Anda di halaman 1dari 16

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN
1.1 Definisi
Ensefalopati adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kelainan fungsi
otak menyeluruh yang dapat aku atau kronik, progesif/statis. Ensefalopati yang terjadi
sejak dini dapat menyebabkan gangguan perkembangan neurologis (WHO, 2006).
Pasien dengan ensefalopati dapat mengalami kemunduran dalam fungsi
kognitif umum, prestasi akademis, fungsi neuropsikologik. Skor intelegensi pasien
yang mengalami ensefalopati juga rendak di bandingkan anak seusianya. Dari segi
prestasi akademis pasien akan mengalami kesulitan untuk membaca, mengeja, dan
aritmatik. Sedangkan fungsi neuropsikologikal dapat menjadi hiperaktif maupun
autis.
Berasal dari kata : enchepalo (otak), pathy (gangguan). Yang menggambarkan
fungsi dan struktur otak yang abnormal (Departemen Kesehatan RI, 2007 ).
Ensefalopati adalah istilah yang di gunakan untuk menjelaskan kelainan
fungsi otak menyeluruh yang dapat akut/kronik, progesif/statis
Ensefalopati tidak mengacu pada penyakit tunggal, melainkan untuk sindrom
disfungsi otak global.
Ensefalopati adalah disfungsi kortikal yang memiliki karakteristik perjalanan
akut hingga sub akut (jam hingga bebrapa hari), secara nyata terdapat fluktuasi dari
tingkat kesadaran, atensi minimal, halusinasi dan delusi yang sering dan perubahan
tingkat aktivitas psikomotor (secara umum meningkat, akan tetapi dapat munurun)
1.2 Klasifikasi
Beberapa contoh jenis ensefalopati :
1. Ensefalopati mitokondria
Gangguan metabolic yang di sebabkan oleh disfungsi dari DNA mitokondria.
Dapat mempengaruhi banyak system tubuh, terutama otak dan system saraf.
2. Glycine ensefalopati : sebuah gangguan metabolism genetic yang melibatkan
kelebihan produksi glisin
3. Hipoksia iskemik ensefalopati : ensefalopati permanen atau sementara yang
timbul dari pengiriman oksigen yang sangat berkurang ke otak
4. Uremik ensefalopati : gagal ginjal akut/kronis dapat menyebabkan
ensefalopati uremik. Ketika ginjal gagal untuk secara memadai membersihkan
aliran darah, berbagai racun secara bertahap dapat membangun dan
menyebabkan fungsi otak menurun.

5. Hipertensi ensefalopati : timbul dari peningkatan tekanan darah meningkat


darah di intrakarnial
6. Neonatal ensefalopati : sering terjadi karena kurangnya oksigen dalam aliran
darah ke otak-jaringan janin selama persalinan.
7. Salmonella ensefalopati : suatu bentuk ensefalopati yang di sebabkan oleh
keracunan makanan (terutama dari kacang dan daging busuk) sering
mengakibatkan kerusakan otak permanen dan gangguan system saraf
2.3 Anatomi fisiologi
Susunan saraf pusat (SPP/CNS) :
1. Otak
Terletak dalam rongga kranium (tengkorak).
Pelindung Otak :
a. Kulit kepala dan rambut
b. Tulang tengkorak dan columna vetebral
c. Meningen ( selaput otak )
2. Hemifer cerebral ( otak besar ) di bagi menjadi 4 lobus, yaitu :
a. Lobus frontalis, menstimuli pergerakan otot, yang bertanggung jawab
untuk proses berfikir
b. Lobus parietalis, merupakan area sensoris dari otak yang merupakan
sensasi perabaan, tekanan, dan sedkit menerima perubahan temperatur.
c. Lobus occipitallis, mengandung area visual yang menerima sensasi
dari mata.
d. Lobus temporalis, mengandung area auditory yang menerima sensasi
dari telinga.
3. Cerebelum ( otak kecil )
Fungsi cerebelum mengembalikan tonus otot di luar kesadaran yang
merupakan suatu mekanisme syaraf yang berpengaruh dalam pengaturan dan
pengendalian.
4. Medulla Spinallis/sumsum tulang belakang.
Berfungsi untuk mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh
serta berperan dalam : gerak reflek, berisi pusat pengontrolan yang penting,
heart rate contol atau denyut jantung, pengaturan tekanan darah, pernafasan,
menelan, muntah.
Susunan Syaraf Perifer :
Menyampaikan informasi antara jaringan dan saraf pusat ( CNS )
dengan cara membawa signals dari syaraf pusat ke CNS.
Susunan syaraf terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Susunan syaraf somatic

Susunan syaraf yang memiliki peranan yang spesifik untuk mengatur aktivitas
otot sadar atau serat lintang, jadi syraf ini melakuakan sistem pergerakan otot
yang di sengaja atau tanpa sengaja
2. Susunan syaraf otonom
Susunan syaraf yang mempunyai peranan penting mempengaruhi pekerjaan
otot sadar atau serat lntang, dengan membawa informasi ke otot halus atau
otot jantung yang dilakuakan otomatis.
1.3 Etiologi
1.

Kelainan dalam struktur anatomi listrik dan fungsi kimia dapat menyebabkan
fungsi mental berubah dan ensefalopati

2.

Keracunan jaringan otak dan sel-sel juga dapat mempengaruhi fungsi. Racun
ini dapat di produksi dalam tubuh, misalnya dari hati/gagal ginjal, atau
mungkin sengaja (keracunan alcohol/penyalahgunaan narkoba) atau tidak
sengaja tertelan (keracunan karbon monoksida, obat-obatan, zat beracun)

3.

Ensefalopati mungkin karena cacat lahir (kelainan genetic yang meyebabkan


struktur otak yang abnormal/aktivitas kimia dengan gejala yang di temukan
pada saat lahir)

Beberapa contoh penyebab lain ensefalopati :


1.

Menular (bakteri, virus, parasit)

2.

Anoxic (kekurangan oksigen ke otak, termasuk penyebab trauma)

3.

Alcohol (toksisitas alcohol)

4.

Hepatik (missal : kanker hati)

5.

Uremik (ginjal/gagal ginjal)

6.

Perubahan dalam tekanan otak (perdarahan kepala, tumor, abses)

7.

Bahan kimia beracun (timbale, merkuri)

8.

Penyakit metabolik

1.4 Manifestasi klinis


Ciri ensefalopati adanya gangguan mental. Tergantung pada jenis dan tingkat
keparahan ensefalopati.
Gejala neurologis umum :
1.

hilangnya fungsi kognitif,

2.

perubahan kepribadian ringan,

3.

ketidakmampuan untuk berkosentrasi,

4.

lesu, kesadaran menurun

5.

demensia

6.

kejang, otot berkedut

7.

mialgia

8.

respirasi cheynes-stokes (pola pernapasan di ubah dilihat dengan kerusakan


otak dan koma)

1.5 Patofisiologi
Ensefalopati terjadi karena adanya suatu kelainan dalam struktur anatomi
listrik dan fungsi kimia yang berubah. Selain itu juga adanya keracunan jaringan otak,
racun ini dapat di produksi dalam tubuh, misalnya dari hati/gagal ginjal, atau
mungkin sengaja (keracunan alcohol/penyalahgunaan narkoba) atau tidak sengaja
tertelan (keracunan karbon monoksida, obat-obatan, zat beracun).
Hal tersebut dapat kita lihat bahwa adanya gangguan mental, hilangnya fungsi
kognitif, ketidakmampuan untuk berkosentrasi, lesu, kesadaran menurun pada pasien
dengan ensefalopati.
Ensefalopati mungkin juga dikarenakan cacat lahir (kelainan genetic yang
meyebabkan struktur otak yang abnormal/aktivitas kimia dengan gejala yang di
temukan pada saat lahir).
Kelainan struktur anatomi listrik dan
fungsi kimia yang berubah, keracunan
jaringan otak

Otak tidak bisa bekerja


dengan baik

Perubahan perfusi
jaringan serebral

Penurunan kesadaran
Tirah baring yang lama

1.6 Komplikasi

Kebutuhan O2 meningkat

Napas kusmaul

Pola napas tidak efektif

Komplikasi encephalopathy bervariasi dari tidak ada menjadi gangguan


mental yang mendalam yang menyebabkan kematian. Komplikasi dapat mirip dalam
beberapa kasus. Selain itu, banyak peneliti menganggap ensefalopati sendiri menjadi
komplikasi yang timbul dari masalah kesehatan utama atau diagnosis utama.
Komplikasi tergantung pada penyebab utama dari ensefalopati dan dapat
diilustrasikan dengan mengutip beberapa contoh dari berbagai penyebab :
1.

Hepatik (hati) encephalopathy (pembengkakan otak dengan herniasi, koma,


kematian)

2.

Ensefalopati metabolik (lekas marah, lesu, depresi, tremor, kadang-kadang,


koma, kematian)

3.

Ensefalopati uremik (lesu, halusinasi, pingsan, otot berkedut, kejang,


kematian)

1.7 Penatalaksanaan
Penatalaksanaan/pengobatan ensefalopati bervariasi dengan penyebab utama dari
gejala, akibatnya, tidak semua kasus ensefalopati diperlakukan sama. Perlakuan
terbaik yang dirancang oleh dokter yang merawat setelah diagnosis utama pasien
dibuat. Perawatan yang sangat bervariasi karena penyebab yang sangat berbeda.
Contoh dapat menunjukkan betapa berbedanya pengobatan ensefalopati dapat
berubah sesuai dengan penyebabnya:
1.

Anoksia jangka pendek (biasanya kurang dari dua menit): terapi oksigen

2.

Anoksia jangka panjang: rehabilitasi

3.

Toksisitas alkohol jangka pendek: cairan IV atau ada terapi

4.

Penyalahgunaan alkohol jangka panjang (sirosis atau gagal hati kronis):


laktulosa oral, diet rendah protein, antibiotic

5.

Ensefalopati uremik (karena gagal ginjal): memperbaiki penyebab fisiologis


yang mendasari, dialisis, transplantasi ginjal

6.

Diabetic encephalopathy: mengelola glukosa untuk mengobati hipoglikemia,


penghapusan glukosa darah untuk mengobati hiperglikemia

7.

Hipo-atau hipertensi ensefalopati: obat untuk meningkatkan (untuk hipotensi)


atau mengurangi (untuk hipertensi) tekanan darah

1.8 Pemeriksaan penunjang


1. Lumbal pungsi (pemeriksaan CSS)
a. Cairan warna jernih
b. Glukosa normal
c. Leukosit meningkat
d. Tekanan Intra Kranial meningkat
2. CT Scan/ MRI

Membantu melokalisasi lesi, melihat ukuran/ letak ventrikel, hematom, daerah


cerebral, hemoragic, atau tumor.
3. EEG (Electro Encephalo Graphy)
4. Terlihat aktivitas fisik (gelombang) yang menurun, dengan tingkat kesadaran
yang menurun
5. Gambaran EEG memperlihatkan proses inflamasi difu (aktivitas lambat
bilateral)
1.9 Asuhan Keperawatan
1.9.1 Pengkajian
1. Identitas Klien
Identitas klien meliputi : nama, umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, suku
bangsa,alamat, tanggal masuk rumah sakit, nomor register, tanggal pengkajian dan
diagnosa medis.
2.

Riwayat Kesehatan
A. Keluhan utama
Biasanya klien datang dengan keluhan kejang-kejang dapat disertai dengan
penurunan kesadaran,
B. Riwayat Kesehatan Sekarang
Biasanya klien dengan ensefalopati terjadi kelemahan/lesu, gangguan mental,
ketidakmampuan untuk berkosentrasi, respirasi cheynes-stokes
C. Riwayat Kesehatan Dahulu
Biasanya klien pernah menderita penyakit yang disebabkan oleh virus, infeksi
bakteri kelainan dalam struktur anatomi listrik dan fungsi kimia, keracunan
jaringan otak dan sel-sel (ex : keracunan alcohol/penyalahgunaan narkoba,
keracunan karbon monoksida, obat-obatan, zat beracun)
D. Riwayat Kesehatan Keluarga
Biasanya klien ada kemungkinan cacat lahir (kelainan genetic yang
meyebabkan struktur otak yang abnormal/aktivitas kimia dengan gejala yang di
temukan pada saat lahir)

3. Pemeriksaan Fisik
a. Tingkat kesadaran : Adanya penurunan tingkat kesadaran.
b. GCS : Eye respon: Motorik respon: Verbal respon:
c. Kulit : saat diraba kulit terasa agak panas
d. Kepala : terasa kaku pada semua persyarafan yang terkena, kehilangan sensasi
(kerusakan pada saraf kranial).
e. Mata : gangguan pada penglihatan,
f. Telinga : Ketulian atau mungkin hipersensitif terhadap kebisingan.

g. Hidung : adanya gangguan penciuman


h. Mulut dan gigi : membran mukosa kering, lidah terlihat bintik putih dan kotor.
i. Leher: terjadi kaku kuduk dan terasa lemas.
j. Eksremitas atas dan bawah : Tidak ada kekuatan otot dan teraba dingin.
1.10 Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan perfusi jaringan serebral b.d proses peradangan, peningkatan TIK
(Tekanan Intra Karnial)
2. Resiko Injuri : Jatuh b.d aktivitas kejang, penurunan kesadaran dan status
mental
3. Kerusakan mobilitas fisik b.d kelemahan umum, defisit neurologic
1.11 Intervensi Keperawatan
1. Perubahan perfusi jaringan serebral b.d proses peradangan,
Data Pendukung :
a.
b.
c.
d.

Perubahan kesadaran
Perubahan tanda vital
Kelemahan motorik
Perubahan nilai AGD

Tujuan :
Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral dapat teratasi
Kriteria Hasil :
1. Mempertahankan tingkat kesadaran dan orientasi
2. Tanda vital dalam batas normal.
3. Tidak terjadi defisit neurologi.
Intervensi:
1. Monitor status neurologi setiap 2 jam: tingkat kesadaran, pupil, reflex,
kemampuan motorik, nyeri kepala, kaku kuduk
2. Monitor tanda vital dan temperature setiap 2 jam
3. Kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan peningkatan TIK: batuk,
mengedan, muntah, menahan nafas
4. Berikan waktu istirahat yang cukup dan kurangi stimulus lingkungan
5. Tinggikan posisi kepala 30 45 pertahankan kepala pada posisi netral,
hindari fleksi leher
6. Kolaborasi dalam pemberian Diuretik osmotic,steroid, antibiotic
2. Kerusakan mobilitas fisik b.d kelemahan umum, defisit neurologic
Data Pendukung :
a. Pasien mengatakan lemah, tangan dan kaki tidak dapat digerakkan
b. Kekuatan otot kurang, Kontraktur
Tujuan :
Gangguan mobilitas fisik teratasi
Kriteria Hasil :
a. Pasien dapat mempertahankan mobilisasinya secara optimal

b. Integritas kulit utuh


c. Tidak terjadi kontraktur
Intervensi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kaji kemampuan mobilisasi


Alih posisi pasien setiap 2 jam
Lakukan massage bagian tubuh yang tertekan
Lakukan ROM passive
Monitor Tromboemboli, konstipasi
Konsul pada ahli fisioterapi jika diperlukan

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, Lynda Juall. (2008). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8, EGC,
Jakarta.
Brunner / Suddarth., (2006). Medical Surgical Nursing, JB Lippincot Company,
Philadelphia.

Depkes RI. (2007). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem
Persarafan. Diknakes, Jakarta.
Donnad. (2011). Medical Surgical Nursing. WB Saunders.
Doenges, M.E.,Moorhouse M.F.,Geissler A.C. (2009). Rencana Asuhan Keperawatan,
Edisi 3, EGC, Jakarta.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berasal dari kata : enchepalo (otak), pathy (gangguan). Yang menggambarkan fungsi
dan struktur otak yang abnormal. Ensefalopati tidak mengacu pada penyakit tunggal,
melainkan untuk sindrom disfungsi otak global.

Kelainan dalam struktur anatomi listrik dan fungsi kimia, keracunan jaringan otak
dan sel-sel, cacat lahir (kelainan genetic yang meyebabkan struktur otak yang
abnormal/aktivitas kimia dengan gejala yang di temukan pada saat lahir) merupaka
penyebab dari ensefalopati.
Adanya gangguan mental, hilangnya fungsi kognitif, ketidakmampuan untuk
berkosentrasi, lesu, kesadaran menurun, kejang, otot berkedut merupakan tanda gejala
dari ensefalopati.
4.2 Saran
Untuk pembuatan makalah ini,kami menyadari masih banyak kekurangan, kami
berharap bagi pembaca untuk mengkritik guna untuk menyempurnakan makalah ini.
Terima kasih
Definisi Encephalopathy
Encephalopathy adalah istilah yang berarti penyakit, kerusakan, atau malfungsi otak.
Encephalopathy dapat menyajikan spektrum yang sangat lebar dari gejala-gejala yang
mencakup dari yang ringan, seperti beberapa kehilangan memori atau perubahanperubahan kepribadian yang hampir tidak kentara, sampai yang parah, seperti
dementia, seizures, koma, atau kematian. Pada umumnya, encephalopathy
dimanifestasikan oleh keadaan mental yang berubah yang adakalanya ditemani oleh
manifestasi-manifestasi fisik (contohnya, koordinasi yang buruk dari gerakan-gerakan
anggota tubuh).
Istilah encephalopathy adalah sangat lebar dan pada kebanyakan kasus-kasus,
didahului oleh beragam istilah-istilah yang menggambarkan sebab, penyebab, atau
kondisi-kondisi khusus dari pasien yang menjurus pada malfungsi otak. Contohnya,
anoxic encephalopathy berarti kerusakan otak yang disebabkan oleh kekurangan
oksigen, dan hepatic encephalopathy berarti malfungsi otak yang disebabkan oleh
penyakit hati. Sebagai tambahan, beberapa istilah-istilah lain yang menggambarkan
kondisi-kondisi tubuh atau gejala-gejala yang menjurus pada set yang spesifik dari
malfungsi-malfungsi otak. Contoh-contoh dari ini adalah metabolic encephalopathy
dan Wernicke's encephalopathy (Wernicke's syndrome). Ada lebih dar 150 istilahistilah yang berbeda yang memodifikasi atau mendahului "encephalopathy" dalam
literatur medis.
Penyebab Encephalopathy
Penyebab-penyebab dari encephalopathy adalah kedua-duanya banyak dan bervariasi.
Beberapa contoh-contoh dari penyebab-penyebab encephalopathy termasuk:

infeksi-infeksi (bakteri-bakteri, virus-virus, parasit-parasit, atau prions),

anoxia (kekurangan oksigen pada otak),

konsumsi alkohol,

gagal hati,

gagal ginjal,

penyakit-penyakit metabolik,

tumor-tumor otak,

banyak tipe-tipe kimia yang beracun,

perubahan-perubahan pada tekanan dalam otak, dan

nutrisi yang buruk.

Contoh-contoh ini tidak mencakup semua penyebab-penyabab yang berpotensi dari


encephalopathy namun didaftar untuk menunjukan batasan yang lebar dari penyababpenyebab.
Meskipun banyak penyebab-penyebab dari encephalopathy diketahui, mayoritas dari
kasus-kasus timbul dari beberapa kategori-kategori utama:
1. infeksi,
2. kerusakan hati,
3. anoxia, dan
4. gagal ginjal.
Gejala-Gejala Dari Encephalopathy
Meskipun penyebab-penyebab encephalopathy banyak dan bervariasi, paling sedikit
satu gejala yang hadir pada semua kasus-kasus adalah keadaan mental yang berubah.
Keadaan mental yang berubah mungkin hampir tidak kentara dan berkembang
secara perlahan melalui waktu bertahun-tahun atau menjadi sangat jelas dan
berkembang secara cepat (contohnya, anoxia otak menjurus pada koma atau kematian
dalam beberapa menit).Seringkali, gejala-gejala dari keadaan mental yang berubah
dapat hadir sebagai kecerobohan (kurang perhatian), keputusan yang buruk, atau
koordinasi yang buruk dari gerakan-gerakan.
Gejala-gejala lain yang mungkin terjadi termasuk:

kelesuan,

dementia,

seizures,

tremor-tremor,

kejang otot, dan

koma.

Sering keparahan dan tipe dari gejala-gejala berhubungan pada keparahan dan
penyebab dari penyakit atau kerusakan otak. Contohnya, kerusakan hati yang
diinduksi alkohol (alcoholic cirrhosis) dapat berakibat pada gemetar-gemetar tangan

yang tidak sukarela (asterixis), sementara anoxia yang parah (kekurangan oksigen)
mungkin berakibat pada koma dengan tidak ada gerakan.
Mendiagnosa Encephalopathy
Diagnosis dari encephalopathy biasanya dilakukan dengan tes-tes klinik yang
dilakukan selama pemeriksaan fisik (tes-tes status mental, tes-tes memori, tes-tes
koordinasi) yang mendokumentasikan keadaan mental yang berubah. Dengan
kebanyakan kasus-kasus, penemuan-penemuan pada tes-tes klinik mendiagnosa atau
menganggap mendiagnosa encephalopathy. Biasanya, diagnosis terjadi ketika
keadaan mental yang berubah menemani diagnosis primer yang lain seperti penyakit
hati kronis, gagal ginjal, anoxia, atau banyak diagnosa-diagnosa lainnya.
Dengan konsekwen, dokter-dokter mungkin menggunakan beberapa tes-tes yang
berbeda pada saat yang bersamaan untuk mendiagnosa keduanya kondisi primer
(penyebab dari encephalopathy) dan encephalopathy sendiri. Pendekatan pada
diagnosis ini dilakukan oleh kebanyakan dokter-dokter, karena banyak dokter-dokter
memandang encephalopathy sebagai komplikasi yang terjadi karena persoalan
kesehatan utama yang mendasarinya. Tes-tes yang paling sering digunakan didaftar
dibawah dengan beberapa dari penyebab-penyebab primer utama tes-tes mungkin
membantu mendiagnosa:

Pemeriksaan darah komplit atau complete blood count atau CBC (infeksiinfeksi, kehilangan darah)

Tekanan darah (tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah)

Tes-tes metabolik (tingkat-tingkat darah dari elektrolit-elektrolit, glucose,


lactate, ammonia, oksigen, dan tingkat-tingkat enzim hati)

Obat-obat atau tingkat-tingkat racun (alkohol, cocaine, amphetamines, dan


banyak lain-lainnya)

Pembiakan-pembiakan dan analisa-analisa darah dan cairan tubuh (infeksiinfeksi dari banyak tipe-tipe)

Creatinine (fungsi ginjal)

CT dan MRI scans (pembengkakan otak, kelainan-kelainan anatomi, infeksiinfeksi)

Doppler ultrasound (aliran darah yang abnormal ke jaringan-jaringan,


abscesses)

Encephalogram atau EEG (kerusakan otak, pola-pola gelombang otak yang


abnormal)

Auto-antibody analysis (dementia yang disebabkan oleh antibodi-antibodi


yang menghancurkan neuron-neuron)

Daftar ini belum selesai (habis), dan tidak semua dari tes-tes diatas perlu dilakukan
untuk mencapai diagnosis; pengujian khusus biasanya diperintahkan oleh dokter yang
merawat menurut gejala-gejala dan sejarah dari pasien.
Perawatan Untuk Encephalopathy
Perawatan dari encephalopathy bervariasi dengan penyebab-penyebab primer yang
mendasarinya; dengan konsekwen, tidak semua kasus-kasus dari encephalopathy
dirawat secara sama. Perawatan-perawatan yang terbaik didisain oleh dokter yang
merawat sekali diagnosis primer pasien dibuat. Perawatan-perawatan bervariasi
sangat tinggi karena penyebab-penyebabnya begitu berbeda.
Contoh-contoh dapat menunjukan seberapa bedanya "perawatan encephalopathy"
mungkin berubah menurut penyebabnya:

Anoxia jangka pendek (biasanya kurang dari dua menit): terapi oksigen

Anoxia jangka panjang: rehabilitasi

Keracunan alkohol jangka pendek: cairan-cairan IV (intravena) atau tidak


ada terapi

Penyalahgunaan alkohol jangka panjang (sirosis atau gagal hati kronis:


oral lactulose, diet rendah protein, antibiotik-antibiotik

Uremic encephalopathy (disebabkan oleh gagal ginjal): mengkoreksi


penyebab fisiologi yang mendasarinya, dialysis, transplantasi ginjal

Diabetic

encephalopathy:

glucose

untuk

merawat

hypoglycemia,

pengeluaran glucose darah untuk merawat hyperglycemia

Hypo- atau hypertensive encephalopathy: menaikan tekanan darah (untuk


hipotensi) atau mengurangi (untuk hipertensi)

Kunci untuk merawat segala encephalopathy adalah untuk mengerti penyebab dasar
dan jadi mendisain rencana perawatan untuk mengurangi atau menghilangkan
penyebab-penyebabnya. Ada satu tipe encephalopathy yang sulit atau tidak mungkin
untuk dirawat; ia adalah static encephalopathy (keadaan mental yang berubah atau
kerusakan otak yang permanen). Yang terbaik yang dapat dilakukan dengan static
encephalopathy adalah, jika mungkin, untuk mencegah kerusakan lebih jauh dan
menerapkan rehabilitasi untuk megizinkan individu melakukan pada tingkat fungsi
setinggi mungkin.
Komplikasi-Komplikasi Dari Encephalopathy
Komplikasi-komplikasi dari encephalopathy bervariasi dari tidak ada gangguangangguan mental sampai gangguan-gangguan mental yang sangat besar yang
menjurus pada kematian. Komplikasi-komplikasi dapat menjadi serupa pada beberapa
kasus-kasus. Juga, banyak penyelidik-penyelidik mempertimbangkan encephalopathy
adalah komplikasi yang timbul dari persoalan kesehatan primer atau diagnosis primer.

Komplikasi-komplikasi tergantung pada penyebab utama dari encephalopathy dan


dapat diilustrasikan dengan mengutip beberapa contoh-contoh dari keberagaman yang
luas dari penyebab-penyebab:

Hepatic (hati) encephalopathy (pembengkakan otak dengan herniation,


koma, kematian)

Metabolic encephalopathy (sifat lekas marah, kelesuan, depresi, gemetargemetar; adakalanya koma atau kematian)

Anoxic encephalopathy (batasan yang luas dari komplikasi-komplikasi, dari


tidak ada pada anoxia jangka pendek sampai perubahan-perubahan
kepribadian, kerusakan otak yang parah sampai kematian pada kejadiankejadian anoxic jangka panjang)

Uremic encephalopathy (kelesuan, halusinasi-halusinasi, pingsan, kejang


otot, seizures, kematian)

Hashimoto's

encephalopathy

(kebingungan,

ketidaktoleriran

panas,

dementia)

Wernicke's encephalopathy (kebingungan mental, kehilangan memori,


kemampuan yang berkurang untuk menggerakan mata-mata)

Bovine spongiform encephalopathy atau "Mad Cow disease" (ataxia,


dementia dan myoclonus atau kejang otot tanpa segala irama atau pola)

Shigella encephalopathy (sakit kepala, leher yang kaku, delirium, seizures,


koma)

Kausu-kasus infeksius dari pediatric encephalopathy (sifat lekas marah,


pemberian makan yang buruk, hypotonia atau floppy baby syndrome,
seizures, kematian)

Cara yang terbaik untuk mengerti komplikasi-komplikasi yang berpotensi adalah


untuk mendiskusikan ini dengan dokter yang mendiagnosa yang dapat mendiskusikan
persoalan-persoalan yang mungkin yang berhubungan dengan penyebab-penyebab
yang spesifik dari tipe encephalopathy.
Prognosis (Harapan) Untuk Encephalopathy
Prognosis untuk pasien dengan encephalopathy tergantung pada penyebab-penyebab
awalnya dan, pada umumnya, lama waktunya untuk membalikan, menghentikan, atau
menghalangi penyebab-penyebab itu. Dengan konsekwen, prognosis bervariasi dari
pasien ke pasien dan mencakup dari pemulihan sepenuhnya sampai ke prognosis yang
buruk yang seringkali menjurus pada kerusakan otak yang permanen atau kematian.
Satu contoh yan baik dari prognosis yang bervariasi sangat tinggi ini adalah pasienpasien yang mendapat encephalopathy dari hypoglycemia. Jika pasien-pasien dengan
hypoglycemia diberikan glucose pada tanda-tanda pertama dari encephalopathy

(contohnya, sifat lekas marah, kebingungan yang ringan), kebanyakan pasien-pasien


sembuh sepenuhnya. Penundaan-penundaan pada pembetulan hypoglycemia (berjamjam sampai berhari-hari) mungkin menjurus pada seizures atau koma yang mungkin
dihentikan oleh perawatan dengan kesembuhan sepenuhnya atau sebagian (kerusakan
otak permanen yang minimal). Penundaan yang lama atau beragam penundaanpenundaan pada perawatan dapat menjurus pada prognosis yang buruk dengan
kerusakan otak yang ekstensif, koma, atau kematian.
Meskipun gejala-gejala dan batasan waktu bervariasi dengan lebar dari pasien ke
pasien dan menurut penyebab-penyebab awal dari encephalopathy (lihat diatas
bagian-bagian untuk contoh-contoh dari penyebab-penyebab), prognosis dari setiap
penyebab biasanya mengikuti pola yang digambarkan pada contoh hypoglycemic
diatas dan tergantung pada luas dan kecepatan dengannya penyebab yang
mendasarinya dirawat. Dokter atau team dari dokter-dokter yang merawat penyebab
yang mendasari encephalopathy dapat menawarkan informasi yang terbaik pada
prognosis individu.
Mencegah Encephalopathy
Banyak kasus-kasus dari encephalopathy dapat dicegah. Kunci pada pencegahan
adalah menghentikan atau membatasi kesempatan mengembangkan apa saja dari
banyak penyebab-penyebab encephalopathy. Jika encephalopathy berkembang, lebih
cepat penyebab yang mendasarinya dirawat, lebih mungkin bahwa encephalopathy
parah dapat dicegah.
Contoh-contoh dari pencegahan (dan situasi-situasi untuk dihindari) didaftar
dibawah:

Diabetic encephalopathy: lakukan pemeriksaan-pemeriksaan glucose harian


dan selalu periksa bahwa pemasukan insulin adalah dosis yang benar.

Hepatic encephalopathy: hindari keracunan alkohol, overdosis-overdosis


obat, dan suntikan-suntikan IV dari obat-obat terlarang.

Anoxic encephalopathy: cegah tersendak makanan, hindari kelakuan yang


berisiko yang dapat menjurus pada trauma kepala dan leher, hindari paparan
pada karbon monoksida.

Hypertensive encephalopathy: monitor tekanan darah; konsumsi obat-obat


antihipertensi seperti yang diarahkan dan jangan menghentikan obat-obat atau
merubah obat-obat tanpa mengkonsultasi dokter anda.

Infectious encephalopathy: hindari kontak fisik dengan individu-individu


yang diketahui terinfeksi dengan organisme-organisme yang mungkin
menyebabkan encephalopathy seperti N. meningitidis atau Shigella.

Uremic encephalopathy: jangan melewatkan atau menghindari dialysis yang


telah dijadwalkan, konsumsi semua obat-obat seperti yang diarahkan dan
mempunyai penilaian-penilaian yang seringkali dari status mental.

Metode-metode untuk pencegahan encephalopathy kira-kira sama banyaknya seperti


penyebab-penyebab yang mendasarinya; bagaimanapun, beberapa kasus-kasus dari
encephalopathy mungkin tidak dapat dicegah (contohnya, congenital dan accidental
traumatic encephalopathy).