Anda di halaman 1dari 18

INTERNATIONAL

TRADE
BY :

M E I T R I YA N I
MEI ANGGRENI
AGUNG RIDANGGA
AMBALIKA

INDONESIANSINGAPORE
TRADE

HUBUNGAN EKONOMI INDONESIA-SINGAPURA


perdagangan dengan dan melalui
Singapura

menjadi

penting

bagi

Indonesia untuk menyediakan jalur


perdagangan

ke

seluruh

dunia.

Perdagangan adalah motivasi umum


utama kedua negara hubungan luar
negeri, masing-masing mitra adalah
mitra dagang utama satu sama lain.

$16.4 juta

$1,14
M
$13.7 juta
INVESTASI
PADA 142
PROYEK

indonesia

protoleum

270 jt
lt
250 jt
lt
220 jt
lt

petroleu
m

270 jt lt

(20 jt lt)

210 jt lt

(5 jt lt)

Alat
kantor

15.000

20.000

(2000)

210 jt
lt

15.00
0

singapura

17.00 18.00
0
0
Alat kantor

20.00
0

INDONESIAN
BARRIERS

KEBIJAKAN PEMERINTAH
Untuk melindungi produksi dalam negeri dari ancaman produk
sejenis yang diproduksi di luar negeri, maka pemerintah Indonesia
akan menerapkan atau mangeluarkan suatu kebijakan perdagangan
internasional di bidang impor.

Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor dapat


dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu kebijakan hambatan tarif
(tariffbarrier) dan kebijakan hambatan non tarif (non-tariff barrier)

1. Hambatan tarif (tariff barrier) adalah suatu kebijakan proteksionis terhadap


barang - barang produksi dalam negeri dari ancaman membanjirnya barangbarang sejenis yang diimpor dari luar negeri.

Alasan dikenakan tarif

Memperbaiki dasar tukar

Infant-industry

Diversifikasi

Employment

Anti dumping

To keep money at home

The low-wage

2. Hambatan non tarif (non-tarif barrier) adalah


berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk
yang dapat menimbulkan distorsi, sehingga
mengurangi
potensi
manfaat
perdagangan
internasional.
Kelompok hambatan non
tarif
1. Pembatasan
spesifik
(specific limitation) :
Barangan impor
secara mutlak,
Pembatasan impor,
Peraturan untuk
impor produk
tertentu, Peraturan
kesehatan/
karantina, Peraturan
pertahanan dan

2. Peraturan bea
cukai:
Tatalaksana
impor tertentu,
Penetapan harga
pabean,
Penetapan
forex rate dan
pengawasan
devisa, dll

3. Partisipasi
pemerintah :
Kebijakan
pengadaan
pemerintah,
Subsidi dan
insentif ekspor,
Countervaling
duties, Domestic
assistance
programs, Tradediverting

INDONESIA
OPPOSED AEC

MEA

PASAR BEBAS

Pro adanya MEA di


Indonesia

Kontra adanya MEA


di Indonesia

PASAR RELATIF
BEBAS

Semua Negara ASEAN berkumpul guna


membentuk
suatu
komunitas,
menciptakan
keamanan
dan
perdamaian dan ekonomi yang kuat
sehingga bisa berkompetisi dengan
Negara-negara yang ada di Asia bahkan
Dunia, seperti menyaingi India,China,
dan Uni Eropa yang sudah lebih dahulu
menerapkannya.

Pro

Kontra

Informasi akan semakin mudah dan cepat diperoleh


Akan tercipta dan meningkatkan lapangan pekerjaan
Melalui impor-ekspor yang terjadi pada saat dilaksanakan MEA, kebutuhan
negeri akan terpenuhi dan dapat menambah pendapatan
Dapat menstabilkan ekonomi Negara
Kegiatan produksi negeri semakin meningkat
Menambah devisa negara

Negara lain dapat menjual barang produksinya di Indonesia dan menjualnya


dengan harga murah.
Orang asing dapat mengekploitasi alam Indonesia dengan mudah

FAKTOR YANG MEMBUAT INDONESIA


BELUM SIAP MENGHADAPI MEA

dilihat dari segi Sumber Daya Manusia


(SDM) , Indonesia masih belum mampu
dalam dunia pendidikan
Dan juga tidak meratanya informasi yang
diberikan pemerintah mengenai apa itu MEA
terhadap masyarakat Indonesia