Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
Persoalan yang senantiasa menjadi sorotan dalam dunia pendidikan masih saja
seputar kulitas output (lulusan) yang ditandai dengan rendahnya standar nilai ujian
akhir nasional yang ditetaokan pemerintah. Rendahnya standar yang ditetapkan
pemerintah ini secara tidak langsung menggambarkan harapan kita terhadap
kualitas lulusan yang rendah pula. Namun demikian di sisi lain ternyata bahwa,
sebagian besar para praktisi pendidikan di lapangan sangat resah dengan adanya
aturan penetapan standar kelulusan siswa tersebut, mengingat kulitas
prosesnyayang masih belum dapat menjamin pencapaian angka standar.
Persoalan disparitas dalam aspek kualitas proses dan kualitas hasil pendidikan ini, di
samping factor-faktor yang lain, juga dipengaruhi oleh ketidakadilan pemerintah
dalam menerapkan kebijakan bidang pendidikan. Hal ini (ketidakadilan dalam
penerapan kebijakan bidang pendidikan), sangat dirasakan terutama oleh lembaga
pendidikan swasta (private education) misalnya dalam distribusi bantuan anggaran
biaya operasional pendidikan, distribusi bantuan tenaga kependidikan (guru) ke
sekolah-sekolah , distribusi bantuan baik yang berbentuk pengadaan saranaprasarana dan fasilitas pendidikan, distribusi pemberian beasiswa, distribusi
peluang dan kesempatan mengakses informasi tentang pendidikan.
Implikasi yang nyata dari ketidakadilan ini adalah terjadinya disparitas mutu hasil
pendidikan yang sangat tajam. Bagaimana mungkin untuk kurikulum (materi),
tujuan, target penguasaan materi dan dengan alat ukur yang sama kita dapat
memperoleh hasil pendidikan yang sama apabila sarana-prasarana, fasilitas,
financial, dan tenaga kependidikan ynag jauh berbeda secara kualitas maupun
kuantitasnya. Mutu hasil pendidikan sangat ditentukan oleh tingkat kualitas proses.
Sementara kualitas proses sangat dipengaruhi oleh keberadaan fasilitas, sarana,
tenaga guru (SDM), serta financial.