Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Apakah Anda pernah bertanya bagaimana para ilmuan berhasil menemukan atom yang
tidak terlihat oleh mata meskipun menggunakan mikroskop? Atom adalah unit yang sangat
kecil yang menyusun unsur dan bahan.
Atom berasal dari Bahasa Yunani yaitu atomos yang berarti tidak dapat dibelah ataupun
dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama
kali diajukan oleh filsuf Yunani Democritus pada abad kelima SM. Meskipun pada saat itu
konsep atom tidak dapat diterima oleh beberapa ilmuan namun seiring perkembangan ilmu
dan hasil penemuan, para ilmuan khususnya kimiawan mulai menerimanya. Pada abad ke 17
hingga 18 para kimiawan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi lagi dengan
menggunakan metode kimia. Perkembangan tentang konsep atom terus berkembang hingga
pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan
komponen-komponen penyusun atom yaitu proton, electron dan neutron. Hal ini
mematahkan konsep atom sebelumnya yang menganggap atom sebagai elemen terkecil.
Sealanjutnya penerapan prinsip mekanaika kuantum yang digunakan para fisikawan berhasil
memodelkan struktur atom dengan sangat baik yaitu struktur atom modern yang kita kenal
hingga saat ini.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan teori dan model struktur atom ?
2. Bagaimana Struktur partikel penyusun atom ?
3. Bagaimana konsep isotop isoton dan isobar
4. Bagaimana konsep molekul dan ion?
5. Bagaimana aplikasi atom, ion dan molekul dalam kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui dan memahami perkembangan teori dan model struktur atom.
2. Memahami struktur penyusun atom.
3. Memahami konsep isotop, isoton dan isobar serta mampu menyelesaikan
permasalahan terkait konsep isotop, isoton dan isobar.
4. Memahami konsep molekul dan ion serta mampu menyelesaikan permasalahan
terkait molekul dan ion.
5. Memahami aplikasi penemuan atom, ion dan molekul dalam kehidupan seharihari.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Teori, Model dan Struktur Atom
Konsep atom yang dikemukakan diawal abad kelima oleh Democritus yang menyatakan
bahwa atom adalah bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi menjadi
bahan pertanyaan bagi para ilmuan pada zaman tersebut. Sebagian ilmuan seperti Aristoteles
dan Plato tidak dapat menerima konsep ini.
Pada perkembangan selanjutnya beberapa ilmuan (kimiawan dan fisikawan) melakukan
percobaan terkait hal ini. Dari mulai John Dalton, J.J Thomson, Rutherford, Neils Bohr
hingga ahli fisika seperti Erwin Schrodinger bahkan hingga Albert Einstein dan beberapa
ilmuan lainnya terus melakukan penelitian untuk menyempurnakan konsep atom. Pada saat
ini terdapat 5 teori dan model atom yang terkenal sepanjang sejarah penemuan atom :
Konsep dan model atom John Dalton
Pada tahun 1808, John Dalton (seorang ilmuan Inggris) mengemukakan pendapatanya
tentang atom. Dalton merumuskan sesuatu yang menyusun materi yang tidak dapat dibagi
lagi yang kita sebut atom. Konsep atom versi Dalton jauh lebih rinci dan spesifik
dibandingkan konsep Democritus. Hasil karya Dalton ini menandai awal era kemajuan kimia
terutama dibidang atom dan unsur.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum
Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts).
Hipotesis tentang sifat materi yang merupakan landasan teori atom Dalton dapat
dirangkum sebagai berikut :
1. Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil yang disebut atom. Suatu unsur ,misalnya
oksigen memiliki atom yang identik baik ukuran, massa maupun sifat kimianya. Setiap
unsur tersusun atas atom yang berbeda misalnya atom yang menyusun unsur natrium
(Na) berbeda dengan atom yang menyusun unsur oksigen (O).
Dalton tidak menggambarkan struktur atau susunan atom-atom, dia belum tahu bagaimana
sebenarnya struktur dari atom tapi Dalton menyadari terdapat perbedaan sifat unsur-unsur yang
berbeda sehingga Dalton menyimpulkan bahwa atom-atom penyusunnya berbeda.
2. Senyawa tersusun atas atom-atom dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan
bilangan bulat atau pecahan sederhana.
Pada pembentukan senyawa tidak hanya dibutuhkan atom-atom dari unsur yang sesuai tetapi
juga jumlah yang spesifik dari atom-atom tersebut. Ide ini adalah perluasan dari hokum
3

perbandingan tetap yang dikemukakan oleh Proust sampel-sampel yang berbeda dari senyawa
yang sama selalu tersusun atas unsur-unsur dengan perbandingan massa yang sama . Sebagai
contoh senyawa air (H2O) yang tersusun dari 2 atom H dan 1 atom O dengan perbandingan 2:1
dan perbandingan ini akan selalu sama untuk air yang diambil dari tempat yang berbeda.
Selain hukum perbandingan tetap hipotesis Dalton ini juga mendukung hukum perbandingan
berganda yang menyatakan jika dua unsur dapat bergabung membentuk lebih dari satu
senyawa, maka massa-massa dari unsur yang pertama dengan suatu massa tetap dari unsur yang
kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat yang kecil . Contohnya atom karbon (C) dapat
membentuk senyawa dengan atom oksigen (O) menjadi CO dan CO2 dengan perbandingan
oksigen pada CO dan CO2 (CO: CO2 adalah 1:2).
3. Atom tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Reaksi kimia hanyalah pemisahan,
penggabungan atau penyusunan ulang atom-atom.
Hipotesis ini sejalan dengan hokum kekekalan massa yang menyatakan materi tidak dapat
diciptakan maupun dimusnahkan. Karena materi tersusun dari atom-atom yang tidak dapat
berubah dalam reaksi kimia maka atom pun harus bersifat kekal.
Untuk memperjelas ketiga teori Dalton tentang atom diatas dapat diilustrasikan dengan
gambar dibawah ini :

Sehingga dapat digambarkan model atom yang digagas oleh Dalton adalah sebagai berikut :

Konsep dan Model atom J.J Thomson


Pada tahun 1980-an beberapa ilmuan meneliti radiasi yaitu pemancaran dan perambatan
energi melalui ruang dalam bentuk gelombang. Salah satu alat yang digunakan untuk
meneliti radiasi adalah tabung katoda, yaitu sebuah tabung kaca yang udaranya disedot
keluar. Pada tabung ini terdapat dua lempeng yang dihubungkan dengan sumber tegangan
tinggi. Lempeng yang bermuatan positif disebut anoda dan lempeng yang bermuatan negatif
disebut katoda.
Pada tahun 1897, JJ Thomson adalah seorang fisikawan Inggris yang menggunakan
tabung sinar katoda dalam penelitiannya. Thomson meletakkan lempeng bermuatan listrik
diluar tabung katoda dan menemukan bahwa sinar dipantulkan oleh lempeng negative dan
ditarik oleh lempeng bermuatan positif. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat muatan
negative dalam atom yang disebut electron.
Dari penemuan ini sudah cukup jelas bahwa atom mengandung elektron yang bermuatan
negative, namun secara kelistrikan bermuatan netral maka mesti terdapat muatan positif yang
jumlahnya sama dengan jumlah electron untuk membuatnya netral. Thomson kemudian
mengajukan pandangannya tentang atom atom dapat dibayangkan sebagai suatu materi
yang seragam dan bermuatan positif dengan elektron-elektron menempel padanya yang
kemudian dikenal sebagai model atom roti kismis.
Berikut model atom yang digagas oleh JJ Thomson :

Dari penelitian ini Thomson juga menetapkan rasio dari muatan adalah 1,7584 x 10 11
coulomb/kilogram. Percobaan Thomson ini membawa perkembangan pada konsep atom
dengan ditemukannya elektron sehingga atom bukan lagi yang terkecil yang tidak dapat
dibagi lagi. Dalam perkembangannya Robert A. Milikan berhasil menemukan bahwa muatan
sebuah electron adalah 1,6022 x 10-19 coulomb.
Konsep dan model atom Ernest Rutherford
Pada tahun 1910 fisikawan Selandia baru Ernest Rutherford bersama Hans Geiger dan
mahasiswanya Ernest Marsden melakukan percobaan dengan menggunakan partikel alpha
5

yang ditemukan oleh Becqruel untuk mengetahui struktur atom. Rutherford dan tim
menggunakan lembaran emas tipis dan logam lain sebagai plat sasaran partikel alpha ()
yang bermuatan positif dari radioaktif. Mereka menemukan bahwa sebagian besar partikel
menembus lembaran tanpa membelok atau dengan sedikit belokan; sebagian dibelokkan
dengan sudut yang cukup besar dan ada beberapa partikel yang dipantulkan kembali kearah
datangnya. Lebih jelas tentang percobaan ini terlihat pada gambar dibawah ini

Penemuan ini sangat mengejutkan, sebab jika mengacu pada model atom Thomson
dimana muatan positif tersebar maka seharusnya partikel alpha () seharusnya menembus
dengan sedikit pembelokkan. Untuk menjelaskan hasil percobaan ini Rutherford membuat
model struktur atom dimana sebagian besar dari atom berupa ruang kosong sehingga partikel
dapat melewatinya tanpa pembelokkan. Lebih jelas lagi Rutherford menyatakan bahwa
muatan positif atom seluruhnya terkumpul dalam inti, yaitu suatu inti pusat yang padat yang
terletak didalam atom. Partikel yang mendekati inti terhambur dengan pembelokkan yang
jauh dan partikel yang menuju inti ditolak dengan gaya besar sehingga berbalik arah kearah
datangnya.
Muatan positif ini kemudian disebut proton, yang selanjutnya didapatkan bahwa
massanya yaitu 1,67262 x 10-24 gram sekitar 1840 kali masa electron. Ukuran jari-jari atom
adalah 100 pm, sedangkan jari-jari inti atom 5 x 10-3 pm.
Model struktur atom Rutherford ini menyisakan masalah yang belum terjawab. Diketahui
atom hydrogen memiliki 1 proton dan helium memiliki 2 proton, seharusnya perbandingan
massa antara hidrogen : helium adalah 1:2, namun pada kenyataannya perbandingan masanya
adalah 1:4. Sehingga Rutherford dan teamnya mempostulatkan bahwa terdapat partikel
netral dalam inti atom (nucleus) yang disebut neutron.
6

Berikut struktur model atom yang di postulatkan Rutherford :

Konsep dan model atom Bohr


Sebelum membahas lebih jauh tentang penemuan Bohr sedikit kita bahas tentang teori
quantum yang mendasari penemuan Bohr ; Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan
bahwa materi memancarkan dan menyerap energy hanya pada kuantitas diskret tertentu yang
disebutnya quanta. Planck memberi nama kuantum untuk kuantitas energy terkecil yang
dapat dipancarkan atau diserap oleh atom dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Energy E
dari suatu kuantum ditrumuskan :
E=hv

Dimana h adalah konstanta planck (6,67 x 10-34 J.s). Menurut teori kuantum Planck,
energi selalu dipancarkan dengan kelipatan

hv , misalnya

hv , 2

hv , 3

hv

dan

seterusnya.
Pada tahun 1905, Albert Einstein mengembangkan konsep quantum Planck pada cahaya. Ia
melakukan beberapa percobaan dan menemukan bahwa elektron dipancarkan dari permukaan
logam-logam tertentu yang disinari cahaya dengan frekuensi minimum tertentu yang disebut
frekuensi ambang. Einstein kemudian menyarankan berkas cahaya ini disebut foton. Setiap
foton harus memiliki energi
E=hv

Foton hanya mampu melepaskan elektron dari orbitnya apabila energinya lebih besar dari
energi ikat electron dalam logamnya. Sehingga dapat dirumuskan
hv=EK + EB
EK=hvEB

dimana EK adalah energi kinetek elektron yang dikeluarkan dan EB adalah energi ikat
elektron dalam logam. Semakin besar frekuensi atau energi foton maka semakin besar pula
energy kinetic electron yang dikeluarkan.
Pada tahun 1913 seorang fisikawan Denmark, Niels Bohr sangat tertarik dan
mempertanyakan model atom solar system . yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang
menentukan ukuran dan energy orbit electron; mengapa orbital electron tidak menghasilkan
radiasi elektromagnetik. Untuk menjawab pertanyaan diatas Bohr menggabungkan konsep
kuantum yang dikemukakan oleh Planck dan Einstein dengan model atom Rutherford untuk
menjelaskan electron terluar dari atom. Teori Bohr dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Electron mengitari inti atom pada orbit-orbit tertentu yang berbentuk lingkaran yang kita
kenal sebagai kulit atom, K, L, M dan sterusnya.
2. Selama berada pada orbitnya electron tidak memancarkan energy, dan dikatakan dalam
keadaan stasioner. Keberadaan electron pada orbit stasioner dipertahankan oleh gaya
tarik elektrostatik inti dan diseimbangkan oleg gaya sentrifugal dari gerak electron.
3. Electron dapat berpindah dari orbit yang satu ke orbit yang lain dengan menyerap atau
melepaskan energy yang besarnya sesuai dengan perbedaan energy antar orbit tersebut.
melibatkan energy. Ketika electron berpindah ke orbit dengan energy yang lebih tinggi
maka electron harus menyerap energy yang cukup dan sebaliknya ketika berpindah ke
orbit yang energinya rendah electron harus melepas energy.
4. Atom dikatakan berada pada tingkat dasar apabila electron-elektronnya menempati orbit
tertentu sehingga energy totalnya paling rendah. Apabila electron berada pada orbit yang
energy totalnya lebih tinggi daripada energy tingkat dasar atom dikatakan dalam tingkat
tereksitasi. Atom dalam keadaan rendah lebih stabil daripada dalam keadaan tereksitasi.
5. Electron pada setiap orbit memiliki energy tertentu, dimana makin besar orbitnya maka
makin besar pula energinya. Energy ini bersifat terkuantisasi dengan harga yang diijinkan
dinyatakan oleh momentum sudut electron yang terkuantisasi sebesar n=h/2
Berikut gambaran model struktur atom yang dipostulatkan oleh Bohr :

Model atom Mekanika Kuantum


Model atom yang digagas oleh Bohr sukses dalam menentukan spectrum hidrogen dan
menghasilkan mekanisme emisi foton yang dapat dimengerti. Namun model ini tidak dapat
menjelaskan spectrum atom yang lebih memiliki electron lebih dari 1 dab tidak dapat
menjelaskan munculnya garis tambahan dalam spectrum pancar hydrogen bila diberikan
medan magnetic.
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). Sebelum
Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori
mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu Tidak mungkin dapat
ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan,
yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti
atom.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut
orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger. Erwin
Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk
menggambarkan

batas

kemungkinan

ditemukannya

elektron

dalam tiga

dimensi.

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom
mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital
menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama
atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk
kulit. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa
orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
Model Mekanika Kuantum Sebagai Berikut ; ciri khas model atom mekanika gelombang :
1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak
stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi
9

gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi dari kebolehjadian paling besar
ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya.
(Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu
yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.
Berikut gambar untuk model atom quantum atau modern :

B. Struktur Penyusun Atom (Elektron, Proton & Neutron)


Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom dan kulit-kulit
atom. Inti atom terdiri dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan
atau netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron). Kulit-kulit atom terisi
oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif yang mengelilingi inti. Elektron-elektron pada
sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Atom yang memiliki proton
dan elektron dengan jumlah yang sama bersifat netral, sedangkan atom yang yang memiliki
electron lebih banyak dari proton bersifat negative, sebaliknya atom yang memiliki electron
lebih sedikit dari proton bersifat positif.
Atom adalah unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia.
Atom bukan lah materi terkecil yang tidak dapat dibagi lagi karena atom dapat dibagi
tersusun atas proton yang bermuatan positif, neutron yang tidak bermuatan dan electron yang
bermuatan negative. Jadi difinisi yang tepat adalah Proton dan neutron terletak didalam inti
ataom sementara electron tersebar pada kulit atom. Massa atom terpusat pada inti.
Electron
Pada tahun 1897, JJ Thomson adalah seorang fisikawan Inggris yang menggunakan
tabung sinar katoda dalam penelitiannya. Thomson meletakkan lempeng bermuatan listrik
10

diluar tabung katoda dan menemukan bahwa sinar dipantulkan oleh lempeng negative dan
ditarik oleh lempeng bermuatan positif. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat muatan
negative dalam atom yang disebut electron. Tabung katoda yang digunakan oleh JJ Thomson
dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Dalam perkembangannya Robert A. Milikan berhasil menemukan bahwa muatan sebuah


electron adalah 1,6022 x 10-19 coulomb.
Proton
Terdapat dua versi penemu proton, beberapa buku menyebutkan penemu proton adalah
Rutherford ketika dia melakukan percobaan dengan menggunakan partikel alpha pada tahun
1910 seperti yang telah dijelaskan pada bagian perkembangan model atom.
Versi kedua menyatakan bahwa penemu proton adalah Eugene Goldstein dengan
penjelasan lebih lanjut sebagai berikut : pada tahun 1886 Eugene Goldstein melakukan
percobaan menggunakan tabung yang menyerupai tabung sinar katoda, yang dinamakan
tabung Crook. Dari hasil percobaannya didapatkan sinar yang keluar dari saluran belakang
katoda. Sinar tersebut dinamakan sinar positif yang disebut proton. Massanya 1836 x massa
elektron.

1886 - Eugene Goldstein mendemonstrasikan keberadaan partikel bermuatan positif.


Partikel ini kemudian dikenal memiliki muatan +1 (1.60x10 -19 coulombs) dan massa 1.67x1024

g (a mass of 1.00 AMU).


11

Neutron
Pada tahun 1932, James Chadwick melakukan percobaan dengan menembaki atom Be
menggunakan sinar berenergi tinggi. Logam tersebut memancarkan radiasi yang sangat
tinggi yang serupa dengan . Percobaan selanjutnya menunjukkan bahwa sinar tersebut
sesungguhnya terdiri atas partikel netral yang mempunyai massa sedikit lebih besar daripada
massa proton. Chadwik menamainya neutron. Hasil penembakan tersebut menandakan
adanya partikel tidak bermuatan. Partikel tidak bermuatan tersebut memiliki daya tembus
yang besar dan dinamakan neutron. Gambar dibawah mengilustrasikan percobaan yang
dilakukan oleh Chadwik

C. Isotop, Isobar dan Isoton


Semua atom dapat diidentifikasi berdasarkan jumlah proton dan neutron yang
dimilikinya. Jumlah proton dalam inti setiap atom suatu unsur disebut nomor atom (atomic
number). Dalam suatu atom netral jumlah proton sama dengan jumlah electron, sehingga
nomor atom juga menunjukkan jumlah electron pada atom tersebut.
Nomor massa (mass number) adalah jumlah total neutron dan proton yang ada dalam inti
suatu ataom (kecuali hydrogen yang tidak memiliki neutron). Cara umum yang digunakan
menandai nomor atom dan nomor massa dari suatu atom unsur X adalah :

12

Isotop adalah atom-atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor masa berbeda, atau
unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron berbeda.
Diketahui nomor atom merupakan identitas dari atom sehingga setiap atom yang memiliki
nomor atom sama maka unsurnya pasti sama.
Contoh-contoh isotope

Unsur
Hidrogen

1
1

Oksigen

16
18

Isotope
2
1H
17
18

3
1

18
18

Uranium

235
92

238
92

Helium

3
2

4
2

Nitrogen

He

14
7

He

15
7

Isobar adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom berbeda namun memiliki nomor
massa yang sama. Diketahui bahwa nomor massa menunjukkan jumlah proton dan neutron
dalam atom. Contoh atom yang termasuk dalam isobar dapat dilihat pada tabel di bawah:

Unsur
Hidrogen dan Helium

3
1

Karbon dan Nitrogen

14
6

Natrium dan Magnesium

24
11

Isobar
3
H
2 He
C

Na

14
7

24
12

Mg

13

Isoton adalah atom-atom unsur berbeda (nomor atom berbeda) yang mempunyai jumlah
neutron yang sama. Contoh atom-atom yang termasuk dalam isoton dapat dilihat pada tabel
di bawah:

Unsur
Hidrogen dan Helium

3
1

Karbon dan Nitrogen

13
6

Natrium dan Magnesium

Isoton
4
H
2 He
C

23
11

Na

14
7

24
12

Mg

Jumlah neutron
2
7
12

D. Molekul dan Ion


Molekul adalah kumpulan yang terdiri dari sedikitnya dua atom dalam susunan tertentu
yang terikat bersama oleh gaya-gaya kimia yang disebut juga ikatan kimia. Suatu molekul
dapat tersusun dari atom-atom dari unsur yang sama atau atom-atom dari dua atau lebih
unsur-unsur yang berbeda yang bergabung dalam perbandingan tertentu, sesuai dengan
hokum perbandingan tetap. Molekul yang tersusun dari atom-atom unsur yang sama disebut
molekul unsur, sedangkan molekul yang tersusun dari atom-atom unsur yang berbeda
dinamakan molekul senyawa. Molekul tidak harus berbentuk senyawa yang secara definisi
tersusun atas dua unsur atau lebih. Contoh molekul yang tersusun atas atom-atom yang sama
(molekul unsur) adalah hidrogen yang tersusun atas dua atom hydrogen dan oksigen yang
tersusun atas dua atom oksigen. Air adalah contoh molekul senyawa yang tersusun atas atom
unsur hydrogen dan oksigen dengan perbandingan 1 atom hydrogen dan 2 atom oksigen.
Berikut gambar ilustrasi molekul unsur dan molekul senyawa:

14

Molekul tidak bermuatan listrik atau netral. Molekul yang tersusun atas dua atom disebut
molekul diatomic, contohnya adalah molekul hydrogen (H2). Molekul-molekul diatomic
lainnya adalah nitrogen (N2), oksigen (O2), dan unsur-unsur golongan 7A ( F 2, Cl2, Br2, I2 ).
Molekul yang tersusun lebih dari dua atom disebut molekul poliatomik, seperti ozon, air
(H2O), ammonia (NH3). Berikut contog gambar untuk molekul diatomic dan poliatomik
(molekul diatomic pada baris atas dan poliatomik dibawahnya)

Ion adalah sebuah atom atau sekelompok atom yang memiliki muatan total positif atau
negatif. Jumlah proton yang bermuatan positif dalam inti suatu atom tetap sama selama
berlansungnya perubahan kimia biasa ( disebut reaksi kimia ), tetapi electron yang bermuatan
negative bisa berpindah atau bertambah. Atom netral yang kehilangan satu atau lebih
elektronnya akan menghasilkan kation yaitu ion dengan muatan total positif. Misalnya, atom
natrium (Na) dapat dengan mudah kehilangan satu elektronnya untuk menjadi kation natrium
yang dituliskan sebagai Na+ :
Atom Na
Ion Na+
11 proton
11 proton
11 elektron
10 elektron
Dilain pihak anion adalah ion yang muatan totalnya negative akibat adanya kenaikan
jumlah electron misalnya asam klorin dapat memperoleh satu tambahan satu electron untuk
menjadi ion Cl- :
Atom Cl
17 proton
17 elektron

Ion Cl17 proton


18 elektron

Ion-ion membentuk zat-zat yang bermuatan netral, contohnya natrium klorida (NaCl),
yang kita kenal sebagai garam dapur disebut senyawa ionic karena dibentuk dari kation dan
anion. Natrium klorida (NaCl) bermuatan netral karena tersusun atas kation natrium yang
15

bermuatan positif 1 dan anion klor yang bermuatan negative 1, sehingga perbandingan
muatan NaCl 1:1. Bagaimanakah pembentukan ion natrium dan ion klorida? Atom natrium
(Na) memiliki 11 proton dan 11 elektron. Atom natrium melepaskan 1 elektron sehingga
atom natrium kekurangan elektron atau kelebihan proton. Oleh karena itu atom natrium
berubah menjadi ion natrium (Na+). Atom klor (Cl) memiliki 17 proton dan 17 elektron.
Atom Cl menerima 1 elektron sehingga atom Cl kelebihan elektron atau membentuk ion
klorida (Cl). Ion Na+ dan ion Cl ini berikatan membentuk senyawa NaCl dengan reaksi
seperti berikut.
Na+ + Cl NaCl
Atom dapat memperoleh lebih dari satu electron seperti Fe 3+, S2- dan N3-. Magnesium
klorida (MgCl2) tersusun atas ion Mg yang bermuatan positif

dua dan ion klor yang

bermuatan negative 1, dengan perbandingan muatan 1:2, maka untuk membuatnya netral
maka ion magnesium bergabung dengan dua ion klor sekaligus.
Dua atau lebih atom dapat bergabung membentuk sebuah ion yang bermuatan total positif
atau negative .Ion yang mengandung satu atom disebut ion monoatomic. Sedangkan ion yang
mengandung lebih dari satu atom disebut ion poliatomik contohnya ion amunium (NH4+).
E. Aplikasi Atom, Ion dan Molekul dalam Kehidupan Sehari-hari.
Banyak benda-benda di sekitar kita yang pengolahannya menggunakan reaksi kimia atau
biasa disebut sebagai produk kimia. Pembuatan detergen, margarin, air murni, dan asam
sulfat serta garam dapur adalah contoh pemanfaatan konsep atom, molekul dan ion pada
produk kimia sehari-hari. Mari kita bahas satu persatu.
Pembuatan Detergen
Melalui kemajuan teknologi, ditemukanlah bahan pencuci sintetis, yaitu detergen yang
fungsinya telah kita tahu bersama yaitu membersihkan kotoran pada pakaian. Ada dua jenis
detergen sebagai berikut.

16

Detergen keras: sukar diuraikan oleh bakteri sehingga menimbulkan pencemaran


lingkungan.

Detergen lunak: dapat diuraikan oleh bakteri sehingga tidak terlalu menimbulkan
pencemaran.
Adapun bahan pembuat detergen adalah sebagai berikut.

1. Bahan penurun tegangan permukaan : bahan penurun tegangan permukaan digunakan


untuk memudahkan mengikat kotoran dan menimbulkan busa, antara lain sebagain
berikut.
Alkil Benzen Sulfonat (ABS) + NaOH menghasilkan Natrium Alkil Benzen
Sufonat (detergen keras).
Lauril Asam Sulfat (LAS) + NaOH menghasilkan Natrium Lauril Sulfat (detergen
lunak)
2. Bahan penunjang : bahan penunjang pada detergen digunakan STPP (Sodium Tri Poli
Phosphat/Natrium Tri Poli Phosphat) berfungsi menunjang kerja bahan penurun tegangan
permukaan.
3. Bahan pengisi : bahan pengisi detergen digunakan untuk memperbesar volume materi.
4. Bahan pengikat : sebagai bahan pengikat digunakan air, yaitu untuk mencampurkan
semua bahan (media).
5. Bahan tambahan : sebagai bahan tambahan digunakan CMC (Carboxy Metyl Cellulose),
agar kotoran yang terikat detergen tidak melekat kembali ke bahan yang dicuci.
17

6. Bahan pewangi dan pewarna : bahan pewangi dan pewarna digunakan agar detergen
mempunyai warna dan aroma yang spesifik untuk membedakan dengan merk lain dan
sesuai dengan warna dan aroma yang diminati konsumen. Semua bahan dicampur dan
dapat dibentuk pasta (krim) atau disemprotkan lewat menara sehingga menghasilkan
butiran-butiran.
Pembuatan Garam Dapur
Garam dapur digunakan sebagai bumbu masak. Garam dapur terasa asin, masakan yang
kurang garam terasa hambar. Molekul garam dapur terdiri dari satu atom natrium (Na +) yang
bergabung dengan satu atau chlor (Cl-) menjadi molekul NaCl.

Pembuatan garam dapur dapat dilakukan dengan proses sebagai berikut.


a. Air laut masuk ke kolam/tambak penampungan air laut, saat terjadi pasang naik.
b. Air laut yang sudah masuk kolam, mengalami pemanasan oleh sinar matahari, sehingga
didapat kristal-kristal garam dapur NaCl yang belum steril.
c. Kristal garam dapur diambil di proses di pabrik guna sterilisasi dan pembersihan.
Pembuatan Baterai
Baterai banyak kita gunakan sebagai sumber energi, missal pada lampu senter, jam, dan
mobil-mobilan. Baterai memiliki lapisan zink (Zn) yang berfungsi sebagai anoda atau kutub
negatif, di mana lapisan ini dilapisi oleh selubung baja. Coba buka sebuah baterai, maka
kamu akan menemukan satu batang karbon di dalamnya. Karbon ini berfungsi sebagai katoda
atau kutub positif. Karbon diletakkan di tengah sel dan terhubung pada tonjolan logam di

18

bagian luar atas baterai. Ruang antara batang karbon dan lapisan zink diisi pasta amonium
klorida (NH4Cl) dan zink klorida (ZnCl2). Perhatikan gambar baterai di bawah :

Pada saat penggunaan baterai maka atom zink (Zn) akan teroksidasi atau melepaskan
elektron membentuk ion zink (Zn2+). Elektron yang dibebaskan oleh atom zink (Zn) akan
mengalir melalui sirkuit listrik bagian luar sehingga menghasilkan listrik. Elektron ini
selanjutnya kembali ke batang karbon. Arus listrik akan terus mengalir sampai zink (Zn)
habis terpakai. Keadaan ini berarti baterai sudah tidak dapat digunakan kembali atau
dikatakan habis, karena baterai tidak dapat diisi lagi.

19

BAB III
KESIMPULAN
Konsep atom yang pertama kali dikemukakan oleh Democritus pada awal abad kelima
yang menyatakan bahwa atom adalah bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi diperkuat
oleh temuan John Dalton. Selanjutnya J.J. Thomson menemukan bahwa atom memiliki
electron yang tersebar diselurh permukaannya hingga kemudian Ernest Rutherford
memperkenalkan hasil temuannya yang menyatakan bahwa terdapat partikel bermuatan
positif yang berada dalam inti atom, hingga akhirnya James Chadwick menemukan adanya
partikel tak bermuatan dalam inti atom. Pada akhirnya ditemukan bahwa atom tersusun atas
proton dan neutron yang terletak di inti atom dan electron yang berada pada kulit-kulit atom.
Model atom akhirnya disempurnakan oleh Bohr dan mekanika kuantum yang hingga kini
masih diterima oleh para ilmuan.
Nomor atom juga menunjukkan jumlah electron pada atom tersebut sedangkan nomor
massa (mass number) adalah jumlah total neutron dan proton yang ada dalam inti suatu
ataom. Atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor masa berbeda disebut isotop.
Atom-atom yang mempunyai nomor atom berbeda namun memiliki nomor massa yang sama
disebut isobar. Sedangkan atom-atom unsur berbeda (nomor atom berbeda) yang mempunyai
jumlah neutron yang sama dinamakan isobar.
Atom dapat bergabung membentuk molekul. Molekul yang tersusun dari atom unsur
yang sama disebut molekul unsur sedangkan atom yang tersusun dari atom-atom unsur yang
berbeda disebut molekul senyawa. Ion adalah sebuah atom atau sekelompok atom yang
memiliki muatan total positif atau negative. Ion yang bermuatan positif disebut kation, ion
yang bermuatan negative disebut anion.
Konsep atom, ion dan molekul sangat bermanfaat bagi manusia karena berdasarkan
konsep-konsep tersebut manusia dapat membuat beberapa alat dan bahan yang dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya seperti detergen, baterai, pupuk, garam dapur dan yang
lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
20

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Jilid 1 Edisi 3. Jakarta :
Erlangga.
Karim, Saeful, dkk. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas
VIII Sekolah MP/ Madrasah Tsanawiyah.
Petrucci et, al. 2011. Kimia Dasar Prinsip-Prinsip & Aplikasi Modern Jilid 1 Edisi 9.
Jakarta : Erlangga.
Tillery, W. Bill. 2013. Integrated Science Sixt Edition. New York : Mc Graw Hill.
Wasis dan Sugeng Y. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta :
Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

21