Anda di halaman 1dari 8

IV.

TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA


DAN PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK
Secara keseluruhan, Konsultan dapat memahani maksud, tujuan, serta lingkup kegiatan yang
menjadi kewajiban Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan Pemeliharaan Berkala
Jalan Mangkubumi. Persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja sudah
cukup jelas dan dapat dimengerti.
Dengan pengalamannya melaksanakan pekerjaan sejenis dan akan selalu berkoordinasi dan
mengikuti arahan Pemberi Tugas, maka Konsultan berkeyakinan dapat melaksanakan pekerjaan
sesuai ruang lingkup, persyaratan dan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan
Kerja.
Beberapa tanggapan yang menurut Konsultan perlu disampaikan, berkaitan dengan pekerjaan ini,
adalah sebagai berikut :
D.1. Tanggapan Terhadap KAK
Pelaksanaan Pengawasan Pemeliharaan Berkala Jalan Mangkubumi tersebut ditetapkan
dikerjakan dalam waktu 3 (tiga) bulan, sehingga didalam tiap-tiap tahapan menuntut keahlian dan
latar belakang pengalaman yang memadai. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan didalam
kegiatan ini adalah adanya tenaga ahli yang berpengalaman dalam menerapkan metodologi cara
pelaksanaan pekerjaan agar mencapai sasaran yang diinginkan.
Inovasi terhadap KAK dengan meningkatnya mobilitas penduduk sejalan dengan pertumbuhan
dan perkembangan wilayah permukiman dan industri di daerah perkotaan menyebabkan semakin
banyak prasarana jalan dan jembatan yang harus dipelihara serta ditingkatkan baik itu kapasitasnya
maupun nilai strukturnya.
Kebutuhan akan prasarana jalan dan jembatan yang aman dan nyaman menyebabkan perlu
dilakukannya penanganan secara menerus baik itu pemeliharaan maupun peningkatan. Dengan
pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, kebutuhan akan prasarana jalan dan
jembatan menjadi cukup signifikan. Meski demikian, pemeliharaan jalan maupun jembatan
memerlukan suatu perencanaan yang matang guna mendapatkan manfaat optimal dari investasi jalan
dan jembatan yang dilakukan serta meminimalisir dampak negatif yang akan timbul.
Setelah melakukan pemahaman dan pendalaman mengenai materi yang dijabarkan dalam
kerangka acuan kerja, (KAK) untuk pekerjaan Pengawasan/ Supervisi tersebut, guna meningkatkan
hasil pekerjaan pembuatan laporan penyelesaian proyek ini, maka tim konsultan akan melakukan
beberapa inovasi yang tidak keluar berseberangan dengan maksud dan tujuan pekerjaan dan tetap
dalam koridor lingkup pekerjaan dianggap dapat mengoptimalkan hasil keluaran pekerjaan
dikembangkan sebagai inovasi yang nantinya diimplementasikan dalam pelaksanan pekerjaan.
D.2. Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan
Maksud dari pekerjaan pengawasan ini telah jelas dan dapat dimengerti oleh Konsultan
Penyedia Jasa, yaitu untuk membantu PPTK Pengawasan Rehabilitasi / Pemeliharaan Konstruksi
Jalan pekerjaan Pengawasan Pemeliharaan Berkala Jalan Mangkubumi yang dibiayai oleh Sumber
Dana APBD Tahun Anggaran 2014.
Sebenarnya bisa ditambahkan pada tujuan yang disampaikan dalam Kerangka Acuan Kerja
untuk memperhatikan bidang administrasi, karena hal ini tidak kalah pentingnya dengan out put
yang akan dihasilkan dari pekerjaan fisik. Dengan tertib administrasi diharapkan diakhir
pelaksanaan pekerjaan tidak ada salah satu pihak baik pemberi kerja, pelaksana pekerjaan fisik dan
pengawas lapangan yang dipersalahkan dan dirugikan.Sehingga dengan pengawasan secara melekat
diharapkan hasil pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh kontraktor sesuai dengan Dokumen Kontrak
dan dapat dilaksanakan dengan tertib administrasi, tepat waktu dan tepat sasaran.

D.3. Tanggapan Terhadap Lingkup Kegiatan


Berdasarkan hasil pemahaman dari Kerangka Acuan Kerja, Konsultan akan menyampaikan
tanggapan secara umum isi Kerangka Acuan Kerja. Latar belakang yang disampaikan telah
memberikan informasi tentang pentingnya dipercepat pembangunan jaringan jalan di Kabupaten
Ngawi baik pembangunan jalan baru maupun rehabilitasi jalan eksisting, karena terjadi kerusakan
yang mengakibatkan terganggunya sarana transportasi penunjang aktivitas masyarakat, mengingat
jalan tersebut sangat penting untuk kelancaran akses aktivitas kelancaran perekonomian di
Kabupaten Ngawi.
Secara umum Kerangka Acuan Kerja telah mengandung kelengkapan yang dipersyaratkan
guna pelaksanaan pekerjaan pengawasan, yaitu latar belakang pekerjaan, maksud dan tujuan, ruang
lingkup pekerjaan, kebutuhan tenaga ahli, waktu pelaksanaan pekerjaan, lokasi pekerjaan dan
pelaporan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Kerangka Acuan Kerja telah lengkap sebagai suatu
pedoman pelaksanaan pekerjaan.
D.4. Tanggapan Terhadap Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja
adalah selama 3 (tiga) bulan. Alokasi waktu ini dirasa cukup untuk melaksanakan lingkup pekerjaan
yang ada. Mengingat hal ini maka Konsultan akan dengan sangat cermat dan hati-hati menyusun
rencana kerjanya, serta menjaga pelaksanaannya dapat berjalan seefektif mungkin sehingga dapat
memenuhi target waktu yang telah ditentukan.
D.5. Tanggapan Terhadap Pelaporan
Jenis laporan, jumlah dan waktu penyampaian laporan yang telah ditetapkan dalam Kerangka
Acuan Kerja sudah cukup jelas dipahami, sehingga tidak dijumpai hal yang menyulitkan Konsultan
dalam penyusunan dokumen penawaran.
D.6. Tanggapan dan Saran Terhadap Personil dan Fasilitas Pendukug
1) Tenaga Ahli
Kebutuhan tenaga ahli yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja, telah memenuhi jumlah
kebutuhan dan jenis keahlian yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan ini.
Mengingat jangka waktu penugasan masing-masing personil tenaga ahli, asisten tenaga ahli dan staf
pendukung, maka Konsultan akan membuat rincian jangka waktu penugasan masing-masing dengan
berpedoman pada total jumlah orang- bulan yang sudah ditentukan.
2) Fasilitas Pendukung
Untuk mencapai hasil yang optimum dan efisien dalam pelaksanaan pekerjaan, Konsultan perlu
didukung dengan adanya fasilitas kantor, peralatan dan logistik untuk menunjang kegiatan, baik di
kantor maupun di lapangan. Kebutuhan fasilitas dan logistik meliputi peralatan komputer, office
supplies dan kendaraan.
a.
Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia
jasa.
Laporan dan Data (bila ada)
Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi (bila ada).
Akomodasi dan Ruangan Kantor
Akomodasi dan Ruangan kantor harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara
sewa.
Staf Pengawas/Pendamping
Dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi, pengguna jasa akan mengangkat petugas
atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (counterpart), atau
project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. Koordinator

kegiatannya dilaksanakan oleh Site Engineer bersama- sama dengan PPTK Pengawasan
Rehabilitasi / Pemeliharaan Konstruksi Jalan. Site Engineer akan melakukan monitoring
kemajuan pekerjaan, pengendalian mutu, volume pekerjaan dan masalah-masalah yang
berkaitan dengan Dokumen Kontrak. Pengawasan teknis pekerjaan dilaksanakan oleh
PPTK Pengawasan Rehabilitasi / Pemeliharaan Konstruksi Jalan yang bertindak sebagai
Engineer dibantu dan mendelegasikan sebagian tugasnya kepada tim pengawas lapangan
yang akan bertindak sebagai wakil Direksi pekerjaan sesuai dengan Dokumen Kontrak
Fisik.
Tugas yang akan dilegasikan PPTK Pengawasan Rehabilitasi / Pemeliharaan Konstruksi
Jalan adalah tugas-tugas yang berkaitan dengan masalah teknis, kontrak dan tugas
tersebut selanjutnya diatur dalam Kerangka Acuan Kerja.
Fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan oleh penyedia jasa
tidak ada, namun fasilitas tersebut harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan
cara sewa yang dicantumkan pada dokumen kontrak.

b.

Penyediaan oleh Penyedia Jasa


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
digunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Adapun fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
supervisi tersebut dapat diperoleh dengan cara sewa yang dicantumkan dalam dokumen
kontrak, dapat berupa: Kendaraan Roda 2, Peralatan Kantor seperti Komputer, Printer, Meja
Kerja, Filling Cabinet, serta Camera Digital.

V.

URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM

KERJA

V.1. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


Pendekatan teknis dalam proposal ini disesuaikan dengan lingkup kegiatan yang akan dicapai sesuai
kerangka acuan pekerjaan
1) TAHAPAN PERSIAPAN PENGAWASAN
1. Rapat Pra Kontruksi
Rapat pra Kontruksi (Pre Contruksion Meeting) adalah rapat awal yang diadakan atas prakarsa
/ undangan dari pemberi Tugas, konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.
Tujuan dari rapat ini adalah menyamakan pengertian atau pemahaman mengenai dokumen
kontrak dan spesifikasi teknik yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rapat ini adalah :
1. Jadwal pelaksanaan
Pada waktu pembahasan jadwal pelaksanaan, pemberi Tugas dan konsultan pengawas
adalah memahami jadwal kerja yang dibuat oleh kontraktor.
2. Mobilisasi
Untuk pekerjaan mobilisasi titik berat masalah terletak pada masalah :
- Survey lokasi material (Quarry).
- Penempatan lokasi base camp.
- Pengukuran ulang lapangan (Field Engineering).
3. Pemasang peralatan Kontruksi (Instalator)
Pekerjaan ini meliputi pemasangan instalasi batching plant dan pemasangan instalasi AMP
Jika diperlukan.
4. Tata Cara Pengukuran Volume Pekerjaan (Opname)
Cara pengkuran volume terhadap suatu hasil pekerjaan (opname) harus mengikuti aturan
yang ada dalam spesifikasi teknik perihal cara pengukuran.

2. Mobilisasi
Mobilisasi merupakan suatu tahapan dalam pelaksanaan untuk mempersiapkan semua sumber
daya manusia, peralatan maupun bahan, sehingga dalam tahapan kegiatan selanjutnya semua
sumber daya siap untuk dioperasikan, sehingga dapat tercapai tepat mutu, waktu dan
kuantitas/biaya.
Tahapan pada masa mobilisasi adalah:
Setelah Pemberi Tugas melakukan rapat pra pelaksana (Pre Contrucsion Meeting),
kontraktor dan konsultan pengawas melakukan mobilisasi awal dengan menempatkan
personil-personil inti mereka dilapangan
Kontraktor menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan pengendalian mutu
misalnya base camp, peralatan laboratorium, sumber material (quarry) yang dipilih, hasil
pengujian awal dan pengukuran awal
Konsultan menyiapkan pengkajian ulang terhadap desain (review design), mengawasi
pengujian awal, pengukuran awal.
Menyiapkan system informasi manajemen untuk pengamatan secara visual (visual
monitoring).
Mempersiapkan rumus-rumusan pembuatan design campuran material (Job Mix Design).
Setelah tahap mobilisasi awal konsultan dan kontraktor melengkapi personil secara
bertahap sesuai kebutuhan dilapangan.
2) TAHAP PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pengendalian Waktu
Agar waktu pelaksanaan berjalan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
Pengendalian dilakukan dengan mengevaluasi dan mengesahkan metode kerja dan jadwal
pelaksanaan, memeriksa kemajuan dari setiap item pekerjaan, memeriksa perencanaan
kontruksi dan peralatan serta tenaga kerja yang ada.
2. Pengendalian Proyek
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan, Quantity Engineer/Priject Control Spesialist akan terus
memonitor kemajuan pekerjaan dengan menggunkan perangkat lunak dengan tugas utama:
1. Memperhatikan metode lintasan kritis (Critical path Method) dengan memberikan
prioritas utama pada pekerjaan di lintasan kritis.
2. Memperbarui data (update) dan program setiap minggu.
3. Mendokumentasikan arsip secara tertib dan teratur.
Pemantauan kemajuan pekerjaan akan dilakukan dengan menggunakan manajemen
informasi system (MIS) untuk visual monitoring. MIS merupakan perangkat lunak system
informasi manajemen (Management Information System) dimana prestasi kerja kontraktor
ditampilkan dalam bentuk gambar dan grafik atau narasi secara actual, terinci dan selalu
diperbaharui.
3. Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu yang akan dilakukan oleh konsultan adalah meliputi : material yang akan
digunakan, pengelolaan metode kerja, peralatan yang digunakan dan hasil pekerjaan. Sebagai
dasar pengendalian mutu akan dipakai spesifikasi teknik yang ada dan setiap meterial yang
akan digunakan harus dilakukan pengetesan dilabolatorium terlebih dahulu. Apabila hasil test
tidak memenuhi syarat, maka contoh meterial tersebut akan ditolak dan harus diganti dengan
material lain yang memenuhi syarat. Demikian juga meterial yang dikirimm ke lapangan akan
diperiksa secara berkala untuk memastikan apakah meterial yang dikirim tersebut sudah sesuai
dengan contoh yang ada, yaitu dengan melakukan pengujian-pengujian terhadap material yang
dikirim ke lapangan secara acak.

4. Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya akan dilakukan oleh konsultan agar biaya kontruksi yang ada tidak
mengalami perubahan dan diusahakan tetap sesuai dengan nilai kontrak yang ada. Untuk dapat
mengamankan harga kontrak perlu diambil langkah-langkah tertentu yaitu dengan melakukan
monitoring terhadap kualitas pekerjaan dan perubahan-perubahan pekerjaan yang terjadi yang
tidak diduga sebelumnya.
5. Pengendalian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja akan dikendalikan hari demi hari dengan memeriksa metode kerja yang
akan dipakai dan memeriksa kondisi kerja secara actual. Program pengaman pelaksanan
pekerjaan harus dilaksanakan untuk menjamin dipenuhinya standar keamanan kerja. Prosedur
standar pekerjaan pemeliharaan peralatan, pengoperasian peralatan, pemadaman kebakaran,
alat komunikasi dan fasilitas pertologan pertama harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
termasuk pengaturan lalu lintas dengan pemberian tanda peringatan seperti tanda jalan, marka
jalan, penghalang lampu pengaman dan petugas pengatur lalu lintas.
Program keselamatan kerja ini diterapkan untuk diseluruh personil proyek, semua lalu lintas
yang melewati lokasi proyek, masyarakat sekitarnya dan pada seluruh tahapan pekerjaan.
kelestarian lingkungan akan dijaga dengan mengendalikan bangunan-bangunan, tanah dan
puing-puing dengan mengevaluasi peralatan dan mesin guna mengurangi kebisingan dan
getran-getaran.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
1. Adanya informasi kepada pemakai jalan tentang adanya pekerjaan yanga sedang
berlangsung.
2. Pemasangan rambu-rambu peringatan dan rambu-rambu petunjuk sebalum memasuki
lokasi pekerjaan.
3. Pemasangan concrete barrier, traffic cone dan rambu petunjuk pada lokasi pekerjaan.
4. Pemasangan lampu peringatan (flashing light) yang dinyalakan pada malam hari/pada saat
turun hujan, untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan.
5. Adanya petugas yang bertugas sepanjang siang dan malam hari yang dilengkapi dengan alat
komunikasi untuk membantu kondisi arus lalu lintas.
6. Kemungkinan tidak melakukkan kerja disiang hari bila terjadi lonjakan arus lalu lintas pada
hari sabtu, minggu dan hari libur.
3) TAHAP SERAH TERIMA
Serah terima sementara hasil pekerjaan atau lazim disebut Provisional Hand Over/PHO adalah
suatu kegiatan serah terima sementara terhadap hasil pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan
oleh kontraktor kepada pemberi Tugas yang diwakili tim yang dibentuk oleh pihak pemberi
Tugas yang disebut tim PHO.
Maksud dilaksanakannya PHO adalah untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah
selesai dikerjakan kontraktor telah selesai seluruhnya sesuai dengan gambar rencana dan kualitas
yang ditentukan pada spesifikasi teknik.
V.2. PROGRAM KERJA
Program Kerja Team Pengawas Lapangan meliputi :
1. Masa Mobilisasi Kontraktor.
Sebelum dimulainya pelaksanaan pekerjaan, Team Pengawas Lapangan akan menyerahkan
Manual Sistem dan Prosedur Kerja Pengawasan Lapangan kepada Pemberi Tugas untuk dapat
disetujui.Manual Sistem dan prosedur kerja Pengawasan Lapangan yang telah disetujui oleh
Pemberi Tugas akan dipakai sebagai dasar bagi Team Pengawas Lapangan dalam melaksanakan
tugasnya
Rencana Kerja Konsultan Pengawas pada masa Mobilisasi Kontraktor adalah sebagai berikut:

Mobilisasi Personil Konsultan Pengawas setelah diterbitkannya Surat perintah Kerja oleh
Pemberi Tugas.
- Menyiapkan implementasi sistem informasi pengendalian proyek yang dapat memberikan
informasi status sumber daya, progres pelaksanaan pekerjaan (barchart, kurva S) dan bersifat
multi project, yang secara terintegrasi dan on line dengan Kantor Pusat Pemberi Tugas.
- Memeriksa data survey yang akan digunakan.
- Menyediakan untuk kontraktor titik data survey tersebut.
- Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan dan personil yang akan didatangkan,
fasilitas Base Camp dan lokasi penempatan peralatan.
- Mengecek dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan lalu lintas didalam proyek.
- Mengecek dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu material yamh disediakan oleh
kontraktor.
- Menyiapkan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengawasan pekerjaan dari standart
format pelaporan kemajuan proyek.
- Memeriksa kelengkapan Dokumen kontrak yang ada.
Pada masa mobilisasi ini, konsultan akan memberikan beberapa methode pelaksanaan pekerjaan.
2. Masa Kontruksi.
Pada masa Kontruksi, Tim Konsultan pengawas akan bertugas penuh dalam pengawasan dan
pengendalian pelaksanaan guna tercapainya :
a. Tepat Waktu
Program kerja untuk mendapatkan hasil pekerjaan tepat waktu akan dilakukan dengan
monitoring terhadap jadwal pelaksanaan pekerjaan yaitu dengan membandingkan realisasi
pekerjaan nyata terhadap rencana kemajuan pekerlaan. Bila terjadi keterlambatan, maka
akan dicari penyebabnya dan akan diinformasikan kepada Kontraktor untuk segera
mengejar keterlambatan tersebut.
b. Tepat Biaya
Program kerja ini mendapatkan hasil pekerjaan tepat biaya akan dilakukan dengan
memonitoring terhadap volume pekerjaan nyata yaitu dengan membandingkan dengan
volume yang ada dalam kontrak. Apabila terdapat perbedaan maka akan diadakan
penyesuaian kembali yaitu dengan membuat Change Order, hal ini perlu dilaksanakan guna
mempertahankan biaya proyek yang ada.
c. Tepat Mutu
Program kerja untuk mendapatkan hasil pekerjaan tepat mutu, akan dilakukan dengan
melaksanakan pengujian terhadap material dan hasil pekerjaan agar sesuai dengan semua
persyaratan yang ada dalam spesifikasi dan gambar rencana.
3. Masa Pemeliharaan.
Dalam periode masa pemeliharaan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas jasa layanan Konsultan
Pengawas akan berlangsung selama masa tersebut.
Rencan Kerja Konsultan pengawas pada bulan kesatu masa pemeliharaan adalah:
- Membantu Pemberi Tugas dalam mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh
untuk pembuatan Sertifikat Akhir. Memeriksa dan menyetujui Ganbar Terbangun As Built
Drawing. Menyusun draft laporan akhir :
Mencatat kerusakan (defect) dan kekurangan (deficiency).
Mengusulkan cara perbaikan yang perlu dilakukan.
Meneliti hasil overlay secara berkala.
Menyusun manual pemeliharaan.
- Demobilisasi Personil Konsultan.
Rencana Kerja Konsultan pengawas pada bulan terakhir masa pemeliharaan adalah :
- Membantu Pemberi Tugas dalam pemeriksaan administrasi dan lapangan untuk menyiapkan
Serah Terima Akhir Hasil Pekerjaan.
- Membantu Pemberi Tugas untuk menyiapkan Berita Acara Serah Terima Akhir Hasil
Pekerjaan.
- Menyusun laporan akhir.

Demobilitas Personil Konsultan.

4. Program Kerja Pengaturan Lalu Lintas dan Keselamatan Kerja.


Selama masa pelaksanaan Pekerjaan, tidak boleh menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas
akibat keluar masuknya kendaraan proyek, personil proyek, material proyek ataupun akibat
penyempitan lajur yang ada.Ruas jalan tersebut harus tetap dibuka untuk lalu lintas umum.
Agar pelaksanaan pekerjan tersebut tidak mengganggu pengguna jalan maka diperlukan
pembantas/pengaman selama masa pelaksanaan. Pengaturan Lalu Lintas harus mengikuti standar
yang berlaku dan selalu berkoordinasi dengan petugas terkait.
Pemasangan pembatas/pengaman tersebut diharapkan tidak menyebabkan terjadinya kapasitas
dan tetap akan memberikan dampak kepada pengguna jalan untuk berhati-hati pada saat
memasuki lokasi proyek.
Keselamatan kerja merupakan hal penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Keselamatan kerja
ini bukan saja berlaku bagi personil proyek, namun berlaku juga bagi pemakai jalan masyarakat
sekitarnya.
Kontraktor dengan pengarahan dari Team Pengawas Lapangan dan petugas pengatur Lalu Lintas,
selama masa pelaksanaan harus dapat melaksanakan pengaturan lalu lintas dengan baik. Dan
Team Pengawas Lapangan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengaturan lalu lintas
tersebut serta melakukan perbaikan bila pelaksanaan pengatur lalu lintas oleh Kontraktor
dianggap kurang memadai.
5. Pelaporan
Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan adalah berupa Laporan yang berisi kegiatan teknis yaitu :
1. Laporan Mingguan, memuat :
- Surat pengantar
- Ringkasan kemajuan fisik dan keuangan proyek serta masalah-masalah yang ada
- Jadwal pelaksanaan dengan kurva S
- Surat Perintah Perubahan (CCO), bila ada
2. Laporan bulanan
Setiap akhir bulan, Tim Pengawas Lapangan (SE) akan menyerahkan laporan kemajuan secara
singkat yang menggambarkan pencapaian pemenuhan untuk masing-masing kegiatan-kegiatan
proyek, seperti :
1. Cara mengatasi masalah Penyadia Jasa (salah satu, administrasi/teknis untuk keuangan).
2. Memberikan rekomendasi bagaimana masing-masing penyelesaian masalah.
Secara substantional Laporan Bulanan terdiri atas 5 format standar yang dilengkapi oleh
masing-masing pengawas, adalah sebagai berikut :
a. Surat pengantar :
b. Satu halaman progress summary, rangkuman status fisik dan keuangan dari proyek dan
identifikasi permasalahan yang berdampak pada kemajuan pekerjaan dan biaya :
c. Jadwal Pelaksanaan dilengkapi SCurve.
d. Satu halaman laporan Supervision Consultant.
Masing-masing laporan bulanan harus sudah lengkap setiap minggu pertama bulan berikutnya.
Laporan beserta copy dokumen yang dibuat SE harus didistribusikan oleh ppk.

ORGANISASI DAN PERSONIL


Tenaga tenaga yang terlibat pada Pekerjaan Pengawasan Pemeliharaan Berkala Jalan
Mangkubumi, yaitu terdiri dari :

1. Pengawas Lapangan
2. Administrasi

: Agung Indratmoko, ST
: Lina Wahyu W, SE

Pengawasan Lapangan
Tenaga yang disyaratkan adalah Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan
Universitas Negeri atau yang disamakan, mempunyai sertifikasi keahlian SKA sub bidang
Sipil, berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di bidang pengawasan Sipil.
Tugas dari Tenaga pengawasan ini adalah membantu dalam pengendalian mutu, kuantitas,
waktu, serta administrasi kegiatan.

Administrasi
Tenaga administrasi yang disyaratkan adalah Lulusan SMK atau yang sederajat
berpengalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.