Anda di halaman 1dari 21

Deep Vein Thrombosis

Pascaoperasi dan
Penatalaksanaannya
102010215

Kevinara Putra L

102012267

Angie

102013024

Brian Yeremia L

102013085

Juniati Marina

102013177

Puteri Nabella

102013252

Giovanni Abraham M

102013343

Lydia Gloriani L

102013453

Stevia Artha N P

102013517 Mohamed Ikmal Bin


A Wahab

F4

Skenario 1

Seorang laki-laki berusia 65 tahun yang sedang di rawat di


ruang rawat inap dikonsulkan dengan keluhan betis kirinya
sakit disertai bengkak dan kemerahan sejak 4 jam yang lalu.
Pasien tersebut sudah 2 hari dirawat setelah menjalani operasi
pergantian sendi panggul kiri 2 hari yang lalu.

Rumusan Masalah
Laki-laki 65tahun dengan keluhan betis kirinyasakit disertai
bengkak dan kemerahan sejak 4 jam yang lalu. Pasien sudah 2
hari di rawat setelah menjalani operasi penggantian sendi
panggul kiri 2 hari yang lalu.

Mind Map
1.
Anamnesis

6. Epidemiologi

2.
Pemeriksaan

7. Komplikasi
8.
Penatalaksanaa
n

RM

3. Diagnosis

9. Pencegahan

4. Etiologi

10. Prognosis

5.
Patogenesis

Anamnesis
Identitas:laki-laki 65 tahun
Keluhan utama:betis kirinya sakit disertai bengkak dan
kemerahan sejak 4 jam yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang: betis kirinyasakit disertai
bengkak dan kemerahan sejak 4 jam yang lalu. Pasien
sudah 2 hari di rawat setelah menjalani operasi
penggantian sendi panggul kiri 2 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Penyakit keluarga
Riwayat pribadi-sosial.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum & kesadaran.


TTV.
Status Lokalis.
Tes Brodier-Trendelenburg & tes kompresi manual .

Pemeriksaan Penunjang
Tes D-dimer: enzyme-linked immunofluorecense assays
(Elisa),
microplate
enzyme-linked
immunosorbent
assays, quantitative latex atau immunoturbidimetric
assays, whole blood D-dimer assays, & latex
semiquantitative assays.
Protein S, protein c, antithrombin III, faktor V,
prothrombin,
antifosfolipid
antibody,
&
kadar
hemosistein.
Venografi atau Phlebografi.
Ultrasonography Vena.
CT-Scan dan MRI.

Working Diagnosis

Deep Vein Trombosis.


Pembentukan bekuan darah (trombus) pada vena dalam.
Trombus terjadi karena perlambatan dari aliran darah,
kelainan dinding pembuluh darah, & gangguan pembekuan
darah {trias Virchow}.
Trombus yang terlepas dan diangkut ke tempat lain dalam
pembuluh darah disebut emboli.

Different Diagnosis.
Limfedema
Pitting edema difus & menetap akibat obstruksi drainase
limfe disuatu daerah biasanya ekstremitas.
Tromboflebitis Superfisialis
Penyebab tersering di ekstremitas atas adalah infus IV
larutan asam & hipertonik. Di ekstremitas bawah biasanya
varieses vena atau trauma.
Pheripheral arterial disease
Perjalanan penyakit menentukan diagnosis penyakit
disebabkan proses degeneratif, obliteratif, akut, atau semi
akut. Pada proses degeneratif obliteratif perjalanan penyakit
diketahui menurut stadium Fontaine.

Etiologi

Ditemukan 3 faktor yang berperan dalam terjadinya thrombosis


vena dalam
Cedera pada lapisan vena
Meningkatnya kecenderungan pembekuan darah
Melambatnya aliran darah di dalam vena

Epidemiologi

mengenai pembuluh darah sistem vena profunda


yang menyerang hampir 2 juta orang Amerika
setiap tahunnya
Emboli paru adalah resiko yang cukup bermakna
pada DVT, terjadi pada 30% pasien DVT. Emboli
paru menyebabkan 60.000 kematian setiap
tahunnya di AS

Gejala Klinis
Bengkak dan edema pada ekstremitas yg terkena.
Nyeri digambarkan sebagai rasa sakit atau berdenyut.
Berjalan dapat memperberat nyeri. Nyeri pada
extremitas yg terserang dapat ditemukan.
Meningkatnya turgor jaringan, kenaikan suhu dengan
dilatasi vena superfisial, bintik-bintik, sianosis karena
stagnasi aliran, & peningkatan ekstrasi oksigen.

Patofisiologi

Penatalaksanaan

Tujuan terapi
Stop peningkatan thrombus
Batasi progresivitas edema tungkai
Lisis & buang bekuan darah (trombektomi)
Cegah: disfungsi vena, emboli paru & past-thrombotic syndrome

Medikamentosa
Antikoagulan
Unfractioned heparin / low molecular weight heparin

i.v 18 IU/kg BB/ jam cek trombosit, PTT, APTT


meningkat 2x heparin subkutan
Warfarin [ heparin ]
Efek: full antikoagulan

Beri di minggu pertama selama 4-5 hari, lalu


stop warfarin. Karena efeknya akan overlapping
dengan heaparin dan warfarin tidak efektif lagi
Trombolitik ( tujuan : lisis thrombus)
streptokinase, urokinase & tPA
Kurang efektif untuk cegah emboli paru

Penatalaksanaan
Non-medikamentosa
Metode-metode fisik untuk mengatasi stasi vena sering
dipakai untuk profilaksis pasien yang beresiko tinggi
Untuk pembedahan seperti : Trombektomi bila terdapat
Trombosis vena ileofemoral akut dan fistula arteriovena
dan perlakuan Filter vena cava untuk DVT proximal
untuk pencegahan emboli paru.

Komplikasi
DVT berulang.
Individu dengan spontaneus DVT tanpa faktor resiko mengalami
resiko ulangan sebesar 30 % dalam 10 tahun. Semakin banyak
faktor resiko semakin tinggi resiko terjadinya kekambuhan.
Emboli paru.
Muncul jika terjadi pelepasan fragmen trombus ke sirkulasi darah &
mencapai jantung kemudian menyumbat arteri pulmonalis.
Post-thrombotyc syndrome.
Disebabkan hipertensi vena kronik yang sekunder yg dikarenakan
reflux vena, obstruksi vena, & disfungsi katup vena.

Pencegahan
Penggunaan Unfractionated heparin dosis rendah 5000
unit/8-12 jam kemudian dapat digantikan warfarin jika
resiko trombosis masih ada.
Penggunaan Enoxaparin bersamaan dengan compression
stocking lebih
efektif
dibandingkan
penggunaan
compression stoking saja.
Penggunaan aspirin setelah penggunaan antikoagulan
dihentikan dapat mencegah terjadinya trombosis
ulangan tanpa meningkatkan resiko perdarahan.

Prognosis
Semua pasien dengan DVT pada masa yang lama
mempunyai resiko terjadinya insufisiensi vena kronik.
Kira-kira 20% pasien dengan DVT yang tidak
ditangani dapat berkembang menjadi emboli paru,
dan 10-20% dapat menyebabkan kematian
Dengan antikoagulan terapi angka kematian dapat
menurun hingga 5 sampai 10 kali.
Sebagian besar kasus DVT dapat hilang tanpa adanya
masalah apapun, namun penyakit ini dapat kambuh
Beberapa orang dapat mengalami nyeri dan bengkak
berkepanjangan pada salah satu kakinya yang dikenal
sebagai post phlebitic syndrome
dapat dicegah atau dikurangi

Kesimpulan
DVT merupakan kelainan kardiovaskular tersering
nomor tiga setelah penyakit jantung koroner dan
stroke
Gejala dan tanda klinis DVT mungkin asimtomatis atau
pasien mengeluh nyeri, bengkak, rasa berat, gatal
atau varises vena yang timbul mendadak. Bengkak
dan nyeri merupakan gejala utama dan tergantung
pada lokasi. Sifat nyeri biasanya terus menerus dan
tiba-tiba
Kecurigaan trombosis vena secara klinis harus
dikonfirmasi dengan tes yang terdiri dari pemeriksaan
laboratories dan radiologis
Profilaksis dapat dilakukan dengan cara aktivasi
koagulasi darah (profilaksis farmakologis) dan
pencegahan statis vena (profilaksis mekanis).

TERIMA
KASIH