Anda di halaman 1dari 73

ANALISIS POTENSI DAYA TARIK WISATA MAKAM

AGUNG DESA PAREMONO


(STUDY KASUS DI DESA PAREMONO DAN DINAS PARIWISATA DAN
KEBUDAYAAN KAB. MAGELANG)

Laporan Praktek Kerja Lapangan


Untuk Strata-1 Kepariwisataan Jurusan Hospitality dan Pariwisata

Diajukan Oleh :
Rendi Redona
NIM : 511100081
Jurusan : Hospitality dan Pariwisata

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMPTA


YOGYAKARTA
2014

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktek Kerja Lapangan
Untuk Strata-1 Kepariwisataan Jurusan Hospitality dan Pariwisata

ANALISIS POTENSI DAYA TARIK WISATA MAKAM


AGUNG DESA PAREMONO
(STUDY KASUS DI DESA PAREMONO DAN DINAS PARIWISATA DAN
KEBUDAYAAN KAB. MAGELANG)

Disusun oleh
Rendi Redona
NIM : 511100081
Jurusan Hospitality dan Pariwisata
Telah di pertahankan kepada penguji
pada tanggal .......................... 2014

Laporan Praktek Kerja Lapangan telah ini disetujui oleh Panitia Penguji Laporan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) Jurusan Hospitality dan Pariwisata

Pembimbing PKL

Mengetahui
Ketua Jurusan Hospitality

Dra. Heni Susilowati,MM

Nikasius Jonet S. Sos, M.Si.

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum.Wr.Wb. Syukur alhamdulillah penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat- Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penulisan Laporan PKL ini. Laporan PKL ini adalah sebagai
tugas dalam memenuhi salah satu persyaratan memperoleh Strata-1
Kepariwisataan jurusan Hospitality dan Pariwisata di STP AMPTA Yogyakarta.
Dalam penulisan Laporan PKL ini penulis banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak sejak awal sampai akhir penyusunan. Untuk itu perkenankan
penulis menghanturkan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. Nikasius Jonet, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Hospitality STP
AMPTA Yogyakarta yang telah memberikan pengarahan dan saran yang
berharga bagi penulis.
2. Ibu Dra. Heni Susilowati, MM selaku Dosen Pembimbing I yang selalu
memberikan bimbingan kepada penulis selama ini.
3. Bapak Drs. Santoso, MM selaku Ketua STP AMPTA Yogyakarta.
4. Bapak Drs. Dian Setia Dharma, MM selaku Kepala Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Magelang yang telah memberi izin kepada penulis
melakukan PKL di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang.
5. Ibu Mundariyah, SE selaku Kepala Bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang yang telah
memberi izin kepada penulis melakukan PKL di Bidang Obyek, Sarana
dan Jasa Wisata.

6. Ibu Sari Umi Handayani selaku Kades Paremono dan Bapak Widodo, SPd
selaku Pengurus Makam Agung Paremono yang telah mengizinkan
melakukan survey mengenai Analisis Potensi Daya Tarik Wisata.
7. Bapak Moch Haryadi, S.Sos, MT selaku Kasie Obyek Wisata, Bu Titik
Yuliati, Bchk selaku Kasie Sarana dan Jasa Wisata, Bapak Agus Munir
KHZ dan jajaran staf fungsional lainnya Bidang Obsarjas Wisata yang
telah membimbing dan memberikan informasi kepada penulis dalam masa
PKL di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.
8. Seluruh Staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang yang
telah membantu dalam kelancaran PKL.
9. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan serta
semangat yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
Semoga amal kebaikan yang telah mereka berikan kepada penulis mendapat
balasan dan pahala dari Allah SWT. Amin.
Penulis menyadari bahwa Laporan PKL ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu saran dan masukan sangat penulis hargai. Akhirnya semoga Laporan
PKL ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak yang
membutuhkan. Wassalamualaikum.Wr.Wb.
Magelang,

03 September 2014
Penulis
Rendi Redona

DAFTAR ISI
Hal.

HALAMAN JUDUL .........i


HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................................ii
KATA PENGANTAR ..........................................................................................iii
DAFTAR ISI .........................................................................................................v
DAFTAR TABEL ..................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................
viii
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..............................................................................1
B. Rumusan Masalah .........................................................................4
C. Tujuan PKL ...................................................................................4
D. Batasan Masalah ...........................................................................5
E. Manfaat PKL ..................................................................................5
F. Teorisasi ........................................................................................6
G. Metode Penulisan ......................................................................... 12
GAMBARAN UMUM OBYEK PKL

A. Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.............15


1. Sejarah .....................................................................................15
2. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi..................................... 19
3. Visi, Misi dan Tujuan ..............................................................20
4. Fasilitas ....................................................................................22
5. Struktur Organisasi ..................................................................24
6. Rincian Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural ..........................26
B. Profil Bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata ........................... 47
1. Seksi Sarana dan Jasa Wisata ....................................................
48
2. Seksi Obyek Wisata ..................................................................49
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN KEGIATAN PKL
A. Hasil Survei Lokasi Penelitian ..................................................... 53
1. Profil Singkat Desa Paremono .................................................53
2. Kondisi Obyek Penelitian Makam Agung Paremono ..............54
3. Potensi ......................................................................................56
4. Pasar Wisatawan Daya Tarik Wisata Makam Agung
Paremono .................................................................................58
B. Pembahasan ................................................................................. 61
1. Analisis Kekuatan dan Kelemahan ..........................................61
2. Analisis Peluang dan Ancaman ...............................................62
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................65
B. Saran ............................................................................................. 66
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................67

DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.1

Data Perkembangan Pengunjung Obyek Wisata Kabupaten

Tabel 2.1

Magelang ........................................................................................ 2
Identifikasi Cakupan Wilayah Destinasi Pariwisata di Kabupaten

Tabel 3.1

Magelang ........................................................................................ 49
Identifikasi Lima Unsur Penting Daya Tarik Wisata di Makam

Agung Paremono ............................................................................ 56


Tabel 3.2 Data Perkembangan Jumlah Pengunjung Taman Wisata Candi
Borobudur ..........................................................................................59
Tabel 3.3 Data Jumlah Pemasukan Kotak Amal Makam Agung Paremono .... 60

DAFTAR GAMBAR

Hal.
Gambar 2.1

Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten

Gambar 2.2
Gambar 2.3

Magelang ........................................................................................
18
Kantor TIC Borobudur ...................................................................23
Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Gambar 2.4
Gambar 2.5

Kabupaten Magelang .......................................................................


25
Struktur Organisasi Bidang Obyek Sarana dan Jasa Wisata.............
47
Skema Tahapan Proyek Pengadaan Barang dalam Seksi
Sarana dan Jasa ................................................................................
48

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pariwisata sekarang ini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di


berbagai lapisan bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Pariwisata juga
mengenalkan potensi sebagai instrumen untuk meningkatkan upaya
pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat, baik melalui ekonomi
maupun sosial budaya masyarakat. Sehingga dalam pengembangannya harus
dilakukan dengan serius bagi pihak-pihak yang terkait yaitu masyarakat,
pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Sesuai dalam UndangUndang Nomor 10 tahun 2009, yang di maksud Pariwisata adalah berbagai
macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang
disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah
(UU Kepariwisataan No.10 Tahun 2009).
Kabupaten Magelang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.
Ibu kotanya adalah Kota Mungkid. Potensi pariwisata yang menyebar tidak
hanya di kompleks Candi Borobudur sebagai monumen tunggal tujuan
wisata, tetapi banyak daya tarik lainnya di Kabupaten Magelang yang
dikelola oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari kondisi pasar wisatawan selama
4 tahun terakhir (periode 2010 2013) di Daya Tarik Wisata yang dikelola
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magelang mengalami pertumbuhan yang
signifikan.

Tabel 1.1
Data Perkembangan Pengunjung
Obyek Obyek Wisata Kabupaten Magelang
Tahun
2008

Jumlah
2.788.300

2009
2010
2011
2012
2013
Sumber

3.125.689
2.924.307
2.649.629
3.540.329
3.909.593
: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Magelang, 2014

Dengan gambaran tingkat pertumbuhan kunjungan wisatawan tersebut, dapat


menjadi indikasi positif serta peluang yang lebih kuat bagi pengembangan
pariwisata di masa yang akan datang bagi pemerintah daerah khususnya
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang sebagai penopang
penting di daerah ini.
Salah satu asset penting bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Magelang ialah Potensi Daya Tarik Wisata Desa baik dari
pengelolaan berbasis alam, budaya, maupun wisata buatan. Wisata Desa yang
saat ini lebih trend disebut Desa Wisata banyak berkembang dan dituntut
memiliki kekuatan sehingga layak untuk dijual kepada wisatawan. Menurut
Sujarwati, Desa Wisata adalah pariwisata yang dimotori oleh masyarakat
pedesaan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pedesaan itu sendiri dan
desa wisata muncul karena desa itu memiliki potensi atau kekayaan yang
dapat atau layak untuk dijual oleh masyarakatnya sendiri kepada wisatawan
(Sujarwati, 2007: 5).
Selain desa wisata, daya tarik wisata ziarah banyak juga dikembangkan
di desa yang memiliki daya tarik tersebut dan dikunjungi oleh para wisatawan
dengan pengelolaan yang baik. Sebagai contoh, kawasan wisata spiritual
makam raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, yang menempati area luas

yang asri dan terawat dengan baik. Begitu pula dengan makam raja-raja
Mangkunegaran di Istana Giri Tunggal, Matesih, Jawa Tengah. Nilai-nilai
budaya didalamnya masih bisa dinikmati oleh para peziarahnya, berkat
pengelolaannya. Masih banyak daya tarik wisata ziarah yang terkenal lainnya,
seeprti makam raja-raja Demak, makam Sunan Kalijaga, dan Magelang
sendiri juga memiliki tujuan wisata ziarah yang sudah terkenal yaitu makam
Raden Santri desa Gunungpring, Muntilan yang dikelola pihak setempat
nampak selalu ramai di kunjungi oleh jamaah yang datang dari luar daerah.
Desa paremono yang merupakan sebuah desa agraris dan potensial bagi
pengembangan pariwisata desa, berada di kecamatan Mungkid. Saat ini
masyarakat banyak bertumpu dari hasil pertanian semata. Potensi yang
sebenarnya dikandung di wilayah desa Paremono dirasa tenggelam, akibat
semua perhatian ditujukan ke Borobudur dan desa desa wisata terdekat di
sekitar Candi sebagai monumen tunggal. Desa Paremono terletak tidak jauh
dari aksesbilitas menuju Taman Wisata Candi Borobudur, sekitar tiga
kilometer arah Timur Laut. Tarikan wisatawan dari lokasi candi sebenarnya
dapat dimanfaatkan sebagai captive market tersendiri oleh pelaku pariwisata
di desa ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan kedepannya. Salah
satu alternatif kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan
sebagai daya tarik pendamping tujuan wisata Candi Borobudur adalah wisata
ziarah.
Berdasar pada uraian di atas, maka dibutuhkan perencanaan dan
pengelolaan kawasan potensial Desa Paremono menjadi kawasan atraksi

sejarah/ wisata ziarah sebagai upayanya dalam diversivikasi daya tarik


kawasan. Selain itu, dalam rangka mengembangkan Kabupaten Magelang
agar berkembang lebih merata sehingga potensi kepariwisataan yang ada pada
destinasi ini mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah wisatawan
di masa yang akan datang. Berdasarkan penjelasan di atas dan didukung
dengan data sejarah serta observasi langsung ke Desa paremono, maka
penulis mengambil judul, ANALISIS POTENSI DAYA TARIK WISATA
MAKAM AGUNG DESA PAREMONO, study kasus di dinas pariwisata
dan kebudayaan kab. Magelang dan desa Paremono.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas sebagai upaya awal salah satu proses
proses perencanaan untuk dijadikan rekomendasi bagi pihak terkait terhadap
potensi yang ada di desa Paremono adalah, Bagaimana analisis potensi daya
tarik wisata terhadap Makam Agung Desa Paremono?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari laporan PKL ini adalah ingin mengetahui analisis
potensi daya tarik wisata di Makam Agung Desa Paremono yang merupakan
salah satu proses dari wilayah perencanaan pariwisata di Bidang Obyek,
Sarana dan Jasa (Bidang Obsarjas) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Magelang yaitu praktek pekerjaan analisis potensi pariwisata.
D. Batasan Masalah
Untuk menganalisis potensi yang tepat dalam rangka mencapai tujuan
yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan analisis SWOT (Strength,
Weaknesses, Opportunity, Threats) atau Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan

Ancaman. Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland dalam New Weave
(2002:170) dan Schuler (1986), analisis SWOT adalah instrument
perencanaaan strategis yang klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja
kekuatan dan kelemahan dan kesempatan ekternal dan ancaman, instrument
ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk
melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa
yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.
E. Manfaat PKL
Selain mempunyai tujuan, laporan PKL ini juga mempunyai manfaat.
Manfaat laporan PKL ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang dan Pihak
Desa Paremono.
a. Sumbangan referensi mengenai Potensi Daya Tarik Wisata Makam
Agung Desa Paremono.
2. Bagi Lembaga STP AMPTA Yogyakarta
a. Sebagai ukuran keberhasilan mahasiswa dalam menyerap ilmu dan
menerapkan di dunia kerja.
b. Sebagai referensi mengenai gambaran Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Magelang dan Potensi Makam Agung Desa
Paremono.
3. Bagi Mahasiswa,
a. Memperdalam wawasan dan tingkat kemampuan berpikir mahasiswa
sehingga mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh
selama pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta
terhadap dunia kerja yang sesungguhnya;
b. Memperoleh pengalaman kerja secara langsung sehingga dapat
digunakan sebagai bekal bagi mahasiswa ketika terjun di dunia kerja.
F. Teorisasi
1. Pengertian Pariwisata

Istilah pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta, yang terdiri dari


Pari dan Wisata. Pari yang berarti berulang-ulang, sedangkan Wisata
adalah perjalanan atau bepergian. Menurut Norval dari Inggris, wisata
adalah kegiatan yang berhubungan dengan masuk, tinggal dan
bergeraknya penduduk asing di dalam atau luar suatu negara atau wilayah
(M. Kesrul, 2003 : 3).
Pariwisata dapat diartikan perjalanan yang dilakukan secara
berulang-ulang dendan mengunjungi satu tempat ke tempat lain. UndangUndang Nomor 10 tahun 2009, yang di maksud Pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta
layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan
pemerintah daerah (UU Kepariwisataan No.10 Tahun 2009).
2. Daya Tarik Wisata dan Wisata Ziarah
Undang - undang No. 10 tahun 2009 pengertian mengenai daya tarik
wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan
nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil
buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
Sedangkan Wisata Ziarah berasal dari bahasa Arab yang berarti
kegiatan yang berhubugnan dengan mengunjungi sesuatu yang dihormat,
seperti tertulis dalam Indonesian Heritage yang mengatakan bahwa, The
term Ziarah (from the Arabic visit), is used to refer to such activities
(Indonesian Heritage, 1996: 34). Sedangkan penulis lain menyatakan
bahwa, ziarah is an act of piety believed to piety believed to provide

Gods blessings in this world and on the day of judgment (Jamhari,


1996).
Wisata ziarah (pilgrimage tourism) adalah jenis pariwisata dimana
tujuan perjalanan yang dilakukan adalah untuk melihat atau menyaksikan
upacara-upacara keagaamaan (Yoeti, 1996). Pengertian tentang wisata
pilgrimage juga dikemukakan oleh Bali Travel News 2008 dalam
Susanty (2009) di tesisnya dimana wisata spiritual adalah salah satu
kegiatan minat khusus, yaitu perjalanan wisata menuju tempat-tempat
suci untuk melaksanakan kegiatan spiritual berupa sembahyang, yoga,
meditasi, konsentrasi, dekonsentrasi, dan istilah lainnya sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Pendit (1999:42-48 ) menyatakan bahwa wisata pilgrm adalah
sebagai jenis wisata yang sedikit banyak dikaitkan dengan agama,
sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam
masyarakat, wisata pilgrim banyak dilakukan oleh perorangan atau
rombngan ke tempat-tempat suci, ke makam-makam orang besar atau
pemimpin yang diagungkan.
3. Kawasan Strategis Pariwisata
a. Pengertian Kawasan Strategis Pariwisata
Berdasarkan Undang Undang RI Nomor 10 tahun 2009
tentang kepariwisataan, Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) adalah
kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki
potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh
penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi,

sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung


lingkungan hidup, serta pertahaan dan keamanan.
b. Tujuan pembentukan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) dalam
RIPPDA Kab Magelang (2013), meliputi:
1) Mengembangkan keragaman atau diversifikasi produk
2) Mengorganisasikan destinasi wisata dalam sistem distribusi dan
pengembagan terpadu dan saling mendukung
3) Mendistribusikan kunjungan wisatawan secara merata dengan
keunikan daya tarik masing masing kawasan.
4. Potensi Wisata
Potensi wisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan
dapat diraba, maupun yang tidak dapat diraba, yang digarap, diatur dan
disediakan sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat atau
dimanfaatkan atau diwujudkan sebagai kemampuan, faktor dan unsur
yang diperlukan atau menentukan bagi usaha dan pengembangan
kepariwisataan, baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun layanan
jasa (R.S.Damardjati, 2001:35).
5. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata
Perencanaan kepariwisataan baik lingkup lokal, regional, nasional,
bahkan internasional hendaknya menggunakan prinsip-prinsip, sebagai
berikut (Yoeti, 2008:43):
a. Perencanaan pengembangan kepariwisataan harus merupakan satu
kesatuan dengan pembangunan regional atau nasional dari
pembangunan perekonomian negara.
b. Menghendaki pendekatan terpadu (integrated approach) dengan
sektor-sektor lainnya.

c. Harus di bawah koordinasi perencanaan fisik daerah secara


keseluruhan.
d. Perencanaan fisik daerah untuk tujuan wisata harus berdasarkan
suatu studi yang khusus dibuat untuk itu dengan memperhatikan
perlindungan terhadap lingkungan.
e. Perencanaan fisik suatu daerah untuk tujuan wisata harus didasarkan
penelitian yang sesuai dengan lingkungan alam sekitar dengan
memperhatikan faktor geografi yang lebih luas dan tidak meninjau
dari segi administrasi saja.
f. Rencana dan penelitian yang berhubungan dengan pengembangan
kepariwisataan pada suatu daerah harus memperhatikan faktor
ekologi daerah yang bersangkutan.
g. Tidak hanya memperhatikan masalah dari segi ekonomi saja, tetapi
tidak kalah pentingnya memperhatikan masalah sosial yang mungkin
ditimbulkan.
h. Untuk daerah yang dekat dengan industri perlu diperhatikan
pengadaan fasilitas rekreasi dan hiburan di sekitar daerah yang
disebut sebagai pre-urban.
i. Pengembangan pariwisata perlu memperhatikan kemungkinan
peningkatan kerjasama yang saling menguntungkan.
Menurut M. Ridwan (2012: 56), proses perencanaan pengembangan
pariwisata mencakup beberapa tahapan proses dasar, yaitu:
a. Studi Persiapan, studi persiapan mencakup penyusunan Kerangka
Acuan Kerja (KAK) dan organisasi pelaksana.
b. Penetapan Tujuan dan Sasaran
c. Survey
Melakukan survey dan inventarisasi terhadap:

1) Potensi dan obyek wisata, fasilitas pendukung, transportasi dan


infrastruktur;
2) Pasar wisatawan;
3) kondisi yang terjadi saat ini dan karakteristik kawasan yang
akan direncanakan.
d. Analisis dan sintesis
e. Formulasi kebijakan dan perencanaan
f. Perumusan rekomendasi.
Pengembangan pariwisata harus merupakan langkah yang
komperhensif dan terintegrasi, meliputi lima unsur yang penting
(spillane, 1994 : 69) yakni :
a.
b.
c.
d.
e.

Atraction (adanya pertunjukan yang menarik para wisatawan),


Facilities (adanya fasilitas-fasilitas yang diperlukan),
Infrastructure (adanya infrastruktur yang diperlukan),
Transportation (adanya jasa pengangkutanyang nyaman) dan,
Hospitality (kesediaan untuk menerima tamu dengan ramah dan
mengesankan).

Keberhasilan dalam pengembangan suatu tempat agar menjadi daerah


tujuan wisata harus dilakukan dengan pendekatan lima unsur di atas.

G. Metode Penelitian
1. Lokasi dan Waktu
Lokasi PKL di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang, Jalan Soekarno Hatta, Kota mungkid, Kabupaten Magelang
dan Makam Agung Paremono di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid
Kabupaten Magelang sebagai obyek kajian penelitian. Sedangkan waktu
PKL dilakukan mulai tanggal 09 Juni 2014 s.d 09 Agustus 2014.
2. Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai prosedur


penelitian, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati (Bogdan dan Taylor dalam
Moleong, 2005: 4).
Tipe penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu untuk
memperoleh gambaran mengenai situasi dan kejadian dengan
mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan
pengujian hipotesis (Moleong, 2005: 7). Teknik pengumpulan sampel
dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik
mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar criteria-kriteria tertentu
yang dibuat periset berdasarkan tujuan riset. (Kriyantono, 2006: 158).
Penulis memilih 2 informan yaitu pihak terkait yaitu Pengurus Makam
Agung Paremono dan Kades Paremono, dan informan pendukung dari
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Magelang.
3. Tehnik Pengumpulan Data
a. Observasi
Yaitu metode yang pertama yang digunakan dalam melakukan
penelitian ilmiah. Pengamatan sebagai cara penelitian menuntut
dipenuhinya syarat-syarat tertentu yang merupakan jaminan bahwa
hasil pengamatan memang sesuai dengan kenyataan yang menjadi
sasaran perhatian penelitian (Kontjaraningrat, 1983 : 18 ). Oleh dasar
itulah, peneliti mengamati serta meneliti langsung keadaan fisik
obyek, potensi yang dimiliki dengan menganalisis SWOT.
b. Wawancara

Wawancara dilakukan terhadap informan dalam kegiatan PKL


dan lokasi penelitian di Desa Paremono. Dalam hal ini informan
yang berhubungan dengan kegiatan PKL adalah Bpk Agus Munir
selaku Seksi Sarana dan Jasa Wisata di Bidang Obyek, Sarana dan
Jasa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.
Sementara itu informan ketika melakukan penelitian di Desa
Paremono penulis menentukan informan pemangku kepentingan
(stakeholders) sebagai informan kunci yaitu Bapak Widodo, SPd dari
pengurus Makam Agung Paremono atas rekomendasi izin dari pihak
pemerintah Desa Paremomo. Wawancara yang digunakan adalah
wawancara terstruktur dimana penulis menyiapkan terlebih dahulu
daftar pertanyaannya.

c. Studi Pustaka
Data yang diperoleh dengan mencari sumber-sumber dan data
dari buku buku, juga membaca jurnal di internet dan web web
yang dapat di percaya dan dipertanggungjawabkan.
d. Studi Dokumentasi
Dokumen - dokumen yang penulis gunakan adalah berupa
sumber sumber data berupa Surat Keputusan yang berhubungan
dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang, PETA
desa Paremono yang didapatkan di Kantor Kelurahan Desa
Paremono dan mengenai Rencana Induk Pengemabangan Pariwisata

Kabupaten Magelang (RIPPDA) yang penulis dapatkan dari Dinas


Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang.

BAB II
DESKRIPSI OBYEK PKL
A. Dinas Pariwisata Dan Kebudayaankabupaten Magelang
1. Sejarah
Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang
merupakan instansi teknis pelaksana pembangunan daerah dan
penyelenggaraan pemerintahan di bidang kepariwisataan dan
kebudayaan. Berdiri sejak tanggal 23 Februari 1984 berdasarkan PP No
21 Tahun 1982 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat
II Magelang dari wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang ke

Kota Mungkid sebagai Ibu Kota Magelang (Lembaran Negara Tahun


1982 Nomor 36).
Sejarah pemindahan Ibukota Magelang yang pernah terjadi sebagai
berikut:
a. Sebelum kemerdekaan kedudukan Pemerintah Kabupaten Magelang
berada di ibu kota Kabupaten Magelang yaitu Kota Magelang.
b. UU No.22 Tahun 1948, menegaskan bahwa ibu kota Kab. Magelang
adalah Kota Magelang.
c. Selama Revolusi Kemerdekaan berlangsung, kedudukan Pemerintah
Kabupaten berpindah-pindah dari tempat pengungsian satu, ketempat
pengungsian lain. Berturut-turut Kantor Bupati Magelang pindah
dari Kota Magelang ke Dusun Clebung, Desa Soronalan, Kec.
Sawangan, kemudian berpindah ke Dusun Manggoran, Kec.
Mertoyudan, kemudian berpindah di wilayah Kecamatan Mungkid,
di Desa Bojong. Saat mendekati akhir masa Revolusi Kantor Bupati
berpindah di wilayah Kecamatan Muntilan di Desa Jumbleng,
Setelah keadaan aman kembali lagi ke Kota Magelang.
d. Berdasarkan Undang-undang No .13 Tahun 1950 Kota Magelang
diberi hak untuk mengatur Rumah Tangga sendiri. Dengan demikian
di Kota Magelang berpusat empat Badan Pemerintahan yang
memiliki fungsi yang berbeda, yaitu: Pemerintah Kota Magelang,
Pemerintah Kabupaten Magelang, Kantor Karesidenan kedu, dan
Akademi Militer. Karena fakta-fakta tersebut maka masalah
kepadatan Kota Magelang tidak terhindarkan. Disisi lain sesuai
dengan perkembangan jaman, tuntutan terhadap pelayanan

pemerintah dan pembangunan semakin meningkat maka muncul


gagasan untuk memindahkan ibu kota kabupaten. Gagasan tersebut
menguat dengan pengarahan Gubernur Jawa Tengah tanggal 7
Februari 1979, No: OP.140/1979 perihal : Pemindahan ibukota Kab.
Dati II Magelang.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, sejak bulan Juli 1979, saat
itu Bupati Magelang dijabat oleh Drs. Soepardi diadakan kerjasama
dengan Universitas Diponegoro Semarang, untuk mengadakan survey
lokasi ibukota Kabupaten yang menghasilkan alternatif ibu kota
kabupaten, yaitu : Kecamatan Mungkid, Muntilan, Mertoyudan, Secang.
Hasil survey tersebut dikuatkan oleh survey ulang yang dilaksanakan
oleh Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Departemen
Dalam Negeri berdasarkan Surat No: 135/3492/PUOD, tentang
Persetujuan Lokasi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Magelang.
Selanjutnya pemindahan ibu kota kabupaten ke Kota Mungkid
ditetapkan berdasarkan PP No : 21 tahun 1982 Tentang Pemindahan
Ibukota Kabupaten Magelang dari Wilayah Kotamadya magelang ke
Kecamatan Mungkid Di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat Ii
Kabupaten Magelang tanggal 4 Agustus 1982, yang menyebutkan bahwa
Pemerintah Kabupaten Magelang berkedudukan di Kota Mungkid. Kota
Baru yang dibentuk di wilayah Kecamatan Mungkid, dan Mertoyudan
yang terdiri atas Desa Mendut, Sawitan dan Deyangan. Sejak
diterbitkannya PP No 21 Tahun 1982, maka diadakan persiapan fisik
maupun administrasi. Persiapan fisik dilaksanakan dengan membangun

diatas tanah seluas 8,08 ha, yang meliputi pembangunan Pendopo,


Kantor Sekretariat, Gedung DPRD, Gudang, Garasi, Kantor Dinas
Otonom dan Dinas Non Otonom. Komplek Kantor Pemerintahan
Kabupaten Magelang diresmikan penggunaannya oleh PJ Bupati
Magelang Drs. AL Soelistiya dan Ketua DPRD Faishal Soenarto pada
tanggal 23 Februari 1984.
Pada waktu itu juga dibangun sarana air minum, Gedung SMP dan
SMA, Lapangan Drh. Soepardi, Pelebaran jalan Karet-Sawitan dan
pembangunan Masjid An Noor termasuk Kantor Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan sekarang dan kantor kantor lainnya. Kota Mungkid
diresmikan sebagai ibukota Kabupaten Magelang pada tanggal 22 Maret
1984 oleh Gubernur Jawa Tengah M Ismail, An. Menteri Dalam Negeri
pada Prasasti peresmian Kota Mungkid, berada di halaman Kantor
Pemerintah Kab. Magelang, dan setiap tahun pada tanggal 22 Maret
diperingati sebagai hari jadi Kota Mungkid.
Gambar 2.1
Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang

Sumber : Hasil Pengambilan Photo oleh Penulis


Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang
bertanggungjawab, pemerintah pusat telah menyerahkan sebagian urusan
pemerintah dalam bidang kepariwisataan dan Kebudayaan kepada
Daerah Tingkat II di Kantor yang berada di jalan Soekarno Hatta, Kota
Mungkid ini. Sebagai tindak lanjut PP No. 8 tahun 2003 terhadap
penyelenggaraan kewenangan kabupaten di bidang Pariwisata yang
sebelumnya terpisah dengan bidang kebudayaan. Sejak tanggal 10 Juli
2004 bidang Pariwisata dan kebudayaan telah resmi dalam satu
kelembagaan/ Organisasi dengan nama Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Magelang (DISPARBUD).
Sedangkan Istilah Magelang berasal dari dua kata yaitu maha
yang berarti sangat besar dan gelang adalah perhiasan berbentuk
melingkar (bulat) yang dipakai di pergelangan tangan. Dengan demikian
Magelang berarti gelang yang sangat besar karena Magelang dikelilingi
oleh gunung dan bukit diantaranya Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro,
Sumbing, Andong, Prahu, Tidar dan Menoreh.
2. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi
a. Kedudukan
1) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan unsur pelaksana
otonomi daerah di bidang pariwisata dan kebudayaan.
2) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dipimpin oleh Kepala Dinas
yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati
melalui Sekretaris Daerah.
b. Tugas Pokok

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mempunyai tugas pokok


melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pariwisata dan
kebudayaan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.
c. Fungsi
1) Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum
sesuai dengan lingkup tugasnya.
3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup
tugasnya.
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
3. Visi, Misi dan Tujuan
a. VISI
Visi Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten magelang 2014
2019 adalah Terwujudnya Kabupaten Magelang sebagai Kabupaten
Wisata yang Berdaya Saing dan Berwawasan Budaya.
Ada tiga kata kunci dari visi di atas: Kabupaten wisata, destinasi
pariwisatayang memiliki daya saing, dan berwawasan budaya.
Adapun masing masing dapat dipahami sebagai berikut:
1) Kabupaten Wisata, artinya sebagai suatu kondisi fisik atau non
fisik didukung dengan fasilitas umum dan fasilitas wisata serta
peran serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi demi
terciptanyakegiatan wisata.
2) Destinasi Magelang memiliki Daya Saing, artinya memiliki
kemampuan yang relatif leih maju sebagi destinasi pariwisata
dibandingkan dengan destinasi destinasi pesaingnya. Kondisi ini
tentu mendorong menjadi pilihan bagi calon wisatawan untuk
datang berwisata, ataupun investor untuk berinvestasi di bidang
pariwisata di Kabupaten Magelang.

3) Destinasi Magelang Berbasis Budaya, hal ini penting ditekankan


agar supaya derap laju pembangunan tidak meninggalkan basis
(ke) budaya (an) sebagai acuannya. Kabupaten Magelang
memiliki asset budaya, baik berupa tata nilai, adat istiadat,
maupun produk budaya fisik sebagai daya tarik wisata.
Pendekatan yang dipakai adalah globalisasi, atau think global act
localy sehingga diharapkan dapat terjalin harmonisasi.
b. MISI
Misi Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten magelang 2014
2019 adalah sebagai berikut:
1) Menjadikan Kabupaten Magelang sebagai kabupaten tujuan
wisata kualitas unggulan
2) Mengembangkan kualitas obyek wisata sehingga laku jual
dengan mutu pengelolaan semakin profesional
3) Mewujudkan masyarakat wisata yang berbudi pekerti melalui
pembinaan, pengembangan budaya dan pemanfaatan seni
budaya baik tradisional maupun kontemporer
4) Menjalin kerjasama dengan pihak lain dengan prinsip saling
menguntungkan
5) Menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan demokratis.
c. TUJUAN
Tujuan Pembangunan Pariwisata Magelang 2014 2019 antara
lain:
1) Terwunudnya obyek wisata yang layak jual dan dapat
meningkatkan jumlah kunjungan wisata
2) Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah pada umumnya dan
pendapatan masyarakat sekitar obyek wisata pada khususnya.

3) Mengembangakan kepariwisataan yang berbasis budaya dan


masyarakat lokal dengan tetap memperhatikan kelestarian
lingkungan serta untuk memperluas lapangan kerja dan
kesempatan berusaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
4) Terwujudnya kualitas SDM yang handal dan profesional.
5) Terwujudnya kerjasama dengan stakeholder untuk meningkatkan
pengeloaan obyek wisata dan budaya.
6) Berkembangnya seni dan budaya baik lokal maupun kontemporer.
4. Fasilitas
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magelang terletak di Jalan
Soekarno - Hatta Kota Mungkid. Pada saat ini fasilitas Ruang Kantor
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mempunyai area parkir, mushola, 1
(satu) unit mobil dinas, 1 (unit) mobil perpustakaan keliling, dan tujuh
ruangan pada masing masing bidang, yaitu: 1) Ruang Kepala Dinas, 2)
Ruang Sekretariat, 3) Ruang Bidang Kesenian dan Nilai Tradisi, 4)
Ruang Bidang Sejarah, Museum, Purbakala, Bahasa, dan Perfilman, 5)
Ruang Bidang Obyek Wisata, Sarana dan Jasa Wisata, 6) Ruang Bidang
Kerjasama, Informasi, Pemasaran dan Promosi, 7) Ruang Unit Pelaksana
Teknis. Semua ruang memiliki peralatan dan perlengkapan kerja yang
memadai.
Selain itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang
telah memiliki Kantor Tourist Information Centre Borobudur (TIC
Borobudur) berlokasi di Komplek Mandala Wisata Borobudur Dsn.
Brojonalan Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang

dan berjarak kurang lebih 2 Km dari Candi Borobudur. Lokasi tersebut


merupakan pusat dari beberapa kegiatan penunjang kepariwisataan antara
lain: pementasan kesenian tradisonal tiap malam minggu, tempat
pelatihan kesenian dan pusat informasi bagi wisatawan.
Kedepannya selain untuk peningkatan fungsi mandala wisata selain
sebagai pusat informasi kepariwisataan (TIC) juga sebagai pusat
kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Magelang.
Gambar 2.2
Kantor TIC Borobudur

5. Struktur Organisasi
Berdasarkan data Revisi Rencana Strategis 2009 2014, Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Magelang didukung oleh
pegaewai sebanyak 70 orang yang terdiri dari tenaga honorer/ kontreak
sejumlah 7 orang golongan I, golongan II sejumlah 22 orang, Golongan
III sejumlah 32 orang dan golongan 1V sejumlah 5 orang (Revisi
Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kebudayaan 2004-2014).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang berdasarkan


Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 31 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, terdiri dari 1 Kepala Dinas, 1
Sekretaris, 4 Kepala Bidang, 3 Kepala Sub Bagian dan 8 Kepala Seksi.
Unsur kepegawaian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang terdiri dari:
a. Unsur pimpinan : Kepala Dinas
b. Unsur Pembantu Pimpinan : Sekretaris yang terdiri dari subbagian
c.

subbagian.
Unsur Pelaksana : Bidang bidang yang terdiri dari Seksi.
Susuanan Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terdiri dari:
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris terdiri dari:
1) Subag. Umum dan Kepegawaian
2) Subag. Keuangan
3) Subag. Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi
c. Bidang Obek, sarana dan jasa pariwisata terdiri dari :
1) Seksi Obyek Wisata
2) Seksi Usaha dan jasa pariwisata
d. Bidang Kesenian dan Nilai Tradisi terdiri dari :
a) Seksi Kesenian
b) Seksi Nilai Tradisi
e. Bidang Sejarah, museum, purbakala, bahasa dan
perfilmanterdiri dari :
a) Seksi Sejarah, Museum dan Purbakala
b) Seksi perfilman
f. Bidang kerjasama, informasi, pemasaran dan promosi
a) Seksi kerjasama dan informasi
b) Seksi pemasaran dan promosi
Gambar 2.3

Struktur Organisasi Dinas Pariwisata


dan
Kebudayaan Kabupaten Magelang
KEPALA
DINAS
SEKRETARIS
SUBBAG PERENCANA
MONITORING, EVALUASI &
PELAPORAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

BIDANG
KESENIAN & NILAI
TRADISI
SEKSI
KESENIAN

BIDANG
SEJARAH, MUSEUM,
PURBAKALA, BAHASA
SEKSI SEJARAH,
DAN PERFILEMAN
MUSEUM DAN
PURBAKALA

BIDANG
OBYEK WISATA, SARANA
& JASASEKSI
WISATA

OBYEK WISATA

SUBBAG

SUBBAG
UMUM &
KEPEGAWAIAN
BIDANG KERJASAMA
INFORMASI
PEMASARAN, &
PROMOSI
SEKSI

KEUANGAN

KERJASAMA &
INFORMASI

SEKSI
NILAI TRADISI

SEKSI BAHASA DAN


PERFILEMAN

SEKSI
SARANA & JASA
PARIWISATA

SEKSI
PEMASARAN &
PROMOSI

UNIT
PELAKSANA TEKNIS

Sumber: Perda Kab. Magelang No. 31 Tahun 2008 tentang Organisasi


Dan Tata Kerja Dinas Daerah
6. Rincian Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural
Rincian tugas dan fungsi jabatan struktural pada Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan Kabupaten Magelang adalah sebagai berikut:
1) Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan
a) Menyusun kebijakan rencana kebutuhan personil, keuangan
dan sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan
kewenangan daerah dibidang kepariwisataan dan kebudayaan.
b) Menyusun kebijakan penetapan tujuan sasaran dan program
penyelenggaran kewenangan daerah dibidang kepariwisatan
dan kebudayaan.
c) Menetapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di
bidang kepariwisataan dan kebudayaan.
d) Membina dan menyelenggarakan pengawasan teknis di bidang
kepariwisataan dan kebudayaan.
e) Mengkoordinasikan perijinan dan menerbitkan rekomendasi
perijinan dan pelayanan umum di bidang kepariwisataan dan
kebudayaan.
f) Mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan teknis bidang
kepariwisataan dan kebudayaan.
g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
2) Sekretaris
a) Merumuskan kebijakan rencana kebutuhan personil, keuangan,
sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengelolaan

administrasi perencanaan monitoring evaluasi dan pelaporan


administrasi keuangan, administrasi umum dan kepegawaian.
b) Merumuskan kebijakan tujuan, sasaran dan program
administrasi perencanaan monitoring evaluasi, pelaporan,
administrasi keuangan, administrasi umum dan kepegawaian.
c) Merumuskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis
penyelenggaraan kegiatan administrasi perencanaan
monitoring, evaluasi dan pelaporan, administrasi keuangan,
administrasi umum dan kepegawaian.
d) Mengkoordinasikan pengelolaan urusan surat menyurat,
kearsipan dokumen kegiatan dan kepegawaian.
e) Merencanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga.
f) Merencanakan pengelolaan administrasi keuangan.
g) Merencanakan pengelolaan administrasi kepegawaian.
h) Merencanakan pengelolaan administrasi perencanaan
monitoring evaluasi dan pelaporan.
i) Mengkoordinasikan penyusunan rencana evaluasi dan
pelaporan kegiatan dinas.
j) Melaporkan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan,
penyelenggaraan kegiatan administrasi perencanaan,
monitoring, evaluasi dan pelaporan, administrasi keuangan,
administrasi umum dan kepegawaian.
k) Mengkoordinasikan penyelenggaraan pelayanan umum.
l) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3) Sub Bag. Perencanaan Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan.
a) Mengumpulkan bahan rencana kebutuhan personil, keuangan,
sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengelolaan
administrasi perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

b) Mengumpulkan bahan perumusan tujuan sasaran kebijakan dan


program bidang pengelolaan administrasi perencanaan
monitoring evaluasi dan pelaporan.
c) Mengumpulkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan
teknis penyelenggaraan kegiatan pengelolaan adminstrasi
perencanan monitoring evaluasi dan pelaporan.
d) Mengumpulkan bahan perumusan kebijakan rencana
pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan.
e) Melaksanakan pendataan monitoring dan informasi
kepariwisataan dan kebudayaan.
f) Merencanakan penyusunan pengelolaan dan pelayanan data.
g) Melaksanakan pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan
pengelolan administrasi perencanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan.
h) Membuat laporan dan evaluasi pengelolaan administrasi
perencanaan monitoring evaluasi dan pelaporan.
i) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
4) Sub Bag. Keuangan
a) Mengumpulkan bahan rencana kebutuhan personil keuangan
sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengelolaan
administrasi keuangan.
b) Mengumpulkan bahan perumusan tujuan sasaran kebijakan dan
program bidang pengelolaan administrasi keuangan.
c) Mengumpulkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan
teknis penyelenggaraan kegiatan pengelolaan adminstrasi
keuangan.
d) Melaksanakan koordinasi penyesuaian rencana kebutuhan
keuangan dinas.
e) Membuat rencana penggunaan keuangan dinas.

f) Membuat laporan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan


dinas.
g) Melaksanakan pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan
pengelolaan administrasi keuangan.
h) Membuat laporan dan evaluasi administrasi keuangan.
i) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
5) Sub Bag Umum Dan Kepegawaian
a) Mengumpulkan bahan rencana kebutuhan personil, keuangan,
sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengelolaan
administrasi umum dan kepegawaian.
b) Mengumpulkan bahan perumusan tujuan sasaran kebijakan dan
program bidang pengelolaan administrasi umum dan
kepegawaian.
c) Mengumpulkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan
teknis penyelenggaraan kegiatan pengelolaan adminstrasi
umum dan kepegawaian.
d) Melaksanakan pengelolaan urusan surat menyurat dan
kearsipan.
e) Membuat rencana kebutuhan dan pemeliharaan perlengkapan
serta urusan rumah tangga lainnya.
f) Melaksanakan kordinasi penyelenggaraan pelayanan umum.
g) Membuat rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai
dinas.
h) Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian dinas.
i) Melaksanakan pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan
pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian.
j) Membuat laporan dan evaluasi pengelolaan administrasi umum
dan kepegawaian.
k) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

6) Bidang Kesenian Dan Nilai Tradisi


a) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan , merencanakan
bahan perumusan rencana kebutuhan personil, keuangan dan
sarana prasarana pendukung kegiatan pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kesenian dan nilai tradisi.
b) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
bahan rumusan tujuan sasaran, kebijakan, pelestarian,
pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan kesenian dan
nilai tradisi.
c) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
pendataan, pelestarian, pembinaan, pengembangan dan
pemberdayaan penerimaam dan pengiriman delegasi kesenian
dan nilai tradisi.
d) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
petunjuk pelaksanaan kegiatan kesenian dan nilai tradisi.
e) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
pembentukan dan atau pusat kegiatan, perkumpulan,
paguyuiban, organisasi kesenian dan nilai tradisi.
f) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
rumusan petunjuk pelaksanaan infentarisasi pendataan kesenian
dan nilai tradisi.
7) Bidang Sejarah Museum, Kepurbakalaan, Bahasa dan Perfilman
a) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
rumusan program menyusun dan menyelenggrakan pembinaan
keseian dan nilai tradisi.
b) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
legalitas pelaku dan hasil karya kesenian dan nilai tradisi.

c) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan


program fasilitasi, perlindungan dan memberdayakan hasil karya
orang/organisasi kesenian dan nilai tradisi.
d) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
pengawasan, evaluasi dan pelaporan standart pelayanan minimal
perkembangan kesenian dan nilai tradisi.
e) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas
dan fungsinya.
8) Seksi Kesenian
a) Melaksanakan pengumpulan bahan perumusan rencana kebutuhan
personil, keuangan dan sarana prasarana pendukung program
pendataan, pelestarian, pembinaan, pengembangan dan
pemberdayaan kesenian.
b) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan tujuan sasaran,
kebijakan dan program pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kesenian.
c) Melaksanakan perijinan pengiriman dan penerimaan delegasi
kesenian.
d) Melaksanakan pengumpulan bahan perumusan petunjuk
pelaksanaan dan petunjuk teknis penyelengaraan kegiatan
infentarisasi pendataan kesenian.
e) Melaksanakan pengumpulan bahan perumusan program, menyusun
dan menyelenggarakan pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan infentarisasi pelaku dan hasil
karya seni vokal, seni rupa, musik, seni tari dan seni religi.
f) Melaksanakan petunjuk pelaksanaan pameran, lomba, festival
kegiatan sastra , seni vokal, seni rupa, musik, seni tari dan seni
religi.

g) Melakukan pengawasan seni sastra, seni vokal, seni rupa, musik,


seni tari dan seni religi.
h) Melakukan penerapan monitoring, evaluasi standar pelayanan
minimal dan laporan perkembangan seni sastra, seni vokal, seni
rupa, musik, seni tari dan seni religi.
i) Memberikan penghargaan kepada seniman sastra. seni vokal, seni
rupa, musik, seni tari dan seni religi.
j) Melakukan perawatan dan pengamanan asset atau benda karya
sastra, seni vokal, seni rupa, musik, seni tari dan seni religi.
k) Melaksanakan tugas lain dari pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.
9) Seksi Nilai Tradisi
a) Melaksanakan pengumpulan bahan perumusan rencana kebutuhan
personil, keuangan dan sarana prasarana pendukung kegiatan
pelestarian, pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan nilai
tradisi.
b) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan tujuan sasaran,
kebijakan dan program pendataan, pelestarian, pembinaan,
pelatihan, bimbingan teknik, pengembangan dan pemberdayaan
dalam nilai tradisi.
c) Melaksanakan, menyiapkan bahan perumusan program pembinaan
teknis kebijakan dan program pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan nilai tradisi.
d) Melaksanakan bahan perumusan program, menyusun dan
menyelenggarakan pembinaan teknis penulisan nilai tradisi.
e) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan pembinaan teknis
pemberdayaan insan pelestari, pengembangan nilai tradisi.
f) Memfasilitasi, melindungi dan memberdayakan orang yang
berkarya dibidang nilai tradisi.

g) Melaksanakan analisis pembinaan dan kegiatan pelayanan nilai


tradisi.
h) Mengadakan penelitian kelayakan dan legalitas nilai tradisi.
i) Memberikan pelayanan tentang pendirian lembaga nilai tradisi.
j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas
dan fungsinya.
10) Bidang Sejarah Museum, Kepurbakalaan, Bahasa Dan Perfilman
a) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
bahan perumusan rencana kebutuhan personil, keuangan dan
sarana prasarana pendukung kegiatan pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kesejarahan, permuseuman,
kepurbakalaan, kebahasaan dan perfilman.
b) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
bahan rumusan tujuan sasaran, kebijakan, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kesejarahan, permuseuman,
kepurbakalaan, kebahasaan dan perfilman.
c) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
pendataan, pelestarian, pembinaan, pengembangan dan
pemberdayaan kesejarahan, permuseuman, kepurbakalaan,
kebahasaan dan perfilman.
d) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
petunjuk pelaksanaan kesejarahan, permuseuman,
kepurbakalaan, kebahasaan dan perfilman.
e) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
monitoring, evaluasi standar pelayanan minimal dan laporan
perkembangan kesejarahan, permuseuman, kepurbakalaan,
kebahasaan dan perfilman.

f) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan,merencanakan


pembentukan dan atau pusat kegiatan kesejarahan,
permuseuman, kepurbakalaan, kebahasaan dan perfilman.
g) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk
infentarisasi kesejarahan, permuseuman, kepurbakalaan,
kebahasaan dan perfilman.
h) Merumuskan kebijakan , mengkoordinasikan, merencanakan
bahan perumusan program, menyusun dan menyelenggarakan
pembinaan kesejarahan, permuseuman, kepurbakalaan,
kebahasaan dan perfilman.
i) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
legalitas terhadap pelaku dan hasil karya kesejarahan,
permuseuman, kepurbakalaan, kebahasaan dan perfilman.
j) Merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, merencanakan
program fasilitasi, perlindungan dan memberdayakan hasil karya
orang/organisasi kesejarahan, permuseuman, kepurbakalaan,
kebahasaan dan perfilman.
k) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
11) Seksi Sejarah, Museum Dan Kepurbakalaan
a) Melaksanakan, pengumpulan bahan perumusan rencana
kebutuhan personil, keuangan dan sarana prasarana pendukung
kegiatan pelestarian, pembinaan, pengembangan dan
pemberdayaan sejarah, museum dan purbakala.

b) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan tujuan sasaran,


kebijakan dan program pelestarian pembinaan, pengembangan
dan pemberdayaan sejarah, museum dan purbakala.
c) Melaksanakan, menyelenggarakan perijinan pengiriman dan
peneriman delegasi di bidang sejarah, museum dan purbakala.
d) Melaksanakan, pengumpulan bahan perumusan petunjuk
pelaksanaan dan petunjuk teknis penyelengaraan kegiatan
infentarisasi pendataan sejarah, museum dan purbakala.
e) Melaksanakan, pegumpulan bahan rumusan program, menyusun
dan menyelenggarakan pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan sejarah, museum dan
purbakala.
f) Melaksanakan, menentukan petunjuk pelaksanaan kegiatan
sejarah, museum dan purbakala.
g) Melakukan penerapan monitoring, evaluasi, pengawasan dan
pelaporan standar pelayanan minimal perkembangan sejarah,
museum dan purbakala.
h) Memberikan penghargaan kepada pelaku sejarah, pelestari
museum dan purbakala.
i) Melakukan perawatan dan pengamanan asset atau benda karya
peninggalan sejarah, museum dan purbakala.
j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas
dan fungsinya.
12) Seksi Bahasa Dan Perfilman
a) Melaksanakan pengumpulan bahan perumusan rencana
kebutuhan personil, keuangan dan sarana prasarana pendukung
kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan
kebahasaan dan perfilman.

b) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan tujuan sasaran,


kebijakan dan program pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kebahsaan dan perfilman.
c) Melaksanakan penyiapan bahan perumusan program pembinaan
teknis kebijakan program pendataan, pelestarian, pembinaan,
pengembangan dan pemberdayaan kebahsaan dan perfilman.
d) Melaksanakan penyiapan bahan rumusan program dan
menyelenggarakan pembinaan teknis penulisan sinopsis,
skenario, pemeranan, kebahasaan, informasi perfilman, studio
rekaman video, media cetak, elektronik dan media tradisi.
e) Melaksanakan pengumpulan bahan rumusan pembinaan teknis
pemberdayaan insan pelestari, pengembangan kebahasaan dan
perfilman.
f) Memfasilitasi, melindungi dan memberdayakan hasil karya
orang/organisasi bidang kebahsaan dan perfilman.
g) Melaksanakan analisis kegiatan pelayanan kebahasaan,
perfilman, rekaman video, media cetak, elektronik, media tradisi
dan kewartawanan.
h) Mengadakan penelitian kelayakan dan legalitas kebahasaan,
perfilman, televisi, internet, kelayakan pasatr dan masyarakat
sebagai filter budaya.
i) Memberikan pelayanan tentang ijin pendirian lembaga
kebahasaan dan perfilman, media rekam, studio rekam, internet
dan radio.
j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
13) Bidang Obyek Wisata, Sarana Dan Jasa Wisata

a) Merumuskan kebijakan teknis bidang pembinaan dan pengelolaan


obyek, sarana dan jasa wisata.
b) Merumuskan, menyusun rencana teknis kegiatan pembinaan
bidang pengelolaan obyek wisata.
c) Merumuskan, menyusun rencana teknis kegiatan pembinaan
bidang sarana dan jasa wisata.
d) Merumuskan penyelenggaraan pembinaan lingkungan dan
pemberdayaan masyarakat sekitar obyek wisata.
e) Merencanakan penyelenggaraan pengembangan dan pengelolaan
obyek wisata.
f) Merencanakan penyelenggaraan pengembangan dan pengelolaan
sarana dan jasa wisata.
g) Merencanakan penyelenggaraan pengembangan perhubu8ngan
wisata lintas wilayah.
h) Merumuskan petunjuk pelaksanaan bimbingan, penilaian dan
pengembangan obyek, sarana dan jasa wisata.
i) Merencanakan penyelenggaraan bimbingan, pendidikan dan
pelatihan bidang obyek , sarana dan jasa wisata.
j) Melaporkan pelaksanaan pengelolaan assetasset Pemerintah
Daerah untuk pengembangan kepariwisataan.
k) Melaporkan penyelenggaraan evaluasi kegioatan bidang
pembinaan dan pengelolaan obyek wisata, sarana dan jasa wisata.
l) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
14) Seksi Sarana Dan Jasa Wisata
a) Mengumpulkan bahan perumusan rencana kebutuhan personil,
keuangan dan sarana prasarana pendukung kegiatan
pengembangan sarana dan jasa wisata.
b) Mengumpulkan bahan perumusan tujuan, sasaran, kebijakan dan
program pengembangan sarana dan jasa wisata.

c) Mengumpulkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan


petunjuk teknis penyelenggaraan kegiatan pengembangan sarana
dan jasa wisata.
d) Mengumpulkan bahan pembinaan usaha sarana dan jasa wisata
serta usaha-usaha ikutannya baik dari segi legalitas, sistem
pelayanan, administrasi, tata lingkungan dan ketertibannya.
e) Mengumpulkan bahan koordinasi program terpadu peningkatan
pelayanan usaha sarana, jasa dan usaha ikutannya.
f) Mengumpulkan bahan pelaksanaan penilaian teknis , pengelolaan
data dan pemantauan pelaksanaan perijinan usaha-usaha
ikutannya.
g) Mengumpulkan bahan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan
kegiatan pengembangan sarana dan jasa wisata.
h) Melakukan pengecekan lapangan bagi para pengusaha pariwisata
dalam rangka pengajuan permohonan perizinan usaha pariwisata
untuk dasar penerbitan rekomendasi.
i) Mengumpulkan bahan petunjuk pelaksanaan bimbingan, penilaian
dan pengembangan jasa sarana wisata.
j) Mengumpulkan bahan bimbingan, pendidikan dan pelatihan
bidang sarana dan jasa wisata.
k) Mengumpulkan bahan perumusan pengelolaan asset-asset
Pemerintah Daerah dalam pengembangan bidang kepariwisatan.
l) Membuat laporan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan
pengembangan sarana dan jasa wisata.
m) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
15) Seksi Obyek Wisata
a) Mengumpulkan bahan perumusan rencana kebutuhan personil,
keuangan dan sarana prasarana pendukung kegiatan

pengembangan obyek, lingkungan dan masyarakat sekitar obyek


wisata.
b) Mengumpulkan bahan perumusan tujuan, kebijakan dan program
pengembangan obyek , lingkungan dan masyarakat sekitar obyek
wisata.
c) Mengumpulkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan
petunjuk teknis penyelenggaraan kegiatan pengembangan obyek,
lingkungan dan masyarakat sekitar obyek wisata.
d) Mengumpulkan bahan pembinaan pengembangan obyek,
lingkungan dan masyarakat sekitar obyek wisata.
e) Mengumpulkan bahan koordinasi program terpadu peningkatan
pelayanan obyek , lingkungan dan masyarakat sekitar obyek
wisata.
f) Pembuatan laporan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan
pengembangan obyek, lingkungan dan masyarakat sekitar obyek
wisata.
g) Membuat laporan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan
pengembangan obyek, lingkungan dan masyarakat sekitar obyek
wisata.
h) Mengumpulkan bahan penyelenggaraan pengembangan
perhubungan wisata lintas wilayah.
i) Mengumpulkan bahan petunjuk pelaksanaan bimbingan, penilaian
dan pengembangan obyek.
j) Mengumpulkan bahan bimbingan, pendidikan dan pelatihan
bidang obyek wisata,
k) Mengumpulkan bahan perumusan pengelolaan asset-asset
l)

Pemerintah Daerah dalam pengembangan kepariwisataan.


Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.

16) Bidang Kerjasama, Pemasaran Dan Promosi


a) Merumuskan kebijakan, tujuan, sasaran dan program pendataan
potensi, promosi dan pengembangan usaha kerjasama
kepariwisataan.
b) Merumuskan petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan
mengkoordinasikan teknis penyelenggaraan kegiatan pendataan
potensi, promosi dan pengembangan usaha kerjasama
kepariwisataan.
c) Merencanakan kebutuhan personil, keuangan, sarana dan
prasarana pendukung kegiatan pendataan potensi, promosi dan
pengembangan usaha kerjasama kepariwisataan.
d) Merencanakan penyelenggaraan layanan media informasi
kepariwisataan dan paket wisata.
e) Merencanakan penyelenggaraan usaha kerjasama kepariwisataan
antar daerah/instansi.
f) Merencanakan penyelenggaraan usaha kemitran, investasi dan
luar negeri di bidang kepariwisataan.
g) Melaporkan pelaksanaan pengendalian, pengawasan pemasaran,
promosi dan pengembangan usaha kerjasama kepariwisataan.
h) Melaporkan dan mengevaluasi kegiatan pemasaran, promosi dan
pengembangan usaha kerjasama kepariwisataan.
i) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
17) Seksi Kerjasama
a) Mengumpulkan bahan rencana kebutuhan personil, keuangan,
sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengembangan usaha
kerjasama pariwisata antar daerah/instansi, kegiatan
pengembangan usaha kerjasama kemitraan investasi dan luar
negeri.

b) Melaksanakan tujuan, sasaran, kebijakan pengembangan usaha


kerjasama pariwisata antar daerah/instansi, kegiatan
pengembangan usaha kerjasama kemitraan investasi dan luar
negeri.
c) Melaksanakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis
penyelenggaraan kegiatan pengembangan usaha kerjasama
pariwisata antar daerah/instansi, kegiatan pengembangan usaha
kerjasama kemitraan investasi dan luar negeri.
d) Mengumpulkan bahan pengembangan potensi wisata antar
daerah/instansi dan pengembangan investasi di bidang pariwisata
baik dalam maupun luar negeri.
e) Mengumpulkan bahan pendukung program-program partisipasi
pariwisata dan melaksanakan program pendukung pariwisata.
f) Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan
pengembangan usaha kerjasama pariwisata antar daerah/instansi,
kegiatan pengembangan usaha pengembangan usaha kerjasama
kemitraan investasi dan luar negeri.
g) Membuat laporan dan evaluasi kegiatan pengembangan usaha
kerjasama pariwisata antar daerah/instansi, kegiatan
pengembangan usaha kerjasama kemitraan investasi dan luar
negeri.
h) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.
18) Seksi Pemasaran Dan Promosi
a) Mengumpulkan bahan rencana kebutuhan personil, keuangan,
sarana prasarana pendukung kegiatan pendataan potensi promosi
dan pemasaran kepariwisataan.

b) Melaksanakan tujuan, sasaran, kebijakan dan program pendataan


potensi, promosi, pemasaran kepariwisataan dan paket wisata.
c) Melaksanakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis
penyelenggaraan kegiatan pendataan potensi, promosi, pemasaran
kepariwisataan dan paket wisata.
d) Mengumpulkan data kondisi pasar, bahan tampilan produk
potensi, peluang promosi dan pemasaran kepariwisataan.
e) Melaksanakan tampilan produk potensi pariwisata.
f) Mengumpulkan bahan penyusunan paket wisata dan
penyelenggaraan event-event pariwisata.
g) Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan potensi
promosi, pemasaran kepariwisataan.
h) Membuat laporan dan evaluasi kegiatan pemasaran, promosi dan
pengembangan usaha kerjasama kepariwisataan.
i) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
tugas dan fungsinya.

B. Profil Bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata

Gambar 2.4
Struktur Organisasi Bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata
KABID OBSARJAS WISATA
MUNDARIYAH, SE
KASIE OBYEK WISATA
KASIE SARANA DAN JASA
Moch. HARYADI, S.sos, MT
Analisis Pengembang Destinasi Par.

ROBANI

TITIK YULIATI, Bchk


Analisis Bina Usaha Sarana dan Jasa
Wisata

YULIANA ARI W, SE

Analisis Pemb. Masyarakat Pariwisata

S. MULYADI
Analisis Potensi Pariwisata

Analisis Standarisasi Sarana & Jasa


Wisata

IKHA WARTI H, SE

AGUS MUNIR KHZ


Pengolah Data Pariwisata
Pengendalian dan Pengawasan DTW
Pimpinan
Ob.Wisata
Telaga Blender
Sri Handayani

Pimpinan TR.
Mendut
Lestiono
Wijiatmoko

Pimpinan C.
Mendut

Petugas Tiket
Dan
Kebersihan
Pawit

Petugas Tiket
dan
Kebersihan
Amat Mukid

Petugas
Tiket dan
Kebersihan
-

Petugas Tiket
Dan
Kebersihan
Maryono

Petugas Tiket
dan
Kebersihan
Budi Santoso

Petugas Tiket
Dan
Kebersihan

Petugas Tiket
dan
Kebersihan

Petugas Tiket
dan Kebersihan
-

Petugas Tiket
dan
Kebersihan
Haryanto

SAR
-

Petugas Tiket
dan Kebersihan
Warsito

PRIYANTO

Pimpinan
PAH
C. Umbul
Kusmadi

Petugas
Tiket dan
Kebersihan
Rochyanto
Petugas
Tiket dan
Kebersihan
-

Pimpinan
C. Pawon
Muh Barir

Direktur DTW
Ketep Pass
H. Santoso, SH

Petugas Tiket
dan
Kebersihan
Tri Sulistiyono

37 Karyawan
Petugas Parkir,
Ticket,
Kebersihan

Ketua
Pengelola
DTW Desa
Air Terjun
Sekar Langit
Toib Asrofi

Pimpinan Obyek
Wisata
Kedungkayang
Cokrodihardjo

Bendahara
Rokhani

Petugas Ticket,
Kebersihan
-

Petugas Ticket,
Kebersihan
-

SAR
-

SAR
-

Pimp. Pengelola
DTW Curug
Silawe
Suroso
Bendahara
Faizin
Petugas Ticket,
Kebersihan
Pimp. Pengelola
Obwis. Air
Terjun Seloprojo
Sunar

Petugas Tiket
dan Kebersihan
-

Petugas Tiket
dan Kebersihan

Bendahara
Warsidi

Sumber : Bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata

1. Seksi Sarana dan Jasa Wisata

Bendahara
Tumpuh
Petugas Ticket,
Kebersihan
-

Kegiatan PKL dilaksanakan dalam Seksi Sarana dan Jasa Wisata.


Seksi ini merupakan unit pelaksana kebijakan program pengembangan
yang mengurusi aktivitas pengadaan barang dan jasa wisata untuk
pembangunan fisik maupun non fisik daya tarik wisata yang ada di
Kabupaten Magelang. Seksi Sarana dan Jasa Wisata dikepalai oleh
Kapala Bidang Obyek, Sarana dan jasa Wisata (Ka. Obsarjas) selaku
pembina tingkat II di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang.
Seksi Sarana dan Jasa dalam menjalankan tugas dan fungsinya
berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa
kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan barang/Jasa Pemerintah. Gambar skema tahapan pelaksanaan
pengadaan sarana/ barang adalah seperti Gambar 2.5.
Gambar 2.5
Skema Tahapan Proyek Pengadaan Barang
dalam Seksi Sarana dan Jasa
TAHAPAN PROYEK
TANDA TANGAN
KONTRAK

KEGAGALAN KONSTRUKSI
PRA
KONTRAK

PERSIAPAN

PERSIAPAN /
PENGADAAN

KEGAGALAN BANGUNAN
PASCA
KONTRAK

PERIODE KONTRAK

PEMELIHARAAN

PELAKSANAAN

PEMELIHARAAN

PELAKSANAAN/
PENGENDALIAN / PENGAWASAN

PHO
DPA / DIP
Pemaketan RUP Kaji Ulang
ULP / Pokja / Panitia / Pejabat
Proses Pemilihan / Pengadaan

Jaminan pelaksanaan
tanda tangan Kontrak
SPK / SPMK
PCM, Perhitungan Volume awal (MC-0)
Opname / Pengukuran hasil pekerjaan
Pembayaran hasil pekerjaan
Adendum / Amandemen

2. Seksi Obyek Wisata


SPPBJ
Serah terima hasil pekerjaan 100% (PHO)

MAKS. 10
THN /
SESUAI
UMUR
RENCANA

FHO
Jaminan Pemeliharaan (Retensi)
Jaminan pembayaran
Pekerjaan permanen min. 180 hari

Serah terima hasil pekerjaan terakhir /

Kegiatan penelitian PKL dalam Seksi Obyek Wisata penulis


melakukan praktek mengenai Analisis Potensi Daya Tarik Wisata dalam
kajian Pengembangan Destinasi Pariwisata Kegiatan Pengelolaan
Kawasan Strategis Pariwisata (KSP), khususnya KSP D. Desa paremono
yang merupakan sebuah desa agraris berada di kecamatan Mungkid
dengan masyarakat banyak bertumpu dari hasil pertanian. Wilayah desa
Paremono berada di kecamatan Mungkid berada dalam Kawasan
Strategis Pariwisata (KSP) D yang meliputi Kec. Mertoyudan, Kec.
Mungkid, Kec. Muntilan, Kec. Salam, Kec. Ngluar dan Kec. Borobudur.
Kawasan Strategis Pariwisata merupakan wilayah struktur
pengembangan yang merangkum beberapa destinasi ataupun kawasan
wisata dalam satu kesatuan kawasan pengambangan. Batasan dari KSP
adalah suatu area yang didalamnya merupakan himpunan beberapa
destinasi, yang dirangkum atas dasar kesamaan arah dan cara pencapaian,
efisiensi waktu pencapaian serta kedudukan secara geografis dapat
dibentuk dalam satu keterkaitan (lingkage)
Tabel 2.1
Identifikasi Cakupan Wilayah
Destinasi Pariwisata di Kabupaten Magelang
KSP
KSP A

Cakupan Wilayah
Kec. Windusari
Pengembanga Kec. Kaliangkrik
Kec. Kajoran
n Wisata Alam
Kec. Tempuran
dan Budaya
Kec. Bandongan
Kec. Salaman
Gunung
(Sebagian)
Sumbing
Kec. Secang

Tujuan Wisata/ Daya tarik


Wisata Alam
1. AT Curug Silawe
Wisata Budaya
1. Candi Selogriyo
Desa Wisata
1. DW Kembangkuning
2. DW Mangunsari
3. DW Munggangsari
4. DW Prajeksari

(sebagian)

KSP B
Pengembanga
n Saujana
Alam
Lembah

Kec. Grabag
Kec. Ngablak
Kec. Tegalrejo
Kec. Pakis
Kec. Sawangan
Kec.

Candimulyo
Kec. Secang

Merapi Merbabu

(sebagian)

KSP C
Pengembanga
n Wisata
Vulkanologi
dan Budaya
Merapi

Kec. Srumbung
Kec. Dukun
Kec. Mungkid

5. DW Sambak
6. DW Sutopati
Wisata Buatan
1. Pemandian Kalibening
2. Wana Wisata Sutopati
Event Budaya
1. Upavara adat istiadat
2. Kesenian Rakyat
3. Upacara Jamasan Tosan Aji
Kuliner
1. Aneka jenis makanan
tradisional
Wisata Alam
1. AT Sekarlangit
2. AT Seloprojo
Wisata Budaya
1. Makam Sunan Geseng
Desa Wisata
1. DW Pagergunung
2. DW Munengwaranga
3. DW Bawang
Wisata Buatan
1. Pemandian Tirtokencono
2. Pemandian Telaga Blender
Event Budaya
1. Upavara adat istiadat
2. Kesenian Rakyat
3. Upacara Jamasan Tosan Aji
Kerajian
1. Kerajian Kaleng Bekas
2. Kerajian Tanduk Pucang
Wisata Alam
1. AT Kedungkayang
2. Kawasan Keteppass
3. Trekking Merapi dari
Babadan
4. Trekking Merapi dari
banyuroto
5. Treking Merbabu dari
Kenalan Pakis
Wisata Budaya
1. Candi Asu

KSP D

Kec.

Mertoyudan
Kec. Mungkid

(sebagian)
Kec. Muntilan
Kec. Salam
Kec. Ngluar
Kec. Borobudur

Borobudur
dalam
Bayangan
Merapi

2. Candi Pendem
3. Candi lumbung
Desa Wisata
1. DW Ketep
2. Sumber
Wisata Buatan
1. Agro Wisata Banyuroto
Event Budaya
1. Upavara adat istiadat
2. Kesenian Rakyat
3. Upacara Jamasan Tosan Aji
Kuliner
1. Aneka Jenis Makanan
makanan tradisional
Wisata Alam
1. Arung Jeram Sungai Elo
2. Goa Gondopurowangi
Wisata Budaya
1. Candi Borobudur
2. Candi Mendut
3. Candi Pawon
4. Candi Canggal
5. Candi Ngawen
Desa Wisata
1. DW Borobudur
2. DW Candirejo
3. DW Giripuro
4. DW Giritengah
5. DW Gunungpring
6. DW Karanganyar
7. DW Karangrejo
8. DW Kebonsari
9. DW Mendut
10. DW Ngargogondo
11. DW Pucungrejo
12. DW Taman Agung
13. DW Tanjungsari
14. DW Tuksongo
15. DW Wanurejo
16. DW Wringinputih
Wisata Buatan
1. Agro Wisata Salak nglumut
2. Langgar Agung Pangeran

Diponegoro
3. Mandala Wisata
4. Pemandian Tirto Aji
5. Pembibitan Ikan Ngrajek
6. TR Mendut
7. Taman Suroloyo
8. Watu Kendil
Event Budaya
1. Upavara adat istiadat
2. Kesenian Rakyat
3. Upacara Jamasan Tosan Aji
Kerajinan
1. Seni Pahat Batu Prumpung
Muntilan
Sumber: Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan RIPPDA Kab.
Magelang, 2013

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN KEGIATAN PKL
A. Hasil Survei Lokasi Penelitian
1. Profil Singkat Desa Paremono

Paremono adalah desa di kecamatan Mungkid, kabupaten


Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan cerita leluhur nama paremono
diambil dari kata "Parine Semono", yang dapat diartikan banyak sekali
pohon padinya. Sebagian besar mata pencaharian sebagian besar
penduduknya 80 % adalah sebagai petani. Masyarakat Paremono diberi
anugrah yang sangat besar dari Allah SWT berupa lahan yang subur dan
sumber air yang melimpah. Di sekeliling desa ini merupakan pegunungan
yang subur dan juga masih aktif (Gunung Merapi.red). Paremono juga
merupakan desa terluas dibandingkan dengan ke-15 desa lainnya di
Kecamatan Mungkid. Desa ini terletak kira-kira 6 km dari candi Budha
terbesar di dunia yaitu Borobudur. Hampir seluruh penduduk Paremono
memeluk agama Islam.
Desa Paremono terbagi menjadi 13 dusun yaitu : Paremono,
Trojayan, Namengan, Mertan, Gamol I, Gamol II, Tirto, Simping,
Bentingan, Citran, Japun, Krapyak dan Dowo. Desa Paremono
berbatasan langsung dengan beberapa desa lainnya yaitu sebelah utara
berbatasan dengan desa Bojong, Mungkid dan Ambartawang, sebelah
barat dengan desa Bumirejo, sebelah selatan dengan desa Rambeanak
serta sebelah timur berbatasan dengan desa Pabelan
(http://id.wikipedia.org/wiki/Paremono,_Mungkid,_Magelang).
2. Kondisi Obyek Penelitian Makam Agung Desa Paremono
Kondisi yang terjadi terhadap obyek penelitian ditemukan memiliki
hubungan cerita dengan sejarah leluhur agung kerajaan Mataram Islam.
Dari hasil wawancara penulis terhadap Bapak Widodo selaku Pengurus

Makam Paremono bahwa di dalam kompleks Pemakaman Ageng


Paremono terdapat makam Kiai Ageng Karotangan yang merupakan adik
kandung dari Kiai Ageng Pamanahan yang merupakan pendiri Kerajaan
Mataram Islam. Kiai Ageng Karotangan bergelar Kiai Ageng
Pagergunung I di percaya juga merupakan orang yang sakti/ linuweh.
Beliau yang ikut berjasa dalam babat alas tlatah Mataram ketika itu
dalam upayanya membuka jalan Bumi Mataram ke Pajang atau Demak
(Saat ini merupakan wilayah Kedu Semarang yang termasuk wilayah
administratif Semarang, Demak, Boyolali dan sekitarnya) dengan
menggunakan tangan tanpa bantuan alat. Sehingga, menurut cerita konon
nama karotangan diambil dari kesaktian beliau dalam membabat jalan
Magelang Semarang dengan tangan (dalam bahasa jawa, dengan tangan
= karo tangan). Beliau bernama asli adalah Raden Bagus Bancer. Beliau
adalah putra dari Kiai Ageng Ngenis/ Anis yang kalau di runtut
berdasarkan silsilah akan sampai pada Trah Bondan Kejawan yang
merupakan Putra Brawijaya V dengan Raden Roro Nawangsih di zaman
Majapahit.
Berdasarkan Pernyataan Juru Kunci Makam Kyai Ageng Ngenis
yang berada di Laweyan, Solo, Kiai Ageng Karotangan mempunyai
putera yang mempunyai gelar Patih Sindurejo I. Patih Sindurejo I ini
merupakan patih ketika Zaman Mangkurat Agung (Mangkurat I). Beliau
beristri GRA Kleting Kuning yang merupakan Putri Raja Amangkurat
Agung dengan selir yang bernama RA. Mayang Sari, sebagai hadiah

karena berhasil memetik bunga Wijayakusuma di Cilacap/ Nusa


Kambangan dan mendapat gelar Patih Sindurejo I.
Dari cerita sejarah tersebut dapat diketahui bahwa sejarah yang
berkaitan dengan leluhur agung merupakan jenis wisata pilgrim. Sesuai
menurut Pendit (1999:42-48) yang menyatakan bahwa wisata pilgrim
adalah sebagai jenis wisata yang sedikit banyak dikaitkan dengan agama,
sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam
masyarakat, wisata pilgrim banyak dilakukan oleh perorangan atau
rombngan ke tempat-tempat suci, ke makam-makam orang besar atau
pemimpin yang diagungkan.
Sedangkan karakteristik kawasan merupakan bagian daerah
administratif kecamatan Mungkid di wilayah perencanaan
pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) D. Meski desa
Paremono belum ditetapkan sebagai desa wisata, tetapi desa ini memiliki
potensi yang representatif secara kualitas dengan memanfaatkan potensi
wisata budaya dan alam. Potensi Desa Paremono adalah Wisata Ziarah
Makam Agung Paremono
3. Potensi
Potensi terhadap obyek dapat di identifikasi dengan lima unsur
penting yakni :
Tabel 3.1
Identifikasi lima Unsur Penting Daya Tarik Wisata
di Makam Agung Paremono
No

Unsur

Keterangan

Atraction
Alam
Budaya

Buatan
Facilities
Akomodasi

Area Parkir

Rumah makan/
Warung

TIC
Mushola

Tempat bilas, Wudhu


dan Toilet
Jasa Pemandu dan
Keamanan
Wisata kuliner

Infrastructure
Listrik/ penerangan
Pengairan/ PDAM
Jaringan telepon
Irigasi
Transportation
Kondisi Jalan

Mata air Cebol


Memancing di Sungai
Sejarah Kiai Ageng Karotangan
sebagai potensi utama desa
Paremono
Aktivitas para petani bercocok
tanam
Jathilan, kenduri
Kerja bakti para warga
Kolam pemancingan komersil
Fasilitas penginapan ada tetapi
letaknya di luar wilayah desa.
Area parkir yang dimanfaatkan saat
ini hanya lahan kosong milik warga
dan sisi jalan masuk makam.
tersedia di wilayah desa dan hanya
warung kecil biasa
Rumah makan yang agak besar
dapat dinikmati di sepanjang jalan
arah Borobudur dan di Blabak
terdapat warung makanan khas
Kupat Tahu Blabak
Tidak terdapat TIC di desa
Tidak terdapat di sekitar dekat
kawasan makam
Terdapat tempat bilas atau wudhu
tetapi toilet tidak ada
Bapak Widodo (Pengurus Makam)

Industri peyek petol, tempe kripik,


telur asin

ada
ada
ada
lancar

Kondisi jalan menuju desa


paremono cukup baik beraspal, dan
mulai masuk kawasan makam di

Sarana Transportasi

dusun Trojayan kondisi jalan


berpaving.
Angkutan desa
Andong
ojek
Belum ada

Papan arah
5
Hospitality
Pokdarwis
- Belum dikembangkan
Akomodasi
- Belum ada
Masyarakat/ SDM
- Belum sadar wisata
Sumber : Hasil Identifikasi Penulis berdasarkan Wawancara Terhadap
Informan.
Dari hasil identifikasi kelima unsur di atas juga di temukan antusiasme
atau harapan pihak terkait dalam mengembangkan potensi memurut
Bapak Purwoto selaku Kasie Pembangunan Desa Paremono, menurut
beliau sangat mendukung pembangunan pariwisata desa paremono
khususnya supaya Makam Agung Paremono diresmikan sebagai kawasan
wisata ziarah seperti obyek obyek wisata ziarah yang sudah dikelola.
Sedangkan dari tabel 3.1 diatas dikatakan juga kelima unsur tersebut
sangat penting dan perlu dikembangkan. Sementara itu pakar ahli
menyatakan bahwa berhasilnya suatu tempat berkembang menjadi
Daerah Tujuan Wisata (DTW) sangat bergantung pada lima unsur yang
penting (spillane, 1994 : 69).
4. Pasar Wisatawan Daya Tarik Wisata Makam Agung Paremono
Menurut Bpk Haryadi selaku Kasie Obyek Wisata Dinas Pariwsata
dan Kebudayan kab. Magelang, aspek pasar merupakan aspek yang perlu
diidentifikasi, dengan tujuan mengetahui kondisi permintaan terhadap
produk atau potensi pariwisata yang akan dikembangkan dan dapat dijual
atau tidak, karena bila dilakukan pengembangan tanpa memperkirakan

dan meneliti permintaan terhadap produk, maka dikemudian hari akan


menimbulkan kesulitan akibat kekurangan atau kelebihan permintaan.
Identifikasi aspek pasar wisatawan diidentifikasi dengan peluang
bahwa Desa Paremono merupakan wilayah yang memiliki potensi yang
besar dalam sektor pariwisata, hal ini dapat dilihat dalam Peta Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional yaitu pengembangan Kawasan Wisata Candi
Borobudur (RIPPDA Kab. Magelang) yaitu desa Paremono masuk dalam
Kawasan Wisata Candi Borobudur yang secara tidak langsung merupakan
wilayah pengembangan pariwisata nasional. Desa Paremono terletak tidak

jauh dari aksesbilitas jalan Borobudur menuju Taman Wisata Candi


Borobudur, sekitar tiga kilometer arah Timur Laut. Tarikan wisatawan
sejarah atau spiritual yang menuju candi sebenarnya dapat dimanfaatkan
sebagai captive market tersendiri oleh pelaku pariwisata di desa ini
menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan kedepannya. Kendati
peluang wisatawan spiritual potensial tersebut belum dikembangkan dari
segi pemasarannya oleh pihak desa terkait namun jika melihat kondisi
perkembangan pengunjung Candi Borobudur dalam 3 tahun terakhir
yang mengalami kenaikan dapat dijadikan peluang pasar yang potensial.
Tabel 3.2
Data Perkembangan Jumlah Pengunjung
Taman Wisata Candi Borobudur 2011-2013
Jumlah
Pengunjung
1
2013
3.363.763
2
2012
3.014.093
3
2011
2.186.281
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang
NO

Tahun

Sementara itu data tertulis mengenai jumlah pengunjung Makam


Agung Paremono dikatakan Bpk Widodo selaku pengurus Makam Agung
Paremono bahwa dari pihak pengurus belum membuat data jumlah
kunjungan, tetapi jika melihat pemasukan kotak amal yang
disumbangkan dari pengunjung Makam Agung Paremono meski tahun
2011 mengalami penurunan tetapi kurun waktu tiga tahun terakhir yakni
2011, 2012, dan 2013 mengalami peningkatan jumlah pemasukan yang
tinggi khususnya pada tahun 2013 hal ini dikatakan juga oleh Bpk
Widodo bahwa kemungkinan setelah diadakan renovasi pintu gerbang
oleh pihak desa Paremono tahun 2012 sehingga pintu gerbang Makam
Agung Paremono sekarang tampak lebih megah dan menarik.
Tabel 3.3
Data Jumlah Pemasukan Kotak Amal
Makam Agung Paremono
Pemasukan KAS
Kotak Amal
1
2013
Rp 10.824.000
2
2012
Rp 7.065.000
3
2011
Rp 6.637.000
4
2010
Rp 6.953.000
Sumber : Pemasukan KAS Kotak Amal Makam Agung
Paremono (Bendahara Makam Agung Paremono)
NO

Tahun

Dari kenaikan pemasukan Kotak Amal tersebut dapat di duga


bahwa dimungkinkan jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Dan
memang benar terbukti bahwa dikatakan Bpk Widodo bahwa akhir
akhir tahun ini sering menemani pengunjung yang datang dari luar untuk
melakukan ziarah ke makam Kiai Ageng Karotangan maupun leluhur

agung yang dimakamkan di Makam Agung Paremono. Dari tingkat


kunjungan wisatawan Candi Borobudur dan pemasukan kotak amal
Makam Agung Paremono yang meningkat tersebut, dapat menjadi
indikasi positif potensi pengembangan pariwisata. Daya tarik yang
dikatakan pihak terkait Makam Agung Paremono penting dikembangkan
merupakan indikasi positif.
Sementara itu segmen potensial yang lagi banyak diminati di
Magelang adalah wisatawan alam, budaya, dan wisatawan dengan jumlah
kecil atau petualang. (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Magelang)
B. PEMBAHASAN
Untuk membahas hasil identifikasi mengenai obyek penelitian penulis
menganalisis dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan
dan kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara
sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan
melaksanakan strategi bagi pengembangan Makam Agung Paremono
kedepan.
1. Analisis Kekuatan dan Kelamahan
a. Kekuatan /Strenght (S)
1) Keberadaan Makam Agung Paremono sebagai potensi daya tarik
alternatif wisata ziarah di destinasi Magelang. Tokoh kiai Ageng
Karotangan yang historis.
2) Adanya lonjakan pengunjung dalam jumlah besar ketika ada
event event budaya masyarakat seperti kesenian jathilan dan
sadranan.

3) Kesan positif yang di tuturkan pengurus makam selaku informan


kunci masyarakat desa mengenai peresmian Makam Agung
4)
5)
6)
7)

Paremono menjadi tujuan wisata ziarah bagi wisatawan.


Kegiatan Petani di Sawah, kesenian kuda lumping atau jathilan,
Sungai Kuning yang menarik bagi kegiatan wisata Memancing
Industri kuliner seperti rempeyek petol dan tempe kripik
Masyarakat yang ramah

b. Kelemahan / Weakness (W)


1) Sumber Daya Manusia
a) Masyarakat belum sadar mengenai potensi wisata desa atau
wisata ziarah di Makam Agung Paremono.
b) Belum ada sistem Organisasi, Karang Taruna, Pokdarwis
yang berkembang
2) Sumber Daya Alam/ Produk Jasa
a) Belum ada toilet umum, mushola yang di jadikan fasilitas
bagi para peziarah.
b) Tidak ada sarana papan penunjuk arah ke daya tarik
unggulan seperti;
1) Papan petunjuk ke Sungai Kalikuning sebagai daya
tarik bagi pengunjung minat khusus penggemar
memancing.
2) Papan petunjuk arah ke Makam Agung Paremono.
2. Analisis Peluang dan Ancaman
a. Peluang / Opportunity (O)
1) Tren Wisata Ziarah
Adanya Undang Undang Tata Ruang dan Wilayah serta
Perlindungan Cagar Budaya, yang mana Makam Agung
Paremono merupakan warisan budaya kerajaan Mataram,
menurut Juru Kunci Makam Laweyan Solo Kyai Ageng
Karotangan merupakan adik dari Kyai Ageng Pemanahan.

2) Segmen potensial yang lagi banyak diminati di Magelang adalah


wisatawan alam, budaya, dan wisatawan dengan jumlah kecil
atau petualang. (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang)
3) Berada di Kawasan Wisata Candi Borobudur (KSP) yang di
tetapkan sebagai daerah potensial pengambangan diversivikasi
pariwisata oleh pemerintah (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Magelang)
4) Peningkatan jumlah kunjungan ke Makam Agung Paremono.
b. Ancaman / Threat (T)
1) pengembangan yang tidak sesuai prinsip pariwisata berkelanjutan.
2) Adanya sebagian masyarakat apatis dengan eksplorasi terhadap
makam karena makam merupakan tempat yang sakral dan bukan
merupakan tempat sebagai komersialisasi.
3) Masyarakat tidak tanggap wisata/ belum ada sosialiasi sadar
wisata di khawatirkan akan terjadi masalah ketidakkepuasan
wisatawan.
Analisis diatas menunjukkan bahwa desa Paremono adalah desa yang
potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif tujuan wisata ziarah di
Kabupaten Magelang. Akan tetapi, mengalami berbagai kendala yang ada
dalam aspek SDM yang masih lemah sehingga perlu untuk lengkah
pendampingan mengenai proses perencanaan pengembangan. Potensi daya
tarik wisata budaya yang dimiliki desa Paremono adalah berupa kegiatan
kesenian jathilan, tradisi bercocok tanam para petani di sawah, upacara adat
sadranan, kenduri dan Makam Agung Paremono sebagai daya tarik potensial
di tujuan wisata budaya ziarah di Magelang. Sementara itu daya tarik wisata

alam di desa Paremono berupa segala pesona keindahan alam maupun budaya
masyarakat yang dapat di jadikan alternatif tujuan wisata pendukung daya
tarik wisata ziarah Makam Agung Paremono di Desa Paremono.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini mengkaji tentang program


pengembangan destinasi pariwisata kegiatan pengelolaan kawasan strategis
pariwisata dengan cara menganalisis potensi pariwisata yang dilakukan di
Desa Paremono, Kec. Mungkid, Kab. Magelang. Dalam masa PKL penulis
banyak mendapatkan pengetahuan tentang profil Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Magelang, struktur organiasi dalam menjalankan
tugas dan fungsinya, praktek praktek pekerjaan dalam fokus kegiatan PKL
di bidang Obyek, Sarana dan Jasa Wisata.
Di dalam tugas pekerjaan di Seksi Sarana dan jasa wisata penulis
banyak mendapat praktek pekerjaan antara lain tugas surat menyurat tahap
pekerjaan pengadaan barang dan jasa dengan metode pelelangan umum,
analisis dokumen pengadaan barang dan jasa, analisis penilaian jasa
konsultansi, pengembangan destinasi dan pengembangan obyek wisata. Hasil
analisis dalam laporan ini merupakan pekerjaan Analisis Potensi Daya Tarik
Wisata di desa Paremono, kecamatan Mungkid yang merupakan sample
penelitian dalam wilayah KSP D Kab. Magelang.
Hasil laporan PKL ini menunjukkan bahwa : desa Paremono adalah
desa yang potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif tujuan wisata
ziarah di Kabupaten Magelang. Akan tetapi, mengalami berbagai kendala
yang ada dalam aspek SDM yang masih lemah sehingga perlu untuk lengkah
pendampingan mengenai proses perencanaan pengembangan. Potensi daya
tarik wisata budaya yang dimiliki desa Paremono adalah berupa kegiatan
kesenian jathilan, tradisi bercocok tanam para petani di sawah, upacara adat

sadranan, kenduri dan Makam Agung Paremono sebagai daya tarik potensial
di tujuan wisata budaya ziarah di Magelang. Sementara itu daya tarik wisata
alam di desa Paremono berupa segala pesona keindahan alam maupun budaya
masyarakat yang dapat di jadikan alternatif tujuan wisata pendukung daya
tarik wisata ziarah Makam Agung Paremono di Desa Paremono.
B. Saran
Saran yang dapat direkomendasikan bagi pihak terkait (pihak swasta,
masyarakat, pemerintah maupun Instansi Perguruan Tinggi) terhadap potensi
Desa Paremono adalah:
1. Pendampingan masyarakat dan pihak desa Paremono untuk proses
regulasi penetapan Makam Agung Paremono yang berada di wilayah
desa Paremono, kecamatan Mungkid yang merupakan KSP D dalam
RIPPDA Kab. Magelang menjadi Daya Tarik Wisata Ziarah Kab.
Magelang.
2. Pendekatan keorganiasian untuk membetuk Karang Taruna Remaja atau
Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS).
3. Promosi melalui papan petujuk arah ke daya tarik potensial.

DAFTAR PUSTAKA
A. Buku
Fandeli, Chafid. 1995. Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam.
Yogyakarta : Liberti

Inskeep, E. 1991. Tourism Planning: an Intergrated and Sustainable


Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.
Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai
Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi
Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana
Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya
Muhammad Ridwan. 2012. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.
Medan: PT. SOFMEDIA. hal: 56-58
M. Kesrul. 2003. Penyelenggarakan Operasi Perjalanan Wisata. Jakarta :
Grasindo
R.S Damardjati. 2001. Istilah - Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta : Pradya
Paramita.
Saleh Wahab. 1989. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta : Pradnya Paramita
Samsudidjal D dan Kaelany HD. 1997. Peluang Pariwisata di Bandung.
Jakarta :
Mutiara Sumber Widya.
Yoeti, Oka. 1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT.
Pradnya Paramita.
B. RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah)
Puspar UGM. 2013. Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan
Kabupaten Magelang. Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang.
Puspar UGM. 2013. Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan
Yogyakarta. Pedoman Pengembangan Pariwisata Budaya.
C. Tesis

Susanty, Putu Henry. 2009. Pengembangan Pasraman Seruling Dewata


Sebagai Daya Tarik Wisata Spiritual Di Desa Bantas, Kecamatan
Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan. (tesis). Denpasar: Universitas
Udayana.
D. Internet
Daniel Start dan Ingie Hovland dalam New Weave (2002:170) dan Schuler
(1986) Empowerment and the Law. www.smeru.or.id.http:
//www.smeru.or.id/report/training/menjembatani_penelitian_dan_kebija
kan/untuk_cso/file/82.pdf (03 September 2014)
DesaParemomo,http://id.wikipedia.org/wiki/Paremono,_Mungkid,_Magelang
( 03 Agustus 2014)
E. Peraturan Perundang Undangan:
Perda Kab. Magelang No. 31 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja
Dinas Daerah.
Undang Undang RI Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Lampiran 1
SURAT BALASAN PERIZINAN PENELITIAN/ SURVEI

Lampiran 2
SURAT PENGANTAR IZIN SURVEI

Lampiran 3
PETA DESA PAREMONO

Lampiran 4
DOKUMENTASI GAMBAR FOTO

Gedung Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang

Lobi Kantor Disparbud Magelang

Kantor Bidang Kesekretariatan dan


Kepegawaian

Ruang Bidang Obyek, Sarana dan Jasa

Kegiatan Wawancara yang dilakukan penulis terhadap informan kunci selaku


Pengurus Makam Agung Paremono

Kegiatan pengajian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka menambah


pengetahuan spiritual para karyawan.

Gerbang masuk Makam Agung Paremono

Bangunan rumah / Cungkup ini di dalamnya merupakan Makam Patih Sindurejo,


Sedangkan Makam Kiai Ageng Karotangan tampak dalam foto ini berada pada sebelah
bagian kiri - pojok cungkup makam bangunan.

Bangunan ini merupakan tempat bagi para peziarah untuk melakukan kegiatannya
seperti baca Tahlil atau sekedar marak sowan mendoakan dan tabur bunga secara
khusuk