Anda di halaman 1dari 37

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses
meningkatkanpenjaminan

mutu

pendidikan

nasional

dalamrangka

mencerdaskan kehidupan bangsa danmembentuk watak serta peradaban bangsa


yang bermartabat serta memenuhi hak tiapwarga negara mendapat pendidikan
yang bermutu. Pelaksanaannya diatur secara bertahap dan berkelanjutan
melaluiterencana,terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan
kehidupan lokal,nasional, dan global.Dalam proses pemenuhan standar
diperlukan indikator dan target, baik dalam keterlaksanaanprosedurpeningkatan
dan produk mutu yang dapat diwujudkan.
Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan telah
menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar
proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut di atas merupakan acuan
dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan
pendidikan
Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan
pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang
peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan
di sekolah.
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal
15 ayat 4 menyatakan bahwa guruyang diangkat dalam jabatan pengawas
satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional
guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah
melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Hal
ini senada dengan bunyi PeraturanMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional


Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Bab V pasal 12. Dengan demikian,
pengawas

sekolah

dituntut

mempunyai

kualifikasi

dan

kompetensi

yangmemadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya.


Berdasarkan hala-hal di atas, Koordinator Pengawas Kabupaten
Cianjur memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja pengawas sekolah
dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penyusunan Program
Kerja Pengawas Tahun 2013-2014. Program kerja ini diharapkan dapatdipakai
sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah dalam
melaksanakan tugasnya yang bersifat teknis dan dinamis.
B. Landasan Hukum
1. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. UU RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. PP RI Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. PP RI Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru
5. Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas
Sekolah/Madarasah
6. Peraturan Menpan RI No. 118 tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah.
7. Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang
Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
8. Permendiknas RI Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan
Pengawas.
9. Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi Guru
Pemula.
10. SKB. Mendikbud RI dan Kepala BAKN NO. 0322 tahun 1996 dan No. 38
tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah
11. SK. Mendikbud RI No. 020/U/1998 tentang Petunjuk Teknis Tugas
Pengawas Sekolah

12. SK. Mendikbud RI No. 012/U/2002 tentang Sistem Penilaian di


SD/SDLB/MI
13. SK. Mendikbud RI No. 013/U/2002 tentang PAK Jabatan Fungsional Guru
14. SK. Mendikbud RI

No.

014/U/2002

tentang

Jabatan

Fungsional

Pengawas Sekolah
15. SK. Mendikbud RI No. 020/U/2002 tentang Petunjuk Teknis Pengawas
Sekolah
16. SK. Mendikbud RI No. 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan
Komite Sekolah
17. SK. Mendikbud RI No. 051/U/2002 tentang Penerimaan Siswa Baru
TK/SD/SDLB
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
1. Tujuan
a.
Meningkatkan etos kerja, motivasi kerja, peran, dan tugas Kepala
Sekolah dan Guru.
b.
Menumbuhkembangkan pengelolaan sekolah yang profesional.
c.
Memberdayakan potensi sekolah, sehingga bermakna bagi masyarakat.
2. Sasaran
Secara garis besar sasaran program pengawasan TK-SD ini meliputi
a. Pembinaan Ketenagaan (kepala sekolah, guru, dan tenaga
kependidikan)
b. Pemantauan Implementasi Standar Nasional
c. Pengembangan Kesiswaan
d. Ketatalaksanaan Sekolah
e. Pengembangan Sarana dan Prasarana
f. Pengelolaan Keuangan
g. Pelaporan

D. Visi, Misi dan Strategi Kepengawasan


1. Visi
Terwujudnya warga sekolah yang lebih cerdas, sehat, sejahtera,
terlindungi, dan berakhlaqul karimah
2. Misi
a. Meningkatkan akses terhadap pendidikan yang bermutu.
b. Meningkatkan lingkungan sekolah yang berwawasan wiyatamandala
c. Meningkatkan guru yang profesional, terlindungi, dan bermatabat.
d. Meningkatkan peserta didik yang cerdas, terampil, kreatif, berbudaya,
dan berakhlqul Karimah
3. Strategi Kepengawasan
a. Melakukan pembinaan, penilaian, dan pengendalian penjaminan mutu
pendidikan secara rutin dan kontinyu.
b. Mengefektifkan pelaksanaan sistem pembinaan profesioanal melalui
pemberdayaan KKG dan KKKS di Gugus Sekolah.
c. Mengidentifikasi kompetensi guru dalam upaya memenuhi tuntutan
kualifikasi dan sertifikasi guru.
d. Memberdayakan stakeholder pendidikan dalam upaya terwujudnya
lingkungan sekolah yang berwawasan keunggulan.
e. Meningkatkan kemampuan manajerial kepala sekolah.
f. Memfasilitasi

penyelenggaraan

lomba-lomba

kreatifitas

kepala

sekolah, guru, dan siswa.


g. Mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan, seminar, dan lokakarya
pendidikan.
h. Meningkatkan pembelajaran

yang

berorientasi

pada

model

pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.


i. Meningkatkan kualifikasi pengawas sesuai dengan tuntutan standar
kompetensi pengawas sekolah.
j. Meningkatkan status sekolah yang memenuhi sekolah berstandar
nasional dan berstandar internasional.

E. Ruang Lingkup Kepengawasan


Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan
manajerial. Kepengawasan akademik dan manajerial tersebut tercakup dalam
kegiatan (1) penyusunan program pengawasan, (2) pelaksanaan program
pengawasan, (3) evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan (4)
membimbing dan melatih profesional guru dan/atau kepala sekolah.
1.

Kepengawasan Akademik
Kepengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan

dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian, dan


pelatihan profesioanl guru.
Pembinaan meliputi: (a) meningkatkan kompetensi guru, (b)
meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian; (c)
meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas
(PTK).
Pemantauan meliputi pelaksanaan standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, dan standar penilaian.
Penilaian kinerja guru meliputi: (a) perencanaan pembelajaran, (b)
pelaksanaan

pembelajaran,

(c)

penilaian

hasil

pembelajaran,

(d)

pembimbingan dan pelatihan peserta didik, dan (e) pelaksanaan tugas


tambahan.
Pelatihan profesional guru meliputi: (a) penyusunan program
pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG atau Gugus Sekolah,
(b) pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesioanl guru, (c) evaluasi
hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru, dan (d) pelaksanaan
pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK).

2. Kepengawasan Manajerial
Kepengawasan

manajerial

merupakan

fungsi

pengawas

yang

berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan


peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan,
koordinasi, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan kompetensi sumber
daya tenaga pendidik dan kependidikan.
Pembinaan meliputi: (a) pengelolaan sekolah yang berupa penyusunan
program sekolah berdasarkan SNP, pelaksanaan program, pengawasan dan
evaluasi internal, kepemimpinan sekolah, dan Sistem Informasi Manajemen
(SIM); (b) membantu kepala sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS);
(c) pengembangan sumber-sumber belajar seperti perpustakaan, laboratorium,
dsb.; (d) membina kepala sekolah dalam membimbing pengembangan
program bimbingan dan konseling, dan (e) melakukan pendampingan terhadap
kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.
Pemantauan meliputi (a) pelaksanaan 8 standar nasional terutama
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana
dan prasarana, dan standar pembiayaan;

dan (b) pemanfaatan hasil

pemantauan standar nasional untuk persiapan akreditasi sekolah.


Penilaian kinerja kepala sekolah meliputi pengelolaan sekolah sesuai
dengan standar nasional pendidikan pendidikan (SNP).
Pelatihan dan pembinaan profesional kepala sekolah meliputi (a)
penyusunan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKKS,
(b) pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesioanl kepala sekolah, (c)
evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah, dan (d)
pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah dalam
pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas/Sekolah (PTK dan/atau PTS).
II.

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWAAN

A. Identifikasi Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya


1.

Hasil penilaian
a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Penilaian kinerja Kepala Sekolah menggunakan instrumen yang mengacu


pada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007

tentang Standar Kepala

Sekolah/Madrasah dan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional dan


disesuaikan dengan Instrumen Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah.
Memperhatikan kinerja sekolah, secara umum sudah cukup baik, walaupun masih
banyak yang belum mencapai standar nasional. Namun demikian karena
pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi program sebagai bagian dari usaha
peningkatan mutu tidak pernah berakhir, maka peningkatan dalam berbagai
standar pengawasan harus berkesinambungan.
b. Penilaian Kinerja Guru
Penilaian terhadap kinerja guru menggunakan Instrumen Penilaian Kinerja
Guru (IPKG) yang meliputi :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

8IPKG-2 : pelaksanaan pembelajaran


IPKG-3 : penilaian proses dan hasil belajar
IPKG-4 : analisis hasil penilaian
IPKG-5 : tindak lanjut (perbaikan dan pengayaan)
IPKG-6: Pengembangan prestasi siswa dalam tiap mata pelajaran.
IPKG-7: pelaksanaan evaluasi diri sebagai bagian dari sistem

penjaminan mutu kinerja pendidik dan tenaga kependidikan


7) IPKG-8:pengembangan keprofesian berkelanjutan
8) IPKG-10:peningkatan kompetensi dalam pendayagunaan TIK.
Pelaksanaan pengawasan diarahkan

pada peingkatan proses belajar

dengan pengguanaan model/metode yang temporer.

c. Tenaga Perpustakaan
1) Ada tenaga perpustakaan yang berlatar

belakang

pendidikan

pustakawan
2) Umumnya tenaga wiyata bhakti (honorer)
3) Belum pernah mengikuti diklat khusus perpustakaan
4) Administrasi dan manajemen belum sesuai dengan
perpustakaan

standar

2.

Hasil pembinaan
a. Pembinaan Organisasi Sekolah
1) Struktur organisasi pada setiap satuan secara keseluruhan telah
mengikuti standar, terdapat perbedaan kecil pada pembagian tugas di
setiap sekolah karena menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
2) Sistem pembinaan OSIS belum secara sinergis dikembangkan untuk
memfasilitasi siswa meningkatkan kinerja belajar dan meningkatkan
kemampuan organisasi dan kepemimpinan untuk seluruh siswa.
b. Pembinaan Manajemen Sekolah
1) Pada umumnya sekolah telah mengembangkan visi-misi, namun
belum seluruh sekolah mendefinisikan indikator pencapaian visi-misi
dengan jelas sehingga visi belum berfungsi sebagai pemandu dalam
meningkatkan kinerja manajemen sekolah.
2) Dalam peningkatan mutu melalui implementasi standar nasional
pendidikan sekolah belum mengembangkan target pencapaian pada
tiap standar dengan mensinergikan seluruh standar sebagai komponen
sistem.
3) Sistem pengelolaan yang merujuk pada siklus fungsi manajemen
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi belum diterapkan secara
efektif pada tiap satuan pendidikan.
4) Kelemahan utama dalam penerapan manajemen sekolah ialah
lemahnya dalam sistem penjaminan mutu proses.
5) Sistem pengambilan keputusan melalui penerapan manajemen
berbasis sekolah (MBS) masih terus dikembangkan lebih lanjut
sehingga dapat meningkatkan daya kolaborasi dalam peningkatan
mutu.
6) Belum seluruh satuan pendidikan dapat memberdayakan sumber daya
Komite Sekolah, orang tua, pendidik dan tenaga kependidikan, dan
peserta didik dalam meningkatkan mutu lulusan secara optimal.
7) Belum berfungsinya kendali mutu melalui sistem penjaminan mutu
secara optimal.
c. Pembinaan Proses Pembelajaran
1) Pada umumnya proses pembelajaran mutunya belum terkendali secara

efektif.
2) Proses pembelajaran sebagai implementasi dari Kurikulum Tingkat
SatuanPendidikan (KTSP), masih banyak kekurangan, pelaksanaan
KTSP

memerlukan

peningkatan

dalam

sistem

perencanan,

pelaksanaan, dan evaluasi secara ajeg.


3) Perlu lebih ditingkatkan efektivitas pembelajaran yang yang

aktif,

inovatif, kreatif, dan menyenangkan, dengan pendekatan sintific.


4) Sekolah belum menetapkan standar prosedur pembelajaran yang
efektif dan produktif melalui penilaian produk belajar siswa.
5) Sekolah belum menetapkan sistem supervisi pembelajaran sebagai
strategi peningkatan dan penjaminan mutu pembelajaran.
d. Pembinaan Adminintrasi Kantor, Perpustakaan
1) Administrasi kantor
a) Secara umum telah dikerjakan dan dilaksanakan sesuai pedoman
yang berlaku;
b) Bidang kearsipan dokumen masih perlu terus ditingkatkan, baik
pengelolaan surat-surat maupun penyimpanan dokumen;
c) Buku Induk Siswa pengisiannya tidak lengkap.
2) Perpustakaan
a) Penyusunan sarana dan bahan pustaka sesuai ketentuan dan
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
3.

prasarana yang tersedia;


Katalogisasi;
Teknik pemberian label pada setiap bahan pustaka sesuai panduan;
Manajeman dan administrasi perpustakaan;
Buku Induk dan inventarisasi bahan pustaka;
Penataan sarana, alat dan bahan praktik;
Adminintrasi dan inventarisasi sarana, alat, dan bahan prkatik;
Dokumentasi dan penyimpanan hasil kegiatan praktik;
Buku induk alat dan bahan praktik.

Hasil Pemantauan
a. Pemantauan Penerimaan Siswa Baru (PSB)
1) Pelaksanaan PSB telah dilaksanakan

sesuai

ketentuan

dari

Kemendiknas, Dinas Pendidikan Provisi, dan Dinas Pendidikan Kota


2) Daya tampung dalam satu rombongan belajar mengacu Standar
Nasional Pendidikan dengan jumlah maksimal 28 siswa/rombel

b. Pemantauan Administrasi Sekolah


1) Administrasi Kepala Sekolah sebagian besar dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2) Administrasi Kurikulum masih perlu pembinaan dan penyempurnaan
(KTSP, silabus, KKM, RPP, dan instrumen pendukung), masih banyak
yang belum melengkapi data perkembangan belajar siswa dari sistem
pemantauan secara periodik.
3) Administrasi Kesiswaan secara umum telah memenuhi ketentuan,
pengisian Buku Induk Siswa oleh petugas perlu ditingkatkan
4) Admistrasi Sarana dan Prasarana; perlu dirtingkatkan pengelolaan
administrasi inventaris dan perawatan barang inventaris
5) Administrasi Kerjasama dan Hubungan dengan Masyarakat; umumnya
masih lemah pada administrasi dan kearsipan dukomen seperti agenda
surat masuk/keluar, notulen kegiatan, rekaman kegiatan (dokumentasi)
c. Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan
1) Standar Isi; semua telah melaksanakan KTSP tetapi penyusunan dan
pengadaan dokumen KTSP belum sesuai target waktu, substansinya
perlu

dikembangkan,

dan

legalitas/pengesahan

dokumen

baru

mencapai 80 %
2) Standar Proses; proses PAIKEM dan pendekatan saintific perlu terus
ditingkatkan pelaksanaannya sebab ternyata masih banyak pendidikan
yang terkondisi dengan pola pembelajaran konvensional (ceramah)
3) Standar Kompetensi Lulusan; kajian dan analisis terhadap SKL
(Permendiknas RI No. 23 tahun 2006) perlu terus ditingkatkan,
terbukti walau persentase lulusan sudah baik tetapi prestasi nilai hasil
lulusan masih rendah .
4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; sebagian besar pendidik
telah memenuhi kualifikasi S1, namun masih banyak yang tidak sesuai
dengan mata pelajaran yang diampu.
5) Standar Sarana dan Prasarana; secara umum belum memenuhi standar
6) Standar Pengelolaan; sesuai konsep manajemen peningkatan mutu
berbasis sekolah telah terjadi pengembangan yang cukup signifikan,
walaupu masih perlu ada kesamaan pemahaman dan persepsi terhadap

konsep MPMBS
7) Standar Pembiayaan; dengan adanya BOS cukup untuk membiayai
kegiatan operasional pendidikan pada setiap satuan pendidikan tetapi
karena alokasi penggunaan dana dibatasi hanya kegiatan tertentu
akibatnya

kegiatan

yang

bersifat

pendidikan tidak bisa dibiayai.


8) Standar Penilaian Pendidikan;

pengembangan

oleh

satuan

sistem penilaian yang dilaksanakan

oleh pendidik secara teknis telah memenuhi ketentuan, tetapi secara


operasional belum memenuhi pengembangan sistem penilaian berbasis
kompetensi terutama dalam pencapai ketuntasan belajar. Nilai hasil
belajar sebagai simbol penguasaan kompetensi belum valid dan
akuntabel.
d. Pemantauan Lingkungan Sekolah
1) Secara umum pengelolaan lingkungan sekolah telah dilaksanakan
sesuai sumber daya yang ada, namun masih ada beberapa satuan
pendidikan yang masih perlu ditingkatkan terutama komitmen
stakeholder yang bertanggungjawab terhadap bidang tersebut
2) Banyak satuan pendidikan yang kepemilkan lahan tidak memenuhi
standar, hal ini menjadi kandala dalam pengelolaan lingkungan hidup
3) Kerjasama dengan Komite Sekolah dan masyarakat umumnya sudah
cukup baik
e. Pemantauan Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester
1) Ulangan tengah semester dilaksanakan satu kali tiap semester
2) Pengadaan, penggandaan soal, pengawasan, dan koreksi dilakukan
oleh satuan pendidikan
3) Umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
dari hasil ulangan tengah semester
4) Hasil ulangan tengah semester telah dilaporkan kepada orang tua/wali
siswa dalam bentuk Laporan Hasil Ulangan Tengah Semester
5) Hasil UAS dilaksanakan dan dikelola oleh satuan pendidikan, namun
umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan,
sehingga kalau nilai UAS/UKK tidak mencapai KKM akan

berpengaruh terhadap validitas nilai akhir yang dimasukkan dalam


LHB (rapor)
f. Pemantauan Kegiatan Muatan Lokal
Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat semua sekolah di Jawa
Barat melaksanakan muatan lokal wajib Bahasa Sunda, namun guru
bahasa Sunda banyak yang tidak memenuhi kualifikasi akademik.
g. Pemantauan Kegiatan Pengembangan Diri (ekstrakurikuler)
1) Pengembangan diri yang dipilih oleh masig-masing satuan
pendidikan bervariasi ( Pramuka, IPTEK, olahraga, kesenian,
keterampilan lain)
2) Karena pengembangan diri termasuk komponen kurikulum maka
pengelolaannya juga harus sama dengan komponen yang lain (mata
pelajaran dan muatan lokal), dalam hal ini masih belum demikian
h. Pemantauan Pemberdayaan Sarana dan Prasarana
1) Pemberdayaan sarana dan prasarana pendukung umumnya sudah
cukup efektif dan efisian
2) Pemberdayaan sarana dan prasarana pembelajaran masih belum
optimal, motivasi pendidik dalam pemberdayaan sarana pebelajaran
peru ditingkatkan
i. Pemantauan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Sekolah
1) Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Sekolah telah
dilaksanakan sesuai Permendiknas RI dan Prosedur Operasi Standar
(POS) dari BSNP.
2) Sebelum ujian dilaksanakan semua satuan pendidikan telah
mempersiapkan kompetensi peserta ujian dengan jalan memberikan
uji coba (tryout) beberapa kali sesuai kemampuan masing-masing
satuan pendidikan
3) Dinas Pendidikan Kabupaten telah memfasilitasi kegiatan tryout
untuk semua jenjang pendidikan.

B. Analisis Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya


Dalam

melaksanakan

pengawasan

sekolah

terdapat

beberapa

permasalahan yang menjadi kendala baik dalam penilaian, pembinaan maupun


pemantauan yang harus ditindaklanjuti berupa program-program yang tepat dan
berkesinambungan sebagai berikut:
1.

Hasil penilaian
a. Instrumen penilaian kinerja baik manajerial maupun akademik belum
disosialisasikan secara optimal.
b. Hasil penilaian secara umum cukup baik tetapi masih banyak yang belum
memenuhi Standar Nasional Pendidikan.
c. Pelaksanaan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar dan
kemampuan guru belum optimal;

2.

Hasil Pembinaan
a. Pembinaan secara kelompok lewat KKKS/KKM/KKG (SD/MI) sangat
tergantung pada kegiatan lembaga tersebut, pengawas sifatnya ikut
memanfaatkan kegiatan mereka
b. Intensitas dan frekuensi pembinaan

masih rendah akibatnya hasilnya

belum optimal
c. Sekolah belum optimal dalam Penyusunan Rencana Pengembangan
Sekolah,

Silabus,

KTSP

dan

RKAS / RAPBS Pelaksanaan

pengumpulan dan pengolahan data sumber daya pendidikan /PBM di


lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa belum
optimal;
d. Pelaksanaan analisis konprehensif hasil belajar/ bimbingan siswa dengan
cara memperhitungkan beberapa

faktor sumber daya pendidikan,

kemampuan guru dan hasil belajar.


3.

Hasil Pemantauan
a. Pemberdayaan pengawas sekolah belum optimal, sehingga pemantauan
tidak memenuhi terget sasaran;
b. Data/rekaman hasil pemantauan belum dapat menggambarkan/mewakili
kondisi yang sebenarnya karena jumlah sampling yang terekam datanya

tidak memenuhi jumlah satuan pendidikan;


c. Informasi yang diperoleh kurang akurat dan kurang valid, hal ini akan
menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat
d. Membimbing
guru
dalam
memilih
dan
strategi/metode/teknik

pemelajaran/bimbingan

menggunakan
yang

dapat

mengembangkan berbagai potensi siswa


III. RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah
diperlukan serangkaian kegiatan yang terencana, terarah, serta berkesinambungan.
Program pengawasan disusun dengan maksud memberikan penjelasan atas
pertanyaan sebagai berikut:
1. Why : Mengapa kegiatan pengawasan dilakukan?
2. Wha : Siapa yang terlibat dalam pengawasan?
4. How : Bagaimana pengawasan dilakukan?
5. When : Kapan pengawasan dilakukan?
Program Kerja yang disusun hendaknya mengikuti ketentuan yang
disingkat SMART, maksudnya:
1.

Specific artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan

2.

program kerja bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan.
Measureable artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih

3.

dapat diukur pencapaiannya.


Achieveable artinya program-program dan kegiatan-kegiatan selain dapat
diukur juga harus dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi di

4.

sekolah.
Realistics

artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih

realitas, tidak mengada-ada, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah


5.

dalam pencapaian hasilnya.


Time Bound artiya jelas target waktu pencapaian dalam setiap langkah
kegiatan. Sebagai suatu bentuk perencanaan, program pengawasan sekolah

berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan


untuk mencapai tujuan pengawasan.
Dengan memperhatikan langkah pokok perencanaan (Stoner, 1992),
terdapat empat tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam penyusunan program
pengawasan sekolah meliputi:
1.
2.
3.
4.

Menetapkan tujuan atau seperangkat tujuan


Menentukan situasi pada saat ini
Mengidentifikasi pendukung dan penghambat tujuan
Mengembangkan seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan.

Masruri, dkk. (2002) menyebutkan prinsip umum supervisi sebagai berikut:


1.

Supervisi merupakan bagian terpadu dari program pendidikan yang berbentuk

2.

kerja sama dan kelompok.


Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah membutuhkan
serta terkait dengan supervisi. Oleh karena itu supervisi hendaknya memberi
keuntungan bagi seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pengembangan proses pembelajaran, serta pelaksanaan administrasi sekolah

3.

yang mundukungnya.
Supervisi hendaknya membantu menjelsakan tujuan dan sasaran pendidikan
dan membimbing implementasinya dalam pembelajaran, yang didukung

4.

dengan administrasi yang memadai.


Supervisi hendaknya membantu sikap dan hubungan manusiawi antarstaf
sekolah dan mendorong berkembangnya hubungan masyarakat yang lebih

5.

efektif.
Supervisi hendaknya membantu pula dalam menyelenggarakan kegiiatan

6.

ekstrakurikuler.
Dalam supervisi diperlukan rencana jangka panjang maupun jangka pendek,
yang dalam penyusunannya melibatkan personalia sekolah, pengawas, dan

7.

pihak lain yang terkait.


Pengawas hendaknya mampu menafsirkan dan mempraktikkan hasil
penemuan riset pendidikan dan pembaharuan dan mengitroduksikan kepada

8.

sekolah.
Efektivitas program supervisi hendaknya mendapat penilaian dari mereka
yang terkait/terlibat dalam kegiatan supervisi, seperti kepala sekolah dan
guru, bukan hanya oleh atasan pengawas.

Dalam menyusun program pengawasan, seorang pengawas dapat memulai


dengan

melakukan

analisis

SWOT

(Strenght,

Weakness,

Oppor-tunity,

danThreats). Analisis SWOT ini dimaksudkan untuk menemukan kekuatan,


kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada sekolah-sekolah yang berada di
wilayah binaan yang akan ditingkatkan mutunya. Kekuatan adalah faktor dari
dalam sekolah/madrasah yang mendorong pencapaian sasaran.
Peluang adalah faktor dari luar sekolah/ madrasah yang mendorong
pencapaian sasaran. Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah/madrasah yang
menghambat

pencapaian

sasaran.

Ancaman

adalah

faktor

dari

luar

sekolah/madrasah yang menghambat pencapaian sasaran.


Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal wilayah dan
sekolah-sekolah yang ada. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam
menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan mutunya.
Tugas pokok pengawas sekolah adalah melakukan penilaian, pembinaan dan
pemantauan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi
akademik maupun supervisi manajerial.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang
harus dilaksanakan pengawas yakni:
1.

Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala

2.

sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah;


Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta

3.

pengembangannya;
Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan
sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah;

A. MATRIKS PROGRAM PEMBINAAN GURU

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

Melakukan pendampingan 1. Adanya progam


kemampuan guru
adm perencanaan
menyusun administrasi
pembelajaran
pembelajaran
sesuai KTSP
1. Pengembangan silabus
2. Guru Kelas 1s.d. VI
2. Pengembangan RPP
3. Pengembangan Bahan Ajar

80% dari jumlah


guru
mempunyai
adm perncanaan
pembelajaran
sesuai KTSP
dengan baik

Melakukan pendampingan1. Setiap guru kelas


kemampuan guru dalam
dan guru mata
proses pembelajaran
pelajaran
a. Pembalajaran dengan
melaksanakan
langkah eksplorasi,
pembelajaran
elaborasi, dan
dengan langkahkomformasi
langkah
b. Pengbangan modeleksplorasi,
model pembelajaran
elaborasi, dan
c. Balajar tuntas,
komformasi
remedial atau
menggunakan
pengayaan
pendekatan
pemeblajaran
sesuai dengan
tujuan dan materi
serta karakteristik
perserta didik

80% dari jumlah


dapat
melaksanakan
pembelajaran
sesuai standar
proses dengan
baik

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang
potensi guru tahun
sebelumnya
3. Menyusun program yang
sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan
Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah
dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang
potensi guru tahun
sebelumnya
3. Menyusun program yang
sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen
Instru men
penilai an
Perencanaan
Pembelajaran
dan
silabudengan
skala 1-4

Instru men
penilai an
Pelaksanaan
Pembelajaran
skala 1-4

Rencana
Tindak
Lanjut
Pembinaan
melalui
KKG

Pembinaan
melalui
KKG

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Rencana
Tindak
Lanjut

2. Guru kelas dan


guru mata
pelajaran
3

Melakukan pendampingan 1. Penilai an


kemampuan guru dalam
dilaksanakan
penilaian pembelajaran
sesuai dengan
a. Penyediaan pedoman
KTSP
penilaian
2. Guru mata
b. Juknis rancangan penilaian
pelajaran dan
c. Penetapan KKM
guru kelas
d. Penilaian 5 kelompok mata
pelajaran
e. Penilaian Afektif, Kognitif
dan psikomotorik
f. Penilaian portopolio
g. Pengembangan butir soal
beserta kisi-kisinya
h. Analisis Hasil belajar
i. Laporan hasil belajar

Memberikan masukan
kepada guru dalam
pemanfatan lingkungan
sebagai sumber belajar

Guru dapat
mengembangkan
dan memilih bahan
ajar dari berbagai
sumber

80 % dari
jumlah guru
mempunyai
administrasi
hasil penilaian
pembelajaran
sesuai standar
penilaian

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang
potensi guru tahun
sebelumnya
3. Menyusun program yang
sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan

80% dari jumlah


guru mampu
mempaslitasi
siswanya belajar
dari berbagai
sumber belajar

Bintek

1. Kunjungan ke sekolah
binaan
2. Mengadakan pertemuan
untuk menggali
informasi tentang
potensi guru tahun
sebelumnya

Panduan
penggunaa
n sumber
belajar

Instru men
penilai an
Penilai an
Pembelajaran
skala 1-4

Pembinaan
melalui
KKG
Workshop

Instru men
penilai an
Pelaksanaan
Pembelajaran
skala 1-4

Kegiatan
KKG

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

Memberikan rekomendasi
kepada guru mengenai
perbaikan dan pengayaan
hasil belajar siswa

Guru dapat
memberikan
pengayaan dan
remidial dengan
tepat

80% dari jumlah


guru
mempunyai
program
bimbingan,
pengayaan dan
remidial

Memberikan bimbingan
kepada guru dalam
menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi
untuk pembelajaran

Guru dapat
menggunakan IT
sebagai alat bantu
pembelajaran

60% guru dapat


menggunakan
IT sebagai alat
bantu
pembelajaran

Memberikan bimbingan
kepada guru dalam
memanfaatkan penilian
untuk perbaikan mutu
pembelajaran

Guru dapat
meningkatkan
kemampuannya
dalam dalam
melaksanakan

Semua guru
dapat
menganalisis
SKL dengan
tepat

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

3. Menyusun program yang


sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan
Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah
dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang
potensi guru tahun
sebelumnya
3. Menyusun program yang
sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan
Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah
dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang
potensi guru dalam
penggunaan IT dalam
pembelajaran, dan
memberi contoh
pembelajaran dengan IT
3. Menyusun program yang
sesuai kebutuhan guru
sekolah binaan
Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah
dengan
binaan
Teknik grouf2. Mengadakan pertemuan
Focus
untuk menggali
Discussion
informasi tentang

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Rencana
Tindak
Lanjut

Program
bimbingan
perbaikan
dan
pengayaan

Instru men
penilaian
Pelaksanaan
Perbaikan
pembelajaran
dan pengayaan
skala 1-4

Diajadikan
bahan
umpan
balik

Modelmodel
pembelajar
an dengan
mengguna
kan IT

Instru men
penilai an
Pelaksanaan
Pembelajaran
sesuai standar
proses skala 1-4

Latihan
membuat
model
pembelajar
an dengan
IT

Panduan
analisis
SKL

Instrumen
analisis SKL

Mencoba
mengemba
ngkan soal
dari hasil
analisis

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

proses
pembelajaran yang
efektif

Memberikan bimbingan
kepada guru untuk
melakukan refleksi dari
hasil-hasil yang dicapai

Guru dapat
mengetahui
kelebihan dan
kekurangannya
sebagai bahan
perbaikan tahun
atau semester
berikutnya

Strategi/Met
ode/ Teknik

3.

80% dari jumlah


guru
menunjukkan
adanya
perubahan pola
pembelajaran

Bimbingan 1.
dengan
Teknik grouf2.
Focus
Discussion

3.

Skenario Kegiatan
potensi guru dalam
membuat analisis SKL
Menyusun program
pengayaan yang sesuai
SKL, dan model-model
soal
Kunjungan ke sekolah
binaan
Mengadakan pertemuan
untuk menggali
informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai
tahun atau semester
sebelumnya, menudian
mendiskusikan
kelebihan dan
kekurangannya
Menyusun program yang
sesuai dengan kebutuhan
siswa untuk
memperbaiki
kelemahannya pada
sekolah binaan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Analisis SWOT

Naringgul, ... Juli 2015


Pengawas SD
SUTARJO, S.Pd
NIP: 195706131978041002

Rencana
Tindak
Lanjut
SKL

Membuat
program
peningkata
n mutu

B. PROGRAM PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH


No

Materi Pembinaan Guru

Memberikan masukan
dalam Penyusunan
Program perencanaan
Kerja Sekolah

Memberikan masukan
dalam pengelolaan dan
administrasi kepala
sekolah berdasarkan
manajemen peningkatan
mutu pendidikan di
sekolah

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

1. Adanya visi, misi 1. 90% dari jumlah


dan tujuan
kepala
sekolah
sekolah
2. Adanya RKAS,
binaan
RKJM yang
mempunyai
memenuhi 8 SNP
visi, misi, dan
3. Adanya program
tujuan sekolah
Standar Isi,
masingStandar Proses,
masing
SKL, Standar
2. 80% dari jumlah
Sarpras, Standar
kepala
Tendik,
sekolah
Pengelolaan,
binaan
Pembiayaan, dan
memiliki
Standar Penilaian
RKAS,
4. Kepala Sekolah
RKJM,
Program 8
SNP
1. Adanya dokumen
80 pengelolaan
KTSP dan
sekolah sesuai
Analisis Kontek
dengan 8 SNP
yang sudah
ditanda tangani
oleh kepala dinas
pendidikan

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


Teknik
binaan
Grouf Fokus2. Mengadakan pertemuan
Discussion
untuk menggali
informasi tentang
program sekolah dalam
peningkatan mutu
pendidikan
3. Memberikan masukan
untuk menyusun
program yang sesuai
dengan kebutuhan
sekolah binaan

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


Teknik
binaan
Grouf Fokus2. Mengadakan pertemuan
Discussion
untuk menggali
informasi tentang
program sekolah dalam
peningkatan mutu

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

PP 19
Tahun
2005 dan
PP 32
Tahun
2013
Dan
Panduan
penyusuna
n visi, misi
dan tujuan
sekolah

Instrumen
Supervisi
Pembianaan KS
dengan skala 14

Instrumen
penilaian
dokumen
KTSP/verivikasi
dokumen KTSP

Rencana
Tindak
Lanjut
Disinkronk
an dengan
Disdik Kab
pada
kegiatan
MKKS

Disinkronk
an dengan
dinas
pendidikan
Pada
kegiatan
MKKS

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

kabupaten
2. Kepala Sekolah

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Rencana
Tindak
Lanjut

Panduan
penyusuna
n program
supervisi
akademik

Instrumen
Supervisi
Pembianaan KS
dengan skala 14

Mencoba
menyusun
program
supervisi
akademik

Panduan
supervisi
akademik

Instrumen
Supervisi
Pembianaan KS
dengan skala 14

KS binaan
melaksana
kan
supervisi
di sekolah
masingmasing dan

pendidikan
3. Memberikan masukan
untuk menyusun
program yang sesuai
dengan kebutuhan
sekolah binaan

Memberikan masukan
1. Adanya program
dalam penyusunan
supervisi
program pengawasan dan
akademik sesuai
evaluasi (Program
panduan
Supervisi Akademik)
supervisi
akademik kepala
sekolah
2. Kepala Sekolah

80% dari jumlah


kepala sekolah
binaan
mempunyai
program
supervisi
akademik yang
baik

Membimbing pelaksanaan 1. Pelaksanaan


supervisi terhadap guru
supervisi
akademik yang
dilaksanakan
kepala sekolah
sesuai dengan
rogram supervisi

80% dari jumlah


kepala sekolah
binaan
melaksanakan
seupervisi
akademik
dengan baik

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


Individual
binaan
2. Mengadakan pertemuan
untuk menggali
informasi tentang
kemampaun kepala
sekolah dalam
penusunanprogram
supervisi akademik
dalam peningkatan mutu
pendidikan
3. Memberikan masukan
untuk menyusun
program supervisi sesuai
dengan kebutuhan
sekolah binaan
4.
Pembimbing1. Kunjungan ke sekolah
an
binaan
Individual 2. Mengadakan pertemuan
untuk menggali
informasi tentang
pelaksanaan supervisi
akademik yang

No

Materi Pembinaan Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Panduan
pelaksanaa
n SIM

Instrumen
Supervisi
Pembianaan KS
dengan skala 14

dilakukan KS
3. Membimbing KS dalam
pelaksanaan supervisi
akademik
5

Memberkan masukan
1. Kepala Sekolah
tentang Sistem Informasi
mampu menera
Manajemen (SIM)
2. pkan Sistem
Informasi
Manajemen
dalam
pengelolaan
sekolah
3. Kepala Sekolah

80% kepala
sekolah binaan
menerapkan
SIM dalam
pengelolaan
sekolahnya

Bimbingan 1. Kunjungan ke sekolah


Langsung
binaan
Individual 2. Mengadakan pertemuan
untuk menggali
informasi mengenai
penerapan SIM
dalampengelolaan
sekolah
3. Memberikan masukan
dalam pelaksanaan SIM
di sekolah binaan

Naringgul, ... Juli 2015


Pengawas SD
SUTARJO, S.Pd
NIP: 195706131978041002

Rencana
Tindak
Lanjut
dipantau
pelaksanaa
nya oleh
pengawas
SD
Pemantaua
n
pelaksanaa
n SIM di
sekolah
binaan

C. PROGRAM PEMANTAUAN 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


No
1

Materi
Peman
Tujuan dan Sasaran
tauan
Pemanta 5. Untuk mengetahui
1.
uan
pemenuhan standar
Standar
kelulusan dan standar isi
Kelulu
yang meliputi:
san dan
a. Kepemilikan
Standar
dokumen Kurikulum
Isi
b. Komponen KTSP
c. Penyusunan dan
Pengembangan
Silabus
6. Kepala Sekolah

Pemanta
uan
pelaksan
aan
Standar
Proses

1.
2.

Untuk mengetahui
pelaksanaan standar
proses meliputi:
Penyiapan perangkat
pembelajaran
Pelaksanaan proses
pembelajaran

Indikator Keberhasilan

Strategi/Meto
de/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

90% Sekolah dari


jumlah sekolah
binaan dapat
diidentifikasi dari
kepemilikan
dokumen kurikulum
dan Silabus yang
divalidasi Dinas
Pendidikan
Kabupaten dengan
hasil minimal baik

Studi
4. Kunjungan ke sekolah
Dokumentasi
binaan
Dsikusi
5. Mengadakan pertemuan
Observasi
dengan kepala sekolah
Wawancara
untuk menyapaikan
maksud dan tujuan
pemantauan SNP
6. Studi dokumentasi
Standar kelulusan dan
satandar isi
7. Memberikan masukan
untuk penempurnaan
pemenuhan Stanadar
Isi dan Standar
Kelulusan

PP 19
Tahun
2005 dan
PP 32
Tahun
2013
Dan
Panduan
penyusuna
n visi, misi
dan tujuan
sekolah

Instrumen
Pemantauan 8
SNP dengan
skala 1-4

90% sekolah dari


jumlah sekolah
binaan dapat
diidentifikasi dalam
penyiapan

Observasi
1. Kunjungan ke sekolah
Wawancara
binaan sesuai jadwal
Studi
yang tersedia
dokumentasi 2. Mengadakan pertemuan
dengan kepala sekolah
untuk menyapaikan
maksud dan tujuan

Permendik
bud
Nomor 65
Tahun
2013
tentang
Standar

Instrumen
Pemantauan 8
SNP dalam
Standar Proses
dengan skala 14

Rencana
Tindak
Lanjut
Disinkronk
an dengan
EDS dan
sebagai
bahan
persiapan
akreditasi
sekolah

Diskusi
kelompok,
KKG

No

Materi
Peman
tauan
3.

Pemanta
uan
Standar
Sarana &
Prasara
na

Tujuan dan Sasaran

Indikator Keberhasilan

Pelaksanaan
pengawasan proses
pembelajaran

perangkat
pembelajaran yang
baik, melaksanakan
pembelajaran
dengan pendekatan
PAIKEM, serta
melakukan
pengawasan
terhadap
pelaksanaan
pembelajaran

1.

U
ntuk mengetahui
pemenuhan Stnadar
Sarana &Prasarana
Pendidikan

2.

S
arana & Prasarana

90% dari jumlah


sekolah binaan
teridentifikasi
keadaan sarana dan
prasarana yang
menjadi tanggung
jawab sekolah
tersebut

Strategi/Meto
de/ Teknik

Skenario Kegiatan
pemantauan SNP
3. Studi dokumentasi
rencana pelaksanaan
pembelajaran
4. Mengobservasi
pelaksanaan
pembelajaran yang
dilakukan guru
5. Memberikan masukan
untuk penempurnaan
pelaksanaan
pembelajaran

Obervasi
1. Kunjungan ke sekolah
Wawancara
binaan sesuai jadwal
Studi
yang tersedia
Dokumentasi 2. Mengadakan pertemuan
dengan kepala sekolah
untuk menyapaikan
maksud dan tujuan
pemantauan SNP
3. Studi dokumentasi
administrasi
kepegawaian
4. Memberikan masukan
dalam pemberdayaan,
pengadaan sarana
&prasarana pendidikan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Rencana
Tindak
Lanjut

Proses
Pendidikan
Dasar dan
Menengah

Permendik
nas no 24
th 2007
tentang
Standar
Sarana
Prasarana
dan No
19 th 2007
ttg Standar
Pengelolaa
n Satuan
Pendidikan

Instrumen
Pemantauan 8
SNP bagian
Sarpras

Disinkronk
an dengan
program
Dinas
Pendidkan
Kab.
Cianjur
bagian
Sarpras

No
5

Materi
Peman
tauan
Pemanta
uan
Pemenuh
an
Standar
Pendidik
dan
Tenaga
Kependi
dikan

1.

2.

Tujuan dan Sasaran

Indikator Keberhasilan

Untuk mengatahui
ketercapaian
pemenuhan standar
pendidik dan tenaga
kependidikan meliputi:
a. Guru
b. Kepala Sekolah
c. Tenaga
Administrasi
d. Tenaga
perpustakaan
e. Tenaga
Laboratorium
f. Tenaga layanan
khusus
Guru, Kepala Sekolah
dan Tenaga
Kependidkkan lainnya

85% dari jumlah


sekolah binaan dapat
dketahui keberadan
tenaga pendidik dan
tenaga
kependidikannya

Strategi/Meto
de/ Teknik
Observasi
Studi
Dokumentasi
Wawancara

Skenario Kegiatan
1.

2.

3.
4.

5.

6.

Kunjungan ke
sekolah binaan
sesuai jadwal yang
tersedia
Mengadakan
pertemuan dengan
kepala sekolah untuk
menyapaikan
maksud dan tujuan
pemantauan SNP
Studi dokumentasi
administrasi
kepegawaian
Mengobservasi
pelaksanaan
pembelajaran dan
aktivitas guru selain
mengajar
Wawancara dengan
KS dan atau dengan
guru untuk
mengetahui
kemampuan
pemahaman
tupoksinya
Memberikan
masukan untuk
penempurnaan
pemenuhan standar
pendidik dan tenaga
kependidikan

Sumber
Daya
Permendik
nas Nomor
13 Tahun
2007
tentang
Standar
Kepala
Sekolah/M
adrasah
&
Permendin
as Nomor
16 Tahun
2007
tentang
Standar
Kualifikasi
dan
Standar
Kompetens
i Guru

Penilaian dan
Instrumen
Instrumen
Pemantauan
Standar
Pendidikn dan
Tenaga
Kependidikan

Rencana
Tindak
Lanjut
KKK S,
KKG atau
diklat
fungsional
sesuai
tugas
pokok guru
dan atau
Kepala
Sekolah
Pengusula
n
kebutuhan
guru,
tenaga
kependidik
an kepada
Dinas
Pendidkan
Kab.

No

6.

Materi
Peman
tauan
Pemanta
uan
Standar
Pengelo
laan

3.

4.

Tujuan dan Sasaran

Indikator Keberhasilan

Untuk Mengetahui
ketercapaian
pengelolaan
Pendidikan di sekolah
binaan
Kepala Sekolah

90% dari jumlah


sekolah binaan dapat
diidentifikasi data
pengelolaan sekolah
yang bersangkutan

Strategi/Meto
de/ Teknik

Studi
dokumetasi
Wawancara
Observasi

Skenario Kegiatan

1.

2.

3.
4.
5.

6.

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Kunjungan ke
sekolah binaan
sesuai jadwal yang
tersedia
Mengadakan
pertemuan dengan
kepala sekolah untuk
menyapaikan
maksud dan tujuan
pemantauan SNP
Studi dokumentasi
administrasi sekolah
secara umum
Mengobservasi data
pengelolaan sekolah
Wawancara dengan
KS dan atau dengan
guru untuk
mengetahui proses
pengelolaan sekolah
Memberikan
masukan untuk
penyempurnaan
pemenuhan
pengelolaan
kependidikan
Naringgul, ... Juli 2015
Pengawas SD

Rencana
Tindak
Lanjut

SUTARJO, S.Pd
NIP: 195706131978041002

D. PROGRAM PENILAIAN GURU


No
1

Materi Penilaian Guru


Perencanaan
Pembealajaran
a. Program Tahunan
b. Program Semester
c. Silabus
d. RPP
e. KKM
f. Agenda Harian Guru
g. Jadwal Pelajaran
h. Absensi Siswa
i. Kalender Pendidikan

Tujuan dan Sasaran


1.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

2.

Guru memiliki
Perencanaan
Pembealajaran
yang terdiri
atas
Program
Tahunan
Program
Semester
Silabus
RPP
KKM
Agenda Harian
Guru
Jadwal
Pelajaran
Absensi Siswa
Kalender
Pendidikan
dengan nilai
minimal baik
Guru pada
sekolah binaan

Indikator
Keberhasilan
80% dari
jumlah guru
binaan
mempunyai
a. Program
Tahunan
b. Program
Semester
c. Silabus
d. RPP
e. KKM
f. Agenda
Harian
Guru
g. Jadwal
Pelajaran
h. Absensi
Siswai a
i. Kalender
Pendidikan
yang sesuai
dengan
prinsipprinsip
penyusunan
Perencana
an

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Studi
1. Menyampaikan jadwal
dokumentasi
penilaian
Individu
2. Kunjungan ke sekolah
binaan
3. Mengadakan pertemuan
dengan guru untuk
menyampaian mengenai
pelaksanan penilaian
perencanaan
pembelajaran
4. Menilai perencanaan
pembelajaran dengan
instruemen yang telah
disediakan
5. Mendiskusikan hasil
penilaian dengan guru
yang bersankutan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Panduan
penyusuna
n RPP

Instrumen
penilian
Rencana
Pembelajaran
dengan skala 14

Rencana
Tindak
Lanjut
Guru
memperbai
ki/menyem
purnakan
perencanaa
n
pembelajar
an/
Dijadikan
bahan
pengemba
ngan diri
guru

No

Materi Penilaian Guru

Tujuan dan Sasaran

Pelaksanaan Pembelajaran 1. Guru melaksanakan


pembelajaran
dengan dengan
tiga kegiatan
pokok yakni
pendahulua,
kegiatan inti,
yang terdiri atas:
mengamati,
menanya,
mencari
informasi,
mengasosiasi,
dan
mengkomunikasi
kan dan kegiatan
akhir dengan baik
Penilian Pembelajaran
1. Guru memiliki
kemampuan
melaksanakan
penilaian sesuai
dengan prinsipprinsip
pelaksanaan
penilaian
2. Guru kelas dan

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

Pembelajar
an dengan
nilai
minimal
baik
85% dari
jumlah guru
binaan
melakukan
pembelajaran
dengan hasil
minimal baik

Kunjungan
kelas

85% guru
memperoleh
nilai minimal
baik dalam
pelaksanaan
pembelajaran

Skenario Kegiatan

1. Menyampaikan jadwal
pelaksanaan penilaian
pelaksanaan
pembelajaran
2. Kunjungan ke
sekolah/kelas sekolah
binaan
3. Melakukan penilaian
4. Mendiskusikan hasil
penilaian dengan guru
dan kepala sekolah

Kunjungan 1. Menginformasikan jadwal


kelas
penilaian pelaksanaan
Studi
pembelajaran
Dokumentas 2. Melaksanakan penilaian
i
pelaksanaan penilaian
Diskusi
pembelajaran
3. Mendiskusikan hasil
penilaian pembelajaran

Rencana
Tindak
Lanjut

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Permendik
bud No 65
Tahun
2013
tentang
Standar
Proses

Instrumen
penilaian
pelaksanaan
pemebalajaran
dengan skala 14

Dijadikan
bahan
penilain
dan
kenaikan
pangkat
guru

Permendik
bud No 66
Tahun
2013
tentang
standar
penilaian

Instrumen
penilaian
pelaksanaan
penilaian
pemebalajaran
dengan skala 14

Dijadikan
bahan
penilain
dan
kenaikan
pangkat
guru

No

Materi Penilaian Guru

Tujuan dan Sasaran

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Strategi/Met
ode/ Teknik

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Rencana
Tindak
Lanjut

guru mata
pelajaran

E. PROGRAM PENILAIAN KEPALA SEKOLAH


No
1

Materi Penilaian Guru


Kompetensi Kepribadian
dan Sosial

Tujuan dan Sasaran


a.

b.

Penilaian Kompetensi

1.

Indikator
Keberhasilan

Kompetensi
Kepribadian
dan Sosial
Kepala Sekolah
dapat Dinilai
secara Objektif
, transparan
dengan nilai
minimal baik
sekolah binaan
Kepala Sekolah
di wilayah
sekolah binaan

100 % dari
jumlah kepala
sekolah binaan
dapat dinilai
kinerjanya
minimal baik

Kepala sekolah

100% dari

Studi
1. Menyampaikan jadwal
dokumentasi
penilaian
Individu
2. Kunjungan ke sekolah
binaan
3. Mengadakan pertemuan
dengan kepala sekolah
untuk menyampaian
mengenai pelaksanan
penilaian perencanaan
pembelajaran
4. Menilai kompetensi
kepribadian dan sosial
dengan instruemen yang
telah disediakan
5. Mendiskusikan hasil
penilaian dengan kepala
sekolah yang
bersankutan

Panduan
penilaian
kinerja
kepala
sekolah

Instrumen
penilian Kepala
Sekolah dengan
skala 1-4

Rencana
Tindak
Lanjut
Diklat
Fungsional
bagi kepala
sekolah

Kunjungan

Permendik

Instrumen

Dijadikan

1. Menyampaikan jadwal

No

Materi Penilaian Guru


Kepemimpinan

2.

Penilian Kompetensi
Pengembangan Sekolah

1.

2.

Penilian Kompetensi
Manajemen Sumber Daya

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

pada sekolah
binaan dapat
dinilai
kompetensi
kepemimpinan
nya
Kepala Sekolah

jumlah kepala
sekolah
binaan
mempunyai
bukti hasil
PKKS dalam
bidang
kepemimpi
nan dengan
nilai minimal
baik

ke sekolah
pelaksanaan penilaian
binaan
pelaksanaan
Studi
pembelajaran
Dokumenta 2. Kunjungan ke
si
sekolah/kelas sekolah
Observasi
binaan
Wawancara 3. Melakukan penilaian
4. Mendiskusikan hasil
penilaian dengan guru
dan kepala sekolah

Kepala sekolah
pada sekolah
binaan dapat
dinilai
kompetensi
pengembangan
sekolahnya
Kepala Sekolah

100% kepala
sekolah
mempunyai
bukti
penilaian
PKKS
Kompetensi
Pengembanga
n Sekolah
memperoleh
nilai minimal
baik

Kunjungan 1. Menginformasikan jadwal


sekolah
penilaian PKKS
Studi
2. Melaksanakan penilaian
Dokumentas
Pengembangan Sekolah
i
3. Mendiskusikan hasil
Diskusi
pengembangan sekolah

Kepala sekolah
pada sekolah

100% dari
jumlah kepala

Observasi 1. Menginformasikan jadwal


Wawancara
penilaian PKKS

Tujuan dan Sasaran

1.

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

nas No 35
Tahun
2010
tentang
Jabatan
Fungsional
Guru dan
Angka
Kreditnya
Permenpan
&RB
No.16
Tahun
2009
Permendik
nas No 35
Tahun
2010
tentang
Jabatan
Fungsional
Guru dan
Angka
Kreditnya
Permenpan
&RB
No.16
Tahun
2009
Permendik
nas No 35

penilaian
kinerja kepala
sekolah dengan
skala 1-4

Rencana
Tindak
Lanjut
bahan
penilain
dan
kenaikan
pangkat
kepala
sekolah

Instrumen
penilaian PKKS
dengan skala 14

Dijadikan
bahan
penilain
dan
kenaikan
pangkat
kepala
sekolah

Instrumen
penilaian PKKS

Dijadikan
bahan

No

Materi Penilaian Guru

2.

Penilian Kompetensi
Kewirausahaan

1.

2.

Penilian Kompetensi
Supervisi Pembelajaran

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

binaan dapat
dinilai
kompetensi
Manajemen
Sumber Daya
Kepala Sekolah

sekolah
binaan
mempunyai
bukti fisik
PKKS
Manajemen
Sumber Daya
dengan
minimal nilai
baik

Studi
2. Melaksanakan penilaian
Dokumenta
Pengembangan Sekolah
si
3. Mendiskusikan hasil
Diskusi
pengembangan sekolah

Kepala sekolah
pada sekolah
binaan dapat
dinilai
kompetensi
Kompetensi
Kewirausahaan
Kepala Sekolah

100% dari
jumlah kepala
sekolah
binaan
mempunyai
bukti fisik
PKKS
Kompetensi
Kewirausaha
an dengan
minimal nilai
baik

Observasi 1. Menginformasikan jadwal


Wawancara
penilaian PKKS
Studi
2. Melaksanakan penilaian
Dokumenta
Pengembangan Sekolah
si
3. Mendiskusikan hasil
Diskusi
pengembangan sekolah

Kepala sekolah
pada sekolah
binaan dapat

100% dari
jumlah kepala
sekolah

Observasi 1. Menginformasikan jadwal


Wawancara
penilaian PKKS
Studi
2. Melaksanakan penilaian

Tujuan dan Sasaran

1.

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya

Penilaian dan
Instrumen

Tahun
2010
tentang
Jabatan
Fungsional
Guru dan
Angka
Kreditnya
Permenpan
&RB
No.16
Tahun
2009
Permendik
nas No 35
Tahun
2010
tentang
Jabatan
Fungsional
Guru dan
Angka
Kreditnya
Permenpan
&RB
No.16
Tahun
2009
Permendik
nas No 35
Tahun

dengan skala 14

Rencana
Tindak
Lanjut
penilain
dan
kenaikan
pangkat
kepala
sekolah

Instrumen
penilaian PKKS
dengan skala 14

Dijadikan
bahan
penilain
dan
kenaikan
pangkat
kepala
sekolah

Instrumen
penilaian PKKS
dengan skala 1-

Dijadikan
bahan
penilain

No

Materi Penilaian Guru

Tujuan dan Sasaran

2.

dinilai
kompetensi
Supervisi
Pembelajaran
Kepala Sekolah

Indikator
Keberhasilan

Strategi/Met
ode/ Teknik

binaan
mempunyai
bukti fisik
PKKS
Kompetensi
Supervisi
Pembelajaran
dengan
minimal nilai
baik

Dokumenta
Pengembangan Sekolah
si
3. Mendiskusikan hasil
Diskusi
pengembangan sekolah

Skenario Kegiatan

Sumber
Daya
2010
tentang
Jabatan
Fungsional
Guru dan
Angka
Kreditnya
Permenpan
&RB
No.16
Tahun
2009

Penilaian dan
Instrumen
4

Naringgul, ... Juli 2015


Pengawas SD
SUTARJO, S.Pd
NIP: 195706131978041002

Rencana
Tindak
Lanjut
dan
kenaikan
pangkat
kepala
sekolah

IV. P E N U T U P
Program Kerja Pengawas TK-SD ini disusun dengan maksud sebagai acuan
perilaku Pengawas TK-SD dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai
pernbina, penilai, dan penjamin mutu pendidikan di tingkat dasar agar dapat
mencapai hasil yang optimal.
Oleh karena itu, penyusunan Program Kerja Pengawas TK-SD ini
dilengkapi dengan jadwal tentatif operasional pelaksanaan program dengan
maksud untuk memudahkan Pengawas TK-SD dalam melaksanakan tugasnya,
serta tindak lanjut untuk menyusun program semester
Mudah-mudahan Program Kerja Pengawas TK-SD yang kami susun ini
dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan dan peningkatan
mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Cianjur.

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN...............................................................................i
KATA PENGANTAR ..........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
I. PENDAHULUAN ...........................................................................................
A. Latar Belakang ............................................................................................
B. Landasan (Dasar Hukum) ............................................................................
C. Visi, Misi dan Strategi Pengawasan ............................................................
D. Ruang Lingkup Pengawasan (Pembina, Pemantau, Penilai) ......................
E. Tujuan dan Sasaran ......................................................................................
II. IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN DALAM
BIDANG PENDIDIKAN ................................................................................
A. Deskripsi Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya .......................................
B. Masalah Dalam Pengawasan .......................................................................
C. Kebijakan dalam Bidang Pendidikan ..........................................................
III.DESKRIPSI PEROGRAM PENGAWASAN.............................................10
A. Ruang Lingkup Program ...........................................................................10
B. Program Pembinaan ..................................................................................12
C.

Program

Pemantauan

..................................................................................12
D.

Program

Penilaian

Guru

dan

KS.................................................................12
E. Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional .....12
F. Program Kegiatan Kepengawasan Tahun 2011-2012....13
IV. PENUTUP..................................................................................................25
LAMPIRAN-LAMPIRAN

iii

LEMBAR PENGESAHAN
PROGRAM KERJA PENGAWAS SD
TAHUN PELAJARAN 2014 2015

NAMA

: SUTARJO, S.Pd.

NIP

: 19570613 1978041 002

UNIT KERJA

: PUSBINDIK TK/SD KECAMATAN


NARINGGUL

Kapusbindik Tk/Sd Kec. Naringgul

SUGANDA, S.Pd
NIP: 19610406 1983051001

Kepala Dinas Pendidikan


Kabupaten Cianjur
Kepala Bidang Bina SD

Ketua Korwas
Kabupaten Cianjur

Drs. H. ASEP SAEPUROHMAN,M.Pd.


NIP. 196109241983051001

Drs. AHMAD SUTARDI, MM.Pd.


NIP. 195307111974031001