Anda di halaman 1dari 11

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Kesehatan Reproduksi Remaja
1. Pengertian Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan reproduksi menurut WHO dalam BKKBN (2007)
adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan
hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang
berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Dapat juga diartikan suatu keadaan dimana manusia dapat
menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi
dan proses reproduksinya secara sehat dan aman (Widyastuti,
2009).
2. Remaja
a. Pengertian Remaja
Menurut Eriyani

(2009)

remaja

pada

umumnya

didefenisikan sebagai orang-orang yang mengalami masa


peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja (adolescence)
adalah mereka yang berusia 10-19 tahun. Sementara dalam
terminologi lain PBB menyebutkan anak muda (youth) untuk
mereka yang berusia 15-24 tahun. Ini kemudian disatukan
dalam sebuah terminologi kaum muda (young people) yang
mencakup 10-24 tahun. Sementara itu dalam program BKKBN
disebutkan bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara
10-24 tahun. Menurut Hurlock (2008), masa remaja adalah
masa yang penuh dengan kegoncangan, taraf mencari identitas
diri dan merupakan periode yang paling berat. Menurut
Sarwono (2007) remaja adalah mereka yang telah meningalkan
masa kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan
menuju masa pembentukan tanggung jawab.

b. Anatomi dan Fungsi Organ Reproduksi


1) Wanita
5

Organ reproduksi wanita terbagi menjadi organ


reproduksi bagian luar dan organ reproduksi bagian dalam.
Organ reproduksi bagian luar:
a) Vulva, yaitu daerah organ kelamin luar pada wanita
yang meliputi labia majora, labia minora, mons
pubis,

bulbus

vestibuli,

vestibulum

vaginae,

glandula vestibularis major dan minor, serta


orificium vaginae.
b) Labia majora, yaitu berupa dua buah lipatan bulat
jaringan lemak yang ditutupi kulit dan memanjang
ke bawah dan ke belakang dari mons pubis.
c) Mons pubis, yaitu bantalan berisi lemak yang
terletak di permukaan anterior simfisis pubis.
Setelah pubertas, kulit mons pubis akan ditutupi
oleh rambut ikal yang membentuk pola tertentu.
d) Payudara / kelenjar mamae yaitu organ yang
berguna untuk menyusui.
Organ reproduksi bagian dalam:
a) Labia minora, yaitu merupakan labia sebelah
dalam dari labia majora, dan berakhir dengan
klitoris, ini identik dengan penis sewaktu masa
perkembangan janin yang kemudian mengalami
atrofi. Di bagian tengah klitoris terdapat lubang
uretra untuk keluarnya air kemih saja.
b) Hymen, yaitu merupakan selaput tipis yang
bervariasi

elastisitasnya

berlubang teratur

di

tengah, sebagai pemisah dunia luar dengan organ


dalam. Hymen akan sobek dan hilang setelah wanita
berhubungan

seksual

(coitus)

atau

setelah

melahirkan.

c) Vagina, yaitu berupa tabung bulat memanjang terdiri


dari otot-otot melingkar yang di kanankirinya

terdapat kelenjar (Bartolini) menghasilkan cairan


sebagai pelumas waktu melakukan aktifitas seksual.

d) Uterus (rahim), yaitu organ yang berbentuk seperti


buah peer, bagian bawahnya mengecil dan berakhir
sebagai leher rahim/cerviks uteri. Uterus terdiri dari
lapisan otot tebal sebagai tempat pembuahan,
berkembangnya janin. Pada dinding sebelah dalam
uterus selalu mengelupas setelah menstruasi.

e) Tuba uterina (fallopi), yaitu saluran di sebelah kiri


dan kanan uterus, sebagai tempat melintasnya sel
telur/ovum.

f) Ovarium, yaitu merupakan organ penghasil sel telur


dan

menghasilkan

hormon

esterogen

dan

progesteron. Organ ini berjumlah 2 buah.

Fungsi organ:
a) Organ-organ reproduksi tersebut mulai berfungsi
saat menstruasi pertama kali pada usia 10-14 tahun
dan sangat bervariasi. Pada saat itu, kelenjar
hipofisa mulai berpengaruh kemudian ovarium
mulai bekerja menghasilkan hormon esterogen dan
progesteron. Hormon ini akan mempengaruhi
uterus pada dinding sebelah dalam dan terjadilah
menstruasi. Setiap bulan pada masa subur, terjadi
ovulasi dengan dihasilkannya sel telur / ovum
untuk dilepaskan menuju uterus lewat tuba uterina.
Produksi hormon ini hanya berlangsung hingga
masa menopause, kemudian tidak berproduksi lagi.
Kelenjar payudara juga dipengaruhi oleh hormon ini
sehingga payudara akan membesar.

2) Pria

Alat kelamin pria juga dibedakan menjadi alat kelamin


pria bagian luar dan alat kelamin pria bagian dalam.
Organ reproduksi bagian luar:
a) Penis, yaitu organ reproduksi berbentuk bulat
panjang yang berubah ukurannya pada saat aktifitas
seksual. Bagian dalam penis berisi pembuluh darah,
otot dan serabut saraf. Pada bagian tengahnya
terdapat saluran air kemih dan juga sebagai cairan
sperma yang di sebut uretra.
b) Skrotum, yaitu organ yang tampak dari luar
berbentuk bulat, terdapat 2 buah kiri dan kanan,
berupa kulit yang mengkerut dan ditumbuhi rambut
pubis.
Organ reproduksi bagian dalam:
a) Testis, yaitu merupakan isi skrotum, berjumlah 2
buah, terdiri dari saluran kecil-kecil membentuk
anyaman,

sebagai

tempat

pembentukan

sel

spermatozoa.
b) Vas deferens, yaitu merupakan saluran yang
membawa sel spermatozoa, berjumlah 2 buah.
c) Kelenjar prostat, yaitu merupakan sebuah kelenjar
yang menghasilkan cairan kental yang memberi
makan sel-sel spermatozoa serta memproduksi
enzim-enzim.
d) Kelenjar vesikula seminalis, yaitu kelenjar yang
menghasilkan

cairan

untuk

kehidupan

sel

spermatozoa, secara bersama-sama cairan tersebut


menyatu dengan spermatozoa menjadi produk yang
disebut semen, yang dikeluarkan setiap kali pria
ejakulasi.

Fungsi organ:

Organ-organ tersebut mulai berfungsi sebagai sistem


reproduksi dimulai saat pubertas sekitar usia 11 -14 tahun.
Aktifitas yang diatur oleh organ-organ tersebut antara lain:
a) Keluarnya semen atau cairan mani yang pertama
kali. Hal ini berlangsung selama kehidupannya.
b) Organ testis yang menghasilkan sel spermatozoa
akan bekerja setelah mendapat pengaruh hormon
testosteron yang dihasilkan oleh sel-sel interstisial
Leydig dalam testis.

c. Perkembangan Fisik pada Masa Remaja


Menurut Mukhatib (2009) dalam perkembangan remaja,
perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik. Tubuh
berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang
dewasa yang disertai dengan berkembangnya kapasitas
reproduktif.
1. Ciri-Ciri Seks Sekunder
Pada remaja ditandai dengan tumbuhnya rambut
pubik/bulu kopak disekitar kemaluan dan ketiak, terjadi
prubahan suara, tumbuh kumis dan tumbuh gondok laki /
jakun. Sedangakan pada wanita ditandai dengan tumbuh
rambut pubik/ bulu kapok disekitar kemaluan dan ketiak,
bertambah besar buah dada dan bertambah besarnya
pinggul.
a) Perubahan eksternal
Pembeda

Perempuan

Laki-laki

Usia 17 dan 18 tahun Rata-rata


Tinggi

anak

mencapai tinggi yang laki-laki setahun


matang.

sesudahnya.

Peruahan berat badan mengikuti jadwal


Berat

yang sama dengan perubahan tinggi

10

Berbagai
Proporsi Tubuh

anggota

tubuh

lambat

laun

mencapai perbandingan tubuh yang baik.

b) Perubahan internal
(1) Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi
terlampau berbentuk pipa, usus bertambah besar,
hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah
panjang.
(2) Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada
usia 17-18 tahun beratnya 12 kali berat pada waktu
lahir.
(3) Sistem Pernapasan
Kapasitas paru-paru remaja perempuan hampir
matang pada usia 17 tahun, remaja laki-laki
mencapai tingkat kematangan beberapa tahun
kemudian.
(4) Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada
usia

18

tahun

Jaringan.

Selain

tulang

terusberkembang sampai tulang mencapai umuran


matang, khususnya bagi perkembangan jaringan
otot.
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Reproduksi
Remaja
Kesehatan reproduksi remaja dipengaruhi oleh beberapa hal
yaitu: kebersihan alat-alat genital, akses terhadap pendidikan
kesehatan, hubungan seksual pranikah, penyakit menular
seksual (PMS), pengaruh media massa, akses terhadap
pelayanan

kesehatan

reproduksi

yang

terjangkau,

dan

hubungan yang harmonis antara remaja dengan keluarganya


(Mukhatib, 2009).
1) Kebersihan organ-organ genital
Kesehatan reproduksi remaja

ditentukan

dengan

bagaimana remaja tersebut dalam merawat dan menjaga


kebersihan alat-alat genitalnya. Bila alat reproduksi lembab

11

dan basah, maka keasaman akan meningkat dan itu


memudahkan pertumbuhan jamur. Remaja perempuan lebih
mudah

terkena

infeksi

genital

bila

tidak

menjaga

kebersihan alat-alat genitalnya karena organ vagina yang


letaknya dekat dengan anus.
2) Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang
penularannya terutama melalui hubungan seksual. Cara
penularannya tidak hanya terbatas secara genital-genital
saja, tetapi dapat juga secara oro-genital, atau ano-genital.
Sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini
tidak hanya terbatas pada daerah genital saja, tetapi juga
pada daerah-daerah ekstra genital. Penyakit menular seksual
juga dapat terjadi dengan cara lain yaitu kontak langsung
dengan alat-alat seperti handuk, pakaian, termometer dan
lain-lain. Selain itu penyakit menular seksual dapat juga
ditularkan oleh ibu kepada bayinya ketika di dalam
kandungan.
Penyakit menular seksual yang umum terjadi di
Indonesia antara lain: gonore, vaginosis bakterial, herpes
simpleks, trikomoniasis, sifilis, limfogranuloma venerium,
ulkus mole, granuloma inguinale, dan Acquired immune
deficiency syndrom (AIDS).

e. Cara Merawat Organ Reproduksi


1. Cara pemeliharaan organ

reproduksi

remaja

perempuan
a) Tidak memasukan benda-benda asing ke dalam
vagina.
b) Menggunakan celana dalam yang menyerap keringat.
c) Tidak menggunakan celana yang terlalu ketat.
d) Pemakaian pembilas/sabun vagina secukupnya, tidak
berlebihan.
e) Cuci Bersih Secara Rutin Alat Kelamin.
f) Cukur Rambut Kemaluan Secara Rutin/Berkala

12

g) Hindari Hubungan Seks Pranikah dan Tetap Setia


Pada Pasangan
2. Cara perawatan organ reproduksi saat haid
a) Saat menstruasi pembuluh dalam rahim sangat mudah
terkena infeksi. Kebersihan harus sangat dijaga karena
kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan
penyakit pada saluran reproduksi.
b) Pembalut tidak boleh di pakai lebih dari 6 jam atau
harus diganti sesering mungkin bila sudah penuh oleh
darah menstruasi.
3. Cara perawatan organ reproduksi remaja laki-laki
a) Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat
mempengaruhi

suhu

testis,sehingga

menghambat produksi sprema.


b) Melakukan sunat,untuk mencegah

dapat

penumpukan

kotoran atau segmen (cairan dalam kelenjar sekitar


alat kelamin dan sisa air seni)sehingga alat kelamin
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)

menjadi bersih.
Gunakan celana dalam bersih higienis
Tidak memasukan benda-benda asing ke dalam
Cuci bersih secara rutin alat kelamin
Cukur rambut kemaluan secara berkala
Hindari ancaman bahaya
Jaga kelembapan
Tidak membiasakan memegang kemaluan
Jaga Suhu Pada Bagian Alat Kelamin
Hindari Hubungan Seks Pranikah dan Tetap Setia

Pada Pasangan
f. Manfaat Perawatan Organ Reproduksi
Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang
sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Pengetahuan dan
perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam
memelihara kesehatan reproduksi
1. Menjaga vagina-penis dan daerah sekitarnya tetap bersih
dan nyaman
2. Mencegah munculnya keputihan, bau tak sedap dan gatalgatal.
3. Menjaga agar Ph vagina tetap normal (3,5 4,5), menjaga
kestabilan suhu didaerah kemaluan < 37C

13

4. Mencagah tumbuhnya, jamur, protozoa, bakteri, maupun


virus.
5. Mencegah terjadinya keputihan, peradangan, gatal, dll.
g. Akibat Tidak Menjaga Organ Reproduksi
1. Gonorhea (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorrhoeae dan ditularkan terutama melalui hubungan
seksual. Bakteri ini selain menimbulkan radang pada organ
reproduksi (vagina, saluran Fallopii, epididimis, kelenjar
prostat), juga dapat menimbulkan radang pada saluran
kemih, mata, persendian, dan selaput otak. Kalau tidak
segera

diobati,

penyakit

ini

dapat

menyebabkan

kemandulan. Penyakit ini dapat menular dari seorang ibu


yang terinfeksi kepada bayi yang dilahirkannya. Beberapa
bayi menjadi buta karenanya.
Adapun tanda dan gejala-gejala penyakit ini sebagai
berikut.
1. Terdapat nanah di ujung saluran kencing.
2. Rasa terbakar pada saat buang air kecil
3. Pada laki-laki, uretra menjadi sempit sehingga sulit
buang air kecil.
4. Pada beberapa kasus, testes menjadi rusak sehingga
orang yang bersangkutan menjadi mandul.
5. Pada wanita, terdapat nanah dari vagina yang mungkin
dapat menyebar ke rahim dan indung telur. Akibatnva,
wanita yang bersangkutan menjadi mandul.
2. Sifilis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema
pallidum dan ditularkan terutama melalui hubungan
seksual. Penyakit ini terdiri atas beberapa stadium. Pada
stadium lanjut, sifilis tidak hanya menyerang organ-organ
reproduksi, tetapi juga menyerang organorgan tubuh yang
lain, misalnya hati, susunan saraf, dan otak.
3. Herpes Genital
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks
serotipe 2 dan ditularkan melalui hubungan seksual. Virus
ini selain menyerang organ-organ reproduksi laki-laki dan
perempuan,

juga

menyerang

kulit.

Sekarang

sudah

14

diketahui bahwa ada hubungan antara infeksi virus herpes


dan kanker leher rahim.
4. Keputihan (Fluor Albus)
Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh
berbagai parasit, antara lain jamur Candida albicans,
Protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan
virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang
mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan
pada perempuan hamil dan penderita diabetes melitus
(kencing manis).
5. AIDS
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immttne
Deficiency Syndrome (sindrom hilangnya kekebalan karena
bentukan). Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human
Immtmodeficiency Virus). Sampai sekarang, penyakit
mematikan ini belum ada obatnya. Orang yang terinfeksi
virus HIV tidak langsung menderita AIDS. Penyakit ini
baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun,
bergantung pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini
menyerang sel-sel darah putih yang merupakan bagian dari
sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, jika terinfeksi kuman
tertentu yang bagi orang biasa tidak membahayakan.
penderita AIDS dapat meninggal. Kita tidak perlu panik
menghadapi

penyakit

ini

jika

mengetahui

cara

penularannya. Tidak seperti influenza yang penularannya


melalui udara, penyakit ini menular melalui cairan tubuh.
Menghirup udara di sekitar penderita AIDS atau
bersalaman dengan penderita AIDS, tidak menyebabkan
tertular. AIDS dapat menular melalui transfusi darah dari
penderitaAIDS, melalui jarum suntik yang pernah dipakai
penderita AIDS, dan berhubungan seksual dengan penderita
AIDS.

Bayi

yang

dikandung

ibu

penderita

AIDS

kemungkinan juga dapat tertular.Meskipun banyak penyakit


yang dapat menyerang organ-organ reproduksi. Sebenarnya

15

sebagian besar dapat dicegah dengan menjaga kebersihan


secara umum dan kebersihan organ-organ reproduksi. Jamur
yang menyukai tempat lembap dapat dihindari dengan
selalu menjaga daerah perineum (selangkangan) selalu
kering. Rasa gatal dapat dikurangi dengan mengenakan
celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah
tidak membiasakan bertukar handuk atau pakaian. Selain
kebersihan

diri.

lingkungan

juga

perlu

dijaga

kebersihannya. misalnya selalu mencuci selimut atau alas


tidur.