Anda di halaman 1dari 27

LAPAROSKOPI

Di
S
U
S
U
N
Oleh :
Thifalena

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


HELVETIA MEDAN
2016

A. PENGERTIAN

Laparoskopi adalah suatu teknik operasi yang menggunakan


alat-alat berdiameter 5 hingga 12 mm untuk menggantikan
tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga
perut. Untuk melihat organ di dalam perut tersebut digunakan
kamera yang juga berukuran mini dengan terlebih dahulu
dimasukkan gas untuk membuat ruangan di rongga perut lebih
luas. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat
layar monitor dan mengoperasikan alat-alat tersebut dengan
kedua tangannya.
Atau dapat diartikan tindakan bedah yang tidak membutuhkan
sayatan lebar karena menggunakan alat bantu kamera kecil yang
dapat dimasukkan dalam rongga abdomen untuk melihat
lambung, hati, dan organ-organ lain. Metode ini dikatakan makin
berkembang dengan didukung oleh peralatan canggih yang
disebut Endo Alfa.

Gambar. Endo Alpha


Alat ini merupakan yang pertama di Indonesia dan
yang ketiga di Asia, selain Jepang dan Hongkong. Endo Alfa
dilengkapi dengan teknologi Narrow Brand Image (NBI)
yang menangkap warna yang lebih spesifik dalam
pemeriksaan. Dengan gambar yang lebih jelas, dokter
dapat dengan tepat dan cepat mendeteksi keganasan
kanker sejak dini.
B. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI (SEARCH LAGI YANG
BAG. OBSTETRI)
1. Terdapat banyak indikasi laparoskopi diantara lain:
a. Diagnosis, contohnya anomali
uteri,endometriosis,biopsi tumor
ovarii,omentum,limpa atau hati, dan membedakan
kehamilan ektopik dengan salpingitis, atau nyeri
panggul organik dengan psikogenik.
b. Evaluasi, contohnya pada pemeriksaan infertilitas,
misalnya uji patensi tuba dan penilaian respons
terhadap pengobatan pada wanita dengan kanker
ovarium atau kanker pelvis lainnya.
c. Terapi

Sterilisasi tuba dengan fulgurasi,pemasangan

cincin Silastik atau klip logam


Memisahkan pelekatan
Eliminasi gangguan misalnya fulgurasi

endometriosis
Pengeluaran benda asing,misalnya AKDR yang

keluar dari kavum uteri.


2. Kontraindikasi
Kontraindikasi absolut laparoskopi adalah abstruksi usus
dan peritonitis umum. Penyakit jantung atau paru berat
adalah kontrindikasi relatif
C. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BEDAH LAPARASKOPI

Gambar.Suasana kamar operasi laparoskopi


1. Keuntungan
Rasa nyeri minimal karena luka operasi kecil dan tidak

melukai otot.
Pemulihan dan penyembuhan lebih cepat sehingga
waktu perawatan di rumah sakit lebih singkat dan

cepat kembali ke aktivitas normal.


Luka kecil mengakibatkan perut bekas operasi hampir

tidak terlihat.
2. Kerugian

Teknik operasi ini tidak dapat dilakukan pada pasienpasian yang pernah operasi perut sehingga terjadi
perlengketan hebat di dalam rongga perut.

Memerlukan biaya yang cukup mahal karena alatnya


sekali pakai.

Bila bedah laparaskopi tidak memungkinkan, maka


dilakukan tindakan pembedahan biasa dengan
sayatan yang lebih besar.

D. RESIKO
Jarang terjadi penyulit yang serius akibat laparoskopi diagnostik
maupun operatif. Risiko utama dari tindakan ini adalah kerusakan
usus, kandung kemih, ureter, pembuluh darah besar atau organ
lain, yang kemungkinan memerlukan tindakan operatif segera.
Kemungkinan terjadinya risiko adalah sekira dua sampai empat
per 1.000 tindakan. Cedera organ dapat terjadi saat
memasukkan alat-alat untuk laparoskopi melalui dinding perut,
atau saat pelaksanaan tindakan. Selain itu, terdapat beberapa
keadaan yang dapat meningkatkan risiko penyulit saat
laparoskopi. Hal tersebut meliputi adanya riwayat operasi daerah
perut sebelumnya (terutama operasi usus), endometriosis,
infeksi panggul, obesitas, ataupun badan yang sangat kurus.
Terdapat beberapa penyulit lain yang dapat timbul akibat
tindakan laparoskopi seperti pembentukan hematoma
(terkumpulnya darah di luar pembuluh), perdarahan, infeksi
rongga perut atau panggul, kerusakan saraf, reaksi alergi, dan
penyulit akibat tindakan pembiusan. Penyulit yang mungkin
timbul pascaoperasi antara lain infeksi saluran kemih, infeksi
pada luka sayatan, retensio urine atau trombosis vena. Risiko
kematian saat laparoskopi sangat jarang, yaitu antara satu

sampai lima kejadian per 1.000, masih lebih rendah


dibandingkan angka kematian akibat kehamilan

E.CONTOH PENGGUNAAN LAPAROSKOPI (SEARCH LAGI


YANG BAG. OBSTETRI)
Kista ovarium, cukup populer di telinga wanita khususnya jika ini
menyangkut kesehatan reproduksi. Jangan panik dulu jika Anda
didiagnosis mengidap kista, karena kista banyak jenisnya dan
tidak selalu berbahaya. Namun kista tetap perlu diwaspadai
karena tanda dan gejalanya sering kali tidak disadari dan baru
terdeteksi saat seseorang memeriksakan dirinya atau
berkonsultasi kepada dokter.
Keluhan atau sakit biasanya dirasakan utama sakit waktu
menstruasi yang tak kunjung mereda atau gangguan pada siklus
haid. Ada juga kista yang sifatnya ganas dan dapat berkembang
menjadi kanker.
Menurut dr Med Hardi Susanto, SpOG dari Siloam Hospitals
Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kista ovarium merupakan benjolan
yang membesar, seperti sebuah balon yang berisi cairan, yang
tumbuh di indung telur. Cairan ini bisa berupa air, darah, nanah,
atau cairan coklat kental seperti darah menstruasi yang disebut
kista coklat atau kista endometriosis.
Karena tumbuh di indung telur, kista ini lazim disebut kista
ovarium. Kista banyak terjadi pada wanita di usia subur atau
reproduksi dan biasanya dapat mengecil atau hilang dengan
sendirinya setelah wanita memasuki masa menopause, karena
menurunnya aktivitas indung telur.

Penanganannya tidak selalu harus dengan tindakan operasi,


kecuali jika kista dianggap berbahaya, ukurannya makin
membesar, lebih dari 5 cm, benar- benar mengganggu dan
menimbulkan sakit yang luar biasa pada si penderita, terutama
apabila kista terpuntir atau pecah," ungkapnya.
Walaupun kista tidak selalu menjadi ganas atau mengarah
kepada kanker, namun demikian pemeriksaan tetap perlu
dilakukan untuk mengetahui indikasi dan penanganan yang lebih
tepat. Belum ada jawaban yang pasti mengapa kista dapat
timbul, apalagi seringnya kista tidak memberikan tanda dan
gejala khusus, sehingga si penderita tidak menyadarinya dan
baru diketahui secara kebetulan pada saat memeriksakan diri ke
dokter dengan ultrasonografi atau USG (ultrasonografi).

F. METODE LAPAROSKOPI

Terapi bedah atau operasi merupakan tindakan yang dilakukan


pada pasien apabila kista tidak menghilang, memiliki ukuran
besar, menimbulkan keluhan- keluhan seperti rasa nyeri perut,
nyeri haid atau gangguan siklus dan infertilitas. Dibandingkan
dengan metode konvensional, dimana pasien dibedah dengan
sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista,

metode laparoskopi merupakan metode terkini (Gold Standard)


dalam dunia kedokteran.
Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang
dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil
(berdiameter 5-12 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang
pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang
dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga
perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk
peralatan bedah yang lain.
Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal
Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi
pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter
yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut
sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk
mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat
terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pembuluh darah.
Untuk meminimalkan risiko-risiko dalam tindakan laparoskopi,
dirancang dan diciptakan suatu alat untuk mendukung teknik
laparoskopi ini, sehingga operasi bisa dilakukan tanpa gas
karbondioksida. Penyediaan ruang di rongga perut tidak lagi
menggunakan gas, melainkan dengan kait baja untuk menarik
dinding perut, selanjutnya dokter melakukan langkah-langkah
laparoskopi seperti biasa.
"Teknik laparoskopi tanpa gas (gasless laparoscopy) merupakan
teknik yang paling canggih dan elegan dari semua teknik yang
pernah dilakukan untuk tindakan operasi, sehingga risiko dapat
diminimalkan. Selain meminimalkan risiko, teknik ini juga
mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri luka
pascaoperasi, mempersingkat waktu rawat inap sehingga hanya
dalam satu atau dua hari saja pasien sudah dapat pulang dan
melakukan aktivitasnya, permukaan perut pasien tidak akan

memerlukan jahitan yang lebar sehingga tidak mengurangi


estetika, dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan.

G.LAPAROSKOPI OPERATIF (SEARCH LAGI YANG BAG.


OBSTETRI)
Cara ini dipopulerkan oleh Patrick Steptoe pada akhir tahun
1960-an. Gunanya untuk memeriksa kemungkinan sumbatan
pada saluran telur, dengan cara menyuntikan zat pewarna
khusus kedalam rahim, kemudian memeriksa alirannya melalui
rahim dan keluarnya dari saluran telur. Alat laparoskopi berupa
tabung fiberglass yang lentur berisi lampu dan lensa untuk
memeriksa rongga-rongga di dalam tubuh, yang di masukkan
melalui sayatan kecil pada dinding perut dekat pusar. Dengan zat
kontras tersebut di atas dapat dilihat seberapa ukuran luasnya
penutupan, parut yang terjadi, maupun kondisi pelengketan pada
saluran telur. Juga bisa diketahui kondisi indung telur.
Pemeriksaan dilakukan di bawah pembiusan menyeluruh, dan

biasanya dilakukan sebelum ovulasi untuk mencegah kerusakan


sel telur.
Dengan laparoskopi operatif, beberapa kelainan dalam rongga
perut dapat ditangani bersamaan saat diagnosis ditegakkan.
Biasanya dokter akan memasukkan alat-alat seperti gunting, alat
biopsi, alat bedah elektro atau laser, melalui dua atau tiga
sayatan kecil pada dinding perut. Pilihan teknik atau alat sangat
bergantung pada pengalaman dan keahlian dokter, lokasi
penyakit, dan ketersediaan alat.
Beberapa kelainan yang dapat diatasi dengan laparoskopi
operatif meliputi pembebasan perlekatan sekitar saluran dan
indung telur, membuka saluran telur yang tersumbat,
pengangkatan kista indung telur, pengangkatan jaringan
endometriosis, dan pengangkatan jaringan kehamilan ektopik.
Pada beberapa keadaan, dapat dilakukan pengangkatan mioma
uterus.

Terkadang diperlukan lebih dari satu kali prosedur laparoskopi.


Hal ini yang dikenal sebagai second-look laparoscopy, biasanya
dilakukan dalam beberapa hari, minggu, atau bulan setelah
laparoskopi atau pembedahan pertama. Pada second-look
laparoscopy ini dokter akan melihat hasil dari pembedahan
sebelumnya, seperti apakah perlekatan yang telah dibebaskan
timbul kembali, atau apakah jaringan endometriosis yang telah
diangkat ternyata tumbuh kembali. Bila ditemukan keadaan
demikian, langsung dilakukan tindakan operatif kembali

Dengan laparoskopi operatif, beberapa kelainan dalam rongga


perut dapat ditangani bersamaan saat diagnosis ditegakkan.
Biasanya dokter akan memasukkan alat-alat seperti gunting, alat
biopsi, alat bedah elektro atau laser, melalui dua atau tiga
sayatan kecil pada dinding perut. Pilihan teknik atau alat sangat
bergantung pada pengalaman dan keahlian dokter, lokasi
penyakit, dan ketersediaan alat. Beberapa kelainan yang dapat
diatasi dengan laparoskopi operatif meliputi pembebasan
perlekatan sekitar saluran dan indung telur, membuka saluran
telur yang tersumbat, pengangkatan kista indung telur,
pengangkatan jaringan endometriosis, dan pengangkatan
jaringan kehamilan ektopik.
Pada beberapa keadaan, dapat dilakukan pengangkatan mioma
uterus. Kadangkala diperlukan lebih dari satu kali prosedur
laparoskopi. Hal ini yang dikenal sebagai second-look
laparoscopy, biasanya dilakukan dalam beberapa hari, minggu,
atau bulan setelah laparoskopi atau pembedahan pertama. Pada
second-look laparoscopy ini dokter akan melihat hasil dari
pembedahan sebelumnya, seperti apakah perlekatan yang telah
dibebaskan timbul kembali, atau apakah jaringan endometriosis
yang telah diangkat ternyata tumbuh kembali. Bila ditemukan
keadaan demikian, langsung dilakukan tindakan operatif kembali.
Setelah laparoskopi, biasanya daerah pusat akan terasa nyeri
dan memar. Gas yang digunakan dalam laparoskopi biasanya
menyebabkan rasa kembung dan nyeri pada daerah perut dan
bahu. Selain itu, dapat pula timbul rasa pusing dan mual akibat
tindakan pembiusan. Derajat ketidaknyamanan yang terjadi
biasanya bergantung pada jenis dan luasnya tindakan
laparoskopi. Biasanya dalam beberapa hari pasien dapat

beraktivitas normal kembali. Walaupun demikian, pasien diminta


agar waspada bila timbul nyeri perut yang hebat, mual, dan
muntah terus-menerus, peningkatan suhu badan di atas 38
derajat Celsius, atau perdarahan yang terus menerus dari bekas
sayatan. Bila ditemukan hal-hal tersebut, pasien harus segera
datang ke pusat pelayanan kesehatan.

E. PERSIAPAN ALAT

Demonstrasi instrumen dan teknologi dalam operasi laparoskopi secara


menyeluruh akan tercantum di bawah ini pada dasar bahan ramah disajikan
kepada kita oleh NPF "Krylo". Federasi Rusia dan GmbH "Richard Serigala",
Jerman.
Sebuah kit teknis standar peralatan laparoskopi , yang digunakan selama operasi
laparoskopi, ditunjukkan dalam gambar
Unit pertama dari jangkauan gambar menampilkan adalah sistem optik
laparoskopi (laparoskop) terdiri dari tabung optik dengan sistem lensa aliran yang
mendalam kecil.

Teleskop transfer gambar dari rongga perut pasien untuk kamera video.
Kabel serat optik digunakan untuk menghubungkan sumber cahaya dengan sistem
optik. Hal ini diperlukan untuk secara terpisah memeriksa prinsip-prinsip
pengobatan yang tepat dan akurat dengan konduktor cahaya untuk menghindari
serat kaca merusak tipis dan sensitif optik.
Penggunaan sistem video endoskopi adalah elemen yang lebih penting untuk
teknologi laparoskopi baru.
Karena ini, informasi video (berasal dari laparoskop, yang ditempatkan di dalam
rongga perut) tentang proses intervensi endoskopik pada saat yang sama menjadi
tersedia untuk semua anggota kru operasi, karena semua manipulasi intraabdomen dilakukan di bawah kontrol monitor pencitraan..

Hanya dengan menerapkan ke endovideosystem adalah mungkin untuk


mengoperasikan awak untuk bertindak secara terkoordinasi dengan dua atau
lebih manipulator bersamaan mendekatkan kompetensi operasi bedah
laparoskopi dengan yang operasi tradisional, dan dalam beberapa kasus melebihi
satu sama lain.
The endovideosystem modern yang terdiri dari endovideocamera , termasuk

blok prosesor, dan kecil kamera video yang kepala yang dihubungkan ke kedua
dengan kabel sambungan.

Dengan menggunakan plug khusus kepala kamera terhubung ke mata dari


teleskop optik yang dilengkapi dengan aliran cahaya dari sumber-intensitas
tinggi khusus melalui kabel lampu-melakukan .

Gambar berwarna ditransfer ke monitor dengan resolusi tinggi dengan bantuan


endovideocamera. Monitor harus memiliki ukuran tidak kurang dari 51-54 cm
diagonal.
Ketersediaan monitor kedua sebagai pendukung membantu mungkin ukuran
kecil. Hal ini seharusnya menggunakan saver informasi untuk menyimpan dan
mengarsipkan bahan video dalam kondisi modern (hard disc, DVD, CD), yang
juga penting dalam tahap metode-beradaptasi, serta pada melakukan intervensi
berdiri karena keunikan

tidak perlu memiliki pencahayaan khusus dan cukup rongga perut untuk
melakukan operasi laparoskopi. Illuminator mungkin berbagai jenis lampu
sebagai sumber cahaya.
Yang lebih umum satu, lampu xenon, sangat handal, dan akan melayani panjang
(lebih dari 2000 jam). Suhu lampu menyala (dari pijaran lampu, atau lampu
filamen) adalah 5000K yang memungkinkan untuk memiliki cahaya dekat
dengan matahari dengan komposisi spektral.
Hal ini pada gilirannya memberikan kesempatan untuk memiliki reproduksi
warna kualitas alami .

Insufflator Elektronik berfungsi


untuk memasok permanen
insufflating disterilkan gas medis
(CO2) dari botol gas ke rongga perut untuk menciptakan ruang tertentu, dan
untuk mempertahankan tekanan hadir saat melakukan operasi endoskopi.

Insufflators modern otomatis menjaga tekanan dipasang di rongga perut pasien,


mengubah tingkat dari gas yang disediakan tergantung pada tingkat kebocoran
nya.
Dengan ada dua atau lebih gas memasok rezim dengan tingkat yang berbeda-dari
1 hingga 10-20 l / min.
Perangkat mengontrol tingkat menciptakan tekanan rongga perut sesuai dengan
yang sekarang sebelum operasi, dan menunjukkan konsumsi gas selama operasi.
Jika situasi darurat terjadi selama proses operasi, yang dikondisikan oleh adanya
gas dalam botol gas, istirahat atau remasan selang, ada muncul sinyal suara dan
cahaya pada panel perangkat.

Keunikan konstruktif dari endocoagulator menyediakan dengan kemungkinan


baik untuk bipolar koagulasi dan monopolar satu dan pemotongan. Sebagai
koagulasi bekerja adalah mungkin untuk menggunakan peraturan tenaga
manual.
Sinyal suara yang menyertai proses koagulasi merupakan faktor lain keamanan
yang mencegah kemungkinan koagulasi yang tidak terkontrol santai dalam
rongga perut, mengamankan koagulasi jaringan di tengah cabang forsep.

Umumnya kita menggunakan jenis pohon instrumen koagulasi bipolar


(tergantung pada bentuk bagian kerja)
1. Cabang lebar untuk koagulasi massa jaringan yang cukup besar (mesenterium,
usus buntu, kapal diameter kecil, dll).
2. Persempit cabang untuk koagulasi lebih halus (commissures pendek dll).
3. Tipis-cabang graspers untuk persiapan untuk bipolar tipe forsep.

Bipolar koagulasi jauh lebih aman daripada monopolar karena proses aksi lokal
hanya di tempat kedua cabang instrumen, yang menjadi sangat penting saat
bekerja sangat dekat ke formasi pembuluh darah atau dinding usus.

Berikut monopolar coagulating instrumen yang digunakan:


Gunting
Graspers

Kait bentuk yang berbeda digunakan untuk persiapan sangat nyaman ketika

memisahkan perlengketan lebar atau peritoneum massa dari kapal atau usus;
Monopolar elektroda yang lain bentuk-bulat, "sekop" dll - umumnya digunakan
untuk mengontrol perdarahan parenchymatous (dari tempat tidur kandung
empedu, setelah tang biopsi hati, limpa dll).

Instrumen ini (serta kait) disediakan dengan saluran bekerja untuk hisap (aspirasi),
yang memungkinkan menggabungkan hisap darah dan koagulasi dengan tempat
perdarahan.
Aquapurator, sistem aspirasi dan irigasi, diperlukan untuk melaksanakan sanation
dari rongga perut.
Aquapurator memiliki akumulatif (penyimpanan) kapal (tidak kurang dari 2 l).
Untuk lavage dari rongga perut solusi fisiologis digunakan.

Sebuah bagian yang cukup penting dari peralatan untuk intervensi laparoskopi
adalah meja operasi dengan penggerak listrik yang memungkinkan untuk dengan
mudah dan cepat mengubah posisi tubuh, yang terutama diperlukan saat membuat
inspeksi dan lavage dari rongga perut (aquapurator).

Veress The jarum merupakan bagian integral dari Instrumentarium laparoskopi,


dan digunakan untuk membuat carboxipneumoperitoneum-yaitu untuk infus
karbon dioksida ke dalam rongga perut sebelum pengenalan trocar.

Trocars
- 5,5 mm-in mayoritas kasus untuk optik 5mm dan instrumen 5mm;
- 11mm-dalam operasi selama ekstraksi objek tertentu dari rongga perut sangat
diperlukan (lebih sering lampiran berbentuk ulat atau kandung empedu), serta
untuk penggunaan intraoperatif standar klip-aplikator (10mm).

Ketika membuat rencana untuk operasi itu adalah sangat penting untuk
menyediakan untuk saat-saat seperti itu, serta hati-hati merenungkan tempat untuk
trocars besar (11 atau 12mm diameter) pengenalan. Wajib norma untuk
menggunakan trocars tersebut adalah adanya reduksi transien (12-10-5 mm) atau,
apa yang lebih nyaman, sisi piring di trocars untuk memasukkan instrumen 5mm
dan optik melalui mereka. Mayoritas instrumen laparoskopi memiliki konstruksi
modular, yaitu mereka terdiri dari komponen, bagian terpisah disterilkan - tubuh
bekerja, menangani, isolasi tunik. Menangani memiliki berbagai bentuk - dengan
dan tanpa gigi - untuk kenyamanan keseluruhan sementara penanganan dan, selain
itu, untuk pendekatan maksimal untuk gerakan ergonomis dan kebiasaan seorang
ahli bedah.

Salah satu tren mendasar dalam merancang instrumen modern menjamin banyak
tingkat kuantitatif kebebasan gerakan 'dari bagian kerja sebanyak mungkin.

Gunting Tang
Forceps dapat traumatis dan atraumatic tergantung pada pembangunan cabang
instrumen (kehadiran garpu, dll). Kami menggunakan berbagai 5 mm forsep.
Diseksi atraumatic jaringan dibuat dengan bantuan forsep atraumatic lembut lurus dan melengkung, terutama dengan dua cabang bergerak, dengan fitur rotasi
aksial mudah dengan segala cara.
Monopolar koagulasi saat ini hampir semua forsep dilengkapi dengan lapisan
isolasi yang diperlukan dan elektroda untuk menghubungkan ke kabel monopolar.

Pemotongan instrumen.
Berbentuk Beak gunting untuk transaksi struktur tubular (embel-embel, jilid
pembuluh darah dan lain-lain). Formulir ini memungkinkan Anda untuk
menangkap dan kemudian transek objek, menghindari slip dari gunting.

Gunting lurus untuk pemisahan jaringan. Gunting melengkung lebih nyaman


untuk berbagai jenis pembedahan, selain itu, kehadiran fasilitas mudah untuk
rotasi cabang sangat penting. Semua jenis gunting mampu untuk melaksanakan
monopolar koagulasi.

Jarum Pemegang

Terdapat berbagai jenis konstruksi jarum pemegang dengan berbagai bentuk


cabang dan menangani. Kami mewakili jarum pemegang yang memiliki salah satu
pilihan yang paling berguna dengan kualitas ergonomis mereka, yang
memungkinkan operator untuk mengulang dalam gerakan ukuran besar dalam
operasi terbuka selama tindakan teknis yang sulit endoskopi.

Kami menggunakan dua jenis klip-aplikator:


- 10 mm instrumen untuk klip titanic dengan ukuran menengah-besar untuk
digunakan dalam kasus seperti ketika transaksi lebih atau kurang penting

pembuluh darah dan pembentukan tabung dituntut.


- 5 mm instrumen untuk klip titanic dengan ukuran kecil jarang digunakan
terutama untuk menutupi cacat parietalis peritoneum.