Anda di halaman 1dari 6

Tujuan Pendidikan

Menghasilkan tenaga sarjana yang memiliki keahlian di bidang Ilmu Kelautan


yang berorientasi pada konservasi llingkungan dan sumberdaya laut serta bioteknologi
kelautan sesuai tujuan pembangunan nasional dan kebutuhan pasar kerja global
Materi yang dipelajari
Fenomena Alam laut
Sumbedaya Pesisir dan Laut
Bioteknologi kelautan
Keuanggulan
Kurikulum berbasis komptensi, setara internasional
Fasilitas
Ruang kuliah, R. Seminar, Laboratorium, Kapal Latih, Rubber boat, Dermaga, Unit Selam,
Hatchery, Tambak, Internet, Asrama Mahasiswa
Lapangan Pekerjaan.
Pemerintahan, TNI AL, Konsultan Lingkungan Hidup, Konsultan Pengembangan Wilayah
Pesisir dan lLaut, Industri Bahan Pakan, Pariwisata, Koperasi dan Lembaga Swadaya
Keuangan dll.
Program

Studi

Ilmu

Kelautan

berdasarkan

Surat

Keputusan

Dirjen

Dikti

No.

54/Dikti/Kep/1987, yang direvisi dengan SK Dirjen Dikti No. 24/Dikti/Kep/1988 dan


dikuatkan dengan SK Dirjen Dikti No.195/Dikti/Kep/1995 dengan bidang minat :
a.

Pendayagunaan dan Konservasi Sumberdaya Hayati Laut

b.

Keanekaragaman Hayati Wilayah Pesisir dan Laut Tropis

c.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Pesisir dan Laut

d.

Bioteknologi Kelautan

Pendirian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) diawali dengan terbitnya Surat
Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No. 44/1968 tanggal 8 Oktober 1968, tentang
pembentukan Jurusan Perikanan pada Fakultas Peternakan, yang sebelumya hanya memililiki
satu Jurusan (Peternakan).
Perkembangan nama Fakultas Peternakan juga mengalami pasang surut. Pada tanggal 17
Agustus 1974, dan dikukuhkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas
Diponegoro No. 76/SK/UD/VI/78, Fakultas ini berubah namanya menjadi Fakultas
Peternakan dan Perikanan, meskipun Jurusan yang dikembangkan tidak mengalami
perubahan. Pada perkembangan selanjutnya nama Fakultas kembali menjadi Fakutas
Peternakan pada tahun 1982 menurut keputusan Presiden RI No: 51 tahun 1982. Pada tahun
1985, berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 1023/D/Q/1985 tanggal 6 Juni 1985, dirintis
perkembangan Program Studi Ilmu Kelautan di Universitas Diponegoro bersama lima
perguruan tinggi Indonesia lainnya (Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro,
Universitas Patimura, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Riau). Dalam
perkembangan selanjutnya Undip kemudian mendapatkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No.
54/Dikti/Kep/1987, yang direvisi pada tahun 1988 dengan SK Dirjen Dikti No.
24/Dikti/Kep/1988, tentang pembentukan Program Studi Ilmu Kelautan Undip, di mana
pengelolaan administrasi staf pengajar berada pada Fakultas Peternakan, sedangkan aspek
akademik berada di bawah koordinasi Rektor dengan pelaksana Badan Pengelola Program
Studi Ilmu Kelautan.
Pada tahun 1994, Jurusan Perikanan dan Program Studi Ilmu Kelautan disatukan di bawah
Fakultas baru, yaitu Fakutas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sesuai dengan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0181/0/1994, tanggal 25 Juli 1994.

I. Gedung
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK) Undip, memiliki 2
wilyah kampus yaitu kampus Undip Tembalang dan Jepara.
Kampus Undip Tembalang terdiri dari 5 (lima) gedung yaitu Gedung, A,B,C,D dan E.
Gedung A merupakan Gedung Dekanat sebagai pusat kegiatan administrasi Fakultas yang
ditempati , Dekan, Para Pembantu Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Para Kepala Sub
Bagian.

Gedung B merupakan pusat kegiatan administrasi jurusan Ilmu Kelautan yang ditempati oleh:
1. Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Kelautan,
2. Ketua dan sekretaris Program Studi Ilmu Kelautan dan
3. Ketua dan sekretaris Program Studi Oseanografi.

Di gedung B ini terdapat satu (1) ruang perkuliahan untuk mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan
yang berada di lantai 3
Gedung C merupakan pusat kegiatan administrasi Jurusan Perikanan yang ditempati oleh:
1. Ketua dan Sekretaris jurusan Perikanan
2. Ketua dan sekretaris Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP),
3. Ketua dan Sekretaris Program Studi Budidaya Perairan (BDP),
4. Ketua dan Sekretaris Program Studi Manajemen Sumberdaya Daya Perairan (MSP)
5. Ketua dan Sekretaris Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP). Digedung juga

Digedung B terdapat lruang kuliah untuk mahasiswa perikanan dan laboratorium Budidaya
Perairan, Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan dan Laboratorium Pemanfaatan Sumber
Daya Perikanan

Gedung D disamping merupakan pusat perkuliahan untuk mahasiswa Perikanan, juga


terdapat laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan
Sedangkan kampus yang ada di Jepara berupa laboratorium yaitu Laboratorium Teluk Awur
(Marine Station) yang berada di desa Teluk Awur dan Laboratorium Pengembangan Wilayah
Pantai (LPWP) yang terletak di Pantai Kartini Jepara.

II. Ruang Kuliah


Ruang kuliah menempati gedung B, C, D dan E dengan kapasitas ruang untuk perkuliahan
antara 60 s/d 120 mahasiswa yang telah dilengkapi dengan sarana penunjang seperti
Pendirngin ruangan (AC), LCD dan Pengeras Suara (Sound System)
Terdapat dua (2) Aula untuk kuliah umum dan persidangan yang bisa menampung lebih dari
100 orang yaitu Aula D111 terletak di gedung D dan Aula A301 yang terletak di gedung A
(Dekanat)

Secara keseluruhan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatn Universitas Diponegoro, memiliki
fasilitas gedung yang tersebar di Kampus Tembalang (5 gedung lantai 3 dan 1 gedung satu
lantai), di LPWP Jepara (empat gedung dan 7 unit rumah dinas), dan Kampus Teluk Awur
(ruang kelas, laboratorium, mess mahasiswa, dan rumah dinas).
Pemanfaatan gedung-gedung tersebut meliputi Ruang kuliah seluas 1.638 m2; Laboratorium
seluas 2 233 m2; Perpustakaan seluas 400 m2; Ruang Dosen seluas 752 m 2; Ruang kantor dan

Administrasi seluas 493 m2 dan lainnya seluas 90 m2. Maka Rasio untuk ruang akademik
maupun administrasi adalah 1:0,8 dan peruntukan untuk mahasiswa 1 m / mahasiswa.
Gedung yang tersedia untuk perkuliahan di Kampus Tembalang (788 m2); Teluk Awur (333
m2); LPWP Pantai Kartini (162 m2). Ruang Dosen di Tembalang (556,4 m 2); Teluk Awur (280
m2); Ruang Seminar/Rapat di Tembalang ( 1000 m2) dan Teluk Awur 400 m2.
Kampus LPWP Pantai Kartini dilengkapi pula mess mahasiswa dan perumahan untuk staf
dosen/karyawan. Di kampus ini juga tersedia laboratorium yang berhubungan dengan biologi
laut, ekologi laut, penangkapan, budidaya laut, serta untuk penelitian tugas akhir mahasiswa
maupun penelitian staf pengajar. Berdasarkan uraian di atas, dari sisi jumlah sarana yang
tersedia cukup banyak, namun pada sisi yang lain menjadi beban dalam pengelolaannya,
karena tersebar di tiga lokasi yang jaraknya cukup berjauhan. Fasilitas yang efektif
dimanfaatkan terutama fasuilitas yang berada di kampus Tembalang, sedangkan kampus
Jepara (Kartini dan Teluk Awur) kurang optimal, karena kendala pembiayaan. Fasilitas
pembelajaran di kampus Jepara tersebut sebagian besar telah rusak akibat keterbatasan
pendanaan untuk perawatan dan pembaharuan peralatan.
Suasana akademik di FPIK masih perlu terus ditingkatkan. Penyediaan teknologi informasi
seperti internet, sudah cukup baik, sehingga dosen dan mahasiswa mudah untuk mengakses
untuk mendapatkan informasi akademik, referensi dan komunikasi melalui dunia maya.
Sistem Informasi dilakukan dengan pengembangan data basis mahasiswa untuk pengelolaan
akademik ( KRS, KHS, EPSBED, Lulusan dan Alumni Tracer ), sarana prasarana
(laboratoris, akademis dan penunjang), kemahasiswaan (beasiswa, softskill, Alumni Tracer)
serta pengembangan (kerjasama, sosialiasi dan diseminasi, serta publikasi).
Kegiatan belajar mengajar berlangsung sejak pukul 08.00 sampai 16.00 tanpa jeda istirahat,
sebagai akibat masih kurangnya ruang kelas.
Fasilitas laboratorium juga belum mampu memenuhi kebutuhan untuk penyelenggaraan
proses belajar mengajar yang ideal. Banyak mata kuliah yang kegiatan praktikumnya
diselenggarakan di luar kampus, sehingga mengganggu kegiatan perkuliahan mata kuliah
lain.

Selain kemampuan akademis, mahasiswa juga dituntut melakukan pengembangan soft skill
melalui Unit KegiatanKemahasiswaan (UKK). Kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan
terutama diselenggarakan pada hari Sabtu, bahkan kadang-kadang hari Minggu.
Sistem Penjaminan Mutu dilakukan berdasarkan Keputusan Rektor melalui Lembaga
Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP2MP). FPIK telah membentuk lembaga
penjaminan mutu secara terintegrasi. Pada tingkat Fakultas dibentuk Tim Penjamin Mutu
Fakultas (TPMF), dan pada tingkat program studi dibentuk GPM yang dikoordinasikan oleh
seorang koordinator.