Anda di halaman 1dari 1

Ide-ide mahasiswa seringkali tak ada artinya ketika tak ada ruang untuk menyuarakan.

Symposium
Hukum Nasional merupakan suatu wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya. Hal ini sesuai
dengan pengejawantahan Undang-Undang Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Universitas Indonesia. Pada
pembukaan UU IKM UI tersebut dinyatakan sesungguhnya mahasiswa adalah pemuda - pemudi yang memiliki
keyakinan kepada kebenaran dan telah tercerahkan pemikirannya serta diteguhkan hatinya saat mereka berdiri
di hadapan kezaliman. Oleh sebab itu, sepatutnya mahasiswa bergerak untuk mengubah kondisi bangsa
menuju masyarakat madani yang adil dan makmur.
Simposium Hukum Nasional diharapkan dapat menjadi langkah konkret pergerakan mahasiswa dalam
tubuh negara. Permasalahan-permasalahan tenaga alih daya yang tak kunjung selesai serta perlindungan hak
yang belum menyeluruh, harus dihadapi bukan saja dengan berdiam diri. Sebagai pemuda-pemudi yang
diteguhkan hatinya saat berdiri di hadapan kezaliman, mahasiswa juga harus bergerak mencegah kezaliman itu
sendiri. Mahasiswa tidak seharusnya menunggu kezaliman itu terjadi atau justru berkembang di tubuh bangsa.
Berbagai realita menunjukkan tidak terlindunginya hak-hak tenaga kerja alih daya, kepastian status, kelayakan
upah, kebebasan berserikat, dan banyak hal lain yang mendera tenaga kerja alih daya yang tidak bisa dibiarkan
begitu saja. Mahasiswa harus menjadi penggerak, bukan penonton semata. Simposium Hukum Nasional adalah
suatu jalan untuk tidak hanya memperbincangkan permasalahan yang ada, tapi juga mencari pemecahan
bersama.
Penyelenggaraan Simposium Hukum Nasional merupakan suatu upaya mencapai tujuan Ikatan Keluarga
Mahasiswa Fakultas Hukum Uiversitas Indonesia yang diamanatkan pada Pasal 3 Peraturan Dasar Ikatan
Keluarga Mahasiswa (PDIKM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia salah satunya yaitu memberikan
kontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pencapaian tujuan tersebut harus diupayakan
dengan cara yang sejalan dengan karakteristik mahasiswa FHUI itu sendiri. Menurut Pasal 9 PDIKM FHUI,
salah satu karakterisitik tersebut adalah peduli terhadap permasalahan bangsa.
Karakteristik yang peduli terhadap permasalahan bangsa menjadi pendorong untuk memberikan
kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kontribusi IKM UI dalam pemikiran dan memberikan
wadah untuk pemikiran itu sendiri diupayakan perwujudannya melalui pelaksanaan Simposium Hukum
Nasional ini. Lebih lanjut kontribusi tersebut bukan hanya dalam tataran pemikiran saja, melainkan juga aksi
nyata untuk bergerak bersama dengan mahasiswa hukum universitas-universitas lainnya di Indonesia untuk
memberikan suatu hasil yang diharapkan bisa menjadi jalan keluar untuk masalah yang ada.