Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI DAN PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

1. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia


Kedudukan dan fungsi bahasa indonesia sudah dibekukan. Pembekuan
itu terjadi sejak dilaksanakannya seminar nasional bangsa dan sastra
Indonesia di daerah Jakarta tahun 1975.
Berdasarkan hasil seminar itu disebutkan maka bahasa Indonesia
berkedudukan sebagai bahasa nasional secara resmi dimulai tahun 1982,
yaitu sejak sumpah pemuda. Sejak itulah bahasa indonesia diakui sebagai
bahasa nasional oleh seluruh bangsa Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia
mempunyai empat fungsi, yaitu :
1. Sebagai lambang kebanggaan bangsa. Bahasa Indonesia mencerminkan
nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar
kebanggaan ini, bahasa indonesia kita pelihara dan kita kembangkan serta
rasa kebanggaan pemakainya sentiasa kita bina.
2. Sebagai lambang identitas nasional. Di dalam melaksanakan fungsi ini
bahasa Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula
sehingga ia serasi dengan lambang kebangsaan kita yang lain. Bahasa
Indonesia dapat memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat
pemakainya membina dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga
bersih dari unsur-unsur bahasa lain.
3. Sebagai alat perhubungan antarsuku, antardaerah, dan antar budaya.
Berkat adanya bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan yang
lain sedemikian rupa sehingga kesalah pahaman sebagai akibat perbedaan
latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu di khawatirkan.
4. Sebagai alat yang memungkinkan terlaksananya penyatuan berbagai suku
bangsa yang memiliki latar belakang sosial budaya dan bahasa yang
berbeda-beda kedalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat. Di dalam
hubungan ini bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa itu
mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak
perlu meninggalkan identitas kesukuaan dan kesetiaan kepada nilai-nilai
sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
Selain sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia juga sebagai bahasa
Negara. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara secara resmi dimulai
tahun 1945. Bahasa indonesia sebagai bahasa negara artinya bahasa
indonesia harus digunakan oleh seluruh masyarakat indonesia dalam
situasi formal yang berhubungan dengan masalah kenegara.
Sebagai bahasa negara, bahasa indonesia juga mempunyai 4 fungsi,
yaitu :
1. Sebagai bahasa resmi pemerintahan;
2. Sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan;
3. Sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan;
4. Sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan
teknologi.

Keempat fungsi itu tersebut harus dilaksanakan, sebab minimal empat


fungsi itulah memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat
dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara.
Pemakain pertama yang membuktikan bahwa bahasa indonesia
sebagai bahasa resmi kenegaraan ialah digunakannya bahasa indonesia
dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah
bahasa indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan
baik dalam bentuk lisan maupun tulis. Keputusan-keputusan, dokumendokumen, dan surat-surat resmi dikeluarkan oleh pemerintah dan lembagalembaganya dituliskan di dalam bahasa indonesia. Pidato-pidato atas nama
pemerintah atau dalam rangka menunaikan tugas pemerintah diucapkan
dan dituliskan dalam bahasa indonesia.
Sebagai bahasa resmi, bahasa indonesia di pakai sebagai bahasa
pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak
sampai dengan perguruan tinggi.

2. Fungsi Bahasa Indonesia dalam Pembangunan Bangsa


Pernyataan sikap bertanah air satu, tanah air indonesia, berbangsa
satu bahasa indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa indonesia
dalam kongres pemuda 28 oktober 1928 merupakan perwujudan politik
bangsa indonesia yang menempatkan bahasa indonesia sebagai bahasa
persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia telah menyatukan berbagai
lapisan masyarakat kedalam satu-kesatuan bangsa indonesia. Bahasa
indonesia mencapai puncak perjuangan politik sejalan dengan perjuangan
politik bangsa indonesia dalam mencapai kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 1945.hal ini dibuktikan dengan dijadikannya bahasa indonesia
sebagai bahasa negara (pada pasal 36 UUD 1945, dan juga hasil amandemen
UUD).
Kedudukan dan fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa negara telah
menempatkan bahasa indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni (Ipteks). Ipteks berkembang terus sejalan dengan
perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan bangsa
indonesia. Perkembangan ipteks yang didukung oleh perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi (seperti internet, e-mail, e-business, ecommerce, Tvedukasi, dan lain-lain).
Bahasa indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu yang belum
pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang
berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena
bahasa indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi
efektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada di

nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan sebagai aspek


kehidupan dan kebudayaan, termasuk pengembangan bahasa-bahasa
daerah. Dengan demikian bahasa indonesia dan juga bahasa daerah memiliki
peran penting didalam memajukan pembangunan masyarakat di dalam
berbagai aspek kehidupan.
Peran bahasa indonesia dan bahasa daerah semakin penting didalam
era otonomi daerah. Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilaksanakan
dengan prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, akan mendorong
dan menumbuhkan prakarsa dan kreativitas daerah. Hal ini tercermin dari
kewenangan-kewenangan yang telah diserahkan kedaerah dalam wujud
otonomi yang luas, nyata, dan tanggung jawab. Dengan prinsip tersebut
diharapkan dapat mengakselarasi percapaian tujuan yang telah direncanakan
dalam pembangunan masyarakat.
Berdasarkan pasal II UU No. 22 tahun 1999, kewenangan daerah
kabupaten dan daerah kota mencangkup semua kewenangan bidang politik
luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal,
agama, serta kewenangan bidang lain yang bersifat lintas kabupaten/kota.
kewenangan kabupaten/kota meliputi bidang pekerjaan umum, kesehatan,
pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan industri dan
perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertahanan, koperasi
dan tenaga kerja. Pengembangan bahasa, termasuk sastra berhubungan
dengan kewenangan pemerintahan dibidang pendidikan dan kebudayaan,
baik yang dimiliki pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Kewenangan pemerintah pusat berupa penyediaan standar, pedoman,
fasilitas dan bimbingan dalam rangka pengembangan bahasa dan sastra.
Sedangkan kewenangan untuk penyelenggaraan kajiaan sejarah dan nilai
tradisional serta pengembangan bahasa dan budaya daerah merupakan
bagian dari kewenangan provinsi. Oleh karena itu bahasa dan sastra daerah
pada dasarnya berkembang dari masyarakat di desa-desa, kampungkampung serta kelompok masyarakat tradisional yagn secara kewilayahan
berada dalam wilayah kabupaten/kota, maka mulai di kabupaten /kota
dilakukan kegiatan operasional pengembangan bahasa dan sastra daerah.
Ditingkat nasional sudah ada pusat Bahasa Dapartemen Pendidikan
Nasional sebagai lembaga yang menjadi mandat dari pemerintah untuk
melakukan perencanaan bahasa. Pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota
dibentuk lembaga perpanjangan penyelenggaraan pusat bahasa berupa
balai/kantor bahasa yang berfungsi untuk membina dan mengembangkan
bahasa dan sastra.