Anda di halaman 1dari 1

Case Detection Rate ~Case Detection Rate ialah banyaknya jumlah yang dinyatakan sebagai

penderita yang telah ditemukan dibandingkan dengan jumlah penderita yang masih diperkirakan
pada wilayah tertentu.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya Case Detection Rate dapat berupa :
1. Kesulitan saat mengeluarkan dahak meskipun telah dibantu dengan pemberian
mukolitikekspektoran. Hal tersebut biasanya ada pada penderita TB yang pada umumnya
telah melakukan pengobatan dengan obat anti tuberkulosisis.
2. Program TB anya mengandalkan Passive Case Finding (PCF) untuk menjaring kasus TB
3. Penerapan serta pengupayaan estimasi prevelensi kasus BTA posistif TB dengan
keseuruhan serta merata
4. Penjaringan terlalu longgar, sehingga akan mememnuhi kriteria
5. Kesulitan dalam memperoleh dahak untuk pemeriksaan diagnostik baik pada dewasa
maupun anak perlu segera diatasi. Perlu dicari prosedur alternatif pemeriksaan dahak
yang bisa dilakukan di tingkat primer.
Sehingga upaya untuk menggerakkan partisipasi masyarakat terhadap TB perlu dilakukan sejak
dini. Misalnya saja, status Posyandu Mandiri dapat ditingkatkan perannya menjadi Posyandu
Mandiri Plus Penanggulangan TB untuk meningkatkan penjaringan kasus di tingkat akar rumput.
Target dari pencarian kasusu CDR ditentukan berdasarkan estimasi prevelensi TB sebesar 107
kasus/ 100.000 penduduk. Pendekatan yang dilakukan juga berdasarkan keakuratan, sehingga
menyebabkan target jumlah kasus BTA positif terlalu tinggi (atau sebaliknya terlalu rendah)
untuk suatu provinsi, kota, kabupaten, maupun kecamatan.
- See more at: https://idtesis.com/pengertian-case-detection-rate-dan-faktor-penghambatpengukuran/#sthash.R3CGkUcP.dpuf