Anda di halaman 1dari 10

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol
SUBJEK

: PENGUJIAN BETON

TOPIK

: PEMERIKSAAN KUAT TEKAN BETON

I. Tujuan
I.1 Tujuan Umum
Setelah akhir pelajaran mahasiswa diharapkan menerangkan prosedur
pemeriksaan kuat tekan beton.
I.2 Tujuan Khusus

Menerangkan prosedur pemeriksaan kuat tekan beton


Membuat benda uji untuk pemeriksaan kuat tekan beton
Menggunakan peralatan yang diperlukan

II. Acuan Normatif


SNI 03-1974-1990, Metode pengujian kuat tekan beton.
ASTM Standards C 1074-93, Practice for Estimated Concrete
Strength by the Maturity Method.
ASTM Standards C 470, Spesification for Molds for Forming
Concrete Test Cylinders Vertically.
ASTM Standards C 617-94, Standard Practice for Capping
Cylindrical Concrete Specimens.
PBI 1971: 39, Beton Bertulang Indonesia.
Pd M 16-1996 03, Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji
Beton di Lapangan.
SNI 03-1750-1990, Mutu dan cara uji agregat beton.
1

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol

III. Landasan Teori


Beton adalah bahan bangunan komposit yang terbuat dari campuran
semen, air, agregat halus (pasir), dan agregat kasar (kerikil) serta kadangkadang ditambahkan bahan tambah yang sangat bervariasi mulai dari
bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non-kimia pada
perbandingan tertentu. Campuran tersebut apabila dituang dalam cetakan
kemudian dibiarkan maka akan mengeras seperti batuan. Pengerasan ini
tidak terjadi dengan tiba-tiba tetapi dikarenakan terjadinya reaksi kimia
antara air dan semen yang berlangsung selama waktu yang panjang dan
berakibat campuran tersebut selalu bertambah keras setara dengan
umurnya.
Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang
terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.
Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan
peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap,
tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan
akhirnya membentuk material seperti-batu.
Kuat tekan beton adalah, kekuatan yang dimiliki oleh beton tersebut
untuk menahan gaya tekan. Faktor kuat tekan beton ini berkorelasi dengan
umur dari beton tersebut.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol

IV. Bahan & Alat


IV.1 Bahan

Beton Silinder
IV.2 Alat

Gambar 4.2.1 Mesin Penekan

Gambar 4.2.2 Mistar

Gambar 4.2.3 Timbangan

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol

Gambar 4.2.4 Majun


V. Langkah Kerja
1. Ambil benda uji dari bak perendam dan lap menggunakan lap lembab.
2. Tentukan berat & ukuran benda uji.
3. Letakkan benda uji pada mesin tekan secara sentris
4. jalankan mesin dengan penambahan beban terutama berkisar antara 2
sampai 4kg/cm per detik. Pembebanan ini dilakukan sampai batas
maksimum dan catat hasilnya.
5. Hitung kuat tekan dari benda uji tersebut.
VI. Data & Pengolahan data

No
1
2
Ratarata

Berat
(gr)
8325
8433

KUAT TEKAN BETON KUBUS


Tanggal Pembuatan : 20 Desember 2011
Tanggal Pengujian : 23 Desember 2011
Berat
Kuat tekan
Kuat
= P/A
Isi
(p)
hari
tekan
(x-Xrt2)2
2
(N/km )
N
(gr/cm3) KN
(N/mm2)
2,47
385 38500 171,11
3
427,78
123,46
2,50
405 40500 180,00
3
450,00
123,46
175,56

KUAT TEKAN BETON SILINDER


Tanggal Pembuatan : 20 Desember 2011
4

luas
vol

bidang

Limit

3375
3375

(A)
225
225

100
100

438,89

246,91

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol

No
1
2
Rata-

Berat
(gr)
12636
12833

Tanggal Pengujian : 23 Desember 2011 & 03 Januari 2012


Berat
Kuat tekan
Kuat
= P/A
Isi
(p)
hari
tekan
(x-Xrt2)2 volume
2
(N/km )
N
(gr/cm3) KN
(N/mm2)
3,74
3,80

135 135000 920,41


240 240000 1636,29

rata

3
14

1278,35

Deviasi :

2301,03
4090,72

800747,53
800747,53

3375
3375

3195,87 1601495,07

= 28,313

VII. Pembahasan
Beton adalah campuran dari semen, air, agregat halus (pasir), dan
agregat kasar. Beton pada saat sekarang telah menjadi bahan utama dalam
sebuah pembangunan, baik pembangunan gedung maupun jalan. Untuk
mendapatkan beton yang baik dan kuat, sebelum membuatnya kita harus
terlebih dahulu menguji dan menghitung bahan-bahan yang akan dibuat
sebagai beton
Dalam peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1971: 39) bahwa
kuat tekan adalah bahan kontruksi yang mempuyai sifat kekuatan tekan yang
khas, apabila diperiksa dengan sejumlah besar benda-benda uji, nilainya akan
menyebar sekitar suatu nilai rata-rata.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan beton yang
dihasilkan dari beberapa benda uji setelah diuji dengan tekan dengan
menggunakan mesin tekan meempuyai nilai rata-rata yang merupakan
kekuatan beton secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menahan kekuatan tertentu.

luas
bidang

Limit

(A)
176,715
176,715

100
2200

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol
VIII. Kesimpulan
Dari hasil pengujian yang kami lakukan didapat rata rata beton silinder
dari campuran split tidak memenuhi syarat. Sedangkan rata-rata beton kubus
dari campuran split memenuhi syarat beton K-250.

PENUTUP
1.KESIMPULAN
6

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol
kesimpulan yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Pengetahuan yang baik akan pembuatan beton sangat diperlukan pada
bidang teknik sipil baik itu untuk kemajuan ataupun untuk meningkatkan
pengetahuan dan pengembangan bangsa.
2. Diperlukan

konstruksi-konstruksi

yang

maju

sekarang

maka

pengembangan penggunaan beton semakin baik.


3. Dalam pelaksanaan baik itu untuk lapangan sangat diperhatikan masalah
kesalamatan kerja.
4. Diperlukan perkembangan yang lain dalam pembuatan suatu beton.
5. Akan hal ini pengetahuan tentang pencampuran dan pencetakan sangat
diperlukan dalam sebuah konstruksi.
6. Persentase pencampuran agregat sangat diperhitungkan dalam sebuah
campuran beton agar dapat bermutu baik.
7. Pengujian beton juga sangat penting karena kita dapat mengetahui mutu
dari beton itu sendiri.
III.

SARAN.

Untuk pekerjaan yang baik dan benar maka dalam pembuatan suatu konstruksi
beton sangat penting yaitu :
1. Dalam pembuatan sebuah campuran beton sebaiknya memperhatikan
persentasi aggregat sesuai dengan hitungan.
2. Dalam penggunaan peralatan diharapkan dapat digunakan sesuai dengan
fungsinya dan kegunaan masing-masing alat tersebut.
3. Keseriusan dan ketelitian serta ketekunan dalam penggunaan alat sangat
diperhatikan karena akan membahayakan kerja.
4. Dalam penggunaan bahan sebagai campuran beton sangat diperhatikan
karena akan mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan bahan.
5. Sebaiknya dalam pencampuran agregat sebaiknya diaduk manual terlebih
dahulu sebelum dimasukkan di molen supaya pencampuran bisa lebih
merata.
DAFTAR PUSTAKA
7

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol

...........AASHTO T 255 - Total evaporable moisture content of aggregate by


drying
..........ASTM Standards C 349 - Test Method for Compressive Strength of
Hydraulic Cement Mortars. (Using portions of Prisms Broken in
Flexure)
..........ASTM Standards C 1074-93, Practice for Estimated Concrete Strength by
the Maturity Method.
..........ASTM Standards C 470, Spesification for Molds for Forming Concrete Test
Cylinders Vertically.
..........ASTM Standards C 617-94, Standard Practice for Capping Cylindrical
Concrete Specimens.
..........ASTM Standards C 778-00 - Specification for Standard Sand
..........ASTM C-33- 82 - Standard Specification For Concrete Aggregates
..........ASTM C-150-1985, Semen portland.
..........ASTM C 567 00 - Standard method for determining density of structural
lightweight concret.
..........BS-812-Pengujian analisa ayak untuk mengetahui gradasi
..........SII.0013-81 - Syarat semen Portland yang digunakan di Indonesia..
..........SII 0052-80 - Mutu dan Cara Uji Agregat Beton
..........SII-0079-75 - Spesifikasi kekerasan agregat kasar.
..........2008.SNI 1969 - Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar.
..........2008.SNI 1972 - Cara uji slump beton
..........2002.SNI-03-6414 - Spesifikasi Timbangan yang Digunakan pada
Pengujian Bahan
..........2002.SNI-03-6717 - Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat
..........2002.SNI 03-6820 - Spesifikasi agregat halus untuk pekerjaan adukan dan
Aplesteran dengan bahan dasar semen.
..........2002.SNI 03-6825 - Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen
portland untuk pekerjaan sipil
8

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol
..........2002.SNI 03-6826 - Metode pengujian konsistensi normal semen portland
dengan alat vicat
..........2002.SNI 03-6827 - Metode pengujian waktu ikat awal semen.
..........2002.SNI 03-6866 - Spesifikasi saringan anyaman kawat untuk
..........2002.SNI 03-6877 - Metode pengujian kadar rongga agregat halus yang
tidak dipadatkan
..........1998.SNI 03-4804 - Metode pengujian bobot isi dan rongga udara dalam
agregat..
..........1996.Pd M 16-03 - Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di
Lapangan.
..........1994.SNI 15-2049 - Semen Portland.
..........1994.SK SNI S-02-03 - Spesifikasi Agregat Halus untuk Pekerjaan Adukan
dan Plesteran Bahan Dasar Semen
..........1993.ASTM Designation C 127-88 - Standard method of test for specific
gravity and absorption of coarse aggregate.
..........1993.SNI-03-2834 - Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
..........1991.SNI 03-2493 - Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di
laboratorium.
..........1991.SNI 15-2531 - Semen portland, Metode pengujian berat jenis.
..........1990.SK SNI M-111-03 - Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen
Portland Untuk Pekerjaan Sipil
..........1990.SK SNI T-15-03:1 - Pengertian agregat halus dan kasar
..........1990.SK SNI-T-15-03:2 - Pembagian semen portland.
..........1990.SNI-03-1750 - Mutu dan cara uji agregat beton.
..........1990.SNI-03-1968 - analisa saringan agregat halus kasar.
..........1990.SNI 03-1969 - Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air
agregat kasar.
..........1990.SNI-03-1970 - Analisa Metode Penyerapan Berat Jenis dan
Penyerapan Air Agregat Halus
..........1990.SNI 03-1971 - Kadar air agregat
9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail :
info@mail.pol
..........1990.SNI 03-1972 Metode Pengujian Slump Beton
..........1990.SNI 03-1973 - Metode pengujian berat isi beton.
..........1990.SNI 03-1974 - Metode pengujian kuat tekan beton.
..........1985.ASTM C-150 - Semen portland.
..........1983.Pengujian Bahan.PEDC Bandung

10