Anda di halaman 1dari 8

PROSES PEMBUATAN PUPUK

UREA

Disusun oleh:

ANDI SETIAWAN (201225003)


ARIF ANDRIANTO (201225010)
NICO AGUNG NUGRAHA (201225013)
NURHASANAH (201225008)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOG AL-KAMAL
JAKARTA
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH S.W.T. tuhan yang
maha Esa,yang telah melimpahkan rahmat serta ridonya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah proses pembuatan pupuk
urea dari gas alam dengan baik.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing
dan teman-teman jurusan teknik kimia yang telah banyak membantu
untuk terselesainya penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan didalam
makalah ini,seperti pepatah mengatakan tiada gading yang tak
retak maka sebuah masukan dari para pembaca sekalian untuk
menjadikan makalah ini lebih baik sangat kami harapkan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca semua.

Tangerang,03 februari 2014

Penulis

Daftar isi

Halaman judul..................................................................................i
Kata pengantar................................................................................ii
Daftar isi...........................................................................................iii
BAB.1 Pendahuluan.........................................................................1
1.1 Latar belakang.......................................................................1
1.2 Rumusan masalah.................................................................1
1.3 Tujuan penelitian...................................................................1
BAB.11 Pembahasan.......................................................................2
11.1 Proses Pembuatan Urea....................................................2
11.2 prinsip pembuatan urea...................................................3
11.3 blok diagram pabrik urea.................................................4
BAB.3 Penutup..................................................................................5
111.1 Kesimpulan..................................................................5
Daftar pustaka..................................................................................5

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan pada tanah dengan
maksud untuk memperbaiki sifat fisis, kimia dan biologis. Sebagai
tempat tumbuhnya tanaman, tanah harus subur, yaitu memiliki sifat
fisis, kimia dan biologis yang baik. Sifat fisi menyangkut kegemburan,
porositas, dan daya serap. Sifat kimia menyangkut ph serta
ketersediaan unsur-unsur hara. Sedangkan sifat biologis
menyangkur kehidupan mikroorganisme dalam tanah. Separti
makhluk hidup lainya tumbuhan membutuhkan nutrisi baik zat
organik maupun zat anorganik. Nutrisi organik diperoleh melalui
proses fotosintesis sedangkan nutrisi anorganik diperoleh melalui
akar dari dalam tanah dalam bentuk zat-zat terlarut berupa kation
dan anion yang mampu masuk melalui pembuluh xylem akar.
Tumbuhan memiliki zat-zat penyusun yang sangat penting bagi
kelangsungan hidupnya. Zat-zat tersebut antara lain:
1.
unsur-unsur esensial, yaitu unsur-unsur yang mutlak
diperlukan oleh segala macam tumbuhan. Unsurunsur ini disebut unsur hara makro dan mikro. Unsur
hara makro ( diperlukan dalam jumlah bayak) yaitu:
C, H, O,N, P, K, Ca, dan S. Sedangkan unsur hara
mikro yaitu: Fe, Mn, Cu, Mo, Co, Zn, dan B.
2.
Unsur non-esensial, yaitu unsur tambahan yang
hanya diperlukan oleh jenis tumbuhan tertentu,baik
dalam jumlah bersar maupun kecil. Antara lain Na,
Cl, Al, Si.
Kekurangan unsur hara tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan
tanaman secara keseluruhan akan terganggu atau tidak sempurna.
1.2 rumusan masalah
untuk memenuhi kebutuhan para petani akan pupuk urea dalam
meningkatkan hasil pertanian.
1.3 tujuan penelitian
1. mengetahui langkah-langkah dan proses pembuatan urea dengan
baik, sehingga dapat mendorong para akdemisi dan pengusaha
untuk berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan para petani dalam
meningkatkan hasil pertanian.
BAB 11

PEMBAHASAN

11. 1 PROSES PEMBUATAN UREA


Bahan baku dalam pembuatan urea adalah gas CO2 dan NH3 cair
yang dipasok dari pabrik amonia.
Proses pembuatan urea dibagi menjadi 6 unit yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sintesa unit
Purifikasi unit
Kristalizer unit
Prilling unit
Recovery unit
Proses kondensat treatment unit

1. SINTESA UNIT
Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik urea, untuk
mensintesa dengan mereaksikan liquid NH3 dan gas CO2 didalam
urea reaktor dan didalam reaktor ini juga dimasukan larutan recycle
karbamat yang berasal dari bagian recovery.
Tekanan operasi proses disitesa adalah 175 kg/cm 2G. Hasil sintesa
urea dikirim ke bagian purifikasi untuk dipisahkan amonium karbamat
dan kelebihan amonianya setelah diakukan stripping oleh CO 2.
2. PURIFIKASI UNIT
Amonium karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan amonium di
unit sintesa di uraikan dan dipisahkan dengan cara penurunan
tekanan dan pemanasan dengan 2 langkah penurunan
tekanan,yaitu pada 17 kg/cm2 dan 22,2 kg/cm2. Hasil penguraian
berupa gas CO2 dan NH3 dikirim kebagian recovery, sedangkan
larutan ureanya dikirim ke bagian kristaliser.
3. KRISTALISER UNIT
larutan urea dari unit purufikasi dikristalisasikan di bagian ini secara
vacum, kemudian kristal ureanya dipisahkan di centrifuge. Panas
yang di perlukan untuk menguapkan air diambil dari panas sensuble
larutan urea,maupun panas kristalisasi urea dan panas yang diambil
dari sirkulasi urea slurry ke HP absorber dari recovery.

4. PRILING UNIT
Kristal urea keluaran centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8%
berat dengan udara panas, kemudian dikirimkan ke bagian atas
prilling tower untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke
distributor dan dari distributor dijatihkan ke bawah sambil didinginkan
oleh udara dari bawah dan menhasilkan produk urea butiran (prill).
Produk urea dikirim ke bulk storage dengan belt conveyor.
5. RECOVERY UNIT
Gas NH3 dan gas CO2 yang dipisahkan di bagian purifikasi diambil
kembali dengan 2 step absorbsi denga menggunakan mother liquor
sebagai absorben, kemudian di recycle kembali ke bagian sintesa.
6. PROSES KONDENSAT TREATMENT UNIT
Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian kristaliser
didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil urea,NH3 dan CO2
ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan distripper dan
hidroliser. Gas CO2 dan gas NH3 nya dikirim kembali kebagian
purifikasi untuk direcover. Sedangkan air kondensat dikirim ke
utilitas.
11.2 PRINSIP PEMBUATAN UREA
Sintesa urea dapat berlangsung dengan bantuan tekanan tinggi.
Sintesa ini dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh BASF pada
tahun 1941 dengan bahan baku CO2 dan NH3.
Sintesa urea berlangsung dalam dua bagian, selama bagian reaksi
pertama berlangsung,dari amonia dan karbodioksida akan terbentuk
amonium karbamat. Reaksi ini bersifat aksoterm.
2NH3 (g) + CO2 (g) NH2COONH4 (s)

H = -159,7 kj

Pada bagian ke dua , amonium karbamat terbentuk urea dan air.


Reaksi ini bersifat endoterm.
NH2COONH4 (s) NH2COONH2 (aq) + H2O (l) H= 41,43
kj
Sintesa dapat ditulis menurut persamaan reaksi sebagai berikut:
2NH3 (g) + CO2 (g) NH2COONH2 (aq) + H2O (l) H=
-118,27 kj

Kedua bagian ini berlangsung pada fase cair pada interval


temperatur mulai 170-190c dan pada tekanan 130 sampai 200 bar.
Reaksi keseluruhan adalah eksoterm. Panas reaksi diambil dri
sistem dengan jalan pembuatan uap air. Bagian reaksi kedua
merupakan langkah yang menentukan kecepatan reaksi dikarenakan
reaksi ini berlangsung lebih lambat dari reaksi pertama.

11. 3 BLOK DIAGARAM PABRIK UREA

KRISTALIS
ASI UNIT

KARBON
DIOKSIDA

PURIFIKASI
UNIT

SINTESA
UNIT

AMMONIA

UREA

RECOVERY
UNIT

PROSES
KONDENSAT

BAB 111

PROSES
CONDENSAT

PENUTUP
111.1 KESIMPULAN
Salah satu aspek penting sebagai pendukung perkembangan
pertanian yang ada di indonesia adalah adalah penggunaan pupuk
sebagai penyubur tanaman. Pupuk adalah semua bahan yang di
tambahkan pada tanah dengan maksud untuk memperbaiki sifat
fisis,kimia dan biologis. Teknologi pembuatan pupuk sangat erat
kaitanya dengan bahan baku yang digunakan, penggunaan bahan
baku sangat menentukan jenis pupuk yang dihasilkan.
Sedangkan metode atau sara yang digunakan selama proses
pengolahan mempengaruhi aspek ekonomi dan efisiensi. Segala
kegiatan produksi akan berpengaruh terhadap lingkungan sehingga
perlu dilakukan analisis dampak lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim. (tanpa tahun). The urea cycle. [online].
2. Anonim. 2005. Pupuk kaltim. [online]. www.Pupuk
Kaltim.com/index.php?co=f2011
3. Priantoro, Laksmi. 1989. Manusia dan Lingkungan Hidup.
Bandung: FPMIPA IKIP Bandung.
4. Goenawan. 1999. Kimia 2B. Jakarta: Gramedia Widiasrana
Indonesia.
5. Sulanjana, Agung dkk. 2005. Makalah Industri Pupuk dan Amonia.
Bandung; Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.