Anda di halaman 1dari 3

PENULISAN ESAI GEOLOGI (GEO-340114)

PS Teknik Geologi TA 2015/2016 Semester Gasal

ENERGI ALTERNATIF, POTENSI GEOTHERMAL DI DAERAH DANAU RANAU


Ridho Rizky Amanda
Teknik Geologi, Universitas Sriwijaya, Palembang
ridho.ra29@gmail.com

ABSTRAK : Energi alternatif yang sangat diperlukan saat ini yaitu energi pans bumi, karena energi ini dapat
diperbarui. Salah satu tempat yang memiliki potensi panas bumi yaitu daerah Danau Ranau. Danau Ranau terletak di
perbatasan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lambung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi
Sumatera Selatan, pada koordinat 4o5145LS dan 103o5550BT. Penulisaninibertujuanuntukmengetahuipotensi
panasbumididaerahDanauRanau.Diperkirakanpadasuhu<340 oyangtermasukdalamzonahidrotermaltipeargilik
batuan mengalami ubahan menjadi haloysite, illite, montmorilonit, paragonite, dan jarosite. Didapatkan gambaran
bahwakarakteristikfisikdankimiapanasbumisertastrukturpanasbumiterperangkappadakekarkekardanrekahan
rekanandaripengaruhprosestektonikdanpembentukangunungapi.Sumberdayapanasbumimemilikipotensisekitar
37Mwe.Denganadanyapotensitersebutdapatdimanfaatkanuntuksumberdayaenergialternatifdengansekalakecil
danjugadapatpuladigunakansebagaipemenasan,sterilisasimediatanman,danpengeringan.
Kata Kunci: Alternatif, Hidrotermal, Karakteristik, Potensi

PENDAHULUAN
Energi alternatif yang sangat diperlukan saat ini yaitu
energi pans bumi, karena energi ini dapat diperbarui.
Salah satu tempat yang memiliki potensi panas bumi
yaitu daerah Danau Ranau. Danau Ranau terletak di
perbatasan Kabupaten Lampung Barat Provinsi
Lambung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Provinsi Sumatera Selatan, pada koordinat 4o5145LS
dan 103o5550BT. Sehingga menjadi pusat perhatian
dalam penulisan ini. Penulisan ini bertujuan untuk
mengetahui potensi panas bumi di daerah Danau Ranau
dengan menggunakan beberapa kajian atau literatur
jurnal sebelumnya, diantaranya adalah Prospek Panas
Bumi Di Daerah Danau Ranau, Lampung dan Sumatera
Selatan dari Dendi S.K, dkk (2005), Pengelolaan
Terpadu Pemanfaatan Sumber Daya Panas Bumi dan
Potensi Wisata Danau Ranau dari Sri Widodo (2009),
dan Pendekatan Inversi 1D Untuk Mengurangi Efek
Galvanic Pada 2D Magnetotellurik Daerah Panas Bumi
Danau Ranau dari M. Gunadi A.W (2011).
GEOLOGI
Pulau Sumatera adalah salah satu lajur magmatik
Indonesia. Pulau sumatera sendiri terletak di sepanjang
baratdaya dari lempeng benua Asia yang bertubrukan

dengan lempeng Samudra Hindia, sehingga Pulau


Sumatera berbentuk oblik (menyerong). Di daerah
Danau Ranau batuan tertuanya berupa batuan vulkanik
dari Formasi Hulu Simpang (Tomh) yang berumur
Tersier. Sistem struktur pada Pulau Sumatera terbentuk
oleh aktivitas sesar yang arah pergerakannya ke arah
kanan (dextral).
Di daerah sekitar Danau Ranau memiliki struktur
geologi lain berupa struktur-struktur sesar normal yang
berarah baratlaut-tenggara, yaitu :
Sesar Talang Kedu mempunyai arah umum
baratlaut-tenggar, terletak di barat laut.
Sesar Kota Batu berarah baratlaut-tenggara,
terletak di timur laut.
Sesar Wai Uluhan mempunyai arah umumnya
baratlaut-tenggara, terletak di tenggara.
Sesar Lombok berarah utara-selatan terletak di
bagian timur daerah Danau Ranau, Sesar ini
yang diperkirakan mengontrol munculnya mata
air panas lombok (Kusuma D.S, dkk, 2005).
Daerah Danau Ranau terbagi menjadi tiga satuan
morfologi yaitu ;
Satuan morfologi vulkanik tua
Satuan morfologi vulkanik muda
Pedataran aluvial.

R.R.Amanda.

Statigrafi daerah Danau Ranau ini terbagi menjadi


dua belas satuan batuan (formasi) yang urutannya dari
tua ke muda ;
Aliran lava vulkanik Tua (TLT).
Aliran piroklastik Ranau (QApR).
Aliran lava Kukusan (QLK).
Breksi vulkanik Kukusan (QBvK).
Breksi laharik Kukusan (QAlK).
Aliran lava Seminung 1 (QLS-1).
Breksi laharik Seminung (QAlS).
Jatuhan piroklastik Seminung (QJS).
Aliran lava Seminung 2 (QLS-2).
Aliran lava Seminung 3 (QLS-3).
Endapan longsoran Seminung (QL), dan
Endapan Alluvial (QAl).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Di daerah Danau Ranau dan sekitarnya sedikitnya
terdapat sepuluh manifestasi yang terdiri delapan buah
kelompok air panas dan dua buah zona altrasi.
Kemunculan sumber air panas di pinggir danau sebagian
besar terdapat pada batuan lava basaltis, piroklastik, dan
breksi laharik. Berdasarkan hasil pengukuran di
beberapa lokasi (tabel 1), ini dapat menjadi potensi yang
dapat dimanffatkan sebagai pembangkit listri tenaga
panas bumi untuk kebutuhan listrik disekitar pedesaan
tersebut.
N
O.
1

Nama
Mata Air
Panas
Waipanas

Suhu
(oC)

p
H

Debit
(liter/
detik)

45-64

6.4
6.9
6.4

0.05

Desa
Lombok

0.05
0.1

Desa
Lombok
Desa Kota
Batu

0.04

56

Talang
Kedu
Waipanas

Kerincing

43.3

6.7
6.9
6.9

Wai
Wangi
Cukuh
penggeser
an

37.3

7.4

0.1

46.3

6.8

0.04

60

Disekitar Jagaraga dan Sulunga terdapat zona altrasi


dengan ketebalan 1m. Zona altrasi ini berupa lava yang
berkomposisi andesitik dan tufa. Diperkirakan pada suhu
< 340o yang termasuk dalam zona hidrotermal tipe
argilik batuan mengalami ubahan menjadi haloysite,
illite, montmorilonit, paragonite, dan jarosite. (Kusuma,
D.S, dkk, 2005).
Fluida panas dijumpai di permukaan bumi berupa air
panas yang terdapat dibeberapa lokasi di Danau Ranau.
Fluida bawah permukaan pada daerah Danau Ranau dan
sekitarnya yang membentuk sistem panas bumi dan
memperlihatkan tipe bikarbonat. Fluida bikarbonat ini
sendiri berasal dari magmatic waters (air dalam) yang
naik melalui rekahan-rekahan yang terdapat pada batuan
dan membawa unsur volatil, salah satu diantaranya yaitu
CO2 Bersama dengan unsur volatil lainnya gas CO 2 akan
berinteraksi dengan air meteorik yang relatif
kedalamannya dangkal dan bereaksi membentuk HCO3.
Didaerah ini sistem panas bumi terdiri dari zona
penudung, zona sirkulasi air tanah, zona reservoir, dan
sumber panas. Diperkirakan pada daerah ini sistem panas
buminya merupkan sistem up flow dari Gunung
Seminung. Dalam gambar 1 menunjukkan model tentatif
sistem panas bumi di daerah Danau Ranau.

Keterangan

Desa Kota
Batu
Desa Kota
Batu
Desa Kota
Batu

Tabel 1. Sumber mata air panas daerah Danau Ranau dan


sekitarnya (sumber : Bangbang Sulaeman, 2004 dalam
Sri Widodo, 2009).

Gambar 1. Model tentatif panas bumi daerah Danau


Ranau (sumber : Kusuma D.S, dkk, 2005)
Diduga akibat pendinginan rekahan-rekahan dan
kekar-kekar pengaruh proses tektonik dan pembentukan
gunung api sehingga terbentuklah zona reservoir di
daerah ini. Zona reservoir ini akan lebih banyak ditemui
dalam poket-poket yang tidak terlalu besar dan terdapat
disekitar zona struktur/sesar. Dalam pengembangan
energi panas bumi untuk masa yang akan datang
diperlukan teknologi tersendiri untuk menentukan zona
ini yang lebih pasti.
Batuan lava andesit dan juga clay cap yang
terbentuk dari batuan ubahan argilik diduga menjadi
batuan penudung (cap rock) dalam sistem panas bumi di
Danau Ranau. Rekahan-rekahan dari rongga-rongga ini
diisi oleh clay cap di sekeliling struktuk/sesar Lombok
dan Kedu (Kusuma, D.S, dkk, 2005). Tidak padat

Potensi geothermal daerah Danau Ranau

diperkirakan pasti berapa ketebalan lapisan penudung


tersebut.
Rekahan-rekahan yang terbentuk
akibat proses
deformasi langsung dapat meloloskan air hujan yang
merupakan air meteorik melalui porositas batuan. Air
panas terbentuk dari air yang teresap melalui batuan
breksi dan piroklastik tersebut akhirnya bertemu dengan
uap panas dan panas yang berasal dari magma sehingg a
terpanaskan. Rekahan batuan yang dekat denga
permukaan tanah memiliki tahanan jenis 40-80 m yang
berperan sebagi zona recharge air tanah dan
penyebarannya dikontrol oleh struktur sesar.
Sumber panas daerah ini berasal dari sisa magma
pembentuk batuan vulkanik Seminung. Kerucut termuda
adalah Kerucut Gunung Seminung bila dibandingkan
dengan bentuk tubuh Gunung Kukusan, hal tersebut
didasari dari tingkat erosi yang lebih lama serta relief
bergelombang dibandingkan Gunung Seminung.
Pembentukan batuan yang bersifat eksplosif dengan
energi yang cukup tinggi di cerminkan oleh produk dari
Gunung Seminung seperti lava dan piroklastik. Akibat
gaya endogen membuat magma naik dari dalam. Sisa
erupsi magma menjadi sumber yang memanasi fluida
pada bawah permukaan.
Perhitungan potensi panas bumi daerah Danau Ranau
dapat dihiung dari nilai suhu di bawah permukaan dan
luas daerah aktif yang didapat dari anomali Hg, CO2, dan
tahanan jenis rendah. Metode volumetrik adalah metode
perhitungan potensi panas bumi. Dari beberapa asumsi
tebal reservoir = 2 km, recovery factor = 50%, lifetime =
30 tahun, dan faktor konversi 10%, maka potensi energi
panas bumi dapat dihitung menggunakan rumus Lump
Parameter , sehingga potensi panas bumi daerah Danau
Ranau dapat menghasilkan energi sebanyak 37 Mwe.
(Kusuma, D.S, dkk, 2005).
Didapatkan gambaran bahwa karakteristik fisik dan
kimia panas bumi serta struktur panas bumi terperangkap
pada kekar-kekar dan rekahan-rekanan dari pengaruh
proses tektonik dan pembentukan gunungapi. Sumber
daya panas bumi di daerah tersebut memiliki potensi
sekitar 37 Mwe. Dengan adanya potensi tersebut dapat
dimanfaatkan untuk sumber daya energi alternatif
dengan sekala kecil dan juga dapat pula digunakan
sebagai pemenasan, sterilisasi media tanman, dan
pengeringan.
KESIMPULAN

Daerah Danau Ranau terbagi menjadi tiga


satuan morfologi.
Statigrafi daerah Danau Ranau ini terbagi
menjadi dua belas satuan batuan (formasi).

Diperkirakan pada suhu < 340o yang termasuk


dalam zona hidrotermal tipe argilik batuan
mengalami ubahan menjadi haloysite, illite,
montmorilonit, paragonite, dan jarosite.
Fluida bawah permukaan pada daerah Danau
Ranau dan sekitarnya yang membentuk sistem
panas bumi dan memperlihatkan tipe
bikarbonat.
Sistem panas bumi terdiri dari zona penudung,
zona sirkulasi air tanah, zona reservoir, dan
sumber panas.
Zona reservoir ini akan lebih banyak ditemui
dalam poket-poket yang tidak terlalu besar dan
terdapat disekitar zona struktur/sesar.
Batuan lava andesit dan juga clay cap yang
terbentuk dari batuan ubahan argilik diduga
menjadi batuan penudung (cap rock) dalam
sistem panas bumi di Danau Ranau.
Potensi panas bumi daerah Danau Ranau dapat
menghasilkan energi sebanyak 37 Mwe.

DAFTAR PUSTAKA
Kusuma, D.S, dkk. 2005. Prospek Panas Bumi di Daerah
Danau Ranau, Lampung dan Sumatera Selatan.
Jurnal Laporan. Kementerian Sumber Daya Energi
Wibowo, M.G.A. 2011. Pendekatan Inversi 1D untuk
Mengurangi Efek Galvanic Pada Model 2D
Magnetotellurik Daerah Panas Bumi Danau Ranau.
Teknik Geofisika. Universitas Lampung .
Widodo, Sri. 2009. Pengelolaan Terpadu Pemanfaatan
Sumber Daya Panas Bumi dan Potensi Wisata Danau
Ranau. Jurnla Laporan. Kementrian Sumber Daya
Energi.