Anda di halaman 1dari 8

PEMBEKALAN KADER POKJAKES

HIV / AIDS
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGANNYA

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2003

Disusun guna Pembekalan Kader POKJAKES, Pada Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya

SATUAN PEMBELAJARAN
Mata Ajar

: Pencegahan Penyakit Menulr

Pokok Bahasan

: HIV / AIDS

Sub Pokok Bahasan

: Pencegahan Penyakit HIV / AIDS

Sasaran

Anggota

POKJAKES

RW

IV,

Kelurahan

Wiyung, Surabaya.
Hari/Tanggal

: Selasa / 18 Februari 2003

Waktu

: 45 menit ( teori )

ANALISIS SITUASI
a; Peserta Pelatihan
Sasaran

pelatihan

adalah

anggota

POKJAKES,

RW

IV

kelurahan Wiyung kota, Surabya, berjumlah 20 orang.


Peserta didik telah memiliki pengetahuan :
-

Membaca dan menulis.

b; Ruang Kuliah
-

Balai RW III, Kelurahan Wiyung.

Cukup luas dan memadai

Penerangan dan ventilasi cukup memadai

Prasarana yang tersedia di Balai RW III : Flip chart,


Leaflet

c; Pengajar
Staf pengajar Pelatihan POKJAKES
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan peserta
Pelatihan mampu menerapkan konsep pencegahan Penyakit
HIV/AIDS.
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setelah mengikuti proses Pelatihan diharapkan peserta didik mampu:
1; Menjelaskan pengertian penyakit HIV/AIDS
2; Menyebutkan penularan Penyakit HIV/AIDS
3; Menjelaskan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS
4; Memberikan penyuluhan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS
3

MATERI
1; Pengertian HIV/AIDS
2; Gejala dan Penyebab HIV/AIDS
3; Bagaimana cara penularan HIV/AIDS ?
4; Apakah saya beresiko tertular penyakit HIV/AIDS ?
5; Apakah HIV/AIDS bisa sembuh?
6; Apa yang terjadi jika seseorang tertular HIV/AIDS ?
7; Apa yang harus dilakukan bila tertular penyakit HIV/AIDS ?
8; Bagaimana cara mencegahan penularan penyakit HIV/AIDS ?
METODE
1; Ceramah
2; Tanya jawab
MEDIA/ ALAT
1; Flip chart
2; OHP
3; Transparansi
EVALUASI
1; Prosedur

: Evaluasi dilakukan setelah selesai pelatihan.

2; Jenis tes

: Praktek penyuluhan

3; Waktu

: 30 menit

PENUTUP
Kesimpulan
Penyakit HIV/AIDS merupakan pengakit menular melalui kontak langsung. Anggota
POKJAKES perlu dibekali pengetahuan tentang pengakit ini dn cara pencegahannya.
Saran
1; Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai Penyakit HIV/AIDS dan
konsep

penularan

dan

pencegahan,

peserta

pelatihan

dapat

menerapkannya teknik pencegahan dalam sehari-hari.


2; Diharapkan

anggota

POKJAKES

dapat

memberikan

penyuluhan

kepada masyarakat khususnya masyarakat di RW IV kelurahan


Wiyung kota.

MATERI :
;

Pengertian HIV/AIDS
HIV, Merupakan singkatan dari Human Imunodeficiency Virus.
;

Human artinya manusia.,

Imuno artinya sistem imun atau sistem kekebalan,

Deficiency artinya kekurangan / kerusakan,

Virus adalah microba yang amat kecil yang dapat menyebabkan penyakit.

Jadi HIV adalah virus yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya yang
merusak sistem imun sampai tidak berfungsi.
AIDS, merupakan singkatan dari Acquired Imunodeficiency Syndrome
;

Acquired artinya didapat atau diperoleh,

Imunodeficiency artinya sistem imun mengalami kerusakan dan tidak dapat


berfungsi untuk melawan infeksi atau penyakit.

Syndrome artinya gabungan dari tanda-tanda atau gejala fisik.

Jadi AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat seseorang mengalami


kekurangan sistem kekebalan tubuh akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh virus
HIV.
;

Situasi penyakit HIV/AIDS di Indonesia


Pada bulan September 2000 dilaporkan ke Departemen Kesehatan RI, bahwa :
1; Ditemukan adanya kasus AIDS sebanyak 4 orang. Sedangkan yang terinfeksi HIV
sebanyak 3 orang (sumber laporan dari rumah sakit).
2; Ditemukan adanya kasus AIDS sebanyak 1 orang di Puskesmas Batu, Kabupaten
Minahasa, Sulawesi Utara (sumber laporan dari Puskesmas).
3; Ditemukan adanya kasus AIDS sebanyak 1 orang di Kabupaten Belitung
(sumberlaporan dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten).
4; Ditemukan adanya kasus HIV baru yaitu sebanyak 3 kasus (2 orang dari DKI, 1
orang dari Jawa Barat). Ke- 3 kasus baru ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Dua dari 3 kasus baru ini adalah pemakai narkotika suntikan.
5; Ditemukan adanya kasus AIDS baru yaitu sebanyak 6 orang (3 orang dari Jawa
Barat dan masing-masing 1 orang dari DKI, Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan)
Dengan perincian
a; Semua Warga Negara Indonesia,
b; 5 Kasus Kelompok Umur 20-29 tahun (dewasa muda),
c; 1 Kasus Kelompok Umur 15-19 tahun (remaja).
Jumlah klien HIV positif dan kasus AIDS yang dilaporkan selama periode 1 Januari s/d

September 2000 adalah sebagai berikut :


;

268 kasus terinfeksi HIV.

137 Kasus AIDS.

Provinsi yang melaporkan adanya kasus inveksi HIV adalah 23 provinsi. Sebaliknya,
Provinsi yang belum melaporkan adanya kasus infeksi HIV/AIDS, antara lain :
Bengkulu, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan sumber lain bahwa kasus HIV positif dan AIDS di Indonesia sudah
mencapai 50.000 sampai 100.000 kasus, tetapi hal ini sebenarnya masih merupakan
Fenomena Gunung Es, dikarenakan survey dan penelitian yang dilakukan / dilaporkan
tidak pada seluruh lapisan masyarakat hanya pada daerah tertentu saja. Bagaimana di
daerah lain apakah aman / bebas dari HIV / AIDS ?
Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia sangat mengkawatirkan karena adanya beberapa
kondisi yng dapat mempermudah penyebaran AIDS, yaitu:

Industri seks komersial yangsangat luas.

Angka penyakit kelamin yang tinggi

Pemakaian kondom yang rendah.

Proses urbanisasi yang cepat.

Terjadinya hubungan sex sebelum menikah dan diluar nikah.

Gejala dan Penyebab HIV/AIDS:


1; Akibat penurunan daya tahan tubuh, klien mudah dijangkiti penyakit lain, misalnya
TBC paru-paru dan penyakit virus lainnya.
2; Karena daya tahan tubuhnya lemah, penyakit-penyakit ringan sekalipun sangat
sering menyerang orang biasa (misalnya influenza, atau campak dan cacar air), bisa
menjadi sangat berat pada penderita HIV. Kondisi inilah yang membawa maut pada
sipenderita.
3; Pada tahun 2000-an belakangan jumlah kasus AIDS mencolok naik. Hal ini
dikarenakan maraknya penggunaan obat-obat narkotika lewat suntikan.

Bagaimana cara penularan HIV/AIDS ?


1; HIV/AIDS dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan yang
menderita penyakit HIV/AIDS tanpa memakai kondom. 0,1 s/d 1 % Untuk kontak
tunggal
2; HIV/AIDS dapat ditularkan melalui Penggunaan jarum suntik dan alat lain yang

tercemar oleh virus HIV


3; HIV/AIDS dapat ditularkan melalui tranfusi darah dari seseorang yang terinfeksi, /
tercemar HIV.

Sangat Tinggi diatas 90 % l

4; HIV/AIDS dapat ditularkan melalui wanita hamil yang mengidap HIV dengan
menularkan virus pada anaknya sebelum atau setelah lahir / yang disusuinya .15
30 % Bisa lebih pada stadium lanjut.

Apakah saya beresiko tertular penyakit HIV/AIDS ?


HIV/AIDS dapat mengancam siapa saja, dimana saja dan kapan saja, tergantung pada
apa yang anda lakukan.

Apakah HIV/AIDS bisa sembuh?


Tidak, sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Belum ada obat yang dapat
menghilangkan inveksi HIV. Kebanyakan orang mengidap HIV akan berlanjut dengan
AIDS. Walaupun perkembangan ke AIDS untuk setiap orang jangka waktunya
berbeda.beda. berkisar antara 5 10 tahun.

Apa yang terjadi jika seseorang tertular HIV/AIDS ?


a; Seseorang bila terkena infeksi HIV akan mengalama 5 thapan penyakit yang
lamanya setiap tahap untuk masing masing orang berbeda.
1; Tahap serokonvensi akut.

Gejala tidak khusus

Terjadi sekitar 6 minggu setelah tertular HIV

Penderita sangat menular

2; Tahap infeksi HIV asimtommatik.

Tidak ada keluhan maupun gejala.

Penderita sudah sero-positif.

3; Tahap persisten generalized lymphadenopathy (PGL)

Pembesaran kelenjar pada 2 tempat atau lebih pada lipat paha, leher, ketiak dan
bawah dagu.

Paling sedikit sudah 3 bulan lamanya.

4; Tahap AIDS related compleks (ARC)

Memasuki tahap awal dari AIDS

Terdapat dua atau lebih keluhan / gejala selama 3 bulan atau lebih.

5; Tahap AIDS

Merupakan tahap akhir dari infeksi HIV

Pasien mengalami infeksi berat atau adanya tumor.

Apa yang harus dilakukan bila tertular penyakit HIV/AIDS ?


Jangan bersedih dan jangan panik. Tanyakan pada dokter, dengan demikian akan dapat
diketahui dan mengatasinya bila mengobatinya dengan tepat.

Bagaimana cara mencegahan penularan penyakit HIV/AIDS ?


Cara pencegahan penularan penyakit ini tidaklah sulit, Cegah kontak langsung antara
selaput lendir atau kulit kita dengan cairan tubuh penderita yang mengalami infeksi
HIV (ODHA = Orang Dengan HIV / AIDS).
Dilihat dari cara penularan penyakit ini maka dianjurkan:
1; Hubungan seksual untuk mencegah penularan HIV/AIDS dari ODHA, dengan tiga
cara

A : Abstinence ( puasa , tidak berhubungan sex ).

B : Be Faithful : saling setia dengan satu pasangan, tidak berganti-ganti


(monogami).

C : Condom, selalu memakai kondom sat berhubungan sex yang mengandung


resiko.

2; Hindari Penularan lewat alat-alat yang tercemar darah / cairan ODHA dengan:

Penggunaan semua alat yang menembus kulit dan darah seperti jarum suntik /
narkoba dan alat lain yang tercemar oleh virus HIV harus disteril.

Jangan memakai jarum suntik atau alat yang menembus kulit bergantian dengan
orang lain.

3; Pastikan tranfusi darah yang diperoleh tidak terinfeksi virus HIV.


4; Bila seorang wanita hamil yang mengidap HIV, periksakan diri ke dokter dan
mintalah nasihat bagaimana caranya agar bayi yang kelak dilahirkan tidak terkena
infeksi HIV. (di AS 75 % bayi lahir dari ibu yang mengidap virus HIV, dapat hidup
bebas dari infeksi HIV)
8