Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Sejarah dan Perkembangan Perusahaan


PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP) adalah perusahaan yang bergerak

di industri pulp dan kertas terpadu. PT IKPP didirikan oleh Bapak Soetopo
Janarto. Bapak Soetopo Janarto lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada
tanggal 1 Juni 1934. Pada tahun 1975 Bapak Soetopo melakukan kerjasama
dengan perusahaan asal Taiwan untuk mengambangkan perusahaannya. Sehingga
berkembang pesat dibeberapa daerah antara lain, pabrik kertas serpong,
tanggerang, jawa timur, jambi dan daerah lainnya.
Tanggal 11 September 1976, Presiden RI memberikan surat izin
rokemendasi pendirian pabrik pulp dan kertas yang berstatus Penanaman Modal
Asing (PMA), setelah berselang 12 hari, tanggal 23 September 1976, Menteri
Perindustrian memberikan sirat izin pendirian pabrik pulp dan kertas, pada tanggal
17 Desember dihadapan notaris Bapak Ridwan Soesilo, SH dibuat akta pendirian
perusahaan dengan nama PT Indah Kiat Pulp and Paper corp. Nama indah kiat
mengandung arti cara-cara (kiat) yang jujur. Indah merupakan nama yang di ambil
dari istri beliau yaitu Indah Berliani Soetopo.
Tahun 1977 perencanaan studi kelayakan dilanjutkan untuk menentukan
proses, teknologi, dan kapasitas produksi. Beberapa vendor peralatan teknologi
rujukan bersumber dari negara-negara eropa salah satunya Finlandia dan Swedia,
dikenal dengan Metso, Khamyr dan lainnya.Setelah itu dilakukan pembangunan
pabrik kertas budaya (Wood free printing and writing paper) fase I dengan
memasang dua unit mesin kertas yang masing masing berkapasitas 50 ton/hari.
Pabrik tersebut berlokasi di tepi sungai Cisadane.
Tahun 1980, setelah dilakuakan survei ke lokasi lokasi yang berpotensi
menyediakan bahan baku utama untuk memproduksi pulp dan kertas, serta dengan
mempertimbangkan data studi kelayakan lokasi pada tahun 1975. Maka studi
lanjutan dilakuakan di Jalan Raya Minas KM 26, Desa Pinang Sebatang
Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Sri Indrapura Riau.

Riau dipilih sebagai lokasi pabrik dengan merpertimbangankan bahan baku


dan cukup dekat dengan sungai Siak sebagai sungai terdalam di Indonesia. Sungai
tersebut sangat tepat untuk pelabuhan guna memperlancar transportasi. Selain itu
harga tanah pada daerah tersebut masih cukup murah dan proyeksi
perkembangannya sangat menjajikan. Diantaranya adalah dekat dengan daerah
pemasaran yaitu Singapura dan Malaysia, lokasi darat dan laut cukup fleksibel,
dekat dengan lokasi pabrik PT Caltex Pasifik Indonesia atau sekarang dikenal
dengan PT Chevron dan dekat dengan ibukota propinsi Riau, Pekanbaru.
Seiring perkembangannya pabrik kertas Tanggerang menambah satu unit
mesin lagi pada tahun 1982, sehingga kapasitas produksi menjadi 150 ton/hari.
Disisi lain di Riau sedang dilaksanakan land clearing dan dibangun dermaga
khusus untuk melayani kapal kapal besar serta pada tahun yang sama dipesan dua
buah unit mesin pulp dari Taiwan.
Tahun 1983 dibangunlah pondasi pabrik dan dipasang dua unit mesin pulp,
namun sebelum pabrik beroprasi, Bapak Soetopo meninggal dunia dan
kepemimpinan pabrik beralih kepada putra beliau Boediano Jananto, pada tanggal
24 Mei 1984 ditetapkan sebagai hari ulang tahun perusahaan PT IKPP Perawang
yang sekaligus diresmikan oleh Presiden RI Bapak Soeharto dan pada hari itu juga
dilakukan percobaan produksi mesin pulp berkapasitas 300 ADT/hari. PT Indah
Kiat Pulp and Paper merupakan pabrik pulp sulfat atau dikenal dengan proses
kraft yang berbahan baku kayu pertama di Indonesia, pada tahun yang sama
dibangun Hutan Tanaman Indonesia (HTI) seluas 300.000 Ha yang bekerjasama
dengan PT Arara Abadi. Jenis kayu yang ditanam antara lain Accasia mangium,
Accacia crassicarpa, dan Eucaliptus urophylia. Untuk bahan baku tambahan
lainnya

digunakan

kayu-kayu

hardwood

campuran

atau Mix

Tropical

Hardwood (MTH).
Tahun 1985 harga pulp dan kertas menurun sehingga perusahaan rugi besar,
maka dari itu PT IKPP mengundang PT Satri Perkasa Agung milik Sinar Mas
Group untuk bergabung, setelah itu presiden direktur dipegang oleh Bapak Teguh
Ganda Wijaya (Oei Tjie Goan). Dibawah bendera Sinar Mas Group (APP), PT
IKPP berkembang pesat. Pada April 1987 pabrik kertas Tanggerang menambah

kapasitas menjadi 250 ton/hari. Pada tahun 1988 PT IKPP Perawang memulai
pembangunan fase I dengan mesin kertas budaya (Wood free printing and writing
paper) dari Italia, pada tanggal 14 Desember 1989 pabrik kertas perawang
memproduksi komersial dengan kapasitas 200 ton/hari, adanya pabrik kertas ini
menjadikan PT IKPP sebagai pabrik pulp dan kertas terpadu, pada tahun 1989 ini
juga dilakukan pembangunan pabrik pulp fase II.
Tahun 1991 PT IKPP menjalankan pabrik kertas II yang berproduksi
komersial dengan kapasitas 575 ton/hari, dengan total produksi 725 ton/hari PT
IKPP merupakan pabrik kertas terbesar dan tercanggih di kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun ini juga PT IKPP membeli pabrik kertas Sinar Dunia Makmur yang
berada di Serang pada lokasi KM 76 Jl. Raya Serang Desa Kragilan Kecamatan
Sentul Kabupaten Serang Jawa Barat dengan kapasitas produksi 900 ton/hari.
Tahun 1992 dilakukan persiapan dan pembangunan pabrik pulp fase III
yang dimulai dan diuji coba pada akhir tahun 1993. Pabrik pulp fase III (Pabrik
Pulp Making 8) berproduksi komersial dengan kapasitas 1300 adt/hari. Pada tahun
1994 pabrik pulp making I dan Pulp Making II digabungkan dan dimodifikasi
menjadi kapasitas 1200 adt/hari sehingga kapasitas total produksi menjadi 2500
adt/hari.
Tahun 1995 dilakukan pembangunan fase IV pabrik pulp, pada tanggal 16
November 1995, PT IKPP dipercaya memegang sertifikat ISO 9002 mengenai
manajemen mutu yang berlaku selama 3 tahun, pada bulan Desember 1996 pabrik
pulp fase V (Pulp Making 9) berproduksi komersial dengan kapasitas 1600
adt/hari sehingga kapasitas total menjadi 4100 adt/hari
Bulan November 1997 PT IKPP kembali memperoleh sertifikat ISO 14.001
mengenai sistem lingkungan, maka tanggal 25 Juni 1998 ditetapkan kewajiban
memakai helm jika memasuki pabrik, pada tanggal 11 september 1998 PT IKPP
dipercaya memperoleh sertifikat Sistem Menajemen Kesehatan dan keselamatan
kerja (SMK3) dari PT Sucipindo, pada bulan ini juga pabrik kertas fase III (Pabrik
kertas 9) beroperasi dengan kapasitas 1600 ton/hari, dengan demikian kapasitas
produksi total pulp 4500 adt/hari dan kertas 2125 ton/hari.

Tahun 2006 2007 Pulp making 9 memodifikasi proses chip


feeding dengan menambah IMPBIN sehingga kapasitas produksi bertambah
menjadi 3500 ADT/hari. Ditambah produksi dari Pulp making 8 pada tahun 2012
sekitar 2000 ADT/hari, pulp making 1A sekitar 650 ADT/hari dan pulp making 2
sekitar 550 ADT/hari. Maka kapasitas produksi pulp total PT IKPP terpasang saat
ini sekitar 6700 adt/hari, 201.000 adt/bulan, dan 2.412.000 adt/tahun.
1.2

Lokasi Tata Letak Pabrik


PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang Mill mempunyai dua lokasi

utama, yaitu lokasi kantor dan lokasi pabrik. Lokasi kantor terletak di Jl. Teuku
Umar No.51 Pekanbaru, sedangkan lokasi pabrik di Jl. Raya Minas-Perawang
Km. 26 Desa Perawang Kec. Tualang, Kab. Siak Sri Indrapura, Riau Indonesia.
Sebuah kota kecil bernama Tualang Perawang atau lebih di kenal Perawang
dengan jumlah penduduk 102.306 jiwa merupakan kota industri di pinggir Sungai
Siak.
Kota Perawang terletak antara 032'-051' Lintang Utara dan 10128'10152' Bujur Timur di pinggir Sungai Siak, ketinggian 0,5 5 dpl dengan suhu
udara berkisar 22C sampai 33C. Wilayah Perawang seperti pada umumnya
wilayah Kabupaten Siak lainnya terdiri dari dataran rendah dengan struktur tanah
pada umumnya terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan dan aluvial
serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk tanah rawa-rawa atau tanah
basah. Bentuk Wilayahnya 75 % datar sampai berombak dan 25 % berombak
sampai berbukit.
Wilayah lain yang berbatasan dengan kota perawang ialah sebagai
berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Mandau, Minas
Sebelah Selatan : Kecamatan Kerinci Kanan, Pekanbaru
Sebelah Barat : Kecamatan Minas
Sebelah Timur : Kecamatan Sei Mandau, Kecamatan Koto Gasib
PT. Indah Kiat Pulp and Paper merupakan sektor industri yang menjadi
motor penggerak perekonomian yang sangat dominan diperawang tidak saja bagi

Perawang sendiri tapi juga menjadi sektor andalan Kabupaten Siak. Sehingga
tidak berlebihan apabila daerah ini disebut daerah industri.
1.3

Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang Mill
Penerapan strategi yang sukses banyak tergantung kepada struktur

organisasi perusahaan, mengkoordinasikan seluruh daya perusahaan untuk


mencapai tujuan-tujuan perusahaan.
Suatu organisasi didalam menjalankan segala aktivitasnya harus
mengutamakan kerjasama yang baik antar para anggotanya agar tujuan
perusahaan dapat tercapai, karena melalui kerjasama tersebut akan memungkinkan
pengaturan kerja yang efektif dan efisien.
Cara kerja yang efektif dan efisien dapat membuat organisasi bertindak
secara tepat dalam mencapai tujuan organisasi memiliki kejelasan dalam
pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap anggota organisasi.
Perumusan manajemen dan struktur organisasi sangat penting pada suatu
perusahaan, dikarenakan adanya kesadaran para ahli tentang pentingnya
manajemen dan struktur organisasi tersebut dalam mencapai tujuan perusahaan
yang telah ditetapkan sebelumnya.
Struktur organisasi banyak jenisnya, tergantung dari keadaan perusahaan.
Struktur organisasi dapat memberikan gambaran mengenai baik buruknya
mekanisme kerja yang ada di suatu perusahaan, karena struktur yang baik dapat
menentukan posisi atau kedudukan masing-masing personil, tugas, wewenang,
tanggung jawab, arah komunikasi dan pelaksanaan program kerja.
PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk Perawang memiliki 3 lokasi pabrik,
yaitu di Tangerang, Serang dan Perawang. Masing-masing pabrik dikepalai oleh
Wakil Presiden Direktur yang bertanggung jawab langsung Presiden Direktur di
tingkat pusat. Presiden Direktur bertanggung jawab langsung kepada Dewan
Komisaris, sedangkan kekuasaan tertinggi berada ditangan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS). Bentuk organisasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
Perawang disusun berdasarkan organisasi yang merupakan suatu kerangka yang
memperlihatkan sejumlah tugas dan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan

perusahaan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang


jelas. Wakil Presiden Direktur membawahi semua divisi yang berada dilokasi
pabrik. Divisi yang terdapat dilokasi pabrik PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.
Perawang terdiri dari 17 divisi yaitu :

Gambar 1.2.1 Struktur Organisasi PT. Iindah Kiat Pulp and Paper
Karyawan dibagi kedalam beberapa level sesuai dengan jabatannya,
seperti diperlihatkan pada Tabel 1.2.1.
Tabel 1.2.1 Daftar Level dan Jabatan Karyawan
Level
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama Jabatan
Operator
Karyawan Terampil
Karyawan Terampil Khusus
Wakil Kepala Regu
Kepala Regu
Wakil Kepala Shift/Asisten
Kepala Shift/Asisten
Wakil Kepala Seksi
Kepala Seksi
Wakil Kepala Departemen
Kepala Departemen

12
13
14
15
16
1.4

Wakil Direktur
Direktur
Senior Direktur
Wakil Presiden Direktur
Presiden Direktur

Pemasaran
Aktivitas pemasaran dan penjualan produk-produk Pabrik Serang secara

local dan internasional dikooadinasikan dengan baik dan secara langsung oleh
department pemasaran APP.
Marketing department APP terdiri dari sebuah tim eksekutifpemasaran
yang berpengalaman dan profisional malayani dari 20 negara di seluruh dunia.
Marketing department APP juga melengkapi dengan suatu jaringan dari
perwakilan-perwakilan utama yang tersebar di 130 negara. Distributor tunggal
untuk perjuangan domestic adalah PT.Cakrawala Megah Indah,sebuah distributor
yang beralifiliasi di Indonesia.
Selain menjual produk-produknya,melalui perusahaan-perusahaan afiliasi
dan distributor-distributor eksklusif,staf marketingdari APP juga menjalin
hubungan bisnis yang baik dengan kurang lebih 13.200 whosalers,retailers,dan
tradersyang melayani bermacam-macampelanggan sebagai container conventers
dan manufakturs.
Produk packaging terutama dipasarkan di Timur Tengah, Hongkong,
Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Walau sebagian besar penjualan
produk dari pabrik Indah Kiat Serang di tunjukan untuk di ekspor ke Asia
Tenggara,baru-baru ini pabrik melebarkan sayapnya ke lebih dari 40 negara
termasuk China, Jepang, New Zaeland, Meuritius, Bangladesh, Korea, Filipina,
dan Vietnam.
Disamping

menjual

produk-produknya

melalui

kantor-kantor

di

Jakarta,Indonesia, Pabrik juga didukung oleh suatu jaringan yang luas dari afiliasi
perwakilan pemasaran umum dan agen terutama Vestwin Trading Pte,Ltd.

Kantor-kantor penjualan dari perwakilan-pewakilan ini terletak di


Ontaris,Los Angles, New York, Brussels, Seoul, New Dehli, Ho Chi Minh City,
Tokyo, Sydney, Kuala Lumpur, Mialan, Bangkok, Beijing, Hongkong, Singapura,
dan Dubai.
Perusahaan

juga

merencanakan

untuk

membuka

dalam

waktu

dekat,kantor-kantor penjualan di Guangzhou, Kun Ming Wu Han dan Saudi


Arabia. Perwakilan dan agen-agen ini bertanggung jawab pada masalah distribusi
dan pemasaran produk-produk perusahaan di wilayah-wilayah geografis tertentu.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Bahan Baku
Bahan baku pembuatan pulp PT Indah Kiat Pulp and Paper bersumber dari

bahan baku kayu. Jenis kayu yang digunakan adalah hardwood. Kayu softwood

tidak digunakan, namun serat softwood di import dari luar negeri untuk keperluan
tertentu. Kayu kayu hardwood PT IKPP antara lain Acacia mangium, Accacia
crassicarpa, Eucaliptus urophylia, dan Mix Tropical Hardwood (MTH).
Kayu Acacia mangiu, Accacia crassicarpa, dan Eucaliptus urophyliaberasal
dari Hutan Tanaman Indonesia (HTI) yang bekerja sama dengan PT Arara abadi.
Sedangkan kayu MTH bersumber Hutan alam yang merupakan campuran jenisjenis kayu hardwood. Kayu MTH didatangkan dari daerah Sumatra dan
Kalimantan lewat jalur laut dan darat.
Kayu Akasia lebih berkualitas tinggi dibanding dengan kayu MTH. Kayu
Akasia memiliki visc ositas lebih tinggi dengan tingkatan kappa lebih tinggi pada
waktu blow up pemasakan. Penampakan secara sifat kimia dapat diketahui acasia
mempunyai serat yang panjang, kadar lignin yang relatif sedikit, zat ekstraktif
sedikit, dan tipe cepat tumbuh (Fast Growing Species).
Pabrik PT IKPP memiliki ketersedian MTH yang mulai menipis, oleh
karena itu perusahaan menggalakkan HTI secara terus menerus untuk terus
berkesianmbungan bahan baku. Khusus untuk pemasakan di Pulp Making 9 kayu
yang digunakan sebagian besar adalah acasia dengan memakai prinsip kayu
bernomor atau ecolabeling, hal tersebut untuk memenuhi pesanan dari luar negeri
khususnya pangsa pasar Eropa, selain itu proses bleaching pada PM - 9 telah
menggunakan prinsip ECF (Element Clorine Free). Sedangkan untuk Pulp
Making 8, 1A dan 2 menggunakan MTH dan Acasia secara bergantian.
PT IKPP Perawang khususnya Pulp Making 8 cendrung menggunakan
komposisi bahan baku kayu antara lain :

Tabel 3.1 Komposisi Bahan Baku Kayu PT IKPP Perawang Pulp Making 8
No

Jenis Kayu

Persentase (%)

Accacia crassicarpa

25 30

Accacia mangium

Eucaliptus urophylia

Mix Tropical Hardwood

66 70

Komposisi tersebut digunakan untuk bahan baku MTH dengan persentase


yang lebih besar. Untuk periode tertentu kadang penggunaan Accasia lebih besar
di banding dengan MTH. Proses perubahan komposisi bahan baku diatas harus
diperhitungkan secara matang karena akan mempengaruhi hasil rendemen seperti
jumlah kotoran, viscositas, dan lain-lain.
Komposisi kayu tersebut dihitung di bagian Quality Ansurance (QA) khususnya
pada lab 1300 berdasarkan pendekatan surat-surat masuk kayu yang berasal dari
bagian tata kelola kayu. Tata usaha kayu adalah bagian PT IKPP untuk mengurusi
surat-surat perkayuan yang masuk ke dalam wilayah pabrik. Dari Tata usaha kayu,
log

bisa

di

angkut

ke log

yard atau

langsung

ke

departemenWood

Preparation (WP). Log yang disimpan di log yard memiliki masa berlaku 5 bulan,
jika penyimpanan lebih dari 5 bulan maka dapat dikatakan kayu tersebut sudah
lapuk.
2.1.1

Kandungan Kimia Pada Kayu


Berdasarkan

kandungan

kimia

kayu softwood dan hardwood memiliki

perbedaan dari komposisi lignin dan selulosa. Komposisi selulosa lebih tinggi
pada kayu hardwood, dan kandungan lignin lebih tinggi pada kayu softwood.
Namun kelebihan dari kayu softwood adalah sifat anatomi seratnya yang lebih
panjang, serta jenis seratnya yang tunggal karena tersusun atas sel-sel trakeida.
Kayu softwood cendrung memiliki daun jarum oleh karena itu sering juga disebut
kayu daun jarum walaupun beberapa jenis seperti Agathis spmemiliki daun yang
lebar. Begiitu juga hardwood cendrung memiliki daun yang lebar, maka disebut
kayu daun lebar, namun dibeberapa spesies seperti Casuarina sp memiliki daun
seperti jarum.
Kayu memiliki kandungan kimia yang tersusun oleh Berikut tabel
komposisi kimia dari kayu hardwood dan softwood.
Tabel 3.2 Komposisi Kimia Pada Kayu

No

Komposisis

Softwood (%)

Hardwood (%)

Selulosa

422

452

Hemiselulosa

272

305

Lignin

283

204

Ekstraktif

32

53

Abu

Pada kayu-kayu daerah temperate jenis kayu softwood di dominasi oleh


kayu pine sedangkan kayu hardwood didominasi oleh kayu birch
2.2
PROSES PRODUKSI
2.2.1 Proses Pembuatan Pulp
1. Fiber Furnish Preparation and Handling
Proses ini mencakup proses logs, debarking, dan chipping. Kayu diambil dari
hutan produksi kemudian dipotong-potong yang disebut dengan log. Log
disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan
untuk melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku. Kemudian kayu
dibuang kulitnya dengan mesin atau dengan proses debarking. Setelah itu kayu
dipotong-potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang
sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai akan diproses ulang.
2. Pulping
Chip dimasak di dalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang
digunakan untuk membuat kertas) dengan lignin. Dari tempat penampungan chip
dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester). Steam dimasak dengan
beberapa tahap. Pertama di kukus (presteamed), kemudian baru dipanaskan
dengan steam di steaming vessel. chip di masak dengan cairan pemasak yang
disebut dengan cooking liquor. Proses ini terbagi atas 4 macam, yaitu Chemical
Pulp Production Process, Semi-chemical Pulp Production Process, Mechanical
Production Process, dan Waste Paper Pulp Production Process. Hasil dari proses
ini adalah pulp atau bubur kertas. Pulp ini yang akan diolah menjadi kertas pada
mesin kertas (paper machine).

o Chemical Pulp Production Process


Pembuatan pulp secara kimia biasanya menggunakan NaOH secara
langsung maupun tidak langsung. Lignin dilarutkan dari bagian lapisan sehingga
fiber terpisah. Dalam proses ini, kulit kayu diambil dan batang kayunya dibuat
keping-keping kayu kemudian dihancurkan dalam tekanan temperatur yang
dibutuhkan. Proses pembuatan pulp secara kimia, yaitu:
1. Proses Sulfat (Kraft Process)
Mula-mula kayu dipotong-potong dengan mesin pemotong kemudian
diayak. Kayu yang halus dimasukkan ke dalam tempat penampung yang
kemudian akan digester (dimasak). Kemudian kayu-kayu tersebut dipanaskan
dengan uap dan diaduk dengan alat pengaduk yang terdapat di dalam digester
tersebut dengan tekanan 110lb/in2. Pulp yang telah jadi dikeluarkan dan dicuci
dengan air dalam tanki pencuci sehingga liquornya akan terpisah. Liquor yang
dihasilkan dimasukkan ke dalam tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang
sudah dicuci disaring lagi dengan saringan rotary drum filter, kemudian hasilnya
diputihkan dengan kalsium hipoklorit sehingga hasilnya sudah sedikit putih.
Selanjutnya dinetralkan dengan CaO atau NaOH, dicuci dan dikeringkan.
Terbentuklah pulp kering.
2. Proses Soda
Proses ini lebih sederhana daripada proses sulfat karena hanya memakai
NaOH. Kayu yang digunakan bisa dari berbagai macam jenis kayu. Waktu
memasak 2-3 jam dengan memakai uap (tekanan 118lb/in 2 dan temperature
3440F). pulp yang sudah jadi dikeluarkan dari digester. Liquor yang dihasilkan
dimasukkan ke dalam tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang sudah dicuci
disaring dengan saringan rotary drum filter, kemudian hasilnya diputihkan dengan
kalsium hipoklorit sehingga hasilnya sudah sedikit putih. Selanjutnya dinetralkan
dengan NaOH, dicuci dan dikeringkan. Terbentuklah pulp kering.
3. Proses Sulfit
Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau pelebur, kemudian
dipanaskan dalam pemanas yang berputar sambil dialiri udara untuk
mengoksidasi. Dalam pemanasan ini sulfur diuapkan dan selanjutnya dimasukkan

dalam ruang pembakaran dengan dialiri udara. Pengaliran udara ini dikontrol agar
SO3 tidak terbentuk. SO2 terjadi didinginkan dengan cepat dalam suatu pipa yang
melingkar-lingkar yang dikelilingi air. Proses selanjutnya adalah absorbs gas oleh
air dengan menambahkan senyawa kalisum dan magnesium karbonat.
S + O2 SO2
2 SO2 + H2O + CaCO3 Ca(HSO3)2 + CO2
2 SO2 + H2O + MgCO3 Mg(HSO3)2 + CO2
Menara absorbsi dibuat minimal 2 buah. Penguliran air dari atas ke bawah
dengan spray berlawanan dengan aliran SO2 yang dimasukkan ke menara
absorbsi. Liquor yang keluar dari menara berisi sejumlah SO2 yang bebas lalu
dimasukkan dalam reclain tank. Akhirnya liquor dimasukkan dalam digester
sebagai larutan kalsium dan magnesium bi sulfit. Berdasarkan analisa kira-ira
4,5% total SO2 dan 3,5% SO2 bebas.
Digester ini diisi penuh dengan potongan-potongan kayu halus dan asam pemasak
dengan kapasitas dari 1 ton sampai 35 ton serabut kayu dan 3000 sampai 51000
galon asam-asam. Digester dipanaskan secara langsung dengan steam (uap)
dengan tekanan 70-160 lb/in2 tergantung dari jenis kayu yang dipakai. Waktu
yang diperlukan 10-11 jam dengan suhu 1050-1550 C.
Setelah pemanasan dalam digester selesai dan sudah masak, pulp
dikeluarkan dan masuk dalam blowpit dengan diberi air jernih. Dari blowpit ini
pulp dimasukkan, diayak dan seterusnya disaring dengan rotary drum filter untuk
dipadatkan dengan jalan membuang airnya dengan mesin ayakan 80. Kemudian
pulp dimasukkan dalam tanki pemutih dan diputihkan dengna klorin dengan
penambahan cairan kapur sebagai penetralnya. Selesai pemutihan pulp
dimasukkan dalam mesin-chest dan dikeringkan. Selanjutnya dibuat roll-roll
pulp. Sifat pulp memiliki kekuatan tinggi, warna tua, sulit diputihkan, tak dapat
digunakan sebagai bahan dissolving pulp. Kegunaan pulp ini sebagai kertas
bungkus, kertas tulis, kertas cetak, linerboard, dsb.
o Semi-Chemical Pulp Production Process
Semi-chemical pulp process merupakan gabungan metode antara chemical
process dengan mechanical process. Tujuan proses ini adalah menghasilkan

perolehan yang maksimal setara dengan proses tingkat kekuatan dan kebersihan
yang paling baik. Penggunaan dari pulp hasil proses ini adalah lineboard dan
i.

karton. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam proses ini adalah:


Menggunakan larutan kimia untuk menghancurkan dan mencerna kayu. Larutan
kimi yang biasa digunakan adalah NaOh, Na 2CO3, Na2SO4. Dalam proses ini,

ii.

sebagian besar hemiselulosa harus sudah tercerna.


Menghancurkan bahan secara mekanik, salah satu proses terkenal pembuatan pulp
secara semikimia adalah proses Neutral Sulfite Semichemical (NSCC). Proses
pencernaan kayu merupakan proses yang memiliki arti yang sangat penting.
Proses ini diatur sedemikian rupa dengan kondisi terbaik mulai dari temperature,
tekanan, dan larutan kimia.
o Mechanical Pulp Production Process
Pada Proses ini, pulp dibuat dengan tidak memakai zat-zat kimia, cukup
dengan mesin saja tanpa pereaksi-pereaksi kimia. Pembuatan pulp secara mekanis
ini memerlukan biaya yang sangat besar, disebabkan di sini tidak dipakai
pereaksi-pereaksi kimia untuk menghancurkan potongan-potongan kayu yang
akan dijadikan pulp atau kertas secara mudah dan effisien. Sebelumnya kayu
diasah dengan refiner. Pada proses ini, terjadi pemberian tekanan pada kayu
sehingga menghasilkan panas yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara
komponen dalam kayu sehingga fiber terpisah dari lignin. Proses pembuatan pulp
secara mekanik sangat jarang digunakan. Sifat pulp pada proses ini memiliki
kekuatan rendah, pulp cepat jadi kuning, daya retak baik dan opisitas tinggi.
Penggunaan pulp untuk koran, tissue, kertas buku murah.

3. Washing
Proses penyaringan ini ada dua tahap, yaitu penyaringan kasar dan
penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal
cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.
Alat alat yang digunakan dalam proses cleaning adalah :
Magnetic Separator, Magnetic yang bekerja secara magnetic, yaitu memisahkan
kotoran yang mengandung logam seperti serta partikel - partikel lainnya yang
bersifat magnet.
HCC (High Consistency Cleaner) bekerja secara sentrifugal, yaitu memisahkan
kotoran yang ukurannya hampir sama dengan serat berdasarkan berat jenisnya.
4. Oxygen Delignification
Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida
(NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Proses
ini bertujuan sebagai proses pra-bleaching untuk mengurangi bilangan kappa
(kadar lignin sisa), sehingga mengurangi pemakaian bahan kimia pemutih pada
proses pemutihan. Dari proses ini akan dihasilkan pulp berwarna cokelat yang
akan dikirim ke unit bleaching dan filtrat yang dikirim ke unit pengolahan limbah
cair (Effluent Treatment Plant).
5. Bleaching
Bleaching merupakan proses apapun mengubah pulp untuk lebih putih, bersinar,
halus dan mudah menyerap. Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan
tujuan menghilangkan lignin tanpa merusak selulosa.

Apabila pada proses

pemutihan digunakan khlorin, maka dari unit ini akan dihasilkan limbah cair yang
mengandung chlorinated organic compounds yang diketahui sangat berbahaya

terhadap lingkungan. Teknologi bleaching yang digunakan adalah:


Elemental Chlorine Free (ECF)
Pada konsep ECF unsur khlor masih boleh digunakan, tetapi tidak dalam bentuk

Cl2 melainkan dalam bentuk senyawa lain misalnya ClO2.

Total Chlorine Free (TCF)


Pada konsep TCF sama sekali tidak digunakan unsur khlor. Sebagai pengganti
khlorin pada konsep TCF biasanya digunakan oksigen atau ozon.

Chemical pulp menggunakan NaOH dan ClO2 sebagai pemutih.


Semi-chemical pulp menggunakan H2O2 sebagai pemutih.
Mechanical-pulp menggunakan H2O2 dan/atau Na2SO3.

6. Screening
Bundel serat yang lebih kecil dan kotoran lainnya dihilangkan dari pulp
dalam proses penyaringan untuk mendapatkan bubur bersih. Tujuan screening
adalah secara selektif memisahkan bahan-bahan terlarut yang tidak diinginkan
dalam pulp dengan pemisahan secara mechanical. Bahan-bahan yang tidak di
inginkan tersebut diantaranya adalah :
1.

Knots :

bagian kayu yang belum masak, berukuran besar berasal dari kayu

tekan. Dapat kembali dimasak dan kandungan nya 0,5-3% dari hasil blow up.
2.

Debris :

segala sesuatu yang terlihat pada akhir proses pemutihan

atau lembaran yang tidak diputihkan seperti noda gelap pada latar belakang dari
sheet
3.

Shieve : kumpulan dari dua atau lebih fiber-fiber yang tak dapat dipisahkan

selama pemasakan atau dengan aksi mekanik. Shieve dapat mempengaruhi


kekuatan dan sifat-sifat permukaan kertas. Shieve pada pulp chemical mungkin
didefinisikan sebagai kumpulan fiber dengan panjang 1 3 mm dan lebarnya
0,10 0,15 mm
4.

Chop :

Sisa-sisa dari bentuk yang tidak teratur dan biasanya menimbulkan

lebih banyak masalah dalam hard wood. Ini dikarenakan adanya bentuk vesselvessel yang tidak teratur dan cell-cell dalam hard wood.

5.

Dirt :

Noda yang ada di pulp chemical mengandung kotoran partikel

organic dan anorganic.


6.

Bark :

Kulit kayu, kecil, menghasilkan titik gelap pada pulp hasil

bleaching. Tidak dapat di hilangkan di ozon stage.


7.

Others :

Ash, pitch, sand, consentrate, n plastics.

Dalam penyaringan terdapat istilah-istilah tertentu yang penting untuk diketahui


yaitu :
1.

Inlet

: Bahan yang masuk ke dalam mesin saring disebut juga Inject

2.

Accept

: Bahan yang sesuai standar atau lolos saringan

3.

Reject

: Bahan yang tidak sesuai standar

7. Refining
Refining adalah proses penggilingan bubur serat lebih lanjut untuk
menghasilkan bubur serat yang lebih halus. Setelah itu bubur serat tersebut diolah
kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau
pemotong yang berbentuk disc plate.
2.2.2 Proses Pembuatan Paper
1. Paper Making (PPM)
Proses pembuatan paper di PT IKPP Perawang berada pada bagian Paper
Mechine Section (PPM). Proses pembuatan kertas secara umum hampir sama
dengan pembuatan pulp sheet. kertas merupakan lembaran tipis dari pulp yang
telah dicampur dengan bahan kimia penolong guna meningkatkan kekuatan
mekanis kertas. Mesin kertas pada PT IKPP Perawang terdapat lima buah yaiti
PPM 1, PPM 2, PPM 3, PPM 4, dan PPM 5. terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu
Stock Preparation, Paper Machine, dan Finishing.
a. Stock Preparation
Stock Preparation merupakan langkah awal dalam memproduksi kertas.
Stock preparation mempersiapkan bahan baku pembuatan kertas berupa serat
sebelum menjadi lembaran kertas. Proses yang terjadi pada bagian ini adalah:
1.

Pulper (pembuburan).

2.

Pressing.

3.

Screening.

4.

Thickener.

5.

Refining (pengilingan)

6.

Penambahan additive.
Pulp dari Pulp Making sebagian langsung dialirkan untuk di tampung dalam

tangki LBKP (Leaf Bleach Kraft Pulp) sedangkan bahan baku yang berasal dari
NBKP (Nails Bleach Kraft Pulp) ditampung di tangki yang terpisah. Untuk bahan
baku NBKP PT IKPP Perawang mengimpornya dari eropa untuk keperluan
pembuatan kertas, pada komposisi penggunaannya terkait dengan pesanan
dari konsumen. PT IKPP Perawang koposisi pembuatan kertas adalah LBKP
55%, NBKP 18 %, Bahan penolong 22% dan broke atau kertas bekas 5%
Pulp yang disimpan di LBKP tank akan masuk belt press yang bertujuan
untuk membuang sebagian air yang terbawah dari Pulp Mill dan digantikan
dengan air proses PPM 3, kerana air yang dari Pulp Mill sangat banyak
mengandung oxidator yang dapat merusak chemical yang dipakai di proses paper.
Sedangkan pulp NBKP diuraikan menjadi suspensi serat serat tunggal
dihidropulper. Pulper menggunakan arah aliran air dan gaya gesekan antara serat
dengan serat sehingga pulp terurai menjadi serat-serat kecil. Air sisa dari proses
ini akan dialirkan ke belt press tank untuk dikembalikan ke pulp making.
Derajat kebersihan yang di inginkan pulp hasil hidropulper dan belt press
akan di refining. Refining atau pengilingan bertujuan membuat fiber berserabut
sehingga mempunyai daya ikat dengan additive dan strength lebih tinggi. Derajat
giling dari pada fiber disebut Canadian standard freeness (CSF), unit untuk
mengukur derajat freeness adalah ml-CSF. Semakin rendah CSF maka pulp
semakin memiliki tahanan terhadap air atau makin mampu menyerap air. Serat
yang mengalami penggilingan akan melebar dan mempermuda ikatan antar serat,
hal ini berguna dalam meningkatkan kekuatan kertas, setelah direfining pulp akan
masuk proses Thickener.Thickener adalah suatu proces pengentalan dari pada
bubur kertas atau white water dalam process paper machine. Tujuannya adalah
untuk mendapat consistency yang stabil pada process selanjutnya dan pada white
water berguna untuk meningkatkan kualitas white water tersebut.

Bahan pulp yang berasal dari NBKP, LBKP, Wet Broke, dan Dry Broke
akan dicampur di blend chest. Setelah dicampur pulp akan kembali disaring di
Thick Stock Screening. Thick stock screening adalah suatu proces penyaringan
berdasarkan ukuran material bertekanan dan berputar. Tujuannya adalah untuk
memisahkan kotoran yang teradapat dalam system. Setelah itu pulp akan masuk
ke Mixing Chest untuk dicampurkan bahan kimia tertentu. Diantara bahan kimia
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10 Daftar Bahan Kimia Pembuat Kertas
No
1

Chemical
Fixing Agent

Physical

Fungsi

Type : alum/PAC

Untuk

membantu

mengikat

anionic
trash
Bentuk: emulsion White Water.

Sodium

didalam

Warna : brown

Membantu kerja retention aid

Type:NaHCO3

Untuk

BiCarbonate

alkalinity
Bentuk:powder

meningkatkan
agar

total

kerja

AKD

optimal

Warna : white
3

Anti Septic atau Bentuk


Biocide

: Untuk

emulsion

membunuh

atau

mengontrol pertumbuhan MB
dalam system agar tidak terjadi

Warna : brown

slime, scale yang menyebabkan


sheet breaks.

Felt

Bentuk

Conditioning

emulsion

: Untuk menjaga agar felt dalam


keadaan stabil porositynya

Warna : brown
5

Fixing Agent

Type : alum/PAC

Untuk membantu
anionic

trash

mengikat
didalam

Bentuk

: White Water.

emulsion
Membantu kerja retention aid
Warna : brown
6

Cleaner

Type : foam

Untuk

membersihkan

tangki,

pipa yang dilalui bahan.


Bentuk: emulsion
Warna : brown
7

Surface Starch

Type : tapioca

Untuk melapisi permukaan


kertas agar lebih halus, lebih rata

Bentuk : powder

dan tidak mudah terkelupas pada


saat printing dan photocopy

Warna : white
8

SALT

Type : NaCl

meningkatkan elitrostatic
kertas agar ikatan ion tinta

Bentuk : liquid

dengan permukaan kertas lebih


bagus.

Surface

Sizing Type : polymer

Untuk meningkatkan Ink Jet

Agent

printability.
Bentuk

emulsion

meningkatkan daya tahan thd air.

Warna : brown

Memperbaiki Cobb

b. Paper Machine
Paper Machine mempunyai tugas pokok yaitu mengubah pulp dan bahan
kimia addictive menjadi lembaran-lembaran kertas dengan cara mengeringkannya
oleh karena itu proses ini disebut juga wet end. Paper machine mempunyai
bagian-bagian dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu :
1. Wire Part

2. Press Part
3. Dryer part
4. Metering Size Press
5. Calender and Reel
6. Rewinder
Wire part adalah bagian mesin yang berfungsi untuk pembentukan lembaran
kertas dengan cara pelepasan air dengan cara suction (vacuum). Pada bagian ini
terjadi pelepasan air terbesar pada proses paper mesin. Total solid di HeadBox
yang masuk wire dengan konsistensi sekitar 0.8% ~ 1.0% dan keluar dengan
konsistensi sekitar 25% ~ 30%. Air yang keluar dari wire masuk ke bagian Silo
dan air ini akan dipakai untuk proses selanjutnya.
Proses Press Part juga terjadi pelepasan air yang cukup besar. Kertas yang
keluar dari Press part mempunyai total solid sekitar 48% ~ 52%. Pada pagian ini
terjadi proses pressing dan suction (vacuum) untuk mengurangi kadar air.
Ada tiga kali proses pressing :
1. Pada 1st Press.
2. Pada 2nd Press.
3. Pada 3rd Press.
Setelah melewati pressing part maka lembaran kertas akan dikeringkan di
dryer part yang menggunakan udara panas sehinga mengurangi kadar air. multi
dryer machine adalah alat yang berbentuk silinder-silinder pengering yang
berdiameter panjang 4-5 ft.
Bagian Metering Size Press berfungsi untuk melapisi permukaan kertas agar
pori-pori permukaan kertas tertutup sehingga mempunyai derajat kehalusan yang
lebih tinggi (smmothnessnya lebih bagus), meningkatkan kekutan permukaan
kertas dan meningkatkan printability. Sizing dibagi dua yaitu internal sizing dan
eksternal sizing. Bagian inilah yang disebut eksternal sizing sedangkan internal
terjadi saat berada di stock preparation
Bagian Calendering dan Reel berfungsi untuk mengiling permukaan kertas
agar padat, halus dan memiliki ketebalan yang sama. Disini juga terjadi

pengilingan Top dan Bottom. Bagian yang berfungsi untuk mengulung kertas
yang kita produksi .
2. FINISHING
Pekerjaan Finishing adalah tahap akhir dari proses pembuatan produk
kertas, adapun pekerjaan utamanya adalah menetukan ukuran dan mutu kertas ,
serta melakukan penyortiran (sorting) , Penghitungan (counting) , dan pengepakan
(packing). Di PT IKPP Perawang Bagian finishing mempunyai inisial FCP.
Bagian FCP dibagi menjadi beberapa bagian kembali yaitu
1.

FND

: Mempunyai tugas membuat Big Sheet paper, Rol paper, dan Cut

Size paper
2.

CVD : Mempunyai tugas membuat Cut Size paper (A4,A3.B4,B5)

3.

PKD

Mempunyai tugas membuat Packaging Material seperti Box,

Wrapper, P. Agular, dan Paper Core


4.

FMD :

Bagian penunjang finishing diantaranya adalah Maintenance,

Electrical, Mechanical, dan Hydrolic


Metode kerja di seksi Finishing tergantung kepada order kertas yang
dihasilkan , secara garis besar dapat dibagi menjadi :
Order Paper Roll

: Melakukan proses pembungkusan dan pengepakan

Gulungan kertas (roll paper) dari rewinder sesuai order (dipakai untuk rotary
printing)
Order Bigsheet

: Memotong kertas dari bentuk gulungan menjadi lembaran

sheet , melakukan pembungkusan dan pengepakan (dipakai untuk plamographic


printing
Order Cut Size

Memotong kertas bigsheet menjadi cut size (PPC) di mesin

polar (guilotine) biasanya kertas big sheet yang bermasalah


Setelah proses ini selesai maka kertas akan di packaging yaitu bagian yang
membungkus lembaran kertas (Wrapping). Selanjutnya lembaran - lembaran
kertas atau gulungan kertas yang telah dibungkus diberi label oleh bagian
labeling.

2.3 Produk PT. IKPP Perawang Mill


2.3.1

PULP
Pabrik pulp PT. IKPP Perawang memiliki empat lini produksi : ada PM1A

, PM2 , PM8 , dan PM9 dan target produksi harian : 680 ton , 540 ton , 2.000 ton
dan 3.500 ton masing-masing. Ada beberapa proses yang dapat digunakan untuk
memisahkan serat kayu . pulp mekanik , pulp kimia dan termomekanis adalah
terutama proses saat ini . Pabrik pulp Perawang menggunakan Chemical Pulp
dengan Kraft Pulping . Ada dua jenis pulp yang diproduksi yaitu :
1. Pulp kering
Pulp yang telah melalui beberapa proses pembuatan bubur cair menjadi kemasan
bubur yang siap untuk digunakan dalam produk jadi .
2. Pulp basah
Pulp masih cair melalui proses kimia yang diterapkan pada mesin produksi yang
kemudian diolah menjadi pulp kering .
2.3.2

Paper
Ada beberapa jenis kertas yang diproduksi oleh PT. IKPP Perawang

dan setiap kertas yang diproduksi memiliki aplikasi bagi kehidupan sehari hari
antara lain.
1. Briefcard
Format : Lembar besar, Rolls
Ukuran : 140-250 gsm
Penggunaan akhir aplikasi :
Kartu menu, Kartu nama, Kartu ucapan, Brosur, Album foto, Sampul
buku, Tas belanja
2. Cast Coated
Permukaan : Glossy Coated
Format : Lembar besar, Rolls
Ukuran: 80 gsm & 90 gsm
Penggunaan akhir aplikasi :

Aplikasi label lem basah, label minuman, Anggur label, label makanan
kaleng, pembungkus gula premium, Tekanan aplikasi perekat sensitif,
aplikasi seni grafis aplikasi pembungkus premium
3. Kemasan makanan
Permukaan : PE & PE Laminated Non
Format : Lembar , Rolls
Ukuran: 170-250 gsm
Proses cetak : Flexo
Penggunaan akhir aplikasi :
Hot & Cold Drinks, Sup, Noodle Bowl, Ice Cream & Cup Yoghurt
4. Kertas Warna
Potong Ukuran Zat : 70 - 80 gsm Printer inkjet
Penggunaan akhir aplikasi : Fotokopi Kertas Agenda Pemakaian
pribadi.
2.4 Utilitas
Utilitas adalah unit penunjang dalam proses produksi yang bertujuan agar
produksi berjalan lancar. Utilitas penting karena berfungsi menyediakan
kebutuhan-kebutuhan proses produksi seperti air, steam, listrik, serta mengdaur
ulang bahan kimia hasil produksi.
2.4.1 Unit Penyedian Air
Air proses dan air minum diperoleh dari penjernihan air dan pemurnian air
Sungai Siak yang dilakukan oleh bagian Water Supply Section. Penjernihan dan
pemurnian air dilakukan agar air bebas dari warna dan kotoran yang
mencemarinya. Sungai Siak (berjarak kurang dari 2,5 Km dari pabrik)
dipompakan di kanal-kanal buatan yang telah disediakan oleh PT IKPP Perawang.
Kanal-kanal tersebut berjarak 2500 meter ke intake point. Air dari kanal melewati
bar screen dan ditampung di bak penampungan. Fingsinya untuk menyaring
partikel-partikel seperti daun, kayu, ikan dan lainnya. Jenis air yang disediakan
pada water supply section adalah treated water, untreated water, dan pure water.
Model penyedian water treatment terbagi menjadi bentuk lingkaran plant
dan persegi plant. Prinsip nya memerlukan bahan kimia tambahan seperti Cl2

untuk membunuh mikroorganisme jahat di dalam air. proses coagulation dan


flocculation

diperlukan

dalam

meningkatkan

kualitas

air.

coagulation

adalahproses penstabilan muatan koloid dengan menambahkan bahan kimia yang


akan menetralisir muatan negatif. Bahan kimia tersebut dinamakan koagulan,
biasanya garam-garam kationik dengan valensi tinggi (Al3+, Fe3+ dll.) koagulan
yang sering dipakai adalah
1.

Alum

Al2(SO)3 . 14H2O

2.

Ferric chloride

FeCl3 . 6H2O

3.

PAC

Al2 (OH)3 Cl3

4.

Ferric sulfate

Fe2(SO4)2 . 3H2O

5.

Copperas

CuSO4 . 7H2O

6.

Sodium aluminate

Na2Al2O4

Air

yang

talah

melewati

proses

coagulation

akan

di

sedimentasikan.Sedimentasi adalah pemisahan padatan dari air dengan gravitasi.


Teori pengendapan adalah teori pengaruh gaya gravitasi terhadap partikel yang
tersuspensi dalam cairan dengan densitas yang lebih rendah. Setelah
disedimantasikan air tersebut disaring dalam module tube dan melewati bed
filter. Ada dua type Media Filter yaitu:
1

Media saringan sangat halus (micron) misalnya (kertas saring, kain, dll)

Media Granular yaitu pasir silica, anthracite, garnet.

Air yang sudah melewati proses ini dapat dipakai menjadi air proses dan untuk air
minum.
Pada Untreated water hanya dilakukan proses penyaringan dalam bed filter
dan dipakai untuk untuk air pada cooling water. Air yang di umpankan ke boiler
harus memenuhi kualitas khusus untuk menghindari kerusakan didalam boiler. Air
tersebut dipakai untuk menghasilkan pure water. Air disaring terlebih dahulu
dengan active carbon kemudian di lewakan dalam kolom penukar ion secara
bertahap yaitu melalui cation exchange resin tower, anion exchange tower, dan
terakhir mixed bed. Ciri-ciri pure water yang baik adalah

1.

Tidak menimbulkan kerak

2.

Tidak menimbulkan korosi pada pipa boiler

3.

Tidak menimbulkan busa

2.4.2 Unit Penyedia Steam


Kebutuhan steam dipenuhi oleh recovery boiler dan sebagian lain nya dari
multi fuel boiler. Perbedaannya terdapat pada bahan bakarnya, pada multi fuel
boiler bahan bakarnya menggunakan kulit kayu, dust, pin, dan chip yang reject
dari bagian WP. Sedangkan recovery boiler menggunakan heavy black liquor.
Pada boiler air yang dipergunakan adalah pure water. Air sebagai bahan baku
dipanaskan sehingga menghasilkan uap panas (Steam), steam bertekanan tinggi
(Tekanan 60 bar) dan menengah (MPS dan HPS) akan dikirim ke turbin generator
untuk menghaslkan listrik. Listrik akan dialirkan ke unit-unit yang membutuhkan
seperti Pulp Making (PM), Pulp Machine (MC), dan lain-lain. Steam yang
bertekanan tinggi dapat di ubah menjadi steam bertekanan rendah dengan
menggunakan reducing valve.
2.4.3 Unit Penyedia Energi Listrik
Unit penyedia listrik di PT IKPP, Tbk Perawang berasal dari recovery boiler.
Steam bertekanan tinggi yang di hasilkan Recovery boiler akan menggerakkan
turbin generator dan mengubahnya menjadi energi listrik.Boiler adalah suatu
bejana tertutup yang bertekanan, dimana air di ubah menjadi uap dengan
pemberian panas. Uap panas lanjut ini memiliki banyak keunggulan karena dapat
ditransmisikan pada jarak yang jauh dengan kerugian panas yang sedikit,
mengandung energi panas yang lebih tinggi, serta dapat mengurangi dampak erosi
pada sudu-sudu turbin karena kandungan air pada uap telah dieliminir.
Selain memanfaatkan turbin generator, PT IKPP, Tbk Perawang juga
menggunakan diesel generator sebagai cadangan pembangkit listrik. PT IKPP
menyediakan listriknya sendiri untuk berbagai keperluan. Diantaranya adalah :
1. Proses produksi pabrik
2. Penerangan fasilitas pabrik (Kantor, taman, jalan)

3. Listrik di perumahan karyawan (KPR 1 dan KPR 2)


4. Bengkel
Berikut adalah gambaran umumm listrik yang ada di lingkungan pabrik
1.

Distribusi jaringan listrik berasal dari Turbin Generator dan Diesel

Generator
2.

Area distribusi melingkupi pulp mill, paper mill, mill sate, dan lain-lain

3.

Sistem frekuensi antara 50-60 Hz

4.

Tangan distribusi 33 KV sampai dengan 220 KV. Untuk kelengkapan

distribusi listrik di lokasi, pabrik dilengkapi berbagai alat proteksi dan pemutus
arus.
2.5

Pengolahan Lingkungan
Limbah cair dari seluruh proses produksi yang tidak bisa di pergunakan

kembali akan diproses di tiga unit pengelolaan limbah yang menggunakan sistem
pengelolaan biologis. Masing-masing unit pengelolaan limbah mempunyai
kapasitas sebesar EN-2 = 80000 m3/hari, EN-8 = 50000 m3/hari. Dan EN-9 =
80000 m3/hari.
Fungsi dari bagian pengelolaan limbah adalah menurunkan total suspended solid
(TSS), BOD, COD, dan pH. Adapun tahap-tahap pengelolaan air limbah adalah
1. Penyaringan
2. Pengelolaan secara fisika dengan primary clarifier
3. Pengelolaan seara biologi dengan sistem aerated lagoon
4. Pengelolaan lumpur
Air limbah unit peroduksi pulp mengalir langsung ke unit pengelolaan
limbah. Air yang masuk tersebut langsung disaring di bar screen untuk menyaring
kotoran-kotoran besar seperti sampah. Air hasil penyaringan tersebut dialirkan ke
dalam tengki ekualisasi didalam tangki ekualisasi kecepatan aliran distabilkan.
Kestabilan aliran ini berfungsi agar pengelolaan airlimbah tidak terganggu oleh
lonjakan aliran effluent yang berfluktuasi secara tiba-tiba.
Air dari ekualisasi,akan di alirkan ke dalam tanki pembagi aliran
(Diversion tank). Pada diversion tank aliran dibagi secara merata kedalam tiga

buah primary clarifier. Didalam clarifier padatan-padatan tersuspensi dari air


limbah akan akan mengendap. Dan air yang sudah dipisahkan dari sedimennya
dialirkan ke overflow.
Padatan endapan dikumpulkan ditengah yang berbentuk kerucut dengan
menggunakan pengeruk. Dan kemudian dipompakan kedalam thickneker untuk
dikentalkan. Setelah sludge mengental, sludge tersebut akan dialirkan ke belt
press sehingga sludge benar-benar kering dan padat.
Air limbah yang sudah dipisahkan secara overflow kemudian akan
dialirkan ke buffer tank. Didalam buffer tank ini pH akan di ukur dan di atur
menjadi netral dengan penambahan larutan kimia asam dan basa. Air limbah yang
sudah di netralkan akan di pompakan ke cooling tower atau aurated lagoon untuk
didinginkan sehingga temperatur akan menjadi 38oC. Tujuannya adalah agar
bakteri yang digunakan dapat hidup. Bakteri-bakteri tersebut nantinya
akan digunakan untuk menguraikan zat - zat organik yang terdapat didalam air
limbah.
Aurated lagoon merupakan sebuah kolam empat persegi panjang yang
besar dengan beberapa mekanikal surface aerator. Aerator ini akan mencampur
atau mamasukkan udara ke dalam limbah cair. Sebagai upaya untuk
mempertahankan bakteri, ditambahkan nutrisi seperti urea dan fosfat yang
diperlukan bagi kehidupan bakteri. Setelah 17 - 19 jam di aerated lagoon, limbah
akan dialirkan ke secondary clarifier.
Secondary

claryfier

akan

memisahkan

lumpur-lumpur flok hasil

pengolahan biologis dengan cairan limbah yang bersih. Lumpur di kirim ke sludge
tickener sedangkan cairannya akan dikeluarkan ke sungai Siak.
Lumpur tersebut dipekatkan. Dan cairan sisa perasannya akan dipompakan
ke Equalizing Tank. Sedangkan endapan lumpur pekat akan di alirkan ke Sludge
Tank. Lumpur dari Sludge Tank akan dipompakan ke belt press untuk diperas
kembali. Air perasannya akan dialirkan ke equalizing tank seperti dijelaskan
sebelumnya. Dan hasil sludge akhirnya akan ditampung sebagai pupuk.
Perbandingan air limbah sebelum dan sesudah diolah adalah sebagai berikut
Tabel 5.1 Perbandingan air limbah sebelum diolah dengan syarat mutu air limbah

No Parameter

Limbah sebelum di Limbah setelah diolah


olah

Ph

5-7

6-9

Temperatur

45 - 50oC

38 oC

TSS

850 mg/L

< 400 mg/L

COD

1400 mg/L

< 300 mg/L

BOD

460 mg/L

< 150 mg/L

Total Alkali

50 g/L

0,5 mg/L

(Sumber : Laboratorium Seksi Enviromental PT IKPP Perawang dan keputusan


menteri kependudukan dan lingkungan hidup tahun 1998 tentang syarat mutu air
limbah)

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan hasil kerja praktek di PT. Indah Kiat Pulp &

Paper,Tbk Perawang Mill diperoleh kesimpulan sebagai berikut :


1. PT. Indah Kiat Pulp & Paper. Tbk Perawang Mill memproduksi kertas
terbesar di ASIA.
2. Memiliki kualitas pulp dan paper yang sudah memenuhi standar sesuai
dengan pemesanan.
3. Dalam memproduksi kertas, PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk
Perawang Mill cukup efisien dalam penghematan bahan baku karena
menggunakan kembali kertas yang rusak (broke paper) dan
penggunaan kembali air produksi.
4. Pengujian dari bahan baku dan bahan penunjang kertas bertujuan
untuk menghasilkan produk kertas dengan standar yang berkualitas.

5. Dalam proses produksi ditemukan kendala seperti putusnya kertas


karena terdapat kotoran atau lubang kecil yang terdapat dibagian wet
3.2

end ataupun dry end.


Saran
Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai proses produksi pada PT.

Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Perawang Mill, hal-hal yang dapat disarankan
sebagai berikut :
1. Perlu adanya penegasan kepada karyawan yang tidak menggunakan alat
pelindung diri di area pabrik.
2. Membuat produk yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan.
3. Memberikan training dalam tiga bulan sekali kepada karyawan guna
meningkatkan SDM dan daya saing karyawan.

PT. INDAH KIAT PULP & PAPER TBK. PERAWANG MILL

BUSINESS PROCESS MAPPING

Chemical
Plant

Raw Wood

Debarking
& Chipping

Pulp
Making

Pulp
Machine
Paper
Machine

Evaporator

Raw Water

Converting &
Finishing
Filtration

Treatment

Purification

Boiler

Recovery
Boiler

Causticizing

Effluent
Treatment

Lime
Make-up

Supporting Department

Tra

Paper
Warehouse

Tra

Boiler

P
r
o
c
e
s
s

Mechanical, Electrical &


Instrumentation Maintenance

Pulp
Warehouse

Power Generating

Lime Kiln

Purchasing

Mill
Steam

Warehouse

Mill
Power

Material
Management

General
Affairs

In