Anda di halaman 1dari 92

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016

CV. DIMENSI UTAMA

(i) DATA ORGANISASI PERUSAHAAN CV. DIMENSI UTAMA


1.1 GAMBARAN UMUM DAN LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
CV. Dimensi Utama memberikan jasa pelayanan teknis dan pengelolaan terhadap

berbagai aktifitas dan suatu pekerjaan konsultansi, yang dimulai saat penjajakan
suatu gagasan, perencanaan teknik sampai dengan pelaksanaan pengawasan suatu
proyek.

Sejak didirikan, CV. Dimensi Utama telah banyak bekerja sama dengan perusahaan-

perusahaan Konsultan Nasional baik kecil maupun besar, yang telah banyak
memberikan pelayanan jasa profesional dan berbagai disiplin ilmu, baik dengan
kalangan pemerintah maupun swasta.
1.2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang ditangani CV. Dimensi Utama baik dibidang Perencanaan
maupun Pengawasan Teknis antara lain sebagai berikut :

Bidang arsitektur :

1. Arsitektur Bangunan

Permukiman

Rumah Sakit dan


Perhotelan.

Bidang Sipil :

1. Prasarana Keairan
-

Irigasi dan Bendungan

Rawa, Sungai, dan pengendalian Banjir.

Pengendalian Erosi, dan Konversi Tanah.

2. Prasarana Transportasi
-

Jalan Jembatan, Simpang Susun, dan Terowongan

Teknik dan Pengendalian Lalu Lintas

Jalan Kereta Api.


Landasan.

Pelabuhan dan Prasarana Angkutan SDP.

3. Struktur Bangunan
-

Struktur bangunan ringan/sederhana


Struktur Bangunan berat/tinggi
Konstruksi Tambang dan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Fasilitas Perminyakan Lepas Pantai.

Tata Lingkungan
1. Analisa mengenai dampak lingkungan
-

Analisa Dampak Lingkungan

Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan

Penyusunan Rencana Pengendalian Lingkungan

2. Teknik Lingkungan
-

Air Minum

Penyehatan Lingkungan Pemukiman


Persampahan

3. Pengembangan Kota dan Wilayah


-

Penataan Perkotaan

Pengembangan Wilayah

Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota

1.3 LINGKUP PELAYANAN


Pelayanan kami diklasifikasikan atas beberapa bagian, diantaranya :

Perencanaan Umum

Pada tahapan ini, konsultan membantu para klien untuk rnendapatkan suatu
gambaran awal dalarn merealisasikan suatu rencana dan gagasannya terhadap
proyek yang akan dibangun.
Survey
Untuk mendapatkan gambaran awal tersebut konsultan dapat melakukan
berbagai kegiatan/

aktifitas survey dan investigasi terhadap suatu lahan,

pemetaan, areal atau wilayah yang akan dikembangkan. Hasil dan survey dan

investigasi awal rencana suatu proyek dapat berupa data, laporan dan
rekomendasi yang sangat diperlukan oleh para klien.
Studi Kelayakan
Untuk suatu kelayakan proyek, diperlukan suatu analisa ekonomi terhadap
investasi, penawaran dan permintaan dalam kurun waktu cukup panjang untuk
produk yang dihasilkan.

Semua rangkaian mata rantai perlu dilakukan perhitungan dan analisa misalnya
mulai dari penyusunan lay out, konstruksi, produk, permintaan, tingkat inflasi,
pemasaran dan sebagainya.

Studi kelayakan yang dimaksud juga mencakup kelayakan ditinjau dari segi
lingkungan (AMDAL).

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Perencanaan Teknis
Diperlukan suatu perencanaan yang lebih detail pada suatu proyek sehingga
memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik nantinya.

Supervisi / Pengawasan
Untuk mencapai hasil suatu proyek yang tepat guna, maka dalam pelaksanaan
pekerjaan bidang konstruksi perlu suatu sistem manajemen konstruksi atau

pengawasan (supervise), dimana penilaian kualitas suatu pekerjaan dapat


dipertahankan dengan adanya pengawasan secara berkala (continue).

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
1.4 BENTUK STRUKTUR ORGANISASI

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
(ii) BENTUK DAFTAR PENGALAMN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH ) TAHUN TERAKHIR
Pengalaman Perusahaan CV. Dimensi Utama selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
terakhir dapat dilihat pada lampiran berikut.

DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR


NO

Pengguna Jasa/Sumber Dana

Nama Pekerjaan

Lingkup Layanan

Periode

Orang Bulan

Nilai Kontrak

Mitra Kerja

Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan


Elak Kota Meulaboh

Dinas Bina Marga Kabupaten Aceh Barat

Perencanaan Teknis Jembatan Rangka Baja


Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Jaya
Gp. Bintah

Perencanaan Teknis Jembatan Keutapang


Pemerintah Aceh Dinas Bina Marga dan Cipta
15
Mesjid CS, Glumpang Tiga, Pidie (PRKarya
JLJB/37/2011)
Perencanaan Teknis Jembatan Seuruway
Pemerintah Aceh Dinas Bina Marga dan Cipta
18
Cs, Tamiang (A. Tamiang) (Paket PRKarya
03/2010)

Sipil 12003
Sipil 12003
Sipil 12003
Sipil 12003

Perencanaan (DED) Jembatan Ulee Jalan,


Pemerintah Aceh Dinas Bina Marga dan Cipta
20
Kec. Peusangan Selatan (Paket PRKarya
16/2009)

Sipil 12003

27

Sipil 12003

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Dinas


DED Jalan Hotmix Seumira - Alue
Permukiman dan Prasarana Wilayah Calang Meuraksa Kecamatan Teunom

03 November 2014
s/d
30 Desember 2014
22 Mei 2014
s/d
20 Juli 2014

19 Agustus 2011
s/d
19 Oktober 2011
26 Mei 2010
s/d
10 Sept 2010
22 Juni 2009
s/d
06 Sept 2009
05 Sept 2008
s/d
05 Nop 2008

3 OB

194.100.000,00

5 OB

297.099.000,00

3 OB

186.395.000,00

3 OB

331.936.000,00

3 OB

295.625.000,00

5 OB

191.500.720,00

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
(iii) BENTUK URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH)
Uraian Pengalaman Perusahaan Sejenis CV. Dimensi Utama selama kurun waktu 10
(sepuluh) tahun terakhir dapat dilihat pada lampiran berikut.

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Prasarana Wilayah Kabupaten Aceh Jaya

2. Nama Paker Pekerjaan

: DED Jalan Hotmix Seumira - Alue Meuraksa

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan Laporan

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Aceh Jaya

5. Nilai Kontrak

: Rp. 191.500.000,-

6. No. Kontrak

: 050/P2JJ/SPK/013/2008

7. Waktu Pelaksanaan

: 05 September 2008 s/d 07 Nopember 2008

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia 2

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3
4

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Perencanaan Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Jumlah Orang Bulan


1
1
1
1

Org
Org
Org
Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Bina Marga Kabupaten Aceh Barat

2. Nama Paker Pekerjaan

: Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan Elak Kota Meulaboh

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan RKS

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Aceh Barat

5. Nilai Kontrak

: Rp. 194.100.000,-

6. No. Kontrak

: 741/07/SPPT/BM-PW/A.1/2014

7. Waktu Pelaksanaan

: 03 November 2014 s/d 30 Desember 2014

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Cost Estimator

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Cost Estimator

Jumlah Orang Bulan


1 Org
1 Org
1 Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Jaya

2. Nama Paker Pekerjaan

: Perencanaan Teknis Jembatan Rangka Baja Gp. Bintah Kabupaten Aceh Jaya

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan Laporan

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Aceh Jaya

5. Nilai Kontrak

: Rp. 297.990.000,-

6. No. Kontrak

: 610/SPK-06/PU.KONS/PR/BM/APBK/2014

7. Waktu Pelaksanaan

: 22 Mai 2014 s/d 20 Juni 2014

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3
4

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Perencanaan Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Jumlah Orang Bulan


1
1
1
1

Org
Org
Org
Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh

2. Nama Paker Pekerjaan

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan Laporan

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Bireuen

5. Nilai Kontrak

: Rp. 295.625.000,-

6. No. Kontrak

: 47-AC/CRT/BPP/DBC/APBA/2009

7. Waktu Pelaksanaan

: 22 Juni 2009 s/d 25 Agustus 2009

Perencanaan DED Jembatan Ulee Jalan, Kec. Peusangan Selatan (Paket PR16/2009)

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3
4

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Perencanaan Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Jumlah Orang Bulan


1
1
1
1

Org
Org
Org
Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh

2. Nama Paker Pekerjaan

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan Laporan

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Pidie

5. Nilai Kontrak

: Rp. 186.395.000,-

6. No. Kontrak

: 22-AC/CRT/BPP.P-OTSUS/DBC/APBA/2011

7. Waktu Pelaksanaan

: 19 Agustus 2011 s/d 19 Oktober 2011

Perencanaan Teknis Jembatan Ketapang Mesjid CS, Glumpang Tiga, Pidie (PRJLJB/37/2011)

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3
4

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Perencanaan Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Jumlah Orang Bulan


1
1
1
1

Org
Org
Org
Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
1. Pengguna Jasa

: Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh

2. Nama Paker Pekerjaan

3. Lingkup Produk Utama

: Gambar Desain, RAB dan Laporan

4. Lokasi Proyek

: Kabupaten Aceh Tamiang

5. Nilai Kontrak

: Rp. 331.936.000,-

6. No. Kontrak

: 03-AC/CRT/BPP/P/DBC/APBA/2010

7. Waktu Pelaksanaan

: 26 Mei 2010 s/d 25 Agustus 2010

Perencanaan Teknis Jembatan Seuruway CS, Tamiang (Aceh Tamiang) (Paket PR03/2010)

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)

Alamat

Negara Asal

9. Jumlah Tenaga Ahli

: Tenaga Ahli Asing


Tenaga Ahli Indonesia

10. Perusahaan Mitra Kerja

: -

Orang Bulan
Orang Bulan

Jumlah Tenaga Ahli


Asing
Indonesia

a.
b.
c.
Tenaga Ahli tetap yang terlibat :

Posisi

Keahlian

1
2
3
4

Ahli Perencanaan Jalan dan Jembatan


Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Perencanaan Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Team Leader
Ahli Perencanaan Jalan
Ahli Struktur Jalan
Ahli Geodesi

Jumlah Orang Bulan


1
1
1
1

Org
Org
Org
Org

Uraian Pekerjaan
1. Menyusun jadwal kegiatan tim, melakukan koordinasi, mengarahkan pekerjaan, membimbing dan mengevaluasi
hasil kerja tim ahli, menyusun laporan berkala dan membahas hasil kemajuan pekerjaan dengan owner.
2. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Jalan dan Jembatan
3. Menyusun rencana skala prioritas penanganan Struktur Jalan dan Jembatan
4. Menyiapkan program kerja dan mengarahkan team topografi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan;

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
(iv)

BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK DAN PERSONIL/FASILITAS


DARI PPK

A. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Setelah mempelajari Kerangka Acuan Kerja (KAK) secara cermat dan seksama, maka

konsultan memahami akan maksud dan tujuan serta sasaran secara umum pada

Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 yang diadakan Dinas Bina Marga dan
Cipta Krya Kabupaten Aceh Besar Tahun Anggaran 2016, adalah menyediakan jasa

perencanaan teknik jalan yang berwawasan lingkungan, serta dokumen pelelangan sesuai
dengan rencana menggunakan standar prosedur yang berlaku guna tersedianya dokumen

perencanaan. Secara garis besar Kerangka Acuan Kerja (KAK) sudah jelas dan dapat
dipahami

Maksud umum dari pekerjaan ini adalah melakukan perencanaan teknik jalan pada

ruas-ruas jalan provinsi dan kabupaten yang merupakan urat nadi perekonomian sehingga
diharapkan mampu menghubungkan jalan provinsi dan kabupaten agar senantiasa dapat

berfungsi untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa dalam rangka
percepatan pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga lingkungan.

Tanggapan terhadap maksud dan tujuan serta sasaran dari pekerjaan ini sudah

cukup terarah terhadap hasil yang akan dikeluarkan dari penyelesaian pekerjaan ini,

sehingga arah pencapaian tujuan adalah menyiapkan perencanaan teknik jalan yang
berwawasan lingkungan.

B. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI


KPA
1. TANGGAPAN TERHADAP PERSONIL
Tenaga Ahli merupakan lingkup yang sangat diperlukan dalam kegiatan

perencanaan ini, sehingga kegiatan ini akan menjamin output produk Pra Design yang
sempurna. Tenaga Ahli Profesional mempunyai lingkup tugas masing-masing dan

mempunyai pengalaman yang cukup serta peralatan yang memadai. Memperhatikan

pengalaman personil yang diminta oleh pihak Pemberi Tugas, maka konsultan dapat
menanggapi bahwa pengalaman personil tersebut sudah relevan dengan jenis kegiatan
tersebut. Personil yang diusulkan bisa dilihat pada bab personil.

2. TANGGAPAN TERHADAP FASILITAS PENDUKUNG DARI KPA


Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan

ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Tugas Perencanaan Peningkatan
Jalan DAK Tahun 2016, Menyediakan Fasilitas sebagai berikut :
a.

b.

Transportasi kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua

Peralatan Kantor terdiri laptop dan printer

Laptop diperoleh dengan cara pembelian. Laptop digunakan untuk penyimpanan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
data dokumen perencanaan. Spesifikasi yang digunakan minimal setara dengan
Intel Core I5, Processor 2,6 GHz Hard Disk Drive 750 GB. Hard Disk Drive

500 GB Serial ATA. Memory Standar 4GB SODIMM DDR3. Sistem Operasi

Microsoft Windows 7 Home Premium, Monitor 14", Garansi Distributor Resmi 1

Tahun.

Printer diperoleh dengan cara pembelian. Spesifikasi yang digunakan minimal

printer all in one/multifuntion (print A4, scan, dan copy).


c.

Peralatan Survey

Alat survey terdiri dari theodolite, waterpass, bor tangan, DCP, Roll Meter dan

Tabung tanah jalan


d.

Komunikasi, ATK dan Fotocopy

e.

Biaya Perjalanan Dinas

Untuk Perjalanan dinas disediakan biaya harian dan biaya penginapan.


Dari Kerangka Acuan Kerja kami telah menyusun program dan jadwal kerja seperti

dapat dilihat pada schedule pelaksanaan pekerjaan dan jadwal Penugasan Personil.

Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan dari Kerangka Acuan Kerja, Konsultan
telah dapat menganalisa secara teknis / ekonomis dan mengerti benar akan maksud dan
tujuan serta target yang ingin dicapai dari pekerjaan ini.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
(v).

URAIAN PENDEKATAN METODOLOGY DAN PROGRAM KERJA

a) PENDEKATAN TEKNIS DAN DAN METODOLOGI


Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut
tentunya memerlukan Rencana dan Metode yang memadai dalam tingkatan kehandalan
maupun keakuratannya. Adapun Rencana dan Metode yang digunakan dalam pekerjaan
tersebut meliputi :
1.

Rencana Penanganan
Penangan pada ruas jalan yang dimaksud, secara umum merupakan pekerjaan

pembangunan jalan baru sesuai dengan kondisi eksisting dilapangan dan rencana
pembangunan jalan.

Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan


Secara umum metode dalam rencana kerja yang akan dilaksanakan untuk pekerjaan

dimaksud akan meliputi beberapa kegiatan diantaranya :


A. Persiapan Pelaksanaan Desain.

B. Survey dan Investigasi.


-

Survey Pendahuluan

Pengukuran Topografi
Survey Lalu Lintas

Survey Permukaan Jalan


Survey Geoteknik
Survey Hidrologi

C. Perencanaan Geometrik Jalan

D. Perencanaan Perkerasan Jalan

E. Perencanaan Aksesoris Jalan, Bangunan Struktur dan Bangunan Pelengkap


Lainnya

F. Pengambaran

G. Perhitungan Kuantitas Pekerjaan Fisik


H. Perhitungan Kuantitas Pekerjaan Fisik

Tahap Persiapan
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengetahui kondisi

lapangan berikut permasalahan yang ada. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah :
1. Menyediakan data-data yang diperlukan pada saat survey.

2. Pengarahan personil mengenai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.

3. Penyediaan peralatan survey khususnya pengukuran.


4. Persiapan surat mobilisasi.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Tahap Pengumpulan Data Lapangan


Untuk menghasilkan dokumen perencanaan teknis jalan, keperluan minimal

adalah rencana kelas jalan, tipe struktur bagunan, perkiraan secara umum tentang
penanganan yang diperlukan baik

pada

perkerasan maupun pada pekerjaan-

pekerjaan lainnya di luar perkerasan, seperti bahu jalan, lajur pedestrian, drainase,

perbaikan lereng timbunan dan galian, perbaikan geometri jalan, jembatan dan
bangunan-bangunan struktur lainnya, dan peningkatan keselamatan jalanlan

merupakan hal utama dalam perencanaan dan harus dilakukan survey lapangan
secara detail.

Pekerjaan lapangan mencakup seluruh kegiatan survey dan

investigasi dilapangan untuk memperoleh data-data akurat yang diperlukan dalam


proses perencanaan teknis jalan yaitu :

Data kondisi jalan dan bangunan struktur yang ada


Data geometrik jalan

Data jenis dan tipe konstruksi perkerasan jalan


Data sistem drainase

Data sumber material.

Beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian bagi perencana sebelum

melakukan kegiatan lapangan, khususnya dalam proses perencanaan teknik jalan


adalah aspek sosial ekonomi dan budaya penduduk setempat sehingga pada
pekerjaan lapangan kelak akan memberikan dampak positif bagi penduduk
sekitarnya.

Selain itu perlu diperhatikan aspek lingkungan setempat sehingga

pekerjaan pembangunan jalan tidak akan merusak lingkungan sekitarnya, dengan


kata lain dalam perencanaan teknik, pekerjaan lapangan harus dapat menggabungkan

berbagai aspek terutama aspek teknik, sosial dan ekonomi serta efisien dan tidak
merusak lingkungan.

Kegiatan survey lapangan yang perlu dilakukan adalah :


Survey pendahuluan / inventory.
Survey topografi.

Survey penyelidikan tanah.


Survey hidrologi.

A.

Survey sumber material.


Survey Pendahuluan

Tim Konsultan akan berdiskusi dengan Pemberi Tugas, untuk mendapatkan informasi
mengenai jembatan yang akan direncanakan Konsultan adapun data yang akan
dikumpulkan adalah sebagai berikut :

Data yang mendukung perencanaan baik data sekunder maupun data laporan Studi
kelayakan, laporan studi amdal (bila ada).

Data mengenai lokasi jalan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Data Alinemen Horizontal
Data Alinemen Vertikal

Data LHR, Iklim,kelandaian rata rata


Data Umur rencana dan CBR rencana

Data tipe dan jenis jalan lama (bila ada).

Data muka air banjir dan kondisi lereng sungai disekitar jalan.
Data sumber material.

Data upah, harga satuan dan data peralatan yang akan digunakan.
Usulan/arahan dari Pemberi Tugas.

Semua data-data tersebut akan dicek oleh tim Konsultan di lapangan secara teliti. Tim
Konsultan akan mengambil data-data lapangan sebagai berikut :
Data kerusakan-kerusakan jalan lama.

Data muka air banjir dan kondisi lereng disekitar jalan.


Data bahan/material yang tersedia.

Data lain yang diperlukan termasuk foto-foto dokumentasi.

Berdasarkan pengamatan lapangan, Tim Konsultan akan membuat usulan mengenai :


Letak, jumlah dan panjang bentang serta elevasi jalan baru.

Sketsa lokasi jalan baru terhadap jalan lama jika terjadi pemindahan lokasi.

Semua hasil Survey Pendahuluan (data dan usulan) akan didiskusikan oleh Tim Konsultan
dengan Pihak Pemberi Tugas.
B.

Survey Topografi
Pengukuran topografi akan dilakukan sepanjang as jalan baru dengan tambahan

pengukuran detail pada tempat yang diperlukan sehingga didapatkan alinyemen as jalan
baru yang sesuai dengan standar yang dikehendaki.

Pengukuran topografi bertujuan untuk mengumpulkan data koordinat dan

ketinggian permukaan tanah sepanjang trase jalan didalam koridor yang ditetapkan untuk

penyiapan peta topografi dengan skala 1 : 1.000 yang akan digunakan untuk perencanaan
geometrik jalan 1 : 100 untuk perencanaan jalan dan penanggulangan longsor. Pengukuran
topografi guna perencanaan jalan ini akan dilaksanakan oleh Tim Konsultan.

Luas yang diukur pada tiap lokasi jalan adalah :


Peta topografi skala 1: 50.000 dilakukan perbesaran pada daerah yang akan dibuat

Azimut 1:10.000 dan diperbesar lagi menjadi 1: 5.000, menjadi trace jalan digambar
dengan memperhatikan kontur tanah yang ada.

Sejauh 150 meter - 200 meter di sebelah kanan sepanjang jalan, terhitung dari tepi

sungai yang melintas jalan. Dilakukan pengukuran profil melintang dengan jarak antar
profil 25 meter. Rentang profil 50 m ke kiri dan 50 m ke kanan terhadap sumbu jalan
yang lurus. Sedangkan untuk jalan yang menikung, diukur 50 m ke sisi luar tikungan
dan 135 m ke sisi dalam tikungan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Sejauh 100 meter pada areal up stream dan 100 meter pada areal down stream

sepanjang sungai dihitung dari sumbu jalan yang memotong sungai (jembatan).
Dilakukan pengukuran profil melintang pada areal ini dengan jarak antar profil 25
meter.

Ruang lingkup pekerjaan survey topografi adalah :


1. Pemasangan Patok Tetap (BM) dan Patok Poligon tidak tetap
Untuk setiap lokasi dipasang BM yang terbuat dari beton cetak campuran 1 PC : 2

pasir : 3 kerikil, dengan ukuran 10x10x135 cm atau pipa paralon diameter 4 yang diisi
dengan adonan beton dan diatasnya dipasang nut atau baut dan digores silang pada

permukaan penampangnya.

BM ditanam sedemikian rupa sehingga bagian patok diatas tanah setinggi 20 cm

stabil kedudukannya, aman terhadap gangguan kendaraan, aman terhadap keadaan


sekeliling dan mudah dikenali bila akan digunakan. BM dicat warna kuning, diberi

lambang Prasarana Wilayah, nomor dan notasi BM warna hitam. Patok BM yang telah
terpasang kemudian di foto sebagai dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai
koordinat dan elevasi.
Patok Poligon
Patok poligon terbuat dari kayu yang cukup keras dengan ukuran 5x13x60 cm

dan dipasang pada interval jarak 25 m sepanjang jalan dan sepanjang sungai pada areal

pengukuran. Patok dicat warna dasar kuning dengan nomor urut warna merah yang

ditempatkan pada sisi yang menghadap sumbu jalan, juga dipasang paku di tengahtengah permukaan penampang atasnya.

2. Pengukuran Elevasi (Sifat Datar) dan Poligon


Pengukuran Elevasi (Sifat Datar)
Pengukuran Sifat Datar dilakukan pada semua patok tetap, semua patok poligon,

yang dianggap penting. Pengukuran ini dilakukan dengan sistem pergi pulang pada
tiap seksinya dan jarak slag disesuaikan dengan pembesaran teropong dari alat yang

digunakan atau maksimum 60 meter. Menggunakan alat ukur sifat datar Automatic
yang memadai untuk tingkat ketelitian uang diisyaratkan. Sedangkan penyimpangan
pengukuran sifat datar tidak lebih besar dari (6 L km)mm, dimana L adalah

panjang seksi yang diukur dalam satuan kilometer. Pengukuran ketinggian diikatkan
pada titik/patok yang telah diketahui ketinggiannya terhadap muka air laut rata-rata.
Pengukuran Poligon
Pekerjaan pengukuran poligon harus membentuk jaringan poligon tertutup

sempurna atau poligon terikat sempurna (dengan titik ikat BM yang ada disekitar

jalan). Pengukuran sudut dilakukan dengan cara repetisi (diukur biasa dan luar biasa).

Titik poligon terikat pada titik tetap yang diketahui koordinatnya. Apabila tidak ada

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
titik ikatan pada areal tersebut, perhitungan koordinat menggunakan sisitem
koordinat yang digunakan. Penentuan azimuth dengan pengamatan matahari yang

dilakukan di tiap lokasi pekerjaan (tiap jalan yang diukur) jika keadaan
memungkinkan.

Alat yang digunakan dalam pengukuran ini adalah Theodolit dengan ketinggian

pembacaan sudut horizontal dan vertikal = 6, misalnya TM 6, T1 dan sejenisnya.

Hasil dari pengukuran titik-titik poligon ini harus memenuhi syarat ketelitian sebagai

berikut :

Batas ketelitian untuk selisih sudut horizontal 1,5n, dimana n adalah jumlah
titik poligon.

Konstante pengali untuk syarat ketelitian selisih koordinat adalah 0,01 atau
batas dengan ketelitian yang dicapai 1 : 1.000.

3. Pengukuran Jarak
Pengukuran jarak antar titik poligon dan patok BM diukur dengan menggunakan

pita ukur baja. Pengukuran dengan alat ini dilakukan dengan seteliti mungkin, hingga
penyimpangan/kesalahan pengukuran hanya dimungkinkan akibat berat pita ukurnya

dan gravitasi. Khusus untuk jembatan, disamping diukur dengan pita ukur juga dicek

dengan alat theodolit, bagian yang diukur adalah lebar jembatan, panjang jembatan,

tinggi terhadap dasar sungai terdalam, jarak antar pier dan abutment dengan disertai
bagan yang jelas. Hasil pengukuran dengan pita ukur dicatat dalam lembar tersendiri
dan berfungsi sebgai data lapangan.
4. Pengukuran Situasi Jalan
Pengukuran situasi dilakukan pada daerah sepanjang jalan sejauh 50 meter sebelah

kiri kanan jalan dan harus mencakup semua keterangan yang ada didaerah sepanjang
jalan, misalnya rumah, pohon, pohon pelindung tepi jalan, pinggir perkerasan jalan,
selokan, letak gorong-gorong serta dimensinya, tiang listrik, tiang telepon, jembatan,

batas sawah, batas kebun, arah aliran air, saluran irigasi, bentuk sungai, delta. Untuk

itu pengukuran dapat dilaksanakan dengan cara Tachymetri dan berorientasi pada
C.

titik-titik poligon.

Survey Penyelidikan Tanah


Pada prinsipnya penyelidikan tanah dan material tersebut meliputi :

Penyelidikan Tanah Dasar.

Penyelidikan lapisan Permukaan

Penyelidikan lapisan Pondasi atas jalan existing (jika ada)

Penyelidikan lapisan pondasi bawah jalan existing (jika ada)


Penyelidikan material/bahan-bahan konstruksi.

1. Penyelidikan Geotechnic bagi tanah dasar dari pangkal jalan dan jembatan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Pemeriksaan lengkap lapisan tanah dilakukan pada setiap lokasi rencana jalan baru.
Pengujian tanah dilapangan dan laboratorium akan dilakukan sedemikian rupa, agar

diperoleh informasi yang diperlukan bagi perencanaan teknis jalan. Penyelidikan


tanah dasar pangkal jalan dilakukan dengan sondir.

Sounding Test
Pengujian ini dilakukan dengan peralatan Sondir Test dengan kapasitas 2 ton,

tegangan konus maksimal 150 kg/cm2. Pengujian dilakukan sampai lapisa tanah dengan

tegangan konus minimum 150 kg/cm2. Pembacaan tegangan dan hambatan pelekat konus
dilakukan setiap interval 20 cm.
Pengujian CPT.
D.

Hasil pengujian digambarkan pada Grafik Standar

Survey Sumber Material

Kegiatan yang dilakukan adalah untuk memberikan informasi tentang lokasi sumber

material yang ada di sekitar lokasi proyek tersebut, menyangkut jenis, komposisi, kondisi
beserta perkiraan jumlah dan lain-lainnya, yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi
yang proporsional untuk pekerjaan struktur jalan dimaksud.
Informasi yang harus tercatat adalah :

Lokasi sumber bahan dan jalan masuk ke lokasi quarry, dengan perhatian diberikan

untuk menghindari penambangan dalam daerah padat penduduk dan keperluan untuk
melindungi lingkungan dari kerusakan.

Jenis bahan untuk perkerasan yang ada, misalnya pasir, kerikil, tanah timbunan, batu.

Lokasi quarry tiap jenis bahan perkerasan berikut perkiraan jumlah yang ada.
Perkiraan harga satuan tiap jenis bahan perkerasan.

Perkiraan jarak perangkutan bahan dari quarry ke base camp.


Peta lokasi quarry berikut keterangan lokasi (km, sta).
E.

Survey Hidrologi
1. Tujuan

Pekerjaan Survey Hidrologi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data lapangan yang
berupa data curah hujan sekitar proyek dan mencari data yang diperlukan dalam
analisa hidrologi, yang selanjutnya dipakai untuk merancang debit banjir.

Perancangan debit banjir ini sangat diperlukan untuk mengetahui elevasi Muka Air
Banjir yang bermanfaat untuk menentukan jenis dan dimensi dari jalan.
2. Lingkup Pekerjaan
Dalam rangka penyiapan Dokumen Lelang yang terdiri dari Gambar Detail Desain dan
Dokumen Kontrak lainnya yang mencakup segala persyaratan yang ditetapkan dan

dapat dipertanggung jawabkan untuk keperluan pelaksanaan pembangunan dan atau


penanggulangan kerusakan yang termasuk didalam kontrak, maka telah ditetapkan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
lingkup pekerjaan berdasarkan Kerangka Acuan Tugas, khusus untuk bagian

Perhitungan debit banjir sampai dengan 50 tahunan dan pengamatan pola aliran air,

walaupun pada Kerangka Acuan Tugas tidak diuraikan secara rinci, akan tetapi
berdasarkan latar belakang proyek ini, kami mencoba untuk menguraikan sebagai
berikut.

a. Kegiatan Lapangan
Berdasarkan pedoman observsi untuk pekerjaan yang bersifat survei dan uraian
yang ada pada Kerangka Acuan Kerja (KAK), kami akan melakukan kegiatan

lapangan sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi curah hujan yang paling berpengaruh terhadap daerah

tangkapan (catchment area) yang akan mempengaruhi fluktuasi debit aliran


yang akan disurvei.

2. Memperkirakan kemungkinan terjadinya curah hujan yang paling besar pada


periode ulang yang diharapkan (50 tahunan), sehingga debit banjir rencana
tersebut tidak akan mempengaruhi stabilitas konstruksi bangunan jalan
yang akan disurvei.

3. Memperkirakan elevasi muka air banjir maksimum pada lokasi jalan yang
akan disurvei, dengan kemiringan palung sungai di sekitar jalan, ditinjau dari
karakteristik sungai tersebut.

4. Mengamati pola aliran disekitar jalan yang ditinjau.


b. Kegiatan Studio
1. Analisa Hidrologi

Analisa hidrologi untuk menentukan debit aliran sungai dilakukan dengan


melakukan pengukuran kecepatan aliran langsung dengan mengamati benda
hanyutan seperti kertas dengan menentukan jarak tertentu dan mencatat waktu
yang ditempuh, selanjutnnya analisis dilakukan dengan metoda empiris.

2. Analisa Banjir Rencana

Untuk menentukan debit banjir rencana disekitar lokasi jalan, digunakan


metoda Rasional Mononobe, dan metoda Haspers sebagai pembanding.

3. Penyusunan Laporan

Tahapan Analisis Data Lapangan

1.

Analisis data topografi.

3.

Analisis data investigasi perkerasan lama

2.
4.
5.

Analisis data hasil inventarisasi jalan.

Analisis data investigasi Geoteknik & Geologi.


Analisis bangunan pelengkap.

Tahapan Perencanaan Teknis

1.

Desain Geometrik Jalan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
2.

Desain Perkerasan Jalan.

4.

Desain Aksesories jalan, bangunan struktur dan bangunan pelengkap lainnya.

3.

5.
6.

Desain bangunan pelengkap.

Desain stabilitas lereng

Desain stabilitas badan jalan


Tahapan Penggambaran

Pembuatan gambar rencana jalan selengkapnya dilakukan setelah draft perencanaan

teknis mendapat persetujuan dari pengguna jasa. Gambar rencana detail jalan yang dibuat
mencakup :
1.

Sampul luar (cover) dan sampul dalam.

3.

Peta lokasi proyek.

5.

Daftar rangkuman volume pekerjaan.

2.
4.

6.

Daftar isi.

Peta lokasi sumber material (quarry).

Potongan melintang harus digambar dengan skala yang pantas dan memuat semua
informasi yang diperlukan antara lain :
Gambar konstruksi eksisting.

Penampang bangunan pelengkap.

7.
8.

Bentuk dan konstruksi jembatan.


Gambar detail struktur jalan.
Gambar drainase.

Tahap Perhitungan Kuantitas

Perencanaan harus membuat perhitungan kuantitas pekerjaan secara rinci dengan

ketentuan sebagai berikut :


1.

2.

3.
4.

Volume pekerjaan.

Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (pay item) harus sesuai dengan spesifikasi
yang dipakai.

Perhitungan kuantitas harus dilakukan secara keseluruhan.

Tabel perhitungan

harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay item).

Kuantitas pekerjaan harus dihitung sesuai dengan yang ada dalam gambar rencana.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Perencanaan Geometrik

Klasifikasi Jalan
Klasifikasi menurut fungsi jalan terbagi atas :
1) Jalan Arteri

2) Jalan Kolektor
3) Jalan Lokal

Klasifikasi jalan di Indonesia menurut Bina Marga dalam Tata Cara Perencanaan

Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) No 038/T/BM/1997, disusun pada tabel berikut:

Kecepatan Rencana
Kecepatan rencana (Vr) pada ruas jalan adalah kecepatan yang dipilih sebagai dasar

perencanaan geometrik jalan yang memungkinkan kendaraan kendaraan bergerak

dengan aman dan nyaman dalam kondisi cuaca yang cerah, lalu lintas yang lenggang, dan
tanpa pengaruh samping jalan yang berarti.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Bagian Bagian Jalan

1. Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

a. Lebar antara batas ambang pengaman konstruksi jalan di kedua sisi jalan
b. Tinggi 5 meter diatas permukaan perkerasan pada sumbu jalan
c. Kedalaman ruang bebas 1,5 m di bawah muka jalan

2. Daerah Milik Jalan (DAMIJA)

Ruang daerah milik jalan (DAMIJA) dibatasi oleh lebar yang sama dengan DAMAJA

ditambah ambang pengaman konstruksi jalan dengan tinggi 5m dan kedalaman 1,5m.
3. Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA)

Ruang sepanjang jalan di luar DAMIJA yang dibatasi oleh tinggi dan lebar tertentu,
diukur dari sumbu jalan sesuai dengan fungsi jalan:
a. Jalan Arteri minimum 20 meter

b. Jalan Kolektor minimum 15 meter


c. Jalan Lokal minimum 10 meter

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Perencanaan Alinemen Horizontal


Pada perencanaan alinemen horisontal, umumnya akan ditemui dua bagian jalan,

yaitu : bagian lurus dan bagian lengkung atau umum disebut tikungan yang terdiri dari 3
jenis tikungan yang digunakan, yaitu :
Lingkaran ( Full Circle = F-C )

Spiral-Lingkaran-Spiral ( Spiral- Circle- Spiral = S-C-S )

Spiral-Spiral ( S-S )

Panjang Bagian Lurus

Panjang maksimum bagian lurus harus dapat ditempuh dalam waktu 2,5 menit (Sesuai
Vr), dengan pertimbangan keselamatan pengemudi akibat dari

kelelahan.

Tikungan

1. Jari jari Minimum


Kendaraan pada saat melalui tikungan dengan kecepatan (V) akan menerima gaya

sentrifugal yang menyebabkan kendaraan tidak stabil.

Untuk mengimbangi gaya

sentrifugal tersebut, perlu dibuat suatu kemiringan melintang jalan pada tikungan yang
disebut Superelevasi (e).

Pada saat kendaraan melalui daerah superelevasi, akan terjadi gesekan melintang

jalan antara ban kendaraan dengan permukaan aspal yang menimbulkan gaya gesekan

melintang. Perbandingan gaya gesekan melintang dengan gaya normal disebut koefisien
gesekan melintang (f).

Rumus umum untuk lengkung horizontal adalah :


R=

D=

x 360o

Dimana :

R = jari-jari lengkung (m)

D = Derajat lengkung (o)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, maka untuk kecepatan tertentu dapat dihitung
jari-jari minimum untuk superelevasi maksimum dan koefisien gesekan maksimum.
Rmin =

Dmaks =
Dimana :
Rmin

= Jari-jari tikungan minimum (m)

emaks

= Superelevasi maksimum (%)

VR

fmaks
D

= Kecepatan kendaraan rencana (km/jam)


= Koefisien gesekan melintang maksimum
= Derajat lengkung

Dmaks = Derajat maksimum


Untuk pertimbangan perencanaan, digunakan emaks = 10%. Untuk berbagai variasi

kecepatan dapat digunakan tabel berikut.

Tabel 6.14 : Jari-jari Minimum (dibulatkan) untuk emaks = 10%

VR
Km/jam
Rmin (m)

120

100

80

60

50

40

30

20

600

3130

280

210

115

80

30

15

2. Bentuk Busur Lingkaran (FC)

Keterangan :

Gambar 6.17 : Komponen FC

= Sudut lingkaran

TC

= Panjang tangen jarak dari TC ke PI atau PI ke CT

RC
LC

EC

= Titik pusat lingkaran


= Jari-jari lingkaran

= Panjang busur lingkaran

= Jarak luar dari PI ke busur lingkaran

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
FC (Full Circle) adalah jenis tikungan yang hanya terdiri dari bagian suatu

lingkaran saja. Tikungan FC hanya digunakan untuk F (jari-jari tikungan) yang besar agar
tidak terjadi patahan, karena dengan R kecil maka diperlukan superelevasi yang besar.
Tabel 6.15 : Jari-jari Tikungan yang tidak memerlukan lengkung peralihan

VR

120

100

80

60

50

40

30

20

2500

1500

900

500

350

250

130

60

Km/jam
Rmin (m)

TC = RC tan
EC = TC tan
LC =

3. Lengkung Peralihan
Lengkung peralihan dibuat untuk menghindari terjadinya perubahan alinyemen

yang tiba-tiba dari bentuk lurus ke bentuk lingkaran (R = R = Rc), jadi lengkung

peralihan ini diletakkan antara bagian lurus dan bagian lingkaran (circle), yaitu pada
sebelum dan sesudah tikungan berbentuk busur lingkaran.
peralihan, maka tikungan menggunakan jenis S-C-S.

Dengan adanya lengkung

Panjang lengkung peralihan (Ls), diambil nilai yang terbesar dari tiga persamaan

dibawah ini.

Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik), untuk melintasi lengkung peralihan,


maka panjang lengkung :
LS =

.T

Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal, digunakan rumus modifikasi Shortt sebagai


berikut :

LS = 0,022

- 2,13213

Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian :


. VR

Ls =

Dimana :
T

= waktu tempuh (3 detik)

= Perubahan percepatan, 0,3 10 disarankan 0,4 m/det3

Rc = Jari-jari busur lingkaran (m)


e

= Superelevasi

em = Superelevasi maksimum
en = Superelevasi normal

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
re = Tingkat, pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan, sebagai berikut
untuk VR 80 km/jam

untuk VR 130 km/jam


re maks = 0,035 m/m/det

re maks = 0,025 m/m/det

Gambar 6.18 : Komponen S-C-S


Keterangan :

Xs = Absis titik SC pada garis tangen, jarak dari titik TS ke SC (jarak lurus lengkung
peralihan)

Ys = Ordinat titik SC pada garis tegak lurus garis tangen, jarak tegak lurus ke titik SC
pada lengkung

Ls = Panjang lengkung peralihan (panjang dari titik TS ke SC atau CS ke ST)

Lc = Panjang busur lingkaran (panjang dari titik SC ke CS)

Ts = Panjang tangen dari titik PI ke titik TS atau ke titik ST


TS = Titik dari tangen ke spiral

SC = Titik dari spiral ke lingkaran

Es = Jarak dari PI ke busur lingkaran


Os = Sudut lengkung spiral

Rc = Jari-jari lingkaran
P

= Pergeseran tangen terhadap spiral

= Absis dari p pada garis tangen spiral

Rumus yang digunakan :


Xs = Ls
Ys =

s =
P=

- Rc(1-cos s)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
K = Ls -

- Rc sin s

Ts = (Rc + p) tan + k

Es = (Rc + p) sec Rc
Lc =

x x Rc

LTot = Lc + 2Ls

Jika diperoleh Lc < 25 m maka sebaiknya tidak digunakan bentuk S-C-S, tetapi

digunakan lengkung S-S, yaitu lengkung yang terdiri dari dua lengkung peralihan.

Jika p yang dihitung dengan rumus dibawah ini, maka ketentuan tikungan yang

digunakan bentuk FC.


P=

< 0,25 m

Untuk : Ls = 1,0 meter, maka p = p dan k = k

Untuk : Ls = Ls maka p = p x Ls dan k = k x Ls

Untuk bentuk spiral-spiral ini berlaku rumus, sebgai berikut :


Lc = 0 dan s =
LTot = 2Ls

Untuk menentukan s dapat menggunakan rumus :


Ls

4. Bentuk Lengkung Peralihan (S-S)

Gambar 6.19 : Komponen S-S

P, k, Ts dan Es dapat menggunakan rumus-rumus di atas.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Gambar 6.20 : Perubahan Kemiringan Melintang Pada Tikungan

Superelevasi dicapai secara bertahap dari kemiringan melintang normal pada bagian
jalan yang lurus sampai ke kemiringan penuh (superelevasi) pada bagian lengkung

Pada tikungan S-C-S, pencapaian suerelevasi dilakukan secara linear, diawali dari bentuk

normal sampai awal lengkung peralihan (TS) yang pada bagian lurus jalan, lalu
dilanjutkan sampai superelevasi penuh pada akhir bagian lengkung peralihan (SC).

Pada tikungan FC, pencapaian superelevasi dilakukan secara linear, diawali dari bagian
lurus sepanjang 2/3 Ls sampai dengan bagian lingkaran penuh sepanjang 1/3 Ls.

Pada tikungan S-S, pencapaian superelevasi seluruhnya dilakukan pada bagian spiral.

Superelevasi tidak diperlukan jika radius (R) cukup besar, untuk itu cukup lereng luar
diputar sebesar lereng normal (LP), atau bahkan tettap lereng normal (LN).

Diagram Superelevasi

1. Metoda
Metoda untuk melakukan superelevasi yaitu merubah lereng potongan melintang,

dilakukan dengan bentuk profil dari tepi perkerasan yang dibundarkan, tetapi disarankan
cukup untuk mengambil garis lurus saja. Ada tiga cara untuk mendapatkan superelevasi
yaitu :

a) Memutar perkerasan jalan terhadap profil sumbu.

b) Memutar perkerasan jalan terhadap tepi jalan sebelah dalam.


c) Memutar perkerasan jalan terhadap tepi jalan sebelah luar.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Gambar 6.21 : Metoda Pencapaian Superelevasi Pada Tikungan Tipe S-C-S

Gambar 6.22 : Metoda Pencapaian Superelevasi Pada Tikungan Tipe FC

Gambar 6.23 : Metoda Pencapaian Superelevasi Pada Tikungan Tipe SS

Jarak Pandang
Jarak pandang adalah suatu jarak yang diperlukan oleh seorang pengemudi pada

saat mengemudi sedemikian rupa, sehingga jika pengemudi melihat suatu halangan yang
membahayakan, pengemudi dapat melakukan sesuatu (antisipasi) untuk menghindari
bahaya tersebut dengan aman.
Jarak pandang terdiri dari :
o Jarak pandang henti (Jh)

o Jarak pandang mendahului (Jd)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Menurut ketentuan Bina Marga, adalah sebagai berikut :


A. Jarak Pandang Henti (Jh)
1) Jarak minimum

Jh adalah jarak minimum yang diperlukan oleh setiap pengemudi untuk menghentikan

kendaraannya dengan aman begitu melihat adanya halangan didepan. Setiap titik
disepanjang jalan harus memenuhi ketentuan Jh.

2) Asumsi tinggi

Jh diukur berdasarkan asumsi bahwa tinggi mata pengemudi adalah 105 cm dan tinggi
halangan 15 cm, yang diukur dari permukaan jalan.

3) Rumus yang digunakan.

Jh dalam satuan meter, dapat dihitung dengan rumus :

Dimana :

Vr = Kecepatan rencana (km/jam)

T = Waktu tanggap, ditetapkan 2.5 detik

g = Percepatan gravitasi, ditetapkan 9.8 m/det2

fp =Koefisien gesek memanjang antara ban kendaraan dengan perkerasan

jalan aspal, ditetapkan 0.280.45 (menurut AASHTO), fp akan semakin

kecil jika kecepatan (Vr) semakin tinggi dan sebaliknya. (Menurut Bina
Marga, fp = 0.350.55)

Untuk persamaam Jh diatas dapat disederhanakan menjadi :

Dimana : L = landai jalan dalam (%) dibagi 100

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

B. Jarak Pandang Mendahului (Jd)


1) Jarak adalah jarak yang memungkinkan suatu kendaraan mendahului kendaraan lain
didepannya dengan aman sampai kendaraan tersebut kembali kelajur semula.

2) Asumsi tinggi

Jh diukur berdasarkan asumsi bahwa tinggi mata pengemudi adalah 105 cm dan tinggi
halangan 105 cm.

3) Rumus yang digunakan.

Jd, dalam satuan meter ditentukan sebagai berikut :


Jd = d1 + d2 + d3 + d4

Dimana :

d1 = Jarak yang ditempuh selama waktu tanggap (m)

d2 = Jarak yang ditempuh selama mendahului sampai dengan kembali kelajur


semula (m)

d3 = Jarak antara kendaraan yang mendahului dengan kendaraan yang datang


dari arah berlawanan setelah proses mendahului selesai (m)

d4 = Jarak yang ditempuh oleh kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Rumus yang digunakan :

Dimana : T1 = Waktu dalam (detik), 2.12 + 0.026 x Vr

T2 = Waktu kendaraan berada dijalur lawan, (detik) 6.56+0.048xVr

a = Percepatan rata-rata km/jm/dtk, (km/jm/dtk), 2.052+0.0036xVr

m = Perbedaan kecepatan dari kendaraan yang menyiap dan kendaraan yang


disiap, (biasanya diambil 10-15 km/jam)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Daerah Bebas Samping di Tikungan


Jarak pandang pengemudi pada lengkung horisontal (di tikungan), adalah

pandanngan bebas pengemudi dari halangan benda-benda di sisi jalan Daerah bebas
samping di tikungan dihitung bedasarkan rumus-rumus sebagai berikut:

1. Jarak pandangan lebih kecil daripada panjang tikungan (Jh < Lt).

Keterangan :

Jh = Jarak pandang henti (m)


Lt = Panjang tikungan (m)

E = Daerah kebebasan samping (m)


R = Jari-jari lingkaran (m)

2. Jarak pandangan lebih besar dari panjang tikungan (Jh > Lt)

Gambar Jarak pandangan pada lengkung horizontal

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Keterangan:

Jh = Jarak pandang henti

Lt = Panjang lengkung total


R = Jari-jari tikungan

R = Jari-jari sumbu lajur

Pelebaran Perkerasan
Pelebaran perkerasan dilakukan pada tikungan-tikungan yang tajam, agar

kendaraan tetap dapat mempertahankan lintasannya pada jalur yang telah disediakan.
Gambar dari pelebaran perkerasan pada tikungan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar Pelebaran Perkerasan Pada Tikungan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
1. Rumus yang digunakan :

Keterangan:

B = Lebar perkerasan pada tikungan


n = Jumlah jalur lalu lintas

b = Lebar lintasan truk pada jalur lurus


b = Lebar lintasan truk pada tikungan

p = Jarak As roda depan dengan roda belakang truk


A = Tonjolan depan sampai bumper
W = Lebar perkerasan

Td = Lebar melintang akibat tonjolan depan

Z = Lebar tambahan akibat kelelahan pengamudi

c = Kebebasan samping

= Pelebaran perkerasan

Rd = Jari-jari rencana

Kontrol Overlapping
Pada setiap tikungan yang sudah direncanakan, maka jangan sampai terjadi Over

Lapping. Karena kalau hal ini terjadi maka tikungan tersebut menjadi tidak aman untuk

digunakan sesuai kecepatan rencana. Syarat supaya tidak terjadi Over Lapping : n > 3detik
Vr

Dimana : n = Daerah tangen (meter)


Vr = Kecepatan rencana

Gambar Kontrol Over Lapping

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Perhitungan Stationing
Stasioning adalah dimulai dari awal proyek dengan nomor station angka sebelah

kiri tanda (+) menunjukkan (meter). Angka stasioning bergerak kekanan dari titik
awal proyek menuju titik akhir proyek.
Contoh:

Gambar Stasioning

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Contoh perhitungan stationing :
STA A = Sta 0+000m

STA PI1 = Sta A + d A - 1


STA TS1 = Sta PI1 Tt1

STA SC1 = Sta TS1 + Ls1


STA Cs1 = Sta SC1 + Lc1
STA ST1 = Sta CS + Ls1

STA PI2 = Sta ST1 + d 1-2 Tt1

STA TS2 = Sta PI2 Ts2

STA SS2 = Sta TS2 + Ls2


STA ST2 = Sta SS2 + Ls2

STA PI3 = Sta ST2 + d 2-3 Ts2


STA TS3 = Sta PI3 Tt3

STA SC3 = Sta TS3 + Ls3


STA CS3 = Sta SC3 + Lc3

STA ST3 = Sta CS3 + Ls3

STA PI4 = Sta ST3 + d 3-4 Tt3


STA TS4 = Sta PI4 Tt4

STA SC4 = Sta TS4 Ls4


STA CS4 = Sta SC4 Lc4

STA ST4 = Sta CS4 Ls4

STA B = Sta ST4 + d 4-B Tt4

Perencanaan Alinemen Vertikal


Alinyemen vertikal adalah perencanaan elevasi sumbu jalan pada setiap titik yang

ditinjau, berupa profil memanjang. Pada perencanaan alinyemen vertikal akan ditemui

kelandaian positif (tanjakan) dan kelandaian negatif (turunan), sehingga kombinasinya


berupa lengkung cembung dan lengkung cekung.

Disamping kedua lengkung tersebut ditemui pula kelandaian = 0 (datar). Kondisi

tersebut dipengaruhi oleh keadaan topografi yang dilalui oleh rute jalan rencana. Kondisi
topografi tidak saja berpengaruh pada perencanaan alinyemen horizontal, tetapi juga
mempengaruhi perencanaan alinyemen vertikal.
Kelandaian
Untuk menghitung dan merencanakan lengkung vertikal, ada beberapa hal yang

perlu diperhatikan, yaitu :

1. Karakteristik Kendaraan Pada Kelandaian


Hampir seluruh kendaraan penumpang dapat berjalan baik dengan kelandaian 13%

8% tanpa ada perbedaan dibandingkan pada bagian datar. Pengamatan menunjukkan


bahwa untuk mobil penumpang pada kelandaian 3% hanya sedikit sekali pengaruhnya

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
dibandingkan dengan jalan datar.
pegaruhnya.

Sedangkan untuk truk, kelandaian akan lebih besar

Kelandaian Maksimum
Kelandaian maksimum yang ditentukan untuk berbagai variasi kecepatan rencana

dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak terus tanpa kehilangan kecepatan yang
berarti.

Kelandaian maksimum didasarkan pada kecepatan truk yang bermuatan penuh

mampu bergerak dengan kecepatan tidak kurang dari separuh kecepatan semula tanpa
harus menggunakan gigi rendah.
Ve (km/jam)
Kelandaian

120

Tabel 6.16 : Kelandaian Maksimum Yang Diijinkan


110

Maksimum (%)

100
4

80

60

50
9

40

< 40

10

10

Kelandaian Minimum
Pada jalan yang menggunakan kerb pada tepi perkerasannya perlu dibuat

kelandaian minimum 0,5 % untuk keperluan kemiringan saluran samping karena


kemiringan melintang jalan dengan kerb hanya cukup untuk mengalirkan air ke samping.
Panjang Kritis Suatu Kelandaian

Panjang kritis ini diperlukan sebagai batasan panjang kelandaian maksimum agar

pengurangan kecepatan kendaraan tidak lebih dari separuh VR. Lama perjalanan pada
panjang kritis tidak lebih dari satu menit.
Tabel 6.17 : Panjang Kritis (m)
Kecepatan pada awal
tanjakan (km/jam)
80
60

4
630
320

5
46
21

Kelandaian (%)
6
7
8
360
27
23
160
12
110

9
230
90

10
200
80

Lajur Pendakian pada Kelandaian Khusus


Pada jalur jalan dengan rencana volume lalu lintas yang tinggi, terutama untuk tipe

2/2 D (devided), maka kendaraan berat akan berjalan pada lajur pendakian dengan

kecepatan di bawah VR, sedangkan kendaraan lain masih dapt bergerak dengan VR,
sebaiknya untuk dibuat lajur tambahan pada bagian kiri.
Lengkung Vertikal
Lengkung vertikal direncanakan untuk merubah secara bertahap perubahan dari

dua macam kelandaian arah memanjang jalan pada setiap lokasi yang diperlukan. Hal ini
dimaksudkan

untuk

mengurangi

goncangan

akibat

perubahan

kelandaian

menyediakan jarak pandang henti yang cukup, untuk keamanan dan kenyamanan.

dan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Lengkung vertikal terdiri dari dua jenis yaitu :
Lengkung Cembung.
Lengkung Cekung.

Gambar 6.24 : Tipikal Lengkung Vertikal bentuk Parabola

Rumus yang digunakan :


X=
Y=

Dimana :

= Jarak dari titik P ke titik yang ditinjau pada Sta (Sta)

= Panjang lengkung vertikal parabola, yang merupakan jarak proyeksi dari titik A

g1
g2

= Perbedaan elevasi antara titik P dan titik yang ditinjau pada Sta (m)
dan titik Q (Sta)

= Kelandaian tangen dari titik P (%)

= Kelandaian tangen dari titik Q (%)

Rumus di atas untuk lengkung simetris.

(g1 g2) = A = perbedaan aljabar untuk kelandaian (%)


Kelandaian menaik (pendakian), diberi tanda (+), sedangkan kelandaian menurun

(penurunan) diberi tanda (-). Ketentuan pendakian atau penurunan ditinjau dari kiri.
Ev =
Untuk :

X =1/2 L
Y = Ev

1) Lengkung Vertikal Cembung


Ketentuan tinggi menurut Bina Marga (19913) untuk lengkung cembung seperti

pada tabel berikut.

Tabel 6.18 : Ketentuan tinggi untuk jenis jarak pandang

Untuk Jarak Pandang


Henti (Jh)

h1 (m)

h2 (m)

tinggi mata

tinggi objek

1,05

0,15

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Mendahului (Jd)

1,05

1,05

a) Panjang L, berdasarkan Jh
Jh < L, maka : L =

Jh > L, maka : L = 2 Jh -

b) Panjang L, berdasarkan Jd
Jd < L, maka : L =

Jd > L, maka : L = 2 Jd -

Gambar 6.25 : Untuk Jh < L

2) Lengkung Vertikal Cekung

Gambar 6.26 : Untuk Jh > L

Tidak ada dasar yang dapat digunakan untuk menentukan panjang lengkung cekung

vertikal (L), akan tetapi ada empat kriteria sebagai pertimbangan yang dapat digunakan
yaitu :

Jarak sinar lampu besar dari kendaraan.


Kenyamanan pengemudi.
Ketentuan drainase.

Penampilan secara umum.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Gambar 6.27 : Untuk Jh < L

Gambar 6.28 : Untuk Jh > L


Dengan bantuan gambar diatas, yaitu tinggi lampu kendaraan = 0,60 m (2) dan

sudut bias = 1o, maka diperoleh hubungan praktis sebagai berikut :


Jh < L, maka : L =

Jh > L, maka : L = 2 Jh

Gambar 6.29 : Grafik Panjang Lengkung Vertikal Cekung berdasarkan Jarak Panjang Henti
(Jh)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Perencanaan Tebal Perkerasan

PERTIMBANGAN PERENCANAAN
Berbagai pertimbangan yang diperlukan dalam perencanaan tebal perkerasan

antara lain meliputi hal-hal :

Pertimbangan Konstruksi dan Pemeliharaan


Konstruksi dan pemeliharaannya setelah digunakan harus dijadikan pertimbangan

dalam merencanakan tebal perkerasan. Faktor yang perlu dipertimbangkan :


Perluasan dan jenis drainase.

Penggunaan konstruksi berkotak-kotak.


Ketersediaan

peralatan,

khususnya

penghamparan dan pemadatan.

peralatan

Pencampuran

material,

Penggunaan konstruksi bertahap.

Penggunaan stabilitas.

Kebutuhan dari segi lingkungan dan keamanan pemakai.


Pertimbangan sosial dan strategi pemeliharaan.
Resiko-resiko yang mungkin terjadi.
Pertimbangn Lingkungan
Faktor yang dominan berpengaruh pada perkerasan adalah :
Kelembaban

Kelembaban secara umum berpengaruh terhadap penampilan perkerasan,

sedangkan kekakuan/kekuatan material yang lepas dan tanah dasar, tergantung dari kadar
air materialnya

Faktor yang diperlukan pada tahap perencanaan :


Pola hujan dan penguapan.
Permeabilitas lapisan aus.

Kedalaman muka air tanah.

Permeabilitas relatif dari lapisan perkerasan.


Jenis perkerasan.

Perubahan kadar air pada perkerasan kadang kala terjadi karena salh satu atau

beberapa faktor di bawah ini :

Rembesan air dari daerah yang lebih tinggi ke bahu dan badan jalan.

Fluktuasi muka air tanah.

Resapan air yang menembus permukaan perkerasan atau bahu jalan.

Pelepasan kelembaban pada konstruksi dari keseimbangan kadar air.

Permeabilitas relatif lapisan perkerasan dan tanah dasar. Jika terjadi pengurangan
permeabilitas sehubungan dengan kedalaman maka kejenuhan bahan di sekitarnya
akan bertambah.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Gambar 6.30 : Pergerakan Air Pada Konstruksi Perkerasan Jalan


Suhu Lingkungan
Suhu lingkungan pengaruhnya cukup besar pada penampilan permukaan

perkerasan jika digunakan pelapisan permukaan dengan aspal, karena karakteristik dan
sifat aspal yang kaku dan

regas pada temperatur rendah dan sebaliknya akan lunak dan bersifat visko elastis pada
suhu tinggi.

Pada perkerasan dengan beton, temperatur yang tinggi juga akan berpengaruh

besar, terutama pada saat pelaksanaan konstruksi.


Evaluasi Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)

Daya dukung lapisan tanah dasar adalah hal yang sangat penting dalam

merencanakan tebal lapisan perkerasan, jadi tujuan evaluasi lapisan tanah dasar ini adalah
untuk mengestimasi nilai daya dukung subgrade yang akan digunakan dalam perencanaan.
Faktor Pertimbangan untuk Estimasi Daya Dukung
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai kekuatan dan

kekakuan lapisan tanah dasar.

Urutan pekerjaan tanah.

Penggunaan kadar air (w) pada saat pemadatan (kompaksi) dan kepadatan
lapangan (Yd) yang dicapai.

Perubahan kadar air selama usia pelayanan.

Ketebalan lapisan perkerasan total yang dapat diterima lapisan lunak yang ada di
bawah lapisan tanah dasar.

Pengukuran Daya Dukung Subgrade


Pengukuran daya dukung subgrade (lapisan tanah dasar) yang digunakan,

dilakukan dengan cara :

California Bearing Ratio (CBR).


Parameter Elastis.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Modulus Reaksi Tanah Dasar (k)

Tabel 6.19 : Pengukuran Daya Dukung yang digunakan

Jenis Perkerasan
Fleksibel

Pengukuran Daya Dukung Tanah Dasar

CBR

Parameter Elastis

(LENTUR)
Rigid (KAKU)

1) California Bearing Ratio (CBR)


Pengujian CBR (di tempat) dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR yang
diperlukan untuk mengetahui daya dukung lapisan tanah dasar, akan tetapi
pengujian ini memerlukan banyak waktu dan biaya yang mahal. Disamping itu,
untuk trase jalan baru metoda/pengujian ini sangat tidak praktis.

Metoda Penetrasi (cone penetrometer), dapat digunakan sebagai pengganti

metoda CBR. Metoda ini terdiri dari dua metoda yang sesuai dengan alat yang
digunakan, yaitu :

DCP (Dynamic Cone Penetrometer), nilai dari metoda ini dapat


dikorelasikan untuk mendapatkan nilai CBR.

Sondir (Static Cone Penetrometer), nilai dari metoda ini dapat


dikorelasikan untuk mendapatkan nilai CBR.

2) Modulus Reaksi Tanah Dasar (k)


Modulus rreaksi tanah dasar k ini dapat ditentukan dari pengujian pembebanan plate

(Plate Loading Test) yang dapat digunakan untuk elevasi daya dukung lapisan tanah
dasar (subgrade), pondasi bawah (subbase) dan pondasi atas (base) dengan

menggunakan plat berdiameter relatif besar, dengan metoda pengujian dari ASTM DI
196 64(191313) atau AASHTO T221 66(1982) untuk perkerasan lentur maupun
kaku.

Modulus k ini dapat ditentukan dan langsung dimasukkan ke prows

perencanaan perkerasan kaku. Nilai CBR dapat diperoleh dari hubungan dengan nilai
k tersebut.

3) Parameter Elastis
Tata cara yang digunakan untuk menentukan nilai CBR desain dilakukan dengan

pengujian laboratorium terhadap contoh tanah dari lapangan dimana dapat


diperkirakan kepadatan dan kadar air lapisan tanah dasar tersebut.

Cara ini

khususnya berguna jika tidak terdapat kesamaan pada kepadatan, kadar air dan bahan
dari jalan yang ada dengan rencana lapisan perkerasan.

Pengujan laboratorium

dilakukan pada contoh padat pada kadar air dan kepadatan rencana sehubungan
dengan rencana yang akan terjadi dilapangan, atau alternatif lain adalah dengan
menguji contoh asli dari lapangan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
4) Pengambilan Nilai CBR perkiraan
Pendekatan ini dapat digunakan jika tidak dapat diperoleh nilai CBR, khususnya untuk

jalan dengan lalu lintas rendah dimana tidak disarankan penelitian, atau untuk tahap
awal perencanaan suatu jalan.
LALU LINTAS RENCANA
Kondisi lalu lintas yang akan menentukan pelayanan adalah :
Jumlah sumbu yang lewat.

Beban sumbu.

Konfigurasi sumbu.
berat.

Untuk semua jenis perkerasan, penampilan dipengaruhi terutama oleh kendaraan

1) Konfigurasi Sumbu dan Ekivalensi


Kerusakan akibat kendaraan tergantung pada :
Jarak sumbu.

Jumlah roda/sumbu.
Beban sumbu.

Untuk kebutuhan perencanaan kendaraan yang diperhitungkan adalah empat jenis,

sebgai berikut :

Sumbu tunggal roda tunggal.

Sumbu tandem roda tunggal.


Sumbu tunggal roda ganda.

Sumbu triple roda ganda.


2) Lajur Rencana

Pembangunan lapisan perkerasan yang baru atau pelapisan tambahan akan

dilaksanakan pada 2 lajur atu lebih yang kemungkinan bisa berbeda kebutuhannya

terhadap ketebalan lapisan. Untuk itu dibuat lajur rencana yaitu lajur yang menerima
beban terbesar.

3) Usia Rencana
Usia rencana adalah jangka waktu dalam tahun sampai perkerasan harus diperbaiki

atau ditingkatkan. Perbaikan terdiri dari pelapisan ulang, penambahan, atau peningkatan.

Beberapa tipikal usia rencana :

Lapisan perkerasan aspal baru, 20 - 25 tahun.

Lapisan perkerasan kaku baru, 20 40 tahun.

Lapisan tambahan (aspal, 10 15 tahun), (batupasir, 10 20 tahun).

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
4) Angka Pertumbuhan Lalu lintas
Jumlah lalu lintas akan bertambah baik pada keseluruhan usia rencana atau pada

sebagian masa tersebut. Angka pertumbuhan lalu lintas dapat ditentukan dari hasil survey
untuk setiap proyek.

5) Metoda Perhitungan Lalu lintas Rencana


Metoda yang akan digunakan tergantung dari data lalu lintas yang ada dan prosedur

perencanaan yang digunakan.

LAPISAN PERKERASAN LENTUR


Karakteristik Perkerasan Lentur
Bersifat elastis jika menerima beban, sehingga dapat memberi kenyamanan bagi
pengguna jalan.

Pada umumnya menggunakan bahan pengikat aspal.

Seluruh lapisan ikut menanggung beban.

Penyebaran tegangan dari kendaraan tidak sampai merusak lapisan tanah dasarnya
(subgrade).

Usia rencana maksimum 20 tahun.

Gambar 6.31 : Susunan Lapisan Perkerasan Lentur


Lalu lintas Rencana untuk Perkerasan Lentur
1) Presentase Kendaraan pada Lajur Rencana
Jalur Rencana merupakan jalur lalu lintas dari suatu ruas jalan yang terdiri dari satu

lajur atau lebih.

Tabel 6.20 : Jumlah Lajur berdasarkan Lebar Perkerasan

Perkerasan (L)

Jumlah Lajur (n)

L < 5,50 m

1 Lajur

8,25 m L < 11,25 m

3 Lajur

5,50 m L < 8,25 m

11,25 m L < 15,00 m

15,00 m L < 18,135 m

18,135 m L < 22,00 m

2 Lajur
4 Lajur
5 Lajur
6 Lajur

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Jika jalan tidak memiliki tanda batas lajur, maka jumlah lajur ditentukan dari lebar

perkerasan seperti pada tabel diatas.

Tabel 6.21 : Koefisien Distribusi Kendaraan Rinagn dan Berat yang leat pada Lajur
Rencana

2) Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan


Angka ekivalen (E) masing-masing golongan sumbu :
Angka Ekivalen Sumbu Tunggal
E=

Angka Ekivalen Sumbu Ganda


E = 0,086
3) Perhitungan Lalu lintas
Lintas Ekivalen Permulaan (LEP)
LEP =
Lintas Ekivalen Akhir (LEA)
LEA =

Lintas Ekivalen Tengah (LET)


LET =

Lintas Ekivalen Rencana (LER)


LER = LET x FP
FP =

Dimana :
i

= Perkembangan lalu lintas

LHR

= Lalu lintas harian rata-rata

UR

= Jenis kendaraan

= Umur rencana

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
FP

= Faktor penyesuaian

Perhitungan Daya Dukung Tanah Dasar


Daya dukung tanah dasar (DDT) ditetapkan berdasarkan grafik korelasi. Daya

dukung tanah dasar diperoleh dari nilai CBR atau Plate Bearing Test, DCP, dll.
Faktor Regional

Faktor Regional (FR) adalah faktor koreksi sehubungan dengan adanya perbedaan

kondisi dengan kondisi percobaan AASHTO Road Test dan disesuaikan dengan keadaan di
Indonesia. FR ini dipengaruhi oleh bentuk alinyemen, presentase kendaraan serta iklim.
Tabel 6.22 : Faktor Regional (FR)

Indekas Permukaan
Indeks permukaan adalah nilai kerataan/kehalusan serta kekokohan permukaan

yang bertalian dengan tingkat pelayanan bagi lalu lintas yang lewat.

Tabel 6.23 : Indeks Permukaan pada Akhir Umur Rencana (IPt)

Tabel 6.24 : Indeks Permukaan pada Awal Umur Rencana (IPo)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Indeks Tebal Perkerasan


ITP = a1D1 + a2D2 +a3D3
Dimana :
ITP

= Indeks Tebal Perkerasan

= Tebal lapisan (cm)

= Koefisien lapisan

Lapis Pondasi Bawah


Untuk setiap nilai ITP bila digunakan pondasi bawah, tebal minimum adalah 10 cm.

Untuk nilai koefisien lapisan (a) dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6.25 : Koefisien Kekuatan Relatif (a)

Tebal Minimum Lapis Perkerasan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Tebal minimum lapis perkerasan ditentukan dengan tabel batas minimum lapis permukaan

dan lapis pondasi dibawah ini. Sedangkan tabel minimum lapis pondasi bawah untuk setiap
nilai ITP ditentukan sebesar 10 cm.

Dari parameter-parameter tersebut kemudian diperoleh nilai ITP dan nilai koefisien

kekuatan relative untuk masing-masing bahan perkerasan. Tebal masing-masing bahan

perkerasan untuk masing-masing lapis permukaan, lapis pondasi, dan lapis pondasi
bawah dapat dihitung dengan rumus :
ITP = a1 D1 + a2 D2 + a3 D3
Dimana :

a1,a2,a3 = koefisien kekuatan relatif bahan untuk masing-masing lapisan perkerasan

D1,D2,D3 = tebal masing-masing lapis perkerasan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Penanganan Keruntuhan Lereng Batuan
A.

Prinsip Stabilitas Lereng Batuan

Keruntuhan lereng batuan merupakan pergerakan batuan yang cepat pada

permukaan lereng batuan curam, baik batuan yang besar maupun batuan yang kecil.
Karena kecepatannya yang tinggi, keruntuhan lereng batuan dapat membahayakan

kendaraan, menyebabkan luka atau kematian pada pengendara dan penumpang, serta

kerugian ekonomi karena penutupan jalan. Oleh karena itu, beberapa bagian jalan di
daerah pegunungan memerlukan perlindungan dari keruntuhan batuan, terutama pada
tebing yang curam.

Gambar Prinsip stabilitas lereng

A. Gravitasi selalu mengakibatkan gaya tarik material penyusun lereng menuju kebawah
(hukum gravitasi)

B. Friksi memberikan gaya perlawanan terhadap kecenderungan pergerakan akibat


gravitasi berarti material sangat mudah sekali tergelincir

C. Sudut lereng semakin besar, semakin besar pula kecenderungan material bergerak
kebawah

Pergerakan keruntuhan batuan pada lereng curam dibagi menjadi 3 tipe, yaitu

meluncur (sliding), menggulung (rolling), dan memantul (bounching). Dalam membuat

penanganan keruntuhan batuan, berat; kecepatan, arah; dan posisi jatuhnya batuan
ditentukan berdasarkan survey pada daerah tertentu.

Gambar Ilustrasi Pergerakan Jatuhnya Batuan


B.

Penanggulangan Keruntuhan Lereng Batuan

Dalam melakukan penanganan stabilitas lereng, perlu dilakukan beberapa macam

jenis tinjauan seperti bagaimana kondisi topografi, kondisi geologi, kondisi lingkungan, dan

kondisi lain yang ada. Namun, tinjauan lain seperti tingkat kemudahan pengerjaan, dan

ketersediaan alat dan pekerja juga perlu mendapat perhatian karena pada akhirnya itu

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
akan mempengaruhi biaya penanganan lereng. Pemilihan metoda penanggulangan
longsoran tergantung dari beberapa faktor yaitu sebagai berikut:

Identifikasi penyebab ( penggerusan pada kaki lereng, penimbunan pada


kepala longsoran, pemotongan pada kaki lereng dan sebagainya).

Kemungkinan tipe-tipe penanggulangan berdasarkan teknis ( luas daerah


longsoran, jenis tanah).

Kemungkinan pelaksanaan ( biaya, teknik pelaksanaan, kemampuan pelaksana


dansebagainya).

Memilih

salah

satu

penanggulangan

ekonomi (material yang ada).

dengan

mempertimbangkan

faktor

Secara garis besar, penanganan terhadap keruntuhan batuan diklasifikasikan

menjadi

2,

yaitutindakan

stabilisasi

lereng (stabillization

measure) dan

perlindungan (protection measure). Berikut adalah skema jenis penanganan lereng batuan.

Gambar 3. Skema penanganan jenis penanganan lereng batuan


1.

Stabilisasi lereng (stabillization measure)


Stabilisasi lereng batuan itu sendiri dilakukan untuk mempertahankan kondisi

batuan agar tetap dalam kondisi yang stabil atau memperkecil kemungkinan terjadi

kelongsoran. Adapun metode yang digunakan untuk memperoleh kondisi seperti yang
tertulis di atas ada dua yaitu dengan memperkuat lereng batuan (reinforcement) dan

mengubah bentuk muka lereng dengan pemotongan (rock removal). Kedua cara tersebut

memiliki banyak contoh penerapannya dilapangan dan untuk pemilihan jenis penangannya
tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan. Tingkat kestabilan suatu

lereng batuan, secara umum ditunjukkan dengan suatu nilai angka atau faktor aman lereng
(Safety Factor). Angka aman (Safety Factor) ini merupakan angka yang menggambarkan
kondisi keamanan lereng batuan. Nilai SF kritis lereng batuan adalah 1, artinya pada

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
kondisi demikian lereng batuan sangat rawan terhadap bahaya kelongsoran. Oleh karena

itu, nilai angka aman diharapkan memiliki besaran lebih dari 1. Nilai angka aman tersebut
dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti di bawah ini.

Gambar 4. Parameter kuat dukung lereng batuan


1.

Secara umum parameter penentu nilai faktor aman adalah:

Berat dari volume batuan (W)

Berat sendiri dari batuan akan dipengaruhi oleh berat jenis batuan dan besarnya

volume bongkahan batuan yang terkena bidang gelincir. Jadi semakin besar berat

batuan akan berpengaruh pada meningkatnya gaya normal yang dihasilkan (lereng

stabil), tetapi di sisi lain juga akan memberikan tambahan gaya gelincir pada massa
2.

batuan (menambah gaya geser)

Parameter kuat dukung batuan (sudut gesek internal() & kohesi(c))

Parameter ini akan berpengaruh pada tingkat ketahanan batuan untuk tidak

mengalami keruntuhan. Besarnya parameter dukung batuan akan tergantung pada


3.

tiap tiap jenis batuan.

Sudut kemiringan bidang gelincir massa batuan ()

Sudut kemiringan bidang gelincir akan mempengaruhi besarnya volume batuan yang
berpotensi longsor. Jadi semakin besar sudut kemiringan bidang gelincir, maka

distribusi gaya berat batuan ke gaya gesernya (Wsin) akan semakin besar pula
4.

sehingga stabilitasnya menurun.


Kondisi air pada lereng

Keberadaan air dalam lereng baik pada bidang retakan atau pada bidang gelincir akan
memberikan dampak negatif pada kestabilan lereng. Air yang berada pada bidang

retak akan memberikan gaya dorong bagi massa batuan agar mengalami pergerakan
(V), dan air pada permukaan bidang gelincir akan memberikan gaya angkat (Uplift)

yang secara teori akan melawan gaya berat batuan sehingga akan mengurangi gaya
5.

normalnya.

Tegangan karena adanya perkuatan (angker, rockbolt,dll)

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Keberadaan perkuatan sebenarnya ditujukan untuk menambah gaya normal dari
massa batuan (R). Angker akan memberikan gaya desak sehingga akan terjadi

interlocking pada massa batuan. Akibatnya jika gaya normal yang bekerja menjadi
lebih besar, maka gaya dorong yang diperlukan untuk meruntuhkan batuan akan
6.

bertambah besar pula.


Gaya gempa

Dalam rumus di atas, gaya gempa tidak di perhitungkan. Namun, adanya gempa akan
memberikan pengaruh negatif pada stabilitas lereng. Gaya gempa sendiri dapat

diasumsikan berdasarkan zona wilayah gempa seperti yang telah disebutkan dalam
SNI.

Seperti yang tertera dalam gambar.3, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk

meningkatkan nilai stabilitas lereng batuan. Berikut adalah contoh uraian dari masing
masing metode.
1.1

Pemotongan Lereng Batuan

Metode ini meliputi :


a)

Pembuangan batuan kecil yang tidak stabil (mudah runtuh).

c)

Pembuangan puing-puing batuan. Metode ini lebih disarankan karena menghilangkan

b)

Memotong atau meledakkan batuan yang menggantung.

bahaya dan tidak membutuhkan perawatan.

Metode ini digunakan untuk memindahkan atau membuang batuan yang tidak stabil yang

dapat membahayakan daerah di bawahnya. Pada perencanaan pembuangan batuan


unstable, perlu dipertimbangkan karakter batuan. Pemotongan batuan dan perencanaan

muka lereng batuan seharusnya akan memberikan dampak berupa peningkatan stabilitas
lereng.

Gambar 5. Pemotongan massa batuan untuk stabilisasi lereng


1.2

Anchor

Rock Anchors adalah salah satu metode perkuatan lereng pada batuan dengan

pengangkuran (anchoring). Rock anchors sering juga disebut Rock nailling. Pengangkuran

ini sering digunakan dalam penggalian (excavation), bagian dari dinding penahan

(retaining wall) ataupun untuk menahan gaya-gaya (uplift, external force, dsb) pada suatu

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
struktur/ fondasi/lereng (slope). Fungsi utama dari rock anchors adalah untuk
memodifikasi gaya normal dan geser pada bidang longsor, dibandingkan menumpukan

kekuatan geser dari baja ketika anchor melintasi bidang. Pada rock anchors terdapat
elemen baja yang mendukungnya ( bisa berbentuk bars atau strand) yang akan dimasukkan

pada lubang yang sudah dibuat pada lereng. Elemen baja tersebut akan menahan/melawan
gaya-gaya yang bekerja pada lereng tersebut.

Rock anchor dapat berupa fully grouted dan untensioned, atau dianchor pada ujung

dan tensioned.

Gambar 5. Perkuatan lereng batuan (a) tension rockbolt in a displaced block; (b) fully
grouted,untensioned dowels installed prior to excavation to pre-reinforce the rock

Keuntungan dari untensioned bolt adalah harganya yang murah dan pemasangan

yang lebih cepat dibandingankan dengan tensioned anchor.

Tensioned rock anchors dipasang pada bidang geser yang potensial dan diikat pada

sound rock. Adanya gaya tarik pada anchor, akan ditransmisikan ke batuan dengan bidang
reaksi pada batuan permukaan, yang akan menimbulkan tekanan pada batuan massa, dan
memodifikasi/merubah tegangan normal dan geser pada bidang longsor. Untuk
menentukan faktor aman dapat dilakukan perhitungan, hal ini dimaksudkan untuk
meminimalisasi gaya yang diizinkan.

Setelah persyaratan gaya anchor dan pelubangan sudah ditentukan, terdapat 9

faktor untuk pemasangan anchor (Littlejohn dan Bruce, 1977; FHWA, 1982; BSI, 1989;
Xanthakos, 1991; PTI, 1996; Wyllie, 1999; dalam Rock Slope Engineering) :

1. Pengeboran (drilling), menentukan besarnya diameter lubang bor dan panjang yang
akan dibor di lapangan berdasarkan pada peralatan yang tersedia.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

2. Material dan dimensi Bolt, memilih material dan dimensi anchor yang cocok dengan
diameter lubang dan gaya anchor yang disyaratkan.

3. Korosi, memperkirakan tingkat korosi di lapangan dan mengaplikasikan perlindungan


korosi yang sesuai dengan tingkat korosi pada anchor.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
4. Tipe Pengikatan (bond type), memilih antara semen atau resin grout atau mechanical
anchor untuk mengamankan bagian ujung anchor pada lubang. Faktor-faktor yang

mempegaruhi penentuan meliputi diameter lubang, tensile load, panjang anchor,


kekuatan batuan, dan kecepatan pemasangan.

5. Panjang ikatan (bond length), penentuannya berdasarkan tipe pengikatan, diameter


lubang, tegangan anchor, dan kekuatan batuan.

6. Panjang total anchor, menghitung panjang total anchor, yang terdiri dari jumlah panjang
ikatan dan panjang yang tidak terpengaruh tekanan. Panjang yang tidak terpengaruh

tekanan harus lebih luar dari permukaan batuan sampai bagian atas zona pengikatan

(bond zone), dengan bagian atas dari zona pengikatan akan berada di bawah bidang
longsor potensial.

7. Pola Anchor (anchor pattern), layout dari pola anchor, maka jarak pada permukaannya
akan hamper sama dan akan menghasilkan gaya anchor yang telah disyaratkan.

8. Lubang bor yang tahan air (waterproofing drill holes),memastikan tidak ada
diskontinuitas pada zona pengikatan yang dapat menyebabkan kebocoran grouting.

9. Pengetesan (testing), menyiapkan prosedur untuk pengetesan yang akan memeriksa jika
panjang pengikatan dapat menahan dari beban yang didesain.

Prosedur perencanaan stabilisasi lereng menggunakan ground anchor ditunjukkan

pada flowchart berikut ini.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

a)

Gambar 6. Flowchart Desain Ground Anchor

Pengaturan angkur

Posisi, arah dan jarak antar angkur seharusnya ditentukan pertama pada saat
perancangan.

(1) Ground anchors harus dipasang dengan jarak minimal 2 m antar angkur.
(2) Sudut pemasangan angkur 10 sampai -10 dari arah horizontal.
(3) Arah angkur parallel dengan arah keruntuhan batuan.

(4) Jarak angkur ditentukan berdasarkan pengaruh antar angkur, yang dapat dilihat

dengan meninjau kekuatan angkur, diameter angkur, kedalaman, dan kekuatan

b)

keruntuhan batuan.

Perhitungan kekuatan angkur

Perencanaan kekuatan angkur dihitung dengan rumus berikut

Dimana, P = kekuatan bidang gelincir (kN/m2)


= sudut angkur ( )

= sudut bidang gelincir ( )

= sudut gesek internal bidang gelincir ( )


B = jarak antar angkur arah horizontal (m)
N = jumlah angkur arah vertikal

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
2.

Perlindungan lereng batuan (protection measure)


Rock Sheds

Rock sheds merupakan struktur beton bertulang atau struktur baja yang

dipasang menutupi jalan. Berdasarkan strukturnya, rock sheds dibagi menjadi 4


tipe, yaitu portal (gate) type, retaining wall type, arch type and pocket type (Gambar
7).

Metode ini sangat mahal dan hanya didesain pada area yang memiliki bahaya

keruntuhan batuan yang ekstrim. Metode ini bertujuan untuk mengurangi bahaya di

jalan yang diakibatkan karena keruntuhan batuan dengan cara menahan batuan
yang jatuh atau mengubah arah jatuhnya batuan.

Gambar 7. Tipe Rock Sheds


Dalam perencanaan ini, yang sangat penting untuk dilakukan yaitu

menghitung impact force dari batuan. Rock sheds di desain setelah mengubah
impact force menjadi static force. Untuk mempermudah perhitungan, daerah yang
terkena impact force diasumsikan sebagai bujursangkar.
Catch Fill and Ditches

Metode ini biasanya digunakan untuk keruntuhan batuan dalam skala besar.

Metode ini juga membutuhkan biaya yang tidak terlalu banyak. Tetapi pada metode

ini memerlukan ruangan yang cukup antara unstable slope dengan jalan untuk
menampung batuan yang jatuh. Metode uni bertujuan untuk mengurangi efek dari
batuan yang jatuh dengan menghindarkan jalan dari batuan yang jatuh.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Gambar 8. Layout Catch Fill dan Catch Ditch


Terlepas dari analisis kestabilan tanggul, perencanaan ini berkaitan dengan bentuk

dan dimensi dari catch fill and ditch yang berkaitan dengan kapasitasnya dalam menahan
dan menampung batuan. Untuk memastikan kapasitas catch fill and ditch, drain ditch
dibuat di sepanjang sisinya.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Untuk menentukan besarnya biaya yang diperlukan terlebih dahulu harus diketahui

volume dari pekerjaan yang direncanakan. Pada umumnya pembuat jalan tidak lepas dari
masalah galian maupun timbunan. Besarnya galian dan timbunan yang akan dibuat dapat
dilihat pada gambar Long Profile. Sedangkan volume galian dapat dilihat melalui gambar

Cross Section. Selain mencari volume galian dan timbunan juga diperlukan untuk mencari
volume dari pekerjaan lainnya yaitu:
1. Volume Pekerjaan

a. Pekerjaan persiapan
- Peninjauan lokasi

- Pengukuran dan pemasangan patok

- Pembersihan lokasi dan persiapan alat dan bahan untuk pekerjaan


- Pembuatan Bouplank

b. Pekerjaan tanah
- Galian tanah

- Timbunan tanah

c. Pekerjaan perkerasan

- Lapis permukaan (Surface Course)


- Lapis pondasi atas (Base Course)

- Lapis pondasi bawah (Sub Base Course)


- Lapis tanah dasar (Sub Grade)

e. Pekerjaan drainase
- Galian saluran

- Pembuatan talud

f. Pekerjaan pelengkap

- Pemasangan rambu-rambu
- Pengecatan marka jalan
- Penerangan

2. Analisa Harga Satuan

Analisa harga satuan diambil dari Harga Satuan Dasar Upah Dan Bahan Serta Biaya
Operasi Peralatan Dinas Bina Marga Aceh Tahun anggaran 2014.

3. Kurva S

Dari hasil analisis perhitungan waktu pelaksanaan, analisis harga satuan pekerjaan dan
perhitungan bobot pekerjaan, maka dapat dibuat Rencana Anggaran Biaya(RAB) dan

Time Schedule pelaksanaan proyek dalam bentuk Bar Chard dan Kurva S. Kurva S sendiri

dibuat dengan cara membagi masing masing bobot pekerjaan dalam (Rp) dengan
jumlah bobot pekerjaan keseluruhan dikali 100% sehingga hasilnya adalah dalam (%),

kemudian bobot pekerjaan (%) tersebut dibagi dengan lamanya waktu pelaksanaan tiap

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
jenis pekerjaan setelah itu hasil perhitungan dimasukkan dalam tabel time schedule. Dari
tabel tersebut dapat diketahui jumlah (%) dan % komulatif tiap minggunya, yang
selanjutnya diplotkan sehingga membentuk Kurva S.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
b) PROGRAM KERJA
Untuk itu diperlukan suatu metoda dan rencana kerja yang baik untuk dapat menyelesaikan

pekerjaan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Secara umum, rencana kerja yang akan
dilaksanakan untuk Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 meliputi beberapa
tahap kegiatan, yaitu :

Tahap Persiapan,

Tahap Pengumpulan dan Analisa Data Lapangan,


Tahap Perencanaan Awal dan Akhir,
Tahap Penggambaran,

Tahap Perhitungan Kuantitas,

Tahap Pelaporan dan Penyiapan Dokumen Lelang.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

FLOW CHART TAHAPAN PEKERJAAN


SPMK

Persiapan

Mobilisasi

Pengumpulan Data

Survey Pendahuluan

Survey Detail

Topografi

Geologi /Geoteknik

Hidrologi

Utility

Traffic Count

Inventarisasi Jalan

PERECANAAN JALAN

Gambar Rencana dan Dokumen Tender

TAHAP PERSIAPAN
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengenali lingkup pekerjaan,

merumuskan pelaksanaan pekerjaan dan kondisi lapangan berikut permasalahanpermasalahan yang ada. Segera setelah SPMK diterbitkan konsultan akan memobilisasi
tenaga-tenaga inti untuk melakukan survey pendahuluan serta mengumpulkan data-data

sekunder mengenai lokasi-lokasi daerah Jalan yang akan direncanakan.

Selain itu konsultan akan langsung melakukan koordinasi dan persiapan pelaksanaan
pekerjaan, diantaranya :

(a) Menyiapkan data-data yang diperlukan guna pelaksanaan survey perencanaan

jembatan seperti peta topografi, curah hujan, lalu lintas dan sebagainya yang
berhubungan dengan perencanaan jembatan.

(b) Pengarahan cara kerja personil sehubungan dengan waktu yang disediakan.
(c) Penyediaan peralatan yang akan dipakai untuk survey lapangan.

(d) Persiapan surat pengantar mobilisasi personil, dan lain-lain yang diperlukan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Sebelum pekerjaan SURVAI PENDAHULUAN / RECONNAISSANCE SURVEY dimulai, konsultan

berkoordinasi dengan Tim Teknis Satuan Kerja Dinas Bina Marga Aceh

untuk

mendapatkan pengarahan dan petunjuk-petunjuk mengenai pekerjaan yang akan

dilaksanakan, rencana-rencana pengembangan daerah, dan hal-hal lain yang perlu

diketahui untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Personil yang terlibat dalam pekerjaan ini adalah


Ketua Tim

Tenaga Ahli Jalan Raya

Tenaga Ahli Pengukuran

Tenaga Ahli Soil & material

Tenaga Ahli Kuantitas dan Biaya


TAHAP SURVEY LAPANGAN
Kegiatan awal yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah melakukan Survey

Pendahuluan, yang kemudian akan diikuti dengan pelaksanaan survey detail seperti survey
topografi, penyelidikan tanah dan material, dan survey detail lainnya.

SURVEY PENDAHULUAN

Survey ini dilakukan untuk menentukan lokasi jembatan yang tepat dilihat dari sisi

geometrik jalan (vertikal maupun horisontal). Pada jalan yang sudah ada (existing) ditinjau
kemungkinan relokasi jembatan untuk mendapat syarat geometrik yang lebih baik,

sehingga jika terdapat jembatan existing yang harus diganti, jembatan tersebut dapat
digunakan selama jembatan baru dibangun sehingga tidak mengganggu lalu-lintas yang

ada. Untuk lokasi-lokasi yang belum ada jembatan, akan dicari tempat yang paling baik

untuk pembuatan jembatan dengan mempertimbangkan syarat-syarat geometrik, kondisi


tanah dan perilaku sungai.

Juga selama survey ini dilakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat untuk mendapat

masukan-masukan yang berharga seperti keadaan banjir tertinggi, pembebasan lahan dan

lain-lain. Dari hasil survey pendahuluan dilakukan pembahasan dengan pemberi tugas
untuk menetapkan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan yaitu mempunyai
tempat lokasi jembatan yang tepat, supaya dapat segera dilaksanakan survey topography,
penyelidikan tanah dan material, survey hidrologi serta survey geologi/geoteknik.
Adapun kegiatan yang dilakukan pada survey ini antara lain :

1. Melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan instansi terkait di daerah sehubungan


dengan akan dilaksanakan survai.

2. Mengumpulkan informasi tentang Harga Satuan Upah / Bahan Dasar dari Dinas Bina
Marga setempat dan dari Satuan Kerja yang sedang berjalan disekitar lokasi
pekerjaan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
3. Peninjauan lokasi, menentukan titik-titik referensi dan memasang patok-patok yang
diperlukan sebagai titik referensi pengukuran detail topografi / geometrik dan
penyelidikan tanah di lokasi pekerjaan yang akan diteliti.

4. Melaksanakan pengisian formulir survai pendahuluan.

5. Mempelajari dan menganalisa data curah hujan pada daerah rencana trase jalan
melalui stasiun-stasiun pengamatan yang telah ada ataupun pada Jawatan
Metereologi setempat.

6. Membuat peta sumber material (quarry) yang diperlukan untuk pekerjaan


konstruksi dan memperkirakan volumenya.

7. Membuat foto dokumentasi lapangan, meliputi kondisi jembatan dari kedua arah

yang berlawanan / foto lokasilokasi tertentu yang dapat menggambarkan kondisi


jembatan serta lokasi quarry.

Personil yang terlibat dalam pekerjaan ini adalah :


Ketua Tim/Team Leader
Tenaga Ahli Jalan Raya

Tenaga Ahli Soil & material

Tenaga Ahli Kuantitas dan Biaya

SURVEY LAPANGAN

Kegiatan Survey lapangan untuk pekerjaan ini akan meliputi :


A. SURVEY TOPOGRAPHY :

Survey Topography dilakukan pada lokasi jembatan yang direncanakan dengan daerah

cakupan, 100 m ke arah hulu dan hilir jembatan dan sepanjang 200 m untuk jalan pendekat
(oprit) kiri dan kanan dari arah alur sungai. Dari hasil survey ini dapat dilakukan
penentuan lokasi jembatan secara tepat dan panjang bentang jembatan tersebut.
Survey Topografi untuk pekerjaan jembatan akan meliputi :

Pemasangan Patok Patok

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KDH)


Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)
Pengukuran Situasi

Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang


Pengukuran Khusus

Personil yang terlibat dalam pekerjaan ini adalah :


Surveyor

Ahli Jalan Raya


B. PENYELIDIKAN TANAH/ GEOLOGI/ GEOTEKNIK DAN MATERIAL :

Survey ini dilakukan untuk mengetahui lapisan-lapisan dan jenis tanah yang dapat
mempengaruhi pembangunan jembatan di daerah tersebut dengan melihat apakah ada
daerah patahan dan sebagainya. Juga mengenai frekuensi dan amplitudo dari gempa bumi

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
yang akan mempengaruhi pembebanan jembatan pada tahap perencanaan. Gempa bumi ini
dapat berupa tektonik maupun vulkanik.

Selain itu pada lokasi jembatan diadakan penyelidikan tanah untuk mengetahui sifat-sifat

tanah yang perlu untuk merencanakan bangunan bawah / pondasi jembatan. Penyelidikan
ini menggunakan alat sondir dan alat bor dimana perlu sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penyelidikan tanah juga dilakukan survey material lokal yang dapat digunakan
untuk pembangunan jembatan tersebut. Lokasi quarry, jumlah serta kelayakan aggregat.
Personil yang terlibat dalam pekerjaan ini adalah :
Tenaga Ahli Soil & Material

Teknisi soil dan material, sondir, boring


4. TAHAP PERENCANAAN TEKNIS

Data-data hasil survey lapangan, baik untuk perencanaan teknis jembatan, diolah dan
dianalisa oleh penanggung jawab masing-masing pekerjaan. Data-data hasil survey

lapangan yang sudah diolah, kemudian dibuatkan perencanaan teknisnya berupa


perencanaan bangunan bawah dan bangunan atas jembatan serta perencanaan jalan

masuk ke jembatannya. Konsultan akan membuat konsep detail perencanaan teknis dari
pekerjaan perencanaan jembatan yang ditanganinya untuk dimintakan persetujuan kepada
Pemberi Tugas.

Konsep detail perencanaan tersebut terdiri dari :

Denah, Potongan Memanjang dan Melintang Jembatan, lengkap dengan grafik


Sopndir, SPT dan Bor log.

Detail-detail dari Bangunan bawah dan Bangunan Atas

Keterangan-keterangan mengenai kelas pembebanan, mutu bahan-bahan.

TAHAP PENGGAMBARAN

Pembuatan gambar rencana trase jalan dan jembatan selengkapnya dilakukan setelah draft
Perencanaan Teknis mendapat persetujuan dari pengguna jasa dengan mencantumkan

koreksi-koreksi dan saran-saran yang diberikan oleh pengguna jasa, berikut posisi
alternatif trase yang pernah diteliti.

Gambar rencana detail perencanaan teknis yang perlu dibuat harus minimal mencakup :
a. Sampul luar (cover) dan sampul dalam.
b. Daftar isi.

c. Peta lokasi proyek.

d. Peta lokasi sumber bahan material (quarry).

e. Daftar simbol dan singkatan.

f. Daftar rangkuman volume pekerjaan.

g. Potongan melintang Tipikal (Typical Cross Section) harus digambar dengan skala yang
pantas dan memuat semua informasi yang diperlukan antara lain:
1. Gambar konstruksi existing yang ada,

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
2. Penampang pada daerah galian dan daerah timbunan pada ketinggian yang
berbeda-beda,

3. Rincian konstruksi perkerasan,

4. Penampang bangunan pelengkap,

5. Bentuk dan konstruksi bahu jalan, median,

6. Bentuk dan posisi saluran melintang (bila ada).

h. Alinyment layout
i.
j.

Alinyemen Horisontal (plan) digambar diatas peta situasi 1 : 1.000 untuk jalan dan 1 :
500 untuk jembatan dengan interval garis tinggi 1 meter (kontur) dan dilengkapi
dengan data yang dibutuhkan.

Alinyemen Vertikal (profile) digambar diatas peta situasi 1 : 1.000 untuk jalan dan 1 :
500 untuk jembatan dan skala vertikal 1 : 100 yang mencakup data yang dibutuhkan.

k. Potongan melintang (Cross Section) digambar untuk setiap titik STA (interval paling

tidak 50 meter), dengan skala horisontal 1 : 100 dan skala vertikal 1 : 50. Dalam gambar
potongan melintang harus mencakup :
-

l.

Tinggi muka tanah asli dan tinggi rencana muka jalan.

Profil tanah asli dan profil/dimensi RUMIJA (ROW) rencana.


Penampang bangunan pelengkap yang diperlukan.

Data kemiringan lereng galian/timbunan (bila ada).

Gambar detail struktur/jembatan

m. Gambar drainase.

n. Gambar standar yang mencakup antara lain : gambar bangunan pelengkap, rambu jalan,
lampu penerangan jalan (PJU) dan sebagainya.

o. Keterangan mengenai mutu bahan dan kelas pembebanan.


TAHAP PERHITUNGAN KUANTITAS
Perencanaan harus membuat perhitungan kuantitas pekerjaan secara rinci dengan
ketentuan sebagai berikut :

a) Volume pekerjaan tanah dihitung dari gambar cross section setiap 25 - 100 meter,

b) Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (pay item) harus sesuai dengan Spesifikasi
yang dipakai,

c) Perhitungan kuantitas pekerjaan harus dilakukan secara keseluruhan. Tabel


perhitungan harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay item),

d) Kuantitas pekerjaan harus dihitung/sesuai dengan yang ada dalam gambar rencana.
TAHAP PERKIRAAN BIAYA
Perkiraan biaya konstruksi rinci harus disiapkan untuk setiap tahapan konstruksi yang

direncanakan, sesuai item pekerjaan dan harga satuan yang disajikan secara terpadu.
Kuantitas akan disertai dengan data pendukung perhitungannya, sedangkan harga satuan

akan merujuk pada referensi harga satuan terbaru dan masih berlaku atau berpedoman
pada survey harga pasar.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Metode perhitungan harga satuan harus dibuat, analisis harga satuan menggunakan
metoda dan acuan yang baku berdasarkan faktor-faktor/parameter : tenaga, material,
peralatan, sosial, pajak, overhead, dan keuntungan yang berlaku di daerah setempat.

Perkiraan biaya yang diperoleh dari analisis ini dibandingkan dengan proyek-proyek
lainnya di daerah sekitar lokasi.

Engineers Estimate dibuat dalam bentuk :


Pelaksanaan setiap km

Pelaksanaan setiap tahapan perencanaan


Pelaksanaan total

KONSEP DETAIL PERENCANAAN


Konsultan akan membuat konsep detail perencanaan teknis dari pekerjaan perencanaan
jalan yang ditanganinya untuk dimintakan persetujuan kepada Pemberi Tugas.
Konsep detail perencanaan tersebut terdiri dari :

Plan (Alinyemen Horizontal), skala 1 : 1000

Profil (Alinyemen Vertikal), skala horizontal 1 : 1000, skala vertikal 1 : 100

Potongan Melintang (Cross Section), skala horizontal 1 : 100, skala vertikal 1 : 50


Potongan Melintang Standar (Typical Cross Section)
Bangunan Standar dan Pelengkap
Spesifikasi

GAMBAR PERENCANAAN AKHIR


Setelah draft design tersebut diatas mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas, tentunya

dengan koreksi-koreksi dan saran-saran, maka perencanaan jembatan siap dipindahkan ke


standar sheet.

PENYUSUNAN DOKUMEN TENDER


Konsultan akan menyiapkan dokumen pelelangan pekerjaan fisik sesuai dengan dokumen

pelelangan standar menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 43/PRT/M/2007


tanggal 27 Desember 2007 tentang standar dan pedoman pengadaan jasa konstruksi yaitu
dokumen tender lengkap yang terdiri :
Bab I

Instruksi kepada peserta lelang

Bab III

Bentuk surat penawaran, lampiran, surat penunjukan

Bab II

Bab IV

Bab VI

Bab V

Bab VII

Bab VIII

:
:
:

Data lelang

dan surat perjanjian

Syarat umum kontrak

Syarat khusus kontrak


Spesifikasi teknis
Gambar-gambar

Daftar kuantitas, analisa harga satuan dan metode

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Bab IX

pelaksanaan

Bentuk-bentuk jaminan

PELAPORAN PEKERJAAN
Jenis Laporan yang akan diserahkan konsultan kepada pengunan jasa adalah :
1. Laporan Pendahuluan

Laporan ini berisi Rencana Kerja Tim, dilengkapi antara lain dengan uraian
metodologi pekerjaan dan peta rencana kerja.

Laporan pendahuluan dibuat sebanyak 4 (empat) buku


2. Laporan Akhir

Laporan ini dibuat sebanyak 4 (empat) buku dan Foto Dokumentasi.

3. Rab dan Gambar

Laporan ini dibuat sebanyak 4 (empat) buku. Laporan ini berisi gambar
perencanaan dan daftar kuantitas harga.

4. Dokumen tender

Dokumen pelelangan pekerjaan fisik sesuai dengan dokumen pelalangan standar


menurut Permen PU No. 43/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang
Estndar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi yaitu Dokumen Tender
Lengkap yang terdiri dari :

Bab I

Instruksi Kepada Peserta Lelang

Bab III

Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat

Bab II

Bab IV

Bab V

Data Lelang

Perjanjian Kontrak

Syarat-syarat Umum Kontrak

Syarat-syarat Khusus Kontrak

Bab VI

Spesifikasi Teknis

Bab VIII

Daftar Kuantitas, Analisa Harga satuan dan Metode Pelaksanaan

Bab VII

Bab IX

Gambar-gambar

Bentuk-bentuk Jaminan

Dokumen Tender dibuat sebanyak 4 (empat) buku.


Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik dan sesuai yang diharapkan, terukur

dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun secara administrasi, maka

penyedia jasa/konsultan akan berkewajiban membuat rencana kerja untuk melaksanakan


pekerjaan pengadaan dan disampaikan kepada pengguna jasa.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
Rencana kerja ini sangat penting disampaikan agar terdapat sauatu kesatuan

pemahaman dan diharapkan akan terjadi hubungan yang baik antara konsultan sebagai
penyedia jasa dengan pengguna jasa dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

Bentuk bagan alir pekerjaan yang akan menunjukkan suatu fasilitas selama kegiatan

berlangsung dan hubungannya dengan

pekerjaan pendukung akan dibuat untuk

membantu dalam mempermudah pihak pengguna jasa dalam melaksanakan kendali


terhadap pelaksanaan pekerjaan.

a. Manajemen Proyek
Dalam penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan kualitas dan waktu yang telah

disediakan oleh pengguna jasa, maka beberapa persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

a. Secara keseluruhan suatu manajemen proyek setiap saat haruslah dilaksanakan oleh
seorang yang memiliki kapabilitas dan pengalaman yang luas tentang proses
perencanaan teknis.

b. Dukungan tenaga ahli dengan kemampuan individu yang berpengalaman yang cukup

luas guna menunjang penyelesaian pekerjaan dengan kualitas yang baik dan waktu
yang tepat dan efisien.

b. Rencana Mutu Desain


Team leader dibawah arahan project director akan membuat pedoman pengendallian

proyek yang akan dituangkan ke dalam rencana mutu desain. Hal paling utama yang harus
dilakukan dalam menyusun rencana mutu kontrak adalah sebagai berikut :

a. Pengendalian mutu pekerjaan

b. Bagan alir pelaksanaan kegiatan


c. Validasi hasil kerja

d. Pengendalian waktu pelaksanaan kegiatan

e. Pengendalian organisasi pelaksanaan kegiatan


c. Pengendalian Mutu Pekerjaan

Hal yang paling utama dalam pengendalian mutu pekerjaan adalah standar kualitas

atau mutu pekerjaan berdasarkan pada standar nasional maupun internasional yang
berlaku dan dianggap relevan dengan ruang lingkup pekerjaan di bidang jalan.
d. Bagan Alir Pelaksana Kegiatan
Hal yang paling utama dalam penyusunan rencana mutu kontrak ini adalah cara

memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan akan sesuai dengan hal yang ditentukan dan

ditetapkan pada jenis dan lingkup pekerjaan yang diberikan oleh pengguna jasa. Data-data
dan informasi-informasi yang memadai harus tersedia dengan cukup dan dalam kondisi

baik pada setiap langkah pelaksanaan kegiatan, hal ini dilakukan agar dapat memastikan
bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan akan berjalan dengan baik, memiliki mutu
yang baik, penggunaan jadwal pelaksanaan yang tepat dan efektif sehingga tidak akan

terjadi pengulangan beberapa jenis pekerjaan yang secara langsung dapat menghambat

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
kelancaran kegiatan yang lain bila Kegiatan satu dengan yang lainnya saling berhubungan
erat sehingga hasil akhir dari kegiatan ini sesuai seperti yang diharapkan.
e. Validasi Hasil Kerja
Pengecekan kebenaran ataupun kesalahan dari hasil kerja adalah alat kendali suatu

kualitas pekerjaan yang dapat ditentukan minimal dilakukan satu kali atau dua kali pada
setiap pengawasan pelaksana kegiatan.

Pada setiap tahapan pengawasan pelaksanaan kegiaatan dimana hasil maupun produk

akhir akan disampaikan kepada pengguna jasa, maka seorang team leader akan dibantu
oleh tenaga ahli yang terkait dengan disiplin ilmu dan bidangnya untuk berkewajiban

melakukan verifikasi dan pengecekan terhadap kualitas hasil pekerjaan. Hal ini dilakukan
agar dapat menjaga kualitas produk akhir yang tentunya harus sesuai dengan kerangka
acuan kerja yang telah diberikan.
f.

Pengendalian Waktu Pelaksanaan

Pengendalian waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam langkah yang paling

bijaksana sejalan dengan definisi lingkup pelaksanaan kegiatan sesuai kerangka acuan
kerja. Kondisi khusus pekerjaan akan dianalisa tingkat prioritas penanganannya.

Bila terjadi kegiatan yang memiliki waktu pelaksanaan yang kritis dapat

diidentifikasikan dan secara konsisten harus dikendalikan hingga mencapai hasil


maksimal.

Perencanaan dan pengawasan yang bersifat kompleks dapat diidentifikasikan

permasalahannya, seperti halnya masalah teknis, keterbatsannya sumber daya manusia,


tingkat persetujuan hasil pengumpulan ide dan gagasan, masalah-masalah kontruksi yang

tidak biasa dijumpai pada saat pelaksanaan kegiatan , namun semua faktor-faktor tersebut
akan diperhitungkan pada setiap tahapan pelaksanaan kegiatan yang disusun secara

sistematis sebelum jadwal pelaksanaan kegiatan dikembangkan untuk diterapkan dalam


pelaksanaan sebenarnya.
g.

Pengendalian Organisasi Pelaksana Kegiatan

Penyedia jasa/ konsultan telah memubuat suatu organisasi pelaksanaan kegiatan

dengan garis komando dan garis koordinasi yang jelas, baik antara pemberi
tugas/pengguna jasa dengan pelaksana kegiatan maupun internal tim pelaksana kegiatan.
h.

Tahapan Rencana Kerja

Dalam menyelesaikan Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 ini kami

membagi kegiatan dalam beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu sebagai berikut :

a) Tahapan pekerjaan persiapan/survei pendahuluan


-

Pengamatan awal kondisi lokasi rencana


Pengumpulan peta lokasi rencana

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
-

Studi literatur

b) Tahapan pekerjaan survei dan Investigasi/Survei Lanjutan/


-

Survei topografi lokasi rencana dan penggambaran situasi


Penyelidikan geologi dan mekanika tanah

c) Tahapan Pekerjaan Konsep Penanganan


d) Tahapan Pekerjaan Penggambaran
c) ORGANISASI dan PERSONIL
c.1.ORGANISASI
Untuk menangani pekerjaan Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 dibutuhkan

organisasi pelaksana pekerjaan yang tepat sesuai dengan lingkup dan keluaran pekerjaan,
sebaran lokasi serta jangka waktu pelaksanaan studi. Struktur organisasi ini dimaksudkan

agar pelaksanaan pekerjaan menjadi lebih mengarah dan membentuk mekanisme kerja

yang solid dan terpadu antar disiplin ilmu setiap tenaga ahli. Dengan demikian, wewenang
dan tanggung jawab setiap personil yang terlibat akan lebih jelas dan tidak tumpang tindih.
Kondisi ini diharapkan akan mampu menciptakan kerja yang efektif dan efisien.

Struktur organisasi pelaksana pekerjaan Perencanaan Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016
secara diagramatik diperlihatkan dalam Gambar 11.1, dengan penjelasan sebagai berikut:

1.

Konsultan akan menugaskan seorang Direktur Pelaksana dalam pekerjaan ini, yang

akan diwakili oleh salah seorang Manajer Teknik, yang akan senantiasa siap untuk

mengarahkan, mengawasi dan mengatur koordinasi back up support bagi team kerja

bilamana ditemukan kendala yang sulit dipecahkan oleh team. Sehingga dengan

demikian, perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Pemimpin Proyek selaku pihak


pemberi pekerjaan, berkenaan dengan lingkup pekerjaan sebagaimana yang tertuang di

dalam kontrak dan telah disepakati bersama, dapat lebih terjamin realisasinya oleh team
2.

kerja Konsultan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Konsultan juga akan melakukan koordinasi sesuai

keperluannya dengan berbagai pihak terkait, seperti misalnya pihak Cabang Dinas
3.

Pengairan maupun Instansi Terkait lainnya.

Konsultan akan menugaskan seorang Team Leader yang akan bertanggung jawab

penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan, baik di bidang teknis maupun administratif,


sehingga pekerjaan ini dapat dilaksanakan tepat mutu dan waktu sebagaimana yang
disebutkan di dalam KAK. Team Leader akan mengkoordinir aktivitas seluruh anggota

tim kerja, dan akan mengatur tata hubungan kerja antar mereka. Team Leader juga akan
melaporkan progress pekerjaan, baik kepada pihak pemberi kerja/pengguna jasa

maupun kepada Direktur Pelaksana, selain itu juga akan memimpin diskusi/presentasi
yang akan diadakan dan menghadiri rapat/ pertemuan lain yang berkaitan dengan
4.

pekerjaan ini.

Tenaga Professional ; Tenaga Professional terdiri dari Tenaga Ahli untuk berbagai

bidang, yang masing-masing sangat berpengalaman dalam menangani pekerjaan

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
sejenis sesuai dengan bidangnya dibantu dengan asisten tenaga ahli yang cukup
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sejenis. Sedangkan Tenaga Teknisi
yang langsung membantu kegiatan tenaga ahli adalah Surveyor, Ass. Surveyor Juru
5.

Gambar yang akan membantu dalam proses atau kegiatan survey lapangan dan desain.

Tenaga Pendukung untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan, Konsultan juga

akan menugaskan Operator Komputer/Juru Tik dan Pesuruh Kantor. Tenaga


Administrasi akan membantu Team Leader dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan
administrasi kantor dan keuangan, operator komputer/typist akan membantu dalam

melakukan setting hardware dan software komputer serta pengetikan yang akan

digunakan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaaan serta akan membantu dalam


pembuatan/penyusunan laporan-laporan yang diperlukan.

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

AMSAL,ST

Zulfiandi,ST

1.Edi Saputra Ringga


2. Rizki Maulana
3. Pondra Pradypta
4.Andri Gunawan

Pembantu Surveyor
(to be name)

M. Herka

1. Aldino
2. Kamilawati

Mirta Meutia Izfa

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

c.2.PERSONIL
Tenaga Ahli dan tenaga pendukung Konsultan Perencana akan menyediakan

berbagai fungsi dukungan dalam hal manajemen, teknis, dan administratif, termasuk
pengendalian waktu, biaya, mutu dan tertib administrasi. Keterlibatan pihak Pengelola

Proyek sebagai pengguna jasa, harus dilibatkan dalam kerja sama dengan Konsultan
Perencana pada setiap tahapan pekerjaan.

Struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan Perencanaan

Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 ini diuraikan secara spesifik sebagai bahan
pertimbangan dan penilaian Direksi (Pengguna Jasa) dalam mengevaluasi kinerja
Konsultan secara teknis.

Struktur organisasi kerja sangat penting kedudukannya dalam pelaksanaan suatu


pekerjaan, dengan adanya struktur organisasi kerja dapat mempermudah koordinasi team
yang ada untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Dengan adanya
struktur organisasi kerja dapat diketahui garis perintah dan garis koordinasi sehingga

diharapkan pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia. Untuk
lebih jelasnya Struktur Organisasi pelaksanaan pekerjaan dapat diperlihatkan pada
lampiran struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang terlampir.

Penyusunan Organisasi Tim Pekerjaan Perencanaan, CV. DIMENSI UTAMA yang diusulkan
ini dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

Profesional yang bekerja di lokasi proyek dengan konsep "at the right time and place"

dan pengalaman dalam bidang pengawasan dan dapat dengan waktu persiapan relatif
cukup singkat dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk layanan dimaksud.

Dukungan tenaga ahli yang berpengalaman dalam berbagai disiplin yang terlibat dan

memahami tujuan diberikannya layanan dan dapat dengan waktu persiapan cukup
singkat memberikan kontribusi yang signifikan untuk layanan dimaksud.

CV. DIMENSI UTAMA bila dipercayakan sebagai pemenang dalam Perencanaan


Peningkatan Jalan DAK Tahun 2016 akan mengusulkan struktur organisasi dengan seluruh

staf ahli yang terlibat didalamnya sesuai dengan ketentuan dalam dokumen tender. Bentuk
dan jumlah staf ahli dan staf pendukung yang diusulkan dalam tabel dibawah ini.

Tenaga Ahli merupakan lingkup yang sangat diperlukan dalam kegiatan ini,

sehingga kegiatan ini akan menjamin output produk Pra Design yang sempurna.Tenaga

Ahli Profesional mempunyai lingkup tugas masing-masing dan mempunyai pengalaman

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA
yang cukup serta peralatan yang memadai. Tim pelaksana yang akan mengisi posisi dalam

struktur organisasi tim kerja ini adalah tenaga ahli profesional, dengan komposisi serta
persyaratan yang telah ditentukan dalam Kerangka Acuan Kerja.
a. Team Leader
Personil yang diusulkan untuk posisi team leader adalah Amsal,ST. Memiliki

Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Teknik Jalan Madya (dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi
Terkait). Adalah seorang sarjana teknik sipil dan berpengalaman dibidangnya
selama 8 (delapan) tahun.

Adapun tugas utama team leader adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut :

Mengelola seluruh kegiatan perencanaan jalan;

Mengkoordinasikan staff tenaga ahli dan staff administrasi;

Mendistribusikan hasil tugas masing-masing staf perencana;

Melaporkan kemajuan pelaksanaan pekerjaan perencanaan ke Subdit. PTSP;

Memimpin rapat rutin dengan staf proyek;


Melakukan reconaissance survey;

Merencanakan dan mendesain geometrik dan struktur jalan;

Mendampingi atau sebagai wakil dari Tim dalam diskusi dengan pemberi tugas;

Bertanggung jawab atas penyusunan laporan.

b. Ahli Struktur Jalan


Personil yang diusulkan untuk posisi Ahli Strktur Jalan adalah M.Herka,ST. Memiliki

Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Teknik Jalan Muda (dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi

Terkait). Adalah seorang sarjana teknik sipil dan berpengalaman dibidangnya


selama 6 (Enam) tahun.

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Mengidentifikasi dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan


struktur jalan

bekerjasama dengan estimator menyusun spesifikasi jalan

membantu team leader dan mengarahkan draftman dalam menyiapkan gambar


jalan

c. Ahli Estimasi
Personil yang diusulkan untuk posisi Quantity Estimator adalah Zulfiandi,ST.

Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Jalan (dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi
Terkait). Adalah seorang sarjana teknik sipil dan berpengalaman dibidangnya
selama 5 (lima) tahun.

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Mengidentifikasi dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan


jumlah dan kualitas bahan jalan;

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Menyusun spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaan;

Menyusun harga satuan dalam menghitung Rencana Anggaran Biaya


pembangunan jalan.

d. Surveyor
Personil yang diusulkan untuk posisi surveyor topografi adalah sebagai berikut:

1. Edi Saputra Ringga.

merupakan Sarjana teknik sipil Unsyiah mempunyai pengalaman 4 (empat)


tahun dalam bidang surveyor topografi

2. Pondra Pradypta,ST

merupakan Sarjana teknik sipil Unsyiah mempunyai pengalaman 4 (empat)


tahun dalam bidang surveyor topografi

3. Rizki Maulana,ST

merupakan Sarjana teknik sipil Unsyiah mempunyai pengalaman 4 (empat)


tahun dalam bidang surveyor topografi

4. Andri Gunawan,ST

merupakan Sarjana teknik sipil Unsyiah mempunyai pengalaman 4 (empat)


tahun dalam bidang surveyor topografi

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Membantu tugas dan pekerjaan ahli Struktur jalan dan Estimator.

Melakukan

kegiatan-kegiatan

langsung seperti: persiapan,

pelaksanaan

pengukuran topografi lapangan, pelaksanaan penyelidikan tanah/material


jembatan dan memuat laporan/gambar yang lengkap untuk hasil pengukuran

lapangan

Menjamin semua pekerjaan yang sesuai dengan persyaratan dan tingkat


ketelitian yang diminta.

e. Pembantu Surveyor
Personil yang diusulkan untuk posisi Pembantu Surveyor Adalah seorang sarjana
teknik sipil dan berpengalaman dibidangnya .

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Membantu tugas dan pekerjaan surveyor dalam pengukuran

f. Draftman

Personil yang diusulkan untuk posisi juru gambar adalah sebagai berikut:

1. Ahmad Aldino.

Adalah seorang sarjana teknik Arsitektur Institut Teknologi Medan dan


berpengalaman dibidangnya selama 7 (Tujuh) tahun.
2. Kamilawati

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Perencanaan Peningkatan Jalan Dak Tahun 2016


CV. DIMENSI UTAMA

Membantu pekerjaan tenaga ahli dalam menyelesaikan semua pekerjaan

studio/kantor.

menyiapkan gambar perencanaan jalan sesuai arahan dari team leader dan ahli
struktur jalan

g. Staf Administrasi
Personil yang diusulkan untuk posisi operator komputer adalah Mirta Meutia Izfa.

Adalah seorang sarjana teknik sipil Unsyiah dan berpengalaman dibidangnya


selama 6 (enam) tahun.

Tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

menyiapkan membantu seluruh pekerjaan pelaporan


menyiapan dokumen penagihan invoice

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

NO

BULAN KE

KEGIATAN

I
1

1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi Personil

2. Konsultasi dgn Pengguna Jasa (Rapat Pra Konstruksi)


3. Penyusunan Rencana Kerja

4. Pemeriksaan dan Identifikasi Lapangan (Site)

2. PEKERJAAN SURVEY

1. Survey Pendahuluan

2. Survey Topografi (cross section & Long Secton)


3. Penyelidikan Tanah (Sondir, DCP)

3. PEKERJAAN ANALISIS DATA

1. Analisis data survey topografi (cross section & Long Secton)


2. Pengujian Laboratorium
3. Pengambaran Lay Out

4. Pengambaran Cross Section & Long Section Eksisting


5. Analisa Kondisi Eksisting
6. Perkiraan Biaya

4. PEKERJAAN DETAIL DESIGN


1. Perencanaan Teknis (desain geometrik jalan, Desain Perkerasan Jalan,
Desain bangunan pelengkap, dll)
2. Pembuatan Gambar Rencana

3. Perhitungan Kuantitas dan Harga

5. PELAPORAN

1.Laporan Pendahuluan

2.Laporan Akhir + Foto Dokumentasi


3.RAB dan Gambar

4.RKS/Dokumen Tender

KET

II
3

KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN


DAFTAR PERSONIL
Nama

Nama Perusahaan

Personil

Tenaga Ahli

Lingkup

Posisi

Uraian

Jumlah
Orang

Lokal/ Asing

Keahlian

Diusulkan

Pekerjaan

Bulan

Indonesia

Ahli Jalan

Team Leader

Tenaga Ahli
1

Amsal

CV. DIMENSI UTAMA

M. Herka,ST

CV. DIMENSI UTAMA

Indonesia

Ahli Jalan

Ahli Struktur
Jalan

Zulfiandi,ST

CV. DIMENSI UTAMA

Indonesia

Estimator

Ahli Estimasi

Indonesia

Surveyor

Surveyor

Indonesia

Pembantu Surveyor

Surveyor

Staff Pendukung
4a

Edi Saputra Ringga,ST

4b

Pondra Pradypta,ST

4c

Rizki Maulana,ST

4d

Andri gunawan,ST

CV. DIMENSI UTAMA

To be name

CV. DIMENSI UTAMA

6a

Ahmad Aldino

CV. DIMENSI UTAMA

6b

Kamilawati

Mirta Meutia Izfa

CV. DIMENSI UTAMA

Indonesia
Indonesia

1 Mengelola seluruh kegiatan perencanaan jalan;


2
3
4
5
6
7
8
9

Mengkoordinasikan staff tenaga ahli dan staff administrasi;


Mendistribusikan hasil tugas masing-masing staf perencana;
Melaporkan kemajuan pelaksanaan pekerjaan perencanaan ke Subdit. PTSP;
Memimpin rapat rutin dengan staf proyek;
Melakukan reconaissance survey;
Merencanakan dan mendesain geometrik dan struktur jalan;
Mendampingi atau sebagai wakil dari Tim dalam diskusi dengan pemberi tugas;
Bertanggung jawab atas penyusunan laporan.
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan
1
struktur jalan
2 Menyusun spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaan;
3 membantu team leader menyiapkan gambar jalan
1

Mengidentifikasi dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan


jumlah dan kualitas bahan jalan;

Menyusun spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaan;


2 Menyusun harga satuan dalam menghitung Rencana Anggaran Biaya
b
j l
1 Membantu tugas dan pekerjaan ahli Struktur jalan dan estimator

Melakukan kegiatan-kegiatan langsung seperti: persiapan, pelaksanaan


pengukuran topografi lapangan, pelaksanaan penyelidikan tanah/material
2
jembatan dan memuat laporan/gambar yang lengkap untuk hasil pengukuran
lapangan
Menjamin semua pekerjaan yang sesuai dengan persyaratan dan tingkat ketelitian
3
yang diminta.
Membantu tugas dan pekerjaan surveyor dalam pengukuran

Juru Gambar/Cad Juru Gambar/Cad


Membantu pekerjaan tenaga ahli dalam menyelesaikan semua pekerjaan
1
Komputer
Komputer
studio/kantor.
menyiapkan gambar perencanaan jalan sesuai arahan dari team leader dan ahli
2
struktur jalan
Operator
1 menyiapkan membantu seluruh pekerjaan pelaporan
Operator Komputer
Komputer

2,00

2,00
2,00

6,00

12,00
4,00
2,00

Jadwal Penugasan Tenaga Ahli


No

A
1
2
3
B
4a.
4b.
4c.
4d.
5
6a.
6b.
7
1

Nama Personil
Nasional
Tenaga Ahli

Amsal
M. Herka,ST
Zulfiandi,ST

Staff Pendukung
Edi Saputra Ringga
Andiansyah
Rizki Maulana
Andri Gunawan
To be name
Ahmad Aldino
Kamilawati
Mirta Meutia Izfa
Asing

POSISI
1

Team Leader
Ahli Struktur Jalan
Ahli Estimasi

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI


Bulan I
Bulan II
2
3
4
5
6
7

Orang
Bulan

2,00
2,00
2,00

Surveyor
Surveyor
Surveyor
Surveyor
Pembantu Surveyor
Draftman

Sub Total

1,50
1,50
1,50
1,50
12,00
2,00
2,00
2,00
30,00