Anda di halaman 1dari 16

1.

2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian Tanur Tinggi ?
2. Bagaimana Konstruksi Tanur Tinggi dan cara kerja Tanur Tinggi ?
3. Apa saja bahan baku dan bahan tambahan Tanur Tinggi ?
4. Bagaimanakah reaksi kimia dalam Tanur Tinggi dan efisiensi gas Tanur
Tinggi ?
5. Apa saja hasil produk dan penggunaanya dalam dunia teknik?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Tanur Tinggi.
2. Untuk mengetahui bagaimana kontruksi Tanur Tinggi dan prinsip kerja Tanur
Tinggi.
3. Untuk mengetahui bahan baku dan bahan tambahan Tanur Tinggi.
4. Untuk mengetahui reaksi kimia dalam Tanur Tinggi dan efisiensi gas Tanur
Tinggi.
5. Untuk mengetahui hasil produksi dan manfaat Tanur Tinggi dalam dunia teknik.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanur Tinggi
Tanur Tinggi adalah tanur metalurgi digunakan untuk peleburan untuk
memproduksi industri logam, umumnya ferro. Dalam dapur tinggi, bahan bakar
bakar, bijih, dan kapur terus dipasok melalui bagian atas tanur, sementara
udara (kadang-kadang dengan pengayaan oksigen) yang ditiupkan ke
bagian bawah tanur, sehingga reaksi kimia berlangsung sepanjang tanur sebagian
bahan bergerak ke bawah pada bagian tanur. Produk dari dapur tinggi biasaya
berupa logam cair dan terakfase disadap dari bawah, dan gas buang yang keluar
dari bagian atas tanur. Aliran ke bawah dari bijih besi dan fluks dalam
kontak dengan upflow panas, karbon monoksida yang kaya gas pembakaran
merupakan proses pertukaran perlawanan.
Dapur tinggi digunakan untuk mengolah iron ores (bijih besi) menjadi besi
kasar. Besi kasar yang dihasilkan oleh dapur tinggi tersebut dimasukkan
kedalam dapur/ konveerter, untuk dijadikan baja, baja tuang, atau besi
tuang. Bahan - bahan yang diperlukan dalam proses dapur tinggi untuk mengubah
biji besi menjadi besi kasar, antara lain : Batu kapur (fluks), Bijih besi, bahan
bakar (kokas) dan udara panas.
Iron ores diperoleh dari proses penambangan dan proses pemisahan
(extraction), iron ores merupakan bahan utama yang akan diubah menjadi besi
kasar.
1. Batu kapur : batu kapur bertindak sebagai pengikat kotoran (fluks), jadi
pengotor pengotor yang ikut tercampur pada cairan besi yang akan mengurangi
kualitas besi kasar akan diikat oleh batu kapur dan dibuang menjadi terak.
2. Bahan Bakar : Bahan bakar yang umum diqunakan dalam proses dapur tinggi
biasanya adalah kokas. Tapi bahan bakar lain seperti arang kayu juga antrasit juga
bisa digunakan.
3. Udara panas : Digunakan untuk melangsungkan pembakaran dengan bahan
bakar menjadi CO2 dan gas CO untuk menghasilkan panas, Udara panas

dihembuskan dengan maksud agar pembakaran sempurna, lebih cepat, sehingga


kebutuhan kokas berkurang. Udara panas dihasilkan oleh dapur cowper.
Blast firnace atau dapur tinggi terdiri dari kerangka baja yang terdiri
tegak lurus hampir membentuk seperti sebuah silinder. Tanur ini mempunyai
tinggi sekitar 30 meter dan diameter sekitar 6 meter. Pada bagian dalam tanur
telah disediakan batu tahan api dan dilengkapi dengan alat yang digunakan untuk
memasukan bahan bahan di bagian atas, sedangkan di bagian bawah terdapat
tempat pengumpulan besi dan terak cair.

2.2 Konstruksi Dapur tinggi atau blast furnace dan cara kerjanya
Dapur tinggi atau blast furnace mempunyai bentuk dua buah
kerucut yang berdiri menjadi satu di atas yang lain pada
alasnya. Di bagian atas adalah tanurnya yang melebar ke bawah,
sehingga muatannya dengan mudah meluncur ke bawah dan tidak
terjadi hambatan. Bagian bawah melebar ke atas dengan tujuan agar
muatannya tetap berada di bagian ini. Dapur tinggi atau blast
furnace terbuat dari susunan batu tahan api yang diberi selubung baja
pelat untuk memperkokoh konstruksinya. Tanur ini diisi dari atas
dengan alat pengisi. Berturut-turut dimasukkan kokas, bahan
tambahan (batu kapur) dan iron ores. Kokas adalah arang batu bara
yaitu batu bara yang sudah didestilasikan secara kering dan
mengandung belerang yang sangat rendah sekali. Kokas berfungsi
sebagai bahan bakarnya dan membutuhkan zat asam yang banyak
sebagai pengembus. Agar proses dapat berjalan dengan cepat udara
pengembus itu perlu dipanaskan terlebih dahulu di dalam dapur
pemanas udara.
Besi cair di dalam dapur tinggi, kemudian dicerat dan dituang
menjadi besi kasar, dalam bentuk balok-balok besi kasar yang
digunakan sebagai bahan ancuran untuk pembuatan besi tuang (di
dalam dapur kubah), atau dalam keadaan cair dipindahkan pada

bagian pembuatan
baja di dalam
konvertor atau
dapur baja yang
lain, misalnya dapur
Siemen Martin. Batu
kapur sebagai
bahan tambahan
gunanya untuk
mengikat abu kokas
dan batu-batu
ikutan hingga
menjadi terak yang
dengan mudah dapat dipisahkan dari besi kasar. Terak itu sendiri di
dalam proses berfungsi sebagai pelindung cairan besi kasar dari oksida
yang mungkin mengurangi hasil yang diperoleh karena terbakarnya besi kasar

cair itu. Batu kapur yang terurai akan mengikat batu-batu yang terangkut dan
unsur-unsur lainnya.

2.3 Prinsip Kerja Blast Furnace/ Dapur Tinggi


Proses produksi didalam
dapur tinggi ada 4 tahap :
1. Proses pemasukan muatan
2. Proses reduksi
3. Proses pencairan
4. Hasil produksi dapur
tinggi
Gambar: Proses yang terjadi dalam Blast Furnace

1) Proses Pemasukan Muatan : Yang dimaksud dengan muatan dapur tinggi


adalah isi dari dapur tinggi yang terdiri atas bahan bakar kokas, biji besi dan
bahan tambah yang berupa batu kapur.
2) Proses Reduksi : Reduksi yaitu Oksid arang C(O) dan kokas serta zat arang C.
Proses ini terjadi sangat cepat. Pada proses reduksi terbagi menjadi 3 daerah,
yaitu:
a. Daerah pengeringan
Daerah paling atas, terdapat gas CO2
b. Daerah reduksi
Muatan akan mulai melebur dan bergerak kebawah mendekati daerah pencairan
c. Daerah pencairan
3) Proses Pencairan : Muatan dapur tinggi yang berisi kokas, biji besi dan batu
kapur setelah mengalami pemanasan akan bergerak kebawah. Dalam perjalanan
dari atas ke bawah mengalami proses reduksi.
4) Hasil produksi dapur tinggi : Besi kasar sebagai bahan dasar pembuatan
bajada gas dapur tinggi.

2.4 Cara Kerja Dapur Tinggi


1. Bahan bakar, bijih besi dan bahan tambahan dimasukkan secara teratur
berlapis-lapis.
2. Udara panas dimasukkan dari daputr cowper dengan kecepatan 100m/dt, maka
udara panas mengadakan pembakaran (CO2 dan pembentukan CO) sebagai gas
untuk mereduksi bijih-bijih besi dengan temperature 9000oC.

3. Muatan yang turun ertama kali melepas air, kemudian hidrat arang dan terjadi
pengikatan kimiawi pada waktu reduksi pertama oleh CO pada suhu 400oC.
4. Bijih besi turun terus supaya arang/kokas yang pijar berwarna putih
menerima zat arang dan membentuk karbonat-karbonat seperti batu kapur dan
dolomite, baru kehilangan CO2 pada suhu 700oC.-800oC., maka teraknya
terbentuk bersama-sama dengan reduksi sempurna dari besi.
Batu tambang/batu kapur CaCO/CaCO3 dinamakan dolomit, untuk :
Mengikat kotoran
Melindungi besi/cairan besi dan oksidasi
Hasil olahan blast furnace/ dapur tinggi adalah :
1. Besi kasar / pig iron
2. Terak
3.

Gas dan debu


Gambar Proses Blast furnace/ Dapur Tinggi

Proses Dalam Blast Furnace/ Dapur Tinggi

Prinsip kerja dari dapur tinggi adalah prinsip reduksi. Pada proses
ini unsur karbon monoksida dapat menyerap unsur asam dari ikatan-ikatan
besi unsur asam pada suhu tinggi. Pada pembakaran suhu tinggi + 1800oC dengan
udara panas, maka dihasilkan suhu yang dapat menyelenggarakan reduksi
tersebut. Agar tidak terjadi pembuntuan karena proses berlangsung maka diberi
batu kapur sebagai bahan tambahan. Bahan tambahan bersifat asam apabila bijih
besinya mempunyai sifat basa dan sebaliknya bahan tambahan diberikan yang
bersifat basa apabila bijih besi bersifat asam. Gas yang terbentuk dalam dapur
tinggi selanjutnya dialirkan keluar melalui bagian atas dan ke dalam pemanas
udara. Terak yang menetes ke bawah melindungi besi kasar dari oksida oleh udara
panas yang dimasukkan, terak ini kemudian dipisahkan. Proses reduksi di dalam
dapur tinggi tersebut berlangsung sebagai berikut: Zat arang dari kokas terbakar
menurut reaksi : C + O2 CO2 sebagian dari CO2bersama dengan zat arang
membentuk zat yang berada ditempat yang lebih atas yaitu gas CO.

CO2 + C

2CO Di bagian atas dapur tinggi pada suhu 3000 sampai 8000 C oksid besi
yang lebih tinggi diubah menjadi oksid yang lebih rendah oleh reduksi tidak
langsung dengan CO tersebut menurut prinsip : Fe2O3 + CO 2FeO + CO2
Pada waktu proses berlangsung muatan turun ke bawah dan terjadi reduksi
tidak langsung menurut prinsip : FeO+CO FeO+CO2. Reduksi ini disebut tidak
langsung karena bukan zat arang murni yang mereduksi melainkan persenyawaan
zat arang dengan oksigen. Sedangkan reduksi langsung terjadi pada bagian yang
terpanas dari dapur, yaitu langsung di atas pipa pengembus. Reduksi ini
berlangsung sebagai berikut. FeO + C Fe + CO. CO yang terbentuk itulah yang
naik ke atas untuk mengadakan reduksi tidak langsung tadi. Setiap 4 sampai 6 jam
dapur tinggi dicerat, pertama dikeluarkan teraknya dan baru kemudian besi. Besi
yang keluar dari dapur tinggi disebut besi kasar atau besi mentah yang digunakan
untuk membuat baja pada dapur pengolahan baja atau dituang menjadi balokbalok tuangan yang dikirimkan pada pabrik-pabrik pembuatan baja sebagai bahan

baku. Besi cair dicerat dan dituang menjadi besi kasar dalam bentuk balok-balok
besi kasar yang digunakan sebagai bahan ancuran untuk pembuatan besi tuang (di
dalam dapur kubah) atau masih dalam keadaan cair dipindahkan pada bagian
pembuatan baja (dapur Siemen Martin).
Terak yang keluar dari dapur tinggi dapat pula dimanfaatkan menjadi
bahan pembuatan pasir terak atau wol terak sebagai bahan isolasi atau sebagai
bahan campuran semen. Besi cair yang dihasilkan dari proses dapur tinggi
sebelum dituang menjadi balok besin kasar sebagai bahan ancuran di pabrik
penuangan, perlu dicampur dahulu di dalam bak pencampur agar kualitas dan
susunannya seragam. Dalam bak pencampur dikumpulkan besi kasar cair dari
bermacam-macam dapur tinggi yang ada untuk mendapatkan besi kasar cair yang
sama dan merata. Untuk menghasilkan besi kasar yang sedikit mengandung
belerang di dalam bak pencampur tersebut dipanaskan lagi menggunakan gas
dapur tinggi.

2.5 Bahan Baku dan Tambahan Dalam Blast Furnace


Bahan utama untuk membuat besi kasar adalah bijih besi. Berbagai macam
bijih besi yang terdapat di dalam kulit bumi berupa oksid besi dan karbonat besi,
diantaranya yang terpenting adalah sebagai berikut :
1. Batu besi coklat (2Fe2O3 + 3H2O) dengan kandungan besi berkisar 40%.
2. Batu besi merah yang juga disebut hematit (Fe2O3) dengan kandungan besi
berkisar 50%.
3. Batu besi magnet (Fe2O4) berwarna hijau tua kehitaman, bersifat magnetis
dengan mengandung besi berkisar 60%.
4. Batu besi kalsit atau spat (FeCO3) yang juga disebut sferosiderit dengan
mengandung besi berkisar 40%.

Iron ores atau bijih besi dari tambang biasanya masih tercampur dengan
pasir, tanah liat, dan batu-batuan dalam bongkah-bongkahan yang tidak sama

besar. Untuk kelancaran proses pengolahan bijih besi, bongkah-bongkah tersebut


dipecahkan dengan mesin pemecah, kemudian disortir antara bijih besih dan batubatuan ikutan dengan tromol magnet. Pekerjaan selanjutnya adalah mencuci bijih
besi tersebut dan mengelompokkan menurut besarnya, bijihbesi halus dan butirbutir yang kecil diaglomir di dalam dapur sinter atau rol hingga berupa bola-bola
yang dapat dipakai kembali sebagai isi dapur. Setelah bijih besi itu dipanggang di
dalam dapur panggang agar kering dan unsur-unsur yang mudah menjadi gas
keluar dari bijih kemudian dibawa ke dapur tinggi diolah menjadi besi kasar.
Bahan yang digunakan dalam proses dapur tinggi untuk menghasilkan besi kasar
dari dapur tinggi diperlukan bahan-bahan antara lain : Bijih besi, batu kapur,
bahan bakar dan udara panas.

1. Iron ores didapat dari tambang setelah melalui proses pendahuluan. Iron
ore merupakan bahan pokok dari dapur tinggi.
2. Batu Kapur digunakan untluk mengikat bahan-bahan yang ikut campur dalam
cairan besi untuk menjadikan terak. Dengan adanya terak yang terletak di
permukaan cairan-besi ini, terjadinya oksidasi oleh udara dapat dihindari. Sebagai
bahan tambahan biasanya digunakan batu kapur (CaCO3) murni, kadang Pula
dolomit yang merupakan campuran dari CaCO3 dan MgCO3.
3. Bahan Bakar yang diqunakan dalam proses dapur tinggi ialah kokas, arang
kayu, juga antrasit.
4. Udara panas digunakan untuk mengadakan pembakaran dengan bahan bakar
menjadi CO2 dan gas CO guna menimbulkan panas,juga untuk mereduksi bijihbijih besi. Udara panas dihembuskan dengan maksud agar pembakaran sempurna,
hingga kebutuhan kokas berkurang. Pemanasan udara dilakukan pada dapur
pemanas cowper.

Bahan Tambahan Dalam Dapur Tinggi Blast Furnace


Batu Kapur : kapur digunakan untluk mengikat bahan-bahan yang ikut campur
dalam cairan besi untuk menjadikan terak. Dengan adanya terak yang terletak di
permukaan cairan-besi ini, terjadinya oksidasi oleh udara dapat dihindari. Sebagai
bahan tambahan biasanya digunakan batu kapur (CaCO3) murni, kadang Pula
dolomit yang merupakan campuran dari CaCO3 dan MgCO3.

2.6 Reaksi Kimia Dalam Blast Furnace dan Efisiensi Gas Blast Furnace
Metode dapur tinggi/ blast furnace modern secara ringkas adalah
sebagai berikut: Pada waktu iron ores/ bijih-bijih besi, bahan bakar dan tambah
dimasukkan kedalam dapur,partama-tama dihilangkan kelembaban dan kadar air
pada daerah suhu 200-30oC. Dengan meningkatnya suhu, terjadinya reaksi tak
langsung terhadap bijih-bijih besi dengan reaksi sbb:
1

3 Fe2O3 + CO -> 2 Fe3O4 + CO2

2 Fe2O3 + 6CO -> 4 Fe + 6 CO2

Pada suhu -> 535OC, carbon monoksida mulai terurai menjadi karbon bebas dan
karbon dioksida, dengan reaksi sbb :
3

Fe3O4 + CO -> 3 FeO + CO2 Pada suhu 400 C

reduksi langsung terdapat iron ores sebagai berikut :


4

Fe2O3 + C -> 2 FeO + CO

Fe3O4 + C -> 3 FeO + CO

Saat daerah suhu 700 800 0C reduksi langsung ferro oksida mulai dengan
membentuk besi spong yang mengandung karbon.Reaksi ini terjadi antara
pertengahan (setengah jalan antara puncak dan dasar dapur tinggi).Batu kapur
terurai pada suhu 800C. dan dolomit pada suhu 1075OC dengan reaksi :

CaCO3 -> CaO + CO2 MgCO3 -> MgO + CO2

Sementara besi spong memperoleh kandungan karbon yang menurunkan titik


lebur dan dalam peleburan menyerap karbon dari kokas semakin lama scmakin
banyak.Batu kapur mengikat kotoran-kotoran bijih besi dan abu kokas.Semakin
ke bawah suhu semakin meningkat dan terjadi reduksi langsung paduan dan
metalloid dean reaksi sbb
7

a. SiO2 + 2C -> Si + 2CO


b. MnO + C -> Mn + CO
c. P205 + 5C -> 2P + 5CO
d. FeS + CaO + C -> CaS + Fe + CO

Ca3PO4 + 3SiO2 + 5CO -> 3CaSiO3 + 5CO + 3Fe3P

Didekat tuyer (Lubang tiup) ada hembusan udara panas yang mongenai kokas
terjadi reaksi sbb:
9

2C + O2 -> 2CO

Sehingga selalu ada gas CO yang dipakai untuk roduksi. Jadi kokas didalam dapur
tinggi berfungsi selain sebagai sumber kalor adalah berfungsi untuk mereduksi
oksigen dalam bijih-bijih besi.
Besi kasar : Ada dua macam besi kasar yang dihasilkan oleh dapur tinggi
yaitu besi kasar putih dan besi kasar kelabu. Besi kasar kelabu (Kishy pig iron)
Nama besi kasar ini didapat berdasarkan warna bidang patahnya,yang berwarna
kelabu muda sampai tua hampir hitam. Besi kasar kelabu lebih halus lebih liat
dibandingkan dengan besi kasar putih,Titik Cairnya -> 1300OC dan berat jenisnya
7 Sampai 7,2, kg/dm3. Besi kasar kelabu ada 2 macam yaitu

Besi kasar kelabu muda : Besi kasar ini mengandung silisium % 1 %


dan butirbutirnya halus baik untuk silinder mesin.

-Besi kasar kelabu tua : Sifat-sifatnya mudah dituang butir-butirnya


kasar juga tahan terhadap tekanan tinggi
10

Besi kasar putih (Forge pig iron).Nama besi kasar ini juga didapat dari

warna bidang patahnya.Pada besi kasar ini zat arangnya sebagian besar berbentuk
karbid besi (Fe3C), sehingga sifatnya keras dan getas. Titik cairnya + 1100 C.

Kadar karbonnya 2,3 % 3,5 %, dan kadar mangannya agak besar. Besi kasar ini
paling baik untuk digunakan untuk baja berat jenisnya 7,58 7,73. kg/dm3.
Efisiensi Gas Blast Furnace
Blast Furnace/ Dapur tinggi dibangun dalam 2 lapisan, yaitu lapisan luar
(plat baja) dan lapisan dalam (batu bata tahan api). Didalam dapur ini, bijih besi
akan ditambahkan batu kapur yang berfungsi sebagai pengikat kotoran (terak) dan
juga kokas yang berfungsi sebagai bahan bakar. Kesemua bahan-bahan tersebut
dipanaskan hingga mencair. Prinsip pokok dari kerja dapur tinggi adalah dengan
mereduksi oksigen dari bijih besi yang terjadi dalam 3 tahap, yaitu :
a. Reduksi tidak langsung dengan CO pada suhu 300 derajat Celcius hingga 800
derajat Celcius.
Fe2O3 + CO > 2FeO + CO2
b. Reduksi tidak langsung pada daerah temperature 800 derajat Celcius hingga
1100 derajat Celcius.
FeO + CO > Fe + CO2
c. Reduksi langsung pada daerah temperature 1100 derajat Celcius hingga 1800
derajat Celcius.
FeO + C > Fe + CO
Bahan-bahan ikatan akan diikat oleh batu kapur pada titik cair yang tinggi dalam
bentuk terak. Bahan terak ini tidak akan dipakai pada fabrikasi besi kasar.
Meskipun demikian terak ini masih bernilai ekonomis, misalnya sebagai bahan
ASPAL (untuk jalan raya-red). Selain terak, produk sampingan dari dapur tinggi
ini yakni : Gas. Hal ini dikatakan demikian karena Gas ketika keluar dari dapur
tinggi masih mempunyai panas yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan ulang
untuk memanaskan dapur atau tanur.
2.7 Hasil Produk dan Penggunaanya Dalam Dunia Teknik
Produk Utama
- Besi kasar (Pig Iron) Merupakan hasil pokok dari dapur tinggi yang berasal
dari reaksi reduksi atas bijih besi dengan komposisi sebagai berikut :
- Karbon (C) = 3,85% (rata-rata)

- Mangan (Mn) = 0,9% (rata-rata)


- Phospor (P) = 0,9% (rata-rata)
- Belerang (S) = 0,025% (rata-rata)
- Silikon (Si) = 0,12% (rata-rata)
Sifat utama dari besi kasar adalah rapuh (getas). Sehingga hal ini perlu dilakukan
pengolahan lebih lanjut dengan menggunakan dapur-dapur baja dan kupola.
Pig iron dapat dibedakan dalam dua macam, yakni :
a. Besi kasar putih
Berwarna putih (mengandung 2,3 ~ 3,5% C), bersifat getas dan keras, kandungan
Mangan (Mn) masih cukup tinggi serta sulit ditempa.
b. Besi kasar kelabu
Berwarna kelabu (mengandung lebih dari 3,5% C), kandungan Si masih cukup
tinggi, kekuatan tarik lebih rendah dari besi kasar putih, mudah dituang meskipun
masih cukup getas. Besi kasar kelabu digolongkan menjadi : besi kasar kelabu
muda yang mengandung 0,5 ~ 1% Si dengan butir-butir halus serta banyak
dipakai sebagai bahan pembuat silinder mesin dan jenis yang kedua yakni besi
kasar kelabu tua yang mengandung hingga 3% Si dengan butir-butir kasar serta
tahan getaran.
Produk Sampingan
- Terak merupakan produk sampingan dari besi kasar, umumnya terak
mengandung komposisi sebagai berikut :
- Silika = 33% ~ 42%
- Alumina = 10% ~ 16%
- Kapur = 36% ~ 45%
- Magnesia = 3%~ 12%
- Belerang = 1% ~ 3%
- Ferro Oksida = 0,3% ~ 2%
- Mangan Oksida = 0,2% ~ 1,5%
Terak dapat dikategorikan menjadi terak yang bersifat Asam dan terak yang
bersifat Basa. Hal ini sangat tergantung pada komposisi Kapur (CaO) dan

Magnesia (MgO) terhadap Silika dan Alumina. Terak juga dapat digunakan
sebagai bahan pengganti kerikil (pada pengecoran Beton), pembuatan aspal dan
pupuk Phospat (jika kandungan Phospat cukup tinggi-red).

Penggunaan Prokduk Dalam Dunia Teknik


Proses Pengolahan Baja : pembuatan besi kasar menjadi baja diperlukan proses
lebih lanjut, proses ini disesuaikan menurut sifat-sifat dan campuran-campuran
yang terkandung didalam besi kasar tersebut.Pengolahan besi kasar menjadi baja
dapat dilakukan pada:
1. Konverter Bessemer
2. Konverter Thomas
3. Dapur Siemen Martin
4. Dapur Aduk
5. Dapur Listrik

Macam-macam Baja dan Kegunaan


Ditinjau dari jumlah kandungan karbon, baja terdiri atas:
1. Baja karbon rendah (Mild Steel) Dengan kandungan karbon antara 0,04% s/d
0,30%,
artinya : setiap 100 Kg baja mengandung unsur karbon antara 0,04 Kg s/d 0,30
Kg. Banyak dijumpai dalam bentuk pelat baja
2. Baja karbon sedang artinya dengan kandungan karbon 0,30% s/d 0,6%
karbon.

Kegunaan :
- mur baut, poros engkol, batang torak (baja karbon dengan 0,4% C)
- roda gigi, palu/martil, alat-alat penjepit/klem ( baja karbon dengan 0,5%C)
- untuk membuat pegas (baja karbon dengan 0,6% C)
3. Baja karbon tinggi (Hoght Carbon Steel) HCS artinya dengan kandungan
karbon 0,7% s/d 1,3% C. Banyak digunakan untuk alat-alat yang mengalami
temperatur tinggi, misalnya karena gesekan
Contoh : pahat potong, pegas, gergaji, martl, bantalan, peluru.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Iron ores atau bijih besi adalah bahan baku pembuatan besi yang dapat
berupa senyawa oksida, karbonat, dan sulfida serta tercampur sengan unsur lain
misalnya silikon. Bijih besi diolah dalam tanur atau dapur tinggi untuk
menghasilkan besi kasar. Besi kasar adalah bahan baku untuk pembuatan besi
cor (cast iron), besi tempa (wrought iron), dan (baja (steel). Ketigaa macam bahan
itu banyak dipakai dalam bidang teknik.
Blast Furnace/ Dapur tinggi pada diletakkan di dekat daerah penyimpanan
atau pengadaan bahan yang akan diolah, seperti bijih besi, bahan bakar, dan batu
kapur. Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat proses pengisian bahan
mentah ke dalam dapur tinggi sehingga dapat memperlancar produksi besi kasar.
Dapur tinggi terdiri dari kerangka baja yang terdiri tegal lurus dan mendekati

bentuk silinder. Dapur itu mempunyai tinggi sekitar 30 meter dan diameter sekitar
6 meter. Pada bagian dalam dapur disediakan batu tahan api dan dilengkapi
dengan alat pemasukan bahan bahan pada bagian atas, sedangkan pada bagian
bawah terdapat tempat pengumpulan besi dan terak cair. Pemanfaatan hasil
produk dalam dunia teknik antara lain :plat baja, ,mur baut, poros engkol, batang
torak, roda gigi, palu/martil, alat-alat penjepit/klem, untuk membuat pegas, pahat
potong, pegas, gergaji, martl, bantalan, peluru