Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN

GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI


PENGKAJIAN
1. IDENTITAS
a. Identitas Pasien
Nama
Umur
Agama
Jenis Kelamin
Status
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Diagnosa Medis

: Ny D
: 35 th
: Islam
: Perempuan
: Menikah
: SMP
: Petani
: Meulaboh
: Thypoid Fever

2. RIWAYAT KEPERAWATAN
a. Keluhan utama
Klien mengatakan sudah 4 hari badannya panas.
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ny. D berumur 35thn datang ke poli klinik umum RSUD Kab. Tangerang. Saat
datang klien tampak lemas. Saat dikaji oleh perawat, klien mengeluh badannya
panas, mual dan muntah, tidaknafsu makan, mual dan muntah terjadi setelah klien
makan cukup banyak dan mual muntah berkurang saat makan sedikit dan hangat.
c. Riwayat Kesehatan Dahulu
Imunisasi : Klien mengatakan terakhir imunisasi saat masih kecil.
Alergi : Klien mengatakan tidak ada riwayat alergi.
Penyakit yang pernah diderita : Klien mengatakan pernah terkena gastritis.
Obat-obatan yang pernah di digunakan : Riwayat masuk RS : Klien mengatakan belum pernah masuk rumah sakit.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan bahwa keluarga tidak mempunyai penyakit keturunan yang
berat atau menular.
3. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Keadaan Umum Sedang, Kesadaran Umum Compos Mentis
2. Tanda-Tanda Vital
Tekanan Darah
: 90/70 mmHg
Nadi
: 80x Permenit
Suhu
: 40C
RR
: 24x Permenit
3. Antropometri
Tinggi Badan
: 164cm
BB
: 44kg
4. Kepala
Bentuk kepala simetris, rambut dan kulit kepala klien bersih, distribusi rambut
merata, tidak rontok, tidak mudah dicabut, tidak ada benjolan, tidak ada keluhan.
5. Mata

6. Letak bola mata simetris, gerakan bola mata simetris, kelopak mata tidak ada
oedema, konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik, Tekanan Intra Okuler (TIO) sama,
pupil dan refleks cahaya normal, ketajaman mata normal OD = 2/5 OS 3/5, mata
tampak sayu, terdapat kantong mata.
7. Telinga
Kebersihan telinga bersih, tidak ada oedema dan secret, letak telinga simetris,
fungsi pendengaran baik
8. Hidung
Kebersihan lubang hidung bersih, tidak ada oedema dan secret, letak hidung
simetris, tidak ada peradangan membran mukosa hidung, tidak terdapat polip, funsi
penciuman baik.
9. Mulut dan Faring
Mulut
: tampak kotor, ada bau mulut, terdapat mukosa pada mulut
Bibir
: Warna pucat, ada stomatitis, tidak ada kelainan bentuk
Gusi
: Warna merah muda pucat, tidak ada gingivitis
Gigi
: Jumlah gigi 33, ada caries gigi pada gigi molar, tidak ada
perdarahan, abses, dan benda asing (gigi palsu)
Lidah
: Warna putih pucat, kotor, dan pergerakan lidah normal
Faring
: Warna merah muda, tidak ada peradangan, tidak ada eksudat, tonsil
tidak ada pembesaran
10. Leher
Bentuk leher normal, tidak ada oedema dan jaringan parut, tidak ada tekanan vena
jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe, tidak ada kaku
kuduk dan mobilitas leher normal.
11. Thorax dan Dada
Bentuk dada normal, tidak ada kelainan tulang belakang, ada retraksi intercostal,
tidak ada oedema dan jaringan parut, vocal premitus normal
Suara nafas normal, suara ucapan (vocal resonans) normal, tidak ada suara
tambahan
Pada jantung ada ictus cordis, perkusi jantung normal, bunyi jantung normal
Pada payudara ukuran, bentuk, dan kesimetrisan payudara normal, warna aerola
coklat, puting susu tidak ada ulcus dan pembengkakan, tidak ada secret.
12. Abdomen
Bentuk abdomen datar dan simetris, tidak ada jaringan parut dan lesi, tidak ada
oedema, bising usus 9x permenit, terdapat nyeri tekan.
13. Ekstremitas atas
Bentuk simetris, kekuatan otot 3 dari 0-5, tidak terdapat oedema, lesi dan jaringan
parut, kuku jari bersih, refleks biceps dan trisep +
14. Ekstremitas bawah
Bentuk simetris, kekuatan otot 3 dari 0-5, tidak terdapat oedema, lesi dan jaringan
parut, kuku jari bersih, tidak ada varices, dan refleks babinski +

4. DATA BIOLOGIS
Pola Nutrisi
Makan
a.
Frekuensi
: 3x Sehari
b.
Jenis
: Nasi + Lauk + Sayur + Buah
c.
Porsi/Jumlah
: 1 Piring kecil
d.
Keluhan
: Tidak nafsu makan, mual, muntah
e.
Makanan yang dipantang
: Tidak Ada
f.
Alergi terhadap makanan
: Tidak Ada
g.
Suplemen yang dikonsumsi
: Vit. C

Minum
a. Jenis
b. Jumlah

: Air putih
: 8 Gelas

2. Pola Eliminasi
Buang Air Besar (BAB) Klien mengatakan BAB tidak teratur
Buang Air Kecil (BAK)
a.
Input
: 480cc
b.
Output
: 300cc
c.
Balance : Input Output = 180cc
d.
Warna
: Kuning Jernih
e.
Keluhan : tidak ada
3. Pola Istirahat/Tidur
a.
Tidur Siang
: 2 jam
b.
Tidur Malam
: 7 Jam
c.
Keluhan Tidur : Klien mengatakan terkadang terbangun saat malam hari karena
tidak nyaman tidur
4. Personal Hygiene
a.
Mandi
b.
Jenis Pakaian
c.
Perawatan Gigi
d.
Vulva Hygiene

: 1x Sehari
: Kaos dan daster
: Tidak terlalu rutin
: Dibersihkan 1x sehari

5. DATA PSIKOLOGIS
a. Status Perkawinan : Menikah
b. Status Emosi
: Terkadang sedikit Cemas
c. Pola Koping
: Positif ( Klien selalu menceritakan masalah yang dihadapinya
d. Pola Komunikatif
: Klien Koperatif
e. Konsep Diri
: Klien terbuka dalam semua pertanyaan
f. Peran Diri :
Klien mengakui dirinya sebagai istri yang baik bagi suaminya
Klien mengakui dirinya sebagai ibu yang baik bagi anaknya
g. Harga Diri :
Klien mengakui tidak merasa tidak tersisihkan
Klien mengakui merasa dibutuhkan
Klien mengakui senang menjadi seorang ibu
6. DATA SOSIAL
Klien mengatakan berhubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar
7. DATA SPIRITUAL
Klien mengatakan selalu solat 5 waktu dan menjalankan kewajibannya sebagai umat
muslim.
8. THERAPHY
a) RL 20 tts/mnt mempunyai fungsi untuk mengatasi kehilangan cairan ektraseluler
abnormal yang akut

b) PCT 3x350 mg mempunyai fungsi sebagai anagesik dan antipeuretik dengan sedikit
efek anti inflamasi dan juga dapat menghilangkan rasa sakit dan suhu tubuh yang
tinggi
9. DATA PENUNJANG
Uji widal = 1/320

A.

3.2 Analisa Data


Data
DS:
Klien mengatakan badannya panas selama 4 hari.
Klien mengatakan mual, muntah
Klien mengatakan tidak nafsu makan.
Klien mengatakan lemas.
DO:
Suhu tubuh: 40C
Klien tampak lemas
Dilakukan tes widal dengan hasil 1/320
Dilakukan tes tubex dengan hasil positif 5

B.

C.

Klien tidak menghabiskan makanannya


IMT 17,1
BB sebelum sakit 55kg, BB saat sakit 46kg
TD: 90/70mmHg
Nadi: 80x/menit
RR: 25x permenit
Masalah
Hipertermi
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Diagnosa Keperawatan
Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan badan teraba panas,
kondisi lemas, dan suhu tubuh menigkat.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak mampu dalam
memasukkan, mencerna, mengabsorbsi makanan karena faktor biologis, psikologi
ditandai dengan mual, muntah dan tidak nafsu makan
3.3 Perencanaan Tindakan Keperawatan
No Dx. Kep
.
1.
Dx 1

Perencanaan
Tujuan
Intervensi
Rasional
Setelah
1.
Observasi
1.
Sebagai informasi
dilakukan
perubahan suhu
dasar untuk
intervensi
perencanaan awal
selama 3x24
dan validasi data
jam diharapkan
2.
Untuk
suhu tubuh klien
2.
Berikan kompres
menurunkan suhu
kembali normal hangat
tubuh klien
dengan kriteria
3.
Agar tidak
hasil :
3.
Anjurkan pasien
kekurangan cairan
a.
Suhu tubuh
untuk banyak
dan eletrolit
37,5c
minum air putih
4.
Agar keringat
Anjurkan
tidak mengendap
b.
Klien tidak 4.
memakai pakaian
dan penguapan
lemas
yang menyerap
lebih cepat
c.
TTV dalam
keringat
5.
Untuk
rentang normal
menurunkan panas
5.
Delegatif
serta memperkuat
pemberian
pertahanan tubuh
antiperatik dan
klien
antiseptik

2.

Setelah
1.
Kaji intake klien 1.
dilakukan
intervensi
selama 3x24
jam diharapkan
2.
pemenuhan 2.
Tingkatkan intake
nutrisi klien
makan melalui :
terpenuhi
Kurangi
dengan kriteria
gangguan dari luar
hasil :
Sajikan makanan
a.
Pemenuhan
dalam kondisi

Dx 2

Sebagai informasi
dasar untuk
perencanaan awal
dan validasi data
Cara khusus
tingkatakan nafsu
makan
Meningkatkan
intake makanan
Memudahkan
makanan masuk

b.
c.
d.
e.
f.

nutrisi klien
terpenuhi
BB klien
meningkat
IMT 18,5
Tidak terjadi
mual dan
muntah
3.
Nafsu makan
klien meningkat
Porsi makan
klien habis

hangat
Selingi makan
dengan minum
Jaga kebersihan
mulut klien
Berikan makan
sedikit tapi sering
Kolaborasi
3.
dengan ahli giziikan
diet dan makanan
ringan dengan
tambahan makanan
yang disukai bila
ada

Mulut yang
bersih
meningkatkan nafsu
makan
Mencegah mual
Memberikan
asupan deit yang
tepat

3.4 Catatan Perkembangan dan Evaluasi Sumatif


No
1.

Tanggal
18-10-

Dx
SOAP
Dx 1 S: Klien mengatakan badannya panas

14
07:00

selama 4 hari, Klien mengatakan lemas


O: Suhu tubuh: 40C, Klien tampak lemas,
Saat di raba badan klien terasa panas
A: Masalah teratasi sebagian
P : Lanjut Intervensi
a.
b.
c.

2.

18-10-

Observasi perubahan suhu


Berikan kompres hangat
Anjurkan pasien untuk banyak minum
air putih
d.
Anjurkan memakai pakaian yang
menyerap keringat
e.
Delegatif pemberian antiperatik dan
antiseptik
Dx 1 S: Klien mengatakan mual dan muntah, Klien

14

mengatakan tidak nafsu makan, Klien

10:00

mengatakan lemas
O: Klien tampak lemas, Klien tidak
menghabiskan makanannya, IMT 17,1, BB
46kg, TD: 90/70mmHg, Nadi: 80x/menit,
RR: 25x permenit
A: Masalah teratasi sebagian
P : Lanjut Intervensi
a.
b.
c.
d.
e.

Kaji intake klien


Kurangi gangguan dari luar
Sajikan makanan dalam kondisi hangat
Selingi makan dengan minum
Jaga kebersihan mulut klien

TTD

f.
g.

Berikan makan sedikit tapi sering


Kolaborasi dengan ahli gizi akan diet
dan makanan ringan dengan tambahan
makanan yang disukai bila ada
h.
Timbang berat badan setiap hari
i.
Berikan obat sesuai indikasi.
BAB IV
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Kebutuhan nutrisi berkaitan erat dengan aspek-aspek yang lain dan dapat dicapai jika
terjadi keseimbangan dengan aspek-aspek yang lain. Nutrisi berpengaruh juga dalam
fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim,
pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. Dan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi
bagi tubuh manusia, maka akan terhindar dari ancaman-ancaman penyakit.

5.2

Saran
Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk diupayakan. Upaya
untuk melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan dengan cara makanmakanan dengan gizi seimbang dengan di imbangi keadaan hidup bersih untuk setiap
individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap hari, karena tanpa makan setiap hari maka
tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imune tubuh yang menurun.

DAFTAR PUSTAKA
Alimul H, A Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan. Jakarta :
Salemba Medika
Brunner & Suddart, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Vol.1. Jakarta: EGC
Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Prose Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : Salemba
Medika
Perry, dkk. 2005. Buku saku: Keterampilan dan Prosedur Dasar. Jakarta: EGC
Asmadi, 2008, Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien,
Jakarta:

Salemba

Medika

Hidayat, AAA, Uliyah, Musriful. 2008. Konsep Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan Edisi
2. Jakarta: Salemba Medika

Diposkan oleh Bunga Dhara di 16.02

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke


Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Mengenai Saya

Bunga Dhara
Lihat profil lengkapku
My live My NCP!!!
foll me @adiandra_bungaa :)
be Nurse!
be ryeosomnia!
be Andromeda!
be EXO el!
Arsip Blog

2015 (1)

2014 (30)
o Desember (4)
o November (3)
ASKEP pada Klien dengan Gangguan Kebutuhan Nutrisi...
Urolithiasis (Batu Ginjal)
SAP Kompres Hangat
o Oktober (10)
o Juni (11)
o Mei (2)

Mau mampir lagi gak??


Translate Me!!!
Select Language

@my_irene

RV | Irene
Irene ()
"Focus on things that bring my mood up"
"Irene = Merah muda? Merah muda itu terang! Aku ingin membawa suasana terang dan
energi yang baik"
I want to be : "A singer who can give good energy!"
Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.