Anda di halaman 1dari 28

METODE

PELAKSANAAN
KONSTRUKSI Keramik
Senin, 29 Februari 2016

Penyusun:
Putri Hillary
12/329710/TK/39019
Inda Suryani R.
12/333674/TK/40017
Eko Wisnu Prananto
12/333813/TK/40155
Alvian Mustafa
12/333863/TK/40205

JENIS KERAMIK

Jenis-jenis keramik berdasarkan


bahannya :
Keramik biasa : Keramik paling umum dan pling sering
digunakan dengan bahan dasar tanah liat yang
dipanaskan dan dicetak dengan pola dan ukuran
tertentu.
Ukuran dari keramik ini bervariasi yaitu :
- 30 x 30 cm dengan harga Rp 24.000- Rp 35.000 per
m2
- 50 x 50 cm dengan harga Rp 60.000 Rp 80.000 per
m2
- 80 x 80 cm dengan harga Rp 120.000 Rp 200.000 per
m2

Keramik Granit : Seperti namanya keramik ini terbuat


dari bahan granit.Keramik ini memiliki tekstur permukaan
bawah yang kasar dan bagian atas yang sangat halus.
Ukuran dari keramik ini bervariasi yaitu :
- Ukuran keramik ini 60 x 60 cm dan 100 x 100 cm
dengan
harga Rp 180.000-Rp 400.000 per m2

Keramik Teraso : merupakan bahan tradisional yang dulu


sering digunakan sebagai bahan penutup lantai
rumah.Ukuran keramik ini hanya tersedia 20 x 20 cm
dengan harga Rp 40.000-Rp 60.000 per m2.

Keramik Homogeneus Tile : Keramik homogeneous tile


merupakan keramik yang dibuat meniru bentuk fisik batu
grani alam atau marmer. Di pasaran jenis keramik ini
umumnya dengan ukuran besar sesuai trend saat ini.
Seperti ukuran 40 x 40 cm, 60 x 60 cm, bahkan ada
sampai berukuran 100 x 100 cm.

Jenis-jenis Keramik berdasarkan


permukaannya:
1)Polished, Tipe ini memiliki karakter dengan
permukaan licin dam berkilau. Keramik ini biasanya
digunakan untuk lantai rumah bagian dalam.
2)Polished Sand, Tipe ini memiliki karakter yang
sama dengan polished tapi memiliki titik-titik kasar
seperti butiran pasir. Biasanya digunakan untuk lantai
kamar mandi basah sehingga tidak mudah terpeleset.
3)Unpolished, Tipe ini memiliki karakter permukaan
yang rata dan tidak licin. Biasanya digunakan untuk
ruangan dapur/ruang makan yang cenderung berminyak
atau juga dapat digunakan untuk lantai kamar mandi
kering.
4)Structure, Tipe ini memiliki karakteristik permukaan
yang sangat kasar seperti batu, sangat cocok untuk
taman atau area luar rumah.

Jenis-jenis Keramik berdasarkan


tepinya:

Keramik cutting : Sebelum di packing dan dipasarkan,


keramik jenis ini harus melalui proses pemotongan tepi
dengan tujuan menjaga presisi ukuran keramik,sehingga
memiliki lebar nat yang kecil
Keramik non cutting : Keramik ini tidak lagi
mendapatkan perlakuan tambahan dalam hal ukuran
dan langsung saja di packing untuk dipasarkan,sehingga
memiliki nat yang lebih lebar.

KEUNTUNGAN-KERUGIAN

Keuntungan - Kerugian

Waktu
Biaya
Sumber Daya

Keuntungan - Kerugian
Ceramic Tile

Homogenous Tile

Waktu
Ceramic Tile

Homogenous Tile

Lambat ( ukuran maksimal 60 x 60 )

Mudah di kerjakan

Cepat ( Ukuran mencapai 120 x 120


)
Memerlukan keahlian dan alat
khusus

Biaya
Ceramic Tile

Homogenous Tile

Spesifikasi

Satuan

Harga (Rp )

20x20

m2(25/dos)

44.500

30x30

m2(11/dos)

47.500

50x50

m2(4/dos )

70.000

60x60

m2(4/dos )

82.300

Harga Standar ukuran 40x40 dan


60x 60 berkisar Rp 150.000 Rp
600.000
Di pengaruhi oleh :
Merek produk
Mutu bahan
Ukuran

Sumber Daya
Ceramic Tile

Bervariasi bentuk, ukuran dan warna

Tahan Lama

Tahan air ( absorption 7% )

Murah, Mudah di dapat dan dirawat

Menciptakan kesan dingin

Licin

Mudah pecah

Nat antar keramik susah di bersihkan

Homogenous Tile
Lebih kuat
Tampilan mewah
Lapisan atas tidak mudah tergores
Tahan air ( absorption <0,05% )
Homogen
Harganya Mahal
Memerlukan mata pisau khusus
yang mahal

PEMASANGAN KERAMIK

Faktor yang perlu dipertimbangkan:


Pada saat pemasangan keramik, ada beberapa faktor yang
perlu diperhatikan yaitu:
Tentukan jenis keramik yang dibutuhkan, apakah untuk lantai
eksterior atau lantai interior.
Tentukan luas pemukaan yang akan dilapisi keramik serta
bahan pemasangannya.
Tentukan warna, ukuran dan motif keramik.
Tentukan metode atau cara pemasangan yang diinginkan,
apakahopen joint(nat lebar > 3mm) atauclosed joint(nat kecil
<3mm).
Tentukan pola pemasangan yang diinginkan, paralel atau
diagonal

Keuntungan menggunakan nat lebar adalah:


Fleksibilitas lebih besar
Toleransi terhadap kemungkinan adanya perbedaan ukuran
setiap keramik lebih baik.
Proses pengisian nat akan lebih mudah dan lebih merata.
Pemakaianflexible jointlebih hemat.Flexible jointberfungsi
sebagai sarana untuk menetralisir tegangan jika terjadi
pemuaian pada ubin keramik.
Pemasangan di garasi atau daerah basah lainnya sangat bagus
karena tidak terlalu licin.
Jarang terjadi pengelupasan karena tempat pemuaiannya cukup.

Sementara keuntungan menggunakan nat kecil adalah:


Permukaan lantai akan rapi sehingga menampilkan kelas
tersendiri karena pasti mutu pemasangannya baik.
Proses pengisian nat lebih cepat dan lebih efisien.
Kesan sambungan pada keramik dapat hilang, tetapi cepat
mengelupas karena tidak ada tempat pemuaian.

Persiapan Pemasangan Keramik


Sebelum pemasangan lantai dilakukan perlu dilakukan beberapa persiapan:
Pastikan lantai yang akan dipasang keramik sudah kuat dan rata
Bersihkan lantai dari kotoran yang mengganggu, jika memakai lantai kerja pastikan tidak
ada batu yang menonjol
Ukurlah luas ruangan yang akan dipasang keramik.
Dalam mempersiapkan keramik, sebaiknya perlu membeli keramik dilebihkan sekitar 15%
dari
luas ruangan terukur bila memasang dengan pola paralel dan 25% bila memasang
dengan pola diagonal.
Rendam keramik dalam air selama beberapa menit agar keramik dapat keramik dapan
menempel mortar dengan lebih baik.

Siapkan bahan dan peralatan yang diperlukan (selain keramik) antara lain:
Meteran
Penggaris siku
Palu karet
Pemotong ubin atau tang ubin
Benang ukur dan paku
Selang ukur
Pisau plamur karet

Cetok (bergerigi lebih baik)


Tile spacer
Waterpas alumunium (bubble level)
Spons
Spidol/kapur
Mortar sebagai perekat keramik
Tile grout sebagai pengisi nat

Cara Pemasangan Keramik

1. Temukan titik pusat dari area lantai.

2. Tandai dengan benang.

3. Mulailah pemasangan keramik yang pertama dari titik


pusat ini ke salah satu dinding.

4. Aplikasikan mortar perekat keramik dengan cetok


bergerigi secara merata dan dalam satu arah pada
dasar lantai.

5. Tempatkan keramik di atasnya. Tekan keramik ke


bawah dengan pelan dan ketok dengan palu karet
sampai posisi ubin stabil.

6. Gunakan tile spacer (pemisah ubin) dan teruskan


pemasangan ubin berikutnya.
7. Gunakan waterpas alumunium (bubble level) untuk
mengepaskan ketinggian keramik.
8. Pada saat pemasangan hingga ujung baris, lakukanlah
pengukuran keramik yang hendak dipotong dengan
cara menempatkannya di atas keramik terakhir dan
dengan memberi ruang untuk nat, tandai keramik
dengan spidol untuk dipotong.
9. Ulangi langkah nomor 3 hingga 9 untuk baris keramik
berikutnya dan dinding berikutnya.
10.Biarkan selama satu hari agar mortar perekat keramik
mengering.

10.Lakukan pengisian nat dengan grout.


11.Bersihkan kelebihan grout dengan menggunakan
spons basah.

INOVASI

Menggunakan alat hisap pemegang


keramik

Memudahkan memegang keramik dengan ukuran besar sehingga mengurangi


kemungkinan keramik untuk pecah karena jatuh

Menggunakan DITRA Underlayment


Membrane

Digunakan untuk menjaga keramik kedap air, serta mengurangi kemungkinan keramik
meledak

Menggunakan papan roda

Memudahkan pekerja untuk berpindah tempat sehingga diharapkan waktu yang


digunakan semakin efektif

Sumber

https://andalan68.wordpress.com/2013/01/09/belajar-memasang-keramik-lantai
http://www.wikihow.com/Lay-a-Ceramic-or-Porcelain-Tile-Floor