluida
statis.

3 : teliti dan cermat dalam melakukan percobaan, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak bertanya,
antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok, berani
mengemukakan pendapat dan tidak takut salah.
2 : kurang teliti dan cermat dalam melakukan percobaan,
menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut atau ragu dalam mengungkapkan pertanyaan
atau pendapat.
1 : tidak teliti dan cermat dalam melakukan percobaan, tidak
menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat
aktif dalam kegiatan kelompok meskipun telah didorong
untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan pertanyaan atau pendapat.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

3.

Menghargai kerja individu dan kelompok


dalam melakukan percobaan dan aktivitas
sehari-hari.

3 : menghargai pendapat teman, sopan dalam mengemukakan pendapat, dan tidak memaksakan pendapatnya
dalam berdiskusi.
2 : menghargai pendapat teman, tidak memaksakan
pendapatnya dalam berdiskusi, tetapi kurang sopan
dalam mengemukakan pendapat.
1 : tidak menghargai pendapat teman, memaksakan pendapat dalam berdiskusi, kurang sopan dalam menyampaikan pendapat, atau tidak berpartisipasi dalam kegiatan
diskusi.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

Fisika Kelas X

193

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

SMA/MA
Fisika
X/2
Alat-Alat Optik
18 45 menit (7 kali tatap muka)

A.

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor, dan optik.
Indikator:
Mengagumi dan mensyukuri kebesaran Tuhan yang telah menciptakan mata manusia sebagai indra
penglihatan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
Indikator:
Berperilaku teliti, objektif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, jujur, dan berhati-hati dalam
menyelesaikan permasalahan.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
Indikator:
Menghargai kerja individu dan kelompok, serta bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari.
3.9 Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pemantulan dan pembiasan cahaya oleh cermin
dan lensa.
Indikator:

Menjelaskan pemantulan dan pembiasan cahaya.

Menentukan jumlah bayangan pada susunan dua buah cermin datar.

Menjelaskan pemantulan cahaya pada cermin datar dan cermin lengkung.

Menganalisis hukum pembiasan cahaya dan terjadinya pemantulan sempurna.

Menganalisis pembentukan bayangan pada cermin datar dan cermin lengkung.

Menjelaskan penggunaan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelaskan mata manusia, gangguan penglihatan mata, dan menentukan kacamata yang
digunakan.

Menjelaskan pembentukan bayangan pada lup dan menentukan perbesaran bayangannya.

Menjelaskan prinsip kerja mikroskop dan menentukan perbesaran bayangannya.

Menjelaskan prinsip kerja teropong dan pembentukan bayangannya.

Menjelaskan prinsip kerja kamera dan pembentukan bayangannya.


4. 9 Menyajikan ide/rancangan sebuah alat optik dengan menerapkan prinsip pemantulan dan pembiasan
pada cermin dan lensa.
Indikator:
Membuat teropong sederhana.

B.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini:
1. Siswa mampu menjelaskan pemantulan dan pembiasan cahaya.
2. Siswa mampu menentukan jumlah bayangan pada susunan dua buah cermin datar.
3. Siswa mampu menjelaskan pemantulan cahaya pada cermin datar dan cermin lengkung.
4. Siswa mampu menjelaskan hukum pembiasan cahaya dan terjadinya pemantulan sempurna.
5. Siswa mampu menjelaskan pembentukan bayangan pada cermin datar dan cermin lengkung.

194

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

6. Siswa mampu menjelaskan penggunaan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari.


7. Siswa mampu menjelaskan mata manusia, gangguan penglihatan mata, dan menentukan kacamata
yang digunakan.
8. Siswa mampu menjelaskan pembentukan bayangan pada lup dan menentukan perbesaran bayangannya.
9. Siswa mampu menjelaskan prinsip kerja mikroskop dan menentukan perbesaran bayangannya.
10 Siswa mampu menjelaskan prinsip kerja teropong dan pembentukan bayangannya.
11 Siswa mampu menjelaskan prinsip kerja kamera dan pembentukan bayangannya.
12 Siswa mampu mencipta teropong sederhana.
C.

Materi Pembelajaran

Pemantulan dan Pembiasan Cahaya

Alat-Alat Optik

D.

Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran

E.

1.

Pendekatan Pembelajaran
Scientific Approach

2.

Model Pembelajaran
a. Problem Based Learning
b. Discovery
c. Inquiry
d. Project Based Learning

3.

Metode Pembelajaran
a. Diskusi
b. Eksperimen
c. Tanya jawab
d. Demonstrasi
e. Latihan
f. Proyek

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
a. Power point
b. Gambar
c. Video

2.

Alat dan Bahan


a. Kaca jendela ruangan
b. Cermin datar
c. Senter
d. Laser pointer
e. Kaca plan paralel
f. Busur derajat
g. Kacamata
h. Lup
i. Kertas HVS
j. Mikroskop
k. Kamera

3.

Sumber Belajar
a. Buku Guru Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara
b. Buku Siswa Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara
c. PR Fisika X Semester 2, Intan Pariwara
d. PG Fisika X Semester 2, Intan Pariwara
e. Internet

Fisika Kelas X

195

F.

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 x 45 menit)
1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang Observatorium Bosscha, laboratorium astronomi terlengkap se-Asia Tenggara.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
Dapatkah Anda membuat salah satu alat optik setelah mempelajari bab ini?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menumbuhkan pemahaman siswa tentang prinsip
utama alat-alat optik, yaitu memanfaatkan prinsip pencerminan dan pembiasan cahaya. Guru
menganjurkan siswa untuk mempelajari kembali pemantulan dan pembiasan cahaya sebelum
membahas alat-alat optik.

2.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Siswa melakukan kegiatan pada Tantangan Berpikir secara berkelompok untuk menyelidiki
pemantulan dan pembiasan cahaya. Selanjutnya, siswa melaksanakan Tugas Kelompok menyelidiki
pemantulan teratur dan pemantulan baur. Guru melakukan penilaian sikap siswa. Guru mengarahkan
siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam
mengajukan pertanyaan atau pendapat.
b. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam tantangan berpikir secara berkelompok.
c. Guru membahas hasil diskusi siswa dan meluruskan pemahaman siswa tentang pemantulan teratur,
pemantulan baur, dan hukum pemantulan cahaya.
d. Guru memimpin diskusi kelas tentang pemantulan cahaya pada cermin datar kemudian memberikan
Tugas Individu menyelidiki jumlah bayangan pada susunan dua buah cermin sebagai pekerjaan
rumah siswa.
e. Guru memimpin diskusi kelas tentang pemantulan cahaya pada cermin cembung, cermin cekung,
dan cermin gabungan beserta perbesaran bayangan yang dihasilkan.
f. Guru menjelaskan penggunaan dalil Esbach dalam menentukan sifat bayangan berdasarkan
penomoran ruang.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Guru
menjelaskan tugas proyek yang harus dikerjakan siswa yaitu mencipta teropong sederhana. Guru
menekankan siswa agar selalu bekerja sama dengan kelompoknya dalam mengerjakan tugas proyek
serta selalu berkonsultasi tentang kemajuan tugas proyeknya. Ingatkan bahwa penilaian tugas proyek
meliputi perencanaan, proses pembuatan, dan penilaian produk.
Pertemuan II (2 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan Tugas Individu menentukan jumlah bayangan pada susunan dua
buah cermin kemudian membahasnya. Selanjutnya guru melanjutkan pembelajaran tentang pembiasan
cahaya.
a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang peristiwa pembiasan cahaya misalnya sendok yang terlihat bengkok ketika berada
di medium air dan udara atau kolam terlihat lebih dangkal daripada keadaan sebenarnya.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
1) Mengapa sendok terlihat bengkok ketika berada di dua medium?
2) Bagaimana arah rambat cahaya ketika melewati medium yang berbeda?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menumbuhkan pemahaman siswa tentang pembiasan
cahaya.

2.

Kegiatan Inti (65 menit)


a. Siswa melakukan kegiatan pada Tantangan Berpikir secara berkelompok untuk menyelidiki
pembiasan cahaya pada kaca plan paralel. Guru melakukan penilaian sikap siswa. Guru mengarahkan
siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam
mengajukan pertanyaan atau pendapat.

196

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

b.
c.
d.
e.

3.

Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam tantangan berpikir secara berkelompok.


Guru membahas hasil diskusi siswa dan meluruskan pemahaman siswa tentang hukum pembiasan
cahaya pada kaca planparalel dan indek bias cahaya.
Guru memberikan Tugas Individu terjadinya pemantulan sempurna sebagai pekerjaan rumah siswa.
Guru memimpin diskusi kelas tentang pembiasan cahaya pada lensa cembung, lensa cekung, dan
lensa gabungan. Selanjutnya, guru memberikan Tugas Individu proses pembentukan bayangan
pada lensa cembung dan lensa cekung sebagai tugas rumah.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran kemudian menanyakan kemajuan tugas proyek siswa. Guru
meminta siswa mengerjakan soal-soal pada Latihan 1 sebagai latihan di rumah.
Pertemuan III (3 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan Tugas Individu pemantulan sempurna dan pembentukan bayangan
pada lensa kemudian membahasnya. Selanjutnya guru melanjutkan pembelajaran tentang alat-alat optik.
a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang mata sebagai indera penglihatan ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa dan alat-alat
optik di sekitar kita.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada Tantangan Berpikir sebagai motivasi dan apersepsi:
1) Mengapa manusia memerlukan alat optik?
2) Bagaimanakah prinsip kerja alat-alat optik?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari dengan tuntas jenis-jenis alat optik.

2.

Kegiatan Inti (95 menit)


a. Guru membahas pertanyaan yang terdapat pada Tantangan Berpikir bersama siswa. Selanjutnya
guru membagi siswa secara berkelompok untuk menyelidiki mata manusia.
b. Siswa melaksanakan Tugas Kelompok tentang mata dan kacamata. Guru melakukan penilaian
sikap siswa. Guru mengarahkan siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat
orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat.
c. Siswa mempresentasikan tugas kelompok di depan kelas.
d. Guru membahas hasil tugas kelompok siswa kemudian menjelaskan gangguan penglihatan pada
mata. Guru menjelaskan contoh soal tentang gangguan penglihatan pada mata.
e. Guru mendiskusikan fitur Pembiasaan yang harus dilakukan agar mata tetap sehat. Guru juga
membahas fitur Sebaiknya Anda Tahu tentang penggunaan lensa kontak dan bahayanya apabila
perawatan yang dilakukan tidak benar.
f. Guru memberikan Tugas Individu bagian-bagian mata manusia sebagai tugas rumah.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran kemudian menanyakan kemajuan tugas proyek siswa. Guru
memberikan saran dan bimbingan tentang kemajuan tugas proyek.
Pertemuan IV (3 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan Tugas Individu bagian-bagian mata manusia kemudian membahasnya. Selanjutnya, guru melanjutkan pembelajaran alat-alat optik lup dan mikroskop di ruang laboratorium.
a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang penggunaan lup untuk mereparasi jam dan pengunaan mikroskop untuk mengamati
sel.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
1) Dapatkah mata manusia melihat dengan jelas benda-benda renik?
2) Bagaimanakah prinsip kerja lup dan mikroskop sehingga dapat memperbesar bayangan benda?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari prinsip kerja lup dan mikroskop.

Fisika Kelas X

197

2.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Siswa melakukan kegiatan Tugas Kelompok menyelidiki prinsip kerja lup. Setelah selesai, siswa
melakukan Tugas Kelompok menyelidiki bagian-bagian mikroskop dan fungsinya. Guru melakukan
penilaian sikap siswa. Guru mengarahkan siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai
pendapat orang lain, dan sopan dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat.
b. Siswa mendiskusikan prinsip kerja lup dan mikroskop secara berkelompok kemudian mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
c. Guru membahas hasil diskusi siswa kemudian menjelaskan perbesaran anguler pada lup.
d. Guru memberikan Tugas Individu proses pembentukan bayangan saat mata tidak berakomodasi
sebagai tugas rumah.
e. Guru memimpin diskusi kelas tentang prinsip kerja mikroskop dan perbesaran bayangannya. Guru
menjelaskan bahwa lensa okuler pada mikroskop berfungsi sebagai lup.
f. Guru menjelaskan nanoskop mikrosfer yang dapat digunakan untuk mengamati virus pada fitur
Mari Bersahabat dengan Teknologi.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Guru
memantau perkembangan tugas proyek siswa dan memberikan bimbingan bagi kelompok yang
membutuhkan.
Pertemuan V (3 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan Tugas Individu pembentukan bayangan pada lup saat mata tidak
berakomodasi. Selanjutnya, guru melanjutkan pembelajaran alat-alat optik teropong dan kamera di ruang
laboratorium.
a. Pemusatan perhatian:
Diskusi tentang penggunaan penggunaan teropong untuk melihat benda-benda luar angkasa.
b. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai motivasi dan apersepsi:
1) Dapatkah mata manusia melihat dengan jelas benda-benda luar angkasa?
2) Bagaimanakah prinsip kerja kamera sehingga dapat menghasilkan gambar/foto?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari prinsip kerja teropong dan kamera.

2.

Kegiatan Inti (100 menit)


a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan membagi tugas untuk mendiskusikan satu
buah jenis teropong. Adapun jenis-jenis teropong yaitu teropong bintang, teropong bumi, teropong
panggung, atau teropong prisma. Setelah selesai, siswa melakukan Tugas Kelompok menyelidiki
bagian-bagian kamera dan fungsinya. Guru melakukan penilaian sikap siswa. Guru mengarahkan
siswa agar terbuka dan kritis saat berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, dan sopan dalam
mengajukan pertanyaan atau pendapat.
b. Siswa mempresentasikan hasil tugas diskusi tentang teropong bintang, teropong bumi, teropong
panggung, dan teropong prisma.
c. Guru membahas hasil diskusi siswa kemudian menjelaskan persamaan pada teropong.
d. Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil tugas kelompok tentang kamera kemudian
membahasnya bersama siswa lainnya.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Guru
memantau perkembangan tugas proyek siswa dan mengingatkan bahwa tugas proyek dipresentasikan
pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan VI (2 x 45 menit)

1.

198

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


Guru meminta setiap kelompok untuk mempersiapkan proyek yang akan mereka presentasikan. Guru
menjelaskan langkah-langkah presentasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


Siswa mempresentasikan hasil kerja mereka. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk
mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai proyek yang dipresentasikan. Guru melakukan penilaian
proyek.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru memberikan penghargaan kepada tiap-tiap kelompok yang telah melaksanakan tugas proyek dengan
baik. Hasil pelaksanaan proyek (produk) disimpan di ruang laboratorium sebagai inventaris. Guru
menginformasikan pelaksanaan ulangan harian.
Pertemuan VII (2 x 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


Guru membuka pelajaran, kemudian menjelaskan sistematika ulangan harian.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


Pelaksanaan ulangan harian.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru mereviu sekilas soal-soal ulangan harian.

G. Penilaian
1.

Teknik dan Bentuk Instrumen


Bentuk Instrumen

Teknik

2.

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Panduan Penyusunan Portofolio

Proyek

Penilaian Produk dan Rubrik

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

1.

Mengagumi dan mensyukuri kebesaran


Tuhan yang telah menciptakan mata
manusia sebagai indra penglihatan.

2.

Berperilaku teliti, objektif, memiliki rasa ingin


tahu yang tinggi, cermat, jujur, dan berhatihati dalam menyelesaikan permasalahan.

3.

Menghargai kerja individu dan kelompok,


serta bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari.

Keterangan
1

Fisika Kelas X

199

b.

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Mengagumi dan mensyukuri kebesaran


Tuhan yang telah menciptakan mata
manusia sebagai indra penglihat.

3 : bersyukur terhadap kebesaran Tuhan yang telah


menciptakan mata dibuktikan dengan rajin beribadah
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan merawat kesehatan
mata dengan sebaik-baiknya.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan rasa syukur
terhadap suburnya tanah di Indonesia dan tidak
memperhatikan kesehatan mata misalnya terlalu lama di
depan komputer atau telepon genggam tanpa beristirahat,
kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A.
1 : tidak menunjukkan rasa syukur atau minat terhadap
anugerah Tuhan berupa mata yang sehat dan tidak
memperhatikan kesehatan mata.

2.

Berperilaku teliti, cermat, memiliki rasa ingin


tahu yang tinggi, objektif, jujur, dan kritis
dalam menyelesaikan permasalahan.

3 : teliti dan cermat dalam melakukan percobaan,


menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak
bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat dan tidak takut salah.
2 : kurang teliti dan cermat dalam melakukan percobaan,
menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut atau ragu dalam mengungkapkan pertanyaan
atau pendapat.
1 : tidak teliti dan cermat dalam melakukan percobaan, tidak
menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat
aktif dalam kegiatan kelompok meskipun telah didorong
untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan pertanyaan atau pendapat.

3.

Menghargai kerja individu dan kelompok,


serta bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari.

3 : menghargai pendapat teman, sopan dalam mengemukakan pendapat, bertanggung jawab dalam mengerjakan
tugas, serta tidak pernah terlambat mengumpulkan tugas.
2 : berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tetapi
belum menunjukkan upaya yang terbaik.
1 : tidak berupaya sungguh-sunggu dalam mengerjakan
tugas atau tidak mengerjakan tugas dari guru dan tidak
peduli dengan orang lain saat pembelajaran.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

200

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran