Anda di halaman 1dari 5

D.

TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA DAN


PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK
a. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA
Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Terms Of Reference (TOR) adalah satu petunjuk atau dasar
dari sebuah rencana suatu pekerjaan. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) didasari atas
gagasan filosofis dari pekerjaan dimaksud. Dalam hal Kegiatan Pek.............(2)...............,
Pekerjaan Pengawasan Pek.............(1)............... yang disusun dengan maksud untuk
menyediakan prasarana yang baik, agar dapat berfungsi optimal melayani masyarakat.
Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan pekerjaan pengawasan teknik, sehingga
dicapai mutu pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan secara optimal sesuai dengan investasi
dan syarat-syarat yang ditetapkan.
Berdasarkan penjelasan dalam Perpres No. 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah disebutkan bahwa Kerangka Acuan Kerja yang ditetapkan oleh PPK sekurangkurangnya memuat hal-hal sebagai berikut :
1) uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan
dilaksanakan, antara lain latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi, asal sumber
pendanaan, nama dan organisasi PPK;
2) data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan, antara lain
data dasar, standar teknis, studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan, dan peraturan
perundang~undangan yang harus digunakan;
3) tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang
ingin dicapai, keluaran yang akan dihasilkan, keterkaitan antara suatu keluaran dengan
keluaran lain, peralatan dan material yang disediakan oleh PPK serta peralatan dan
material yang harus disediakan oleh penyedia, lingkup kewenangan yang dilimpahkan
kepada penyedia, perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan jasa konsultansi,
kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang harus disediakan oleh penyedia, perkiraan
keseluruhan tenaga ahli/tenaga pendukung yang diperlukan (jumlah person-months) dan
jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. Khusus untuk pengadaan jasa konsultansi
dengan evaluasi pagu anggaran, jumlah tenaga ahli tidak dicantumkan dalam Kerangka
Acuan Kerja;
4) jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (antara lain laporan pendahuluan dan laporan
akhir);
5) ketentuan bahwa kegiatan jasa konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia, kecuali untuk
kegiatan tertentu yang belum mampu dilaksanakan di Indonesia;
6) hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh PPK untuk membantu kelancaran tugas
penyedia, persyaratan kerjasama dengan penyedia lain (apabila diperlukan), dan pedoman
tentang pengumpulan data lapangan.
Namun terlepas dari itu semua, konsultan menganggap bahwa Kerangka Acuan Kerja
Kegiatan Pek.............(2)..............., Pekerjaan Pengawasan Pek.............(1)............... tersebut

penuh dengan apresiasi dan inovasi. Salah satu hal yang mendapat tanggapan positif dari kami
adalah mengenai alih pengetahuan yang menerangkan bahwa apabila dipandang perlu oleh
Pejabat Pembuat Komitmen, maka Penyedia Jasa harus mengadakan pelatihan, kursus
singkat, diskusi dan seminar terkait dengan subtansi pelaksanaan kegiatan dalam rangka alih
pengetahuan kepada staff di lingkungan organisasi Pejabat Pembuat Komitmen. Hal ini dapat
dijadikan sebagai ruang dan media untuk :
1. Menambah wawasan;
2. Memperluas daya pikir
Dengan begitu akan terjadi diskusi dan tukar pendapat sekaligus menyamakan persepsi antara
ketiga pihak; konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, dan staff organisasi Pejabat Pembuat
Komitmen Dinas.............(2)..............., sehingga tercapai hubungan sinergi yang baik.
Hubungan yang sinergi antara ketiga belah pihak tersebut menjadi hal yang urgen dan menjadi
prioritas utama dalam pekerjaan ini, karena kami menilai suatu pekerjaan tidak akan
menghasilkan sesuatu yang memuaskan apabila pihak pihak yang terlibat di dalamnya tidak
bisa membangun sebuah hubungan kerja sama yang baik. Untuk itu kami selaku konsultan
pengawas menghimbau agar senantiasa saling berkomunikasi dalam proses peyelesaian
pekerjaan pengawasan ini.
b. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK
Dari segi layanan tenaga Ahli yang dibutuhkan Pemberi Tugas telah menyebutkan kriteria
lamanya pengalaman tenaga ahli, sehingga dengan lamanya jam terbang yang dimiliki oleh
masing-masing tenaga ahli tersebut, diharapkan dapat lebih memberikan pada tingkat
kedalaman materi pekerjaan.

E. URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA


c. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI
1)

Latar Belakang
Fungsi dan tujuan dari pengadaan/penunjukan Konsultan Pengawasan Teknis adalah
dalam pelaksanaan pengawasan Pek.............(1)............... dapat berjalan optimal, tertib,
dan terorganisasi dengan baik. Karena dengan pengadaan konsultan Pengawasan ini,
tugas
Dinas.............(2)...............
Kab.
Ngawi
dalam
mengalokasikan
Dana............................ Tahun Anggaran 2013 dapat terbantu dengan sistem kerja yang
telah ditentukan dalam KAK ini.

2)

Maksud dan Tujuan


Maksud
Pola dan sistem kerja yang dilaksanakan oleh setiap Konsultan Teknis satu dengan yang
lainnya pasti tidak akan sama, tetapi semua tetap mengacu pada KAK (Kerangka Acuan
Kerja) yang telah ditentukan/ digariskan oleh Dinas.............(2)............... Kab. Ngawi

mempunyai maksud agar hasil dan keluaran yang diwujudkan dapat memenuhi standart
kerja dan mudah untuk diinterpretasikan dalam acuan kerja nantinya.
Tujuan
Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai dengan KAK
ini.
Sasaran Pokok :
Setiap pembangunan harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu
memenuhi secara optimal fungsi konstruksi serta kekuatan dari konstruksi tersebut.
Setiap pembangunan harus direncanakan dan diawasi dengan sebaik-baiknya
sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari ketepatan
teknis, ketepatan mutu, ketepatan waktu, dan ketepatan biaya.
Pemberi Jasa Pengawasan perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh sehingga
mampu menghasilkan karya pembangunan yang memadai dan layak diterima
menurut kaidah, norma, serta tata laku profesional.
Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan Pengawasan perlu disiapkan matang
sehingga dapat dan mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang
sesuai dengan sasaran yang tepat dalam pelaksanaan proyek.
3)

Lingkup Kegiatan, Data dan Fasilitas Penunjang


Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Konsultan dalam pekerjaan konsultansi ini
adalah sebagaimana termuat dalam KAK pekerjaan ini, yakni membantu pihak Pemberi
Tugas dalam rangka pengawasan pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh Kontraktor
berupa pengendalian mutu, kuantitas, waktu serta administrasi kegiatan.
Data dan Fasilitas Penunjang
Disiapkan oleh Konsultan Teknis
1. Monitoring terhadap setiap pekerjaan
2. Peralatan akomodasi transportasi
3. Kantor
4. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang
5. Materi dan penggandaan laporan
6. Segala pembiayaan
7. Pajak

4)

Metodologi dan Waktu Pelaksanaan


Acuan kerja yang diterapkan oleh Konsultan Pengawas Teknis mengacu pada Standar
Nasional Indonesia (SNI) Konstruksi dan Bangunan Sipil dengan tahapan sebagai berikut :
I.

Tahap Persiapan
Menyusun kegiatan kerja seluruh cakupan kegiatan sejak tahap pelelangan,
pelaksanaan konstruksi, dan masa pemeliharaan termasuk serah terima pekerjaan
pemborong dengan mengacu pada schedule perencanaan untuk dapat menjelaskan
jalur-jalur kritis dalam masa kegiatan-kegiatan.

II.

5)

Tahap Pengawasan
1. Persiapan pelaksanaan
Mempersiapkan Mutual Check 0% sebagai acuan untuk melaksanakan pekerjaan
2. Tahap Pelaksanaan
Membantu terjaminnya kualitas pekerjaan baik dari segi mutu, biaya, waktu, dan
administrasinya
3. Tahap Penyelesaian Akhir
Membantu dalam proses penyerahan pekerjaan baik secara administrasi maupun
pertanggungjawaban teknis

Laporan
Jenis laporan yang harus diserahkan oleh Konsultan Pengawas adalah sebagai berikut :
Laporan Mingguan, memuat :
- Surat pengantar
- Ringkasan kemajuan fisik dan keuangan proyek serta masalah-masalah yang ada
- Jadwal pelaksanaan dengan kurva S
- Surat Perintah Perubahan (CCO), bila ada
Laporan bulanan, memuat :
- Surat pengantar
- Ringkasan kemajuan fisik dan keuangan proyek serta masalah-masalah yang ada
- Foto-foto kegiatan
- Uraian penyelesaian permasalahan pekerjaan

d. PROGRAM KERJA
Untuk meningkatkan kinerja fisik di lapangan, tanpa adanya penyimpangan kontrak yang dapat
berakibat gagalnya pelaksanaan kegiatan fisik yang juga mengakibatkn kerugian Negara yang
disebabkan tidak tercapainya sasaran kegiatan. Untuk itu konsultan supervisi memiliki rencana
kerja yang telah tersusun secara sistematis sesuai dengan alur dan prosedur kerja pekerjaan
fisik di lapangan, guna tecapainya tujuan dari pekerjaan pengawasan ini.
Beberapa hal yang akan dilaksanakan oleh konsultan supervisi, antara lain :
1. Mobilisasi personil konsultan supervisi
2. Mengikuti rapat persiapan pekerjaan
3. Mengawal mobilisasi kontraktor
4. Melakukan perhitungan rekayasa lapangan (Uet Zet)
5. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pek.............(1)...............
6. Melakukan pengecekan terhadap sertifikat pembayaran bulanan (Mutual Certifikate/MC)
7. Membuat Laporan Bulanan, Laporan Mingguan, dan Laporan Harian.
e. ORGANISASI DAN PERSONIL

Tenaga tenaga yang terlibat pada Pekerjaan Pengawasan Pek.............(1)..............., yaitu


terdiri dari :
1. Pengawas Lapangan
2. Asisten Pengawas Lapangan
3. Administrasi

: Muhammad Irwani, ST
:
: Christin Yuliastuti

Pengawasan Lapangan
Tenaga yang disyaratkan adalah Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan
Universitas Negeri atau yang disamakan, mempunyai sertifikasi keahlian SKA sub bidang
Gedung dan Bangunan, berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di bidang
pengawasan Gedung dan Bangunan, dan STM Sipil berpengalaman melaksanakan
pekerjaan dibidang yang ditentukan sesuai dengan paket pekerjaan pengawasan
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Tugas dari Tenaga pengawasan ini adalah membantu dalam pengendalian mutu,
kuantitas, waktu, serta administrasi kegiatan.
Asisten Pengawasan Lapangan
Tenaga yang disyaratkan adalah lulusan STM Bangunan berpengalaman melaksanakan
pekerjaan dibidang yang ditentukan sesuai dengan paket pekerjaan pengawasan
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Tugas dari Tenaga pengawasan ini adalah membantu Pengawas Lapangan dalam
pengendalian mutu, kuantitas, waktu, serta administrasi kegiatan
Administrasi
Tenaga administrasi yang disyaratkan adalah Lulusan SMK atau yang sederajat
berpengalaman sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.