Anda di halaman 1dari 28

ANTIKANKER

1. Pengertian antikanker
Jawab :
Menurut Buku FT : 732
Kanker ialah suatu penyakit sel dengan cirri gangguan atau
kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis
lainnya pada organisme multiseuler.
Menurut Buku OOP : 208
Kanker atau karsinoma (Yun Karkinos = kepiting) adalah
pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne).
Kesimpulan :
Kanker adalah pertumbuhan atau pembelahan sel yang tidak
normal yang bersifat ganas dan menyebar ke seluruh jaringan.
2. Sifat sifat antikanker
Jawab :
Menurut Buku FT : 732
Sifat umum dari sel kanker ialah sebagai berikut :
a. Pertumbuhan berlebihan umumnya berbentuk tumor
b. Gangguan differensiasi dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan
mudigah
c. Bersifat infasif, mampu tumbuh di jaringan sekitarnya (perbedaan
pokok dengan jaringan normal)
d. Bersifat metastatik, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan
pertumbuhan baru
e. Memiliki hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker
juga dapat menimbulkan sel kanker
f. Pergeseran metabolisme kearah pembentukan makromolekul dari
nukleosida

dan

asam

amino

serta

peningkatan

karbohidrat untuk energi sel.


RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

katabolisme

ANTIKANKER
Kesimpulan :
Sifat umum dari sel kanker yaitu :
a. Pertumbuhannya berlebihan tidak seperti sel normal
b. Terjadi gangguan differensiasi. Pada keadaan normal sel bersifat
stabil, sedangkan pada keadaan kanker sel tumbuh secara tidak
normal.
c. Invasif, kanker mempunyai sifat mampu tumbuh di daerah sekitarnya
d. Metastatis, kanker dapat menyebar ke tempat atau ke jaringan yang
lain dan menyebabkan pertumbuhan yang baru
e. Memiliki hereditas bawaan, maksudnya seseorang yang terkena
kanker

dapat

menurunkan

(mewarisi)

penyakitnya

kepada

keturunannya (acquired heresity).


f. Terjadi gangguan mtabolisme, kanker mengambil sari-sari makanan
dari sari-sari sisa metabolism. Oleh sebab itu, seseorang yang terkena
kanker cenderung sangat lemah.
3. Siklus dan pembelahan sel
Jawab :
Menurut Buku Sloane : 48-51
Siklus dan dan pembelahan sel :
1. Interfase terdiri dari fase G1, fase S, dan fase G2
a. Pada fase G1 (gap 1), sel secara metabolik sangat aktif. Semua
komponen sel disintesis dan sel tumbuh dengan cepat.
b. Pada fase S (sintesis), sintesis protein berlanjut dan DNA serta
protein kromosom (histon) direplikasi.
c. Pda fase G2 (gap 2) merupakan periode penting dalam
metabolisme dan pertumbuhan sel sebelum mitosis.
2. Mitosis terdiri dari penebalan dan pembelahan kromosom serta
sitokinesis, pembelahan aktual sitoplasma untuk membentuk dua sel
anak. Meskipun pembelahan merupakan proses yang berkelanjutan,
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
pembelahan dibagi menjadi empat subfase: profase, metaphase,
anaphase, dan telofase.
a. Profase
1) Kromosom menebal menjadi pilinan yang kuat dan besar, serta
menjadi terlihat.
2) Pasangan sentriol berpisah dan mulai bergerak ke sisi nukleus
yang

berlawanan,

digerakkan

dengan

mikrotubulus yang terbentuk diantara sentriol.


3) Nukleoulus melebur dan membran nuklear

perpanjangan
menghilang,

sehingga memunkinkan spindel memasuki nukleus.


4) Mikrotubulus lain menyebar ke luar sentriol untuk membentuk
aster.
b. Metafase
1) Kromosom (pasangan kromatid) berbaris pada bidang metafase
atau bidang ekuator, disebut demikian karena posisinya
bersilangan dari satu sisi sel ke sisi lainnya pada spindel.
2) Sentriol pada semua kromosom saling berikatan
3) Kinetochore memisah dan kromatid bergerak menjauh
c. Anafase
1) Akibat
perubahan
panjang
mikrotubulus
di
tempat
perlekatannya pasangan kromatid (sekarang dianggap sebagai
satu kromosom) bergerak dari bidang ekuator ke setiap kutub.
2) Akhir anaphase ditandai dengan adanya dua sel kromosom
lengkap uang berkumpul pada kedua kutub sel.
d. Telofase
1) Dua nukleat kembali terbentuk di sekitar kromosom. Kromosom
kemudian terurai dan melebur. Membran nuklear dan nukloulus
tebentuk kembali.

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
2) Sitokinesis adalah pembelahan sitoplasma. Alur pembelahan
yang berada tepat di pertengahan antara kedua massa
kromosom mulai membelah sitoplasma, berkelanjut di sekitar
sel dan membelah sel tersebut menjadi dua sel terpisah.
3. Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dalam pembentukan selsel kelamin (sel telur dan sperma). Pembelahan tersebut mengurangi
jumlah kromosom menjadi jumlah haploid.
a. Meosis terjadi dari dua pembelahan nuklear dan seluler disebut
meiosis I dan meiosis II yang menghasilkan empat sel.
b. Meiosis I memisahkan setiap pasangan kromosom homolog dan
membagi anggota pasangan tersebut pada sel-sel anak. Terdiri dari
profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I.
c. Meiosis II serupa dengan mitosis terdiri dari profase II, mefase II,
anafase II, dan telofase II.
Menurut Buku FT : 735
Sel tumor yang sedang membelah terdapat dalam beberapa fase
yaitu fase mitosis (M), pascamitosis (G 1), fase sintesis DNA (fase S), fase
pramitosis (G2). Pada akhir fase G1 terjadi peningkatan RNA disusul
dengan fase S yang merupakan saat terjadinya replikasi DNA. Setelah
fase S berakhir sel masuk dalam fase pramitosis (G 2) dengan ciri : sel
berbentuk terpenoid, mengandung DNA dua kali lebih banyak daripada
sel fase lain dan masih berlangsung sintesis RNA dan protein. Sewaktu
mitosis berlangsung (fase M) sintesis protein dan RNA berkurang secara
tiba-tiba dan terjadi pembelahan menjadi 2 sel. Setelah itu sel dapat
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
memasuki interfase untuk kembali memasuki fase G 1, saat sel
berpoliferasi atau memasuki fase istirahat (G 0). Sela dalam fase G0 yang
masih potensial untuk berpoliferasi disebut sel konogenik atau sel induk
(stem cell). Jadi yang menambah jumlah sel kanker ialah sel yang dalam
siklus proliferasi dan dalam fase G0.
Kesimpulan :
Pembelahan sel merupakan suatu proses perbanyakan diri yang
terbagi menjadi 2 yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis merupakan suatu
proses pembelahan yang menghasilkan 2n (2 sel anak) yang bersifat
diploid yang mempunyai kromosom yang sama dengan induknya dan
terjadi di sel somatik prokariotik. Sedangkan meiosis merupakan proses
pembelahan yang menghasilkan 4n (4 sel anak) yang bersifat haploid
serta mempunyai kromosom setengah dari induknya dan terjadi pada sel
perkembangbiakan manusia.
Siklus sel dimulai dari fase G 1 (gap 1) dimana fase ini merupakan
waktu yang dibutuhkan sel untuk sintesis DNA masuk ke fase S yang
merupakan fase dimana terjadinya sintesis DNA, kemudian fase G2
dimana merupakan fase atau waktu yang dibutuhkan sel untuk mitosis.
Proses terjadinya mitosis ada 4 tahap yaitu profase, metafase,
anafase dan telofase. Tahap profase ditandai dengan hilangnya nukleus,
menebalnya kromosom dan terbentuk benang-benang fibrin yang berasal
dari mikrotubulus dan sentriol sudah berada di kutubnya masing-masing.
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Pada tahap metafase semua kromosom yang terpisah berbaris sejajar
pada garis ekuator. Pada tahap anafase kromosom menuju ke kutubnya
masing-masing dan pada tahap telofase terbentuk 2 nukleus yang baru
(secara otomatis terbentuk sel yang baru).
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dalam pembentukan
sel-sel kelamin (sel telur dan sperma). Pembelahan tersebut mengurangi
jumlah kromosom menjadi jumlah haploid.
a. Meiosis terjadi dari dua pembelahan nuklear dan seluler disebut
meiosis I dan meiosis II yang menghasilkan empat sel.
2) Meiosis I memisahkan setiap pasangan kromosom homolog dan
membagi anggota pasangan tersebut pada sel-sel anak. Terdiri dari
profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I.
3) Meiosis II serupa dengan mitosis terdiri dari profase II, mefase II,
anafase II, dan telofase II.
4. Fase fase sel normal menjadi sel kanker
Jawab :
Menurut Buku OOP : 209
Proses timbulnya kanker. Tumor ganas terjadi melalui beberapa
tingkat yaitu :
a. Fase inisiasi : DNA dirusak akibat radiasi atau zat karsinogen (radikal
bebas). Zat-zat inisiator ini mengganggu proses reparasi normal
sehingga terjadi mutasi DNA dengan kelainan pada kromosomnya.
Kerusakan DNA diturunkan kepada anak-anak sel dan seterusnya.

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
b. Fase promosi : zat karsinogen tambahan (co-carcinogents) diperlukan
sebagai promoter untuk mencetuskan proliferasi sel. Dengan demikian
sel-sel yang rusak menjadi ganas.
c. Fase progresi : gen-gen pertumbuhan yang diaktivasi oleh kerusakan
DNA mengakibatkan mitose dipercepat dan pertumbuhan liar dari sel
-sel ganas. Tumor menjadi manifest.
Menurut Buku Patofisiologi : 151
Siklus replikasi sel dan pengaturannya telah menjadi subjek studi
terus - menerus selama tahun terakhir karena kepentingannya dalam
memahami karsinogenesis (proses perkembangan kanker). Bukti-bukti
yang meningkat menyatakan bahwa kanker adalah gangguan genetik,
walaupun kebanyakan kanker tidak diturunkan. Proses dasar yang sering
terdapat pada semua neoplasma adalah perubahan gen yang disebabkan
oleh mutasi pada sel somatik. Bukti terbaru untuk dasar kanker secara
genetik berasal dari penelitian bahwa banyak agen seperti radiasi, kimia
tertentu dan virus-virus (karsinogen) mampu memulai kanker pada
binatang percobaan jika diberikan secara tepat. Apa yang sering dimiliki
oleh karsinogen adalah mutagenik (yaitu mampu menyebabkan mutasi
genetik). Lebih jelas lagi dalam sebagian besar kanker yang sangat luas
mungkin pada semua kanker terdapat mutasi (misalnya perubahan dalam
rangkaian nukleotida DNA) dan menyebabkan keadaan yang gawat.
Transformasi sel (mutasi) menghasilkan kolon keganasan yang tidak

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
tahan lama dalam merespons pengaturan normal mekanisme dan
memulai proliferasi tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.
Telah diidentifikasi empat golongan gen yang memainkan peranan
penting dalam mengatur sinyal mekanisme fakor pertumbuhan dan siklus
sel itu sendiri, termasuk protoonkogen, gen supresi tumor, gen yang
mengatur apoptosis dan gen yang memperbaiki DNA. Mutasi tersebut
dalam gen pengaturan ini bertanggung jawab terhadap patogenesis
kanker yang sekarang merupakan fakta yang telah diketahui dengan baik
walaupun tidak semua seluk beluk diketahui.
Protoonkogen adalah gen selular yang berfungsi untuk mendorong
dan meningkatkan pertumbuhan normal dan pembelahan sel. Gen
tersebut ditunjukkan oleh tiga nama huruf seperti c-myc atau erb-B1. Sel
yang memperhatikan bentuk mutasi dari gen ini disebut onkogen dan
memiliki kemungkinan yang besar untuk berkembang menjadi ganas
setelah pembelahan sel dalam jumlah yang terbatas. Kira-kira diketahui
100 onkogen yang telah dikenali. Ketika bermutasi menjadi onkogen
karsinogenetik, protoonkogen normal menjadi aktif dan mengakibatkan
multiplikasi sel yang berlebihan. Istilah onkogen berasal dari bahasa
yunani oncos yang berarti tumor.
Kesimpulan :

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Ketika agen perusak DNA yang ada dilingkungan seperti bahan
kimia, radiasi dan virus masuk ke dalam sel normal maka akan
menyebabkan kerusakan DNA apabila antibodi tidak mampu untuk
melindungi sel. Apabila antibodi mampu untuk melindungi sel maka sel
akan kembali ke keadaan normal, artinya perbaikan DNA dari sel tersebut
berhasil. Namun, apabila perbaikan DNA gagal maka akan terjadi mutasi
dalam genom sel somatik. Fase ini disebut juga fase inisiasi. Pada mutasi
ini, ada tiga kemungkinan yang terjadi. Pertama mengaktifkan onkogen
yang meningkatkan pertumbuhan. Dalam hal ini terdapat gen CMYC yang
membantu proses pembelahan sel secara normal. Akibat mutasi aktivitas
ini menjadi terganggu dan membentuk sel kanker. Kemudian yang kedua
mengganti gen yang mengatur apoptosis. Dalam hal ini terdapat gen P53.
Akibat

mutasi,

kematian

sel

menjadi

tidak

terprogram.

Ketiga,

menonaktifkan gen supresor kanker, terdapat gen ERB yang menekan


pembentukan kanker, tetapi akibat adanya mutasi gen supresor kanker
akan aktif dan membentuk kanker. Pada fase ini disebut fase promosi.
Kemudian sel kanker yang telah tumbuh akan memperluas jaringannya
dan akan menjadi neoplasma yang ganas.

5. Penggolongan obat antikanker


Jawab :
1. Antimetabolit
a. Methotrexate
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Mekanisme kerja : folic acid diperoleh dari sumber makanan atau
yang dihasilkan oleh flora usus. Folic acid mengalami reduksi
menjadi bentuk tetrahydrofolate (FH4) melalui suatu reaksi yang
dikatalisasi oleh DHFR tergantung fosfat dinukleotida nikotinamideadenin intraseluler. MTX memasuki sel melalui proses transpor
aktif yang secara normal memerantarai pemasukan N 5-metil-FH4.
Pada konsentrasi yang tinggi, obat tersebut juga dapat berdifusi
dalam sel. MTX mempunyai afinitas yang tidak biasanya sangat
kuat untuk DHFR dan menghambat ezim tersebut secara efektif.
Seperti tetrahydrofolate, MTX menjadi di-poliglutamat dalam sel
suatu proses yang membantu retensi senyawa intraseluler akibat
peningkatan muatan negatif. Poliglutamat MTX juga menghambat
secara kuat DHFR. Inhibisi ini mengalami sel koenzim folate dan
menyebabkan penurunan produksi senyawa yang bergantung pada
koenzim ini untuk biosintesisnya. Walaupun molekul ini mencakup
adenin, guanin, timidin, asam amino, metionin, dan serin deplesi
timidin

merupakan

efek

yang

paling

menonjol.

Hal

ini

menyebabkan penurunan sintesis DNA, RNA dan protein, dam


pada akhirnya kematian sel.
b. 6-Mercaptopurine
Mekanisme kerja : Pembentukan nukleotida, untuk mengeluarkan
efek antileukemiknya, 6-MP harus menembus sel terget dan diubah
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
menjadi analog nukleotida, 6-MP-ribosa fosfat. Selain itu, ribosa
fosfat dikatalisis oleh enzim pada jalur penyelamatan yaitu
hypoxathine-guanine phosphoribosyl transferase (HGPRT).
c. 6-Thioguanine
6-Thioguanine (6-GT) suatu analog purine, terutama digunakan
pada pengobatan leukemia nonlimfositik akut dalam kombinasi
dengan daunorubicin dan cytarabin. Seperti 6-MP, 6-TG diubah
secara intraseluler menjadi TGMP oleh enzim HGPRT. Kemudian,
TGMP diubah menjadi di- dan tri-fosfat yaitu tioguanosin difosfat
dan tioguanosin trifosfat yang kemudian menghambat biosintesis
purine dan juga fosforilasi GMP menjadi guanosin difosfat. Bentuk
nukleotida

6-TG

menyatu

dalam

DNA

dan

menyebabkan

penghentian siklus sel.


d. Fludarabine
Fludarabine adalah 5-phosphate dar 2-fluoroadenine arabinosidesuatu analog nukleotida purine. Fludarabine bermanfaat untuk
terapi

leukemia

limfositik

kronis

dan

dapat

menggantikan

chlorambucil yang merupakan obat terpilih saat ini. Fludarabine


juga efektif terhadap leukemia sel-berambut (hairy cell) dan
limfoma non-Hodgkin yang tidak aktif. Fludarabine adalah suatu
prodrug gugus fosfatnya dilepas ketika berada dalam plasma untuk
membentuk 2-F-araaA yang diambil memasuki sel dan difosforilasi
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
lagi (mula-mula oleh deoksisitidin kinase). Walaupun mekanisme
sitotoksik yang tepat masih belum jelas trifosfat bersatu kedalam
DNA dan RNA. Hal ini menurunkan sintesinya dalam fase S dan
memengaruhi

fungsinya.

Resisten

berhubungan

dengan

penurunan ambilan ke dalam sel, kekurangan deoksisitidin kinase,


dan penurunan afinitas untuk DNA polimerase, serta mekanisme
lainnya.
e. Cladribine
Analog purine lainnya 2-chlorodeoxyadenosine atau cladribine
mengalami reaksi-reaksi yang serupa dengan yang dialami
fludarabine yaitu harus diubah menjadi nukleotida agar bersifat
sitotoksik. Cladribine menyatu pada 3-terminus DNA sehingga
menghalangi elongasi. Cladribine juga memengaruhi perbaikan
DNA dan merupakan penghambat ribonukleotida reduktase yang
kuat. Resisten dapat disebabkan oleh mekanisme yang serupa
dengan mekanisme yang memengaruhi fludarabine walaupun
resisten-silang tidak menjadi masalah. Cladribine efektif terhadap
leukemia sel-berambut, leukemia limfositik kronis dan limfoma non
Hodgkin.
f. 5-Fluorouracil
Mekanisme kerja : 5-FU tidak memiliki aktivitas antineoplastik.
Obat ini memasuki sel melalui sistem transpor yang diperantaraiRUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
pengangkut dan diubah menjadi deoksinukleotida yang sesuai (5flurodeoxyridine monophosphate (5-FdUMP) yang berkompetisi
dengan deoksiuridin monofosfat untuk timidilat sintase. 5-FdUMP
bekerja sebagai pseudosubstrat serta terjebak bersama enzim dan
koenzimnya N5, N10- methylene tetrahydrofolic acid (leucovorin)
dalam kompleks 3 molekul (ternary) yang tidak berlanjut melepas
produk. Sintesis DNA menurun karena kekurangan timidin,
mengakibatkan

ketidaksinambungan

pertumbuhan

sel

dan

kematian akibat kekurangan-timidin pada sel-sel yang membelah


secara cepat.
g. Capecitabine
Mekanisme kerja : sesudah di absorbsi, capecitabine yang bersifat
nontoksik, mengalami serangkaian reaksi enzimatik, yang terakhir
adalah hidrolisis menjadi 5-FU . Langkah ini dikatalisis oleh timidin
fosforilase suatu enzim yang terutama terkonsentrasi dalam tumor.
Oleh sebab itu, aktivitas sitotoksik capecitabine serupa dengan 5FU dan bersifat spesifik tumor. Enzim terpenting yang dihambat
oleh 5-FU (dan juga capecitabine) adalah timidilat sintase.
h. Floxuridine
Floxuridine merupakan suatu analog (flouridine adalah 2-deoxy-5fluorouridine) 5-FU. Ketika diberikan melalui injeksi intrarterial
secara cepat, foxuridine dikatabolisme dengan cepat dalam hati
menjadi 5-FU dan menghasilkan efek antimetabolit. Efek utamanya
adalah

gangguan

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

sintesis

DNA

dan

FIRAYANTI HAMKA

sedikit

menghambat

ANTIKANKER
pembentukan RNA. Obat ini diekskresi secara utuh dan sebagai
fluorouracil, urea dan -fluoro-alanine dalam urine. Floxuridine
efektif dalam terapi paliatif untuk adenokarsinoma GI yang telah
bermetastatis ke hati. Efek samping yang paling sering terjadi
adalah mual, muntah, diare, enteritis, stomatitis, dan eritema lokal.
i. Cytarabine
Mekanisme kerja : Ara-C memasuki sel melalui proses yang
diperantarai-pengangkut dan seperti antagonis purine dan pirimidin
lainnya harus difosforilasi secara berurutan oleh deoksisitidin
kinase dan nukleotida kinase lainnya menjadi bentuk nukleotida
(sitosin arabinosida trifosfat, atau ara-CTP) agar bersifat sitotoksik.
Ara-CTP merupakan penghambat DNA polimerase yang efektif.
Nukleotida

juga

menyatu

dalam

DNA nukleus

dan

dapat

memperlambat elongasi rantai. Oleh sebab itu obat ini, bersifat


spesifik fase S (disebut pula spesifik siklus sel).
j. Gemcitabine
Mekanisme kerja : gemcitabine
adalah

substrat

untuk

deoksisitidin kinase yang memfosforilasi obat menjadi 2,2difluorodeoxycytidine triphosphate. Senyawa terakhir menghambat
sintesis DNA dengan bergabung dalam untaian yang sedang
tumbuh yang biasanya akan mengandung sitosin. Bukti-bukti
menunjukkan bahwa perbaikan DNA tidak terjadi dengan mudah.
Kadar nukleotida alami dCTP menurun karena gemcitabine
bersaing dengan substrat nukleotida normal untuk deoksisitidin
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
kinase. Gemcitabine difosfat menghambat ribonukleotida reduktase
yang bertanggung jawab atas pembentukan deoksinukleosida
trifosfat yang dibutuhkan untuk sintesis DNA.
Kesimpulan :
Methotrexate merupakan obat yang menghambat dihidrofolat
reduktase. Asam dihidrofolat akan membentuk asam tetrahidrofolat
dengan bantuan enzim dihidrofolat reduktase. Asam tetrahidrofolat
diperlukan untuk mengubah asam deoxiuridilat menjadi asam timidilat.
Asam timidilat dibutuhkan dalam proses pembelahan sel. Apabila enzim
dihidrofolat reduktase dihambat maka tidak akan terbentuk asam timidilat
dan tidak terjadi proses pembelahan sel.
6-mercaptopurine,

6-thioguanine,

fludarabine,

cladribine,

5-

fluorouracil, capecitabine, cytarabine, gemcitabine merupakan obat-obat


yang bekerja pada biosintesis purin. Obat-obat ini merusak biosintesis
purin dengan cara berikatan dengan senyawa purin dan masuk ke dalam
gugus cincin deo lenovo dan terjadi pembentukan yang nonfungsional.
2. Antibiotika
a. Dactinomicin
Mekanisme kerja : Obat berinteraksi memasuki celah kecil heliks
ganda diantara pasangan basa DNA guanin-sitosin sehingga
membentuk kompleks dactinomicin-DNA yang stabil. Kompleks
tersebut terutama mengganggu RNA polimerase tergantung-DNA
walaupun pada dosis yang tinggi, dactinomicin juga menghalangi
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
sintesis DNA. Obat ini juga menyebabkan pemecahan untai
tunggal, kemungkinan karena kerjaan pada topositomerase II atau
melalui pembentukkan radikal bebas.
b. Doxorubicin dan daunorubicin
Mekanisme kerja : Anthracycline mempunyai tiga aktivitas utama
yang dapat bervariasi sesuai tipe sel. Ketiganya efektif dalam fase
S gab G2.
1) Interkalasi : Obat masuk secara non-spesifik diantara pasangan
basa yang berdampingan dan berikatan dengan tulang
punggung gula-fosfat DNA. Hal ini menyebabkan penguraian
lokal sehingga menghambat sintesis DNA dan RNA. Interaksi
dapat mengganggu reaksi pemecahan atau penyatuan kembali
yang dikatalisis topoisomerase II pada untai DNA yang terpilih
menyebabkan pemecahan yang tidak dapat diperbaiki.
2) Ikatan pada sel membran : Kerja ini mengubah fungsi proses
pengangkutan

yang

berhubungan

dengan

aktivasi

fasfatidilinositol.
3) Pembentukan radikal oksigen : Sitokrom P450 reduktase
(terdapat dalam membran nukleus sel) mengatalisis reduksi
anthracycline
akhirnya

hal

menjadi
ini

radikal

menurunkan

bebas
O2

semikuinilon.
molekuler

Pada

sehingga

menghasilkan ion-ion susperoksida dan hidrogen peroksida


yang memerantarai pemisahan untai-tunggal DNA .
c. Bleomycin

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Mekanisme kerja : Kompleks DNA bleomycin Fe2+ mengalami
oksidasi menjadi bleomycin Fe3+. Elektron yang dibebaskan
bereaksi dengan oksigen untuk membentuk superoksida atau
radikal hidroksil, yang pada akhirnya menyerang ikatan fosfodiester
DNA menimbulkan pemutusan untaian dan aberasi kromosomal.
Kesimpulan :
Mekanisme kerja dari obat-obat antibiotika ada dua yaitu
berinterkalasi dimana obat langsung masuk ke celah-celah DNA sehingga
polimerasi RNA tidak terbentuk dan tidak terjadi pembelahan sel. Kedua
adalah membentuk reaksi oksidatif (radikal bebas) dalam hal ini bekerja
merusak proses penyatuan kembali sehingga DNA rusak dan sel akan
mati.
3. Agen pengalkilasi
a Mechlorethamine
Mekanisme kerja : Mechlorethamine diangkut memasuki sel,
tempat untuk membentuk zat perantara reaktif yang mengalkilasi
N7 nitrogen dari suatu residu guanin dalam satu atau kedua untai
molekul DNA. Alkilasi ini menimbulkan ikatan silang antara residu
guanin

pada

memfasilitasi

rantai

DNA dan

pemecahan

untai

atau
DNA.

depurineasi
Alkilasi

sehingga

juga

dapat

menyebabkan mutasi yang salah menyandi (miscoding). Walaupun


alkilasi dapat terjadi pada sel-sel yang bersiklus dan beristirahat

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
(sehingga non spesifik siklus sel) sel-sel berproliferasi lebih sensitif
terhadap obat ini terutama yang berada pada fase G1 dan S.
b Cyclophosphamide dan ifosfamide
Mekanisme kerja : Cyclophosphamide adalah agen pengalkilasi
yang paling sering digunakan. Baik Cyclophosphamide dan
ifosfamide mula-mula mengalami biotransformasi menjadi zat
perantara yang terhidroksilasi terutama di dalam hati oleh sistem
sitokrom P450. Kemudian zat perantara yang terhidroksilasi
mengalami pemecahan untuk membentuk senyawa aktif, mostar
fosforamida dan acrolein. Reaksi mostar fosforamida dengan DNA
c

dianggap sebagai langkah sitotoksi.


Nitrosourea
Mekanisme kerja : Nitrosourea mengeluarkan efek sitotoksiknya
melalui alkilasi yang menghambat replikasi dan pada akhirnya
sintesis RNA dan protein. Walaupun nitrosourea mengalkilasi DNA
pada sel-sel yang beristirahat, sitotoksitas diekpresikan terutama
pada sel-sel yang tidak membelah dapat lolos dari kematian jika
terjadi perbaikan DNA. Nitrosourea juga menghambat beberapa
proses enzimatik kunci dengan karbamoilasi asam amino dalam

protein pada sel-sel target.


d Dacarbazine
Mekanisme kerja : Dacarbazine suatu agen yang berguna pada
terapi melanoma adalah agen mengalkilasi yang harus mengalami
biotransformasi menjadi metabolit aktif, methyltriazenoimidazole
carboxamide (MTIC). Metabolit ini bertanggung jawab atas aktifitas
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
obat sebagai agen pengalkilasi dengan membentuk ion-ion
metilkarbonium yang dapat menyerang kelompok nukleofilik pada
molekul DNA. Oleh sebab itu, sama seperti agen pengalkilasi
lainya, kerja sitotoksik decarbazine ditimbulkan oleh kemampuan
metabolitnya untuk memetilasi DNA pada posisi O6 guanin.
e Temozolomide
Mekanisme kerja : Temozolomide berhubungan dengan
dacarbazine karena keduanya harus mengalami biotransformasi
menjadi metabolit aktif, MTIC yang kemungkinan bertanggung
jawab untuk metilasi DNA pada posisi 6 guanin. Tidak seperti
dacarbazine, tomozolamide tidak membutuhkan sistem sitokrom
P450

untuk

transformasi

transformasi
kimiawi

metabolik,

dalam

pH

obat

fisiologis

ini

mengalami

yang

normal.

Temozolamide juga mempunyai kemampuan menghambat enzim


f

perbaikan O6-guanin-DNA alkiltransferase.


Agen Pengalkilasi Lainnya
Mekanisme kerja : Melphalan, suatu derivat fenilalanin mostar
nitrogen digunakan dalam terapi mieloma multipel. Obat ini
merupakan agen pengalkilasi bifungsional yang dapat diberikan
secara oral. Walaupun melphalan dapat diberikan secara oral,
kosentrasi plasmanya berbeda pada pasien dengan pasien lainnya
akibat variasi absorbsi dan metabolisme usus.

Kesimpulan :

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Pada obat-obat agen pengalkilasi, mekanisme secara umumnya
yaitu mengikat pada dua DNA sehingga tidak terjadi proses pembelahan
sel.
4. Penghambat mikrotubulus
a. Vincristine dan vinblastine
Mekanisme kerja: VX dan VBL bersifat spesifik siklus sel dan
spesifik fase karena obat-obatan ini menghambat mitosis pada
metafase (fase M). Ikatannya pada protein mikrotubulus, tubulin
bersifat tergantung GTP dan menghambat kemampuan tubulin
untuk

berpolimerisasi

membentuk

mikrotubulus.

Akibatnya,

membentuk agregat-agregat paracrystalline yang terdiri dari dimer


tubulin dan obat alkaloid. Aparatus gelendong disfungsional yang
dihasilkan

terhenti

pada

metafase,

mencegah

segregasi

kromosomal dan poliferasi sel.


b. Paclitaxel dan docetaxel
Mekanisme kerja: Kedua obat aktif dalam fase G 2/M pada siklus
sel. Obat-obat ini berikatan secara reversibel dengan suburut tubulin tetapi tidak seperti alkaloid vinca. Obat-obat ini memicu
polimerisasi dan stabilisai polimer dan bukan pembongkaran. Oleh
sebab itu, kedua obat ini mengubah proses depolimerisasipolimerisasi menjadi akumulasi mikrotubulus. Mikrotubus terlalustabil yang dibentuk bersifat nonfungsional dan desegregasi
kromoson tidak terjadi. Hal ini menyebabkan kematian sel.
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER

Kesimpulan :
Mikrotubulus yang terbentuk dari tubuli - tubuli kecil atau yang
disebut juga dengan gelendong miotik akan dihambat oleh obat-obat ini
sehingga mikrotubulus tidak akan terbentuk.
5. Hormon steroid dan antagonisnya
a. Prednison
Prednison adalah kortikosteroid anti-inflamasi sintetik yang kuat
dengan aktivitas mineralokortikoid yang lebih kecil daripada
cortisol.
Mekanisme kerja : Prednisone sendiri bersifat inaktif dan mulamula harus direduksi menjadi prednisolone terlebih dahulu oleh 11-hydroxysteroid dehydrogenase. Kemudian steroid ini berikatan
dengan sebuah reseptor yang memicu produksi protein spesifik.
b. Penghambat aromatase
Reaksi aromatase bertanggung jawab atas sintesis estrogen ekstra
adrenal dari androstenedione yang bertempat didalam hati, lemak,
otot, kulit, dan jaringan payudara, termasuk keganasan payudara.
Aromatisasi perifer adalah sumber estrogen penting pada wanita
pacsamenopause. Penghambat aromatase menurunkan produksi
estrogen pada wanita-wanita ini.

Kesimpulan :

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
Pada wanita terdapat tumor yang dipengaruhi oleh hormon
estrogen, biasanya rentan terjadi pada payudara. Sedangkan pada pria
terdapat tumor yang dipengaruhi hormon androgen dan menyebabkan
kanker prostat.
6. Antibodi monoklonal
a. Trastuzumab
Mekanisme kerja

Alasan

antibodi

menyebabkan

efek

antikankernya masih belum jelas. Beberapa mekanisme telah


diajukan-misal, down-regulation ekspresi reseptor HER2, induksi
sitotoksitas tergantung-antibodi atau penurunan angiogenesis
akibat efek pada faktor pertumbuhan endotel vaskular. Upaya yang
dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi pasien-pasien dengan
tumor tersebut yang sensitif terhadap obat ini.
b. Rituximab
Mekanisme kerja : Domain fab rituximab berikatan dengan antigen
CD20 pada limfosit B dan domain FC-nya merekrut fungsi efektor
imun, menginduksi komplement dan sitotoksitassel B yang
diperantarai-sel dan tergantung antibodi. Antibodi ini sering
digunakan bersamaan dengan kombinasi agen antikanker lainnya,
seperti cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine ( oncovin ) dan
prednisone (CHOP).
c. Bevacizumab
Antibodi monoklonal, bevacizumab adalah yang pertama dalam
kelas baru obat antikanker yang disebut agen antiangiogenesis.
Bevacizumab disetujui untuk digunakan sebagai obat ini pertama
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
terhadap kanker kolorektal metastatik dan diberikan bersama
kemoterapi berbasis 5-FU. Bevacizumab
Bevacizumab

berikatan

dengan

dan

diinfus melalui IV.


menghentikan

faktor

pertumbuhan endotel vaskular untuk merangsang pembentukan


pembuluh darah baru. Tanpa pembuluh darah baru, tumor tidak
menerima oksigen dan nutrien penting yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan poliferasi. Efek samping yang paling sering
dijumpai pada terapi ini adalah hipertensi, stomatitis dan diare.
Yang lebih jarang adalah perdarahan dalam usus, protein dalam
urine, dan gagal jantung. Efek samping serius yang jarang adalah
perforasi usus, luka yang sudah sembuh terluka kembali dan
stroke.
d. Cetuximab
Cetuximab adalah antibodi monoklonal chimeric yang baru-baru
ini disetujui untuk mengobati kanker kolorektal. Cetuximab diyakini
menunjukkan

efek

antineosplastiknya

dengan

menargetkan

reseptor faktor pertumbuhan epidermis pada permukaan sel kanker


dan

mengganggu

dikombinasi

dengan

pertumbuhannya.
irinotecan

selama

Cetuximab
pengobatan.

biasanya
Seperti

antibodi lainnya Cetuximab diberikan secara IV. Cetuximab


menyebabkan kesulitan bernafas dan tekanan darah rendah
selama pengobatan pertama serta penyakit paru intersitisial pun

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
pernah dilaporkan. Efek samping lainnya berupa ruam, demam,
konstipasi, dan nyeri abdomen.
Kesimpulan :
Obat-obat antibodi monoklonal menghambat dan melawan kanker
dengan cara menginduksi sistem kekebalan tubuh sehingga poliferasi sel
menjadi cepat.
7. Agen kemoterapeutik lainnya
a. Kompleks koordinasi platinum
Cisplatin adalah anggota pertama kelas kompleks koordinasi
platinum dari obat-obat antikanker, tetapi carboplatin telah
dikembangkan karena toksisitas cisplatin yang berat.
Mekanisme kerja : Mekanisme kerja untuk kelas obat ini serupa
dengan agen pengalkilasi. Dalam lingkungan plasma yang tinggi
klorida, cisplatin menetap sebagai agen netral yang memasuki sel
dan kehilangan kloridanya dalam lingkungan yang rendah klorida.
Kemudian, cisplatin berikatan dengan N guanin DNA membentuk
ikatan-ikatan

inter-

dan

intra-untaian.

Lesi

sitotoksik

yang

dihasilkan menghambat replikasi DNA dan sintesis RNA. Secara


serupa, separuh substansi kimiawi yang menggantikan klorida
dalam struktur carboplatin dikeluarkan secara hidrolisis untuk
membentuk obat yang aktif. Sitotoksisitas dapat terjadi pada
tahapan siklus sel manapun, tetapi sel-sel paling rentan terhadap

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
kerja obat ini pada fase G dan S. Kedua obat juga dapat mengikat
protein dan senyawa lain yang mengandung gugus thiol (-SH).
b. Irinotecan dan topotecan
Irinotecan dan topotecan adalah derivat semisintetik dari obat
sebelumnya yang bersifat lebih toksik, camptothecin.
Mekanisme kerja: Kedua obat ini bersifat spesifik-fase-S.
keduanya menghambat topoisomerase I, yang penting bagi
replikasi DNA dalam sel-sel manusia. Tidak seperti etoposide yang
menghambat enzim terkait topoisomerase II, topotecan adalah
penghambat topoisomerase I yang pertama kali bermanfaat secara
klinis. SN-38 (metabolit aktif irinitecan) dibentuk dari irinitecan
melalui

pemutusan

ikatan

karbamat

yang

diperantarai-

karboksilesterase antara separuh bagian comptothecin dan rantai


samping dipiperidino. SN-38 kurang lebih 1000 kali sekuat
irinotecan sebagai penghambat topoisomerase I. Topoisomerase
memulihkan untaian pilihan dalam DNA dengan menyebabkan
pemutusan untai-tunggal yang reversibel. Dengan berikatan pada
kompleks enzim-DNA, topotecan atau SN-38 mencegah ligasi
kembali untai-tunggal yang putus.
c. Etoposide (VP-16)
Etoposide dan analognya, teniposide adalah derivat semisintetik
alkaloid tanaman, podophyllotoxin. Keduanya menghambat sel
pada fase S lambat hingga fase G2 pada siklus sel. Target
utamanya adalah topoisomerase II. Ikatan obat pada kompleks
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER
enzim-DNA menghasilkan persistensi bentuk kompleks yang dapat
dibelah secara sementara sehingga membuatnya menjadi peka
terhadap pemutusan untai ganda yang ireversibel. Resisten
terhadap penghambat topoisimerase timbul oleh adanya Pglikoprotein yang resisten-multiobat ataupun oleh mutasi enzim.
d. L-Asparaginase
L-Asparaginase mengatalisis deaminasi asparagin menjadi aspartic
acid

dan

amonia.

Bentuk

enzim

yang

digunakan

untuk

kemoterapeutik berasal dari bakteri. L-Asparaginase digunakan


untuk mengobati leukimia limfositik akut pada masa kanak-kanak
dalam kombinasi dengan VX dan prednisone. Mekanisme kerjanya
berdasarkan fakta bahwa beberapa sel neoplastik membutuhkan
sumber asparagin eksternal karena keterbatasan kapasitasnya
untuk menyintesis jumlah asam amino yang cukup untuk
menyokong

pertumbuhan

dan

fungsi.

L-Asparaginase

menghidrolisis asparagin darah sehingga mengurangi asam amoni


dari sel tumor yang diperlukan untuk sintesis protein. Resisten
terhadap obat ini disebabkan oleh peningkatan kapasitas sel tumor
untuk menyintesis asparagin. Enzim harus diberikan secara IV atau
intramuskular karena enzim ini dihancurkan oleh enzim lambung.
Toksisitas
merupakan

meliputi
protein

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

rekasi
asing)

hipersensitivitas
penurunan

FIRAYANTI HAMKA

(karena
faktor

obat

ini

pembekuan,

ANTIKANKER
abnormalitas hati, pankrealitis, kejang, dan koma akibat toksisitas
amonia.
Kesimpulan :
Sama halnya seperti obat-obat golongan antibodi monoklonal,
obat-obat ini juga menghambat pertumbuhan kanker dengan menginduksi
antibodi sehingga antibodi meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Sulistia Gan, dkk. 2012. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. FK UI :
Jakarta.
Harvey, Richard A. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi 4. EGC :
Jakarta.
Tjay & Richard. 2010. Obat-Obat Penting. PT Elex Media Komputindo :
Jakarta.
Richard. 2008. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit Robbins & Cotran Edisi
7. EGC : Jakarta.
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Buku Kedokteran
EGC : Jakarta.
RUSITA HALIM SOAMOLE
15020130309

FIRAYANTI HAMKA

ANTIKANKER

RUSITA HALIM SOAMOLE


15020130309

FIRAYANTI HAMKA