Anda di halaman 1dari 44

LEMBAR TUGAS MANDIRI

QBD-5
SINTHA OLISIA
1406545043
PB-14
FAKULTAS FARMASI

Praktikum 1: Lifting and Moving


1. Bagaimana cara mengangkat dan
memindahkan korban yang membutuhkan
bantuan hidup dasar!

Teknik lifting and moving dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan


situasi yang dihadapi yaitu perpindahan gawat-darurat dan
nongawat-darurat
1. Gerakan Mengangkat dan Memindahkan Darurat
Shirt Drag

1. Gerakan Mengangkat dan Memindahkan


Darurat
One Rescuer Crutch

One rescuer crutch

craddle carry

firefighters carry

2. Gerakan Mengangkat dan Memindahkan


Tidak Darurat
Direct Ground Lift

Praktikum 1
2. Sebutkan alat proteksi diri yang dibutuhkan
tenaga kesehatan saat menolong korban

Masker

Praktikum 2
Bleeding Control,
Fiksasi Imobilisasi

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

1.

Bagaimana cara melakukan imobilisasi pada


pasien yang dicurigai terkena patah tulang

Patah ulang harus diimobilisasi untuk mencegah

memburuknya cedera.
Fiksasi dan imobilisasi adalah tindakan untuk membuat
tubuh korban tidak tergeser atau berubah posisi.
Tindakan ini berguna terutama pada proses perpindahan
korban dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuan
utama fiksasi imobilisasi adalah bagaimana mentransfer
pasien sebaik dan senormal mungkin sehingga siap
untuk dilakukan penanganan di tempat rujukan.
Pembalutan merupakan salah satu cara yang dapat
digunakan untuk imobilisasi fraktur

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

CONTD
Bagaimana cara melakukan imobilisasi pada
pasien yang dicurigai terkena patah tulang

1.

Cara melakukan imobilisasi pada pasien yang dicurigai

terkena patah tulang, antara lain:

Ukur
2
3
4
5
6

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

1.

CONTD
Bagaimana cara melakukan imobilisasi pada
pasien yang dicurigai terkena patah tulang

Cara melakukan imobilisasi pada pasien

Balut
yang dicurigai terkena patah tulang, antara

lain:
9
1
0
1
1
12

13

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

2.

Jelaskan prinsip dari menghentikan perdarahan


Terdapat 2 metode kontrol pendarahan, yaitu:

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

2.

Contd
Jelaskan prinsip dari menghentikan perdarahan
Prosedur dalam
Menghentikan Perdarahan

Tenangkan korban

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

3.

Melakukan Tindakan Pembalutan Oklusif pada


Luka Usus Terburai

Prosedur Tindakan Pembalutan Oklusif pada Luka Usus Terburai,

antara lain:
Posisikan korban telentang dengan lutut naik (tertekuk).

Contd

Praktikum 2: Bleeding
Control, Fiksasi Imobilisasi

4.

Melakukan Tindakan Pembalutan Oklusif pada


Luka Dada Terbuka open pneumothorax (Kasa
3 Sisi)

Persiapan Pasien

Contd
Tahapan Prosedur

Penatalaksanaan kasus pneumotoraks terbuka dilakukan dengan terlebih

Cont
Plester pada sisi bawah.

Tentu saja berikan oksigen, dan bantu pernapasan jika diperlukan

PRAKTIKUM 3
1. Jelaskan langkah Bantuan Hidup Dasar
(BHD) / Resusitasi Jantung Paru (RJP) !

Langkah Bantuan Hidup Dasar (BHD)

1. Mengamankan situasi/keadaan

4. Membuka jalan nafas korban

7. Melakukan bantuan pernafasan

Praktikum 3
2. Jelaskan perbedaan pertolongan
pertama pada korban dalam kehidupan
sehari-hari dan saat bencana?

Perbedaan pertolongan pertama saat kejadian sehari-hari


dengan saat bencana dapat ditinjau dari segi penolong dan
perlengkapan

Penolong

PRAKTIKUM 4
Vertical dan Water
Rescue, APAR

Praktikum 4: Vertical dan Water


Rescue, APAR

1.

Jelaskan prinsip vertical rescue dan water


rescue
Prinsip vertical rescue

Contd

tahapan melakukan vertical rescue : (1/2)

Contd

tahapan melakukan vertical rescue : (2/2)

Praktikum 4: Vertical dan Water


Rescue, APAR

1.

Jelaskan prinsip vertical rescue dan water


rescue

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

1.Reach

Cara yang dapat


dilakukan pada
Reach
(2 Penolong)
water
rescue

Cara yang dapat


dilakukan pada
Reach
(Menggunakan Galah)
water
rescue

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

2. Throw

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

3. Row

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

4. Go

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

5. TOW / CARRY

Cara yang dapat dilakukan


pada water rescue

PERTOLONGAN KORBAN TIDAK RESPON

Praktikum 4: Vertical dan Water


Rescue, APAR

2.

Jelaskan prinsip pemadaman api menggunakan


alat pemadam api ringan (APAR)

Alat pemadam api ringan adalah alat yang ringan serta mudah dilaya

Pin, melepaskan Pin (Pull)


Arahkan nozzle ke titik api (Aim)
Semprot (Squeeze)
Sapu (Sweep)

Contd

Sebelum menggunakan APAR, tekanan APAR harus dicek terlebih

REFERENSI
Lestari, fatma, dkk. 2016. Buku Panduan Praktikum (Modul Bencana
RIK). Depok : Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia.
Bruce J.Simon. The Journal of Trauma_ Injury, Infection, and Critical
CareJ Trauma. 2005;59:12561267. Available from:
http://www.jtrauma.com/pt/re/jtrauma/pdfhandler.
Departemen Kesehatan Republik Indonesi. (2006). Tanggap darurat
Bencana ( Safe Community Modul 4 ). Jakarta.
Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medis Departemen Kesehatan
Republik Indonesia. (2006). Seri Penanggulangan Penderita gawat
Darurat/ General Emergency Life Support : Sistem Penanganan Darurat
Terpadu. Cetakan Ketiga. Jakarta.
Bruce J.Simon. The Journal of Trauma_ Injury, Infection, and Critical
CareJ Trauma. 2005;59:12561267. Available from:
http://www.jtrauma.com/pt/re/jtrauma/pdfhandler
Sharma A, Jindal P. Principles of diagnosis and management of
traumatic pneumothorax. J Emerg Trauma Shock [serial online] 200
[cited 2011 Apr 8];1;34-41. Available from:
http://www.onlinejets.org/text.asp?2008/1/1/34/41789