Anda di halaman 1dari 5

ALIRAN LINGUISTIK

HISTORIS PERKEMBANGAN LINGUISTIK DI INDONESIA


oleh:
Melyanda Agustin Chairina (1420722010)
Cicilia (14207220150

PROGRAM STUDI LINGUISTIK PASCASARJANA


FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ANDALAS

2015

PENDAHULUAN
Linguistik di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berdasarkan
sejarah perkembangannya, kajian linguistik di Indonesia berawal dari penelitian penelitian
yang dilakukan pada bahasa lisan. Pada masa awal kajian linguistik, kajian struktural
,sintaksis, fonologi, dan morfologi, merupakan kajian yang paling banyak diminati. Hal ini
dapat dilihat dari penelitian-penelitian linguis Indonesia baik pada bahasa Indonesia maupun
bahasa-bahasa daerah yang bersifat deskriptif dan struktural.
Berdasarkan sejarah, linguitik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aliran-aliran dari
Amerika dan Eropa. Hal ini disebabkan oleh kepentingan kolonial di Indonesia. Penelitian
linguistik pada awalnya ditujukan untuk mencari informasi mengenai Indonesia termasuk
suku-suku di Indonesia. Dengan informasi yang didapat, bangsa Eropa maupun Amerika
dapat memperluas kekuasaannya serta menyebarkan agama nasrani di Indonesia. Selain itu
fakta bahwa linguis Indonesia banyak menuntut ilmu di Eropa maupun Amerika juga
mempengaruhi perkembangan linguistik Indonesia.
Perkembangan linguistik di Indonesia ditandai dengan semakin banyaknya teori dan
penelitian yang dihasilkan. Dewasa ini, minat terhadap bidang-bidang kajian linguistik mulai
merata, seperti sintaksis, fonologi, morfologi, semantik, dan juga pragmatik. Untuk
memahami perkembangan linguistik di Indonesia, dalam makalah ini akan disajikan periode
dan karya-karya penting yang menunjukkan kemajuan serta perkembangan ilmu bahasa di
Indonesia.

PEMBAHASAN
A. Periode Perkembangan Linguistik Indonesia
Secara umum perkembangan linguistik di Indonesia dapat dibagi dalam lima periode
berikut;
1. Sampai akhir 1940
Pada akhir abad ke 19, ilmu linguistik di Indonesia sangat terpengaruh dengan ajaran
linguistik Yunani yang memiliki fokus pada tata bahasa tradisional. Pada saat itu, tata bahasa
adalah kelas kata. Pemikiran ini dibuktikan oleh karya linguis Indonesia pada zaman itu.
Karya-karya yang terkenal tersebut adalah;
a. Grondt of te Kort Bericht van de Maleysche Tale, Vervat in Twee Deelen: Her
Eerste handelende van de Letters ende haren aenhanh. Het andere van de deelen
1

eener Redene (1653) karya Joannes Roman. Buku ini digunakan sebagai sarana
misionaris Kristen melalui penerjemahan Injil.
b. Bustanulkatibin (1850) dan Kitab Pengetahuan Bahasa (1858/1929) karangan Raja
Ali Haji, seorang sastrawan dan linguis asal Riau.
c. Kitab jang Menyatakan Djalan Bahasa Melajoe (1910) karya Koewatin
Sasrasoeganda.
d. Maleische Spraakkunst (1915) karya Ch. A van Ophuysen. Buku ini mulai
menggunakan pendekatan filologi.
e. Kitab ABC karangan Lim Kim Hok. Buku ini berisi tata bahasa Melayu Rendah
yang pada saat itu merupakan lingua franca.
2. Tahun 1940-an sampai 1960-an
Pada periode ini, teori linguistik di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu teori
gramatika pedagogis (digunakan untuk pengajaran bahasa Indonesia di sekolah) dan tata
bahasa teoritis. Berikut ini adalah karya-karya yang berkaitan dengan gramatika pedagogis;
a. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1949-1950) karya STA yang banyak
berpengaruh pada pengajaran bahasa Indonesia.
b. Tata Bahasa Indonesia (1951) karya C.A. Mees.

c. Djalan bahasa Indonesia (1942) karya Sutan M. Zain.


Jika dibandingkan antara gramtika pedagogis dan tata bahasa teoritis, tata bahasa
teoritis memang tidak terlalu berkembang. Namun pada masa itu juga terdapat bukti
pemikiran linguis Indonesia yang mencoba mengungkap bahasa Indonesia dari sisi ilmiah.
Bukti tersebut adalah:
a. Mencari Sendi Baru Tata Bahasa Indonesia (1950) karya Armin Pane. Karya ini
menekankan aspek bunyi.
b. Inleiding tot de Studie van de Indonesische Syntaxis (1951) yang diterjemahkan
menjadi Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. Buku karya Fokker ini mendapat
pengaruh aliran Praha.
c. Kaidah Bahasa Indonesia (1956-1957) karya Slametmuljana ini bersifat generatif.

3. Tahun 1960-an sampai 1970-an


Perkembangan linguistik pada masa itu ditandai dengan berkembangannya penelitianpenelitian yang bersifat empiris baik pada bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Hal ini
dibuktikan dengan lahirnya karya-karya linguis pada era tersebut, antara lain:
a. artikel tentang fonologi bahasa Jawa dan sistem fonem dan ejaan (1960) oleh
Samsuri.
b. Artikel tentang morfem-morfem produktif (1960) oleh TW. Kamil dan Sugeng
Sikarso.
2

c. Artikel tentang IC Analysis (1964) dan kata majemuk (1965) dengan


menggunakan model IA oleh Ramlan.
Berdasarkan karya yang lahir pada era tersebut, dapat dirumuskan ciri-ciri penelitian
bahasa yang dilakukan pada saat itu adalah:
a. dipengaruhi gerakan deskriptivisme
b. menganut aliran Neo-Bloomfieldian dan bersifat behavioristik
c. ketat dalam metodologi
d. bahasa lisan menjadi objek utama
4. Tahun 1970-an sampai dengan 1980-an
Dalam kurun 19701980, tenaga-tenaga Indonesia yang pulang setelah menamatkan
pendidikan tinggi di bidang linguistik di luar negeri mulai berperan dalam pengembangan
kajian bidang linguistik di Indonesia. Tenaga-tenaga Indonesia tersebut diantaranya Amran
Halim dan Anton Moeliono yang banyak berperan dalam pelatihan dan pengajaran bagi
mereka yang hendak meningkatkan pengetahuanya dalam berbagai cabang linguistik. Secara
kuantitatif, usaha ini telah mampu menambah jumlah tenaga terampil yang mampu
mengumpulkan data lapangan dan melakukan analisis sederhana terhadap data itu. Chaer
(2007:378) menyatakan bahwa Anton M. Moeliono dan T. W. Kamil adalah orang yang
pertama kali mengenalkan konsep fonem, morfem, frasa dan klausa dalam pendidikan formal
linguistik di Indonesia. Sebelumnya yang dikenal hanya kata dan kalimat.
Kebangkitan linguistik di Indonesia menjadi bidang kajian yang menarik juga tidak
dapat terlepas dari kehadiran M. Ramlan (1985) dengan tatabahasa struktural dan Samsuri
(1985) dengan tatabahasa generatif.

5. Tahun 1980-an sampai 1990-an


Pada periode ini penelitian dalam bidang pragmatik mulai mendapat tempat cukup
penting dalam penelitian linguistik Indonesia. Selain itu, pada rentang waktu tersebut,
seminar dan pengajara linguistik sangat digencarkan oleh linguis-linguis Indonesia.
KESIMPULAN
Perkembangan linguistik di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Periode
perkembangan linguistik dimulai pada akhir 1940-an. Dalam sejarahnya, perkembangan
linguistik di Indonesia tidak dapat terlepas dari pengaruh linguistik barat. Hal ini disebabkan
oleh zaman kolonialisme hingga banyaknya linguis Indonesia yang menuntut ilmu di
Amaerika maupun Eropa. Perkembangan linguistik tidak terhenti sampai tahun 1990-an saja.
Buktinya, pada tahun 2000-an ini, semakin banyak teori maupun penelitian yang lahir. Hal itu

bisa dilihat dari semakin banyak tulisan-tulisan (jurnal, makalah, artikel, tesis, atau disertasi)
yang menggali tentang bahasa.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2007. Lingistik Umum. Jakarta: Rhineka Cipta.
http://sulistyonoyunus.blogspot.co.id/2011/11/perkembangan-dan-kemajuan-linguistikdi.html
http://shinedelinguistika.blogspot.co.id/2012/08/perkembangan-linguistik-di indonesia.html
http://salmah-semangat.blogspot.co.id/2010/04/perkembangan-linguistik-di-indonesia.html