Anda di halaman 1dari 17

PEMANFAATAN ENZIM PEROKSIDASE

DARI BROKOLI
(Brassica o/eacea L.) UNTUK
MENINGKATKAN KAPASITAS
ANTIOKSIDAN TEH HIJAU
(Camelia Sinensis)

RAHMA SUSILA RINI


2013110019

PENDAHULUAN
Teh tersusun oleh flavonoid,
flavonol dan asam fenolat
yang mencapai sekitar 30%
dari berat kering daun teh

salah satu bahan


minuman yang telah dikenal
oleh masyarakat

TEH

Beberapa penelitian terhadap


teh hijau maupun teh hitam
menunjukkan bahwa teh
mempunyai kemampuan
sebagai
antioksidan (Qin, 2002)

Teh hijau dikenal sebagai


pengganti minuman seperti
kopi dll yang lebih sehat
karena rendah kandungan
kafein

Tujuan
peneliti
an

Untuk membandingkan
kapasitas
antioksidan teh hijau
yang di ekstraksi
dengan air dan metanol
dengan memanfaatkan
enzim peroksidase dari
brokoli

Kandungan gizi teh hijau


Informasi Gizi

Per 100 g daun teh kering

Energi

300 kkal

Lemak

4,8 g

Protein

28,3 g

Karbohidrat

53,6 g

Serat

9,6 g

Kalsium

245 mg

Fosfor

415 mg

Zat besi

18,9 mg

Vitamin A

8400 ug

Vitamin B

0,38 mg

Vitamin C

230 mg

Kadar air

7,7 mg

Manfaat teh hijau


Menjaga kadar
kolesterol
dalam tubuh
agar tetap baik

Mencegah
kanker

Menurunkan
resiko stroke

Sebagai anti
radang
tenggorokan

Menjaga
stamina dan
menghilangkan
keletihan

Mencegah gigi
berlubang

Memperkuat
sistem
pencernaan

Mencegah
kereontokan
pada rambut

Mengatasi
iritasi yang
terjadi pada
kulit kepala

Enzim peroksidase
Peroksidase adalah salah satu enzim yang
bertindak sebagai katalis untuk
memungkinkan berbagai proses biologis
berlangsung
Secara khusus , mereka mendorong oksidasi
berbagai senyawa menggunakan secara
alami peroksida, terutama hidrogen
peroksida H2O2), yang direduksi membentuk
air
Peroksida memecah senyawa zat sederhana
dengan menambahkan hidrogen , yang
diperoleh dari molekul lain

Ada sejumlah besar enzim ini, dan mereka


ditemukan pada tumbuhan dan hewan ,
termasuk manusia

Brokoli
Sayuran yang dimanfaatkan
bunganya, dengan warna hijau
yang memiliki kandungan nutrisi
penting
Brokoli memiliki khasiat dalam
pencegahan berbagai macam
penyakit, dan merupakan bahan
yang baik untuk kesehatan
Botanikol brokoli adalah hasil
dari silangan (Brassica) keluarga
sayuran, termasuk kembang kol,
kubis, arugula dll

Kandungan gizi brokoli


INFORMASI GIZI

PER 100 G BROKOLI SEGAR

Energi

34 kkal

Karbohidrat

6,64 g

Protein

2,82 g

Total lemak

0,37 g

Diet serat

2,60 g

Folat

63 mg

Riboflavin

0,117 mg

Vitamin A

623 UI

Vitamin C

89,2 mg

Vitamin E

0,17 mg

Vitamin K

101,6 mg

Sodium

33 mg

Kalium

316 mg

Kalsium

47 mg

Besi

0,73 mg

Memiliki
sifat anti
kanker
Memperku
at tulang
dan
mencegah
osteoporos
is

Manfaat
brokoli

Sebagai
antioksida
n alami

Membant
u sistem
pencerna
an dan
bekerja
mencega
h
sembelit

Meningkat
kan
sistem
kekebalan
tubuh

Metodologi penelitian
brokoli
(Brassicao
leacea L)
Daun teh
hijau

reagen DPPH

BAHAN

metanol
teknis 80%

H2O2

larutan
bufer
fosfat pH
7.0

Ekstraksi enzim peroksidase


brokoli segar
dihancurkan
dengan
blender

ekstrak enzim
peroksidase

dicampur
dengan larutan
bufer fosfat pH
7,0 (1:2) pada
suhu ruang

disaring
dengan kain
katun

Supematan
yang diperoleh
dipisahkan dari
endapannya

disentrifugasi
dengan
kecepatan
1700 rpm
selama 10
menit

Ekstraksi Teh Hijau


dengan air

Daun teh
hijau 50
gram

pencampuran
antara enzim
peroksidase
dengan ekstrak
teh hijau dengan
perbandingan 1:1

penambah
an larutan
H202 20%

Diekstrak
dengan air
bersuhu 9095C sebanyak
500 mL selama
30 menit

Ekstrak teh
hijau

disaring
dengan
kain saring

Filtrat
dibekukan
kemudian
dikeringkan
dengan freeze
dryer

Ekstraksi Teh Hijau


dengan metanol
50
gram daun teh
hijau

Diekstrak dengan
metanol 80%
sebanyak 500 mL
pada suhu 68-70C
selama 30 menit

pencampuran antara
enzim peroksidase
dengan ekstrak teh
hijau dengan
perbandingan 1:1

metanol
dihilangkan
dengan rotaryevaporator

Ekstrak teh hijau

Uji Aktivitas Antioksidan


Mereaksikan reagen 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) 5 x
104 M sebanyak 5mL dengan masing-masing sampel teh hijau
yang diencerkan terlebih dahulu sebanyak 1000 kali dengan
enzim peroksidase sebanyak 1 mL

Larutan diukur dengan spektrofotometri pada


panjang gelombang 517 nm

diamati selama selang waktu 5 menit


selama 30 menit

Aktivitas antioksidan ditandai dengan tingkat absorbansi


Semakin turun nilai absorbansi yang dihasilkan semakin baik
sifat antioksidan yang dimilikinya
Dari hasil uji antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan
bahwa teh hijau mempunyai aktivitas antioksidan baik dalam
ekstrak air maupun metanol
Pada ekstrak teh dengan air didapat nilai absorbansi yang
mula-mula 0,3 turun menjadi 0,1 selama 30 menit
Pada ekstrak teh dengan metanol didapat nilai absorbansi yang
mula-mula 0,3 turun menjadi 0,02 selama 30 menit
Ekstrak teh hijau baik oleh air atau metanol menunjukkan
adanya aktivitas antioksidan dengan ekstrak metanol
menunjukkan aktivitas lebih tinggi dibandingkan air
Penambahan enzim peroksidase dapat menimbulkan adanya
endapan, baik dalam ekstrak air maupun metanol. Hasil uji
aktivitas antioksidan menunjukkan semua endapan yang terjadi
mempunyai kapasitas antioksidan yang meningkat

HASIL DAN
PEMBAHASAN

KESIMPULAN
ekstraksi teh hijau (camelia sinensis)
dengan metanol menunjukkan aktivitas
antioksidan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan ekstraksi dengan
air.
Brokoli (Brassica oleacea L.) dapat
dimanfaatkan sebagai sumber enzim
peroksidase mampu meningkatkan
kapasitas antioksidan secara keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai