Anda di halaman 1dari 6

Spondylolisthesis

Definisi
Kata spondylolisthesis berasal dari bahsa Yunani yang terdiri atas kata spondylo
yang berarti tulang belakang (vertebra) dan listhesis yang berarti bergeser. Maka
spondilolistesis adalah suatu pergeseran korpus vertebrae (biasanya kedepan) terhadap korpus
vertebra yang terletak dibawahnya. Umumnya terjadi pada pertemuan lumbosacral
(lumbosacral joints) dimana L5 bergeser (slip) diatas S1, akan tetapi hal tersebut dapat terjadi
pula pada tingkat vertebra yang lebih tinggi.
Etiologi Dan Klasifikasi
Etiologi spondilolistesis adalah multifaktorial. Predisposisi kongenital tampak pada
spondilolistesis tipe 1 dan tipe 2, dan postur, gravitasi, tekanan rotasional dan stres/tekanan
kosentrasi tinggi pada sumbu tubuh berperan penting dalam terjadinya pergeseran tersebut.
Terdapat lima tipe utama spondilolistesis:
A. Tipe I disebut dengan spondilolistesis displastik dan terjadi sekunder akibat
kelainankongenital pada permukaan sacral superior dan permukaan L5 inferior atau
keduanya dengan pergeseran vertebra L5.
B. Tipe II, isthmic atau spondilolitik, dimana lesi terletak pada bagian isthmus atau
parsinterartikularis, mempunyai angka kepentingan klinis yang bermakna pada
individu dibawah 50 tahun. Jika defeknya pada pars interartikularis tanpa adanya
pergeseran tulang, keadaan ini disebut dengan spondilolisis. Jika satu vertebra
mengalami pergeseran kedepan dari vertebra yang lain, kelainan ini disebut dengan
spondilolistesis.Tipe II dapat dibagi kedalam tiga subkategori:

Tipe IIA yang kadang-kadang disebut dengan lytic atau stress spondilolisthesis
dan umumnya diakibatkan oleh mikro-fraktiur rekuren yang disebabkan oleh
hiperketensi. Juga disebut dengan stress fracture pars interarticularis dan paling
sering terjadi pada pria.

Tipe

IIB

umumnya

interartikularis.Meskipun

juga

terjadi

demikian,

akibat

berlawanan

mikro-fraktur
dengan

tipe

pada

pars

IIA,

pars

interartikularis masih tetapintak akan tetapi meregang dimana fraktur mengisinya


dengan tulang baru.

Tipe IIC sangat jarang terjadi dan disebabkan oleh fraktur akut pada bagian
parsinterartikularis. Pencitraan radioisotope diperlukan dalam menegakkan
diagnosis kelainan ini.

C. Tipe III, merupakan spondilolistesis degeneratif, dan terjadi sebagai akibat degenerasi
permukaan sendi lumbal. Perubahan pada permukaan sendi tersebut akan
mengakibatkan pergeseran vertebra ke depan atau ke belakang. Tipe spondilolistesis
ini sering dijumpai pada orang tua. Pada tipe III, spondilolistesis degeneratif tidak
terdapatnya defek dan pergeseran vertebra tidak melebihi 30%.
D. Tipe IV, spondilolistesis traumatik, berhubungan dengan fraktur akut pada
elemenposterior (pedikel, lamina atau permukaan/facet) dibandingkan dengan fraktur
padabagian pars interartikularis.
E. Tipe V, spondilolistesis patologik, terjadi karena kelemahan struktur tulang sekunder
akibat proses penyakit seperti tumor atau penyakit tulang lainnya.
Grading
Sistem pembagian/grading untuk spondilolistesis yang umum dipakai adalah sistem
grading Meyerding untuk menilai beratnya pergeseran. Kategori tersebut didasarkan
pengukuran jarak dari pinggir posterior dari korpus vertebra superior hingga pinggir posterior
korpus vertebra inferior yang terletak berdekatan dengannya pada foto x ray lateral. Jarak
tersebut kemudian dilaporkan sebagai panjang korpus vertebra superior total:
Grade 1 adalah 0-25%
Grade 2 adalah 25-50%
Grade 3 adalah 50-75%
Grade 4 adalah 75-100%
Spondiloptosis- lebih dari 100%

Manifestasi kilinis
Gambaran klinis spondilolistesis sangat bervariasi dan bergantung pada tipe pergeseran
dan usiapasien. Selama masa awal kehidupan, gambaran klinisnya berupa back pain yang
biasanya menyebar ke paha bagian dalam dan bokong, terutama selama aktivitas tinggi.
Gejala jarang berhubungan dengan derajat pergeseran (slippage), meskipun sangat berkaitan
dengan instabilitas segmental yang terjadi. Tanda neurologis berhubungan dengan derajat
pergeseran dan mengenai sistem sensoris, motorik dan perubahan refleks akibat dari
pergeseran serabut saraf (biasanyaS1). Progresifitas listesis pada individu dewasa muda
biasanya terjadi bilateral dan berhubungan dengan gambaran klinis/fisik berupa:
Terbatasnya pergerakan tulang belakang.
Kekakuan otot hamstring
Tidak dapat mengfleksikan panggul dengan lutut yang berekstensi penuh.
Hiperlordosis lumbal dan thorakolumbal.
Hiperkifosis lumbosacral junction.
Pemendekan badan jika terjadi pergeseran komplit (spondiloptosis).
Kesulitan berjalan

Gambaran Radiologis
Terplesetnya vertebra paling baik diperlihatkan pada proyeksi lateral dari tulang
belakang lumbal dan mungkin ditemukan rongga diskus yang hilang. Paling sering terjadi
setinggi L4/L5 dan L5/S1. CT/MRI dapat menilai dan adanya penyempitan kanal tulang.5