Anda di halaman 1dari 13

PEMBELAHAN MITOSIS PADA TUDUNG AKAR BAWANG MERAH

(Allium cepa)
LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Matakuliah Genetika I
Yang Dibina Oleh Prof. Dr. A.D. Cerobima, M.Si

Oleh:
Kelompok 15
M. Fitri Athoillah

409342420439

Pratma Haya Paramita

409342420434

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2011

PEMBELAHAN MITOSIS PADA TUDUNG AKAR BAWANG MERAH


(Allium cepa)
A. LATAR BELAKANG
Akar merupakan organ tumbuhan yang berada di bawah permukaan
tanah. Akar berfungsi untuk melekat pada substrat, menyerap air dan mineral dari
dalam tanah, dan juga untuk menyimpan cadangan makanan. Pada ujung akar
banyak ditemukan sel-sel meristem yang aktif membelah untuk menambah
panjang akar sehingga penyerapan air di dalam tanah bisa maksimal (Setjo,
2004). Pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel meristem ujung akar adalah
pembelahan

mitosis. Pembelahan mitosis salah satunya terjadi pada bawang

merah (Allium cepa), khususnya pada bagian tudung akar yang aktif mengalami
pembelahan dalam upaya perpanjangan akar sebagai upaya memenuhi nutrisi dan
air sebagai kebutuhannya. Dengan demikian, maka pada praktikum ini dilakukan
pengamatan terhadap pembelahan mitosis pada tudung akar bawang merah.
1. Mitosis
Mitosis merupakan proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang
mempertahankan jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang
direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak.
Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan
membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anakan yang identik, yang memiliki
distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis
merupakan fase mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi
dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.
Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel
somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma
pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda
yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani
pembelahan yang disebut pembelahan biner.
Pada mitosis terdapat beberapa tahapan-tahapan yaitu:
a.

Interfase: kromosom tidak dapat dibedakan antara satu dengan


yang lainnya, dan nukleus terlihat sebagai gumpalan padat. Ini

merupakan tahap kromosom yang saling aktif dalam fungsi


mikanisme fisiologis. Selama tahap ini, informasi gen dibaca dan
ditransisikan untuk mikanisme biokimia organisme. Kromosom
dikelilingi oleh membran nukleus (selaput inti) yang memisahkan
nukleus dari bagian isi sel yang lain (sitoplasma).
b.

Profase: kromosom mempersiapkan diri untuk proses pembelahan


sel, dengan jalan melakukan penebalan dan pemendekan
kromosom. Kromatid (yang merupakan duplikasi setengah bagian
memanjang kromosom, yang terjadi dari duplikasi), mulai terlihat.
Pada tahap ini nokleolus (anak inti) yang bundar dan berwarna
gelap juga terlihat. Pada titik-titik tertentu kromosom tersebut
saling berpasangan. Proses ini sangat penting dalam mikanisme
pembelahan sel dan penyusun kromosom yang baru.

c.

Metafase: ditandai dengan munculnya gelendong pembelahan.


Kromosom menyusun diri secara acak pada satu bidang ekuator
atau tengah-tengah sel. Pada awal fase ini, membran nukleus dan
nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi pergerakan
kromosom, melekat pada serabut gelendong yang bertanggung
jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan.

d.

Anafase: sentromer membelah mengikuti panjang kromosom dan


kromatid mulai bergerak pada serabut gelendong menuju ke kutubkutub sel terdekat. Setiap kromatid sekarang dipandang sebagai
kromosom-kromosom yang baru.

e.

Telofase: kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya


menuju kutub dan di dalam membran nukleus. Selama tahap ini
berlangsung suatu dinding sel baru mulai terbentuk diantara dua
nukleus baru.

2. Bawang Merah
Bawang merah memiliki nama latin (Allium cepa), merupakan
tumbuhan berbiji dengan satu lembaga.
Menurut Tjitrosoepomo (1983) taksonomi bawang merah:
Divisi

: Spematophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyl

Ordo

: Liliales

Famili

: Alliaceae

Genus

: Allium

Spesies

: Allium cepa

Morfologi luar dari bawang merah adalah sebagai berikut:


- Perawakan herba dengan umbi lapis
- Sistem perakaran serabut
- Daun berupih, bentuk memanjang berupa silinder dengan ujung
meruncing
- Memiliki perbungaan tak terbatas berbentuk payung
- Bakal buah memiliki ruang
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja tahap-tahap yang ditemukan dalam proses pembelahan mitosis
pada akar bawang merah?
2. Bagaimana ciri dari masing-masing tahapan dalam pembelahan mitosis
pada akar bawang merah?
3. Larutan apa saja yang digunakan dalam pengamatan proses pembelahan
mitosis pada akar bawang merah dan apa fungsinya?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui tahap-tahap yang ditemukan dalam proses pembelahan
mitosis pada akar bawang merah.
2. Untuk mengetahui ciri dari masing-masing tahapan dalam pembelahan
mitosis pada akar bawang merah.
3. Untuk mengetahui larutan yang digunakan dalam pengamatan proses
pembelahan mitosis pada akar bawang merah beserta fungsinya.
D. MANFAAT
1. Mahasiswa dapat mengetahui tahap-tahap pembelahan mitosis akar
bawang merah.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenali ciri-ciri dari masing-masing
tahap pembelahan mitosis pada akar bawang merah.

3. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari masing-masing larutan yang


berperan dalam pengamatan fase mitosis akar bawang merah.
E. ALAT dan BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Mikroskop cahaya
2. Kaca benda dan kaca penutup
3. Botol vial
4. Silet berkarat/ Silet biasa
5. Pinset
6. Pipet
7. Tissue
8. Larutan FAA
9. Alkohol 70%
10. Larutan HCL 1 N
11. Acetocarmin
12. Akar bawang merah Allium cepa
F. PROSEDUR KERJA

Memotong akar bawang merah yang telah ditumbuhkan seminggu


sebelumnya pada jam 24.00 WIB.

Memasukkan potongan akar ke dalam botol vial yang berisi larutan


FAA.

Mengambil potongan akar dengan pinset dan meletakkan di atas kaca


benda.

Menambahkan Alkohol 70% sampai akar terendam selama 4 menit.

Menghisap alkohol dengan tissue.

Menambahkan larutan HCl 1 m sampai akar terendam selama 4 menit

Menghisap larutan HCl dengan tissue.

Memotong tudung akar (yang warnanya lebih putih dari warna bagian
yang lain).

Menetesi larutan asetocarmin secukupnya.

Mencacah tudung akar yang bercampur dengan larutan asetocarmin


dengan silet berkarat sampai halus.

Menutup dengan kaca penutup dan menggilasnya dengan pensil.

Mengamati dengan mikroskop cahaya.

Menggambar hasil pengamatan.

G. HASIL PENGAMATAN
Data hasil pengamatan tahap-tahap pembelahan mitosis tudung akar pada bawang
merah (dengan perbesaran 40 X 10).
No.
1

Tahap Mitosis
Profase

Metafase

Anafase

Gambar

Telofase

H. PEMBAHASAN
Pada pengamatan pembelahan mitosis yang dilakukan dengan
pemotongan akar pada saat tengah malam, yaitu pukul 24.00 WIB. Menurut
Margono (1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang merah banyak sel
yang mengalami aktifitas pembelahan dengan rentangan 5 menit sebelum dan
sesudah pukul 24 malam. Sehingga tahap-tahap mitosis dapat diamati. Tujuan
penggunaan akar pada praktikum kali ini adalah antara lain karena akar
merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel somatik,
khusus pada ujung akar bersifat meristematik. Mitosis merupakan pembelahan sel
yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang
tumbuh, dan dan sel-sel ini umumnya terdapat pada ujung akar dan ujung batang
tumbuhan.
Pemotongan bagian ujung akar (pada jam 12 malam) yang kemudian
dilanjutkan dengan perendaman potongan ke dalam larutan FAA. Perendaman
dilakukan agar sel tidak mengalami pembelahan lagi, karena larutan FAA
merupakan larutan fiksatif yang dapat menahan sel untuk tidak membelah lagi
sehingga tahap-tahap pembelahan mitosis dapat teramati. Sebelum pengamatan
atau pembuatan preparat, dilakukan dua kali perendaman dengan perendaman
pertama pada alkohol 70% selama empat menit dan rendaman selanjutnya pada
larutan HCL 1 N selama empat menit. Perendaman pada alkohol bertujuan untuk
mensterilkan akar dari mikroba, sementara untuk larutan HCL 1 N berfungsi
memperjelas daerah tudung, sehingga dapat dibedakan dengan jelas antara bagian
tudung dengan bagian yang bukan tudung akar. Pemberian HCl ini juga dapat
melunakkan dinding sel sehingga memudahkan dalam memotong atau mencacah.

Perlakuan berikutnya adalah pemberian acetocarmin. Acetocarmin


adalah pewarna, sehingga jelas fungsinya adalah untuk memberi warna sel-sel
akar bawang sehingga mudah untuk diamati. Selain itu, agar penyerapan warna
lebih cepat maka perlu ditambahkan Fe, yang didapatkan dengan mencacah bahan
amatan menggunakan silet berkarat. Dari hasil pengamatan pada pembelahan
mitosis akar bawang merah yang dilakukan di dapatkan empat fase, fase pertama
yang ditemukan yaitu profase. Pada fase ini terlihat sel dengan bagian inti yang
sudah mulai terakhir seperti benang-benang yang tidak teratur. Menurut Saktiono
(1999) sebenarnya pada fase ini sel sudah mempersiapkan diri untuk membelah
yang ditandai dengan berubahnya benang-benang kromatid menjadi kromosom
dengan satu sentromer, selain itu dinding inti (nukleus) dan anak inti (nukleolus)
menghilang, pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan
bergerak menuju kutub yang berlawanan, dan serat-serat atau benang-benang
spindel terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
Selanjutnya

ditemukan

anafase,

dari

pengamatan

fase

ini

memperlihatkan kromosom yang sudah mulai memisah dan menuju kearah kedua
kutub. Saktiono (1999) menjelaskan bahwa sentromer dari setiap kromosom
membelah menjadi dua dengan masing-masing satu kromatid. Kemudian setiap
kromatid berpisah dengan pasangannya dan menuju ke kutub yang berlawanan.
Kemudian, fase yang ditemukan adalah metafase. Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan terlihat bahwa kromosom menyusun diri secara acak pada satu bidang
ekuator atau tengah-tengah sel. Pada awal fase ini, membran nukleus dan
nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi pergerakan kromosom,
melekat pada serabut gelendong yang bertanggung jawab terhadap arah
pembelahan kromosom selama pembelahan (Welsh dan Mogen 1991).
Dan yang terakhir ditemukan adalah telofase. Untuk dapat menemukan
fase ini sangat sulit karena pada fase ini kromosom yang diamati hampir
menyerupai anafase, sehingga membutuhkan ketelitian agar dapat ditemukan
telofase yang benar. Pada fase ini kromosom baru telah menyelesaikan
pergerakannya menuju kutub dan mulai menyebar di dalam membran nukleus.
Selama tahap ini berlangsung suatu dinding sel baru mulai terbentuk diantara dua
nukleus baru (Wells dan Mogan, 1991). Dalam pengamatan, fase ini terlihat sel

yang memiliki dua inti dengan dinding sel bagian. Jadi, hasil dari pembelahan
mitosis yaitu menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan
jumlah kromosom sel induknya.
I.

PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Fase-fase mitosis yang ditemukan pada pengamatan akar bawang merah
(Allium cepa) adalah Profase, Metafase, Anafase, dan Telofase.
b. Ciri-ciri yang dapat diamati pada masing-masing fase yang ditemukan
adalah:
Pada tahap profase, kromosom pada inti sel terlihat mengumpul tak
beraturan, kromosom terlihat jelas dan susunannya agak meregang.
Pada tahap metafase, kromosom terlihat berjajar dan mengumpul
ditengah (pada ekuator).
Pada anafase nampak kromosom-kromosom homolog berkumpul
menuju kutub yang berlawanan dan terdapat gelendong-gelendong
pembelahan.
Pada telofase nampak adanya dinding pemisah yang berupa sekat
yang belum sempurna dan tidak begitu jelas terlihat sehingga agak
sulit dibedakan dengan anafase.
2. Saran
Untuk praktikum selanjutnya, diharapkan kepada praktikan agar
dalam pemotongan tudung akar dilakukan pada pukul 24.00 dengan
toleransi waktu 5 menit sebelum dan sesudahnya. Diharapkan lebih
banyak membaca referensi karena konsep yang di dapatkan pada saat
praktikum berbeda dengan konsep yang didapatkan sebelumnya,
contohnya fase pembelahan mitosis antara gambar pada literatur dengan
preparat pada kenyataannya jauh berbeda. Saat menggunakan silet berkarat
untu mencacah akar bawang, diharapkan mencacah sampai halus karena
bila cacahan masih terlalu tebal maka yang terlihat di mikroskop hanya
warna hitam dan fase mitosis tidak dapat diamati.

J.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, 1994, Biologi, Jakarta:Erlangga
Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchisin Terhadap Pertumbuhan
Memanjang Akar Bawang Merah (Allium Cepa). Skripsi Tidak
Diterbitkan. Malang: IKIP
Mogen, Johanis.,P.,Wells, James.,R. 1991. Dasar Genetika Dan Pemuliaan
Tanaman. Jakarta: Erlangga
Saktiyono. 1999. Biologi SMU Kelas 3. Jakarta: Erlangga
Setjo, Susetyoadi. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: IMSTEP JICA.
Tjitrosoepomo, S. 1983. Botani Umum. Bandung: Angkasa

K. DISKUSI
Pertanyaan:
1. Berikut ini adalah kemikalia yang dipakai dalam praktikum mitosis akar
bawang merah:
- FAA
- Alkohol 70%
- HCl 1N
- Acetocarmin
a. Jelaskan fungsi kemikalia di atas!
b. Bagaimana proses biologis kerja dari kemikalia diatas sehingga dapat
menjelaskan fungsi tersebut?
c. Mengapa konsentrasi alkohol yang dipakai adalah 70%? Jelaskan!
2. Mengapa dalam pencacahan akar bawang merah digunakan silet berkarat?
3.

Jelaskan!
a. Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang merah yang dipakai
adalah tudung akar? Kemukakanlah pendapat saudara!
b. Apabila bagian akar yang dipakai selain bagian tudung akar, bagaimana

hasilnya?
4. Jika
ditemukan

permasalahan-permasalahan

berikut,

jelaskan

kemungkinan penyebabnya dan berikan solusi yang tepat!


a. pada pengamatan dibawah mikroskop, sel-sel penyebarannya banyak
yang bertumpuk-tumpuk!
b. warna sel terlalu pucat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
c. warna sel terlalu pekat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
d. pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan fase
mitosis!
5. Jelaskan alasan dilakukan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!

6. Terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tujuan peristiwa mitosis pada


Makhluk Hidup!
Jawaban:
1. a. Fungsi dari kemikalia yang digunakan antara lain :
FAA Larutan FAA berfungsi untuk menghentikan aktifitas
pembelahan dan mempertahankan keadaan sel seperti saat

membelah.
Alkohol 70% Alkohol 70% berfungsi sebagai penetral

kandungan FAA dan penyegar sel


HCl Larutan HCl 1 N digunakan untuk membersihkan bahan
yang akan diamati dari zat-zat lain dan untuk melunakkan

jaringan.
Acetokarmin Larutan Acetokarmin berfungsi sebagai
pemberi warna pada kromosom, sehingga kromosom dapat
dengan mudah diamati.

b. Mekanisme kerja secara biologis kemikalia yang digunakan antara lain :

Larutan FAA : Pada saat pemotongan dilakukan pada jam 00.00


WIB, larutan FAA akan menghambat atau menahan sel
membelah lagi sehingga pembelahan sel akan terhenti.

Alkohol 70% : Pada saat akar bawang merah direndam dalam


alkohol 70% selama 4 menit, alkohol akan menetralkan
kandungan FAA yang terdapat dalam akar serta mengembalikan
kesegaran sel, selain itu selama perendaman, alkohol juga
mensterilkan mikroba yang mungkin ada dalam akar bawang
merah.

HCl 1 N : Pada saat akar bawang merah direndam dengan HCl


selama 4 menit, HCl akan memperjelas bagian putih pada
tudung akar dan akar bawang yang direndam dengan HCl akan
menjadi lunak.

Acetocarmin : warna merah pada acetocarmin akan diserap oleh


sel-sel akar bawang merah sehingga sel-sel akar bawang merah
yang semula putih akan menjadi berwarna.

c. Dalam pratikum mitosis akar bawang merah digunakan alkohol 70%


karena alkohol dalam konsentrasi ini merupakan larutan desinfektan
terbaik atau sebagai larutan yang berfungsi membunuh bakteri/
mikroba yang mungkin ada di dalam akar bawang sehingga nantinya
didapatkan bahan amatan yang steril.
2. Tujuan penggunaan silet berkarat pada saat pencacahan adalah untuk
mengefektifan proses penyerapan warna. Seperti kita ketahui dalam
karat besi terdapat Fe Cl2 yang mampu mengoksidasi sehingga
mampu menyerap air pada saat pencacahan dan acetocarmin dapat
akan mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah.
3. a. Mitosis merupakan pembelahan sel yang umumnya terjadi pada selsel yang hidup terutama sel-sel somatik yang sedang tumbuh
(meristematik) seperti ujung batang atau ujung akar. Alasan
penggunaan akar pada praktikum kali ini karena akar bawang
merah merupakan organ yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel
somatik. Ujung akar (tudung akar) bersifat parenkimatis yang aktif
membelah (meristematik). Di samping itu, susunan sel pada tudung
akar lebih mudah diamati dari pada di jaringan lainnya.
b. Apabila bagian yang dipakai adalah selain tudung akar, maka
kemungkinan untuk menemukan fase mitosis akan sulit karena
tidak semua jaringan tumbuhan bersifat meristematis dan apabila
suatu jaringan telah menjadi jaringan dewasa, maka yang teramati
hanyalah susunan selnya saja secara anatomi.
4. a. Pada pengamatan di bawah mikroskop, sel kelihatan bertumpuktumpuk karena pada waktu pencacahan, cacahan bawang kurang
halus atau kurang lembut sehingga sel yang diamati di bawah
mikroskop masih terlalu besar sehingga kelihatan bertumpuk.
b. Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pucat
karena pada saat penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu kuat
sehingga acetocarmin banyak yang keluar dari kaca penutup,
akibatnya hanya sedikit acetocarmin yang diserap oleh sel akar
bawang merah.

c. Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pekat


karena pada saat penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu lemah
sehingga acetocarmin banyak terkumpul di preparat, bisa juga
karena pemberian acetocarmin yang terlalu banyak sehingga warna
merah yang diserap sel akar bawang merah juga menjadi banyak.
d. Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase dari semua fase yang
ada karena pemotongan tidak dilakukan tepat pada jam 00.00 WIB
karena jika dilakukan pemotongan lebih dari pukul 00.00 WIB,
maka akan sulit menemukan keempat fase mitosis. Selain itu,
dipengaruhi oleh waktu praktikum yang kurang karena pengamatan
bawang memerlukan waktu lama dan ketelitian yang tinggi, serta
keterbatasan alat seperti mikroskop juga dapat mengganggu proses
menemukan fase mitosis karena konsentrasi akan terganggu akibat
banyak mahasiswa yang menunggu mikroskop.
5. Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada pukul 00.00 WIB, karena
pada waktu ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh akar sedang aktif
membelah. Menurut Margono (1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar
bawang merah banyak sel yang mengalami aktivitas pembelahan dengan
rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 00.00 WIB.
6. Fungsi mitosis terkait pada penggadaan jumlah sel yang berguna dalam
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena dalam proses
mitosis terjadi proses pembelahan inti yang berupa gen, kromosom, nuklei
dan sentromer yang memperbanyak diri, serta tidak ada perubahan jumlah
kromosom maupun perubahan sifat dari sel induk ke sel anak.