Anda di halaman 1dari 26

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan dalam pertumbuhan dan

mempertahankan hidup pada hewan, termasuk manusia. Vitamin tidak menyediakan energi
dan tidak digunakan sebagai unit pembangun untuk strukur organisme. Sifat dasar vitamin C
adalah untuk mengatur proses metabolisme. Vitamin C bertindak sebagai enzim, selama
proses metabolisme terjadi proses pengubahan kandungan makanan menjadi energi. Ketika
suplai vitamin berkurang, maka akan terjadi peningkatan penyakit. Jadi, bisa dikatakan
bahwa Vitamin adalah agen terapeutik dalam penyembuhan penyakit. (Bruneton, 1995)
Definisi vitamin tersebut ternyata bukan tanpa kritikan. Substansi yang disebut
“vitamin” ternyata tidak melakukan aktifitas sebagai vitamin, tapi menjadi aktif hanya setelah
adanya transformasi ke bentuk lain. Thiamine, riboflavin dan niacin adalah konstituen dari
enzim, yang masing-masing memiliki aktifitas katalitik yang berbeda. (Bruneton, 1995)
Vitamin diambil dari beberapa sumber seperti pada tanaman dan juga hewan. Vitamin
biasanya diisolasi, dikonsentrasikan dan dimurnikan untuk digunakan sebagai obat, tetapi
sekarang banyak diantaranya telah disintesis. Konstitusi kimia mereka sangat bervariasi dan
memiliki sedikit kesamaan, kecuali bahwa mereka disebut “vitamin”. Beberapa diantaranya
sangat sederhana (niasin), yang lainnya agak kompleks (asam folat) dan sisanya berhubungan
dengan sterol (calciferol). Aplikasi mereka untuk terapi juga berbeda, misalnya; untuk
xerophtalmia, beri-beri, kudis, rakhitis dan penyakit lainnya; pembekuan darah; menstimulasi
pertumbuhan; mencegah anemia; mengurangi kerapuhan kapiler dan banyak kondisi lainnya.
(Bruneton, 1995)
Vitamin dapat dibagi menjadi dua kelompok besar; vitamin yang larut dalam lemak,
dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak antara lain
vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin-vitamin yang larut air yaitu vitamin B dan C.
Vitamin yang akan dibahas selanjutnya adalah golongan vitamin larut air yaitu vitamin B,
Asam Folat (Vitamin B9), dan vitamin C.

1. VITAMIN B KOMPLEKS
Vitamin B kompleks adalah vitamin yang larut dalam air dan sisanya akan
dikeluarkan melalui air seni, Vitamin golongan ini disebut vitamin urat syaraf oleh karena
mempunyai pengaruh terhadap urat syaraf. Vitamin-vitamin yang termasuk ke dalam
kelompok vitamin B kompleks yaitu :
A. Vitamin B1 (Thiamin)
B. Vitamin B2 (Riboflavin)
C. Vitamin B3 (Asam Nikotinat / Niacin)
D. Asam Pantothenat
E. Vitamin B6 (Pyridoxin)
F. Vitamin B12
G. Asam Folat
H. Kolin dan Biotin.
Golongan vitamin ini berperan dalam menjaga pertumbuhan, memelihara nafsu makan,
memperlancar pencernaan dan mencegah terjadinya penaykit beri-beri. Tanda-tanda
kekurangan vitamin ini adalah nafsu makan berkurang, nampak lesu, sembelit, pertumbuhan
terhambat, mata gatal-gatal serta gangguan pada kulit.

A. Vitamin B1 (Thiamin, Aneurine)

Vitamin B1 (thiamine, aneurine) tersubstitusi dari cincin pyrimidine dan thiazole yang
diikat dengan jembatan methylen. Vitamin B1 stabil pada lingkungan asam tapi
terdekomposisi diatas pH 5. Sumber dari vitamin B 1 adalah padi-padian terutama pada bagian
kulit ari, kacang-kacangan, serta pada bahan nabati lainnya seperti telur, daging dan susu.
Thiamin berguna bagi tubuh ialah untuk :
 Turut dalam metabolisme karbohidrat dan untuk fungsi neurologi. Dalam tubuh
thiamin terphosphorilasi menjadi thiamine diphosfat atau cocarboxilase sebagai
bentuk aktifnya, yang fungsinya sebagai koenzim untuk α-ketoacid dekarboxilase
(asetilkoenzim A formasi dan metabolisme asetat) dan transketolase (hexose
monofosfat shunt). Thiamin dimetabolisme di hati dan ginjal.
 Mengatur air dalam jaringan tubuh.
 Memperbaiki pengeluaran getah cerna.
Thiamin biasanya digunakan sebagai suplemen untuk mengatasi kondisi defesiensi,
kebutuhan vitamin B1 untuk anak-anak sebanyak 0.5 mg, dan orang dewasa yang tidak
bekerja terlalu berat kira-kira 1 mg per hari. Kebutuhan tubuh akan vitamin B1 tidak dapat
ditentukan secara pasti karena tergantung pada jumlah kalori dan jumlah karbohidrat yang
terdapat dalam makanan yang dikonsumsi. Berikut tabel kebutuhan thiamin berdasarkan
umur
Recommended nutrient intakes for thiamine,

by group

Recommended nutrient intake Group (mg/day)

Infants and children

0–6 months 0.2

7–12 months 0.3

1–3 years 0.5

4–6 years 0.6

7–9 years 0.9

Adolescents

Females, 10–18 years 1.1

Males, 10–18 years 1.2

Adults

Females, 19+ years 1.1

Males, 19+ years 1.2

Pregnant women 1.4

Lactating women 1.5

Thiamin sering disebut sebagai tonikum karena dapat menambah semangat sehingga
kekurangan thiamin akan menyebabkan seseorang nampak letih dan tidak bersemangat.
Selain itu, kekurangan vitamin dalam jumlah sedikit sering mengakibatkan hilangnya nafsu
makan, kemudian terjadi sembelit akubat menurunnya tonos dari otot pada usus. Kekurangan
vitamin B1 yang agak hebat dapat menyebabkan penyakit beri-beri dengan gejala badan
bengkak, kehilangan pengecapan, tampak rewel, gelisah atau kelelahan (fatigue),
pembesaran jantung kanan.

B. Vitamin B2 (Riboflavin, Laktoflavin, Vitamin G)

. Vitamin B2 ini berguna dalam pernafasan sel. Riboflavin berwarna kuning, stabil
terhadap panas dan agak larut dalam air. Vitamin ini sensitif terhadap cahaya dan akan
berubah menjadi lumichrome atau lumiflavin yang tidak memiliki aktivitas fisiologi.
Konversi dari riboflavin menjadi flavin mononucleotide (FMN) dan lalu menjadi
predominant flavin, flavin adenine dinucleotide (FAD), terjadi sebelum bentuk flavin ini
kompleks dengan banyak sekali flavoprotein dehydrogenases dan oxidase. Flavocoenzymes
(FMN and FASD) berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi dalam jalur metabolisme dan
dalam memproduksi energi melalui jalur rantai respirasi. Disamping itu, vitamin ini berguna
untuk pemeliharaan jaringan-jaringan syaraf, kulit, dan kornea mata. Defisiensi riboflavin
biasanya disebabkan oleh nutrisi yang tidak mencukupi, dengan gejala umum pada kulit
seperti chelosis (tumbuh luka-luka pada bibir serta sudut mulut), glossitis, dermatitis
seborroik dan vaskuraisasi kornea (pada kornea akan tampak pembuluh-pembuluh darah
halus).
Dosis penggunaan riboflavin dapat dilihat pada tabel berikut :

Recommended nutrient intakes for riboflavin,

by group

Recommended nutrient intake Group (mg/day)

Infants and children

0–6 months 0.3


7–12 months 0.4

1–3 years 0.5

4–6 years 0.6

7–9 years 0.9

Adolescents

Females, 10–18 years 1.0

Males, 10–18 years 1.3

Adults

Females, 19+ years 1.1

Males, 19+ years 1.3

Pregnant women 1.4

Lactating women 1.6

C. Vitamin B3 (Niacin/Asam Nikotinat)

Niasin ini digunakan dalam tubuh untuk berbagai proses oksidasi untuk mendapatkan
tenaga. Niacin atau asam nikotinat atau vitamin B3 dapat diperoleh dari daging, ikan, sereal,
dan kopi. Niacin termetabolisme menjadi niacinamid yang merupakan komponen
nikotinamid, adenine, dinukliotide (NAD) atau koenzim I dan nikotenamid, adeline,
dinukliotide, fosfat (NADT) atau koensim II, yang berfungsi sebagai transpor elektron dalam
glikogenolisis metabolisme lemak dan respirasi jaringan.. NAD juga memerlukan non-redox
adenosine diphosphate–ribose reaksi transfer yang melibatkan perbaikan DNA dan
transportasi kalsium.
Pellagra adalah kondisi kekurangan niacin yang simptonnya mencakup sistem saraf,
kulit dan sistem pencernaan. Pecah-pecah pada kulit biasanya terjadi akibat kulit yang sering
terpapar cahaya matahari langsung. Defisiensi niacin disebabkan antara lain karena
kekurangan asupan, malabsorbsi intestinal maupun kerusakan metabolisme genetic.
Gejalanya berupa 3 D (dermatitis /gangguan kulit, diare, deementia), nafsu makan menurun,
sakit di lidah dan mulut, insominia, diare, rasa bingung.
Dosis penggunaan dewasa dan anak > 4 tahun 20 mg, anak < 4 tahun 9 mg dan 8 mg
untuk bayi. Dosis lazim 10-20 mg per hari sampai 500 mg dalam dosis terbagi.

D. Vitamin B5 (Asam Pantothenat)


Diperoleh dari hidrolisis β-alanin dan asam pantotenat, derivat asam butirat
terdistribusi. Asam pantotenat terdapat dalam bentuk liquid sehingga penggunaannya
biasanya dalam bentuk kalsium. Panthenol merupakan campuran rasemik sintetik dari
alkohol yang analog dengan asam pantotenat, dioksidasi secara invivo menjadi asam
pantotenat.

Asam pantothenat adalah komponen dari CoA, kofaktor pembawa kelompok acyl
dalam banyak proses enzimatik, asam panthotenat berperan dalam sintesis metabolisme asam
lemak.
Sumber dari asam panthotenat antara lain hati, ginjal dan jantung hewan. Kekurangan
vitamin menyebabkan detak jantung cepat, timbul jerawat dan gangguan kulit, dan konstipasi.
Kebutuhan asam pantothenat dapat dilihat dalam tabel berikut :
Recommended nutrient intakes for pantothenate, by

group

Recommended nutrient intake Group (mg/day)


Infants and children

0–6 months 1.7

7–12 months 1.8

1–3 years 2.0

4–6 years 3.0

7–9 years 4.0

Adolescents

10–18 years 5.0

Adults

Females, 19+ years 5.0

Males, 19+ years 5.0

Pregnant women 6.0

Lactating women 7.0

E. Vitamin B6 (Pyridoxin)
Vitamin B6 (pyridoxol,pyridoxal, dan pyridoxamin) tiga saling berkaitan, mimiliki
aktivitas yang sebanding. Dalam dunia medis pyridoxin adalah istilah yang biasa digunakan
untuk pyridoxol, dominan terdapat dalam tumbuhan, sedangkan pyridoxal dan pyridoxamin
pada jaringan hewan. Karena paling stabil maka yang biasa disintesis digunakan adalah
pyridoxine.
.

Sumber dari dagang, pisang, cereal, kacang, dan kentang. Defisiensi yang terjadi
adalah malabsorpsi intestinal, kelainan bawaan lahir, dan penggunaan obat-obatan seperti
chloramfenikol, sikloserin, hidralazin, isoniazid dan kontrasepsi oral.
Gejala kekurangan hampir sama dengan kekurangan pada niacin dan riboflavin,
neurology (kebingungan, kepekaan berkurang, konvulsi yang tiba-tiba), lesi kulit (glossitis,
dermatitis seboroik dan stomatis) dan anemia mikrolitik hipocromik, cengeng, mudah kaget,
luka dimulut.
Kebutuhan vitamin ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Recommended nutrient intakes for vitamin B6,

by group

Recommended nutrient intake Group (mg/day)

Infants and children

0–6 months 0.1

7–12 months 0.3

1–3 years 0.5


4–6 years 0.6

7–9 years 1.0

Adolescents

Females, 10–18 years 1.2

Males, 10–18 years 1.3

Adults

Females, 19–50 years 1.3

Males, 19–50 years 1.3

Females, 51+ years 1.5

Males, 51+ years 1.7

Pregnant women 1.9

Lactating women 2.0

F. Vitamin B12 (Kobalamin /Cyanocobalamin)


Fungsi vitamin B12 antara lain dalam reproduksi sel, pertumbuhan, hematopoesis,
sintesis myelin dan nucleoprotein, oleh karena vitamin ini berfungsi untuk pembentukan
butir-butir darah merah, vitamin ini disebut faktor pemasak eritrosit (Eritrosite Maturation
Factor).
Sintesis dilakukan secara kimia tapi juga semisintesis menggunakan mikroorganisme
khususnya Streptomyces griceus. Sumber vitamin B12 antara lain Sumber utama kobalamin
antara lain daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan
(salmon, tuna), berbagai makanan laut (seafood) lain, unggas, dan telur. Juga susu dan produk
olahannya. Sumber lainnya adalah miso (produk fermentasi kedelai, semacam tauco) dan
tempe (terutama yang dibuat secara tradisional). Mereka yang menganut pola makan
vegetarian (pantang susu, telur, daging) menjadi berisiko kekurangan vitamin ini. Hampir
sepertiga vegetarian yang berusia di atas 60 tahun tidak mampu lagi menyerap B12 ketika
mereka makan daging dan produk susu. Hal ini karena perut mereka tidak cukup
menghasilkan asam lambung, bahan pemecah bahan makanan supaya B12 dapat disimpan
dalam tubuh (hati dan ginjal) hingga diperlukan lagi. Tanpa asam lambung, orang yang
menyantap menu dengan B12 dalam jumlah cukup pun bisa mengalami defisiensi.
Kobalamin merupakan senyawa larut dalam air dari keluarga vitamin B. Tidak seperti
vitamin B lainnya yang tidak dapat disimpan dan harus digantikan setiap hari, B12 dapat
disimpan cukup lama dalam hati dan ginjal. Kekurangan vitamin B12 tidak saja terjadi karena
asupannya yang kurang. Asupan vitamin lain berlebihan pun dapat mengakibatkan defisiensi
B12. Misalnya, karena berlebihan mengkonsumsi vitamin C. Kebiasaan makan vitamin C
dosis tinggi bisa mengubah sejumlah kobalamin menjadi analognya. Celakanya, di antara
analog vitamin B12 itu ada yang berdaya kerja antivitamin B12. Kalau hal ini berlarut-larut,
akan terjadi defisiensi kobalamin. Herbert dkk. dalam penelitian dampak kebiasaan makan
vitamin C dosis tinggi, melaporkan bahwa mengkonsumsi vitamin C sebanyak 500 mg sudah
menunjukkan pengaruh negatif terhadap vitamin B12. Sementara itu Hines menyebutkan,
penggunaan vitamin C dosis tinggi (1 g sekali makan), mudah sekali memicu terjadinya kasus
defisiensi. Konsumsi zat besi dan zat gizi lain yang bersifat antioksidan (vitamin A, vitamin
E, selenium) dilaporkan juga dapat mengubah vitamin B12 menjadi analognya. Sehingga
secara teoritis bisa pula memicu timbulnya defisiensi vitamin B12.
Defesiensi dari kekurangan vitamin ini antara lain Anemia, sel darah membesar, lidah
halus dan mengkilap, rasa mual, muntah, diare, konstipasi. Defisiensi berat B12 potensial
menyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Pernicious anemia.
2. ASAM FOLAT
ASAM FOLAT

a. Pengertian
Asam folat dikenal juga sebagai folat atau folacin, merupakan anggota dari kelompok
vitamin B kompleks, dan bekerja bersama vitamin B12. Fungsi utama asam folat adalah
sebagai kelompok donor metil yang terlibat dalam beberapa proses penting dalam tubuh,
termasuk sintesis DNA. Manfaat asam folik adalah mereduksi Homocystein dan mencegah
cacat pembuluh saraf. Asam folat bisa berperan sebagai kunci dalam mencegah dysplasia dan
melindungi neoplasia pada radang usus besar. Asam folic juga menunjukkan kemampuan
sebagai protokol nutrisional untuk mengobati vitiligo dan mampu menurunkan radang pada
gusi.

b. Proses Biokimia
Asam folat merupakan anggota kelompok B kompleks yang bersifat larut dalam air
dan tersusun atas tiga struktur utama, cincin hetero-bisiklik pteridin, asam para-aminobenzoic
(PABA), dan asam glutamat. Karena manusia tidak dapat mensintesis senyawa ini, maka
manusia perlu untuk mengkonsumsinya.
Meskipun asam folat merupakan bentuk utama dari folat yang digunakan sebagai
suplemen makanan,tetapi asam folat yang terdapat pada makanan hanya terdiri dari 10% atau
kurang. Asam folat yang dikonsumsi sebenarnya merupakan senyawa kompleks dan
gabungan dari beberapa folat, seperti poliglutamat, folat yang tereduksi dan tetrahidrofolat.
Meskipun makanan kaya akan folat, tetapi pada saat dimasak dapat mengancurkan asam folat
tersebut. Folat yang paling baik adalah yang berasal dari tanaman, daun, kuncup, buah,dan
ragi, sedangkan pada hewan dapat ditemukan asam folat yang cukup tinggi pada organ hati
dan ginjal.
c. Farmakokinetik
Penelitian terhadap proses farmakokinetik pada manusia menunjukan asam folat
memiliki bioavailabilitas yang tinggi dan dengan pemberian dosis yang besar secara oral
dapat meningkatkan kadar plasma. Pengaturan dosis oral yang tinggi terhadap asam folat
(range dari 25-1000mg/hari), pada sel darah merah sisa asam folat meningkat pada periode
aktif 40 hari penggunaan suplemen secara terus-menerus. Hanya sedikit asam folat yang
ditransportasikan ke otak dan disalurkan dengan baik dari sistem saraf pusat. Cara eleminasi
utama dari penyerapan asam folat adalah melalui feses dan urin.

d. Mekanisme kerja
Mekanisme kerja utama asam folat adalah menjalankan perannya sebagai donor metil
dalam metabolisme dan proses biokimia pada sistem saraf pusat, dan untuk mensintesis
DNA. Asam folat bereaksi dengan tetrahidrifolat membentuk 5,10-metilentetrahidrofolat,
turunan folat yang dilibatkan dalam sintesis DNA. Kelompok metil disumbangkan kepada
cobalamin (B12) oleh 5-metiltetrahidrofolat dan membentuk metilcobalamin. Dengan
bantuan enzim metionin sintase, metilcobalamin menyumbangkan sebuah metil pada
metabolit asam amino homisistein, menjadikannya asam amino metionin. Berikutnya
Metionin dikonversi menjadi S-adenosil-metonin (SAMe), sebuah metil yang dibutuhkan
dalam proses biokimia
.
e. Manfaat

1. Anemia
asam folat memiliki sejarah panjang dalam penggunaanya dengan vitamin B12
untuk pengobatan anemia makrositik. Sesuai dengan status klinik pasien, harus
hati-hati dalam menentukan dosis folik yang diperlukan, tetapi biasanya dosis
yang diberikan1mg perhari. Lamanya pemberian terapi bisa kurang dari 15 hari
setelah pemberian suplemen atau bisa juga sepanjang pemberian suplemen.

2. Penyakit Periodantal
Asam folic dapat meningkatkan daya tahan gusi terhadap iritasi lokal dan
berperan penting dalam mengurangi peradangan. Pembersih mulut yang
mengandung 5mg folat per 5 ml dapat digunakan dua kali sehari selama 4 minggu,
dan berkumur setelah satu menit. Efek folat pada kesehatan gusi sangat luas,
meskipun tidak semuanya, tetapi mampu mengobati iritasi lokal

3. Mencegah bayi lahir cacat


Penting bagi wanita yang berada dalam usia melahirkan, ibu hamil dan bayi
untuk mendapatkan asupan folat yang cukup. Cukupnya asupan asam folat bagi ibu
hamil telah terbukti mencegah kerusakan pembuluh saraf pada bayi. Pembuluh
saraf bayi dan otak yang baru tebentuk pada dua sampai tiga minggu pertama
kehamilan sebelum mereka mengetahui bahwa mereka hamil. Otak terus
berkembang bahkan setelah delapan minggu kehamilan tetapi selama beberapa
minggu pertama pembentukan asam folat penting untuk mnyempurnakan
pembuluh saraf. Jika pembuluh saraf tidak tertutup sempurna bayi mungkin akan
lahir dengan cacat seperti spina bifida or anencephaly(tanpa pembentukan otak
yang sempurna). Untungnya, mayoritas cacat pembuluh saraf dapat dicegah dengan
pemberian asam folat sebelum dan selama kehamilan. Beberapa wanita yang hamil
atau yang ingin hamil harus memastikan bahwa ia mendapatkan asam folat yang
cukup dari makanan ataupun dari suplemen.
Sindrom down juga bisa dipicu dari kandungan asam folat dari Ibunya.
Kekurangan folat dapat berinteraksi dengan mutasi gen yang dapat menyebabkan
ketidakstabilan kromosom dan karakteristik abnorman sindrom down.
Lima alasan untuk mendapat asupan Asam folat yang cukup :
Mencegah atau melindungi dari:
1. cacat kelahiran
2. sakit jantung dan stroke
3. Kanker
4. Cognitive Impairment
5. depresi

4. kesehatan jantung dan pembuluhnya


Tingginya tekanan darah disebut homocystein yang diperkirakan sebagai
factor utama penyebab penyakit jantung, serangan jantung dan stroke. Tingginya
level homocystein menjadi kekhawatiran utama bagi orang-orang yang memiliki
penyakit jantung. Folat bersama vitamin B12 membantu tubuh untuk mengubah
homocystein menjadi senyawa lain, jadi rendahnya kandungan folat dihubungkan
dengan tingginya level homocystein darah. Suplemen folat telah digunakan secara
efektif sebagai pengobatan untuk menurunkan kadar homocystein. Tidak terlalu
jelas jika tingginya homocystein benar-benar membantu masalah jantung dan
pembuluh darah atau jika itu hanya penanda penyakit tetapi dengan memastikan
seseorang mendapatkan cukup folat maka kesehatan jantung dan pembuluh
darahnya dapat terjaga dan itu tidak akan menyakitkan. Untuk penderita diabetes,
folat sangat penting untuk kesehatan karena tingginya homocystein dihubungkan
dengan komplikasi pembuluh pada diabetes termasuk hipertensi dan adanya protein
dalam urin.

5. Kanker
Akhir-akhir ini banyak ditemukan bahwa mengkonsumsi folat dapat melawan
pembentukan kanker serviks disertai dengan vitamin B lainnya, antioksidan, dan
senyawa dalam tanaman yang disebut fitokimia. Dalam suatu study hasilnya malah
berlawanan, mengkonsumsi folat dari makanan dan suplemen dapat menyebabkan
kanker serviks.Penelitian lainnya menemukan bahwa tingginya tinkat homocystein
mungkin meningkatkan resiko kanker serviks. Folat berperan dalam perubahan
homocystein menjadi senyawa non-toksik yang mungkin bisa menjelaskan
beberapa efek protektifnya terhadap perkembangan kanker serviks. Folat juga
mungkin melindungi kita perkembangan virus “Human Papilloma Virus (HPV)”,
yang paling banyak menyebabkan kanker serviks. Penelitian di bidang
epidemiologi menunjukkan hasil yang berlawanan, hubungan antara satus folat dan
resiko tumor colorectal. Kandungan folat yang cukup sangat efektif dalam
melindungi kita dari kanker kolon dan rektm pada orang-orang yang memiliki gen
penyakit tersebut. Efek protektif folat juga berperan dalam memastikan struktur
DNA pada sel kolon. Beberapa penelitian juga menyarankan bahwa folat juga
dapat melindungi perkembangan paru-paru dan kanker payudara. Kanker paru-paru
merupakan salah satu kanker yang paling mematikan bagi seluruh wanita dan pria
di Amerika dan kanker payudara adalah kanker berbahaya kedua yang
menyebabkan kematian pada wanita. Secara umum buah-buahan dan sayuran
dihubungkan dengan resiko rendahnya perkembangan beberapa jenis kanke.
Penelitian selanjutnya mungkin mengungkapkan sebab yang lebih spesifik
mengenai nutrisi tanpa makanan ini, seperti folat yang mungkin dapat melawan
perkembangan kanker. Sampai saat itu, merupakan suatu hal yang baik untuk
mengingat lima alasan untuk setiap anggota keluarga agar memperoleh cukup
asupan folat.

6. Fungsi Cognitive dan Penyakit Alzheimer


Folat mungkin tidak memulihkan disfungsi kognitif yang dihubungkan dengan
umur, tetapi kadar folat yang rendah dalam darah telah dibuktikan dengan
penurunan fungsi kognitif, demensia dan penyakit Alzheimer pada masing-masing
umur individu. Folat bahkan ditemukan dapat melindungi beberapa tipe
kemunduran kognitif khususnya fungsi verbal dan kemampuan spasial. Secara
keseluruhan, bukti awal yang menyarankan asupan folat yang cukup selama hidup
khususnya untuk orang yang hampir tua mungkin dapat mencegah penurunan
mental karena penuaan.

7. Depresi & Mood (Suasana hati)


Akhir-akhir ini hasil penelitian menyebutkan bahwa suplemen asam folat
dapat secara sukses mengobati depresi pada wanita yang baru melahirkan.
Kekurangan folat lebih banyak terjadi pada orang yang depresi dan tidak cukup
vitamin, menurunkan efek positif dari pengobatan anti depresan. Untuk tetap
tersenyum, yakinkan untuk mengkonsumsi beras yang mengandung folat atau
minum suplemen asam folat tetapi jangan melakukan beberapa pengobatan tanpa
konsultasi ke dokter.

f. Penggunaan
3. VITAMIN C
3.1 Sejarah dan Pengertian Vitamin C
Ketika manusia mengeksplorasi dunia baru, mereka mereka melakukan
perjalanan laut yang sangat lama. Kebanyakan makanan utama mereka adalah daging
kering dan tepung. Saat itu tingkat kematian akibat penyakit yang disebut scurvy
(penyakit kulit semacam kudis) sangatlah tinggi. Kemudian, pada tahun 1935, seorang
penjelajah Prancis bernama Cartier belajar dari suku Indian asli Amerika Utara bahwa
umbi atau akar, serta teh yang dibuat dari ujung cabang pohon pinus dapat
menghindarkan penyakit kudis yang menyerang hampir setengah dari anggota
ekspedisinya. (Hardesty, 2003)
Tahun 1756, Dr. James Lind melakukan eksperimen kontrol yang pertama
dalam penelitian nutrisi modern. Subjek eksperimennya adalah para pelaut Inggris.
Lind menyanggah keefektifan obat-obatan pada masa itu dan ia berhasil membuktikan
bahwa ada semacam substansi yang ditemukan pada jeruk segar yang berhasil
mencegah penyakit kudis pada para pelaut yang mengkonsumsinya. Tahun 1928, tim
peneliti Hungaria, Svirbely dan Szent-Gyorgyi, mengisolasi apa yang mereka sebut
“asam heksuronik” dari jus jeruk. Tahun 1932, Waugh dan King dari Amerika
mengidentifikasi asam heksuronik positif sebagai senyawa anti-kudis, atau lebih
tepatnya, agen antiskorbut. Tahun 1933, ahli kimia dari Swiss, Jerman, dan Inggris
telah mengidentifikasi struktur molekul asam heksuronik dan mengembangkan
metode murah untuk membuat vitamin itu. Pada tahun yang sama, Haworth memberi
nama baru untuk senyawa itu, yakni asam askorbat. (Hardesty, 2003)
Asam askorbat atau vitamin C secara alami ditemukan dalam beberapa wujud;
tereduksi (asam akorbat), teroksidasi (asam dehidroaskorbat) dan sebagai
askorbinogen (kompleks protein). Asam askorbat disebut faktor antiskorbut.
(Bruneton, 1995)
Rumus vitamin C dalam bentuk tereduksi seperti di bawah ini:

Sementara dalam bentuk teroksidasi mempunyai struktur sebagai berikut:

Asam askorbat merupakan senyawa optis aktif, tetapi yang aktif secara biologis
adalah bentuk levo-nya. Asam askorbat tidak berbau, putih, substansi kristal yang
perlahan-lahan menjadi gelap jika terkena sinar. Titik leburnya antara 190 0-1920 C,
dapat larut dalam air, alkohol, dan propilen gliserin tetapi tidak larut dalam eter dan
benzena. Asam askorbat cukup stabil, akan tetapi dalam bentuk terlarut dalam air akan
cepat terdekomposisi jika kontak dengan udara. Asam askorbat adalah agen pereduksi
yang relatif kuat; ia teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Asam dehidroaskorbat
dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi asam 2,3 diketo-L-gulonik yang tidak aktif.
Suasana basa mempercepat oksidasi tetapi suasana asam memperlambatnya. Karena
asam akorbat merupakan vitamin yang paling tidak stabil, perlakuan khusus perlu
dilakukan jika ingin mengkonsumsinya. (Bruneton, 1995)
Vitamin C diukur dalam miligram. Pada pengujian resmi digunakan larutan
diklorofenol-indofenol, meskipun demikian, metode uji biologis berdasarkan efek
kuratif atau preventif tetap digunakan. (Bruneton, 1995)
3.2 Pembentukan Asam Askorbat
Telah lama diduga, berdasarkan kesamaan strukturnya, asam askorbat
diturunkan dari heksosa. Baik D-glukosa dan D-galaktosa berfungsi sebagai prekursor
pembentukan vitamin pada tumbuhan maupun hewan (kecuali primata dan guinea
pig). Pada setiap kasus, jalur pembentukan vitamin C melibatkan asam uronik dan
intermediat laktona. (Bruneton, 1995)
Gambar : Pembentukan Asam Askorbat

3.3 Sumber Asam Askorbat


Cara paling baik untuk mendapat asupan Vitamin C yang cukup adalah
dengan lebih banyak makan makanan daripada suplemen dan sumber makanan paling
baik berasal dari buah-buahan dan sayuran. Melon, ceri, kiwi, mangga, pepaya,
stroberi, tangelo, tomat, dan semangka juga mengandung vitamin C dengan jumlah
yang bervariasi. Sayur-sayuran seperti kol, brokoli, tauge, kembang kol, kacang
panjang, paprika hijau dan merah, kacang polong, dan kentang mungkin sumber
vitamin C yang lebih penting daripada buah-buahan karena sayur-sayuran tersedia
sepanjang tahun, sedangkan buah-buahan tergantung musimnya. (anonim, 2005)

Menurut Mosure (2004), sumber-sumber vitamin C yang baik antara lain:


SUMBER-SUMBER VITAMIN C YANG BAIK
% Kecukupan % Kecukupan
Jumlah Vitamin
Makanan asupan (Laki- asupan
Penyajian C (mg)
laki) (Perempuan)
Jambu 1 buah 165 183 235
Paprika Merah ½ cangkir 95 94,7 135
Pepaya 1 buah 95 94,7 135
Jus Jeruk (yang
¾ cangkir 75 83,3 107
dibekukan)
Jeruk 1 buah 60 66,6 85,7
Brokoli (direbus) ½ cangkir 60 66,6 85,7
Paprika Hijau ½ cangkir 45 50 64,2
Kohlrabi (direbus) ½ cangkir 45 50 64,2
Stroberi ½ cangkir 45 50 64,2
Anggur putih setengah 40 44,4 57,1
Blewah ½ cangkir 35 38,8 50
Jus Tomat ¾ cangkir 35 38,8 50
Mangga 1 buah 30 33,3 42,8
Jeruk keprok 1 buah 25 27,7 35,7
Kentang
(dipanggang 1 buah 25 27,7 35,7
dengan kulit)
Kol (dibekukan,
½ cangkir 25 27,7 35,7
direbus)
Bayam (mentah) 1 cangkir 15 16,6 21,4
Tabel : Sumber-Sumber Vitamin C yang Baik
Sedangkan pada piramida makanan, vitamin C dapat ditemukan pada:

Gambar : Vitamin C dalam Piramida Makanan


3.4 Menjaga Kandungan Vitamin C
Seperti yang telah disebutkan di atas, asam akorbat merupakan vitamin yang
paling tidak stabil, maka perlakuan khusus perlu dilakukan jika ingin
mengkonsumsinya. Vitamin C bisa hilang dari makanan selama proses menyiapkan,
pemasakan, atau penyimpanan. Hilangnya vitamin C akibat memanaskan susu
merupakan contoh dramatis dari penyebab kudis (scurvy) pada bayi. Pemanasan
makanan dan pajanan dengan tembaga atau besi pada suasana agak basa dapat
merusak vitamin. Data dari United States International Development Programme
menunjukkan bahwa makanan yang disimpan dalam tas dari polietilen kandungan
vitamin C-nya lebih sedikit berkurang dibandingkan dengan kehilangan kandungan
vitamin C pada prosedur memasak umum yang mencapai 52-82 % (Anonim, 2005)
Untuk mencegah hal tersebut maka dapat dilakukan beberapa hal yaitu :
 Sajikan buah-buahan yang tidak dikupas dan sayuran yang mentah jika
memungkinkan. (Mosure, 2004)
 Kukus, rebus atau panggang makanan dengan sedikit air, atau jangan terlalu
lama memasukkan makanan ke dalam microwave. (Mosure, 2004)
 Masaklah kentang beserta kulitnya. Jangan lupa membersihkan bagian luar
kentang yang kotor. (Mosure, 2004)
 Menyimpan jus di lemari pendingin tidak boleh lebih dari dua atau tiga hari.
(Mosure, 2004)
 Simpan buah-buahan dan sayuran mentah dalam suatu ruangan atau tempat
yang kedap udara dan dingin. Jangan direndam dalam air karena vitamin C
akan larut dalam air. (Mosure, 2004)
 Menurunkan pH makanan dapat mengawetkan vitamin C, misalnya membuat
asinan atau acar kubis. (Anonim, 2005)

3.5 Kebutuhan Vitamin C pada Manusia


Seberapa banyak vitamin C yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan?
Jumlah vitamin C yang diperlukan seseorang tidak berdasarkan ada tidaknya penyakit
scurvy (kudis) tetapi berdasarkan tingkatan kesehatannya. Sederhana saja, kita tinggal
mengkonsumsi vitamin sebanyak yang tubuh kita perlukan. Vitamin C masuk ke
dalam tubuh secara oral dalam makanan atau suplemen yang diabsorbsi pada sistem
pencernaan. Sejumlah vitamin C yang tidak di absorpsi akan dibawa ke usus besar
dimana vitamin C akan larut dalam air. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya
kadar air sehingga mengakibatkan diare. Banyaknya vitamin C yang diperlukan untuk
menyebabkan diare berbeda dari satu orang ke orang lainnya, tergantung dari seberapa
jumlah vitamin C yang digunakan oleh tubuh kita saat itu. (Fonorow, 2003)
Daripada melihat diare sebagai alasan untuk membatasi dosis yang
direkomendasikan untuk tiap orang, lebih baik jika kita menggunakan efek samping
ini sebagai suatu ukuran untuk menentukan dosis yang kita perlukan. Ukuran ini
dilihat sebagai batas toleransi usus. (Fonorow, 2003)
Tabel di bawah ini berisi rekomendasi asupan Vitamin C setiap hari. Perokok
memerlukan tambahan 100 mg Vitamin C setiap hari karena meningkatnya kebutuhan
antioksidan untuk melawan kerusakan akibat radikal bebas akibat merokok produk
tembakau (Hathcock, 2004). Menurut anonim (2005), tambahan vitamin C yang
diperlukan sekitar 35 mg per hari.

Life Stage Vitamin C


(mg/day)

Men, ages 19+ 90

Women, ages 19+ 75

Pregnancy
Ages18 and younger 80
Ages 19 and older 85

Breastfeeding 115
Ages 18 and younger 120
Ages 19 and older

mg = milligrams of vitamin C

Tabel Rekomendasi Asupan Vitamin C per Hari


(Bobroff dan Oquendo, 2006)

3.6 Fungsi Vitamin C


Vitamin C berguna bagi manusia, antara lain:
 Sebagai nutrisi esensial, vitamin diperlukan untuk hampir seluruh vitalitas dan
memerankan peranan penting bagi kesehatan jaringan penghubung, pembuluh darah,
sel, gusi, gigi, tulang dan jaringan lainnya serta organ. (Anonim, 2004)
 Sebagai antioksidan yang larut dalam air, vitamin C melindungi cairan tubuh dan
bagian sel yang berair dari bahaya radikal bebas, dengan demikian meningkatkan
kesehatan dan memperlambat proses penuaan (Anonim, 2004). Vitamin C juga
memperluas aktivitas vitamin E dengan cara mengurangi oksidasi tokoferol (anonim,
2002). Selain itu, Vitamin C melindungi LDL (low density lipoprotein) terhadap
oksidasi (anonim, 2005). Antioksidan dalam vitamin C dapat menstabilkan folat pada
makanan dan plasma; meningkatkan pengeluaran derivat folat teroksidasi pada
penderita kudis (scurvy) (anonim, 2005).
 Vitamin C meningkatkan absobsi besi Non-haem dengan membentuk senyawa
2+
kompleks atau dengan menjaga besi dalam bentuk tereduksi (Fe ), sehingga lebih
mudah diabsorpsi. (Anonim, 2005).
 Vitamin C adalah bagian penting dari nutrien-termasuk karetenoid, flavonoid, vitamin
E dan sejumlah mineral-yang menguatkan sistem imun, membantu pertahanan
terhadap penyakit (Anonim, 2004). Vitamin C menguatkan sistem imun dengan cara
memacu aktivitas antibodi dan sel-sel sistem imun seperti fagosit dan neutrofil.
(Anonim, -)
 Vitamin C melindungi kesehatan hati dan pembuluh darah (Anonim, 2004).
 Vitamin C membantu pemeliharaan tingkat antioksidan di paru-paru dan
meningkatkan efisiensi fungsi pernafasan (Anonim, 2004).
 Vitamin C dapat memecah histamin, suatu senyawa yang menyebabkan banyak reaksi
alergi. (Anonim, -)
 Orang dengan asupan Vitamin C yang tinggi mempunyai laju penurunan fungsi mata
yang lebih rendah, berarti Vitamin C memiliki peranan penting bagi kesehatan mata
(Anonim, 2004).
 Fungsi enzimatis. Vitamin C bertindak sebagai donor elektron bagi 11 enzim, dimana
tiga dari enzim tersebut ditemukan pada jamur (fungi) tapi tidak ditemukan pada
manusia atau mamalia lainnya. Ketiga enzim itu terlibat dalam pemanfaatan kembali
Pirimidin dan deoksiribosa moiety dari deoksinuklosida. Dari delapan enzim manusia
yang lain, tiga enzim berpartisipasi dalam hidroksilasi kolagen dan dua enzim pada
biosintesis karnitin. Dari tiga enzim yang berpartisipasi dalam hidroksilasi kolagen,
satu enzim dibutuhkan untuk biosintesis catecholamine norepinephrine, satu
dibutuhkan untuk amidasi hormone peptide dan satu enzim terlibat dalam metabolism
tirosin. (Anonim, 2005)
 Vitamin C pada cairan lambung dapat mencegah pembentukan senyawa N-nitroso
yang berpotensi mutagenik. Tingginya asupan Vitamin C berhubungan dengan
penurunan risiko kanker lambung tapi belum diteliti dengan pasti. (Anonim, 2005)

3.7 Kekurangan Vitamin C


Kudis (scurvy) adalah penyakit yang terjadi karena kurang konsumsi vitamin
C selama 45-80 hari. Gejala kudis termasuk luka pada jaringan mesenkim yang
berkontribusi pada lamanya penyembuhan luka, edema, dan hemorrage. Jaringan ikat
juga melemah karena kurangnya pembentukan kolagen. Ini menyebabkan pendarahan
gusi dan petichiae (pin-point brushing) yang terjadi pada awal kekurangan vitamin C
karena membran kapiler yang lemah menyebabkan darah masuk dan meresap ke
ruang interstisial. Tanda-tanda kekurangan vitamin C tingkat lanjut antara lain gigi
rontok, atropi otot, kelesuan, dan kelelahan. (Bobroff dan Oquendo, 2006)
Kudis pada bayi dan anak-anak perubahannya terutama terjadi pada daerah
pertumbuhan tulang yang paling aktif; karakteristiknya adalah kelumpuhan pada kaki
akibat kesakitan parah ketika bergerak dan pendarahan di bawah periosteum. (anonim,
2005)
Defisiensi askorbat yang paling parah yang juga penyakit yang umum ditemui
pada manusia masa kini, mungkin adalah penyakit jantung, atau Cardiovascular
Disease (CVD) seperti pertama kali dilaporkan oleh doktor dan peneliti Kanada, G.C.
Willis di tahun 1950-an, dan kemudian diverifikasi oleh Linus Pauling dan Matias
Rath pada tahun 1989. (Fonorow, 2006)

3.8 Toksisitas Vitamin C


Keyakinan masyarakat luas bahwa vitamin C banyak memberikan keuntungan
bagi kesehatan dan tidak terlihat memiliki efek toksik membuatnya dikonsumsi dalam
jumlah yang besar. Jelas vitamin C mempunyai efek toksik yang rendah atau efek
samping yang umum. Meskipun asupan vitamin C dalam jumlah besar dapat
menyebabkan gastroenteritris atau diare bagi sebagian orang, kenyataannya hanya
sedikit efek samping yang ditulis di buku atau artikel benar-benar terjadi. (Hathcock,
2004)
Efek-efek yang mungkin terjadi (masih merupakan hipotesis) misalnya:
1. Batu ginjal. Oksalat adalah produk akhir katabolisme askorbat dan berperan
penting dalah pembentukan batu ginjal. Kelebihan vitamin C menyebabkan
hiperoksaluria. Pada empat sukarelawan yang menerima vitamin C dengan dosis
antara 5 sampai 10 gram per hari, ekskresi oksalat pada urin meningkat kira-kira
dua kali dari 50 ke 87 mg/hari. (Hathcock, 2004)
2. Peningkatan ekskresi asam uric. Peningkatan ekskresi asam uric dapat
meningkatkan risiko batu ginjal. Telah dilaporkan terjadi peningkatan signifikan
asam uric pada penyerapan vitamin C lebih dari 1000 mg. Dosis tunggal 4 g asam
askorbat dapat meningkatkan ekskresi sebagian kecil asam uric. Akan tetapi, lima
penelitian lain menunjukkan tidak ada efek pada ekskresi asam uric untuk
penyerapan vitamin C 12 g per hari. Efek klinis peningkatan produksi asam uric,
kalaupun ada, belum dapat diidentifikasi. (Hathcock, 2004)
3. Erosi pada enamel gigi. Tablet kunyah vitamin C yang dikonsumsi tiap hari,
menyebabkan erosi pada enamel gigi karena tingginya keasaman (pH=2,8) dan
keabrasiannya. Apabila tablet kunyah vitamin C diformulasikan menjadi pH kira-
kira 4 sampai 5 menggunakan sodium askorbat atau buffering agent yang lain,
tidak akan terjadi erosi pada enamel gigi. (Hathcock, 2004)
4. Stress pada saluran gastrointestinal. Pada pemakaian vitamin C sekaligus 3000 mg
per hari atau lebih banyak, terjadi gejala-gejala gangguan gastrointestinal misalnya
nausea, kram abdominal, dan diare. Efek ini adalah hasil dari efek osmosis
langsung dari asam askorbat yang tidak diserap dan kadang-kadang bisa dihindari
dengan mengonsumsi vitamin dalam bentuk garam buffer daripada asam bebas.
Gejala ini biasanya menghilang setelah satu atau dua minggu tanpa dampak lebih
lanjut. (Hathcock, 2004)

Batas atas yang aman untuk asupan vitamin C setiap hari, menurut Food and
Nutrition Board of the Institute of Medicine kurang lebih 1000 mg untuk orang
dewasa. Untuk panduan berdasarkan umur yang lebih spesifik, dapat dilihat di
tabel di bawah:

Batas toleransi asupan Vitamin C

Umur Vitamin C (mg/hari)

Bayi
0-6 bulan N/A
7-12 bulan N/A

Anak-anak
1-3 tahun 400 mg
4-8 tahun 650 mg

Laki-laki, Perempuan
9-13 tahun 1200 mg
14-18 tahun 1800 mg
19-70 tahun 2000 mg
≥ 70 2000 mg

Pada kehamilan
≤ 18 tahun 1800 mg
19-50 tahun 2000 mg

(anonim, 2002)