Anda di halaman 1dari 6

Problem Based Learning (PBL) Blok 2 Modul 2

Paradigma Sehat
Margaretha Meytha Marindra
102013088/A1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Gizi Anak Balita di Posyandu

Pendahuluan
Dalam suatu desa terdapat sebuah posyandu yang dibangun atas dasar peranan
masyarakat itu sendiri. Bila dalam suatu desa tidak terdapat posyandu dapat dikatakan bahwa
dalam desa tersebut tidak ada peranan dari masyarakat itu sendiri.
Dalam skenario ditemukan bahwa dalam sebuah posyandu melati didapati anak balita
yang tidak naik berat badannya dan tidak mempunyai Kartu menuju sehat (KMS). Hasil tersebut
data dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Dari data tersebut ditemukan kurang
lenih 14% kesenjangan anak balita yang tidak naik berat badannya.

Pembahasan
Pengertian Posyandu
Pos layanan terpadu (posyandu) adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam
pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan
untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan

dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya
manusia sejak dini.
Tujuan penyelenggara Posyandu :
1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan
dan nifas).
2. Membudayakan NKKBS
3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masayarakat
sehat sejahtera.
4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan Ketahanan
Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.
Kegiatan Pokok Posyandu, yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.

KIA => penimbangan, pemberian vitamin A, imunisasi TT, dll.


KB => penyuluhan penggunaan pil KB, dll.
Imunisasi
Gizi
Penggulangan Diare => pemberian oralit

Pelaksanaan Kegiatan Posyandu


a. Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh LKMD, Kader, Tim Penggerak
PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari KB. Pada penimbangan anak akan
didaftarkan dengan diberikan KMS yang bertujuan untuk memantau pertumbuhan balita dan
untuk membantu kader dalam pemberian konseling gizi.
Pada hari buka Posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 (lima) meja
yaitu, Meja I : Pendaftaran, Meja II : Penimbangan, Meja III : Pengisian KMS, Meja IV :
Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS, dan Meja V : Pelayanan KB Kes seperti
Imunisasi, Pembagian pil atau kondom, Pengobatan ringan, Kosultasi KB-Kes, dll. Petugas
pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja
pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).1
b. Sasaran Posyandu adalah Bayi/Balita, Ibu hamil/ibu menyusui, WUS dan PUS.
Pelayanan peserta posyandu meliputi: 1) Kesehatan ibu dan anak seperti Pemberian pil
tambah darah (ibu hamil), Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan
Februarii dan Agustus), PMT, lmunisasi, Penimbangan balita rutin perbulan sebagai

pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. 2) Keluarga
berencana, pembagian Pil KB dan Kondom. 3) Pemberian Oralit dan pengobatan. 4)
Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan
dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS alita dan
ibu hamil.1
Gizi
Gizi merupakan salah satu factor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gizi yang
kurang juga meningkatkan angka kesakitan dan kematian, Disamping itu juga menurunkan
produktifitas dan menghambat pertumbuhan sel-sel otak.2 Masalah gizi ini banyak terjadi pada
masa balita dimana dimasa itu pertumbuhan sangat pesat. Permasalahan gizi yang terbesar di
Indonesia adalah kurang energi protein (KEP), yang prevalensinya naik turun setiap tahun.2,3
Pada masa balita merupakan puncak kejadian defisiensi vitamin A dan KEP. Hal itu disebabkan
anak sudah mulai disapih sedangkan makanan tambahan yang diberikan sering kurang bergizi.
Pada anak sering juga sulit untuk bisa disebabkan oleh rasa sakit yang ditimbulkan oleh
gigi yang baru tumbuh. Oleh sebab itu dianjurkan untuk memantau berat badan anak secara
teratur dengan KMS, yang bertujuan untuk mengetahui penyimpangan pertumbuhan sejak dini
dan menanggulanginya.2 Status gizi untuk balita rentan kelompok dan wanita hamil dan laktasi
masih dibawah kondisi yang memuaskan.4 Faktor langsung penyebab gizi kurang adalah asupan
gizi yang rendah dan penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung adalah persediaan
pangan, pola asuh, sanitasi, sumber air bersih, dan pelayanan kesehatan.5
Masalah gizi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Faktor lingkungan
Dalam perkembangan dan pertumbuhan dilihat dari asupan gizi yang diterima yang dapat
dipengaruhi oleh lingkungan sekitar tempat tinggal.
Lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik yang meliputi tanah, air, suhu,
kelembapan, api dan lingkungan non fisik yang meliputi budaya, kebiasaan, dll.
b. Faktor host
Kurangnya gizi dapat dipengaruhi oleh diri orang itu sendiri. Seperti pada balita yang
kurang gizi kemungkinan akibat dari perilaku ibunya yang kurang perhatian atau
pengetahuan yang kurang tentang gizi yang baik untuk balita. Pada umumnya, tingkat

pendidikan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap berat badan anak. Karena
tingkat pendidikan dapat menggambarkan tingkat pengetahuan seseorang tentang suatu
hal yang berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan.5 Pemeberian asi eklusif yang
kurang tepat dan terlalu dini memberikan makanan pendamping pada balita juga dapat
mempengaruhi gizi pada balita.56 Gizi anak balita juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup
orangtuanya.

Penutup
Gizi balita lebih banyak dipengaruhi oleh faktor host seperti pada perilaku ibu yang pola
hidupnya tidak sehat atau pengetahuan ibu yang kurang akan gizi yang baik untuk balita atau
bisa juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti lingkungan yang jorok atau keadaan rumah
yang tidak sehat seperti rumah yang kurang pencahayaan yang dapat menimbulkan penyakit.
Dapat dilihat bahwa pada masalah gizi balita perlu diperhatikan, dalam peningkatan gizi perlu
adanya ekspetasi yang tinggi, masalah ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, faktor host dan
dari pelayanan kesehatan posyandu yang ada.
Dalam kasus pada skenario data hasil penimbangan di posyandu Melati memiliki
presentasi antara balita yang naik berat badannya dengan balita yang ditimbang sekitar 14%.
Masyarakat sekitar posyandu kurang berpartisipasi sehingga masih ditemukan anak balita yang
tidak naik berat badannya dan anak balita yang tidak datang untuk menimbang.
Daftar Pustaka
1. Sembiring N. 8 April 2012. Posyandu sebagai saran peran seta masyarakat dalam usaha
peningkatan kesehatan masyarakat. http:/library.usu.ac.id/download/fkm/biostatistiknasap.pdf (diunduh: 15 Nopember 2013)
2. Depatement kesehatan. Capacity building program pangan dan gizi kabupaten/kota.
Jakarta: 2001.h.1-2
3. Langi LA. Hubungan antara status gizi balita dengan pendidikan dan pekerjaan orang tua.
Maj Kedok FK UKI Okt-Des 2010;27:157.
4. Soedirham O. integrated services post (posyandu) as approach for primary health care
issue. Kesmas Des 2012;7:196.

5. Narendra MB, Sularyo TS, Soetjiningasih, Suyitno H, Ranuh IN, Wiradisuria S. tumbuh
kembang anak dan remaja. Ed 1. Jakarta: Sagung Seto; 2002.h.22-4.
6. Sartika RA. Gangguan situasi ekonomi akan mengganggu aksesbilitas masyarakat dan
keluarga terhadap pelayanan kesehatan. Kesmas Okt 2010;5:77-8.

Lampiran
Skenario A
Posyandu Melati menampilkan hasil penimbangna sebagai berikut:
Bulan
Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember

S
335
548
502
481
460
382
513
791
588
320
421
495

K
409
445
299
312
367
364
395
673
415
376
379
422

D
304
487
410
210
377
351
311
488
362
315
473
452

N
470
495
321
200
251
372
343
416
349
311
156
203

Keterangan:
S= semua anak balita
K= semua anak balita yang memiliki KMS
D= semua anak balita yang ditimbang
N= semua anak balita yang naik berat badannya

1. Bagaimana hasil penimbangan balita

posyandu melati?
2. Jika dianggap kurang apakah penyebab masalahnya?

Rumusan masalah
-

Ada sejumlah balita yang tidak naik berat badannya


Tidak semua yang memiliki KMS ikut ditimbang
Presentasi balita yang kurang gizi

Analisi masalah

Lingkungan

Fisik

Non-fisik

Gaya
hidup

Status Gizi Balita


di Posyandu Melati
\

Pekerjaan

Host

Pendidika
n
Perilaku

Promosi
kesehatan

Pelayanan
posyandu

imunisasi

Penimbang
an
Keluarga
Berencana
(KB)