Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS KUANTITATIF DARI

EKSTRAK DAN PRODUK


HERBAL
MUHAMMAD AHSAN
P2500215011

TUJUAN ANALISIS
KUANTITATIF DARI EKSTRAK
DAN PRODUK HERBAL
Untuk membandingkan kandungan senyawa
utama atau bioaktif pada suatu spesies
yang tumbuh pada daerah yang berbeda
atau dikumpulkan pada waktu yang
berbeda.
Untuk mengukur kontaminasi dari pestisida,
logam berat, dan bahan kimia toksik lainnya
pada herba dan pelarut organik pada
ekstrak untuk penilaian keamanan
Untuk memvalidasi metode ekstraksi atau
prosedur pemrosesan

PREPARASI SAMPEL
o Metode preparasi sampel yang biasa digunakan
untuk
bahan
herbal
mentah
mencakupi
imersi/pencelupan pelarut, partisi pelarut, ektraksi
refluks, ekstraksi ultrasonic.
o Jika sampel herbal untuk uji berupa ekstrak atau
produk, maka sampel tersebut harus terlarut
sempurna dalam pelarut yang sesuai tanpa ada
partikel yang tak terlarut.
o Pemilihan metode preparasi sampel utamanya
berdasarkan pada kelarutan dan kestabilan dari
senyawa target yang akan dianalisa.
o Senyawa target tersebut harus diekstraksi secara
maksimal tanpa mengubah strukturnya dan
menghindari senyawa lainnya untuk meminimalkan
gangguan senyawa tak diinginkan tersebut pada
saat pendeteksian senyawa target.

ANALISIS
DENGAN HPLC

HPLC-UV-Vis
atau DAD

HPLC-MS dan
UPLC-MS

HPLC-UV-Vis atau DAD


o Detektor UV-Vis merupakan detektor yang
paling
umum
digunakan
untuk
dihubungkan dengan HPLC.
o HPLC-UV-Vis khususnya cocok untuk
kuantifikasi
senyawa
fenolik
seperti
flavonoid, kumarin, antrokuinon, dan
senyawa lainnya dengan ikatan ganda
terkonjugasi.
o Sensitivitas dan seleksi bergantung pada
jenis detektor UV, yang mencakupi
panjang gelombang detektor UV, detektor
multi-wavelength, dan DAD.

Detektor UV dengan panjang gelombang


yang
telah
ditentukan
menggunakan
cahaya dengan
panjang gelombang
tunggal yang dihasilkan oleh suatu jenis
lampu discharge (lampu/perangkat yang
menghasilkan
cahaya
dengan
cara
mengalirkan listrik internal antara elektroda
dalam suatu gas) spesifik
Detektor multiwavelength menggunakan
suatu sumber cahaya yang memancarkan
cahaya
dengan
berbagai
panjang
gelombang. Dengan detektor ini, cahaya
dengan panjang gelombang tertentu dapat
dipilih untuk deteksi.
DAD menggunakan suatu lampu deuterium
2

HPLC-MS dan UPLC-MS


LC-MS telah digunakan secara meluas di berbagai jenis
analisa seperti analisa sampel obat, makanan dan
sampel dari lingkungan.
Instrument ini mengkombinasikan keuntungan dari
kromatografi dan spektrometri massa, yang berupa
kapasitas pemisahan yang efektif dari kromatografi dan
selektifitas yang tinggi dan sensitivitas yang baik dari
spektrometri massa.
Preparasi sampel untuk metode HPLC-MS melingkupi
ekstraksi pelarut, ekstraksi fase padat, filtrasi-ultra, dan
berbagai hal lainnya bergantung pada sifar senyawa
yang akan dikuantifikasi. Protein dalam ekstrak herbal
dapat diendapkan dengan methanol atau asetonitril,
atau dihidrolisis oleh metode
derivatif asam atau
enzim.
UPLC-MS memberikan analisis yang lebih cepat dengan

ANALISIS DENGAN GC
Metode GC sangat cocok untuk analisis kuantitatif
senyawa alami yang bersifat volatile (mudah
menguap), dan senyawa lipofilik dengan titik didih
rendah dan memiliki stabilitas thermal yang baik
dalam obat-obatan herbal.
Metode ini juga digunakan untuk menentukan
residu pestisida tanaman dan pelarut organik
dalam ekstrak herbal.
MS merupakan detektor yang paling sering
dipasangkan
dengan
GC.
GC-MS
memiliki
sensitivitas dan resolusi yang tinggi.
Kombinasi instrument ini telah digunakan secara
meluas dalam bidang penelitian laboratorium
untuk studi dan pembuatan obat dan untuk
mengontrol kualitas (QC) produk.

ANALISIS DENGAN
SPEKTROMETRI UV-VIS
Metode ini paling sesuai untuk analisis senyawa
dengan absorpsi UV berkisar antara 200 dan 800 nm.
beberapa senyawa lainnya, seperti gula, juga dapat
diukur setelah dilakukan reaksi warna dengan
reagen.
UV-Vis merupakan detektor yang sederhana dan
sensitif untuk analisis kuantitatif senyawa tipe
tertentu dalam obat-obatan herbal.
Beberapa dekade lalu, sebelum HPLC menjadi
terkenal, UV-Vis spektrometri merupakan alat utama
untuk analisis kuantitatif senyawa yang diisolasi dari
herbal karena memiliki sensitivitas yang tinggi.
Metode ini mudah, sehingga biasanya digunakan
sebagai metode untuk mengukur kadar total dari
suatu jenis senyawa tertentu dalam campuran,

ANALISIS DENGAN TLC


SCANNING
TLC Scanning telah digunakan secara meluas
dalam hal pemisahan, identifikasi dan analisis
kuantitatif dari senyawa-senyawa dalam ekstrak
herbal atau produknya sebelum HPLC menjadi
popular.
Pada metode ini, suatu sinar pada panjang
gelombang dan intensitas tertentu digunakan
untuk
menyinari/iradiasi
noda/spot
pada
lempeng KLT yang telah dielusi.
Keuntungan dari metode ini adalah beberapa
sampel dapat dianalisa secara bersamaan pada
satu lempeng KLT.
Metode ini murah dan mudah dijalankan, tetapi
akurasi dan hasil tidak dapat dibandingkan

ANALISIS DENGAN AAS


AAS biasanya digunakan untuk mengukur
residu logam berat dalam tanaman.
Metode ini memiliki karakteristik seperti
akurasi yang tinggi, sensitivitas yang tinggi,
dan selektivitas yang baik.
Sampel uji harus disiapkan dalam bentuk
larutan, baik dengan cara dilarutkan dalam
pelarut atau dilelehkan pada suhu tinggi.

ANALISIS DENGAN INDUCTIVELY


COUPLED PLASMA MASS
SPECTROMETRY ( ICP - MS )
o ICP-MS juga dapat digunakan untuk pengukuran
logam berat.
o Dibandigkan dengan AAS, yang hanya dapat
mengukur satu elemen/senyawa tunggal setiap
kali dijalankan, ICP-MS memiliki kemampuan
untuk
memindai
semua
senyawa
secara
bersamaan.
o Sampel biasanya disiapkan dalam bentuk larutan.
Tetapi sampel tumbuhan yang mengandung
senyawa organik harus diolah dahulu untuk
menyingkirkan
senyawa
organik
sebelum
penyiapan larutan sampel.
o Pengolahan
dengan
gelombang
micron
(microwave) biasanya digunakan, dimana reagen

SEKIAN & TERIMA


KASIH