Anda di halaman 1dari 4

FORMULASI SEDIAAN

INJEKSI VOLUME BESAR

OLEH :
KELOMPOK II
FARMASI A
AGUS RYANTO

(70100113015)

PAJJIRIN ASWAD

(70100113017)

MUH. NURHIIDAYAT J.

(70100113021)

ST. UMRAH SYARIEF

(70100113013)

AYU ANDARI

(70100113023)

RAHBIYATUL ADAWIYAH

(70100113001)

FARADHIBA AMRIANI

(70100113009)

JURANA

(70100113019)

A.ZULFIATI

(70100113005)

MUNADIAH

(70100113011)

KIKI REZKY

(70100113007)

YASJUDANI

(70100113003)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
SAMATA-GOWA
2016

FORMULA
A. Formula
Tiap 100 mL mengandung:
Glukosa
NaCl
Aquo Pro Injection
ad

5%
0,1 g
100 mL

B. Cara Sterilisasi Bahan


Nama bahan
Glukosa
NaCl
API
C. Perhitungan Tonisitas
5
Glukosa 5% = 100

Cara sterilisasi
Autoklaf 121C selama 15 menit
Autoklaf atau filtrasi
Autoklaf atau filtrasi

x 100 mL

=5g
Jumlah NaCl untuk glukosa (E = 0,16)
5 x 0,16 = 0,8 g
Jumlah NaCl agar isotonis
0,9 % x 100 mL = 0,9 g
Kekurangan NaCl
0,9 0,8 = 0.1 g
Jadi, jumlah NaCl yang dibutuhkan yaitu 0.1 g

D. Prosedur Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Disterilkan alat-alat dan wadah yang akan digunakan sesuai dengan jenis
bahannya
3. Ditimbang bahan-bahan yang akan digunakan.
4. Disterilkan bahan-bahan yang akan digunakan sesuai dengan sifat dari
bahannya
5. Dilarutkan glukosa dengan API secukupnya hingga larutr
6. Dilarutkan NaCl dengan API secukupnya hingga larut
7. Dicampur glukosa dan NaCl
8. Diadd dengan API hingga 100 mL
9. Dimasukkan ke dalam wadah steril
10. Pasang tutup karet botol infus steril, ikat dengan simpul champagne.

11. Sterilkan botol infus yang berisi larutan dalam autoklaf suhu 121
selama 15 menit.

12. Diberi etiket dan brosur


E. Wadah

F. Evaluasi
1. kejernihan (pengotoran tidak larut, bahan melayang)
Pengujian visual ditujukan bagi pengotoran tidak larut
khususnya bahan melayang dan sepihan gelas. Pengotoran dapat berasal
dari material penyaring, udara yang masuk pada saat pembersihan.
2. zat aktif (kadar)
Terlebih dahulu dilakukan uji identifikasi untuk baha aktif obat
secara kimia, kemudian pengujian kadar dapat dilakukan dengan
volumetri, spektrofotometer, HPLC atau alat lain yang cocok secara
kuantitatif dengan standar farmakope
3. sterilitas
Pengujian sterilitas endotoksin bakteri, partikel partkulat
dilakukan

secara

mikrobiologis

dengan

menggunakan

medium

pertumbuhan tertentu. Produk dikatakan bebas mikroorganisme bila


sterility assuranfe lever (SAL) 106 atau 12 log reduction) over kill
sterilization)
4. pirogenitas
Pengujian dilakukan dengan tes kelincidan tes limulus
5. volume
Pengujian dilakukan dengan alat ukur volume. Volume larutan
tiap wadah harus sedikit lebih dari volume yang ditetapkan
6. keseragaman bobot

Hilangkan etiket 10 wadah, cuci bagian luar wadah dengan air,


keringkan, timbang satu persatu dalam keadaan terbuka. Selanjutnya
keluarkan isi wadah, cuci denga air, lalu dengan etanol 96 % dan
keringkan pada suhu 105 derajat celcius hingga bobot tetap. Dinginkan
dan timbang satu persatu
7. pH
Pengujian dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus atau
kertas universal atau dengan alat pH meter
8. toksisitas (khusus untuk produk baru)
Dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan anak udang
LD50

DAFTAR PUSTAKA
Dirjen POM. 1995. Farmakope Indonesia edisi 1V. Jakarta: Depkes RI
Lukas, stefanus. 2001. Formulasi steril. Jakarta: Andi