Anda di halaman 1dari 49

ALAT PELINDUNG DIRI

(APD) /
PERSONAL PROTECTIVE
EQUIPMENT
Drg Ririn poerwati Mkes

DEFENISI
APD adalah seperangkat alat yang digunakan
oleh tenaga kerja untuk melindungi
seluruh/sebagian tubuhnya terhadap
kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan
kerja.
APD dipakai sebagai upaya terakhir dalam usaha
melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa
(engineering) dan administratif tidak dapat
dilakukan dengan baik.
Pemakaian APD bukanlah pengganti dari kedua
usaha tersebut, namun sebagai usaha akhir

Hirarki Pengendalian Potensi


Bahaya K3
1Eliminasi
2-Substitusi
3-Isolasi
4PENGENDALIAN TEKNIS
-Perubahan Proses
5Pengendalian Administratif
-Pengurangan waktu kerja
-Rotasi, Mutasi
6. Alat Pelindung Diri

METODE PENENTUAN APD


Melalui pengamatan operasi, proses, dan
jenis material yang dipakai
Sesuai potensi bahaya
Telaah data-data kecelakaan dan penyakit
akibat kerja
Peraturan perundangan

Proses penggunaan APD harus


memenuhi kriteria:
Hazard telah diidentifikasi.
APD yang dipakai sesuai dengan hazard
yang dituju.
Adanya bukti bahwa APD dipatuhi
penggunaannya.

DASAR HUKUM
1. Undang-undang No.1 tahun 1970.
a. Pasal 3 ayat (1) butir f: Dengan peraturan
perundangan ditetapkan syarat-syarat untuk
memberikan APD
b. Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan
menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga
kerja baru tentang APD.
c. Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan
diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk
memakai APD.
Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan
menyediakan APD secara cuma-cuma

DASAR HUKUM
2. Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981
Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban
pengurus menyediakan alat pelindung diri dan
wajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya
untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
3. Permenakertrans No.Per.03/MEN/1982
Pasal 2 butir I menyebutkan memberikan
nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan
tempat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang
diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan
makanan ditempat kerja

DASAR HUKUM
4. Permenakertrans No.Per.03/Men/1986
Pasal 2 ayat (2) menyebutkan tenaga
kerja yang mengelola Pestisida harus
memakai alat-alat pelindung diri yg berupa
pakaian kerja, sepatu lars tinggi, sarung
tangan, kacamata pelindung atau
pelindung muka dan pelindung
pernafasan

SYARAT-SYARAT APD
(Menurut Balai HIPERKES)
1. APD harus dapat memberikan
perlindungan yang adekuat terhadap
bahaya yang spesifik atau bahaya yang
dihadapi oleh tenaga kerja
2. Berat alat hendaknya seringan mungkin
dan alat tersebut tidak menyebabkan
rasa ketidaknyamanan yang berlebihan
3. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel
4. Bentuknya harus cukup menarik

Lanjutan
5. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama
6. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi
pemakainya yang dikarenakan bentuk dan bahayanya
yang tidak tepat atau karena salah dalam
menggunakannya
7. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada
8. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi
sensoris pemakainya
9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna
mempermudah pemeliharaannya

JENIS APD DAN


PENGGUNAANNYA
Sumamur (1994) menggolongkan alat
pelindung diri menurut bagian tubuh yang
dilindunginya ke dalam 8 golongan yaitu :
1. Alat Pelindung Kepala
2. Alat Pelindung Mata
3. Alat Pelindung Muka
4. Alat Pelindung Telinga
5. Alat Pelindung Pernafasan
6. Alat Pelindung Tangan
7. Alat pelindung Kaki

Alat Pelindung Kepala


(Safety Helmet)
Tujuan dari penggunaan alat ini adalah
melindungi kepala dari bahaya terbentur dengan
benda tajam atau keras yang menyebabkan luka
tergores, terpotong, tertusuk, terpukul oleh
benda jatuh, melayang dan meluncur, juga
melindungi kepala dari panas radiasi, sengatan
arus listrik, api, percikan bahan-bahan kimia
korosif dan mencegah rambut rontok dengan
bagian mesin yang berputar Jenisnya berupa
topi pengaman yang terbuat dari plastik,
fiberglass.

Jenis safety Helmet :


a. Kelas A
Hard hat kelas A dirancang untuk melindungi
kepala dari benda yang jatuh dan melindungi
dari arus listrik sampai 2.200 volt.
b. Kelas B
Hard hat kelas B dirancang untuk melindungi
kepala dari benda yang jatuh dan melindungi
dari arus listrik sampai 20.000 volt.

c. Kelas C
Hard hat kelas C melindungi kepala dari benda yang
jatuh,tetapi tidak melindungi dari kejutan listrik dan tidak
melindungi dari bahan korosif.
d. Bump cap
Bump cap dibuat dari plastic dengan berat yang ringan
untuk melindungi kepala dari tabrakan dengan benda
yang menonjol, bump cap tidak menggunakan system
suspensi,tidak melindungi dari benda yang jatuh ,dan
tidak melindungi dari kejutan listrik, karenanya bump cap
tidak boleh digunakan untuk menggantikan hard hat tipe
apapun.

CONTOH SAFETY HELMET

Alat Pelindung Mata


Masalah pencegahan yang paling sulit adalah
kecelakaan pada mata, oleh karena biasanya
tenaga kerja menolak untuk memakai
pengaman yang dianggapnya mengganggu dan
tidak enak dipakai.
Kaca mata pengaman diperlukan untuk
melindungi mata dari kemungkinan kontak
dengan bahaya karena percikan atau
kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif
partikel melayang, atau kena radiasi gelombang
elektromagnetik.

LANJUTAN,,,
Pelindung mata disebut dengan Safety Glasses.
Safety Glasses berbeda dengan kaca mata
biasa, baik normal maupun kir (Prescription
glasses), karena pada bagian atas kanan dan kiri
frame terdapat pelindung dan jenis kacanya yang
dapat menahan jenis sinar UV (Ultra Violet)
sampai persentase tertentu.
Sinar ultaraviolet muncul karena lapisan ozon
yang terbuka pada lapisan atmosfer bumi, UV
dapat mengakibatkan pembakaran kepada kulit
dan bahkan Kanker kulit.

Alat Pelindung Muka


Alat Pelindung Muka digunakan untuk
mencegah terkenanya muka oleh partikelpartikel yang dapat melukai muka seperti
terkena percikan logam pada saat melakukan
pengelasan.
Alat pelindung muka sekaligus pula dapat
melindungi mata.
Alat pelindung muka yang biasa digunakan
berupa tameng muka atau perisai muka seperti
goggles, helm pengelas dan topi penutup.

Alat Pelindung Telinga


Hilangnya pendengaran adalah kejadian umum
di tempat kerja dan sering dihiraukan karena
gangguan suara tidak mengakibatkan luka.
Alat pelindung telinga bekerja sebagai
penghalang antara bising dan telinga dalam.
Selain itu, alat ini melindungi pemakainya dari
bahaya percikan api atau logam panas misalnya
pada saat pengelasan.

Lanjutan
Alat pelindung telinga dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu :
1. Sumbat telinga
Alat ini memberikan perlindungan yang
paling efektif karena langsung
dimasukkan ke dalam telinga
2. Tutup telinga
Alat ini dipakai di luar telinga dan
penutupnya terbuat dari sponge untuk
memberikan perlindungan yang baik

Sumbat telinga
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi
tertentu saja,sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya
(komunikasi) tak terganggu.
Kelemahan: tidak tepat ukurannya dengan lobang telinga
pemakai, kadang-kadang lobang telinga kanan tak sama
dengan yang kiri
Bahan sumbat telinga : Karet, plastik keras, plastik yang
lunak, lilin, kapas.
Yang disenangi adalah jenis karet dan plastic
lunak,karena bisa menyusaikan bentuk dengan lobang
telinga.
Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 Db
Ada kebocoran dapat mengurangi atenuasi + 15 dB

Tutup Telinga
Ada beberapa jenis
Atenuasinya: pada frekuensi 28004000 Hz
sampai 42 dB (3545 dB)
Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.
Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan
antara tutup telinga dan sumbat telinga
sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi
tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara
melalui tulang masih ada.

Alat Pelindung Pernafasan


FUNGSI & JENIS alat pelindung
pernafasan :
Memberikan perlindungan terhadap sumbersumber bahaya seperti:
kekurangan oksigen
Pencemaran oleh partikel (debu, kabut, asap
dan uap logam)
Pencemaran oleh gas atau uap

Lanjutan
Secara umum alat pelindung pernafasan
dapat dibedakan menjadi 2 alat yaitu :
Respirator, yang berfungsi
membersihkan udara yang telah
terkontaminasi yang akan dihirup oleh
pemakainya
Breathing Apparatus, yang mensuplay
udara bersih atau oksigen kepada
pemakainya

Alat Pelindung Tangan


Alat Pelindung Tangan merupakan alat yang
paling banyak digunakan karena kecelakaan
pada tangan adalah yang paling banyak dari
seluruh kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.
Pekerja harus memakai pelindung tangan ketika
terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan
seperti luka tangan karena benda-benda keras,
luka gores, terkena bahan kimia berbahaya, luka
sengatan dan lain-lainnya

Diperkirakan hampir 20% dari seluruh


kecelakaan yang menyebabkan cacat adalah
tangan.
Tanpa jari atau tangan, kemampuan bekerja
akan sangat berkurang.
Tangan manusia sangat unik. Tidak ada bentuk
lain di dunia yang dapat mencengkram,
memegang, bergerak dan memanipulasi benda
seperti tangan manusia.
Karenanya tangan harus dilindungi dan
disayangi.

Kontak dengan bahan kimia Kaustik atau


beracun, bahan-bahan biologis, sumber
listrik, atau benda dengan suhu yang
sangat dingin atau sangat panas dapat
menyebabkan iritasi atau membakar
tangan.
Bahan beracun dapat terabsorbsi melalui
kulit dan masuk ke badan.

APD tangan dikenal dengan Safety Glove


dengan berbagai jenis penggunaanya.
Berikut ini adalah jenis-jenis sarung
tangan dengan penggunaan yang tidak
terbatas hanya untuk melindungi dari
bahan kimia

Jenis-Jenis Safety Glove;


1. Sarung Tangan Metak Mesh
Sarung metal mesh tahan terhadap ujung yang lancip
dan menjaga terpotong.
2. Sarung tangan Kulit
Sarung tangan yang terbuat dari kulit ini akan Melindungi
tangan dari permukaan kasar.
3. Sarung tangan Vinyl dan neoprene
Melindungi tangan terhadap bahan kimia beracun
4. Sarung tangan Padded Cloth
Melindungi tangan dari ujung yang tajam, pecahan
gelas, kotoran dan Vibrasi.

Lanjutan
5. Sarung tangan Heat resistant
Mencegah terkena panas dan api
6. Sarung tangan karet
Melindungi saat bekerja disekitar arus listrik karena karet
merupakan isolator (bukan penghantar listrik)
7. Sarung tangan Latex disposable
Melindungi tangan dari Germ dan bakteri, sarung tangan
ini hanya untuk sekali pakai
8. Sarung tangan lead lined
Digunakan untuk melindungi tangan dari sumber radiasi.
5. Pelindung Kaki

Alit pelindung Kaki


Sepatu keselamatan kerja dipakai untuk
melindungi kaki dari bahaya kejatuhan
benda-benda berat, terinjak benda yang
berputar melalui kaki, kepercikan larutan
asam dan basa yang korosif atau cairan
panas, menginjak benda tajam.
Sepatu pelindung dan boot harus memiliki
ujung sepatu yang terbuat dari baja dan
solenya dapat menahan kebocoran.

Ketika bekerja di tempat yang


mengandung aliran listrik, maka harus
digunakan sepatu tanpa logam yang
dapat menghantarkan aliran listrik.
Jika bekerja di tempat biasa maka harus
digunakan sepatu yang tidak mudah
tergelincir, sepatu yang terbuat dari karet
harus digunakan ketika bekerja dengan
bahan kimia.

Pakaian pelindung
Pakaian pelindung dapat berbentuk APRON yang
menutupi sebagian dari tubuh yaitu mulai dari dada
sampai lutut dan overalla yang menutup seluruh badan.
Pakaian pelindung digunakan untuk melindungi
pemakainya dari percikan cairan, api, larutan bahan
kimia korosif dan oli, cuaca kerja (panas, dingin, dan
kelembapan).
APRON dapat dibuat dari kain, kulit, plastik, karet, asbes
atau kain yang dilapisi aluminium. Perlu diingat bahwa
APRON tidak boleh dipakai di tempat-tempat kerja yang
terdapat mesin berputar.

Contoh APD :

MANAJEMENAPD
APD dibutuhkan untuk membatasi hazard
lingkungan
Jangan membeli APD sekedar hanya
memiliki jenis APD
Adanya hazard awareness dan pelatihan
Adanya SOP penggunaan APD
APD yang dibeli telah melalui seleksi
kebutuhan jenis pekerjaan

Kelemahan penggunaan APD


Kemampuan perlindungan yang tak sempurna
karena (memakai APD yang kurang tepat,cara
pemakaian APD yang salah, APD tak memenuhi
persyaratan standar)
APD yang sangat sensitive terhadap perubahan
tertentu.
APD yang mempunyai masa kerja tertentu
seperti kanister, filter dan penyerap (cartridge).
APD dapat menularkan penyakit,bila dipakai
berganti-ganti.

TERIMA KASIH