Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PEMERIKSAAN MANAJEMEN

Kasus Audit Atas Pelatihan Karyawan Di PT Indojewel

NADIAR RYAN .I.

(0813010093)

KELAS A

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UPN VETERAN JAWA TIMUR
TAHUN AJARAN 2011/2012
Surabaya, 01 januari 2008

No

: 054/KAP/IV/2008

Lampiran

: 2 Eksemplar

Perihal

: Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada
Yth. PT. INDOJEWEL
Kami telah melakukan audit atas pelatihan karyawan pada PT. INDOJEWEL untuk
periode 2008. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran
laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas
laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencangkup masalah pelatihan karyawan.
Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai keterampilan karyawan pada PT. INDOJEWEL.
Pelatihan karyawan yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan
keterampilan yang dimiliki karyawan yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan
dimasa yang akan datang atas kekurangan tersebut.
Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi :
Bab I : Informasi Latar Belakang
Bab II : Kesimpulan Audit Yang Didukung Dengan Temuan Audit
Bab III : Rekomendasi
Bab IV: Ruang Lingkup Audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan dan
kerjasama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah
terjalin dengan baik ini.

Kantor Akuntan Publik Dan Manajemen Konsultasi


Rawiatmaja & Partner

Tn. Kris palguna

Bab I

Informasi Latar Belakang


PT. Indojewel bergerak dibidang produksi perhiasan berbahan dasar mutiara dan
emas. Mutiara yang digunakan adalah hasil pembudidayaan sendiri yang terintegrasi dalam
rencana bisnis perusahaan, sedangkan emas yang diperoleh dari pasar dalam negeri. Desain
produk sudah cukup dikenal di pasar, merupakan hasil pengembangan dari bagian litbang
perusahaan yang dipimpin oleh tenaga ahli bidangnya.
Perusahaan memperkerjakan 1500 karyawan tetap dan sekitar 750 karyawan kontrak
yang diperkerjakan terutama sebagai staf produksi di divisi budidaya mutiara dan cleaning
service diseluruh divisi perusahaan. Dengan penghasilan rata-rata sebesar 250 % dari UMK
yang ditetapkan pemerintah
Perusahaan menerapkan teknologi maju dalam produksi perhiasan dengan investasi
sebesar Rp. 1,75 triliun untuk memberi peranti keras dan 500 miliar untuk memberi peranti
lunak termasuk sistem informasi, yang mengintregasikan seluruh divisi ke dalam satu
rangkaian operasi dan sistem pelaporan
Pelatihan karyawan bersifat siusional, sesuai dengan permintaan manajer lini dan
sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Beberapa criteria awal yang akan digunakan dalam menilai efektivitas dan efisiensi
program pelatihan di perusahaan ini, sebagai berikut :
1. Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan
disosialisasikan keseluruhan manajer lini. Tujuan pelatihan adalah untuk :
a. Meningkatkan keterampilan karyawan
b. Menurunkan kegagalan produk sampai pada tingkat 2,5 %
c. Menurunkan pemborosan penggunaan sumber daya
d. Menurunkan kecelakaan kerja karyawan serta meningkatkan motivasi kerja dan
kebanggaan karyawan terhadap pekerjaan
2. Rencana pengembangan dan pelatihan karyawan harus disusun secara periodic
bersama dengan penyusunasn anggaran perusahaan.
3. Program pelatihan dirumuskan berdasarkan hasil identifikasi terhadap kebutuhan
pelatihan sebelum program ditetapkan. Identifikasi meliputi :
a. Penentuan jenis dan bentuk ketrampilan yang dibutuhkan karyawan sehingga
mampu berkonstribusi maksimal kepada perusahaan.
b. Melakukan penilaian secara periodic untuk mengidentifikasi topic pelatihan yang
tepat.

c. Melakukan penilaian terhadap pelatihan yang telah dilakukan untuk mendapatkan


umpan balik bagi perbaikan pelatihan berikutnya.
d. Melakukan benchmarking pada industry yang sama yang lebih berhasil dalam
mengelola program pelatihan dan pengembangan.
4. Pengelolaan pelatihan karyawan harus didukung anggaran yang memadai.
5. Laporan biaya kualitas harus terdokumentasi untuk mrenyediakan informasi sebagai
umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan.

Bab II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan audit yang telah kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami
dapat menyimpulkan sebagai berikut :
Kondisi :
Kegagalan produk produksi.
- Kesalahan manusia sebagai penyebeb terbesar terjadinya kegagalan produk
- Kurang terampilnya karyawan dalam mengoperasikan mesin baru
Kriteria :
- Tingkat kegagalan produksi yang disebabkan oleh kesalahan manusia.
Tingkat pemborosan dalam proses produksi dikarenakan penggunaan mesin baru dan
kurangnya pelatihan penggunaan mesin baru.
Penyebab :
- Kurang terampilnya karyawan dalam mengoperasikan mesin baru
- Kurangnya pelatihan karyawan dalam penggunaan mesin baru
- Program pelatihan karyawan yang telah dilaksanakan perusahaan belum mampu
meningkatkan keterampilan karyawan dalam mengoperasikan mesin baru.
Akibat :
- Laba kotor mengalami penurunan yang sangat berarti
Pada operasional tahun 2007 perusahaan mencapai penjualan sebesar 9 triliun dengan
margin bruto 17,5 %,. Sedangkan berdasarkan laporan bagian penjualan, pada
semester pertama tahun 2008 perusahaan baru membukukan penjualan Rp 3,5 triliun
dengan margin bruto di bawah 10 %
- Tingkat pengembalian barang yang cukup tinggi karena produksi tidak sesuai dengan
harapan pelanggan
- Bahan baku banyak yang terbuang karena penggunaan mesin baru sehingga perlu
dikerjakan ulang karena tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT


Kondisi

Kriteria

Penyebab

Akibat

Kegagalan produk
dan pemborosan
dalam proses
produksi

Tingkat kegagalan
produksi.

Tingkat pemborosan
dalam proses
produksi

Kurang terampilnya
karyawan dalam
mengoperasikan
mesin baru.

Kurangnya pelatihan
karyawan dalam
penggunaan mesin
baru

Laba kotor
mengalami
penurunan yang
sangat berarti.
Tingkat
pengembalian
barang yang cukup
tinggi karena
produksi tidak
sesuai dengan
harapan pelanggan.
Bahan baku banyak
yang terbuang karena
penggunaan mesin
baru sehingga perlu
dikerjakan ulang
karena tidak sesuai
dengan standar yang
telah ditetapkan.