Anda di halaman 1dari 2

AUDIT ISA 320

Dalam dokumentasi audit, auditor harus memasukkan materialitas untuk laporan


keuangan, tingkat materialitas untuk golongan transaksi, materialitas pelaksanaaan, dan revisi
sejalan dengan progress audit. Tujuan auditor dalam mengaudit laporan keuangan adalah untuk
mendapatkan perikatan yang memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan bebas dari
penyajian materialitas. Auditor memperoleh perikatan yang memberikan keyakinan dengan
memperoleh bukti audit yang cukup tepat dan akurat untuk mengurangi resiko audit yang terjadi.
Risiko audit adalah risiko dimana auditor memberikan opini yang tidak tepat dikarenakan
terjadinya kesalahan dalam penyajian materialitas laporan keuangan. Risiko audit merupakan
fungsi gabungan risiko penyajian materialitas dan risiko deteksi. Dalam kasus perusahaan/
entitas publik, pembuat undang-undang dan badan pengatur merupakan pengguna utama laporan
keuangan. Penentuan materialitas untuk laporan keuangan dalam audit yang berkaitan dengan
entitas publik dipengaruhi oleh peraturan perundang-undangan atau kewenangan lain, dan
masyarakat dalam kaitannya dengan program sektor publik.
Faktor yang mempengaruhi proses identifikasi suatu tolak ukur yang tepat mencakup
unsur-unsur laporan keuangan, unsur-unsur khusus bagi para pengguna laporan keuangan, sifat
posisi dan lingkungan suatu entitas, struktur kepemilikan dan pendanaan modal entitas, serta
fluktuasi relative suatu tolak ukur. Contoh tolak ukur entitas tergantung pada penghasilan
sebelum pajak, jumlah pendapatan, laba bruto dan jumlah beban, jumlah ekuitas atau nilai asset
bersih. Dalam hubungannya dengan tolok ukur yang dipilih, data keuangan yang relevan
biasanya meliputi hasil dan posisi keuangan periode sebelumnya, hasil dan posisi keuangan
periode berjalan dan anggaran atau prakiraan untuk periode berjalan, yang disesuaikan dengan
adanya perubahan signifikan yang terjadi di entitas tersebut dan perubahan kondisi industri atau
lingkungan ekonomi yang relevan, yang di dalamnya entitas tersebut beroperasi. Dalam
menentukan persentase yang akan diterapkan pada suatu tolok ukur yang dipilih membutuhkan
pertimbangan profesional.
Pada entitas yang kecil, laba sebelum remuneration dan pajak dapat menjadi tolok ukur
yang lebih relevan. Sedangkan pada entitas sektor publik, Laba bersih merupakan tolok ukur
yang tepat. Aset entitas juga dapat menjadi tolok ukur yang tepat ketika entitas sektor publik
melakukan penyimpanan aset publik.

Keputusan ekonomi yang dipengaruhi atas adanya kesalahan penyajian dengan nilai
dibawah materialitas yang diambil oleh para pengguna laporan keuangan meliputi apakah
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku memengaruhi harapan penguna laporan keuangan,
pengungkapan utama dalam kaitannya dengan industri yang didalamnya entitas tersebut
beroperasi, dan apakah perhatian difokuskan pada aspek tertentu. Dalam kondisi tertentu, auditor
perlu mendapat pemahaman atas pandangan dan harapan dari pihak-pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan manajemen.
Penentuan materialitas pelaksanaan bukan merupakan suatu perhitungan mekanis yang
sederhana dan membutuhkan adanya pertimbangan profesional. Penentuan ini dipengaruhi oleh
pemahaman auditor atas entitas, yang dimutakhirkan selama pelaksanaan prosedur penilaian
risiko; dan sifat serta luasnya kesalahan penyajian yang terdeteksi dalam audit sebelumnya serta
harapan auditor berkaitan dengan kesalahan penyajian dalam periode berjalan.
Informasi baru atau perubahan pemahaman auditor atas entitas dan operasinya yang
timbul akibat pelaksanaan prosedur audit memungkinkan audit melakukan revisi atas
materialitas.

Anda mungkin juga menyukai