Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA

PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

DISUSUN OLEH:
GROUP/KELOMPOK: IV
No
1
2
3
4

Nama
Rohani Sinaga
Sahatma Tua Silalahi
Sali Apriani. Sembiring
Seri Bestari Purba

Nim
10 01 178
10 01 180
10 01 181
10 01 187

Tandatangan

KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN R.I


PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
MEDAN
Paraf asisten

BAB I

Nilai

PENDAHULUAN
A. Maksud dan Tujuan
1.1.

Maksud
Untuk mengetahui perbedaan tekanan yang diakibatkan oleh gesekan
pada pipa yang memiliki diameter yang berbeda, serta untuk
mengetahui besarnya laju arus yang digunakan dan juga untuk
menghitung besarnya bilangan bilangan reynold pada setiap data yang
telah diperoleh.

1.2.

Tujuan
a) Mempelajari dasar-dasar dinamika fluida;
b) Mempelajari sifat-sifat fluida incompressible dalam jaringan
pipa, khususnya tekanan akibat gesekan fluida; dan
c) Memberikan motif untuk penghematan energy dalam operasi
pabrik.

B. Latar Belakang
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita sering kali kita melihat benda-benda
yang berbentuk silinder atau lingkaran (dalam hal ini adalah pipa) yang
memiliki diameter atau ukuran yang berbeda-beda. Namun kita tidak
memahami mengapa dan kenapa perbedaan tersebut dapat terjadi dan apa
fungsi dari setiap perbedaan permukaan tersebut. Dalam hal ini perbedaan
kekasaran yang dialami oleh pipa tersebut adalah oleh adanya kehilangan
tekanan akibat adanya gesekan. Gesekan yang dimaksud adalah gesekan yang
terjadi pada masing-masing pipa. Gesekan tersebut dapat mengakibatkan
kehilangan tekanan dan menimbulkn kekasaran yang berbeda-beda pada pipa.
Jadi untuk itulah kita akan membahas tentang Kehilangan Tekanan Akibat
Gesekan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Percobaan
Fluida ialah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk (distorsi)
secara permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka
di dalam fluida itu akan terbentuklah lapisan-lapisan dimana lapisan yang satu
meluncur di atas yang lain, hingga mencapai suatu bentuk baru. Selama perubahan
bentuk itu, terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya bergantung pada
viskositas fluida dan laju luncur. Tetapi, bila fluida itu sudah mendapatkan bentuk
akkhirnya tekanan geser itu akan hilang.
Pada suatu suhu dan tekanan tertentu, setiap fluida mempunyai densitas
atau rapatan (density) tertentu. Walaupun densitas fluida bergantung pada suhu
dan tekanan, perubahan densitas karena perubahan variable itu mungkin besar dan
mungkin pula kecil. Jika densitas itu hanya sedikit saja terpengaruh oleh
perubahan yang agak besar pada suhu dan tekanan, maka fluida itu disebut fluida
tak mampu mampat. Tetapi jika densitasnya peka terhadaop perubahan variable
itu, fluida itu disebut fluida mampu mampat. Zat cair biasanya dianggap tak
mampu mampat karena zat cait merupakan suatu bahan yang bila ditekan
volumenya tidak berubah (kerapatan tetap), sedangkan gas disebut mampu
mampat karena gas merupakan suatu bahan yang bila ditekan volumenya berubah.
Fluida mengalir melawan resistansi fluida di dalam pipa. Dalam sistem
aliran mana saja, tekanan inlet cenderung menyebabkan aliran, sedangkan tekanan
pada outlet cenderung untuk menghambat aliran. Suatu aliran fluida tidak dapat
mengalir kecuali tekanan inlet lebih besar daripada tekanan outlet. Ada tiga jenis
aliran fluida yaitu aliran laminar, aliran transisi dan aliran turbulen. Aliran laminer
didefinisikan sebagai aliran dimana fluida bergerak dalam lapisanlapisan atau
lamina-lamina, dengan satu lapisan meluncur secara lancer pada lapisan yang
bersebelahan dengan saling tukar momentum secara molekul saja. Atau dengan
kata lain aliran laminar adalah aliran fluida dimana fluida mengalir dalam lapisanlapisan yang rata, datar dan halus tanpa adanya pencampuran. Kecenderungan
kearah ketidakstabilan dan turbuleensi diredam habis oleh gaya-gaya geser viskos
yang memberikan tahanan terhadap gerakan relative lapisan-lapisan fluida yang
bersebelahan, aliran laminar sering disebut juga aliran searah.
Membedakan jenis aliran antara aliran laminar, aliran kritis dan aliran
turbulen dalam suatu aliran pipa yang lurus dapat dinyatakan dengan bilangan

Reynold . Bilangan Reynold adalah bilangan yang tidak memiliki satuan yang
merupakan perbandingan antara density diameter dalam pipa dan kecepatan aliran
rata-rata dengan viskositas. Bilangan Reynold mempelajari dimana suatu jenis
aliran berubah menjadi jenis aliran lain, dan menentukan bahwa kecepatan kritis
dimana aliran laminar berubah menjadi aliran turbulen.
Untuk memindahkan fluida sering harus digunakan suatu energy kepada
fluida yang mengalir dalam suatu saluran perpipaan dengan memakai alat
pengangkutan fluida seperti pompa san sebagainya. Fluida yang mengalir dari
suatu wadah yang pada jalur perpipaan dapat disebabkan oleh adanya energy yang
ada padanya. Energi-energi yang bekerja terhadap fluida yang mengalir dalam
pipa tersebut akan berkurang.
Besarnya pengurangan (kehilangan) energy dipengaruhi oleh gesekan yang
terjadi antara fluida dengan dinding bagian dalam dari unsur perpipaan. Besarnya
kehilangan energy tersebut bervariasi sesuai dengan jenis-jenis unsure perpipaan
yang dilaluinya, seperti : pipa lurus, sambungan pipa, perbesaran pipa, perbesaran
tiba-tiba, pengecilan tiba-tiba, keran (katub), keterpasangan ventury meter, orifice,
nozzle dan lain-lain.
Agar dapat melakukan pengendalian atas proses-proses industri, kuantitas
bahan yang masuk dan keluar dari prose situ perlu diketahui. Oleh karena
kebanyakan bahan ditransportasi dalam keadaan fluida bilamana mungkin, maka
penting sekali mengukur kecepatan (laju) aliran fluida di dalam pipa atau saluran.
Berbagai jenis meteran digunakan untuk mengukur laju arus seperti Venturi meter.
Orifice adalah plat berlubang yang disisipkan pada lintasan aliran fluida
yang akan diukur. Orifice meurpakan alat primer yang berfungsi untuk
mendapatkan beda tekanan antara aliran pada up-stream (hulu) dan down-stream
(hilir) dari orifice itu sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan kehomogenan
fluida yang mengalir dengan memanfaatkan perubahan jenis aliran dari aliran
laminar ke aliran turbulen, dimana suatu proses pengolahan bertujuan
memperoleh campuran beberapa fluida dengan kehomogenan yang baik.
Prinsip meteran orifice identik dengan prinsip venture. Penurunan
penampang arus aliran melalui orifice itu menyebabkan tinggi tekan kecepatan
meningkat tetapi tinggi tekan tekanan menurun.
Nozzle secara umum serupa dengan orifice dan ventury, baik mengenai
perhitungan-perhitungan dasar teori dan prinsip kerja dimana alat ukur primer ini

harus dihubungkan dengan alat ukur sekunder guna dapat menunjukkan besaran
aliran fluida yang diukur.
Flow nozzle merupakan alat ukur aliran fluida yang dipasang dijalur pipa.
Perbedaan tekanan amtara tempat sebelum dan sesudah nozzle diukur dengan
transmitter beda tekanan untuk memperoleh laju arus seperti pada plat orifice dan
tabung ventury. Flow nozzle mempunyai lubang lebih besar dan kehilangan
tekanan lebih kecil daripada plat orifice, sehingga dipakai untuk fluida kecepatan
tinggi seperti steam tekanan dan temperatur tinggi dan untuk penyediaan air ketel.
B. PERKEMBANGAN SERTA PENGGUNAAN DALAM INDUSTRI
Pada desain pabrik terdapat pipa-pipa yang memilki perbedaan diameter
sehingga perhitungan kehilangan tekanan akibat gesekan sangat diperlukan untuk
menghitung besarnya kehilangan tekanan sehingga hasil olahan dari pabrik dapat
dimaksimumkan.
Desain pipa pada pabrik harus didesain secara tepat karena kehilangan
tekanan akibat gesekan sangant dipengaruhi oleh diameter pipa. Selain itu juga
yang mempengaruhi kehilangan tekanan adalah kecepatan aliran sehingga
perhitungan kehilangan ini sangat diperlukan.

BAB III
MATERI DAN METODA
A. Materi
1.1 Alat

1.2 Bahan

Pipa dengan berbagai ukuran diameter


Manometer U
Vent valve
Arus listrik
Fluida atau zat cair (air)

B. Metoda
1. Ditutup semua vent valve dan drain valve, kemudian dibuka
semua,
2. Dijalankan pompa sirkulasi;
3. Diatur laju arus dengan katub pengendali aliran;
4. Diukur beda tegangan tekanan dengan manometer U terbalik,
dengan laju arus actual diukur dengan rota meter;
5. Tekanan keluar dan laju arus dapat diubah, diulangi pengukuran
sampai 3 kali lalu diambil data yang paling stabil;
6. Udara dipurging melalui vent valve.

BAB V
HASIL KERJA PRAKTIKUM
A. Pembahasan:
Untuk Tabel I
Diketahui: D1/2 = 0.0161 m
D3/4 = 0.0216 m
D1 = 0.0296 m
a) 1/2 = 2.6 x 10-4 m2
3/4
=3.66 x 10-4m2
1 =5.93 x 10-4m2
Untuk Q = 1.5 m3/jam
= 1.5 m3/jam X 1jam/3600sekon
i = 0.000416 m3/jam

1.a. V1/2

Q1
/4 (d1/2)2

= 0.000416 m3/sekon
3.14/4(0.0161)2 m
= 0.000416 m3/sekon
0.785(0.00025921m2)
= 2.04443 m/sekon
b.

V3/4

Q1
/4 (d3/4)2
= 0.000416 m3/sekon
0.785 (0.0216m)2
= 0.000416 m3/sekon
0.0003662m2
= 1.135991m/sekon

b. V1 =

Q1
/4 (d1)2
= 0.000416 m3/sekon
0.785 (0.0296m)2
= 0.000416 m3/sekon
0.0006877 m2
= 0.604914 m/sekon

2.

h1/2 =28mmHg =0.0112mH2O


h3/4 =25mmHg =0.01004mH2O
h1 = 47mmHg =0.0188mH2O
d1/2= 0.0161 m
d3/4= 0.0216 m
d1 = 0.0296 m
maka:
a.
1/2= 2 x g x h1/2 x d1/2
( v1/2)2 x l
= 2 x 9.8m/s2 x 0.0112mH2O x 0.0161m
(2.04443 m/s)2 x 2 m
= 0.003534 m2/s2 mH2O
8.35938 m3/s2
= 0.0004227

b.

3/4 = 2 x g x h3/4 x d3/4


(v3/4)2 x l
= 2 x 9.8 m/s2 x 0.01004 mH2O x 0.0216 m
(1.135991 m/s)2 x 2 m
= 0.0042505 m2/s2 mH2O
2.58095 m3/s2
= 0.001646

c. 1 = 2 x g x h1 x d1
( v1)2 x l
= 2 x 9.8 m/s2 x 0.0188 mH2O x 0.0296 m
(0.604914 m/s2) x 2 m
= 0.0109070 m2/s2 mH2O
0.7318418 m3/s2
= 0.014903

3. Bilangan Reynold
Diketahui: d1/2= 0.0161 m
d3/4= 0.0216 m
d1 = 0.0296 m
v1/2= 2.04443 m/s
v3/4= 1.135991 m/s
v1 = 0.604914 m/s

maka:
a. Red = d1/2 x v1/2

= 0.0161 m x 2.04443m/s
0.00796 x 10-4 m2/s
= 0.032915 m2/s x 104
0.00796 m2/s

= 4.135090 x 104
b. Red 3/4 = d3/4 x v3/4

= 0.0216 m x 1.135991 m/s


.00796 x 10-4 m2/s
= 0.024537 m2/s x 104
0.00796 m2/s
= 3.082588 x 104
c. Red 1 = d1 x v1

= 0.0296 m x 0.604914 m/s


0.00796 x 10-4 m2/s
= 0.017905 m2/s x 104
0.00796 m2/s
= 2.24937 x 104

Untuk Tabel II
A. Velocity of water in pipe
a. V1 = Q1
/4 (d1)2
= 0.000416 m3/s
0.785 (0.0296m)2
= 0.000416 m2/s
0.0006877 m2
= 0.604914 m/s
b. V11/2=

Q1
/4 (d11/2)2
= 0.000416 m3/s
0.785 (0.0416 m)2
= 0.000416 m3/s
0.001358 m2
= 0.306332 m/s

B. Coefficient Loss Across


Diketahui: h1-2 = 101 mmHg = 1.374 mH2O
h3-4 = 125 mmHg = 1.7 mH2O
h29-30 = 52 mmHg = 0.707 mH2O
h31-32 = 74 mmHg = 1.006 mH2O
h9-10 = 142 mmHg = 1.931 mH2O

h7-8
Maka:
o1-2 =
a.

= 111 mmHg = 1.509 mH2O

h1-2
(v1)2/2.g
=
1.374 mH2O
(0.604914 m/s)2/2 x 9.8
=

1.374 mH2O
0.018669 m2/s2
= 73.5979 m/s2
b.

o3-4

h3-4
(v11/2 v1)2/2.g
=
1.7 mH2O
(0.306332 0,604914 m/s)2/ 2 x 9.8
= 373.7907 m/s2

c.

29-30 =

h29-30
(v1)2/2 x g
=
0.7 mH2O
(0.60491m/s)2/2 x 9.8
=
0.7 mH2O
0.018669 m2/s2
= 37.4953 m/s2

d.

31-32

h31-32
(v1)2/2.g
=
1.006 mH2O
(0.60491 m/s)2/2 x 9.8
= 1.006 mH2O
0.018669 m2/s2
= 53.8861 m/s2

e. o9-10 =

h9-10
(v1)2/2.g
=
1.931 mH2O
(0.604914 m/s)2/2 x 9.8
=

1.931 mH2O
0.018669 m2/s2
= 109.4334 m/s2
f. 7-8

h7-8
(v1)2/2.g
=
1.509 mH2O
(0.604914 m/s)2/2 x g

1.509 mH2O
0.018669 m2/s2
= 80. 8292 m/s2
Untuk Tabel III
Diketahui: do = 0.0147 m
dv = 0.0119 m
dn = 0.0131 m
di = 0. 0276 m
A. Laju arus teoritis pada Oriffice
Dimana: ho = 77 mmHg = 1.0472 mH2O
Maka:
Qo = /4 do22g x ho
= 3.14/4 x (0.0147)2 2 x 9.8 m/s2 x 1.0472
= 0.785 x 0.000216 m2 3.12066 m2/s2
= 0.785 x 0.000216 m2 x 1.7665 m/s
= 0.0002995 m3/s
B. Laju arus teoritis pada Nozzle
Dimana: hn = 47 mmHg = 0.6392 mH2O
Maka:
Qn = /4 dn2 2g x hn
= 3.14/4 (0.0131 m)2 2 x 9.8 m/s2 x 0.6392

= 0.785 x 0.0001716 m2 x 3.5395 m/s


= 0.0004768 m3/s
C. Laju arus teoritis pada Venturi
Dimana: hv = 34 mmHg = 0.034 mHg
Maka:
Qv = /4 dn2 2 x g x hv
= 0.785 x (0.0131 m)2 2 x 9.8 m/s2 x 0.034 x 12.55
= 0.000134 m2 x 8. 362 m2/s2
= 0.000134 m2 2.891 m/s
= 0.000387 m3/s
Menghitung koefisien arus dari Oriffice, Nozzle dan pipa venture
Diketahui: Qo = 0.000443 m3/s
Qv = 0.000296 m3/s
Qn = 0.000387 m3/s
Maka:
a. Co = Q1
Qo
= 0.000416 m3/s
0.000443 m3/s

= 0.939
b. Cv = Q1
Qv
= 0.000416 m3/s
0.000296 m3/s
= 1.405

c. Cn = Q1
Qn
= 0.000416 m3/s
0.000387 m3/s
= 1.074
Menghitung kecepatan air dalam pipa
Diketahui: Q1 = 0.000416 m3/s
= 3.14
d1 = 0.0296 m
Maka:
V = Q1
/4 (d1)2
= 0.000416 m3/s
0.785 (0.0296 m)2
= 0.6055 m/s
Bilangan Reynold
Diketahui: v1 = 0.6055 m/s
d1 = 0.0296 m
v = 0.00796 x 10-4 m2/s
Red I = d1 x v1
V
= (0.0296 m) (0.6055 m/s)
0.00796 x 10-4 m2/s2
= 2.251 x 104

BAB VI
KESIMPULAN

Dari data diatas dapat diperoleh kesimpulan bahwa:


a. Bilangan reynold terbesar terdapat pada inchi menyatakan bahwa jenis
alirannya adalah Turbulen. Aliran turbulen terjadi disebabkan kecepatan
fluida yang terlalu tinggi.
b. Laju fluida pada orifice, nozzle, dan venture semakin berkurang
dikarenakan adanya suatu bentuk bidang aliran yang berbeda-beda dengan
jarak yang dekat.
c. Pada percobaan yang dilakukan semakin besar diameter pipa semakin
kecil bilangan reynold yang diperoleh, namun tetap bahwa jenis alirannya
adalah turbulen.

DAFTAR PUSTAKA

Crristie J. Geankoplis, (1997), Transport Process and Unit Operation, 3rd Ed.,
Prentice-Hall Of India
Stanley M. Walas, (1988), Chemical Process Equipment , 10th Butterworth
Publisher USA.
Warren L, Mc Cabe, Julian C. Smith, dan Peter harriot, (1999), Operasi Teknik
Kimia, Jilid 1, Cetakan ke-4, PT. Erlangga