Anda di halaman 1dari 6

PROSES INDUSTRI PEMBUATAN

NITROGEN

OLEH :

FIERDA ANJELINA PANE (M1B114010)

PRODI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JAMBI
2016

Proses Industri Pembuatan Nitrogen


PENDAHULUAN
Nitrogen yang berasal dari udara merupakan komponen utama dalam pembuatan
pupuk dan telah banyak membantu identifikasi produksi bahan makanan di seluruh dunia.
Pengembangan proses fiksasi nitrogen telah berasal memperjelas berbagai asas proses kimia
dan proses tekanan tinggi, serta ikut menyumbang dalam perkembangan dunia teknik.
Sebelum adanya proses fiksasi nitrogen secara sintetik, sumber utama nitrogen untuk
keperluan pertanian hanyalah bahan limbah dan kotoran hewan, hasil hasil dekomposisi
bahan bahan tersebut serta ammonium sulfat yang didapatkan dari hasil sampingan
pembuatan kokas dari batu bara. Bahan bahan ini tidak mudah ditangani dan jumlahnya pun
tidak cukup banyak untuk dapat memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan. Salpeter Chili,
salpeter dari air kencing hewan dan manusia, dan ammonia yang dikumpulkan dari
pembuatan kokas, menjadi penting belakangan ini tetapi akhirnya disisihkan lagi oleh
ammonia sintetik dan nitrat. Amonia merupakan bahan dasar bagi pembuatan hampir semua
jenis produk yang mengandung nitrogen.

SEJARAH
Awalnya, 2 orang ilmuwan Priestley dan Cavendish melewatkan percikan bunga api
listrik di dalam udara dan mendapatkan nitrat setelah melarutkan oksida yang terbentuk dari
reaksi itudi dalam alkali. Tetapi pengembangan ini secara komersial ternyata tidak mudah
karena memakan energy listrik banyak sekali dan efisiensinya sangat rendah. Nitrogen pernah
difiksasi ( diikatkan dari udara ) sebagai kalsium sianida, tetapi proses ini ternyata terlalu
mahal, kecuali untuk menghasilkan bahan kimia yang mengandung konfigurasi sianamida.
Proses proses lain, seperti pengolahan termal atas campuran oksida nitrogen (NOX),
pembentukan sianida, pembentukan aluminium nitride dan dekomposisi menjadi ammonia,
dsb, ternyata tidak menunjukkan harapan untuk dapat dikembangkan secara positif walaupun
proses ini secara teknis telah terbukti dapat dilaksanakan. Haber dan Nersnt melakukan
pengkajian yang teliti mengenai keseimbangan antara nitrogen dan hydrogen di bawah
tekanan sehingga membentuk ammonia. Dari pengkajian itu, merekan berhasil menemukan
beberapa katalis yang cocok. Tetapi pada masa tersebut peralatan tekanan tinggi belum ada.,
sehingga mereka harus menciptakannya sendiri untuk dapat melakukan penelitian itu. Haber
dan Bosch juga mengusahakan proses yang dapat diterapkan untuk menghasilkan hydrogen
dan nitrogen murni.

Cara yang nyata yaitu elektrolisis air untuk membuat hydrogen dan destilasi udara
cair untuk membuat nitrogen ternyata terlalu mahal, sehingga mereka terpaksa menciptakan
proses lai yang lebih murah. Usaha bersama mereka telah berhasil menciptakan prosees
sintesis ammonia pada tekanan tinggi di tahun 1913. Proses ini sangat banyak menggunakan
energy, sehingga banyak mengalami modofikasi akhir akhir ini. Dengan demikian, tingkat
kenaikan harganya tidak sampai setinggi setingkat kenaikan harga energy pada umumnya.
Perbaikan perbaikan besar masih terus berlangsung dengan amat cepatnya.

PENGERTIAN
Nitrogen adalah unsure kimia dalam table periodic yang memiliki lambang N dan
nomer atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan
merupakan gas diatomic bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau
senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi
dengan unsur lainnya.
Nitrogen mengisi 78,08 % atmosfir bumi dan tedapat dalam banyak jaringan hidup. Zat lemas
membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat dan sianida.

Sifat sifat nitrogen


Komponen utama udara adalah nitrogen yang memiliki sifat sifat fisik sangat dekat

dengan oksigen sehingga menyulitkan dalam proses pemisahan oksigen dan nitrogen.
Nitrogen tidak mendukung pembakaran, dan karena nitrogen adalah suatu gas yang tergolong
asphyxiant, maka seseorang dalam lingkungan yang kaya akan nitrogen akan sangat cepat
kehilangan kesadaran dan dapat meninggal dunia.
Nitrogen pada tekanan atmosferik adalah gas yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak
berbau. Bila tercairkan, nitrogen 19 % lebih ringan dari air. Titik didih pada tekanan atmosfer
adalah -196C (77 K). dan berat molekulnya 28.013.
Liquid nitrogen berbeda dengan liquid oksigen, karena nitrogen tidak berwarna. Nitrogen
tidak memiliki sifat paragmetik seperti hal nya oksigen.

Manfaat nitrogen

Nitrogen dapat digunakan, antara lain :


1. Pembuatan ammoniak tetapi bukan dari N2 murni tetapi dari udara langsung
2. Untuk melindungi bahan makanan dari gangguan bakteri dan jamur
3. Gas inert dalam pabrik
4. Start tip pada pabrik amoniak

PROSES PEMBUATAN NITROGEN


Blok Diagram

Flowsheet

Uraian
1. Filtrasi

Pada saat udara dihisap oleh compressor, terlebih dahulu udara disaring dengan
menggunakan filter, agar kotoran atau gas-gas pengotor dari udara bebas dapat disaring dan
tidak terikut dalam proses proses selanjutnya.
Contoh gas pengotor : uap air dan karbondioksida, debu juga bisa menjadi zat pengotor pada
udara bebas. Zat pengotor ini harus dihilangkan karena dapat menyebabkan penyumbatan
pada perlatan, tingkat bahaya yang dapat ditimbulkan, korosi, dan juga dalam batas batas
tertentu dilarang terkandung dalam spesifikasi produk akhir.
2. Kompressi
Alat yang digunakan yaitu compressor, dimana fungsinya yaitu menaikkan tekanan
udara bebas yang diserap sampai 145 175 Psig.atau sekitar 6 bar.
3. Cooling Water
Air umumnya digunakan sebagai pendingin pada industry sebab air tersedia jumlahya
dan mudah ditangani. Air juga mampu menyerap sejumlah besar enegi per satuan volume dan
tidak mengalami ekspansi maupun pengerutan dalam rentang temperature yang biasanya
dialaminya. System penguapan terbuka merupakan tipe system pendingin yang umumnya
digunakan dalam plant pemisahan udara.
Sebagian industry menggunakan system direct cooler pada proses pendinginannya,
dimana terjadi kontak langsung antara udara dengan air pada sepanjang tray direct cooler.
Direct cooler mempunyai kelebihan dari pada proses pendinginan yang menggunakan tube
atau shell cooler, dimana temperature yang bisa dicapai yaitu 2C, sedang pada tube atau shell
cooler hanya sekitar 8C, efek pengguyuran (scrubbing) dari air juga dapat membantu
menurunkan kandungan partikel dan menyerap pengotor yang terbawa udara. Namun jika
direct cooler tidak terjaga,seperti P tinggi (pada aliran dan udara masuk) dan tinggi cairan
(pada aliran air). Oleh karena tingginya perbedaan temperature yang melalui tray bawah unit,
maka pada tray ini sangat mungkin terjadi pembentukan kerak. Untuk alasan itu, water
treatment harus bekerja efektif dan tray harus dibersihkan dan diperiksa jika memungkinkan.
4. Purrification (Pemurnian)
Pada proses ini terdapat proses penyerapan ( adsorpsi ) terhadap material / zat zat
pengotor dari feed air , diantaranya : uap air, karbon monoksida, karbon dioksida, dan
beberapa kandungan hidrokarbon. Pada beberapa industry, menggunakan 2 layer pada vessel
pemurnian ini, layer bawah menggunakan alumina untuk menyerap / mengadsorpsi
kandungan uap air dalam udara dan bagian top / atas menggunakan molecular sieve yang
bertindak sebagai adsorben untuk menghilangkan karbondioksida.
5. Heat Exchanger (Pemindah Panas)

Melewati exchanger, udara didinginkan hingga mendekati titik pencairan. Karena


udara menjadi dingin, mula mula uap air akan menjadi deposit, dimulai jadi cairan
kemudian berubah menjadi salju halus dengan arah yang berlawanan. Fungsi heat exchanger
untuk memudahkan pergerakan panas yang akan dipindahkan aliran panasnya, dari zat yang
memiliki panas lebih tinggi menuju daerah yang dingin hingga temperature keduanya sama
6. Ekspansi
Udara yang dingin tersebut diekspansikan atau diturunkan pressure nya sampai
tekanan menjadi 70 80 psig hingga udara tersebut cair.
7. Distilasi
Pada proses ini final terjadi proses pemisahan antara gas gas yang terkandung pada
udara bebas sebagai umpan melalui perbedaan titik didih (relative volatilitas). Dimana
nitrogen memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan gas gas lain yang
terkandung dalam udara yaitu

-195. Bila dipisahkan masing masing gas pada proses

vaporisasi (destilasi), maka nitrogen akan cepat menguap dan menghasilkan produk gas yang
siap digunakan.
Gas nitrogen yang dihasilkan dari proses vaporisasi bisa dirubah bentuk menjadi liquid
dengan cara dilewatkan pada kolom kolom.