Anda di halaman 1dari 23

KAJIAN BIAYA OPERASIONAL PENAMBANGAN PADA

ALAT ANGKUT TERHADAP KEGUNAAN ALAT DAN


RATA-RATA PERSEN KEMIRINGAN JALAN TAMBANG
QUARRY GAMPING DI PT INDOCEMENT TUNGGAL
PRAKARSA, TBK. KECAMATAN CITEUREUP
KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT
PROPOSAL SKRIPSI (TTA 400)

Diajukan oleh :
Devi Diansyah R. Pratama
(100.701.12.045)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1437 H / 2016 M
PROPOSAL SKRIPSI (TTA- 400)
KAJIAN BIAYA OPERASIONAL PENAMBANGAN PADA
ALAT ANGKUT TERHADAP KEGUNAAN ALAT DAN
RATA-RATA PERSEN KEMIRINGAN JALAN TAMBANG
QUARRY GAMPING DI PT INDOCEMENT TUNGGAL
PRAKARSA, TBK. KECAMATAN CITEUREUP
KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri pertambangan khususnya industri di sektor semen, merupakan

suatu rangkaian kegiatan yang memiliki jangka waktu yang lama serta biaya yang
tidak sedikit. Serangkaian kegiatan industri tersebut yaitu kegiatan penambangan
yang meliputi dari penggalian (digging), pemuatan (loading), serta pengangkutan
(hauling). Untuk memperoleh keuntungan yang optimal dari kegiatan industri
pertambangan tersebut salah satunya perlu adanya kajian mengenai biaya
operasional pada alat angkut. Dengan adanya kajian mengenai biaya opersional
pada alat angkut, maka akan memberikan analisa dana untuk melakukan
operasional pengangkutan material terhadap alat angkut yang paling efisien di PT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Kegiatan penambangan dengan menggunakan sistem tambang terbuka
dengan metoda quarry. Cara penambangan yang dilakukan PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk ini dilakukan cara konvensional yang mengkombinasikan
antara alat gali-muat- angkut mekanis dengan berbagai tipe dan jenis.

Dikarenakan alat angkut merupakan mesin yang terus mobile, oleh karena
itu perlu adanya kajian terhadap analisis biaya operasional penambangan yang
digunakan pada alat angkut di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk agar
penggunaan bahan bakar pada alat angkut menjadi efisien ketika berlangsungnya
proses penambangan di PT Indocement Tunggal Prakarsa.

1.2 Perumusan Masalah


1.2.1 Identifikasi masalah
Biaya penambangan adalah suatu dasar permasalahan yang menjadi fokus
terhadap keuntungan yang akan di hasilkan pada suatu perusahaan. Identifikasi
masalah yang dapat diamati, yaitu:
1. Pengeluaran biaya yang digunakan untuk operasional penambangan pada
alat

angkut

mencakup

penggunaan

bahan

bakar,

spare

part,

and

maintenance.
2. Pengaruh persen kemiringan jalan tambang terhadap cost bahan bakar yang
digunakan.
3. Penggunaan spare part alat angkut terhadap kondisi jalan dan perilaku
operator.
4. Diperlukan evaluasi dan analisis biaya operasional alat angkut dari loading
point menuju dumping point.
1.2.2 Batasan Masalah
Dalam melakukan penelitian analisis biaya operasional penambangan pada
alat angkut mencakup beberapa permasalahan, diantaranya adalah :
1. Pengamatan dilakukan pada metode tambang terbuka quarry di Kecamatan
Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
2. Mengamati kebutuhan ratio bahan bakar, spare part, serta maintanance alat
angkut yang digunakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
3. Mengetahui produktivitas alat angkut di PT Indocement Tunggal Prakarsa
Tbk.
4. Mengetahui biaya yang harus dikeluarkan pada fuel burning rate terhadap
material yang dipindahkan pada alat angkut di PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk dalam setiap persen kemiringan jalan tambang.

5. Pengukuran rata-rata persen kemiringan jalan dihitung dari posisi loading


point dumping point dengan menggunakan software Minescape.
6. Aspek teknis utama yang diteliti meliputi biaya bahan bakar, spare part,
maintanance, cycle time, dan produksi alat angkut.
7. Membahas umur alat, keadaan alat, dan perilaku operator.
8. Pengambilan data dilakukan pada periode 25 April 2016 11 Juni 2016.

1.2.3 Masalah penelitian


Dalam melakukan penelitian ini dapat diamati beberapa masalah yang
menjadi fokus dalam penelitian, yaitu:
1. Berapa

total

dana

yang

digunakan

untuk

melakukan

operasional

penambangan pada alat angkut di setiap lintasan hauling track?


2. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar yang digunakan
setiap rata-rata satu persen kemiringan jalan tambang?
3. Berapa dana yang digunakan untuk penggunaan spare part dan maintanace
alat angkut dengan kondisi jalan dan perilaku operator?
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi biaya operasional dari alat angkut
terhadap penggunaan alat dan persen kemiringan pada jalan tambang.
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui total biaya operasional yang digunakan pada alat angkut di PT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk disetiap hauling track.
2. Mengetahui biaya bahan bakar setiap rata-rata satu persen kemiringan jalan
tambang.
3. Mengetahui dana yang dibutuhkan pada penggunaan spare part dan
maintanace alat angkut.
4. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi semua biaya operasional dari
alat angkut terhadap penggunaan alat dan persen kemiringan pada jalan
tambang dan merekomendasikan kondisi terbaik.
1.4 Kerangka berpikir
Beberapa point dari kerangka berpikir pada penelitian ini, yaitu:
1. Pengaruh dari penggunaan alat angkut serta kondisi jalan tambang terhadap
biaya operasional penambangan.
2. Perilaku operator terhadap avability alat.
3. Biaya yang harus di keluarkan untuk spare part pada alat angkut.

4. Biaya yang harus di keluarkan untuk melakukan maintanance pada alat


angkut.

1.5 Metode Penelitian

1. Studi literatur, yaitu kegiatan mempelajari teori yang berkaitan dengan


masalah yang akan dibahas di lapangan melalui buku-buku yang berkaitan
dengan masalah yang akan dibahas.
2. Penelitian (Observasi) lapangan, yaitu kegiatan pengamatan langsung
terhadap masalah yang akan dibahas.
3. Pengambilan dan pengumpulan data, yaitu kegiatan pengambilan atau
pengukuran langsung dilapangan dan pengumpulan data dari laporan
perusahaan.
4. Pengolahan data, yaitu kegiatan pengolahan data yang didapat dari lapangan
maupun

literature

perusahaan,

serta

konsultasi

lapangan.
5. Kesimpulan hasil pengolahan data yang didapat.

dengan

pembimbing

Gambar 1.1
Diagram Alir Penelitian

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Bahan Bakar


Untuk memperkirakan produksi alat beras secara teliti perlu dipelajari faktor-

faktor yang secara langsungdapat mempengaruhi hasil kerja alat tersebut. Faktorfaktor tersebut meliputi:
(1) Tahanan gali (Digging Resistance),
(2) Tahanan guling atau tahanan gelinding (Rolling Resistance),
(3) Tahanan kemiringan (Grade Resistance),
(4) Koefisien Traksi,
(5) Rimpull,
(6) Percepatan,
(7) Elevasi letak proyek,
(8) Evisiensi Operator,
(9) Faktor pengembangan atau pemuaian (Swell Factor), dan
(10) Berat material. (Riki Firdaus hal III-1)
2.2

Tahanan Kemiringan (Grade Resistance)


Grade Resistance (GR) adalah besarnya gaya berat yang melawan atau

membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui. Jika jalur
jalan itu naik disebut kemiringan positif, Tahanan Kemiringan atau Grade
Resistance (GR) akan menalwan gerak kendaraan; tetapi sebaliknya, jika jalan itu
turun disebut kemiringan negatif, tahanan kemiringan akan membantu gerak
kendaraan (Gambar: 2.1 dan 2.2). (Sonny Wedhanto Diktat Kuliah Alat Berat
dan Pemindahan Tanah Mekanis page 48).

Sumber : Sonny Wedhanto Diktat Kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis

Gambar 2.1
GR Positif

Sumber : Sonny Wedhanto Diktat Kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis

Gambar 2.2
GR Negatif

2.3

Koefisien Traksi (CT)

Koefisien Traksi (CT) adalah faktor yang menunjukkan berapa bagian dari
seluruh kendaraan itu pada ban atau truck yang dapat dipakai untuk menarik atau
mendorong. Jadi CT adalah suatu faktor dimana jumlah berat kendaraan pada ban
penggerak itu harus dikalikan untuk menunjukkan Rimpull maksimum antara ban
dengan jaur jalan , tepat sebelum roda itu selip.(Prodjosumarto 1995)
Jika terdapat geseran yang cukup antara permukaan roda dengan
permukaan jalan, maka tenaga mesin tersebut data dijadikan tenaga traksi yang
maksimal. Besarnya CT tergantung pada:
1. Kondisi ban yang meliputi: macam dan bentuk kembangannya; untuk
crawlwer truck tergantung pada keadaan dan bentuk trucknya.
2. Kondisi permukaan jalan (basah, kering, keras, lunak, rata,bergelombang,
dan sebagainya)
3. Bert kendaran yang diterima oleh roda.
Tabel 2.1
Macam-macam CT berdasarkan Jalan

Sumber :Prodjosumarto

2.4

Tahanan Aerodinamis (Aerodynamic Resistance)


Menurut Suganda 1971 menyatakan bahwa tahanan aerodinamis pada

kendaraan dapat diakibatkan karena dua hal, yang pertama yaitu pressure drag
karena bentuk dari kendaraan dan gesekan pada permukaan kendaraan. Tahanan
aerodinamis dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
Ra = 0.5 x Cd x x AF
Keterangan :
Ra = Tahanan Aerodinamis (N)
Cd = Koefisien hambatan aerodinamis
= Density Udara (Kg/m3)
AF = Luas bagian depan kendaraan (m2)
2.5

Percepatan (Acceleration)
Percepatan

mempercepat

(Acceleration)

adalah

waktu

yang

diperlukan

untuk

kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak digunakan untuk


menggerakkan kendaran pada jalur tertentu. Lama waktu yang dibutuhkan untuk
mempercepat kendaraan tergantung pada beberapa faktor yaitu:
1. Berat kendaraan; semakin berat kendaraan beserta isinya, semakin lama
waktu yang dibutuhkan oleh kendaraan tersebut untuk menambah
kecepatannya.
2. Kelebihan Rimpull yang ada semakin besar kelebihan rimpull pada suatu
kendaraan, maka semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat.
3. Percepatan tak mungkin dihitung secara tepat, tetapi dapat diperkirakan
memakai rumus Hukum Newton. (Prodjosumarto 1995)
F = (W x a)
G
a = (F x g)
W
Keterangan Rumus:
F = Kelebihan Rimpul (lbs)
G = Percepatan karena gaya gravitasi = 32,2 ft/ det2
W = Berat kendaraan beserta isinya (lbs)
a = Percepatan (ft/ det2)
Tabel 2.2
Hubungan Faktor Kecepatan Dengan Jarak Yang Ditempuh

Sumber :Prodjosumarto

2.6

Kemampuan Produksi Alat


Untuk menghitung kemampuan produksi alat-alat mekanis, menggunakan

persamaan sebagai berikut :


1. Alat Muat
Kemampuan produksi pada alat muat dapat dirumuskan sebagai berikut :

60
Ctm
Qtm =

x Cam x F x E x Sf , (BCM/jam)

Keterangan :
Qtm

= Kemampuan produksi alat muat (BCM/jam)

CTm

= Waktu edar alat muat sekali pemuatan (menit)

Cam

= Kapasitas baku mangkuk alat muat (m3)

= Faktor pengisian (%)

= Effisiensi kerja (%)

Sf

= Swell factor

2. Alat Angkut
Didalam menghitung kemampuan produksi alat angkut dapat digunakan
persamaan sebagai berikut :

60
Cta
Qta = Na x

x Ca x F x E x Sf , BCM/jam

Keterangan :
Qta

= Kemampuan produksi alat angkut (BCM/jam)

Na

= Jumlah alat angkut (unit)

Cta

= Waktu edar alat angkut (menit)

Ca

= Kapasitas bak alat angkut (m3)


= n x Cam x F

= Jumlah pengisian alat muat untuk penuhi bak alat angkut

Cam

= Kapasitas mangkuk alat muat (m3)

= Faktor pengisian (%)

= Effisiensi kerja (%)

Sf

= Swell factor

(Partanto Pemindahan Tanah Mekanis)

2.7

Faktor Keserasian Kerja Alat (Match Factor)


Hubungan kerja antara dua alat atau lebih dikatakan serasi apabila produksi

alat yang melayani sama dengan produksi alat yang dilayani. Untuk mengetahui
keserasian alat angkut dan alat muat digunakan persamaan sebagai berikut :
Dimana :
MF

MF = (Na x Ltm) / (Nm x Cta)

= faktor keserasian

Na

= jumlah alat angkut yang dioperasikan

Nm = jumlah alat muat yang dioperasikan


Ltm = waktu pemuatan tiap alat angkut yang besarnya sama
jumlah pemuatan

dengan

dikalikan waktu edar (cycle time) alat muat,

(menit)
Cta = waktu edar (cycle time) alat angkut, (menit)
Dari persamaan diatas, ada tiga kemungkinan harga keserasian kerja yaitu :
MF 1, kemampuan produksi alat muat lebih besar dari pada kemampuan

1.

alat angkut, sehingga ada waktu tunggu bagian alat muat.


MF 1, kemampuan produksi alat muat sama dengan kemampuan produksi

2.

alat angkut jadi tidak ada waktu tunggu.


MF 1, kemampuan produksi alat angkut lebih besar dari pada kemampuan

3.

produksi alat muat, sehingga ada waktu tunggu bagi alat angkut. (Partanto
Pemindahan Tanah Mekanis)
2.8

Elevasi Letak Proyek


Elevasi berpengaruh terhadap hasil kerja mesin, karena kerja mesin

dipengaruhi olehtekanan dan t emperatur udara luar. Berdasarkan pengalaman,


kemiringan 1000 ft (300m) pertama dari permukaan laut, tidak akan berpengaruh
pada mesin-mesin empat tak, tetapi untuk selanjutnya setiap kemiringan 1000 ft ke
dua (dihitung dari permukaan laut) HP rata-rata berkurang sebesar 3%;
sedangkan pada mesin-mesin r2 tak, kemerosotannya berkisar 1%. (Sonny
Wedhanto Diktat Kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis page 57).
2.9

Fuel Ratio
Penggunaan bahan bakar pada setiap kendaraan untuk menjalankan suatu

pekerjaan berbeda-beda sesuai berat material yang dipindahkan. Fuel Ratio yaitu
suatu nilai rasio perbandingan penggunaan bahan bakar per jam (Liter/jam) dengan
produksi yang dihasilkan per jam (BCM/jam). Adapun faktor faktor yang
mempengaruhi dalam pembakaran bahan bakar pada suatu kendaraan, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Kemiringan jalan
Jarak angkut
Berat material yang diangkut
Cycle Time alat

Nilai fuel ratio dapat ditentukan (Riki Firdaus hal III-17) dengan rumus sebagai
berikut::
FR =

FC
R

Keterangan:
FR
= Fuel Ratio (Liter/BCM)
FC
= Konsumsi bahan bakar (Liter)
P
= Produksi (BCM)
2.10

Penggunaan Bahan Bakar


Penggunaan bahan bakar adalah kebutuhan dari setiap mesin pada suatu

kendaraan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:


1. Jarak angkut,
2. Kemiringan jalan,
3. Berat kendaraan,
4. Kecepatan,
5. Percepataan kendaraan,
6. Tahanan gulir,
7. Tahanan aerodinamis,
8. Sikap operator dan
9. Perawatan kendaraan
Di Setiap industry pertambangan yang berskala besar sering mengangkut
material lepas dengan jarak yang sangat jauh setiap tahun, sehingga bahan bakar
adalah faktor penting dalam memperhitungkan cost untuk setiap alat angkut.
Kebutuhan bahan bakar menjadi perhitungan penting dalam memperhitungkan
keuntungan dalam bisnis pertambangan. Dalam menghitung kebutuhan setiap
bahan bakar dapat ditentukan dengan persamaan (Benerje 2010). Dengan
memasukan parameter-parameter dari produsen kendaraan. Untuk menentukan
besarnya konsumsi bahan bakar dalam (kg/jam), dapat menggunakan rumus
sebagai berikut:

m = ma + mk
Keterangan:
m

= Masa pada konsumsi bahan bakar (kg/jam)

ma

= Masa pada konsumsi bahan bakar dari loading point ke


dumping point (kg/jam)

mk

= Masa pada konsumsi bahan bakar dari dumping point ke loading point
(kg/jam)
Dalam menghitung nilai ma dan mk dapat kita tentukan dari rumus sebagai

berikut:

ma + mk = (Pa x BFa) + (Pk x BFk)


Pa = Va x (a x Va2) + (b x WI)
Pb = Va x (a x Vk2) + (c x We)
Keterangan:
Pa

= Tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari loading point ke


dumping point.(kW)

Pk

= Tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari dumping point


ke loading point.(kW)

BFa

= Brake Spesific Fuel Consumption untuk loading point ke dumping point


(gram/kW.jam)

BFk

= Brake Spesific Fuel Consumption untuk dumping point ke loading point


(gram/kW.jam)

Va

= Kecepatan angkut rata-rata dari loading point ke dumping point (m/s)

Vk

= Kecepatan angkut rata-rata dari dumping point ke loading point (m/s)

a, b, c = Konstanta
Wa

= Berat kendaraan saat bermuatan material (kg)

Wk

= Berat kendaraan kosong (kg)


Untuk mencari konstanta a, b, c dapat dihitung dengan menggunakan rumus

sebagai berikut:
a

= 0.5 x Cd x x AF

= (g x cos x (f x Crr)) + (g x sin )

= (g x cos x (f x Crr)) - (g x sin )

Keterangan :
Cd

= Koefisien hambatan aerodinamis

= Density udara (Kg/m3)

AF

= Luas bagian depan kendaraan (m2)

= Percepatan gravitasi (m/s2)

= Sudut kemiringan jalan ()

= Koefisien gesekan ban dengan jalan

Crr

= Koefisien tahanan gulir

BFa

ra
Pa

BFb

rb
Pb

Keterangan :
r

= Laju konsumsi bahan bakar (gram/jam)

= Tenagan yang dihasilkan mesin (kW)


Rumus rumus diatas dapat menghitung kebutuhan bahan bakar setiap

ritase alat angkut (gram/jam). Untuk memperoleh nilai konsumsi bahan bakar per
jam alat angkut dihitung dengan menggunakan per ritase terhadap jumlah ritase jam
alat angkut. Hasilnya dibagi dengan densitas bahan bakar, sehingga didapatkan
konsumsi bahan bakar per jam.

FC

60
Ca
FD

mx

Keterangan :
FC

= Fuel Consumption (Liter/jam)

= masa konsumsi bahan bakar (kg/jam)

Ca

= Cycle Time alat angkut (menit)

FD

= Fuel density (gr/Liter)

2.11 Biaya Spare Part dan Maintanance


Kebutuhan spare part pada alat angkut, masing-masing alat berat dalam
kebutuhan per jam berbeda sesuai dengan kondisi pekerjaan, bahan pelumas yang
terdiri atas :
1.
2.
3.
4.
5.

Ban
oli mesin
oli transmisi
oli hidrolis
oli final drive

2.11.1 Ban
Umur ban dari alat sangat dipengaruhi oleh medan kerjanya di samping
kecepatan dan tekanan angin. Selain itu kualitas ban yang digunakan juga

berpengaruh. Umur ban

biasanya

diperkirakan sesuai kondisi medan

kerjanya dan juga dari jenis ban yang dipergunakan.


Harga Ban (Rupiah)
Biaya Ban =
Umur Kegunaan (jam)

2.11.2 Pelumas dan Filter

Biaya bahan pelumas = Kebutuhan Bahan Pelumas x Harga Pelumas


perliter
Sedangkan biaya filter biasanya diambil 50% dari jumlah biaya pelumas di
luar bahan bakar atau dalam rumus hitungan :

Jumlah Filter x Harga Filter


Biaya Filter per Jam =
Lama Penggantian Filter (jam)

2.11.3

Maintanance
Biaya perbaikan ini merupakan biaya perbaikan dan perawatan alat sesuai

dengan kondisi operasinya. Makin sering alat bekerja per jam makin besar pula
biaya operasinya. Biaya perbaikan (reparasi) alat dapat ditentukan dengan
menggunakan rumus berikut.
Faktor Perbaikan x (Harga mesin - Harga Ban)
Biaya Perbaikan =
Umur Kegunaan Alat (jam)

Dimana biasanya faktor perbaikan biasanya ditentukan berdasarkan


pengalaman.

III

RENCANA PENELITIAN
3.1 Jadwal Penelitian
Jadawal kegiatan penilitian di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

dilakukan pada selama 2 bulan tanggal 25 Apri 11 Juni 2016. Tahapan kegiatan
Penelitian dapat dijelaskan dengan matriks sebagai berikut :

Tabel 3.2
Matriks Kegiatan Penelitian

3.2 Peserta Penelitian


Adapun data peserta kegiatan penelitian di PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbkini adalah sebagai berikut :
Nama

: Devi Diansyah R. Pratama

NPM

: 10070112045

Fakultas/Prodi

: Teknik Pertambangan

3.3 Permohonan Fasilitas


Untuk mendukung terlaksananya dan kelancaran kegiatan Penelitian ini, maka
penulis mengharapkan sekiranya dari pihak perusahaan menyediakan fasilitas
berupa :
1.Tempat tinggal (mess) selama kegiatan berlangsung
2.Konsumsi selama kegiatan berlangsung.
3. Penyediaan alat-alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama kegiatan
Penelitian.
4.Penyediaan transportasi selama kegiatan berlangsung.
5.Peralatan dan perlengkapan penunjang kegiatan.
6. Biaya transportasi dari Bandung PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Bandung.

3.4 Penutup
Demikian proposal ini penulis ajukan, besar harapan penulis akan bantuan
semua pihak di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk demi kelancaran serta
suksesnya pelaksanaan peneliyian yang akan penulis laksanakan.

Bandung, April 2016

Devi Diansyah R. Pratama

Daftra Pustaka
1. Partanto. 1993. Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik
Pertambangan Institut Teknologi Bandung.
2. Firdaus, Riki. 2012Analisis Fuel Burning Rate Pada Truck Liebher
T282E,Skripsi Institut Teknologi Bandung.
3. Simatupang, Maragin, dkk, Pengantar Pertambangan Indonesia,
Asosiasi Pertambangan Indonesia.
4. Wedhanto, Sonny, 2009, Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis,
Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang.

Curriculum vitae
Alamat :
Komplek Gading Tutuka 1 Blok L1 No 12
telp:081222823010
E-mail: devirahmadita@gmail.com

Devi Diansyah R. Pratama

DATA PRIBADI

Jenis kelamin

Laki laki

Tempat, Tanggal Lahir

Bandung, 20 Desember 1994

Kewarganegaraan

Indonesia

Agama

Islam

Status

Belum Menikah

Alamat

Komplek Gading Tutuka 1 Blok L1 no 12 Kab


Bandung, Jawa Barat

Telepon / HP

081222823010

Email

devirahmadita@gmail.com

Hobi

Membaca, Memimpin Rapat, berorganisasi

PENDIDIKAN FORMAL

Sekolah Dasar N 3 Cingcin, Kec. Katapang Kab. Bandung (2001 2006)

SMP Negeri 1 Soreang, Kec. Soreang Kab. Bandung (2006 2009)

SMA Negeri 1 Soreang, Kec. Soreang Kab. Bandung (2009 2012)

Universitas Islam Bandung (2012 Sekarang)

PENDIDIKAN NONFORMAL
Privat Study Ganesha Operation
LIA (Lembaga Inggris Amerika)

PENGALAMAN ORGANISASI

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan UNISBA Periode (2014-2015)

(Sedang Menjabat)

Kordinator Divisi Kepemimpinan dan Politik OSIS (2010-2011)

Ketua Remaja Masjid Komplek Gading Tutuka 1

Prestasi Akademik

No.

1
2
3
4

Penyelengga
ra

Tingkat
(Kampus/Lokal
/ Wil/ Nas/
Internasional)

Nama Prestasi

Peringkat

Kelompo
k/
Individu

CERDAS CERMAT

KELOMP
OK

PEMDA
KABUPATEN

WILAYAH

CALISTUNG

KELOMP
OK

PEMDA
KABUPATEN

WILAYAH

PIDATO SUNDA

INDIVIDU

PEMDA
KABUPATEN

WILAYAH

RANK 3 BESAR
UMUM SE SMA 1
SOREANG

INDIVIDU

SMAN 1
SOREANG

WILAYAH

BINTANG KELAS
XI DAN KELAS XII
SMAN 1
SOREANG

INDIVIDU

SMAN 1
SOREANG

WILAYAH

Bandung, Maret 2016

Devi Diansyah R.
Pratama

Selama Masih Diberi Nafas Tiada Kata


Lelah Dlm Berjuang