Anda di halaman 1dari 30

BLOW OUT FRACTURE

Isna K. Nintyastuti

Dinding orbita

Definisi
Fraktur dinding dasar orbita tanpa atau
disertai fraktur rima orbita khususnya
dinding medial orbita
Bagian dasar orbita yang paling sering
terkena fraktur blowout adalah bagian
posterior medial dari dinding dasar orbita

Patofisiologi
Teori
Buckling
Hidrolik

Teori Buckling
Kekuatan trauma dari obyek
yang menghantam rongga
orbita mengakibatkan
terjadinya suatu kekuatan
yang menekan dan
mengenai rima orbita inferior
kemudian diteruskan ke
dinding orbita sehingga
menyebabkan fraktur dasar
orbita

Teori Hidrolik
Fraktur dasar orbita
disebabkan oleh tekanan
dalam orbita yang
meningkat secara
mendadak karena
kekuatan yang
ditimbulkan dari obyek
yang mengenai bola mata
yang ukurannya lebih
besar dari rongga orbita
Tekanan ini bertambah
tinggi pada mata yang
tertutup.

Etiologi
Trauma pada bola mata dan kelopak mata
bagian atas, akibat benda tumpul dengan
ukuran diameter lebih besar dari rongga
orbita, yang tidak menyebabkan perforasi
bola mata sehingga tidak mengakibatkan
fraktur pada rima orbita
Olahraga, kecelakaan

Klasifikasi
Murni
tidak melibatkan rima orbita

Tidak murni
melibatkan rima orbita

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Tambahan

Anamnesis
Riwayat bola mata terkena hantaman benda
yang biasanya ukurannya lebih besar dari
diameter dari orbita
sebagai contoh: sebuah bola, dashboard mobil, atau
kepalan tangan

Suatu fraktur blowout patut kita curigai pada


seluruh pasien yang pernah mengalami
hantaman keras di daerah periorbita yang cukup
dapat menyebabkan ekimosis

Gejala Klinis
Penurunan tajam penglihatan
trauma terhadap nervus optikus, atau
peningkatan tekanan orbita

Tanda-tanda periokuler
ekimosis dan adanya edema dari kelopak
mata

Emfisema subkutis
pada fraktur blowout yang disertai fraktur
dinding medial

Gejala klinis (cont'd)

Gejala klinis (cont'd)

Diplopia disertai hambatan gerakan bola


mata keatas, kebawah, atau keduanya
Diplopia vertikal
Posisi primer, posisi bola mata ke atas, pada
posisi bola mata ke bawah atau disebut
diplopia vertikal
Terjepitnya otot pada tulang yang fraktur atau
edema dan perdarahan

Gejala klinis (cont'd)

Gejala klinis (cont'd)

Enoftalmos dan ptosis bola mata


lemak orbita dan jaringan di posterior dan
inferior orbita prolaps ke antrum maxillaris
fragmen-fragmen tulang di area dasar orbita
dapat melengkung ke antrum maxillaris
Otot rektus inferior dapat terperangkap di
antara fraktur saat terjadinya trauma,
sehingga seluruh isi orbita terdorong ke
belakang orbita
Atrofi dari lemak orbita setelah trauma

Gejala klinis (cont'd)

Gejala klinis (cont'd)

Hipoestesi
Hipoestesi di daerah
distribusi persyarafan
nervus infraorbitalis
dapat mengenai
palpebra inferior, pipi,
tepi hidung, bibir atas,
gigi dan gusi atas sisi
ipsilateral

Pemeriksaan
Status oftalmologis lengkap
Gerak bola mata
Forced duction test

Pemeriksaan Tambahan
Radiologis
Proyeksi Waters
Luas dari orbita, sinus
maxillaris, tepi orbita, dan os
zygomaticum
Untuk mengevaluasi dasar
orbita dimana dapat terlihat
patahan tulang yang berubah
tempat (trap-door sign),
prolaps isi orbita yang
herniasi ke dalam sinus
maksilaris (teardrop sign),
dan air-fluid levels pada
sinus maksilaris

Pemeriksaan Tambahan (cont'd)

Proyeksi Caldwell
gambaran dasar orbita
dan processus
zygomaticum orbita
diatas piramida
petrosus yang keras

Pemeriksaan Tambahan (cont'd)

CT scan
axial, coronal, atau sagital
irisan 1,5 2,0 mm
tanpa kontras

Pemeriksaan Tambahan (cont'd)

Tatalaksana
Konservatif
Pembedahan

Tatalaksana konservatif
Mayoritas tidak memerlukan intervensi
secara bedah
Observasi selama 7-10 hari setelah
perdarahan periorbita dan bengkak telah
berkurang.
Dianjurkan bila terdapat diplopia minimal
yang tidak tampak pada posisi primer atau
pada saat mata bergerak ke bawah, dan
tidak didapatkannya enoftalmos

Steroid
Steroid oral 1mg/kgBB/hari selama 10 hari
Dapat mengurangi:
edema jaringan
resiko terjadinya diplopia berkepanjangan oleh
karena kontraktur dan fibrosis dari otot rektus
inferior

Antibiotika profilaksis
mencegah kemungkinan terjadinya selulitis
orbita

Pengecualian pada anak-anak


Reflex oculocardiac, menyebabkan nyeri,
bradikardi, mual, muntah, pingsan dan
kemungkinan terjadinya kematian
Tindakan bedah segera dilakukan pada
keadaan seperti ini --> melepaskan otot yang
terjepit --> mengurangi restriksi dan fibrosis

Tatalaksana bedah
Tujuan
mengangkat jaringan periorbita yang terjepit
pada fraktur dari dasar orbita
membebaskan jaringan orbita yang prolaps di
sinus maxillaris
menempatkan implan diatas fraktur untuk
mencegah prolaps jaringan orbita ke sinus
maxillaris

Indikasi
Diplopia disertai hambatan gerak bola mata
ke atas dan ke bawah
Enoftalmos lebih dari 2 mm
Fraktur yang luas meliputi setengah bagian
tulang dasar orbita atau lebih dari 50 %, yang
tampak jelas pada CT scan, dan yang biasa
diikuti oleh adanya fraktur dinding medial
yang besa

Waktu operasi
tidak dianggap sebagai kedaruratan yang
akut
ada interval waktu yang penting (7-10 hari)

TERIMA KASIH