Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA DASAR

KARBOHIDRAT

DISUSUN OLEH :
NAMA

JUNIFER TULUNGEN

NIM

13533030

KELAS

KELOMPOK

1 (SATU)

UNIVERSITAS NEGERI MANADO


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
2015

A. Judul Percobaan : Karbohidrat


B. Tujuan Percobaan:
1. Untuk mengekstraksi/mengisolasi serta menentukan kadar amilum (pati) yang terkandung
dalam umbi kentang.
2. Untuk mengamati reaksi dan perubahan warna yang terjadi ketika dilakukan uji iodium pada
larutan amilum dalam suasana asam, basa dan netral saat dipanaskan.

C. Dasar Teori

Karbohidrat terdapat dalam semua tumbuhan dan hewan dan penting bagi kehidupan. .
Melalui fotosintesis, tumbuhan mengonversi karbondioksida di atmosfer menjadi karbohidrat,
terutama selulosa, pati dan gula. Selulosa ialah blok pembangun pada dinding sel yang kaku dan
jaringan kayu dalam tumbuhan, sedangkan pati ialah bentuk cadangan utama dari karbohidrat
untuk nantinya digunakan sebagai makanan atau sumber energi. Tumbuhan yang menghasilkan
sukrosa, yaitu gula pasir. Kata karbohidrat timbul karena rumus molekul senyawa ini dapat
dinyatakan sebagai hidrat dari karbon. Contohnya glukosa memiliki rumus molekul C 6H12O6
yang dapat ditulis sebagai C6(H2O)6. Meskipun jenis rumus ini tidak berguna dalam mempelajari
kimia karbohidrat, nama kuno ini tetap dipertahankan (Hart, dkk, 2003).
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, hampir 80% dari yang
didapat oleh tubuh manusia terutama bangsa-bangsa yang ada di Asia Tenggara berasal dari
karbohidrat. Walaupun jumlah kalori yang dihasilkan oleh 1 gram karbohidrat hanya 4 kalori,
namun bila dibandingkan dengan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang
murah(Sultanry dan Kaseger, 1985).

Berdasarkan jumlah monomer pembentuk suatu karbohidrat maka dapat dibagi atas tiga
golongan besar, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida. Istilah sakarida berasal dari
bahasa latin dan mengacu pada rasa manis senyawa karbohidrat sederhana. (Patong, 2011).
1. Monosakarida
Monosakarida atau gula sederhana, terdiri dari hanya satu unit polisakarida aldehida atau
keton. Oligosakarida (bahasa Yunani oligos, sedikit) terdiri dari rantai pendek unit monosakarida
yang digabungkan bersama-sama oleh ikatan kovalen. Diantaranya disakarida, yang mempunyai
dua unit monosakarida.
2. Disakarida
Disakarida merupakan Senyawa yang terbentuk dari gabungan 2 molekul atau lebih
monosakarida. Contoh disakarida ialah sukrosa, maltosa dan laktosa.

3. Polisakarida
Amilum merupakan salah satu jenis polisakarida yang terdapat banyak di alam,
yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut pati
terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian. (Poedjiadi, 1994).
Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari
glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. Amilosa terdiri atas 250-300
unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1,4-glikosidik, jadi molekulnya merupakan rantai
terbuka.

Beberapa cara menganalisa karbohidrat (amilum) secara kualitatif diantaranya :

Uji Molisch,jika timbul cincin merah ungu (positif amilum).


Uji Benedict, terbentuk larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya

endapan (positif amilum).


Uji Iodin, warna biru (positif amilum).
Adapun fungsi dari karbohidrat diantaranya

Sumber energi
Pemberi rasa manis pada makanan
Penghemat protein
Pengatur metabolisme lemak
Membantu pengeluaran feses
D.
a.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan :
Pembakar Spiritus, Pemanas
Pisau,timbangan
Mortar
Saringan teh
Batang Pengaduk
Gelas piala 250 mL
Gelas ukur 100 mL
Tabung reaksi
Pipet tetes

Bahan yang digunakan :


1. Kentang (Solanum tuberosum)
2. Etaol 95%
3. Larutan amilum
4. HCl 6 M
5. NaOH 6 M
6. Aquades
7. Larutan iod

E. Prosedur Kerja
1. Isolasi amilum (pati) dari kentang
o Dikupas kentang sebanyak 300 gram dan dicuci sampai bersih.
o Ditimbang gelas piala 250 mL dalam keadaan kosong untuk melihat massa awal gelas
piala sebelum dimasukkan kentang di dalamnya. Setelah kentang dikupas, kentang
diparut kemudian dimasukkan ke dalam gelas piala.

o Ditimbang kembali gelas ukur yang sudah diisi dengan kentang untuk melihat massa total
kentang (kentang yang telah diparut dibuat hingga mencapai massa bersih 100 gram).
o Ditambahkan akuades sebanyak 100 mL ke dalam parutan kentang lalu diaduk-aduk
dengan batang pengaduk selama beberapa menit. Campuran tersebut kemudian disaring.
o Diulangi kembali proses yang sama untuk kedua kali yaitu parutan kentang di dalam
gelas piala ditambahkan lagi akuades sebanyak 100 mL, diaduk-aduk lalu disaring, dan
cairan hasil saringan ditampung dalam gelas piala yang sebelumnya sudah menampung
hasil saringan yang pertama, setelah itu residu kentang dapat dibuang/disisihkan.
o Cairan yang telah ditampung dibiarkan/didiamkan selama 5 menit hingga tampak ada
endapan putih di bagian bawah gelas piala.
o Cairan yang di bagian atas gelas didekantasi ke dalam wadah yang lain. Kemudian
endapan amilum dicampur lagi dengan 100 mL akuades dan didiamkan hingga terbentuk
endapan. Setelah terbentuk endapan, cairan di bagian atas didekantasi lagi ke wadah yang
lain.
o Endapan yang diperoleh kemudian disuspensi lagi dengan 100 mL etanol 95% dan
didiamkan hingga terbentuk endapan, setelah terbentuk endapan, kembali cairan bagian
atas gelas piala didekantasi hingga tersisa endapan putih (amilum) dalam gelas piala.
o Dikeringkan hingga dalam bentuk serbuk putih, lalu gelas piala tersebut ditimbang
kembali untuk mendapatkan massa serbuk putih (amilum).
o Dihitung kadar amilum yang diperoleh

Uji iodium untuk amilum


o Disiapkan 3 tabung reaksi masing-masing berisi larutan amilum sebanyak 3 mL.
o Pada tabung reaksi pertama larutan amilum dicampurkan dengan akuades sebanyak 3
tetes, dikocok dan dilihat perubahan yang terjadi.
o Pada tabung reaksi kedua larutam amilum dicampurkan dengan NaOH sebanyak 3 tetes,
dikocok dan dilihat perubahan yang terjadi.

o Pada tabung reaksi ketiga larutan amilum dicampurkan dengan HCl sebanyak 3 tetes,
dikocok kemudian dilihat perubahan yang terjadi
o Ditetesi iod sebanyak 5-6 tetes pada ketiga tabung reaksi. Dicatat perubahannya.
F. Hasil Pengamatan
1. Isolasi Amilum dari Kentang
Massa amilum yang diisolasi : gram
Massa total Kentang yang digunakan : 100 gram
Kadar Amilum :

2. Uji iodida untuk Amilum


Perubahan

Tabung II

Tabung III

(Amilum + Air)
Putih keruh

(Amilum + Basa)
Putih keruh

(Amilum + Asam)
Putih keruh

Biru kehitaman

Putih keruh

Biru kehitaman

iod
Warna setelah

Putih kebiruan

Putih keruh

Putih kebiruan

dipanaskan
Warna setelah

Biru kehitaman

Putih keruh

Biru kehitaman

Warna sebelum

Tabung I

ditambahkan larutan
iod
Warna setelah
ditambahkan larutan

didinginkan

G. Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan 2 percobaan yaitu mengekstraksi/mengisolasi amilum yang
terkandung pada kentang dan mengamati reaksi dan perubahan warna ketika dilakukan uji
iodium dalam suasana asam, basa,dan netral.
Proses isolasi amilum pada kentang,Kentang terlebih dahulu harus dikupas, dicuci, dan
ditimbang sebanyak 100 gram lalu dihomogenasikan dengan 200 mL air pada 2x penyaringan
(masing masing 100 ml) sehingga terbentuk suspensi. Campuran tersebut disaring dengan kain
kasa atau penyaring teh dan cairannya ditampung dalam gelas piala sedangkan residunya
dibuang. Cairan tersebut dibiarkan mengendap selama beberapa menit. Setelah terbentuk
endapan,cairannya dibuang.Endapan yang terbentuk ditambahkan lagi dengan 100 mL air atau
dengan kata lain dibilas. Kemudian didekantasi dengan 100 mL etanol 95%. (Etanol berfungsi
untuk melarutkan bahan-bahan organik yang tidak larut dalam air dan agar filtrat yang tersisa
hanya amilum saja)setelah itu diamkan selama bebarapa menit disaring dengan penyaring.
Setelah itu amilum dikeringkan dalam oven selama beberapa menit setelah kering ditimbang.
Dicacat hasil penimbangan dan dihitung kadar amilum dalam kentang.
Hasil dari percobaan yang dilakukan diperoleh berat amilum sebesar
amilum yang terdapat pada kentang adalah

gram dan kadar

%. Kadar amilum yang diperoleh sedikit,

beberapa faktor yang memepengaruhi jumlah amilum seperti:


a) kurang teliti dalam kalibrasi neraca,
b) masih adanya amilum yang belum terisolasi, masih ada yang menempel pada mortar
dan alu,masih ada yang menempel pada gelas piala
c) banyaknya amilum yang jatuh setelah dikeringkan.
d) Selain itu penimbangan amilum yang kami peroleh tidak langsung ditimbang pada
hari praktikum, karena tidak dapat digunakannya oven (listrik padam).

Percobaan berikutnya yaitu melihat reaksi yang terjadi ketika dilakukan uji iodium pada
larutan amilum. Uji iodida ini dilakukan 3 macam perlakuan yakni dengan penambahan air yang
mewakili suasana netral, HCl yang mewakili suasana asam, dan NaOH yang mewakili suasana
basa.
Pertama-tama disediakan 3 tabung reaksi, masing-masing diisi dengan amilum 3 mL,
setelah itu, tabung reaksi I ditambahkan 3 tetes akuades, tabung reaksi II ditambahkan 3 tetes
HCl 1 M, dan tabung reaksi III ditambahkan 3 tetes NaOH 6 M. Kemudian, setelah masingmasing ditambahkan reagen, tiap tabung reaksi ditambahkan lagi larutan iodin 0,01 M sebanyak
3 tetes.Tabung I, pada suasana netral, apabila amilum ditambahkan dengan air maka tidak terjadi
perubahan yaitu larutan berwarna bening. Tapi, ketika larutan amilum direaksikan dengan iodium
maka akan terbentuk warna biru namun ketika dipanaskan warnanya akan kembali menjadi
bening halini karena molekul molekulnya merenggang.
Tabung II pada suasana asam, ketika amilum ditambahkan dengan HCl tidak terjadi
perubahan apapun. Tapi, ketika direaksikan dengan iod akan terbentuk warna biru sama seperti
tabung I warnanya akan hilang jika dipanaskan dan akan kembali biru jika didinginkan.
Tabung III pada suasana basa, yaitu dengan menggunakan NaOH tidak terjadi perubahan
warna yaitu larutan bening. Begitu juga pada saat penambahan larutan iod, pemanasan, dan
ketika didinginkan larutan tetap bening.

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa:
1. Kadar amilum dalam kentang
%.
2. Reaksi yang terjadi ketika dilakukan uji iodium pada larutan amilum

Penambahan air yang mewakili suasana netral Warnanya menjadi biru ketika dingin dan

menjadi bening jika dipanaskan


HCl yang mewakili suasana asam Warnanya menjadi biru ketika dingin dan menjadi

bening jika dipanaskan


NaOH yang mewakili suasana basa tidak terjadi perubahan warna baik dalam keadaan
panas maupun dingin.

I. Daftar Pustaka
Tim dosen Praktikum Biokimia Dasar. 2015.

Penuntun Praktikum Biokimia,

Laboratorium Biokimia FMIPA Universitas Negeri Manado.


Hart, H., Craine, L. E., dan Hart, D. J., 2003, Kimia Organik edisi sebelas, diterjemahkan

oleh Suminar Setiati Achmadi, Erlangga, Jakarta


Sultanry & Kaseger. 1985. Kimia Pangan. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri

Bagian Timur, Makassar.


Patong, A. R., 2011, Laporan Praktikum Biokimia, Laboratorium Biokimia FMIPA
Universitas Hasanuddin, Makassar.