Anda di halaman 1dari 4

I.

SOSIOLOGI
1. Hubungan sosiologi,politik dan
ekonomi : memperjelas bahwa
pembangunan harus dipandang sebagai
suatu proses multidimensional yang
mencakup berbagai perubahan
mendasar atas struktur sosial, sikap
masyarakat dan institusi nasional, di
samping tetap mengejar akselerasi
pertumbuhan ekonomi, penanganan
ketimpangan pendapatan, serta
pengentasan kemiskinan. Pada
hakekatnya pembangunan itu harus
mencerminkan perubahan total suatu
masyarakat atau penyesuaian sistem
sosial secara keseluruhan, tanpa
mengabaikan keragaman kebutuhan
dasar dan keinginan individu maupun
kelompok-kelompok sosial yang ada di
dalamnya, untuk bergerak maju menuju
suatu kondisi kehidupan yang serba lebik
baik, secara material maupun spiritual.
2. definisi menurut Auguste Comte :
Sosiologi adalah suatu studi positif
tentang hukum-hukum dasar dari
berbagai gejala sosial yang dibedakan
menjadi sosiologi statis dan sosiologi
dinamis.
Definisi menurut pitirim a sorokin :
Hubungan dan pengaruh timbal balik
antara aneka macam gejala sosial,
misalnya antara gejala ekonomi dengan
agama, keluarga dengan moral, hukum
dengan ekonomi, dsb.
II. PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI
SOSISAL
1. Proses Sosial : cara2 berhubungan
antar perorangan dan kelompok yg
saling bertemu.
Interaksi Sosial :
hubungan sosial yg dinamis yg
menyangkut hub. Antar
perorangan,antar kelompol atau antar
perorangan dan kelompok
2. faktor yang mendasari interaksi
sosial :
Imitasi : yg dapat mendorong utk
memacu nilai2 yg berlaku

Sugesti : bila seseorang memberi


pandangannya kemudian diterima
orang lain
Identifikasi : kecenderungan
seseorang utk menjadi sama dengan
org lain
Simpati : proses dimana seseorang
merasa tertarik dengan orang lain

3. syarat terjadinya interaksi sosial :


Adanya kontak sosial (antar
perorangan,perorangan dgn
kelompok dan kelompok dgn
kelompok)
Adanya komunikasi (memberikan
penjelasan pada perilaku org lain dgn
pembicaraan/sikap)
4. bentuk interaksi sosial dibagi
menjadi 2 : proses asosiatif dan
proses disosiatif
Asosiatif :
Kerja sama
Terdapat 5 bentuk kerjasama :
o Kerukunan : gotong royong dan
tolong menolong
o Bargaining : pertukaran barang/jasa
o Kooptasi : penerimaan unsur2 baru
dalam pelaksanaan politik suatu
organisasi yg mrpkn cara utk
menghindari kegoncangan dlm
stabilitas organisasi
o Koalisi : kombinasi 2 org. / lebih yg
memiliki tujuan sama
o Joint Venture : kerja sama dalam
proyek2 tertentu
Akomodasi
Tujuan Akomodasi :
o Mengurangi pertentangan yg
tujuannya menghasilkan jawaban
antara 2 pendapat
o Mencegah meledaknya pertentangan
o Untuk memungkinkan terjadinya
kerjasama antara kelas2 sosial yang
akibat budaya hidup terpisah
o Usaha peleburan antar kelompok
sosial misalnya dgn kawin campur
Hasil Akomodasi :
o Menghindarkan pertentangan utk
kepentingan integrasi

o
o
o

Menekan oposisi antar


perusahaan utk menghindari
persaingan harga
Koordinasi berbagai kepentingan
yg ada
Mendorong asimilasi
perubahan lembagalembagakemasyarakatan agar
sesuai dengan keadaan baru atau
keadaan yang berubah
Proses asimilasi timbul
apabila :
terdapatkelompok-kelompok
manusia yang berbeda
kebudayaan
orang-perorang bergaul secara
langsung dan intensif untuk
waktu yang lama
kebudayaan-kebudayaan
kelompok manusia tersebut
masing-masing berubah dan
saling menyesuaikan diri

Disosiatif :
Persaingan : tanpa
menggunakan
ancaman/kekerasan
Fungsi persaingan:
o Menyalurkan keinginan yang
bersifat kompetitif dalam
memperoleh sesuatu
yang berharga atau bernilai
o
Sebagai saluran untuk
memenuhi kepentingan publik
dalam memilih sesuatu(misalnya
Perlombaan)
o
Alat untuk mengadakan seleksi
atas dasar sex dan seleksi sosial,
sesuai dengankemampuannya
o Alat untuk menyaring warga
dalam kelompok-kelompok
fungsional, seperti kelas pemuka
agama, seniman.
Kontravensi : proses sosial yg
berada diantara persaingan dan
pertentangan, terjadi perang
dingin,perang psikologis dan
adanya ancaman/kekerasan
Pertentangan/Pertikaian:
proses sosial dmn
individu/kelompok berusaha
memenuhi tujuannya dgn

o
o
o
o

menentang pihak lawan dgn


ancaman/kekuasaan
Sebab pertentangan :
Perbedaan pendirian dan
perasaan,kebudayaan,kepenti
ngan dan sosial
Akibat pertentangan :
bertambahnya solidaritas ingroup
kemungkinan akan goyah dan
retaknya kelompok,
perubahan pada kepribadian
orang-perorangan
hancurnya harta benda dan
manusia

II. LEMBAGA KEMASYARAKATAN (LK)


1. Pengertian : tata cara yang
diciptakan utk mengatur hub. Antar
manusia yg berkelompok dalam suatu
kelompok kemanusiaan
2. conformity : proses menyesuaikan
diri anggota masyarakat dengan cara
mengikuti nilai2 dan norma2 yang
berlaku di masyarakat.
Deviation : sikap penyimpangan yang
dilakukan oleh anggota masyarakat
karena adanya ketidaksesuaian sosial.
3. Fungsi lembaga kemasyarakatan :
Sebagai pedoman tingkah laku
Menjaga keutuhan masyarakat
Memberi pegangan kpd masy. Utk
mengadakan S.pengendalian sosial
4. Ciri2 :
Terwujud karena pola2 pemikiran dan
tingkah laku
Tingkat kekelanya tertentu
Tuajuannya tertentu dan Memiliki alat
perlengkapan utk mencapai tujuan
tsb
5. klasifikasi lembaga
kemasyarakatan :
Dari sudut perkembangan : Crescive
ins. (hubungan yg primer spt
perkawinan) dan Enacted ins. (untuk
memenuhi tujuan tertentu spt
perdagangan,pedidikan)
Dari sistem nilai yg diterima : Basic
Ins. (yg mempertahankan tata tertib)
dan Subsidiary Ins. (yg ditolak
masyarakat)

Dari sudut penyebarannya : General


Ins. (LK yang dikenal masyarakat
diduniadan Restricted Ins. ( LK yang
dianut oleh masy. tertentu)
Dari sudut fungsi : Operative Ins.
(lembaga yg menghimpun pola cara
utk mencapai tujuan spt
industrialisasi) dan Regulative Ins.
( lembaga yg berfungsi untuk
mengawasi adat istiadat atau tata
kelakuan spt kehakiman)

III. STRATIFIKASI SOSIAL


1. Pengertian : pembedaan masyarakat
ke dalam kelas2 secara hirarkis
2. terjadinya stratifikasi :
Dengan sendirinya : dapat terjadi
karena faktor yang sudah ada
sejak seseorang lahir, atau proses
ini bisa terjadi karena
pertumbuhan masyarakat
Dengan sengaja : dengan maksud
untuk tujuan atau kepentingan
bersama, Hal ini ditentukan
dengan adanya wewenang dan
juga kekuasaan yang diberikan
oleh seseorang atau organisasi
3. faktor penyebab terjadinya
stratifikasi :
Kekayaan, sesorang yang
mempunyai kekayaan yang lebih
biasanya termasuk ke lapisan
paling atas dalam stratifikasi
sosial.
Kehormatan, orang yang paling di
hormati biasanya selalu
menempati lapiasan paling atas,
sering kita ditemui di masyarakat,
misalnya seperti seseorang yang
berjasa besar.
Kekuasaan, ukuran kekuasaan
seseorang pun dapat menjadi
faktor penyebab terbentuknya
statifikasi sosial dan biasanya
seseorang yang mempunyai
kekuasaan slalu menempati
lapisan teratas, misanya seperti
gubernur, bupati dan lain-lain.
Berilmu tinggi atau
berpengetahuan tinggi,
seseorang akan menempati
urutan paling atas jika dia

memiliki ilmu pengetahuan yang


tinggi.
4. Fungsi Stratifikasi :
Sebagai suatu alat untuk
penditribusian hak dan
kewajiaban, misalnya seperti:
menentukan kedudukan, jabatan,
penghasilan seseorang dan lainlain.
Untuk mempersatu dengan pola
menkoordinasikan pada bagianbagian yang terdapat pada
struktur sosial yang gunanya
untuk mencapai tujuan yang
telah di tentukan sebelumnya.
Sebagai penempatan individu
atau seseorang pada strata
(lapisan) tertentu dalam struktur
sosial.
Sebagai penentu tingkatan
mudah atau tidaknnya bertukar
status atau kedudukan dalam
struktur sosial.
Untuk memecahkan berbagai
macampermasalahan yang ada
dalam masyarakat.
Dan untuk mendorong
masyarakat supaya bergerak
sesuai fungsinya.
3. unsur2 yg mewujudkan
stratifikasi :
Kedudukan : posisi seseorang dlm
suatu kelompok sosial
sehubungan dgn org2 lainnya
Peranan : bila seseorang
melakukan hak dan kewajibannya
sesuai dgn kedudukannya,
merupakan aspek dinamis dari
kedudukan, penting utk mengatur
perilaku manusia dan
meramalkan perbutan orang lain
sehingga org yg bersangkutan
dapat menyesuaikan dgn
kelompoknya dan diatur oleh
nilai2
4. 3macam kedudukan yg
dikembangkan di masyarakat :
Ascribed status : tanpa
memperhatikan perbedaan
rohaniah dan kemampuan

Achieved status : kedudukan yg


dicapai dengan usaha
Assined status : kedudukan
karena jasa

Mobilisasi sosial : gerak dalam struktur


sosual menurut pola2 tertentu yg
mengatur organisasi kelompok sosial